Anda di halaman 1dari 3

PROFIL BISNIS PRODUK PERAWATAN KULIT (KOSMETIK) DI INDONESIA

tetap dicintai para penggemarnya. Semua lapisan masyarakat pun merasa harus merawat bagian tubuhnya setiap hari, dari mulai remaja (ABG) hingga lanjut usia, khususnya kaum wanita, bahkan kaum pria sekalipun, yang saat ini mulai banyak mengikuti tren dalam merawat bagian tubuhnya. Kulit merupakan benteng terluar dari tubuh manusia. Karena itu memelihara kulit termasuk kulit wajah sangat penting. Kulit yang sehat adalah kondisi yang halus, mulus, kenyal, warna rata, tidak pucat, kelembabannya cukup, dan elastisitasnya baik. Selain berfungsi anatomi, kulit yang halus, lembut, kencang dan putih berseri memiliki fungsi estetika (penunjang kecantikan). Sayangnya, iklim tropis Indonesia yang lembab dengan terik sinar matahari hampir sepanjang tahun, serta pencemaran udara, membuat kondisi kulit mudah kotor dan terbakar. Bila kurang perawatan, kulit akan mudah mengalami proses penuaan dini, penipisan kulit, kering, garis-garis normal kulit terlihat lebih dalam, terdapat kekendoran, hilangnya elastisitas kulit, kerutan tampak kasar, tebal, kaku, bahkan dapat terjadi kasus seperti iritasi, gatal-gatal dan hiperpigmentasi. Fenomena diatas, menjadi tantangan yang menarik untuk para pelaku bisnis kosmetika, terutama penghasil produk perawatan kulit. Keinginan masyarakat untuk mendapatkan kulit yang sehat, mulus, halus atau putih berseri direspon dengan menawarkan pelbagai produk, baik produk tradisional maupun kosmetika modern, yang diklaim mampu membuat kulit cantik alami dan putih berseri.

ecantikan bukan hanya untuk dan milik para selebritis atau artis saja, yang harus selalu merawat bagian tubuhnya demi penampilan di layar kaca/film atau panggung atau infotainment atau popularitasnya dimanapun berada agar

Dengan penduduk lebih dari 230 juta jiwa dan iklim tropis yang lembab dan terik sinar matahari hamper sepanjang tahun, Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial untuk produk perawatan kulit. Hal ini mendorong industri produk perawatan kulit berkembang dengan pesat. Dengan dukungan yang kuat dari para pelakunya, produksi perawatan kulit di Indonesia dalam enam tahun terakhir berkembang cukup pesat. Iming-iming produk perawatan kulit sampai saat ini dilakukan oleh lebih dari seratus perusahaan. Tidak hanya perusahaan dalam negeri, tetapi juga raksasa kosmetika dari manca negara. PT Mustika Ratu dan PT Martina Berto yang mengangkat kosmetika tradisional harus berhadapan dengan PT Unilever Indonesia, PT Beiersdorf Indonesia, PT P & G, PT Vitapharm dan banyak perusahaan lainnya. Persaingan memang ketat dan semakin tajam ketika konsumen

mendapatkan semakin banyak pilihan. Saat ini ada lebih dari 100 an merek produk perawatan kulit berbagai jenis di pasar domestic. Industri kosmetik nasional seperti SARI AYU, BIOKOS, MUSTIKA RATU dan VIVA harus bersaing dengan produk kosmetik seperti PONDS, OLAY, NIVEA dan VASELINE. Persaingan bukan cuma dalam urusan adu gencar berpromosi, tetapi juga dalam kualitas produk. Bermacam produk baru diluncurkan untuk memikat konsumen seperti oil control, oil regulating, pelembab dengan pemutih, pembersih 2 in 1, dan variasi produk lainnya. Belakangan muncul produk DOKTOR KAYAMA, yang berasal dari Jepang, yang beredar di pasaran Indonesia plus kliniknya dan direspon dengan baik oleh sebagian konsumen, yang sebagiannya kalangan artis. Sejak diperkenalkan Nopember 2005, produk ini langsung mampu mencuri minat kaum selebriti dan public figure ibu kota. Selain Ratu, yang memang menjadi ikon produk ini, sejumlah artis papan atas tercatat sebagai pemakai produk Doktor Kayama. Belum lagi merek-merek produk impor lainnya. Ada pemain baru dalam bisnis ini, namun ada juga yang tidak beroperasi lagi seperti halnya PT.Avon Indonesia sejak awal 2006. Betapa ketatnya persaingan dan juga sebetulnya potensi pasar, bisa dilihat dari bagaimana industri kosmetik tumbuh. Produk kosmetik berevolusi dari sekedar produk rumah tangga untuk dipakai kalangan terbatas, menjadi industri yang meraksasa. Produk baru kosmetik dikembangkan, dikemas dan

dipasarkan kepada target grup yang spesifik. Tak heran bila ada produk yang ditujukan untuk remaja, kaum muda, mereka yang berusia tengah baya dan bahkan usia lanjut, perempuan dan juga laki-laki. Pasar kosmetik dibagi menjadi tiga kelompok besar : kelompok elit dan mewah, kelompok menengah, dan kelompok massal. Berbagai perusahaan lokal meluncurkan beberapa merek sesuai dengan segmen yang dituju, disertai iklan yang menampilkan model dengan image kelas tertentu. Dalam lima tahun mendatang, prospek industri, bisnis dan pasar produk perawatan kulit masih tetap cerah, namun persaingan semakin ketat. Hal ini sejalan dengan kondisi geografis dan cuaca di Indonesia setiap tahunnya yang merupakan negara tropis. Kondisi ini ditandai dengan menjamurnya produkproduk perawatan kulit yang dihasilkan oleh industri local maupun impor yang beredar di pasaran domestic. Belum lagi dengan menjamurnya jasa-jasa / klinik perawatan kulit & kecantikan di kota-kota besar di Indonesia. Apabila dilihat dari perbandingan antara produksi yang ada dengan pertumbuhan konsumsinya pada periode lima tahun mendatang, terlihat sudah terjadi kelebihan pasok, terutama jika produsen yang ada hanya mengorientasikan produknya di pasar domestik. Sehingga dalam periode tersebut disarankan tidak ada investasi baru lagi yang ditujukan khusus untuk pasar domestik, kecuali produksi yang ada dari perusahaan-perusahaan yang ada memanfaatkan peluang ekspor yang masih terbuka. Atau jika investasi baru nya berorientasi pada ekspor, maka investasi baru bisa dilaksanakan.