Anda di halaman 1dari 15

PENDAHULUAN

Bronkitis adalah suatu infeksi saluran pernapasan yang menyebabkan inflamasi di saluran udara menuju paru-paru, terutama bronkus. Ada 2 jenis bronkitis akut dan kronik. Bronkitis akut ditandai dengan awitan gejala yang mendadak dan berlangsung lebih singkat. Pada bronkitis jenis ini, inflamasi (peradangan) bronkus biasanya di sebabkan oleh infeksi virus atau bakteri, dan kondisinya diperberat oleh pemaparan terhadap iritan, seperti asap rokok, udara kotor, debu, asap kimiawi,dll. Sedangkan bronkitis kronik ditandai dengan gejala yang berlangsung lama. Pada bronkitis kronis, peradangan bronkus tetap berlanjut selama beberapa waktu dan terjadi obstruksi/ hambatan pada aliran udara yang normal di dalam bronkus. Gejala-gejala bronkitis kronik akan meningkat bila pasien merokok, dan diperberat oleh infeksi atau pemaparan terhadap iritan dalam waktu lama. Secara garis besar, penyebab bronkitis meliputi kebiasaan merokok dan polusi udara, yang mengiritasi saluran pernapasan secara konstan, sehingga

mengakibatkan terjadinya peradangan dan produksi mukus/ dahak secara berlebihan. Kondisi ini mengakibatkan penyempitan pada saluran pernapasan, sehingga semakin mudah terkena infeksi dan mengalami kerusakan lebih parah.

PEMBAHASAN

Anatomi dan Fisiologi Pernapasan Percabangan Bronkus Bronkus primer Bronkus primer (utama) kanan berukuran lebih pendek, lebih tebal, dan lebih lurus dibandingkan bronkus primer kiri karena arkus aorta membelokkan trakea bawah ke kanan. Objek asing yang masuk ke dalam trakea kemungkinan ditempatkan dalam bronkus kanan. Setiap bronkus primer bercabang 9-12 untuk membentuk Bronkus sekunder dan tersier dengan diameter yang makin kecil. Saat tuba semakin menyempit, batang atau lempeng kartilago mengganti cincin kartilago. Cabang utama bronkus kanan dan kiri bercabang lagi menjadi bronkus lobaris dan bronkus segmentalis. Percabangan ini berjalan terus menjadi bronkus yang ukurannya semakin kecil sampai akhirnya menjadi bronkiolus terminalis, yaitu saluran udara terkecil yang tidak mengandung alveoli. Bronkus terminalis memiliki garis tengah kurang lebih 1 mm. Bronkiolus tidak diperkuat oleh cincin tulang rawan, tetapi dikelilingi otot polos sehingga ukurannya dapat berubah. Seluruh saluran udara ke bawah sampai tingkat bronkiolus terminalis disebut saluran penghantar udara karena fungsi utamanya adalah sebagai penghantar udara ke tempat pertukaran gas paru. Setelah bronkiolus terminalis terdapat asinus yang merupakan unit fungsional paru, yaitu tempat pertukaran gas. Asinus terdiri dari: 1. Bronkiolus respiratorius, yang terkadang memiliki kantong udara keci latau alveoli pada dindingnya.

2. Duktus alveolaris, seluruhnya dibatasi oleh alveolus 3. Sakus alveolaris terminalis yaitu struktur akhir paru.

Definisi

Bronkhitis adalah inflamasi pada saluran bronkus yang merupakan saluran udara utama menuju paru. Keadaan tersebut dapat menyebabkan batuk yang menghasilkan mukus, kesulitan bernapas, dan rasa tertekan di dada. Etiologi Bronkhitis akut biasanya berawal dari infeksi pernapasan karena virus. Mulanya, infeksi mengenai hidung, sinus, dan tenggorokan kemudian menyebar ke paruparu. Kadang terjadi pula infeksi bakteri sekunder dalam saluran napas. Penyebab utama penyakit Bronkitis Akut adalah adalah virus. Sebagai contoh Rhinovirus Sincytial Virus (RSV), Infulenza Virus, Para-influenza

Virus,Adenovirus dan Coxsakie Virus. Bronkitis Akut selalu terjadi pada anak

yang menderita Morbilli, Pertusis dan infeksi Mycoplasma Pneumonia. Belum ada bukti yang meyakinkan bahwa bakteri lain merupakan penyebab primer Bronkitis Akut pada anak. Di lingkungan sosio-ekonomi yang baik jarang terdapat infeksi sekunder oleh bakteri. Alergi, cuaca, polusi udara dan infeksi saluran napas atas dapat memudahkan terjadinya bronkitis akut. Adapun faktor risiko bronkitis akut adalah: Orang lanjut usia, bayi, dan anak kecil Orang dengan penyakit jantung dan paru Perokok

Hal-hal berikut ini dapat memperburuk bronkitis: Polusi udara Alergi Pekerjaan tertentu ( tambang batubara, manufaktur tekstil, dll) Infeksi

Patofisiologi Temuan utama pada bronkitis adalah hipertropi kelenjar mukosa bronkus dan peningkatan jumlah sel goblet dengan infiltrasi sel-sel radang dan oedema pada mukosa sel bronkus. Pembentukanmukosa yang meningkat mengakibatkan gejala khas yaitu batuk produktif. Produksi mukus yangterus menerus mengakibatkan melemahnya aktifitas silia dan faktor fagositosis dan melemahkanmekanisme pertahanannya sendiri. Faktor etiologi utama adalah virus dan zat polutan. Padapenyempitan bronkial lebih lanjut terjadi akibat perubahan fibrotik yang terjadi dalam jalan napas.Pada waktunya mungkin terjadi perubahan paru yang menetap yang mengakibatkan empisema danbronkhietaksis

Manifestasi Klinis Gejala bronkitis dapat berupa: Rasa tidak nyaman pada dada
5

Batuk berdahak, jika disebabkan oleh bakteri biasanya warnanya kuningkehijauan. Kelelahan Demam yang biasanya tidak tinggi Sesak napas yang biasanya memburuk dengan aktivitas ringan Wheezing Bahkan setelah bronkitis akut teratasi, masih akan terdapat batuk kering

Diagnosis Anamnesis Alur diagnosis bronkitis akut:


Pasien mengalami batuk Gejala batuk & sulit bernapasbertambah berat? Eksaserbasi akut dari Bronkitis kronik

Batuk lebih dari 3 bulan disertai napas memendek?

Bronkitis kronik

Batuk disertai demam

Batuk disertai dahak warna kekuningan, kecoklatan, atau kehijauan

Curigai pneumonia

Disertai nyeri tenggorokan?

Curigai BRONKITIS AKUT

Curigai faringitis akut 6

Pemeriksaan Penunjang Foto rontgen thorax Tes Fungsi paru Oksimetri untuk menentukan jumlah oksigen dalam darah. Tes ini cepat dan tidak menyakitkan dibandingkan dengan analisis gas darah. Sampel dahak dapat diambil untuk memeriksa kemungkinan adanya infeksi bakteri.

Pemeriksaan fungsi paru Respirasi (Pernapasan / ventilasi) dalam praktek klinik bermakna sebagai suatu siklus inspirasi dan ekspirasi. Frekuensi pernapasan orang dewasa normal berkisar 12 - 16 kali permenit yang mengangkut kurang lebih 5 liter udara masuk dan keluar paru. Volume yang lebih rendah dari kisaran normal seringkali menunjukkan malfungsi sistem paru. Volume dan kapasitas paru diukur dengan alat berupa spirometer atau spirometri. Udara yang keluar dan masuk saluran pernapasan saat inspirasi dan ekspirasi sebanyak 500 ml disebut dengan volume tidal, sedang volume tidal pada tiap orang sangat bervariasi tergantung pada saat pengukurannya. Rata-rata orang dewasa 70% (350 ml) dari volume tidal secara nyata dapat masuk sampai ke bronkiolus, duktus alveolus, kantong alveoli dan alveoli yang aktif dalam proses pertukaran gas.

Analisa gas darah Gas darah arteri memungkinkan utnuk pengukuran pH (dan juga keseimbangan asam basa), oksigenasi, kadar karbondioksida, kadar bikarbonat, saturasi oksigen, dan kelebihan atau kekurangan basa. Pemeriksaan gas darah arteri dan pH sudah secara luas digunakan sebagai pegangan dalam penatalaksanaan pasien-pasien penyakit berat yang akut dan menahun. Pemeriksaan gas darah juga dapat menggambarkan hasil berbagai tindakan penunjang yang dilakukan,

tetapi kita tidak dapat menegakkan suatu diagnosa hanya dari penilaian analisa gas darah dan keseimbangan asam basa saja, kita harus menghubungkan dengan riwayat penyakit, pemeriksaan fisik, dan data-data laboratorium lainnya. Ukuran-ukuran dalam analisa gas darah: - PH normal 7,35-7,45 - Pa CO2 normal 35-45 mmHg - Pa O2 normal 80-100 mmHg - Total CO2 dalam plasma normal 24-31 mEq/l - HCO3 normal 21-30 mEq/l - Base Ekses normal -2,4 s.d +2,3 - Saturasi O2 lebih dari 90%. Pemeriksaan radiologis Pemeriksaan foto thoraks posterior-anterior dilakukan untuk menilai derajat progresivitas penyakit yang berpengaruh menjadi penyakit paru obstruktif menahun.

Pemeriksaan laboratorium Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan adanya perubahan pada peningkatan eosinofil (berdasarkan pada hasil hitung jenis darah). Sputum diperiksa secara makroskopis untuk diagnosis banding dengan tuberculosis paru. Apabila terjadi infeksi sekunder oleh kuman anaerob, akan menimbulkan sputum sangat berbau, pada kasus yang sudah berat, misalnya pada saccular type bronchitis, sputum jumlahnya banyak sekali, puruen, dan apabila ditampung beberapa lama, tampak terpisah menjadi 3 bagian Lapisan teratas agak keruh Lapisan tengah jernih, terdiri atas saliva (ludah) Lapisan terbawah keruh terdiri atas nanah dan jaringan nekrosis dari

bronkus yang rusak (celluler debris).

Diagnosis Banding DD Pneumonia Perbedaan

Differentiating tests

Orang dengan pneumonia sering mengalami demam yang lebih tinggi daripada bronkitis akut, sakit tampak lebih berat

Pada foto toraks pneumonia akan tampak infiltrat yang tidak ditemukan pada pasien bronkitis

Rhinitis alergi

Pasien alergi sering mengeluarkan post nasal drip yang menyebabkan batuk.

Tidak ada

Asthma

Pada pasien asma biasanya terdapat wheezing bilateral. Perbedaan utama pasien asma dengan bronkitis akut adalah kronisitas bronkospasme. Pada asma, bronkospasme bersifat rekuren dan progresif.

Tes PFT dapat berguna untuk membedakan bronkitis dan asma pada pasien dengan gejala obstruktif

CHF

Pada pasien CHF juga terdapat batuktapi terdapat pula gejala lain seperti dyspnoea on exertion, orthopnoea,edema perifer, peningkatan tekanan vena jugularis, dan riwayat penyakit jantung

Pada foto toraks terdapat kongesti vaskular pulmonal dan dapat menunjukkan kardiomegali

Reflux oesophagitis

Aspirasi dari refluks esofagitis dapat menyebabkan batuk non produktif yang biasanya kronik. Rasa terbakar dan nyeri dada dapat membantu membedakan penyakit ini dengan bronkitis akut.Wheezing dapat ditemukan,seringny a hanya di sebelah kanan

Endoskopi saluran cerna atas dapat menunjukkan inflamasi esofageal atau erosi dengan refluks

10

Infeksi saluran napas atas/common cold

Infeksi saluran napas atas karena virus dengan bronkitis akut boleh jadi tidak dapat dipisahkan. Banyak sumber yang menyebutkan bahwa bronkitis akut adalah flu dada/chest cold yang menandakan bahwa bronkitis viral seringkali adalah kelanjutan dari penyakit saluran napas atas. Batuk produktif dari common cold dapat menimbulkan inflamasi trakea dan cabang bronkus atau dapat dihasilkan dari drainase ost-nasal dari infeksi saluran napas atas.

Tidak ada

Penggunaan obat-obatan dan pemaparan oleh

Beberapa pengobatan dapat

11

lingkungan

pula menyebabkan batuk akut. Ini termasuk penggunaan ACE inhibitors atau pemaparan oleh debu dan bahan kimia karena pekerjaan.Pada banyak kasus, seperti penggunaan ACE inhibitor, jenais batuk adalah non produktif. Pada pemaparan di tempat kerja, biasanya gejala terbatas pada batuktanpa gejala sistemik seperti demam, sakit kepala, atau letargi.

Penatalaksanaan Terapi Medikasi Biasanya digunakan antipiretik dan analgesic. Antitusif dan ekspektoran biasa diberikan namun tidak membantu. Penggunaan bronkodilator, percobaan dengan inhalasi albuterol dapat melegakan gejala untuk beberapa pasien. Umumnya, kasus bronkitis akut dapat sembuh dengan sendirinya. Dianjurkan untuk banyak beristirahat, minum banyak cairan yang tidak mengandung kafein (
12

air dan jus buah-buahan) dan meningkatkan kelembaban lingkungan sekitar. Obat penghilang nyeri dapat mengurangi inflamasi, mengurangi nyeri, dan menurunkan demam. OAINS (ibuprofen, naproxen, dan aspirin) dapat membantu meredakan nyeri dan inflamasi. Acetaminofen dapat membantu mengurangi nyeri dan demam. Jika batuk tidak produktif (tidak menghasilkan dahak), dapat digunakan obat supresan batuk. Sebaiknya tidak memberikan obat mengurang batuk pada batuk berdahak, karena jenis batuk ini dapat membantu menjernihkan mukus dari cabang bronkus lebih cepat. Obat batuk tidak dianjurkan untuk anak-anak, terutama dibawah 4 tahun. Karena bronkitis akut biasanya disebabkan oleh virus, maka antibiotik tidak banyak membantu. Walaupun dahak yang dibatukkan kental atau berwarna, antibiotik mungkin tidak akan membantu mempercepat penyembuhan. Bagi perokok, berhenti merokok adalah penting dan sangat membantu penyembuhan. Beberapa orang yang mengidap bronkitis akut membutuhkan obat yang sama dengan obat asma. Jika terdapat suara wheezing, maka dibutuhkan obat asma. Obat-obatan ini dapat membantu membuka tabung bronkial dan membersihkan mukus. Obat biasanya diberikan dalam bentuk inhaler.

13

Komplikasi 1.Bronkopneumoni 2.Pneumoni 3.Pleuritis 4.Penyakit-penyakit lain yang di perberat seperti : Jantung Penyakit jantung rematik Hipertensi Bronkiektasis Pencegahan Hindari merokok Vaksin influenza dan pneumococus oleh dokter Kurangi paparan polusi udara Rajinlah mencuci tangan anda dan tangan anak anda untuk menghindari penyebaran virus dan infeksi lainnya

14

DAFTAR PUSTAKA

1) Price, Sylvia A., Wilson Lorraine M. 2005. Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-Proses Perjalanan Penykit Edisi 6. Jakarta;EGC. 2) Sloane, Ethel. 2003. Anatomi dan Fisiologi Untuk Pemula. Jakarta:EGC 3) Blaivas, Allen J.Bronchitis.A.D.A.M. Medical Encyclopedia. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmedhealth/PMH0002078/ 4) A service of the U.S. National Library of Medicine. Acute Bronchitis. http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/acutebronchitis.html 5) Bartlett, John G. Acute Bronchitis. http://www.merckmanuals.com/home/print/lung_and_airway_disor ders/acute_bronchitis/acute_bronchitis.html 6) http://infokedokteran.wordpress.com/2008/09/12/bronkitis-akut/ 7) http://bukusakudokter.wordpress.com/2012/10/06/bronkitis-akut/

15