Anda di halaman 1dari 12

Impetigo Vesikobulosa

KELOMPOK 7
Nabila Zaneta Najua Saleh Nanda Anessa Ni Made Rai Wahyuni Setia Novia Alrosa Nuraini Sidik Nyimas Ratih Amandita N.P. Oktaviani Halim Penny Nastiti R.L. Pradita Adiningsih Pramita Yulia Andini Pryta Widyaningrum Putri Nabilah Candra N. Raden Roro Marina Rizky U Ratika Yos Widya 03009164 03009166 03009168 03009170 03009172 03009174 03009176 03009178 03009180 03009182 03009184 03009186 03009188 03009190 03009192

Jakarta 29 Maret 2010

A .Permasalahan
Kasus : Pada hari Senin 9 Maret 2010, pagi hari seorang ibu membawa anaknya perempuan (nama Butet) usia 4 tahun ke Puskesmas terpadu tempat Anda bekerja. Menurut ibunya, Butet sudah satu minggu ini mengalami kelainan kulit di daerah pipi, hidung, bibir atas kemudian menjalar ke perut dan paha, berupa gelembung berisi cairan dengan ukuran macam-macam, karena digaruk gelembunggelembung ini banyak yang pecah dan menimbulkan kerak. Butet batuk pilek sudah dua minggu ini, dan karena badannya sering panas maka oleh ibunya ia tidak boleh mandi. Butet juga mengeluh sakit gigi.

B .Tujuan
Untuk mengetahui metode kerja dalam memeriksa pasien serta untuk menegakkan diagnosis suatu penyakit

C .Metode Kerja(1)
Anamnesis lengkap Identitas pasien Nama Jenis kelamin Usia : Butet : Perempuan : 4 tahun

Tanggal datang ke rumah sakit : Senin, 9 Maret 2010 Data yang terdapat dalam kasus ini harus ditambahkan lagi dengan keterangan lainnya untuk memudahkan diagnosa penyakit, antara lain : tempat dan tanggal lahir, tujuannya adalah untuk menginterpretasikan apakah data pemeriksaan klinik anak tersebut normal sesuai usianya ; nama orangtua, untuk memudahkan memberikan informasi yang terkait dengan pasien serta tindakan yang akan dilakukan ; alamat, diperlukan apabila pasien sedang dalam keadaan gawat atau membutuhkan keluarganya, untuk mengontrol pasien yang harus kembali dalam pengobatan, daerah tempat tinggal bisa menjadi epidemiologis penyakit ; usia, pendidikan, dan pekerjaan orangtua, untuk menggambarkan

keakuratan data yang akan diperoleh serta dapat ditentukan pola pendekatan dalam anamnesis, pemeriksaan penunjang, dan penentuan penatalaksanaan pasien selanjutnya ; agama dan suku bangsa, untuk memantapkan identitas, melihat kesehatan seseorang yang menyangkut dengan budaya atau adat.

Riwayat penyakit sekarang Keluhan utama yang dihadapi pasien adalah adanya gelembung berisi cairan dengan ukuran yang bermacam-macam di daerah pipi, hidung, bibir atas, perut, dan paha serta beberapa gelembung telah pecah dan menjadi kerak. Status dermatologikus: Regio facialis, abdomen, femoralis tampak bula, hipopion ukuran lentikuler beberapa lesi dengan krusta kuning dan hitam, lesi berbentuk anuler. Sementara keluhan tambahan yang dialami adalah panas, batuk, pilek dan sakit gigi selama dua minggu Riwayat perjalanan penyakit : Untuk memudahkan penegakkan diagnosa, perlu diketahui riwayat perjalanan penyakit. Maka beberapa hal perlu ditanyakan kepada pasien. Hal-hal yang perlu diketahui oleh seorang dokter yang memeriksanya antara lain : keadaan pasien sebelum terjadi keluhan, frekuensi demam, proses terjadi rasa sakitnya (apakah timbul secara mendadak ataukah bertahap), lokasi timbul gelembung pertama kali, rasa yang ditimbulkan oleh gelembung (sakit atau gatal), serta yang tidak kalah pentingnya adalah apakah sebelumnya pasien sudah pernah menjalani pengobatan untuk penyakitnya ini ? Jika sudah pernah, pasien diminta untuk menguraikan bagaimana hasil dari pengobatan tersebut, termasuk siapa yang memberi pengobatan, kapan pengobatan itu dilakukan dan perlu ditanyakan apakah saat ini pasien sedang meminum suatu obat. Riwayat penyakit yang pernah diderita: Perlu diketahui apakah keluhan ini pernah diderita oleh pasien sebelumnya. Selain itu, penyakitpenyakit yang pernah diderita pasien dan kapan penyakit itu dideritanya. Alergi terhadap obat-obatan tertentu juga perlu diketahui untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan oleh dokter maupun pasien ketika terapi dijalankan. Hal ini akan membantu penegakan diagnosis dan penatalaksanaan penyakit.

Pola makan sehari-hari : Pola makan berdampak bagi kesehatan pasien secara menyeluruh, maka sebaiknya jenis makanan apa saja yang dikonsumsi sebelum keluhan datang perlu diketahui. Kedisiplinan dalam mengatur waktu makan juga sebaiknya ditanyakan. Riwayat imunisasi: Jenis-jenis imunisasi yang pernah didapat oleh pasien sebaiknya ditanyakan serta kapan imunisasi tersebut dilakukan. Lingkungan sekitar pasien : Sanitasi tempat tinggal pasien, tempat tinggal pasien (hal ini dapat diketahui saat pengisian identitas saat pasien datang berobat) dapat mempermudah dokter mengetahui penyakit apa yang sesungguhnya diderita pasien saat ini.

Faktor-faktor yang memperburuk kondisi pasien: 1. Pasien tidak mandi selama dua minggu, yang mengindikasikan rendahnya kebersihan tubuh. 2. Pasien menggaruk gelembungnya. Pemeriksaan fisik dan mental : Keadaan umum : dilihat kesan sakit, tingkat kesadaran, warna kulit, postur tubuh, cara berjalan, cara duduk dan berbaring, cara bicara, sikap, dan penampilan. Tanda vitalnya : suhu, denyut nadi, tekanan darah, dan pernafasan Hal yang diperiksa : Kepala ,wajah, rambut, mata, hidung, telinga, mulut, gigi, dan tenggorokan Kulit Kelenjar getah bening Leher Thorax (paru-paru, jantung) Abdomen Extremitas Genitalia

Cara pemeriksaan : Inspeksi : dengan cara melihat Palpasi : dengan cara meraba Perkusi : dengan cara diketuk-ketuk Auskultasi : dengan cara mendengar dengan alat (stetoskop)

Untuk kasus ini : kulit diperiksa dengan inspeksi dan palpasi Inspeksi : warna, letak lesi, lokasi lesi, susunan lesi Palpasi : kelembapan, suhu, tekstur, dan turgor.

Pemeriksaan mental : Orientasi pasien Emosi Proses kognitif Isi pikiran Persepsi abnormal Wawasan Daya ingat Perhatian Informasi Kemampuan menghitung, berpikir, serta konstruksional

Pemeriksaan penunjang : Rutin : darah, feses, urin, dan uji tuberculin. Khusus : periksa leukosit dan isi cairan bula

Dari hasil pemeriksaan laboratorium : Cairan bula dengan pewarnaan gram tampak streptococcus beta hemoliticus gram (+)

Diagnosis kerja : Impetigo vesiko bulosa

Diagnosis banding : (2,3)


No 1. Diagnosis banding Impetigo krustosa Etiologi Biasanya Streptococcus hemolyticus Gejala klinis Kelainan kulit berupa eritema dan vesikel yang cepat memecah sehingga jika penderita datang berobat yang terlihat ialah krusta tebal berwarna kuning seperti madu. Jika dilepaskan tampak erosi dibawahnya. Kelainan kulit berupa vesikel berkelompok dengan dasar kemerahan yang pecah menjadi lecet dan tertutup krusta. Lokalisasi Tempat predileksi di muka yakni sekitar lubang hidung dan mulut.

2.

Herpes simplex

VHS (Virus herpes hominis) tipe I dan II merupakan virus DNA

Biasanya pada bibir dan kulit.

3.

Eritema multiform vesiko bulosa

infeksi virus (herpes simpleks) dan bakteri(Grup A beta Sterptococcus, Mycobacterium pneumonia), hipersensitifitas terhadap obat(Golongan antidepressant), dan terpajan bahan racun.

Kelainan kulit berupa vesikel atau bulla yang timbul dari plak (penonjolan datar di atas permukaan kulit) merah, berdiameter 1-5 cm. dan meninggalkan krusta terkadang disertai demam

Pada daerah dalam dari alat gerak (daerah extensor). Dapat juga mengenai selaput lendir. 25% terbatas pada mukosa oral, pada beberapa kasus dijumpai di sekitar mata, hidung, dan alat genital.

Pemfigus bulosa

Penyakit autoimun kronik

Kelainan kulit berupa timbulnya bula yang berdinding tegang ,mudah pecah, dan diikuti dengan pembentukkan erosi dan eritema.

Ketiak, lengan bagian fleksor, dan lipat paha

Tinea sirsinata

Dermatofita

Lesi bulat berbatas tegas tegas terdiri atas eritema, skuama, dan vesikel kadang terlihat erosi dan krusta

Seluruh bagian tubuh

Prognosis : pada anak-anak umumnya sangat baik karena kebanyakan mereka sembuh dengan cepat, selama orang tua dan anak kooperatif terhadap anjuran dokter.

Penatalaksanaan : Penatalaksanaan kulit


(4)

Menjaga dan menghilangkan faktor-faktor predisposisi. Jika bula besar dan banyak, sebaiknya dipecahkan, selanjutnya di bersihkan dengan antiseptik (betadine) dan diberi salep antibiotik (kloramfenikol dan eritromisin). Jika ada gejala konstitusi berupa demam, sebaiknya diberi antibiotic sistemik, misalnya penisilin.

Penatalaksanaan obat

(5)

Antibiotika adalah zat yang dihasilkan oleh suatu mikroba terutama fungi atau jamur, yang dapat menghambat atau membasmi mikroba lain. Antibiotika bersifat sangat toksik terhadap mikroba, tetapi relatif tidak toksik untuk manusia Impetigo Vesiko Bulosa juga biasanya diobati dengan antibiotik topical, karena antibiotik jenis ini dapat mengurangi kebutuhan akan obat oral, dan mengurangi efek samping pada saluran pencernaan. Antibiotic oral digunakan dimana pasien sensitif terhadap antibiotika topical, lesi lebih luas, atau terdapat penyakit penyerta yang berat. Jenis obat yang digunakan :
(6)

- Dicloxacillin, yang termasuk ke dalam golongan penisilin isoksazolil. Dicloxacillin merupakan antibiotik pembunuh bakteri yang bekerja dengan cara menghambat sintesis dinding sel. Digunakan untuk infeksi yang disebabkan oleh Staphylococcus yang memproduksi penicillinase, dapat digunakan untuk terapi pada saat diduga adanya infeksi. - Erythromycin diberikan untuk pasien yang alergi terhadap penicillin atau sefalosporin. Mekanisme kerjanya menghambat sintesis protein, dengan cara menstimulasi pemisahan peptidyl t-RNA dari ribosom, yang menghambat pertumbuhan bakteri. Penatalaksanaan Pengobatan penunjang adalah
(4)

Menghilangkan krusta dengan cara mandikan anak selama 20-30 menit, disertai mengelupaskan krusta dengan handuk basah

Mencegah anak untuk menggaruk daerah lecet. Dapat dengan menutup daerah yang lecet dengan perban tahan air dan memotong kuku anak

Lanjutkan pengobatan sampai semua luka lecet sembuh

Gejala sisa

(7)

dan komplikasi

(8)

Gejala sisa : Setelah sembuh impetigo vesikobulosa tidak meninggalkan bekas sama sekali, kecuali jika pasien menggaruk bula-bula tersebut. Bula yang pecah akan meninggalkan skuama anular dengan bagian tengahnya eritema dan cepat mengering. Komplikasi : Poststreptococcal glomerulonephritis (PSGN). Peradangan pada ginjal dapat terjadi setelah infeksi dari streptococcal. Terjadi ketika antibodi yang dihasilkan sebagai hasil dari infeksi merusak struktur di ginjal (glomeruli) yang fungsinya memfilter zat-zat. Meskipun kebanyakan pada penderita dapat sembuh tanpa meninggalkan bekas tetapi PSGN dapat menimbulkan kerusakan ginjal yang kronis. Gejala dan tanda dari PSGN biasanya timbul sekitar dua minggu setelah infeksi. Beberapa gejalanya adalah pembengkakan pada daerah muka biasanya di sekitar mata, urin yang meningkat, adanya darah dalam urin, hipertensi, kekakuan atau rasa nyeri pada sendi. Pada orang dewasa PSGN yang timbul cenderung memiliki gejala-gejala yang lebih serius daripada anak-anak dan pada dewasa umumnya lebih kecil kemungkinan kesembuhan secara totalnya. Meskipun antibiotik dapat mengobati infeksi dari streptococcus tetapi antibiotik tidak mencegah PSGN. Cellulities. Merupakan infeksi serius yang yang mengakibatkan kerusakan jaringan pokok kulit dan pada akhirnya dapat menyebar ke aliran getah bening dan ke aliran darah. Jika tidak segera di rawat atau diobati, selulitis dapat mengancam hidup. Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) infection. Nama kumannya adalah

staphylococcus aureus yang sudah berubah sifatnya menjadi resisten dengan obat antibiotik. Orang yang terinfeksi kuman ini sakitnya menjadi berat. Sifat kumannya kebal dengan obat-obatan antibiotik. Kulit yang terinfeksi bisa menjadi kemerahan, seperti jerawat yang membengkak atau dapat berupa nanah. MRSA dapat juga menyebabkan pneumonia dan infeksi pada darah. Rujukan : pasien dibawa ke dokter gigi untuk memeriksa sakit gigi yang diderita

D . PEMBAHASAN IMPETIGO VESIKO BULOSA Impetigo adalah infeksi pada kulit yang disebabkan oleh bakteri. Penyebabnya bisa dari bakteri Staphylococcus aureus atau Streptococcus hemolitikus B grup A, atau bahkan gabungan dari keduanya. Impetigo adalah infeksi kulit yang sering terjadi pada anak-anak usia 2-5 tahun, biasanya menyerang kulit bagian atas (epidermis superfisial). Penyakit ini terdiri dari dua jenis, yaitu impetigo krustosa (tanpa gelembung cairan, dengan krusta/keropeng/koreng) dan impetigo bulosa (dengan gelembung berisi cairan). Impetigo vesikobulosa adalah bentuk impetigo dengan gejala utama berupa lepuhan berisi cairan kekuningan dengan dinding tegang terkadang tampak hipopion jika pecah akan timbul krusta. Penyebab utamanya adalah Stafilokokus aureus. Faktor-faktor yang mempengaruhinya adalah daerah (tropis dengan udara panas), musim (musim panas dengan banyak debu), kebersihan yang kurang, gizi (lebih ke anak yang kurang gizi dan anemia), lingkungan (kotor). Menurut histopatologinya, tampak vesikel yang berisi leukosit pada epidermis dan pada dermis

tampak

sebukan

sel radang ringan dan pelebaran pembuluh darah.

Pada kasus ini pasien terkena penyakit ini dikarenakan adanya factor-faktor sehingga mempermudahnya terserang penyakit ini.

resiko diatas

Impetigo Vesikobulosa

F. KESIMPULAN Dari metode pemeriksaan yang dilakukan yang berupa : anamnesis, pemeriksaan fisik dan mental, serta pemeriksaan penunjang maka dapat disimpulkan bahwa Butet menderita Impetigo

Vesikobulosa. Dimana impetigo bulosa ini memiliki diagnosis banding yaitu herpes simplex, eritema multiform bulosa, pemfigus bulosa, tinea sirsinata dan impetigo krustosa. Dalam penatalaksanaannya kebersihan kulit harus dijaga dan faktor predisposisi juga harus dihilangkan dengan obat seperti antibiotic dan antiseptic. Selain itu, Butet juga harus dirujuk untuk memeriksa kesehatan giginya ke dokter gigi.

G. GAMBAR

HERPES SIMPLEX

ERITEMA MULTIFORM BULOSA

PENDERITA IMPETIGO KRUSTOSA

PEMFIGUS BULOSA

TINEA SIRSINATA

DAFTAR PUSTAKA

1. Matondang SC, Wahidiyat I, Sastroasmoro S,Diagnosis Fisis pada Anak. Jakarta : PT.Sagung Seto,2000.1-34. th 2. Nelson WE, Behrman RE, Kliegman RM, Arvin AM. Ilmu Kesehatan Anak. Editor: Wahab AS, 15 ed: Jakarta. EGC; 200.p 2251-98 3. EMedicine. Stevens-Johnson Syndrom. [Update, 2010 march 25]. Available from: http://emedicine.medscape.com/article/756523-overview. Accessed, march, 27, 2010. 4. Keluarga Sehat. Tata laksana impetigo. [Update , 2008 October 28]. Available from: http://keluargasehat.wordpress.com/2008/10/28/tata-laksana-impetigo/. Acessed,march,27,1010 5. Klikdokter. Illness detail. [update, 2010]. Available from: http://www.klikdokter.com/illness/detail/31 . Acessed,march,22,2010. 6. Dokmudwordpress. Impetigo. [update,2009 november 2]. Available http://dokmud.wordpress.com/2009/11/02/impetigo/. Accessed on March 22,2010 from :

7. ESS Daili, SL Menaldi dan IM Wisnu. Impetigo Vesikobulosa. Penyakit Kulit yang Umum di Indonesia, Sebuah Panduan Bergambar. Jakarta : PT Medical Multimedia Indonesia. 2005. 8. Mayo Clinic, 2008. Impetigo. Available from :

http://www.mayoclinic.com/print/impetigo/DS00464/DSECTION=all&METHOD=print. 27 March 2010.


th

Accessed,