Anda di halaman 1dari 12

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia yang telah diberikan sehingga makalah ini dapat terselesaikan yang berjudul Asuhan keperawatan bayi baru lahir dengan Cephal hematoma yang ditujukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Keperawatan Maternitas I di Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Prodi Keperawatan Cirebon. Dengan segala kerendahan hati, semoga apa yang telah penyusun tuangkan dalam makalah ini bermanfaat dan menambah pengetahuan bagi para pembaca dan tenaga kesehatan khususnya perawat. Mohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang berkenan dihati dan penyusun menyadari makalah ini masih belum sempurna. Oleh karena itu, penyusun mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun makalah ini dari pembaca. Atas perhatiannya penyusun mengucapkan terima kasih.

Cirebon, 12 November 2012

Penyusun

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR.... DAFTAR ISI . BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1.2. Rumusan Masalah ... 1.3. Tujuan . BAB II PEMBAHASAN 2.1. Pengertian 2.2. Penyebab .................................................... 2.3. Tanda Cephal hematoma 2.4.Perbedaan Cephal hematoma dengan Kaput Suksadenum................................................................................ BAB III TINJAUAN KASUS A. Data Subjektif...................................................................... B. Objektif ............................................................................... C. Anamnesa BAB IV PENUTUP 3.1. Kesimpulan ..... 3.2. Saran DAFTAR PUSTAKA ...... i ii 1 1 1 2 2 2 3 5 6

8 8 9

ii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Cephal hematoma biasanya disebabkan oleh cedera pada periosteum tengkorak selama persalinan dan kelahiran, meskipun dapat juga timbul tanpa trauma lahir. Cephal hematoma terjadi sangat lambat,sehingga tidak nampak adanya edema dan eritema pada kulit kepala. Insidennya adalah 2,5 %. Perdarahan dapat terjadi di satu atau kedua tulang parietal. Tepi periosteum membedakan cephal hematom dari caput sucsedeneum. Caput terdiri atas pembengkakan local kulit kepala akibat edema yang terletak di atas periosteum. Selain itu, cephal hematoma mungkin timbul beberapa jam setelah lahir, sering tumbuh semakin besar dan lenyap hanya setelah beberapa minggu atau beberapa bulan. B. Rumusan Masalah Dari uraian latar belakang yang telah dipaparkan, maka rumusan masalah pada kasus ini adalahbagaimana memberikan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir dengan Cephalhematoma. C. Tujuan 1. Tujuan Umum Untuk mengetahui bagaimana memberikan asuhan kepeawatan pada bayi baru lahir dengan cephal hematoma. 2. Tujuan Khusus a. Mengetahui pengertian cephal hematoma b. Mengetahui faktor predisposisi cephal hematoma c. Mengetahui tanda cephal hematoma d. Mengetahui pengkajian cephal hematoma e. Mengetahui komplikasi cephal hematoma f. Mengetahui penatalaksanaan cephal hematoma

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Cephal hematoma pembengkakan pada kepala karena adanya penumpukan darah yang disebabkan perdarahan subperiosteum. Trauma ini terjadi karena adanya tekanan jalan lahir yang terlalu lama pada kepala ketika partus. Molase terlalu keras sehingga tengkorak robek dari partus dengan tindakan misalnya forcep. Tanda dan gejala Sefalhematoma adalah kepala bengkak, batasnya jelas. Pada perabaan mula-mula keras dan lambat laun lunak, dan menghilang dalam beberapa minggu. (Ester,monica.2011) Cephal hematoma adalah pembengkakan pada daerah kepala yang disebabkan karena adanya penumpukan darah akibat pendarahan pada subperiosteum. (Nanny Lia Dewi, Vivian.2011) Cephal hematoma terjadi akibat trauma oleh forcep kebidanan atau ekstraktor vakum. Periosteum terlepas dari tulang parietal dibawahnya, sehingga terjadi perdarahan subperiosteal. Pembengkakan terbatas pada bentuk tulang tersebut, mula-mula berfluktuasi, kemudian tepinya mengeras. Hematoma ini menetap selama 2-3 minggu, kemudian diabsorpsi secara lambat. (Joko Suyono.2001) Pembengkakan pada suatu tempat di kepala karena tumpukan darah sebagai akibat robekan selaput tulang tengkorak. B. Penyebab Sefal hematoma dapat disebabkan oleh beberapa kondisi seperti adanya tekanan jalan lahir yang terlalu lama, molase yang terlalu kuat dan partus dengan tindakan. C. Tanda cephal hematoma 1. Kepala nampak bengkak dan berwarna merah 2. Tampak benjolan dengan batas yang tegas dan tidak melampaui tulang tengkorak. 3. Pada perabaan terasa mula-mula keras kemudian menjadi lunak. 4. Benjolan tampak jelas 6 sampai 8 jam sesudah lahir. 5. Benjolan membesar pada hari kedua atau ketiga. 6. Benjolan akan menghilang dalam beberapa minggu.

Perbedaan Kaput Suksadenum dengan Cephal hematoma Berdasarkan Penyebab Isinya Batas Perabaan Hilangnya Kaput Suksadenum Edema Getah bening Melampaui sela-sela tengkorak Lembut, lamakelamaan akan hilang Cepat, dalam 2-3 hari Cephal hematoma Perdarahan Darah Mengikuti batas pinggir tengkorak Mula-mula keras, lama-lama terasa lembut Lama, membutuhkan waktu berminggu-minggu.

Gambar 1 : Kaput Suksadenum

Gambar 2 : Cephal hematoma

BAB III TINJAUAN KASUS Tanggal Pengkajian : 20 April 2010 Jam Pengkajian : 15.30 WITA Tempat Pengkajian : Klinik Sayang Ibu A. Data Subyektif 1. Identitas Bayi a. Nama : Bayi Ny. Ani b. Tanggal/ jam lahir : 10 april 2010 / 13.30 WITA c. Jenis kelamin : Laki-laki 2. Orang tua Ayah Ibu a. Nama Tn. Ahmad (22 tahun) / Ny. Ani (20 tahun) b. Agama Islam Islam c. Suku/bangsa Banjar/Indonesia Banjar/Indonesia d. Pendidikan SMU / SMU e. Pekerjaan Swata IRT f. Alamat Jl. Pramuka Gg. Melati RT. 142. Keluhan Utama Ibu mengatakan telah melahirkan 6 jam yang lalu dan khawatir dengan keadaan bayinya karena terdapat benjolan di kepala bayinya. 3. Riwayat perinatal a. Kehamilan : 1 b. Tempat ANC : BPS dan PKM c. Imunisasi TT : Lengkap d. Obat yang pernah diminum saat hamil : B6, kalk, antasid, dan FE e. Penerimaan ibu/keluarga terhadap kehamilan : Baik f. Masalah yang dialami saat hamil :4. Riwayat Intranatal a. Persalinan ke : 1 b. Tempat dan penolong persalinan : Klinik dan Bidan c. Masalah saat persalinan : Tidak ada d. Cara persalinan : Spontan belakang kepala e. Lama persalinan Kala I : sekitar 8 jam Kala II : sekitar 1 jam f. Keadaan bayi saat lahir : Hidup, segera menangis, BB 2700 gr, PB 49 cm.

5. Riwayat Kesehatan a. bayi : Bayi segera menangis, b. keluarga : Keluarga tidak pernah menderita penyakit menular seperti hepatitis, TBC, dan AIDS. Serta tidak pernah menderita penyakit menurun seperti penyakit jantung, asma, dan DM. 6. Status Imunisasi Hepatitis B : 2 jam setelah bayi dilahirkan, Vitamin K, 1 jam setelah bayi dilahirkan 7. Pola Kebutuhan Biologis a. Nutrisi Jenis yang dikonsumsi : ASI Frekuensi : Sesering mungkin Banyaknya : Sampai kenyang b. Eliminasi BAB BAK Frekuensi : Belum Frekuensi : 1 x - warna : Kuning jernih - Bau : Khas c. Masalah : Tidak ada d. Personal hygine Frekuensi mandi : Belum e. Frekuensi ganti pakaian : Sesuai dengan kebutuhan Penggunaan popok anti tembus : 8. Data Psikososial dan Spiritual a. Tanggapan ibu dan keluarga terhadap kelahiran bayi : Senang b. Tanggapan ibu dan keluarga terhadap keadaan bayi : Khawatir c. Pengambil keputusan dalam keluarga : Suami d. Pengetahuan keluarga tentang perawatan bayi : Bidan e. Kegiatan ritual dalm keluarga terkait dengan kelahiran : Tausiyah dan aqiqah B. Data Obyektif 1. Pemeriksaan Umum a. Keadaan umum : Baik b. Kesadaran : Compos mentis c. Tanda vital : Jantung 128 x/menit, Respirasi 45x/menit, suhu 37 C d. Apgar skor : 82. e. Pemeriksaan antropometri 1) BB : 2700 gr 2) PB : 49 cm

3) Lingkar kepala Circum ferentia suboccipito bregmatika : 33 cm Circum ferentia fronto occipitalis : 34 cmCircum ferentia mento occipitalis : 35 cm f. Lingkar dada : 34 cm g. LILA : 11 cm3. 2. Pemeriksaan khusus a. Kepala : Ubun-ubun datar, sutura terpisah, ada benjolan lunak b. Mata : Tidak tampak pembengkakan kelopak mata, tidak ada pengeluaran cairan, sklera tidak ikterik. c. Telinga : Simetris, tidak ada pengeluaran cairan. d. Hidung : Simetris, tidak ada polip, tidak ada pergerakan cuping hidung. e. Mulut : Terdapat celah di bibir atas sebelah kiri dan bibir berwarna merah. f. Dada/mamae : Simetris saat inspirasi dan ekspirasi, tidak ada retraksi dada dan terdapat areola padamammae. g. Perut : Tidak ada benjolan, tidak ada tanda-tanda infeksi pada tali pusat. h. Tungkai : Simetris, lengkap, gerakan aktif, warna kulit kemerahan, tidak ada fraktur. i. Genetalia : Testis sudah turun ke skrotum. j. Anus : Berlubang. 3. Pemeriksaan refleks primitive a. Reflek moro : + b. Reflek rooting : + c. Reflek grasphink : + d. Reflek sucking : + e. Reflek tavick neck : f. Reflek baby sky : 4. Pemeriksaan perkembangan bayi a. Kemampuan bahasa bayi : Menangis b. Kemampuan motarik halus : c. Kemampuan motarik kasar : d. Adaptasi sosial : 5. Pemeriksaan penunjang : Tidak dilakukan

C. Diagnosa keperawatan 1. Diagnasa keperawatan : Bayi lahir normal, spontan belakang kepala dengan Cephalhematoma 2. Kecemasan orang tua bayi berhubungan dengan Cephal hematoma yang terjadi. 3. Kebutuhan : Konseling tentang perawatan bayi dengan cephalhematoma D. Perencanaan 1. Beritahu Ibu dan keluarga pasien bahwa adanya Cephalhematoma 2. E. Implementasi 1. Memberitahukan hasil pemeriksaan kepada ibu bahwa denyut jantung 128 x/menit, R 45 x/menit, T37 C, serta terdapat benjolan lunak pada kepala. Ibu mengetahui hasil pemeriksaan. 2. Memberitahukan kepada ibu tentang penanganan bayi dengan cephalhematoma, yaitu bahwa tidak diperlukan pengobatan atau tindakan khusus, karena benjolan akan hilang sendiri dalam beberapa minggu atau beberapa bulan. Ibu mengetahui tentang penanganan bayi dengan cephalhematoma. 3. Memberikan support pada ibu dan keluarga agar dapat menerima keadaan bayinya dengan baik dan senantiasa merawat bayinya. Dan menjelaskan kemungkinan komplikasi yang terjadi pada bayi, yaitu : a. Ikterus b. Anemia c. Infeksi Klasifikasi mungkin bertahan selama > 1 tahun. Ibu dan keluarga mengerti dengan keadaan bayinya dan bersedia merawat bayinya dengan baik. Dan mereka mengetahui komplikasi yang mungkin akan terjadi. 4. Menganjurkan ibu untuk mencegah infeksi dengan cara menjaga benjolan agar tetap kering dan mencegah luka dengan cara menjaga daerah benjolan dari benda keras yang bisa menyebabkan trauma. Ibu bersedia mencegah infeksi dan mencegah luka pada daerah benjolan kepala bayinya. 5. Menganjurkan ibu untuk menyusui bayinya sesering mungkin atau setiap bayinya menangis selamaenam bulan sebagai ASI ekslusif. Ibu bersedia memberikan ASI ekslusif. 6. Menganjurkan ibu untuk mempertahankan kehangatan bayinya dengan cara tetap menyelimuti bayidari kepala sampai kaki agar bayi tidak hipotermi. Ibu bersedia untuk tetap menjaga kehangatan batinnya.

7. Memberitahukan kepada ibu cara perawatan tali pusat bayi, yaitu dengan menjaganya tetap bersihdan kering, seerta tidak memberikan alkohol, bedak dan lain-lain, sehingga dapat melindungi bayi darikemungkinan infeksi. Ibu mengerti cara perawatan tali pusat dan bersedia melakukannya. 8. Menganjurkan ibu agar selalu menjaga kebersihan bayi dengan mandi 12 x sehari, ganti popok setiapkali sehabis BAK dan BAB, mengganti pakaian bila terlihat kotor dan tidak memberikan bedak pada alat kelamin bayi. Ibu bersedia melakukan apa yang telah dianjurkan. 9. Menjelaskan tanda bahaya yang mungkin terjadi pada bayi seperti bayi malas menyusui, demam,kejang, perdarahan tali pusat, kulit kebiruan, nanah yang berbau pada tali pusat, megap-megap, danmenganjurkan ibu untuk segera datang ke tenaga kesehatan terdekat jika hal tersebut terjadi. Ibu mengetahui tanda bahaya pada bayi baru lahir dan bersedia segera datang ke tenaga kesehatanterdekat jika hal tersebut terjadi.

BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan Cephalhematoma merupakan perdarahan subperiosteum. Sefalhematoma terjadi sangat lambat,sehingga tidak nampak adanya edema dan eritema pada kulit kepala.

B. Saran Pada neonatus dengan sefalhematoma tidak diperlukan pengobatan karena benjolan akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu atau bulan bila tidak ada komplikasi. Pada cephalhematoma perawat bisa menjelaskan kepada ibu dan keluarga bayi bahwa tidak diperlukan tindakan atau penanganan khusus bila tanpa komplikasi. Salah satu penyebab cephal hematoma adalah trauma lahir, karena itu untuk mencegah terjadinya cephalhematoma bisa dilakukan dengan memimpin persalinan yang aman dan tepat.

DAFTAR PUSTAKA

Ariani,Fruriolina.2011.Asuhan neonatus, bayi, dan balita.Jakarta:EGC Nanny Lia Dewi,Vivian.2011Asuhan neonatus Bayi dan Anak Balita. Jakarta:Salemba medika Suyono, Joko.2001.Dasar-dasar obstetri dan ginekologi.Jakarta:Hipokrates www.scribd.com/doc/55807112/cephalhematoma www.scribd.com/doc/88531724/caputsuksadenum

10