Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN KULIAH LAPANGAN TAKSONOMI HEWAN

Oleh : Rombongan Kelompok Anggota : VI :6 : Diodora Adea Agintha Desi Trilestari Ibrahim K Yan Kartika Sari Rika Deny Riani Miftakhatun : Yoyon Arif Setiawan

(B1J009016) (B1J009036) (B1J009054) (B1J009066) (B1J009086) (B1J009128)

Asisten

KEMENTERIAN PENDIDIDKAN NASIONAL UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS BIOLOGI PURWOKERTO 2011

LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN KULIAH LAPANGAN TAKSONOMI HEWAN

Oleh : Rombongan VI Kelompok 6

Disusun untuk memenuhi persyaratan melengkapi komponen penilaian Mata kuliah Taksonomi Hewan di Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto

Diterima dan disetujui Purwokerto, Asisten Mei 2011

Yoyon Arif Setiawan B1J007159

DAFTAR ISI

Halaman HALAMAN JUDUL ............................................................................. LEMBAR PENGESAHAN ................................................................... DAFTAR ISI ......................................................................................... DAFTAR LAMPIRAN .......................................................................... I. PENDAHULUAN ..................................................................... A. Latar Belakang ........................................................................ B. Tujuan ...................................................................................... II. HASIL DAN PEMBAHASAN ................................................... A. Hasil ......................................................................................... B. Pembahasan ........................................................................... III. KESIMPULAN DAN SARAN ................................................... A. Kesimpulan .............................................................................. B. Saran ........................................................................................ DAFTAR REFERENSI .......................................................................... i ii iii vi 1 1 2 3 3 4 7 7 7 8

PENDAHULUAN A. Latar Belakang Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Cibinong merupakan tempat penyimpanan koleksi spesimen jenis-jenis binatang di Indonesia, diperkirakan berjumlah sekitar 2,25 juta spesimen, dengan jumlah terbesar baik spesimen ataupun jenisnya adalah serangga. Namun demikian koleksi yang dimiliki diperkirakan masih kurang dari 10% jumlah keanekaragaman faunayang ada di Indonesia. Dalam sistem pengelolaan spesimen, MZB membagi koleksinya menjadi tujuh kelompok utama kuratorial yaitu Mamalia, Burung, Ikan, Herpet (Reptilia dan Amfibi), Moluska termasuk invertebrata lain, Krustasea, dan Serangga termasuk Artropoda lainnya. Pengelolaan spesimen masing-masing kelompok kuratorial dibawah pengawasan dan pimpinan seorang Manajer Koleksi (MK) yang juga bertanggung jawab untuk penataan, keselamatan, keamanan, dan pengembangan koleksinya. Koleksi spesimen yang ada dapat dimanfaatkan oleh siapa saja: siswa, mahasiswa, pihak pemerintah, swasta, lembaga swadaya masyarakat, ilmuwan atau individu baik dari dalam maupun luar negeri untuk kepentingan ilmiah. Spesimen yang tersimpan dikenal sebagai koleksi ilmiah, yang secara garis besarnya dapat digunakan sebagai : 1. 2. 3. 4. Bahan acuan untuk identifikasi jenis-jenis binatang Indonesia. Obyek penelitian biosistematika atau taksonomi. Bahan untuk mengajar dan belajar bagi siswa/i atau mahasiswa/i dan/atau individu lainnya dalam bidang biologi dan praktek sistematika. Sumber data fauna Indonesia. Informasi yang dihasilkan dapat dimanfaatkan oleh semua pihak untuk berbagai macam kegiatan atau sebagai bahan acuan bagi para pengambil kebijakan yang berkaitan dengan keanekaragaman fauna Indonesia dan konservasinya. Koleksi serangga di Museum Zoologi Bogor (MZB) telah dimulai sejak tahun 1984, sebagai awal berdirinya Museum Zoologicum Bogoriense. Mulanya kumpulan ini hanya merupakan contoh serangga-serangga hama, kemudian berkembang ke kelompok binatang lainnya seperti burung, mamalia, reptilia, dan moluska. Sampai saat ini, secara keseluruhan koleksi serangga MZB telah

mencapai leih dari satu juta spesimen yang terdiri tidak kurang dari tidak kurang 10.000 jenis. Koleksi spesimen serangga merupakan koleksi terbesar yang dimiliki MZB, bahkan diduga terbesar untuk kawasan Asia Tenggara. Semua Koleksi berasal dari kawasan Indonesia, hanya beberapa koleksi (dalam jumlah sangat kecil) berasal dari luar Indonesia, yang yang merupakan hadiah atau pemberian dari tamu-tamu ilmuwan. Dalam pengelolaan koleksi serangga saat ini juga dimasukkan spesimen Artropoda lainnya, kecuali Crustacea. Artropoda lain ini mencakup Diplura, Protura, Collembola (ekor pegas), Acarina (kerabat tungau dan caplak), Arachnida (kerabat laba-laba), Diplopoda/Centipedes (kerabat kaki seribu), Scorpionida (kerabat kalajenking), Chilopoda/Milipedes (kerabat lipan), dan Pauropoda. Namun sampai saat ini koleksi terbesar yang dimiliki baru serangga (Insecta), sedangkan kelompok lainnya seperti Acarina dan Collembola terkumpul dalam jumlah yang tidak terlalu besar. Untuk selanjutnya penyebutan koleksi serangga mencakup seluruh koleksi yang dikelola Laboratorium Entomologi. Berdasarkan cara penyimpanannya koleksi serangga dibedakan menjadi koleksi kering dan basah. Koleksi kering berupa spesimen yang ditusuk jarum, spesimen dalam kertas papilot (amplop kertas atau kantong plastik), dan spesimen awetan slide (gelas kaca). Koleksi basah merupakan spesimen yang diawetkan di dalam alkohol 70% atau 80%. Jumlah koleksi kering jauh lebih besar dibandingkan koleksi basah. B .Tujuan Tujuan diadakannya kuiah lapangan adalah mengetahui daerah

penyebaran, habitat, jenis makanan, tingkah laku reproduksi, tingkah laku makan, dan manfaat burung merpati bagi keseimbangan lingkungan dan manusia juga untuk mengetahui cara pembuatan spesimen burung merpati.

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Hasil yang didapat ketika kuliah lapangan di LIPI Cibinong adalah hewan, vertebrata maupun avertebrata. Kelompok kami mendapatkan spesimen burung merpati yang diawetkan atau dikoleksi sebagai specimen kering. Koleksi specimen kering ini dilakukan dengan membelah thorax sampai anus kemudian daging dan isinya dikeluarkan hanya tulang thorax, sayap, ekor dan kaki lalu masukan kapas ke dalam tubuh merpati. Tabel Kelompok Kuliah Lapangan Taksonomi Hewan CIRI-CIRI MORFOLOGI /KARAKTERISTIK Burung mempunyai Kepala:Paruh, Nares Divisio : Carinatae karakteristik tertentu eksterna, Mata, niktitans, Phylum: Chordata yaituseluruh tubuhnya Membran ditutupi bulu, kecuali bagian daerah metatarsus ditutupi tanduk Ordo : Columbiformes Familia Columbidae Genus Columba : : crus yaitu tarso yang sisik-sisik Burung Merpati (Columba domestica) DESKRIPSI KLASIFIKASI KOLEKSI SPESIMEN (BASAH/KERING) Thorax-anus dibelah dan dan tinggalkan : : kemudian isinya, tulang keluarkan dagingnya

Subphylum: Lubang telinga luar, Vertebrata Ekor,Ekstrimitas Class depan (sayap), Aves Ekstrimitas belakang Subclass (kaki), Neornithes

thorax, sayap, ekor, kaki, di ganti dengan kapas skrinning, selama kemudian open. 1-2 dan (kering) freezer hari di

Spesies :Col umba domestica

B. Pembahasan

Burung adalah anggota kelompok hewan bertulang belakang (vertebrata) yang memiliki bulu dan sayap. Fosil tertua burung ditemukan di Jerman dan dikenal sebagai Archaeopteryx. Columba domestica mempunyai bulu-bulu yang dibangun oleh calamus, rachis, rami, dan radii. Calamus adalah tangkai bulu berbentuk memanjang dengan rongga di dalamnya. Pada pangkal ada lubang yang disebut umbilicus inferior dibagian inferior, sedangkan di bagian distalnya terdapat umbilicus posterior, dimana lubang ini ke arah rachis menjadi sukus. Waktu bulu masih muda kedua umbilicus tersebut dilalui oleh pembuluhpembuluh darah yang memberi makanan pada bulu-bulu muda (Radiopoetro, 1986). Menurut Yatim (1982) menyatakan bahwa kelenjar minyak bulu aves terdapat di sekitar kulit dan bermuara ke akar bulu. Getahannya disebut sebum, berguna untuk melepaskan bulu dan tidak jadi kering. Selain itu, perlu untuk melapisi bagian luar kulit agar tahan terhadap benda asam, cuaca buruk, dan gesekan benda keras. Minyak yang digetahkan juga perlu vitamin D oleh sinar UV dan matahari. Ergosterol yang dikandung akan berubah manjadi vitamin tersebut. Tubuh aves, sternumnya berhubungan dengan gelang bahu melalui tulang clavicula dan interclavicula, sehinggga dapat memperkukuh anyaman rusuk dengan gelang bahu bagian ventral dari sternum terdapat suatu lunas yang dinamakan carina (Djuhanda, 1982). Bulu columba comestica adalah yang terpenting dan dari segi keindahan yang menarik dari seekor burung. Ungkapan ringan seperti bulu menggambarkan kesempurnaan bentuk yang canggih dari sehelai bulu. Bulu terbuat dari semacam zat protein yang disebut keratin. Keratin merupakan bahan yang keras dan berdaya tahan yang terbentuk dari sel-sel tua yang berpindah dari sumber-sumber zat gizi dan oksigen pada lapisan kulit yang lebih dalam dan mati untuk memberi jalan bagi sel-sel baru. Rancangan pada bulu burung begitu rumit,bulu memiliki kerumitan bentuk yang ajaib yang memungkinkan perbaikan aerodininamik secara mekanik yang tak pernah dapat dicapai melalui cara lain manapun, bulu merupakan penyesuaian yang hampir sempurna untuk terbang karena bulu itu ringan, kuat, berbentuk pola yang memperlancar aliran udara, dan memiliki bentuk kawat berduri dan pengait yang sangat kuat.

Bulu Columba domestica

1. Remiges 2. Retrises 3. Plumae


(Anonim, 2011) Menurut Djuanda (1982) menyatakan bahwa bentuk paruh burung beraneka ragam sesuai dengan jenis makanan dan habitatnya. Burung mempunyai alat indra yang yang baik, matanya memiliki kelopak mata atas dan kelopak mata bawah yang dapat membuka dan menutup. Di sudut muka dari mata terdapat selaput yang tembus cahaya, dapat bergerak dari muka ke belakang. Selaput tersebut disebut membrana nicitans. Sistem pencernaan pada Columba domestica terdiri dari mulut, oesophagus, empedal, usus halus, usus besar, rectum dan kloaka. Menurut Jasin (1989) truncus digestivus dari Columba domestica terdiri dari cavum oris, dilanjutkan ke faring yang pendek, kemudian oesophagus yang panjang dan terjadi perluasan disebut crop, yaitu tempat sementara, dari lambung akan dilanjutkan oleh intestinum yang terbagi atas bagian yang halus dan terakhir adalh rectum dan kloaka. Mekanisme pernapasan pada burung ada dua yaitu pernapasan waktu istirahat dan waktu terbang. Fase istirahat dilakukan oleh pars sternalis costae dan pars vertebralis costae, keduanya dihubungkan oleh suatu persendian sehingga dapat digerakkan. Pernapasan waktu istirahat terjadi dalam dua fase yaitu fase inspiratiodan fase exparatio. Fase terbang yang sangat berfungsi adalah saccus interclavicularis dan saccus axillaries. Apabila sayap diturunkan saccus axillaris terjepit, sehingga saccus interclavicularis menjadi longgar dan sebaliknya (Radiopoetro, 1986). Sistem pernapasan burung merpati dmulai ketika udara dihisap ke dalam sepasang rongga hidung atau nares. Rongga hidung ini dipisahkan dari rongga mulut ke langit-langit keras. Hewan dapat bernapas walaupun makanan berada dalam mulut. Udara selanjutnya melalui choane dan faring melalui, lalu masuk ke

dalam laring yang dalam keadaan terbuka. Epiglottis menekuk ke belakang jika dinaikkan (Ville, et al, 1973).

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Burung merpati (Columba domestica) merupakan hewan berdarah panas dan berkembang biak dengan ovipar atau bertelur. Columba domestica mampu mengenal habitatnya. Ketika burung dilepas maka ia akan kembali ke sarangnya. Columba domestica mempunyai bulu-bulu yang dibangun oleh calamus, rachis, rami, dan radii. Mekanisme pernapasan merpati ada dua yaitu pernapasan waktu istirahat dan pernapasan waktu terbang. Sistem pencernaan pada Columba domestica terdiri dari mulut, oesophagus, empedal, usus halus, usus besar, rectum dan kloaka. Burung mempunyai alat indra yang yang baik, matanya memiliki kelopak mata atas dan kelopak mata bawah yang dapat membuka dan menutup serta terdapat membrana nicitan.

B. Saran Kuliah Lapangan ini sebaiknya dalam pembagian preparat harus lebih jelas. Kami kesulitan dalam memperoleh specimen yang ditentukan, dan sebaiknya terdapat pembimbing yang menguasai sesuai bidang masing-masing.

DARTAR REFERENSI

Anonim. 2011. Anatomi Burung Merpati. http.www.google.com. diakses 30 April. Djuhanda, T. 1982. Pengantar Anatomi Perbandingan Vertebrata I. Amrico, Bandung. Jasin, M. 1989. Sistematika Hewan Vertebrata dan Invertebrata . Sinar Wijaya, Surabaya. Radiopoetro. 1986. Zoologi. Erlangga, Jakarta. Ville, Walker, Barnes.1973. General Zoology 6th Edition. W. B. Saunders Company, London. Yatim, W. 1982. Biologi Modern: Histologi. Tarsito, Bandung. Walter, H. 1965. Biology of Vertebrate. The Mac Millan Company, New York.