Anda di halaman 1dari 2

TUGAS Apa tujuan dari analisa densitas ditinjau dari proses peningkatan kualitas batubara dan pemanfaatan batubara.

Jawaban : Ditinjau dari proses peningkatan kualitas batubara (upgrading) Salah satu proses untuk memperbaiki kualitas batubara yaitu dengan cara pencucian. Pencucian ialah usaha yang dilkakukan untuk memperbaiki kualitas batubara, agar batubara tersebut memenuhi syarat penggunaan tertentu. Termasuk didalamnya pembersihan untuk mengurangi impurities anorganik. Karakteristik batubara dan impurities yang utama ditinjau dari segi pencucian secara mekanis ialah komposisi ukuran yang disebut size consist, perbedaan berat jenis dari material yang dipisahkan, kimia permukaan, friability relatif dari batubara dan impuritiesnya serta kekuatan dan kekerasan. Dalam pencucian batubara, yang harus dipertimbangkan ialah metode pencucian mana yang akan diterapkan untuk mempersiapakan batubara sesuai keperluan pasar, dan apakah pencucian masih diperlukan, karena pada prinsipnya batubara dapat dijual langsung setelah ditambang. Kenyataannya penjualan langsung setelah ditambang tidak berarti produser memperoleh keuntungan maksimum. Oleh karena itu dalam memutuskan ini perlu dimasukan juga pertimbangan komersial. Untuk menentukan kesesuaian alat yang digunakan dalam mencuci batubara syarat yang diperlukan adalah ukuran butir dari batubara yang akan dicuci, spesifik gravity dan kapasitas produksi yang digunakan. Kecenderungan bahwa density batubara bernilai minimum pada kandungan karbon 85%. Sebagai contoh, karbon batubara 50-55% akan memiliki densiti sekitar 1,5 g/cm 3, dan cenderung berkurang hingga 1,3 g/cm 3 untuk batubara mengandung 85% karbon diikuti dengan peningkatan 1,8 g/cm 3 untuk batubara dengan kandungan karbon 87%. Sebagai pembanding, densitas graphite (2,25 g/cm 3) juga mengikuti kecenderungan ini. Walaupun variasi densitas tidak begitu besar, umumnya densitas untuk maseral (memilki kandungan karbon yang sama) adalah exinite

Ditinjau dari segi pemanfaatannya Tingkat penggunaan batubara sebagai sumber energi primer mulai berkurang seiring dengan kenaikan pemakaian minyak, yaitu sejak tahun 1960. Akan tetapi sejak terjadi krisis

minyak tahun 1973 membuat banyak pihak menyadari bahwa ketergantungan yang berlebihan pada salah satu sumber energi primer akan menyulitkan dalam pemenuhan pasokan energi yang kontinu. Keadaan inilah yang kemudian mengembalikan nilai sumber energi primer. Dari segi kuantitas batubara jumlahnya sangat banyak di Indonesia. Tetapi tidak mungkin batubara dibakar seluruhnya dan diubah menjadi energi listrik, karena sampah pembakaran yang membahayakan, yaitu melalui polutan CO2, SO2, NOx dan CxHy. Batubara sebaiknya tidak langsung dibakar, akan lebih efektif dan efisien jika diambil hidrokarbon yang terdapat di dalam batubara atau dikonversi menjadi migas sintetis. Dua cara yang dipakai untuk mengekstrak hidrokarbon pada batubara adalah likuifikasi dan gasifikasi batubara. batubara sebagai alternatif

Karakteristik batubara yang umumnya di kenal adalah batubara Eosen umumnya berwarna hitam dan kilap gelap yaitu jenis batubara dari kelas sub bituminus, bituminus dan antrasit dengan kadar kalori yang berturut-turut semakin tinggi. Sedangkan Batubara Miosen sebagian besar berupa lignit atau batubara coklat, sangat lunak, kadar air tinggi, kadar debu rendah, dan kadar kalori rendah. Dari segi aspek fisika yang dapat dilihat dari batubara adalah rumus empiris dan juga densitas relatif seperti tabel berikut. Tabel densitas batubara
Jenis Batubara Lignit Bituminus Densitas relatif( kg Solid 1,120 1,450

/ m3 )
Bulk 860 940

Likuifikasi Hidrokarbon Pada Batubara Likuifikasi dilakukan dengan melarutkan zat-zat yang diduga sebagai agen penyimpan energi yang terdapat pada sampel batubara. Pelarut yang dipilih adalah mewakili dari masing-masing tingkatan. tingkat kepolaran

Gasifikasi Hidrokarbon Pada Batubara Gasifikasi dalam penelitian ini adalah metode pemanasan batubara sampai suatu derajat pemanasan tertentu. ketika proses mulai mengeluarkan berbagai jenis gas yang terdapat di dalam batubara, gas yang dihasilkan ini kemudian ditampung dalam wadah yang telah disiapkan. Pengambilan data dari proses gasifikasi secara umum dikenal dengan sebutan gasifikasi tanpa filtrasi yaitu proses pemanasan langsung batubara tanpa diawali tahap pencucian batubara.