Anda di halaman 1dari 10

1 Pengertian Peubah Acak/ Random Variable : Suatu fungsi bernilai real yg harganya ditentukan oleh tiap anggota dalam

ruang sampel. Contoh 1 : 2 bola diambil 1 demi 1 tanpa dikembalikan dr.suatu kan tung berisi 4 bola merah dan bola hitam. Bila Y menyatakan jumlah bola merah yang diambil mk. nilai y (y kecil menyatakan harganya) yang mungkin dari peubah acak Y adl: Kejadian sederhana y MM 2 MH 1 HM 1 HH 0 Contoh 2: 3 petani : Ali, Badu dan Cokro menitipkan pecinya pada seorang anak dan anak tersebut mengembalikan peci tersebut secara acak/ random. Bila Ali, Badu dan Cokro, dalam urutan seperti itu, menerima peci dari si anak maka tuliskan titik sample untuk semua urutan yg. mungkin mendapatkan peci tersebut dan kemudian cari nilai m dari peubah acak M yang menyatakan jumlah urutan yang cocok. Jawab: A, B dan C menyatakan masing-masing peci yg. dibagikan berturut-turut pada Ali, Badu dan Cokro maka jml urutan pembagian Jumlah urutan pembagian peci yang mungkin dan urutan yang cocok adl : Kejadian sederhana yg mungkin m ABC 3 ACB 1 BAC 1 BCA 0 CAB 0 CBA 1

2 Peubah Acak Diskret : Jika suatu sampel mengandung titik yang berhingga banyaknya / suatu deretan anggota yang banyaknya sama dengan banyaknya bilangan bulat, maka ruang sampel itu disebut ruang sampel diskret. Maka peubah acak pada ruang sampel tersebut disebut

Peubah acak diskret.


Peubah Acak Kontinu : Bila ruang sampel mengandung titik sampel yang takberhingga banyaknya dan sama banyaknya dengan banyak titik pada sepotong garis, maka ruang sampel itu disebut ruang sampel kontinu. Maka Peubah acak pada ruang sampel tersebut disebut peubah acak kontinu. Dalam banyak persoalan praktis peubah acak kontinu menyatakan data yang diukur. Distribusi peluang diskret Definisi 1 : Fungsi f(X) adalah suatu fungsi peluang/ distribusi peluang suatu peubah acak diskret X bila, untuk setiap hasil x yang mungkin : 1. f(X) 0 f (X ) = 1
x

2. 3. P(X=x) = f(X) Contoh 1: Hitung distribusi peluang jumlah bilangan yang muncul bila dua dadu dilantunkan. Jawab : Misalkan X peubah acak/random dengan nilai x, yang menyatakan semua jumlah yg mungkin. Maka x dapat bernilai dari 2 sampai 12. Dua dadu dapat menghasilkan (6)(6)=36cara,masing-masing dg. Peluang 1/36. P(X=3) = 2/36, karena jumlah 3 hanya dapat terjadi dalam 2 cara. Dengan jalan yang sama diperoleh distribusi peluang. x 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 f(x) 1/36 2/36 3/36 4/36 5/36 6/36 5/36 4/36 3/36 2/36 1/36

Contoh 2:
Carilah rumus distribusi peluang untuk jml muka bila 1 mata uang dilantunkan 4 kali. Jawab : Karena ada 24 = 16 titik dalam ruang sample yg bermungkinan

sama maka penyebut untuk semua peluang, jadi juga untuk fungsi 3 distribusi adalah 16. Untuk mencari banyaknya cara memperoleh 3 muka, misalnya perlu dicari dulu banyaknya 4 hasil dalam 2sel sehingga 3 muka masuk dlm 1 sel dan 1 belakang masuk dlm sel lainnya. Ini dpt dikerjakan dalam 4 = 4 cara. Umumnya x muka dan 4x belakang dpt terjadi dlm.

3
4 cara, dengan x dapat bernilai 0,1,2,3 atau 4 x Jadi distribusi peluang f(x) = P(X=x) adalah : 4 f(x) =

x 16

x = 0,1,2,3,4

Definisi 2: Distribusi kumulatif F(X) suatu peubah acak X dengan distribusi peluang f(x) dinyatakan oleh: F(x) = P (X x) = t x Hitunglah distribusi kumulatif peubah acak X dalam contoh 2 diatas dengan menggunakan F(X), perlihatkan bahwa f(2) = 3/8. Jawab : Dg menghitung langsung distribusi peluang pd. Contoh diatas diperoleh : f(0) = 1/16, f(1) = 1/4, f(2) = 3/8, f(3) = 1/4 dan f(4) = 1/16 maka : F(0) = f(0) = 1/16 F(1) = f(0) + f(1) = 5/16 F(2) = f(0) + f(1) + f(2) = 11/16 F(3) = f(0) + f(1) + f(2) + f(3) = 15/16 F(4) = f(0) + f(1) + f(2) + f(3) + f(4) = 1 Jadi : 0 bila x < 0 1/16 bila 0 x < 1

f (t )

F ( x) = 5/16

bila 1 x < 2 11/16 bila 2 x < 3 15/16 bila 3 x < 4

1 bila x 4 Sekarang : f(2) = F(2) F(1) =11/16 5/16 = 6/16 = 3/8 4 Distribusi peluang kontinu Suatu peubah acak kontinu mempunyai peluang nol pd setiap titik x sehingga distribusi peluangnya tdk dpt disajikan dlm bentuk tabel. P(a < X b) = P(a < X< b) + P(X=b) = P(a< X< b) tidaklah menjadi soal apakah titik ujung selang diikut sertakan atau tidak. Distribusi peluang X dinyatakan dg fungsi f(X) biasanya disebut fungsi padat. Bentuk khas fungsi padat :
f(x) f(x) f(x) f(x)

x (a) (b)

x (c)

x (d)

Definisi 1: Fungsi f(x) adl fungsi padat peluang acak kontinu X yg didefinisikan diatas himpunan semua bilangan real R, bila : 1. f(x)

0 utk semua x

2.

f ( x)dx = 1
f ( x)dx
a b

3. P(a< X<b) =

Integral ini menyatakan luasan di bwh kurve antara absis x= a dan x= b.


f(x)

5 Contoh : Misalkan peubah acak X mempunyai fungsi padat peluang x2 f(x) = 3 , -1 < x < 2 f(x) = 0 , untuk x lainnya. 1. Tunjukkan bahwa syarat 2 difinisi 1 terpenuhi. 2. Hitung P(0< x 1).
x2 x3 d x f ( x ) dx Jawab : 1. = 1 3 = 9

2 1

= 8/9 + 1/9 = 1
1 0 = 1/9

2. P (0 < X

1) =

x2 dx 3

x3 = 9

Definisi 2: Distribusi kumulatif F(x) suatu peubah acak kontinu X dengan fungsi padat f(x) diberikan oleh. F(x) = P (X x ) = Sebagai akibat langsung difinisi 2 dpt ditulis kedua hasil berikut : P (a<X<b) = F(b) F(a) dan dF ( x) F(x) = dx bila fungsi turunan ini ada.
x2 Contoh : Carilah F(x) dr fungsi padat f(x) = 3 , -1<x<2

f (t )dt

f(x) = 0 , untuk x yg lainnya dan kemudian hitunglah P(0 < x 1). Jawab: F(x) = = = = Jadi P(0< X 1) = F(1) F(0) = 2/9 1/9 = 1/9 ( hasil sesuai dg cara fungsi padat ).

f (t )dt

t2 dt 3 1

t3 9

x 1

x 3 +1 9

6 Distribusi Empiris Jika dalam peubah acak yg kontinu fs. Padat f(x) tdk diketauhi maka dpt disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi nisbi. Caranya kita tentukan dulu : 1. Rentang = data terbesar data terkecil 2. Banyak kelas/ selang kelas = 1 + (3,3)log n dimana n = jumlah data. Selang kelas dipilih antara 5 sampai 20. Re n tan g 3. Panjang kelas/selang (c) = Banyak _ kelas 4. Pilih ujung bawah kelas interval pertama, pilih data terkecil/ nilai data yg kecil dr data terkecil tapi selisihnya hrs kurang dr panjang kelas/ selang. Contoh : Diketahui data umur 40 baterai mobil seperti pada tabel. 2,2 3,4 2,5 3,3 4,7 4,1 1,6 4,3 3,1 3,8 3,5 3,1 3,4 3,7 3,2 4,5 3,3 3,6 4,4 2,6 3,2 3,8 2,9 3,2 3,9 3,7 3,1 3,3 4,1 3,0 3,0 4,7 3,9 1,9 4,2 2,6 3,7 3,1 3,4 3,5

- Rentang = 4,7 1,6 = 3,1 - Selang kelas = 1+ (3,3) log 40 = 6,287 pilih = 7 3,1 - Panjang selang = 7 = 0,443 ambil = 0,5 - Ambil ujung terkecil 1,5 - 1,9 ; 2,0 2,4 dst. Jadi Distribusi frekuensi nisbi umur baterai: Selang kelas 1,5-1,9 2,0-2,4 2,5-2,9 Titik tengah kelas 1,7 2,2 2,7 Frekuensi f 2 1 4 Frekuensi nisbi (f/n) 0,05 0,025 0,1

3,0-3,4 3,5-3,9 4,0-4,4 4,5-4,9

3,2 3,7 4,2 4,7

15 10 5 3

0,375 0,250 0,125 0,075 7

0,3750,2500,1251,7 2,2 2,7 3,2 3,7 4,2 4,7 Umur baterai ( dalam tahun)

Shg taksiran didasarkan atas umur 40 baterai adl jumlah luas persegi panjang antara 3,45 dan 4,45. Distribusi peluang gabungan Adalah menyatakan peluang yang terjadinya secara serentak. Bila X dan Y dua peubah acak, distribusi peluang terjadinya secara serentak dapat dinyatakan dengan fungsi f(x,y). Biasanya f(x,y) dinamakan distribusi peluang gabungan X dan Y. Definisi 1 : Fungsi f(x,y) adalah fungsi peluang gabungan peubah acak diskret X dan Y bila : 1. f(x,y) 0 untuk semua (x,y).

x y f ( x, y ) = 1
2. 3. P [(x,y) A] =

A f (x, y ) untuk tiap daerah A di bidang xy.

Contoh : Dua isi ballpoint dipilih secara acak dari sebuah kotak yang Berisi 3 isi warna biru, 2 merah ,dan 3 hijau. Bila X menyatakan isi yang berwarna biru dan Y warna merah yang terpilih, Hitunglah : 1. Fungsi peluang gabungan f(x,y)

2. P[(X,Y) A], bila A daerah { (x,y) x + y

1}.

Jawab : 1.Pasangan harga (x,y) yang mungkin adalah : (0,0), (0,1), (1,0),(1,1) , (0,2), dan (2,0). Dimana untuk mencari peluang tersebut dapat dinyatakan dengan rumus : 8 3 x F(x,y) = 2 y 3 2xy x = 0, 1, 2 y = 0, 1, 2 0 x + y 2

8 2 Dengan menggunakan rumus diatas dapat dihitung peluang harga (x,y) : x y 0 1 2 0 3/28 3/14 1/28 1 9/28 3/14 2 3/28

2. P[ (X,Y) A] = P (X + Y 1) = f (0,0) + f(0,1)+f(1,0) = 3/28 + 3/14 + 9/28 = 9/14 Definisi 2 : Fungsi f(x,y) adalah fungsi padat gabungan peubah acak Kontinu X dan Y bila : 1. f (x,y) 0 untuk semua (x,y)

f ( x, y)dxdy = 1

2.

3. P [(X,Y) A ] = A di bidang xy.

f ( x, y)dxdy
A

untuk tiap daerah

X= =2 1/2 X X=1 X=0 X = 1/4 X=0

1 0

Contoh : Pandanglah fungsi padat gabungan


x(1 + 3 y 2 ) 4 F(x,y) =

=0

0<x<2, 0<y<1 untuk x lainnya 9

1. Periksalah syarat 2 definisi 2. 2. Hitung P [(X,Y) A] bila A daerah {(x,y)| 0 < x < 1 , < y < } jawab :

1.

x(1 + 3 y 2 ) f ( x, y )dxdy= dxdy 4 00


=
x 2 3x 2 y 2 + 8 8 0
1 1

1 2

dy

1 3y2 y y3 2+ 2 dy = 2 + 2 = 0

1 1 + =1 2 = 2
2. P[(X,Y) A]= P ( 0 < X < 1 , < Y < )
1/ 2 1

x +(1 +3 y 2 ) d xd y 4 1/ 4 0
1/ 2

1/ 4

x2 3x 2 y 2 + 8 8

dy

1 3y2 y y3 8 + 8 dy = 8 + 8 = 1/ 4
1/ 2

1 1 1 23 1 + + = 64 32 512 512 16

10 Bila distribusi peluang f(x,y) peubah acak X dan Y diketahui maka distribusi peluang X sendirian dan Y sendirian adalah : - Untuk hal diskret : g (x) = h (y) =

f ( x, y )
y

f ( x, y )
x

- Untuk hal kontinu : g (x) = h (y) =

f ( x, y)dy

f ( x, y)dx

g (x) dan h(y) masing2 didefinisikan sebagai distribusi marginal X dan Y. Distribusi marginal sesungguhnya adalah distribusi peluang masing2 peubah dapat dengan mudah ditunjukkan bahwa syarat pada distribusi peluang diskret dan kontinu terpenuhi.