Anda di halaman 1dari 5

ACARA I

I.

JUDUL Pengisian Data Atribut

II.

TUJUAN 1. Mahasiswa mengetahui parameter-parameter yang digunakan dalam kasus evaluasi dan pengembangan lahan permukiman. 2. Mahasiswa dapat memanfaatkan data hasil Penginderaan Jauh dan SIG sebagai variabel evaluasi dan pengembangan lahan permukiman. 3. Mahasiswa dapat menyajikan hasil pengisian data atribut melalui peta.

III. ALAT DAN BAHAN 1. Software ArcView 3.3 2. Shapefile Peta Penggunaan Lahan (pl) 3. Shapefile Peta Drainase Permukaan (drainase) 4. Shapefile Peta Lama Penggenangan Akibat Banjir (genangan) 5. Shapefile Peta Jarak terhadap Jalan Utama (jrk_jln) 6. Shapefile Peta Kemiringan Lereng (lereng) 7. Shapefile Peta Daya Dukung Tanah (dydukung) 8. Shapefile Peta Kedalaman Muka Air Tanah (dlm_air) 9. Shapefile Peta Jalan (jalan) 10. Shapefile Peta Batas Administrasi (desa)

IV. DASAR TEORI Kesesuaian lahan (Land Suitability) menurut FAO (1976) adalah sistem klasifikasi kecocokan suatu lahan untuk penggunaan tertentu. Konsep ini kemudian didukung oleh konsep Sitorus (l985) bahwa kesesuaian lahan merupakan gambaran tingkat kecocokan sebidang lahan untuk suatu penggunaan tertentu. Kelas kesesuaian suatu areal dapat berbeda tergantung pada tiap penggunaan lahan yang sedang dipertimbangkan.

Penentuan kesesuaian lahan untuk permukiman dimaksudkan untuk menentukan lahan yang potensial. Penentuan tersebut dengan metode kuantitatif empiris yaitu dengan memberikan harkat pada setiap parameter fisik lahan. Harkat setiap parameter fisik lahan kemudian dibobot sesuai dengan pengaruhnya terhadap kesesuaian lahan untuk permukiman. Pengolahan data dilakukan dengan SIG untuk mendapatkan hasil yang akurat, rinci, dan efisien. peta-peta Analisis yang data dilakukan fisik dengan lahan,

menumpangsusunkan

berisi

parameter

aksesibilitas, dan penggunaan lahan.Variabel untuk Evaluasi Lahan Permukiman dengan SIG adalah: 1) Penggunaan lahan Tabel 1. Kelas Penggunaan Lahan No Kelas Penggunaan lahan Sangat Lahan berupa semak, lahan kosong, dan lahan tidak 1 baik dimanfaatkan 2 Baik Lahan pekarangan, kebun campur, dan sejenisnya Lahan pertanian kering berupa tegalan, perkebunan, dan 3 Sedang semacamnya 4 5 Jelek Lahan pertanian berupa sawah non irigasi dan sejenisnya Sawah irigasi, permukiman, industri, Sangat kawasan militer, situs purbakala, fasilitas pendidikan dan jasa, jelek hutan mangrove, gisik, sungai, rawa dan tubuh air, badan jalan, tambak, kolam ikan air tawar, kelembagaan, cagar budaya Sumber : Malingreau (1982, dengan modifikasi) 2) Drainase permukaan Tabel 2. Kelas Drainase Permukaan No Kelas Drainase permukaan Harkat 1 Sangat baik Lahan kering, pengaliran sangat cepat 5 2 Baik Lahan dengan pengaliran sangat cepat setelah turun hujan 4 Lahan dengan pengaliran sedang, sedikit terpengaruh 3 Sedang 3 fluktuasi tanah Lahan dengan pengaliran lambat, terpengaruh oleh 4 Jelek 2 fluktuasi air tanah Sangat 5 Lahan dengan pengaliran sangat lambat 1 jelek Sumber: Ortiz (1977 dalam Prapto Suharsono 1984) dengan perubahan Harkat 5 4 3 2 1

3) Lama penggenangan banjir Tabel 3. Kelas Lama Penggenangan Banjir No. Kelas Lama Penggenangan Banjir 1 Sangat baik Daerah tidak pernah terlanda banjir 2 Baik Daerah tergenang antara 0 sampai 2 bulan 3 Sedang Daerah tergenang antara 2 sampai 6 bulan 4 Jelek Daerah tergenang 6 bulan setahun 5 Sangat Jelek Daerah selalu tergenang (rawa-rawa) Sumber : Karmono Mangunsukarjo (1984) 4) Jarak terhadap jalan utama Tabel 4. Kelas Jarak terhadap Jalan Utama No Kelas Jarak (m) Harkat 1 Sangat baik 0 500 5 2 Baik 500 1000 4 3 Sedang 1000 1500 3 4 Jelek 1500 2000 2 5 Sangat Jelek >2000 1 Sumber : Klimaszewski (1969) dalam Sutikno (1982) dengan perubahan 5) Kemiringan lereng Tabel 5. Kelas Kemiringan Lereng No 1 2 3 4 5 Kelas Kemiringan lereng (%) Harkat Datar 02 5 Landai 28 4 Agak Miring 8 15 3 Miring 15 30 2 Terjal >30 1 Sumber: Van Zuidam (1979, dalam Prapto Suharsono, 1984) Harkat 5 4 3 2 1

6) Daya dukung tanah Tabel 6. Kelas Daya Dukung Tanah No 1 2 3 4 5 Kelas Daya dukung tanah (kg/cm2) Harkat 2 Sangat Baik > 1.4 kg/cm 5 Baik > 1.3 - 1.4 kg/cm2 4 2 Sedang >1.2 - 1.3 kg/cm 3 2 Jelek >1.1 - 1.2 kg/cm 2 Sangat Jelek <= 1.1 kg/cm2 1 Sumber: Klimaszewski (1969) dalam Sutikno (1982) dengan perubahan

7) Kedalaman muka air tanah dangkal Tabel 7. Kelas Kedalaman Muka Air Tanah Dangkal No 1 2 3 4 5 Kelas Kedalaman Muka Air Tanah Dangkal (m) Harkat Sangat Baik 1.5 - <10 m 5 Baik 10 - <15 m 4 Sedang 15 - <20 m 3 Jelek >20 m 2 Sangat Jelek <1.5 m 1 Sumber: FAO (1973. dengan modifikasi)

Penentuan Kelas Kesesuaian Lahan Permukiman Penentuan kesesuaian lahan dilakukan dengan pengharkatan (scoring) terhadap parameter lahan yang dianggap berpengaruh terhadap pemilihan lokasi permukiman. Parameter lahan yang digunakan masing-masing terdiri dari beberapa kelas yang memiliki harkat tertentu. Penentuan kelas kesesuaian lahan permukiman ditentukan berdasarkan hasil dari proses pengharkatan yang kemudian dikelaskan berdasarkan tingkat kesesuaiannya. Pengkelasan dilakukan dengan menggunakan Formula Struges yaitu dengan mengurangkan skor tertinggi dengan terendah, kemudian dibagi dengan jumlah kelas. Penentuan skor akhir didasarkan pada penjumlahan skor hasil pengharkatan pada masing-masing parameter lahan dengan dikalikan faktor penimbangnya. Nilai faktor penimbang adalah disesuaikan dengan besarnya pengaruh parameter tersebut terhadap kesesuaian lahan permukiman. Adapun besarnya faktor penimbang disajikan berikut ini: Tabel 8. Faktor Penimbang Parameter Pengembangan Lokasi Permukiman No Parameter 1 Kemiringan Lereng 2 Drainase Permukaan 3 Penggunaan Lahan 4 Daya Dukung Tanah 5 Kedalaman Muka Air Tanah 6 Lama Penggenangan Banjir 7 Jarak terhadap Jalan Utama Sumber: Suharyadi (1996), dengan modifikasi Penimbang 1 1 3 2 3 2 3

Berdasarkanhasil yang diperoleh dapat dikelompokkan menjadi 4 (empat) kelas kesesuaian lahan untuk pengembangan permukiman, yaitu: Tabel 9. Kelas Kesesuaian Lahan untuk Pengembangan Permukiman No 1 2 3 Kelas Kesesuaian Lahan Sangat Sesuai (S1) Cukup Sesuai (S2) Sesuai Marginal (S3) Tidak sesuai untuk saat ini (N1) Sumber: Pengolahan data Harkat Total 63-74 52-62 40-51 Keterangan Lahan memiliki pembatas ringan bila digunakan untuk lokasi permukiman Lahan memiliki pembatas sedang bila digunakan untuk lokasi permukiman Lahan memiliki pembatas berat bila digunakan untuk lokasi permukiman Lahan dengan pembatas sangat berat namun masih bisa diatasi, hanya tidak dapat diatasi dengan pengetahuan sekarang dan biaya yang rasional

28-39