Anda di halaman 1dari 241

!

"#$%&'$&&#((
)"*&+&,-*&+&,#.&(/"!&*&0
Istriku, Lisa, yang paling saya hargai setelah Tuhan.
Kamu perempuan yang sungguh-sungguh saleh. Saya
akan bersyukur kepada Tuhan selamanya karena telah
menyatukan kita sebagai suami dan istri. Terima kasih telah
membantu pengeditan buku ini tanpa pamrih.
Kepada keempat putraku, Addison, Austin,
Alexander, dan Arden, yang mengorbankan waktu dengan
Ayah sehingga proyek ini dapat terselesaikan. Kalian adalah
sukacita dalam hatiku.
Terima kasih khusus kepada John Mason, yang
meyakini pesan ini dan mendorongku menerbitkannya;
kepada Deborah Poulalion, atas bakat dan dukungan dalam
pengeditan; dan kepada seluruh staI Charisma House yang
bekerja bersama kami dalam proyek ini.
Yang terutama, syukur kepada Bapa di Surga atas
pemberian-Nya yang tidak terlukiskan, kepada Tuhan Yesus
atas anugerah, kebenaran dan kasih-Nya, dan kepada Roh
Kudus atas bimbingan-Nya yang setia selama proyek ini.
*12314(567
Prakata ...................... ix
Pendahuluan ...................... xiii
1. Saya, Tersinggung? .............. 19
2. Pelanggaran Besar-Besaran ........... 29
3. Bagaimana Ini Dapat Terjadi atas Diri Saya? .. 43
4. Ayahku, Ayahku! .............. 57
5. Lahirnya Para Pengembara Rohani ....... 75
6. Bersembunyi Dari Kenyataan ......... 93
7. Dasar yang Teguh ............. 107
8. Semua yang Dapat Diguncangkan
akan Diguncangkan .................................... 125
9. Batu Sandungan ............. 142
10. Jangan Kita Menjadi Sandungan
kepada Mereka .................................................. 167
11. Pengampunan:
Anda Tidak Memberi - Anda Tidak Menerima .. 181
12. Pembalasan Dendam: Jebakan ........ 199
13. Luput dari Jebakan ........... 213
14. Tujuan: Perdamaian ............ 225
Epilog: Mengambil Tindakan ........ 239
Catatan ................. 243
!'&/&8&
9
uku yang sedang Anda pegang mungkin adalah
konIrontasi kebenaran paling penting yang Anda
temui sepanjang hidup. Saya dapat katakan hal ini dengan
yakin, bukan karena saya yang menulisnya, tetapi karena
pokok permasalahannya. Masalah sakit hatiinti dari
Umpan Iblisselalu menjadi sandungan tersulit yang harus
dihadapi dan diatasi seseorang.
Murid-murid Yesus menyaksikan banyak mukjizat
besar dan terkenal. Mereka menyaksikan dengan takjub
seperti mata yang buta dicelikkan dan orang mati yang
dibangkitkan. Mereka mendengar Yesus memerintahkan
badai yang mengancam jiwa untuk diam. Mereka
menyaksikan ribuan orang diberi makan dengan mukjizat
ix
Umpan blis
melipatgandakan sedikit roti dan ikan. DaItar mukjizat-
mukjizat dan keajaiban-keajaiban Yesus tak habis-habisnya,
menurut Alkitab, seluruh buku yang ada di dunia ini tidak
dapat memuatnya.
Belum pernah manusia menyaksikan keajaiban tangan
Allah dengan cara yang begitu besar dan nyata. Walaupun
para murid merasa takjub dan tercengang, namun bukan hal
ini yang menyebabkan mereka menjadi ragu-ragu. Tantangan
justru datang di kemudian hari pada akhir pelayanan Yesus
di dunia. Yesus memerintahkan murid-murid-Nya, 'Jikalau
saudaramu berbuat dosa, .tujuh kali sehari dan tujuh
kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal,`
Engkau harus mengampuni dia. Lalu kata rasul-rasul itu
kepada Tuhan: 'Tambahkanlah iman kami! (Lukas 17:3-
5). Mukjizat-mukjizat, kebangkitan orang mati, badai laut
yang ditenangkan, tidak menginspirasi suatu ajakan pada
iman yang lebih besar, tetapi pada perintah sederhana untuk
mengampuni mereka yang telah bersalah kepada Anda!
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: 'Mustahil
bahwa takkan ada pelanggaran. (Lukas 17:1). Yang harus
ditekankan bukanlah peluang untuk menjadi tersesat,
melainkan apa respon Anda nantinya. Sayangnya, ini sebuah
Iakta bahwa tidak sedikit, bahkan banyak yang tersesat dan
akhirnya terjebak.
Buku ini sudah ada sepuluh tahun sejak diluncurkan.
Pada saat ini, kami masih menerima tak terhitung banyaknya
surat-surat dan sejumlah kesaksian hidup, keluarga, dan
pelayanan yang telah disembuhkan dan diubah oleh
kebenaran Firman Allah yang terkandung dalam buku
ini. Kami telah menyertakan sebuah contoh sebagai
dorongan bagi Anda. Atas semuanya, kami bersukacita dan
memuliakan Allah!
Seorang pemimpin berkata, Gereja kami sedang berada
di tengah perpecahan. Sepertinya tidak ada harapan lagi.
Saya memberi sebuah salinan buku Umpan Iblis kepada
x
setiap penatua. Perpecahan pun tidak terjadi, dan kami tetap
satu hari ini!
Banyak pernikahan yang telah terselamatkan. Baru-
baru ini, setelah berbicara di Nebraska, sepasang suami istri
datang menghampiri saya. Si istri mengaku, Saya merasa
sakit hati oleh pemimpin gereja ini sepuluh tahun yang lalu.
Saya menjadi merasa tidak enak dan selalu curiga, terus
menerus membela diri saya dan posisi saya. Pernikahan saya
terkena dampak derita saya, dan suami saya sedang dalam
proses menceraikan saya. Dia belum diselamatkan dan tidak
ingin berhubungan dengan gereja. Seseorang memberi saya
salinan Buku Umpan Iblis. Saya membacanya, dan dalam
waktu singkat, saya benar-benar dibebaskan dari sakit hati
dan kebencian. Ketika suami saya melihat perubahan dalam
hidup saya, ia menyerahkan hidupnya pada Yesus Kristus,
dan menghentikan proses perceraian. Suaminya berdiri
di sebelah perempuan tersebut dan tersenyum. Ketika ia
selesai, suaminya mengiyakan perubahan besar dalam hidup
dan rumahnya!
Kesaksian yang paling menyentuh hati terjadi ketika saya
melayani di Naples, Florida. Sesaat sebelum saya berbicara,
seorang pria tegap setengah baya berdiri di hadapan jemaat
dan menangis saat ia menyampaikan kisahnya yang tragis:
Sepanjang hidup, saya merasa ada dinding antara saya
dan Allah. Saya menghadiri pertemuan-pertemuan di mana
orang lain merasakan hadirat Allah, namun saya terpisah
dan kaku. Bahkan ketika saya berdoa, tidak ada pelepasan
ataupun hadirat Allah. Beberapa minggu yang lalu, saya
dibawakan buku Umpan Iblis. Saya membaca keseluruhan
buku tersebut. Saya menyadari bahwa saya telah kena
umpan Iblis bertahun-tahun lalu. Saya membenci ibu saya
karena telah menelantarkan saya ketika saya masih berumur
enam bulan. Saya sadar bahwa saya harus menemuinya
dan mengampuninya. Saya menghubunginya dan berbicara
dengannya untuk kedua kalinya dalam tiga puluh enam tahun.
Saya menangis, `Ibu, aku telah lama tidak mengampuni
xi
Prakata
Umpan blis
Ibu selama hidupku karena meninggalkan aku.` Dia mulai
menangis dan berkata, `Nak, aku telah membenci hidupku
selama tiga puluh enam tahun karena meninggalkanmu.
Dia melanjutkan, Saya mengampuninya, dan ibu
mengampuni dirinya sendiri; saat ini kami diperdamaikan.
Lalu bagian yang mengejutkan. Sekarang dinding yang
memisahkan saya dengan hadirat Allah telah hilang!
Pada titik ini, ia telah sungguh-sungguh meng-
hilangkannya dan menangis. Ia berjuang untuk mengakhiri
kisahnya dengan kata-kata ini, Saat ini, aku menangis di
hadapan Allah seperti seorang bayi.
Saya tahu kekuatan dan realitas keadaan tahanan.
Saya telah tersandera siksaan mati rasa selama bertahun-
tehun. Buku ini bukan teori, ini adalah Firman Allah yang
menjadi daging. Buku ini melimpah akan kebenaran yang
telah saya jalani. Saya percaya buku ini akan menguatkan
Anda. Sebagaimana Anda baca, mintalah Sang Guru untuk
menambahkan iman Anda! Saat Anda tumbuh dalam iman,
Dia akan menerima kemuliaan dan Anda akan dipenuhi suka
cita! Kiranya Allah memberkati Anda.
!"#$%&'(')'
xii
!"#*&%:+:&#(
)
iapa pun yang pernah menjebak binatang tahu bahwa
jebakan binatang butuh salah satu dari dua hal agar
berhasil. Jebakan haruslah tersembunyi dengan harapan
agar binatang tersebut terjatuh di atasnya, dan haruslah
diberi umpan agar memikat binatang masuk dalam rahang
mematikan jebakan tersebut.
Iblis, musuh jiwa kita, menggabungkan kedua strategi
tersebut saat ia meletakkan perangkap yang paling menipu
dan mematikan. Keduanya yaitu tersembunyi dan berumpan.
Iblis, dengan para pengikutnya, tidaklah mencolok seperti
yang diyakini oleh banyak orang. Ia halus dan senang
dalam menipu. Ia licin dalam operasinya.licik dan ahli.
xiii
Umpan blis
Jangan lupa bahwa ia dapat menyamar menjadi utusan
cahaya. Jika kita tidak terlatih oleh Firman Allah untuk
membedakan antara baik dan jahat, kita tidak akan mengenali
perangkapnya.
Satu umpannya yang paling menipu dan membahayakan
adalah ketika setiap orang Kristen mengalami sakit hati.
Sebenarnya sakit hati tidaklah mematikanjika ia tetap
berada dalam perangkap. Tetapi jika kita mengambilnya
dan mengkonsumsi dan memasukkannya ke dalam hati
kita, maka kita telah menjadi sakit hati. Orang sakit hati
menghasilkan banyak buah, seperti sakit, marah, kekejaman,
kecemburuan, dendam, perselisihan, kepahitan, kebencian,
dan iri hati. Beberapa konsekuensi merasakan sakit
hati adalah penghinaan, serangan, melukai, pembagian,
pemisahan, hubungan yang rusak, pengkhianatan, dan
murtad.
Sering kali mereka yang merasakan sakit hati tidak
menyadari bahwa mereka sedang dijebak. Mereka lupa
akan kondisi mereka karena mereka sangat terIokus pada
sakit hati yang diakibatkan kepada mereka. Mereka berada
dalam penyangkalan. Cara yang paling eIektiI bagi musuh
untuk membutakan kita adalah membuat kita Iokus pada
diri sendiri.
Buku ini memaparkan perangkap yang mematikan ini
dan mengungkapkan bagaimana melarikan diri dan terbebas
dari cengkeraman. Kebebasan dari sakit hati sangat penting
untuk setiap orang Kristen karena Yesus mengatakan
mustahil bahwa takkan ada pelanggaran (Lukas 17:1).
Di dalam gereja di Amerika dan di negara lain tempat
saya pernah mengkotbahkan pesan ini, lebih dari 50 persen
orang-orang telah merespons panggilan altar. Walaupun ini
merupakan tingkat respons yang tinggi, tetap saja belum
semuanya. Harga diri menahan orang untuk ikut serta. Saya
telah melihat orang-orang disembuhkan, dilepaskan, dan
dipenuhi Roh kudus, dan menerima jawaban atas doa-doa
xiv
Pendahuluan
ketika mereka terlepas dari jeratan. Mereka menceritakan
bahwa dalam waktu singkat tersebut mereka mendapatkan
apa yang mereka cari selama bertahun-tahun, ketika mereka
terbebaskan.
Pada akhir abad ke-20 pengetahuan meningkat pesat
di gereja. Namun peningkatan ini justru menimbulkan
perpecahan di antara orang percaya, pemimpin, dan jemaat.
Penyebabnya: Perseteruan meningkat akibat kurangnya
kasih. 'Pengetahuan yang demikian membuat orang
menjadi sombong, tetapi kasih membangun (1 Kor. 8:1).
Banyak yang terjebak dalam perangkap tipuan ini sehingga
kita meyakini bahwa itu adalah cara hidup yang normal.
Namun sebelum kedatangan Kristus, orang-orang
percaya akan disatukan dengan cara berbeda dari yang
pernah ada sebelumnya. Saya percaya bahwa hari ini banyak
pria dan wanita akan dibebaskan dari jebakan sakit hati
ini. Hal ini akan menjadi mata rantai utama dalam melihat
kebangkitan menyapu negeri ini. Orang-orang tidak percaya
akan melihat Yesus melalui kasih di antara sesama kita di
mana sebelumnya mereka terbutakan dari-Nya.
Saya tidak percaya menulis buku hanya satu buah saja.
Allah telah menanamkan pesan ini di hati saya, dan saya telah
melihat buahnya. Seorang pendeta pernah berbicara kepada
saya seusai sebuah kebaktian tempat pesan ini disampaikan,
'Saya tidak pernah melihat begitu banyak orang dibebaskan
dalam waktu bersamaan.
Tuhan telah berbicara kepada saya bahwa ini baru
permulaannya. Masih banyak yang akan dibebaskan,
disembuhkan dan dipulihkan ketika mereka membaca buku
ini dan menaati bisikan dari Roh Kudus. Saya percaya
bahwa ketika Anda membaca kata-kata di halaman-halaman
ini, Guru Injil dan Penasihat akan menerapkannya secara
pribadi atas Anda. Ketika Dia melakukannya, kata yang
membukakan ini akan membawa kelepasan yang besar
dalam hidup dan pelayanan Anda.
xv
Umpan blis
Mari kita berdoa bersama, Anda dapat memulainya:
Bapa, dalam nama Yesus, kami memohon Engkau
menyatakan Firman-Mu kepada kami ketika kami
membaca buku ini dalam kuasa Roh Kudus-Mu.
Ungkapkan rahasia-rahasia yang terselubung
di dalam hati kami yang menghalangi kami dari
mengenal dan melayani-Mu dengan lebih baik lagi.
Saya menyambut kuasa Roh Kudus dan memohon
anugerah-Mu untuk melaksanakan apa kehendak-
Mu. Semoga kami dapat lebih mengenal Engkau
lebih dalam lagi ketika kami mendengar suara-Mu
melalui pembacaan buku ini.
xvi
Umpan blis
8&#$$&!&#(/&,5(
8"'%&*&!()&/58(%&85(,"#"#8:/&#(
,&)&(*"!&#(/&,5
Umpan Iblis telah mengubah hidup dan pelayanan kami.
Kami telah menonton videonya setidaknya dua puluh kali
dan membaca bukunya berulang-ulang. Pelayanan kami
menggunakan pengajaran buku dan video ini untuk mengubah
hidup kami dan juga hidup orang banyak. Pesan ini memiliki
kuasa dan tepat pada waktunya.

- S.Q., CONNECTICUT
19
1
SAYA, TERSINGGUNG?
Mustahil bahwa takkan ada pelanggaran.
- Lukas 17:1 (Aew King 1ames)
S
ementara saya bepergian menjelajahi Amerika Serikat
untuk melayani, saya dapat mengamati salah satu dari
jebakan musuh yang paling mematikan dan memperdayakan.
Jebakan ini memenjarakan orang Kristen dalam jumlah
yang tak terbilang, memutuskan hubungan dan memperluas
jurang di antara kita. Jebakan itu adalah pelanggaran yang
melukai perasaan.
Banyak orang tak sanggup berIungsi dengan wajar
dalam panggilan mereka karena luka dan derita yang
disebabkan oleh pelanggaran dalam hidup mereka. Mereka
dirintangi dan dihambat sehingga tidak dapat mencapai
potensi mereka sepenuhnya. Seringkali justru seorang
20
Umpan blis
rekan, yang sudah menjadi orang percayalah yang telah
melukai perasaan mereka. Ini menyebabkan pelanggaran
itu terasa seperti suatu pengkhianatan. Dalam Mazmur
55:13-15 Daud meratap. 'Kalau musuhku yang mencela
aku, aku masih dapat menanggungnya, kalau pembenciku
yang membesarkan diri terhadap aku, aku masih dapat
menyembunyikan diri terhadap dia. Tetapi engkau yang
dekat dengan aku, temanku dan orang kepercayaanku: kami
yang bersama-sama bergaul dengan baik, dan masuk rumah
Allah di tengah-tengah keramaian.
Mereka adalah orang-orang yang duduk dan menyanyi
bersama-sama di samping kita, atau barangkali dialah orang
yang menyampaikan khotbah kepada kita. Kita menikmati
liburan, menghadiri upacara kemasyarakatan dan berbagi
tempat kerja bersama dengan mereka. Atau barangkali lebih
akrab lagi. Kita bertumbuh dewasa bersama, mencurahkan
isi hati kepada mereka dan tidur di samping mereka. Semakin
erat hubungan yang dijalin, semakin parah perasaan yang
dilukai. Anda dapat menemukan kebencian terbesar di
antara orang-orang yang tadinya pernah akrab.
Para pengacara akan memberitahukan Anda kasus
paling sengit yang terdapat di pengadilan adalah urusan
perceraian. Media massa Amerika senantiasa melaporkan
pembunuhan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh
para anggota keluarga. Rumah tangga, yang dimaksudkan
sebagai tempat perlindungan, perbekalan dan pertumbuhan
yaitu tempat kita belajar untuk memberi dan menerima
cinta, sering menjadi akar penderitaan kita.
Sejarah menunjukkan bahwa perang yang paling
berlumuran darah adalah perang saudara. Saudara melawan
saudara. Anak melawan ayah. Ayah melawan putranya.
Kemungkinan untuk pelanggaran sama panjangnya
dengan daItar hubungan yang dibina, betapa pun rumit
atau sederhana hubungan itu. Kebenaran inilah yang tetap
berlaku: Hanya orang-orang yang Anda sayangi yang dapat
21
melukai perasaan Anda. Anda mengharapkan lebih banyak
dari merekabagaimanapun juga, Anda telah memberikan
lebih banyak dari diri Anda kepada mereka. Semakin tinggi
harapan itu, semakin besar kekecewaannya.
SiIat mementingkan diri sendiri merajalela dalam
masyarakat kita. Kaum pria dan wanita masa kini mencari
kepentingan bagi diri mereka sendiri dengan mengabaikan
dan menyakiti orang-orang yang ada di sekitarnya. Ini
seharusnya tidak mengherankan kita. Alkitab menyatakan
dengan sangat jelas bahwa pada hari-hari terakhir manusia
akan 'mencintai dirinya sendiri (2 Tim. 3:2).
Kita mengharapkan hal ini terjadi pada kaum yang tiada
percaya, tetapi Paulus tidak mengacu pada orang-orang yang
ada di luar gereja. Dia sedang berbicara tentang mereka yang
ada di dalam gereja. Banyak orang yang merasa terluka,
disakiti dan getir. Perasaan mereka dilukai! Tetapi mereka
tidak sadar bahwa mereka telah jatuh ke dalam jebakan Iblis.
Salah kitakah itu? Yesus menjelaskan dengan sangat
gamblang bahwa memang mustahil kita hidup di dunia ini
tanpa mendapat kesempatan untuk mendapati perasaan kita
dilukai. Namun sebagian besar dari orang-orang percaya
terkejut, bingung dan merasa heran bila hal itu terjadi. Kita
yakin bahwa hanya kita sajalah yang telah dilukai. Tanggapan
ini membuat kita rentan terhadap akar kepahitan. Karena
itu kita harus siap dan dipersenjatai untuk menghadapi
pelanggaran, karena tanggapan kita menentukan masa depan
kita.
1EBAKAN YANG MEMPERDAYA
Kata Yunani untuk 'pelanggaran dalam Lukas 17:1 (New
King James) berasal dari kata skandalon. Kata aslinya
mengacu pada bagian jerat yang berisi umpan. Karena itu
kata tersebut berarti meletakkan jerat atau jebakan dalam
perjalanan seseorang. Di dalam Perjanjian Baru sering
Saya, tersinggung?
22
Umpan blis
dilukiskan tentang jebakan yang digunakan oleh musuh.
Pelanggaran adalah perkakas Iblis untuk mengantar manusia
ke dalam tawanan. Paulus memberikan petunjuk kepada
Timotius yang muda:
Sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh
bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua
orang. Dia harus cakap mengajar, sabar dan dengan
lemah lembut dapat menuntun orang yang suka
melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan
kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan
memimpin mereka sehingga mereka mengenal
kebenaran, dan dengan demikian mereka menjadi
sadar kembali, karena terlepas dari jerat Iblis yang
telah mengikat mereka pada kehendaknya
--(2 Tim. 2:24-26, penekanan ditambahkan)
Orang-orang yang bertengkar atau suka melawan
terjatuh ke dalam jerat dan terpenjara untuk melakukan
kehendak Iblis. Bahkan yang lebih mengejutkan, mereka
tidak sadar bahwa mereka sudah ditawan! Seperti anak yang
hilang mereka harus menyadari keadaannya dengan bangun
untuk melihat kenyataan yang sebenarnya. Mereka tidak
menyadari bahwa mereka sedang mengeluarkan air yang
pahit dan bukannya air bening. Bila seseorang ditipu, dia
yakin bahwa dia benar walaupun tidak demikian.
Apa pun skenarionya, kita dapat membagi semua orang
yang dilukai perasaannya ke dalam dua golongan besar:
(1) mereka yang telah diperlakukan dengan tidak adil atau
(2) mereka yang percaya bahwa mereka telah diperlakukan
dengan tidak adil. Orang-orang dari golongan kedua percaya
dengan segenap hati bahwa mereka telah dilukai. Sering
kesimpulan mereka ditarik dari inIormasi yang tidak tepat.
Atau inIormasi mereka itu tepat, tetapi kesimpulan mereka
menyimpang. Yang mana pun keadaannya, mereka terluka
dan pengertian mereka digelapkan. Mereka menghakimi
berdasarkan dugaan, penampilan dan desas-desus.
23
KEADAAN HATI YANG SEBENARNYA
Salah satu cara musuh menahan seseorang dalam keadaan
terluka ialah menjaga agar pelanggaran itu tersembunyi,
diselubungi dengan kesombongan. Kesombongan akan
menahan Anda sehingga tidak mengakui keadaan yang
sebenarnya.
Pernah perasaan saya sangat dilukai oleh sepasang
pendeta. Orang-orang berkata, 'Saya tidak percaya bahwa
mereka melakukan ini kepada Anda. Apakah perasaan Anda
terluka?
Saya dengan cepat menyahut, 'Tidak, saya baik-
baik saja. Saya tidak terluka. Saya tahu bahwa merasa
tersinggung atau terluka itu hal yang salah, jadi saya
menyangkalnya dan menekan perasaan saya. Kesombongan
menyembunyikan keadaan hati saya yang sebenarnya.
Kesombongan menahan Anda untuk berurusan dengan
kebenaran. Itu menganggu pandangan Anda. Anda tak
pernah berubah bila Anda menyangka segala sesuatu
baik-baik saja. Kesombongan mengeraskan hati Anda dan
mengaburkan mata pengertian Anda. Itu akan menahan
Anda dari perubahan hati, yaitu pertobatan yang akan
membebaskan Anda (2 Tim. 2:24-26).
Kesombongan menyebabkan Anda memandang diri
Anda sebagai korban. Sikap Anda menjadi, 'Saya salah
diperlakukan dan salah dihakimi: karena itu saya benar
dalam perilaku saya. Karena Anda yakin bahwa Anda tidak
bersalah dan didakwa secara keliru, maka Anda menahan
sikap memaaIkan. Walau keadaan hati Anda yang sebenarnya
tersembunyi dari diri Anda, itu tidak tersembunyi dari
Allah. Hanya karena Anda salah diperlakukan, Anda tidak
diizinkan untuk terus bercokol pada suatu pelanggaran. Dua
kesalahan takkan menghasilkan sebuah kebenaran!
Saya, tersinggung?
24
Umpan blis
PENGOBATANNYA
Dalam kitab Wahyu Yesus berbicara kepada gereja di
Laodikia dengan mula-mula memberitahukan cara mereka
melihat diri mereka sebagai orang-orang yang kaya,
berharta dan tiada kekurangan apa pun, kemudian dengan
mengungkapkan keadaan mereka sebenarnya 'melarat
dan malang, miskin, buta dan telanjang (Why. 3:14-
20). Mereka telah keliru menganggap kekuatan keuangan
mereka sebagai kekuatan rohani. Kesombongan telah
menyembunyikan keadaan mereka yang sebenarnya.
Begitulah keadaan banyak orang masa kini. Mereka
tidak melihat keadaan hati mereka yang sebenarnya seperti
halnya dengan saya yang tak dapat melihat kejengkelan
yang ada pada diri saya terhadap para pendeta itu. Saya
telah meyakinkan diri saya sendiri bahwa saya tidak
disakiti. Yesus memberitahukan orang-orang Laodikia cara
melepaskan diri dan tipuan itu: membeli emas dari Allah
dan melihat keadaan mereka yang sebenarnya.
Membeli Emas dari Allah.
Petunjuk Yesus yang pertama untuk membebaskan diri
dari tipuan ialah 'membeli dari pada-Ku emas yang telah
dimurnikan dalam api (Why. 3:18).
Emas yang dimurnikan itu lunak dan lentur, bebas dari
perusakan atau zat-zat lainnya. Bila emas dicampur dengan
logam-logam lain (tembaga, besi, nikel dan sebagainya)
maka itu akan menjadi keras, kurang lentur dan lebih
cenderung untuk rusak. Campuran ini disebut aloi. Semakin
tinggi persentase dari logam asing, semakin keras jadinya
emas itu. Sebaliknya, semakin rendah persentase aloinya,
semakin lunak dan lentur emas itu.
Sekarang juga kita dapat melihat persamaannya: Hati
yang murni itu bagaikan emas murnilunak, lembut dan
lentur. Ibrani 3:13 menyatakan bahwa hati dikeraskan melalui
25
tipu daya dosa! Jika kita tidak menangani suatu pelanggaran,
maka itu akan menghasilkan lebih hanyak buah dosa, seperti
misalnya kepahitan, kemarahan dan dendam. Zat tambahan
ini mengeraskan hati kita sama seperti sejumlah aloi yang
mengeraskan emas. Ini mengurangi atau menyingkirkan
kelembutan, menciptakan kurangnya kepekaan. Kita
dirintangi dalam kemampuan kita untuk mendengar suara
Allah. Ketepatan kita untuk melihat kegelapan. Inilah
keadaan yang sempurna untuk tipuan itu.
Langkah pertama dalam memurnikan emas ialah
mengisar atau menggilingnya menjadi bubuk lalu
mencampurnya dengan zat yang disebut fux. Kemudian
campuran itu ditempatkan di dalam tanur dan dilebur
dengan panas yang sangat tinggi. Aloi dan kotoran logam
tertarik kepada fux lalu timbul ke permukaan. Emas (yang
lebih berat) tinggal di dasar. Kotoran logam atau sanga
(seperti tembaga, besi dan seng, tergabung dengan fux) lalu
disingkirkan, akhirnya menghasilkan logam yang murni.
Kini perhatikanlah apa yang disabdakan Allah:
Sesungguhnya, Aku telah memurnikan engkau,
namun bukan seperti perak, tetapi Aku telah
menguji engkau dalam dapur kesengsaraan
(Yes. 48:10).
Dan juga,
Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini
kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-
bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah
untuk membuktikan kemurnian imanmuyang
jauh lebih tinggi nilainya daripada emas yang fana,
yang diuji kemurniannya dengan apisehingga
kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan
kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan
diri-Nya.
(1 Ptr. 1:6-7, penekanan ditambahkan).
Saya, tersinggung?
26
Umpan blis
Allah memurnikan dengan kesengsaraan, pencobaan dan
penganiayaan, yang panasnya memisahkan ketidakmurnian
seperti keengganan memaaIkan, pertengkaran, kepahitan,
kemarahan, kedengkian dan sebagainya dari siIat Allah di
dalam hidup kita.
Dosa dengan mudah tersembunyi bila tak ada panasnya
pencobaan dan kesengsaraan. Pada masa kemakmuran dan
keberhasilan, bahkan seorang Iasik akan tampak ramah
dan dermawan. Namun dengan panasnya pencobaan,
ketidakmurnian itu muncul di permukaan.
Ada waktunya dalam hidup saya ketika saya mengalami
pencobaan berat yang tak pernah saya hadapi sebelumnya.
Saya menjadi kasar dan keras terhadap mereka yang paling
akrab dengan saya. Keluarga dan sahabat saya mulai
menjauhi saya.
Saya berseru kepada Tuhan, 'Dari manakah semua
kemarahan ini bersumber? Sebelumnya tidak ada!
Tuhan menjawab, 'Anak-Ku, ketika mereka mencairkan
emas dengan api maka semua kotoran logam itu akan
tampak. Dia kemudian mengajukan pertanyaan yang
mengubahkan hidup saya, 'Dapatkah engkau melihat sanga
di dalam emas sebelum dipanaskan dengan api?
'Tidak, jawab saya.
'Tetapi itu tidak berarti bahwa sanga itu tidak ada.
Sabda-Nya, 'Bila api pencobaan menimpa dirimu, semua
sanga ini muncul ke permukaan. Walaupun tersembunyi
bagimu, hal-hal itu selalu terlihat oleh-Ku. Jadi sekarang
engkau mempunyai sebuah pilihan yang akan menentukan
masa depanmu. Engkau dapat terus marah, menyalahkan
isterimu, teman-temanmu, gembala dan orang-orang yang
bekerja bersamamu, atau engkau dapat melihat sanga dosa
ini seadanya lalu bertobat, menerima pengampunan, dan
Aku akan mengambil pencedok lalu menyingkirkan semua
kotoran ini dari hidupmu.
27
Lihatlah Keadaan Anda yang Sebenarnya.
Yesus menyatakan bahwa kesanggupan kita untuk melihat
dengan benar merupakan kunci yang akan membebaskan
kita dari tipuan. Sering ketika perasaan kita disakiti maka
kita melihat diri kita sebagai korban dan menyalahkan orang-
orang yang menyakiti kita. Kita membenarkan kepahitan,
keengganan memaaIkan, kemarahan, kedengkian dan rasa
dendam kita pada saat semuanya itu timbul. Terkadang kita
bahkan jengkel terhadap mereka yang mengingatkan kita
tentang orang lain yang telah menyakiti kita. Untuk alasan
ini Yesus memberikan nasihat, 'Minyak untuk melumas
matamu supaya engkau dapat melihat (Why. 3: 18).
Melihat apa? Keadaan Anda yang sebenarnya! Itulah satu-
satunya cara agar kita dapat berhasrat dan bertobat seperti
yang diperintahkan oleh Yesus. Anda hanya akan bertobat
bila Anda berhenti menyalahkan orang lain.
Bila kita menyalahkan orang lain dan membela posisi kita
sendiri maka kita buta. Kita bergumul untuk menyingkirkan
selumbar dari mata saudara kita padahal ada balok di mata
kita. Penyingkapan akan kebenaranlah yang membawa
kebebasan kepada kita. Bila Roh Allah menunjukkan dosa
kita kepada kita, Dia selalu melakukannya sedemikian rupa
sehingga itu tampaknya terpisah dari kita. Ini mendatangkan
penempelakan, bukannya hukuman.
Saya berdoa sementara Anda membaca buku ini agar
Firman Allah akan menerangi mata pengertian Anda sehingga
Anda akan melihat keadaan Anda yang sebenarnya dan
menjadi bebas dari perasaan apa pun yang sedang melukai
Anda. Janganlah membiarkan kesombongan menahan diri
Anda sehingga Anda tidak dapat melihat dan bertobat.
Saya, tersinggung?
28
Umpan blis
SEORANG KRISTEN YANG SAKIT HATI
ADALAH SEORANG YANG MENERIMA
HIDUP NAMUN KARENA RASA TAKUT
TIDAK DAPAT MELEPASKANNYA
Sepuluh tahun yang lalu, setelah pernikahan selama
dua puluh tahun, suami saya pergi karena dia merasa
tidak lagi bahagia. Saya merasa hancur. Saya
membutuhkan waktu yang lama untuk melupakan rasa
sakit, terbuang, dan penolakan karena kepergiannya.
Saya memohon kepada Tuhan untuk membantu saya
mengampuninya, dan saya sempat berpikir bahwa saya
sudah melakukannya, tetapi saya masih membawa rasa
sakit di hati. Hati saya hancur ketika saya bertemu
dengannya. Setelah membaca Umpan Iblis, Roh Kudus
mendorong saya untuk berbicara dengan mantan suami
dan memintanya untuk mengampuni saya karena sudah
memendam kepahitan ini. Kami berbincang untuk
pertama kalinya setelah sepuluh tahun. Saya yakin saya
telah disembuhkan dan dibebaskan! Saya berterima
kasih kepada Tuhan karena telah membebaskan saya
dari beban yang telah memperbudak saya selama ini.
- D.B., NEW YORK
29
2
PELANGGARAN
BESAR-BESARAN
Dan kemudian banyak orang akan dilukai perasaannya,
akan saling mengkhianati dan akan saling membenci.
Kemudian banyak nabi palsu akan muncul dan
menyesatkan banyak orang. Dan karena makin
bertambah dosa, maka cinta banyak orang akan
menjadi dingin. 1etapi orang yang
bertahan sampai ke akhir akan diselamatkan.
Matius 24:1-13 (Aew King 1ames)
D
alam pasal Injil Matius ini, Yesus sedang
memberitahukan tanda-tanda dari akhir zaman ini.
Para murid-Nya bertanya, 'Apakah yang akan menjadi
tanda kedatangan-Mu?
Kebanyakan orang setuju bahwa kita telah berada dalam
masa kedatangan-Nya kembali. Tidaklah berguna untuk
30
Umpan blis
berusaha menunjukkan dengan tepat hari kedatangan-Nya.
Hanya Bapa yang mengetahuinya. Tetapi Yesus mengatakan
kita akan mengetahui masanya, dan masa itu adalah
sekarang! Tak pernah sebelumnya kita melihat penggenapan
nubuat seperti itu di dalam gereja, di Israel dan di alam ini.
Jadi kita dapat dengan yakin berkata bahwa kita berada pada
kurun waktu yang disebutkan Yesus di dalam Matius 24.
Perhatikanlah salah satu dari tanda-tanda kedatangan-
Nya kembali: 'Banyak orang akan dilukai perasaannya ...
Bukan sedikit, bukan beberapa, tetapi banyak.
Pertama-tama kita harus bertanya, 'Siapakah orang-
orang yang dilukai perasaannya ini? Orang-orang
Kristenkah mereka atau hanya masyarakat pada umumnya?
Kita menemukan jawabannya bila kita terus membaca:
'Dan karena makin bertambah dosa, maka kasih banyak
orang akan menjadi dingin. Kata Yunani untuk 'kasih
dalam ayat ini ialah agape. Ada beberapa kata Yunani untuk
'kasih dalam Perjanjian Baru, tetapi dua kata yang paling
lazim ialah agape dan phileo.
Phileo mendefnisikan kasih yang terdapat di antara
teman-teman. Itulah kasih sayang yang bersyarat. Phileo
berkata, 'Anda menggaruk punggung saya, maka saya akan
menggaruk punggung Anda, atau 'Anda memperlakukan
saya dengan ramah maka saya akan berbuat hal yang
serupa.
Di pihak lain, agape adalah kasih yang dicurahkan Allah
di hati anak-anak-Nya. Kasih inilah juga yang diberikan
Yesus kepada kita. Kasih ini tidak bersyarat. Ini tidak
berlandaskan kinerja atau bahkan apakah itu akan dibalas
ataupun tidak. Inilah kasih yang memberi walaupun ditolak.
Tanpa Allah, kita hanya dapat mengasihi dengan kasih
yang mementingkan diri sendiri yaitu kasih yang tak dapat
diberikan jika ditolak dan tidak dibalas. Namun, agape
mengasihi tanpa mempedulikan tanggapannya. Agape ini
adalah kasih yang dicurahkan Yesus ketika Dia mengampuni
31
dari kayu salib. Jadi 'banyak orang yang dimaksudkan
Yesus adalah orang-orang Kristen yang agape-nya sudah
menjadi dingin.
Ada waktunya saya melakukan segala sesuatu sebisa
mungkin untuk menunjukkan kasih saya kepada seseorang
tertentu. Tetapi tampaknya setiap kali saya menjangkau
untuk mengasihi, orang tersebut menampar balik saya
dengan kecaman dan perlakuan kasar. Ini berlangsung
selama berbulan-bulan. Pada suatu hari saya merasa bosan.
Saya mengeluh kepada Tuhan, 'Aku sudah kapok. Sekarang,
Engkau harus berbicara kepadaku tentang hal ini. Setiap kali
aku menunjukkan kasih-Mu kepada orang ini, aku menerima
kembali dampratan kemarahan!
Tuhan mulai berbicara kepada saya, 'John, engkau
perlu mengembangkan iman terhadap kasih Allah!
'Apakah yang Kau maksudkan? saya bertanya.
'Barangsiapa menabur dalam dagingnya, dia akan
menuai kebinasaan dari dagingnya, Dia menjelaskan,
'Tetapi barangsiapa menabur di dalam Roh dia akan menuai
hidup yang kekal dari roh itu. Janganlah kita jemu-jemu
berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita
akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah (Gal. 6:8-9).
Anda perlu menyadari bahwa bila Anda menabur kasih
Allah, maka Anda akan menuai kasih Allah. Anda perlu
mengembangkan iman dalam hukum rohani ini, walaupun
Anda mungkin takkan menuai dari ladang tempat Anda
menaburnya, atau secepat yang Anda inginkan.
Tuhan melanjutkan, 'Pada saat kebutuhan-Ku yang
paling genting, para sahabat-Ku yang paling akrab
meninggalkan Aku. Yudas mengkhianati Aku, Petrus
menyangkal Aku dan para murid lainnya lari berpencar
menyelamatkan diri mereka. Hanya Yohanes yang
mengikuti dari jauh. Aku telah mengurus mereka selama
lebih dari tiga tahun, memberi mereka makan dan mengajar
Pelanggaran Besar-besaran
32
Umpan blis
mereka. Namun ketika Aku mati bagi dosa-dosa dunia, Aku
mengampuni. Aku membebaskan mereka semua - mulai
dari para sahabat-Ku yang telah meninggalkan Aku sampai
kepada pengawal Romawi yang menyalibkan Aku. Mereka
tidak memohon pengampunan, namun Aku dengan cuma-
cuma memberikannya. Aku menaruh kepercayaan pada
kasih Bapa.
'Aku tahu bahwa karena Aku telah menabur kasih maka
Aku akan menuai kasih dari banyak putra-putri dari Kerajaan
Allah. Akibat mengorbankan kasih-Ku, maka mereka akan
mengasihi-Ku.
'Aku berkata kasihilah musuh-musuhmu, berkatilah
mereka yang mengutuki engkau, berbuatlah baik kepada
mereka yang membencimu, dan berdoalah untuk mereka
yang menganiaya engkau, agar engkau menjadi anak-anak
Bapamu yang di surga; karena Dia menerbitkan matahari-
Nya untuk orang yang jahat dan orang yang baik, dan
menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang
tidak benar.
'Karena jika engkau mengasihi orang yang mengasihimu,
apakah pahalamu? Bukankah para pemungut cukai juga
melakukan hal yang serupa? Dan jika engkau menyalami
saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya engkau dari orang-
orang lain? Bukankah para pemungut cukai juga melakukan
demikian? (Mat. 5:44-47, New King James).
HARAPAN YANG BESAR
Saya menyadari bahwa kasih yang saya berikan itu ditabur
dalam Roh, dan akhirnya saya akan menuai benih-benih
kasih itu. Entah berasal dari mana, tetapi saya tahu penuaian
itu akan tiba. Saya tidak lagi memandangnya sebagai suatu
kegagalan bila kasih tidak dibalas oleh orang yang saya
berikan kasih itu. Itu membebaskan saya untuk semakin
mengasihi orang itu.
33
Jika sekiranya lebih banyak orang Kristen menyadari
hal ini, maka mereka takkan menyerah dan merasa terluka.
Biasanya ini bukanlah jenis kasih yang kita jalani. Kita
berjalan dalam kasih yang serakah, yang dengan mudah
kecewa bila harapan-harapan kita tidak terpenuhi.
Jika saya mempunyai harapan tentang orang-orang
tertentu, mereka dapat mengecewakan saya. Mereka
akan mengecewakan saya sampai pada taraI tidak dapat
memenuhi semua harapan saya. Tetapi jika saya tidak
mempunyai harapan apa pun tentang seseorang, apa pun
yang diberikan merupakan suatu berkat dan bukan suatu
utang. Kita mempersiapkan diri kita untuk dilukai bila
kita menuntut perilaku tertentu dari orang-orang yang ada
hubungannya dengan kita. Semakin banyak kita berharap,
semakin besar kemungkinan untuk adanya perasaan yang
terluka.
TEMBOK PERLINDUNGAN?
Saudara yang dilukai perasaannya lebih sukar untuk
dimenangkan ketimbang sebuah kota yang kuat, dan
pertengkaran adalah seperti palang gapura sebuah
puri.
(Ams. 18:19, New King James)
Seorang saudara atau saudari yang dilukai perasaannya lebih
sulit dimenangkan daripada sebuah kota benteng. Kota-kota
yang kuat mempunyai tembok-tembok di sekelilingnya.
Tembok-tembok ini merupakan jaminan perlindungan dari
kota itu. Semua tembok itu menjaga kita dari penduduk yang
tak disukai dan para penyerbu. Semua orang yang akan masuk
diperiksa dengan teliti. Mereka yang belum membayar pajak
tak diizinkan masuk sebelum mereka melunasinya. Mereka
yang dianggap sehagai ancaman terhadap kesehatan dan
keamanan kota tak diperkenankan masuk. Kita membangun
tembok bila kita merasa disakiti demi menjaga hati kita dan
mencegah kemungkinan luka di masa depan. Kita bersikap
Pelanggaran Besar-besaran
34
Umpan blis
selektiI, menolak masuknya semua yang kita khawatirkan
akan menyakiti kita. Kita menyingkirkan siapa pun yang kita
anggap berutang sesuatu. Kita menahan masuknya mereka
sampai orang-orang ini telah melunasi utang mereka dengan
tuntas. Kita hanya membuka hidup kita kepada mereka yang
berpihak pada kita.
Namun sering orang-orang yang 'berpihak pada kita ini
juga disakiti. Jadi, sebaliknya dari membantu, kita malahan
menumpuk batu-batu tambahan pada tembok kita yang
sudah ada. Tanpa kita sadari, tembok-tembok perlindungan
ini menjadi suatu penjara. Dalam keadaan itu, kita bukan
hanya berhati-hati terhadap orang yang masuk, tetapi dalam
ketakutan kita tak dapat pergi keluar dari kubu pertahanan
kita.
Pusat perhatian orang-orang Kristen yang terluka pe-
rasaannya terarah ke dalam dan bersiIat introspektiI. Kita
menjaga hak dan hubungan pribadi kita dengan hati-hati.
Tenaga kita terkuras untuk memastikan agar luka masa
depan takkan terjadi. Jika kita tidak berani disakiti, maka
kita tak dapat memberikan kasih yang tak bersyarat. Kasih
tak bersyarat memberikan kepada orang lain hak untuk
menyakiti kita.
Kasih tidak berusaha mencari kepentingannya sendiri,
tetapi orang yang terluka menjadi semakin memikirkan
diri sendiri dan berdikari. Dalam suasana ini, kasih kepada
Allah menjadi dingin. Contoh alami dari hal ini adalah dua
himpunan air di Tanah Suci. Tasik Galilea dengan bebas
menerima dan mengalirkan air keluar. Tasik ini mempunyai
kelimpahan hidup yang memelihara banyak jenis ikan dan
tumbuh-tumbuhan. Air Tasik Galilea mengalir melalui
Sungai Yordan menuju ke Laut Mati. Tetapi Laut Mati
hanya memasukkan air dan tidak mengalirkannya keluar.
Tiada tanaman atau ikan yang hidup di situ. Air kehidupan
dari Tasik Galilea menjadi mati ketika bercampur dengan
timbunan air dari Laut Mati. Kehidupan tak dapat ditunjang
35
jika dipertahankan: Hidup harus diberikan secara bebas.
Jadi seorang Kristen yang dilukai perasaannya adalah
seseorang yang menyerap kehidupan tetapi, karena rasa
takut, tidak dapat menyalurkannya. Akibatnya, bahkan
kehidupan yang masuk pun menjadi mandek di dalam
tembok atau penjara dari perasaan yang terluka. Perjanjian
Baru menyebutkan tembok ini sebagai benteng.
Karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah
senjata duniawi, melainkan senjata yang diper-
lengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk
meruntuhkan benteng-benteng. Kami mematahkan
setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu
yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk
menentang pengenalan akan Allah. Kami me-nawan
segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus
(2 Kor. 10:4-5).
Benteng-benteng ini menciptakan pola penalaran yang
melaluinya semua inIormasi yang masuk diproses. Walaupun
mereka pada mulanya didirikan untuk perlindungan,
benteng-benteng itu menjadi sumber penyiksaan dan
gangguan karena berperang melawan pengenalan atau
pengetahuan Allah.
Bila kita menyaring segala sesuatu melalui luka,
penolakan dan pengalaman masa lampau, mustahil untuk
kita mempercayai Allah. Kita tak dapat mempercayai
kesungguhan ucapan-Nya. Kita meragukan kebaikan-Nya
dan kesetiaan-Nya karena kita menilai Dia dengan ukuran
manusiawi. Tetapi Allah bukanlah seorang manusia!
Dia tak dapat berdusda (Bil. 23:19). Jalan-Nya bukanlah
seperti jalan kita, dan pikiran-Nya bukanlah seperti pikiran
kita (Yes. 55:8-9).
Orang-orang yang disakiti akan dapat menemukan
ayat-ayat Alkitab yang mendukung posisi mereka, tetapi itu
bukanlah pemilihan Firman Allah yang tepat. Pengetahuan
Firman Allah tanpa kasih adalah kekuatan yang merusak
Pelanggaran Besar-besaran
36
Umpan blis
karena itu melambungkan kita dengan kesombongan
dan ketaatan hukum secara harfah (1 Kor. 8:1-3). Ini
menyebabkan kita membenarkan diri kita sendiri dan
bukannya menyesali keengganan kita untuk memaaIkan.
Ini menciptakan suasana yang membuat kita dapat
diperdaya, karena pengetahuan tanpa kasih Allah akan
mengantar ke arah penipuan.
Yesus memperingatkan kita tentang adanya nabi-nabi
palsu segera setelah pemyataan-Nya bahwa banyak orang
akan dilukai perasaannya: 'Banyak nabi palsu akan muncul
dan menyesatkan banyak orang (Mat. 24:11). Siapakah
yang akan ditipu oleh nabi-nabi palsu itu? Jawabannya:
orang-orang terluka perasaannya yang kasihnya telah
menjadi dingin (Mat. 24:12).
NABI-NABI PALSU
Yesus menyebut nabi-nabi palsu sebagai serigala yang
berbulu domba (Mat. 7:15). Mereka adalah orang-orang
yang mencari kepentingan diri sendiri dengan memberikan
penampilan sebagai orang-orang Kristen (berbulu domba)
tetapi mempunyai siIat batin serigala. Serigala suka bergaul
dengan domba. Mereka dapat ditemui di dalam jemaat
maupun di mimbar. Mereka diutus oleh musuh untuk
menyusup dan memperdaya. Mereka harus dikenali oleh
buah-buahnya, bukan ajaran atau nubuatan mereka. Sering
ajaran dapat tampak baik padahal buah-buah dalam hidup
dan pelayanan mereka tidaklah demikian. Seorang pendeta
atau orang Kristen itu adalah perwujudan dari hidupnya,
bukanlah khotbahnya.
Serigala selalu mengikuti domba yang muda dan terluka,
bukannya domba yang sehat dan kuat. Serigala-serigala ini
akan memberitahukan orang-orang hal yang ingin didengar
mereka, bukannya hal yang perlu didengar mereka. Orang-
orang ini tidak menginginkan ajaran yang sehat: mereka
37
menginginkan seseorang yang memuaskan keinginan
telinga mereka. Marilah kita menyimak pernyataan Paulus
tentang hari-hari terakhir:
Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan
datang masa yang sukar. Manusia akan enggan
memaafkanmempunyai bentuk ibadah tetapi
menyangkal kuasanya. Dari orang yang semacam
itu berpalinglah! Karena akan datang waktunya
mereka tidak tahan lagi menerima ajaran sehat,
melainkan ajaran yang sesuai dengan hasrat mereka,
karena mereka mempunyai telinga yang gatal, mereka
akan menghimpun guru-guru bagi mereka; dan mereka
akan memalingkan telinga mereka dari kebenaran
(2 Tim. 3:1-5; 4:3-4, New King James,
penekanan ditambahkan).
Perhatikanlah bahwa mereka akan mempunyai suatu
bentuk peribadatan atau 'Kekristenan tetapi mereka akan
menyangkal kuasanya. Bagaimanakah mereka menyangkal
kuasanya? Mereka akan menyangkal bahwa Kekristenan
dapat mengubahkan mereka dari sikap enggan memaaIkan
menjadi suka memaaIkan. Mereka akan bermegah menjadi
pengikut Yesus dan mengumumkan pengalaman 'kelahiran
baru mereka. Tetapi hal yang mereka megahkan justru tidak
diizinkan untuk menusuk hati mereka dan menghasilkan
siIat Kristus.
GENERASI INFORMASI
Paulus dapat melihat dalam nubuatan bahwa kaum pria dan
wanita yang teperdaya ini akan mempunyai semangat untuk
beroleh pengetahuan tetapi tetap tinggal dalam keadaan
tidak berubah karena mereka tak pernah menerapkan
pengetahuan itu. Dia melukiskan mereka sebagai orang-
orang yang 'selalu belajar dan tak pernah dapat sampai
kepada pengetahuan akan kebenaran (2 Tim. 3:7,
New King James).
Pelanggaran Besar-besaran
38
Umpan blis
Jika Paulus hidup di hari ini dia akan sedih melihat
hal yang diramalkannya terjadi. Dia akan melihat banyak
pria dan wanita menghadiri retret (camp meeting), seminar
dan kebaktian gereja untuk mengumpulkan pengetahuan
Alkitab. Dia akan memperhatikan mereka berburu 'wahyu
baru agar dapat hidup semakin mementingkan diri sendiri
dan berhasil. Dia akan menyaksikan para pendeta saling
menggugat sesamanya di pengadilan untuk 'tujuan yang
benar.
Dia akan melihat penerbitan dan siaran radio Kristen
menyerang hamba Tuhan pria dan wanita secara langsung
dengan menyebut nama mereka. Dia akan melihat kaum
karismatik berlari dari gereja ke gereja untuk meloloskan
diri dari perasaan tersinggung, mereka semua mengaku
keilahian Yesus sementara mereka tak dapat memaaIkan
orang. Paulus akan menangis dan berseru, 'Bertobatlah dan
lepaskanlah segala tipuanmu, hai kamu generasi munafk
yang hanya memikirkan diri sendiri!
Tidaklah menjadi soal, betapa mutakhirnya Anda dalam
wahyu baru dari banyak seminar dan sekolah-sekolah
Alkitab yang Anda hadiri atau betapa banyaknya buku yang
telah Anda baca atau bahkan betapa lamanya Anda berdoa
dan mengadakan penyelidikan Alkitab. Jika perasaan Anda
terluka dan bersikap enggan memaaIkan dan menolak untuk
bertobat dari dosa ini, maka Anda belum sampai kepada
pengenalan akan kebenaran. Anda teperdaya dan Anda
membingungkan orang lain dengan gaya hidup Anda yang
munafk. Apa pun wahyu yang Anda terima, buah-buah
Anda akan menyatakan hal yang berlainan. Anda akan
menjadi sebuah mata air yang memancarkan air kepahitan
yang akan mendatangkan tipuan, bukannya kebenaran.
39
PENGKHIANATAN
Dan kemudian banyak orang akan dilukai
perasaannya, akan saling mengkhianati dan akan
saling membenci
(Mat. 24:10, New King James,
penekanan ditambahkan)
Marilah kita selidiki pernyataan ini. Jika kita mengamatinya
dengan teliti maka kita dapat melihat suatu gerak maju.
Perasaan terluka membimbing ke arah pengkhianatan, dan
pengkhianatan mengantar kepada kebencian.
Seperti yang telah dinyatakan terdahulu, orang-orang
yang perasaannya terluka mendirikan tembok-tembok
perlindungan. Fokus kita menjadi penjagaan diri sendiri.
Kita harus dilindungi dan aman apa pun caranya. Ini
membuat kita sanggup berkhianat. Bila kita berkhianat, kita
mengusahakan perlindungan atau keuntungan kita sendiri
dengan mengorbankan orang lainbiasanya seseorang
yang punya hubungan dengan kita.
Dengan demikian, suatu pengkhianatan dalam kerajaan
Allah terjadi bila seseorang yang sudah percaya berusaha
mencari keuntungan atau perlindungannya sendiri dengan
mengorbankan orang percaya yang lain. Semakin akrab
hubungannya, semakin parah pengkhianatannya. Meng-
khianati seseorang merupakan pemutusan perjanjian secara
tuntas. Bila pengkhianatan terjadi, hubungan tak dapat di-
pulihkan kecuali diiringi dengan pertobatan yang tulus.
Pengkhianatan kemudian mengantar kepada kebencian,
dengan akibat yang gawat. Alkitab menyatakan dengan
jelas bahwa siapa pun yang membenci saudaranya adalah
seorang pembunuh dan tidak ada pembunuh yang memiliki
hidup kekal dalam dirinya (1 Yoh. 3:15).
Betapa sedihnya bahwa kita dapat menemukan contoh
demi contoh dari perasaan yang terluka, pengkhianatan
dan kebencian di antara orang-orang percaya masa kini. Itu
Pelanggaran Besar-besaran
40
Umpan blis
merajalela dalam rumah tangga dan gereja-gereja kita se-
hingga dianggap sebagai perilaku normal. Kita terlampau
kebas atau mati-rasa untuk bersedih bila kita melihat
seorang pendeta menggugat pendeta lain di pengadilan.
Tidaklah lagi mengejutkan kita bila pasangan suami isteri
Kristen saling menggugat untuk mendapatkan perceraian.
Perpecahan gereja adalah soal biasa dan dapat diramalkan.
Politik dalam pelayanan gereja dimainkan dengan ramai
sekali. Ini disamarkan demi 'kepentingan terbaik dan
kerajaan Allah atau gereja.
'Orang-orang Kristen sedang membela hak mereka,
untuk memastikan bahwa mereka tidak diperlakukan dengan
buruk atau dimanIaatkan oleh orang-orang Kristen lainnya.
Sudahkah kita melupakan nasihat dari Perjanjian Baru?
Mengapa kamu tidak lebih suka menderita
ketidakadilan? Mengapakah kamu tidak lebih suka
dirugikan?
(1 Kor. 6:7).
Sudahkah kita melupakan perkataan Yesus?
Tetapi Aku berkata kepadamu, kasihilah musuh-
musuhmu, berkatilah mereka yang mengutuki
engkau, berbuatlah baik kepada mereka yang
membencimu, dan berdoalah untuk mereka yang
menganiaya engkau.
(Mat. 5:44, New King James).
Sudahkah kita melupakan perintah Allah?
Janganlah melakukan apa pun melalui ambisi
yang serakah atau kecongkakan, melainkan
dalam kerendahan hati hendaklah masing-masing
menganggap orang lain lebih baik daripada dirinya
sendiri
(Flp. 2:3, New King James).
Mengapa kita tidak hidup menurut hukum kasih ini?
Mengapa kita begitu cepat mengkhianati dan bukannya
41
menyerahkan hidup kita untuk satu sama lain, sekalipun
dengan risiko ditipu? Alasannya: kasih kita dingin dan ini
mengakibatkan kita masih tetap berusaha melindungi diri
kita sendiri. Kita tidak dapat dengan yakin menyerahkan
pemeliharaan kita kepada Allah saat kita mencoba
memelihara diri kita sendiri.
Ketika Yesus dilukai, Dia tidak balik menyakiti
melainkan menyerahkan jiwa-Nya kepada Allah, yang akan
menghakimi dengan adil. Kita dinasihatkan untuk mengikuti
jejak-Nya.
Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena
Kristus pun telah menderita untuk kamu dan
telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu
mengikuti jejak-Nya. Dia tidak berbuat dosa, dan
tipu tidak ada dalam mulut-Nya. Ketika Dia dicaci
maki, Dia tidak membalas dengan mencaci maki;
ketika Dia menderita, Dia tidak mengancam, tetapi
Dia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi
dengan adil
(1 Ptr. 2:21-23).
PEMBERI KESANGGUPAN
Kita harus mencapai keadaan dapat mempercayai Allah
dan bukannya daging. Banyak orang dengan bibirya saja
mengaku bahwa Allah merupakan sumber mereka, namun
mereka hidup bagaikan anak yatim piatu. Mereka mengatur
hidup mereka sendiri sementara mereka mengakui dengan
mulut mereka, 'Dialah Tuhanku dan Allahku.
Sekarang Anda dapat melihat betapa serius dosa dari
perasaan yang terluka itu. Jika tidak ditangani, maka itu
akhirnya akan mengantar kepada kematian. Tetapi bila Anda
menolak godaan untuk disakiti hati dan perasaan Anda maka
Allah akan membawa kemenangan yang besar.
Pelanggaran Besar-besaran
42
Umpan blis
1IKA IBLIS DAPAT MENGHANCURKAN
KITA KAPAN PUN,
IA PASTI SUDAH MENGHABISI
KITA SE1AK DULU KALA
Sebelum saya membaca buku ini, saya sedang di
titik tidak berkomunikasi dengan Tuhan. Saya
diselamatkan, namun ada sesuatu yang belum benar
antara saya dan Tuhan. Saya tahu hal itu bukan dari
sisi Tuhan, tapi saya tidak paham apa masalahnya.
Suatu hari saya berada di rumah salah seorang teman,
dan dia memiliki Umpan Iblis yang ditulis oleh John
Bevere. Saya membawanya ke rumah dan mulai
membacanya; Saya terus membacanya. Ada urapan
yang besar atas roh saya. Ketika sampai setengah buku
saya tiba-tiba menyadari bahwa sesuatu yang selama
ini ada diantara hubungan saya dan Tuhan adalah roh
sakit hati.
C. C., GEORGIA
43
3
BAGAIMANA INI DAPAT TER1ADI
ATAS DIRI SAYA?
Yusuf berkata kepada mereka: ."Memang kamu telah
mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah
telah mereka-rekakannya untuk kebaikan."
Kejadian 5:19-2
P
ada pasal pertama kita telah mengelompokkan semua
orang yang terluka perasaannya ke dalam dua golongan
besar: 1) mereka yang sesungguhnya diperlakukan dengan
buruk dan 2) mereka yang mengira bahwa mereka telah
diperlakukan dengan buruk tetapi sebenarnya tidak
demikian. Pada pasal ini saya akan membicarakan golongan
pertama ini.
Marilah kita mulai dengan mengajukan sebuah
pertanyaan: Jika Anda sesungguhnya telah diperlakukan
dengan buruk, apakah Anda mempunyai hak untuk sakit
44
Umpan blis
hati? Untuk menjawabnya baiklah kita melihat kehidupan
putra kesayangan Yakub yaitu YusuI (lihat Kejadian 37-48).
MIMPI INDAH MEN1ADI MIMPI BURUK
YusuI adalah putra kesebelas dari Yakub. Dia dibenci
oleh para kakaknya karena ayahnya lebih menyayanginya
dan memisahkannya dengan memberi sebuah jubah yang
berwama-warni. Allah memberikan kepada YusuI dua buah
mimpi. Pada mimpi pertama dia melihat berkas-berkas
gandum yang terikat di ladang. Berkasnya bangkit dan
tegak berdiri sementara berkas-berkas para kakaknya sujud
menyembah berkasnya. Dalam mimpi kedua dia melihat
matahari, bulan dan sebelas bintang (yang melambangkan
ayah, ibu dan kakak-kakaknya) menyembah kepadanya.
Ketika dia menceritakan semua mimpi ini kepada para
kakaknya, tentu saja mereka tidak seantusias dia. Mereka
malah semakin membencinya.
Segera setelah itu kesepuluh kakaknya pergi
menggembalakan ternak ayah mereka di ladang. Yakub
mengutus YusuI untuk mengetahui keadaan mereka.
Ketika para kakaknya melihat kedatangan YusuI, mereka
berkomplot untuk melawannya sambil berkata, 'Lihatlah si
pemimpi datang. Marilah kita membunuhnya! Lalu kita akan
melihat apakah yang akan jadi dengan mimpi-mimpinya!
Dia berkata bahwa dia akan menjadi seorang pemimpin atas
kita. Biarlah dia mencoba memimpin kita bila dia sudah
mati! Lalu mereka melemparkannya ke dalam sumur agar
mati di sana. Mereka mengambil jubahnya, merobeknya dan
mencelupkannya dalam darah binatang untuk meyakinkan
ayah mereka bahwa dia telah dimakan oleh binatang buas.
Namun setelah mereka melemparkannya ke dalam
sumur, mereka melihat kaflah orang Ismael dalam perjalanan
menuju ke Mesir. Kemudian Yehuda berkata, 'Hai,
tunggu dulu, saudara-saudaraku. Jika kita membiarkannya
membusuk di sumur, itu tidak menguntungkan kita. Kita
45
akan mendapat uang dengan menjualnya sebagai budak.
Dia akan sama seperti mati dan takkan pernah mengganggu
kita lagi, dan kita akan membagi jarahannya! Jadi mereka
menjualnya seharga dua puluh syikal perak. YusuI menyakiti
perasaan mereka jadi mereka mengkhianatinya, mengambil
warisannya. Ingatlah baik-baik bahwa yang melakukan
semua ini adalah kakak-kakaknyasedarah daging dari
ayah yang sama.
Sebagai orang Amerika, kebudayaan kami sangat
berbeda sehingga sukar bagi kami untuk memahami
dahsyatnya perbuatan pria-pria ini. Tindakan yang lebih
buruk daripada itu adalah membunuhnya saja. Sangatlah
penting untuk memiliki anak laki-laki. Seorang anak laki-
laki akan meneruskan nama ayahnya dan mewarisi semua
miliknya. Saudara-saudara YusuI mencegah dia untuk
menerima nama dan warisan ayahnya. Mereka menghapus
namanya, dengan selengkapnya melucuti dia dari jati
dirinya. Bila seseorang dijual sebagai budak ke negara lain,
maka dia akan tetap menjadi seorang budak sampai dia mati.
Wanita yang dinikahinya akan menjadi seorang budak, dan
semua anaknya akan menjadi budak-budak! Semua hal yang
tadinya dikenal YusuI telah lenyap.
Cukup sulit untuk dilahirkan sebagai seorang budak,
tetapi jauh lebih buruk untuk dilahirkan sebagai seorang ahli
waris yang kaya dengan masa depan yang hebat namun hal
itu dilucuti. Akan lebih mudah untuk tak pernah mengetahui
hal yang mungkin terjadi. Dia seolah-olah merupakan mayat
hidup. Saya yakin dia tergoda untuk mengharapkan agar
para saudaranya membunuhnya saja. Kesimpulannya ialah
perbuatan saudara-saudara YusuI itu jahat dan kejam.
PANDANGAN KE BELAKANG YANG SEMPURNA
Sementara Anda membaca kisah YusuI yang saya
sederhanakan ini, Anda barangkali sudah mengetahui
akibatnya. Ini merupakan kisah yang membangkitkan
Bagaimana ini dapat terjadi
atas diri saya?
46
Umpan blis
semangat bila Anda tahu kesudahannya. Tetapi itu bukanlah
cara YusuI mengalaminya. Tampaknya seolah-olah dia
takkan pernah melihat wajah ayahnya atau menyaksikan
mimpi yang diberikan Allah kepadanya digenapi. Dia
menjadi milik orang lain seumur hidupnya.
YusuI dijual kepada seseorang yang bernama PotiIar,
seorang pegawai istana Firaun dan kepala pengawal raja.
Dia melayaninya selama sepuluh tahun. Dia tak pernah
mendapat berita dari keluarganya, dan dia tahu bahwa
ayahnya percaya dia sudah mati. Kehidupan mereka
berlangsung terus tanpa kehadirannya. Tiada harapan untuk
datangnya penyelamatan dari pihak ayahnya.
Dengan bergulirnya waktu, YusuI mendapat belas
kasihan dari majikannya dan diperlakukan dengan baik.
PotiIar memercayakan YusuI untuk menguasai rumahnya
dan semua harta yang dimilikinya.
Pada saat bersamaan ketika keadaannya mulai membaik
untuk YusuI, sesuatu yang sangat buruk menggelegak di
dalam isteri majikannya. Wanita ini telah melemparkan
pandangan birahi kepadanya dan ingin berbuat zinah dengan
dia. Dia berusaha setiap hari untuk merayunya, tetapi pemuda
ini menolak. Pada suatu hari wanita ini berada seorang diri
bersama YusuI di dalam rumah dan dia menyudutkannya
serta mendesak agar pemuda ini mau bersetubuh dengan
dia. Dia menolak dan berlari sambil meninggalkan jubah
dalam genggaman wanita itu. Ketika YusuI menjauhinya,
dia merasa malu lalu berseru, 'Perkosaan! PotiIar
menjebloskan YusuI ke dalam penjara Firaun.
Penjara Firaun tidaklah seperti penjara yang terdapat
di Amerika. Saya telah memberitakan Firman di beberapa
penjara, dan walaupun keadaannya tidak menyenangkan,
namun tempat-tempat itu masih merupakan tempat hiburan
bila dibandingkan dengan penjara bawah tanah Firaun.
Tidak ada sinar matahari atau tempat berolah-raga, yang ada
hanyalah suatu ruang di bawah permukaan tanah atau lubang
47
tanpa cahaya dan kehangatan. Keadaannya berkisar dari
sederhana sampai ke taraI peniadaan harkat manusia. Para
narapidana ditempatkan di sana untuk membusuk dengan
hanya bertahan hidup sambil makan roti dan minum air
'kesukaran (1 Raj. 22:27). Mereka diberi sedikit makanan
yang hanya cukup untuk bertahan hidup agar mereka
menderita. Menurut Mazmur 105:18, kaki YusuI diimpit
dengan belenggu dan lehernya masuk ke dalam besi. Dia
ditempatkan di ruang tahanan bawah tanah ini agar mati di
sana.
Jika sekiranya dia seorang Mesir maka dia mungkin
mendapat kesempatan untuk dibebaskan, tetapi sebagai
seorang budak asing, yang dituduh memperkosa, YusuI
hanya mempunyai sedikit atau bahkan sama sekali tidak ada
harapan. Tak mungkin lagi ada yang lebih parah daripada
keadaan ini. Keadaan YusuI sebagai manusia sudah paling
hina tanpa harus mati.
Dapatkah Anda mendengar pikirannya di kegelapan
yang lembap dari penjara bawah tanah itu? 'Aku melavani
mafikanku dengan fufur dan tulus selama lebih dari sepuluh
tahun. Aku lebih setia ketimbang isterinva. Aku tetap setia
kepada Allah dan mafikanku dengan menfauhi pelanggaran
susila seksual setiap hari. Apakah pahalaku? Sebuah
penfara'`
'Tampaknva semakin sungguh-sungguh aku berusaha
berbuat benar, semakin buruk fadinva' Bagaimanakah
mungkin Allah mengi:inkan hal ini terfadi? Dapatkah
saudara-saudaraku mencuri fanfiku dari Allah fuga?
Mengapa Allah vang perkasa ini tidak turun tangan untuk
kepentinganku? Beginikah cara Allah vang penvavang dan
setia itu mengurus para hamba-Nva? Mengapa harus aku?
Apakah vang teIah kulakukan sehingga harus menerima
ini? Aku hanva mepercavai hal vang kudengar dari Allah.`
Saya yakin dia telah bergumul dengan pikiran-pikiran
ini atau yang serupa ini.
Bagaimana ini dapat terjadi
atas diri saya?
48
Umpan blis
Dia mempunyai kebebasan yang sangat sedikit dalam
hidupnya, tetapi dia mempunyai hak untuk memilih
tanggapannya terhadap semua peristiwa yang terjadi atas
dirinya. Apakah hatinya akan terluka dan pahit terhadap
saudara-saudaranya dan akhimya terhadap Allah? Apakah
dia akan melepaskan semua harapan mengenai penggenapan
janji itu, menyita diri dari rangsangan terakhir untuk hidup?
Masihkah Allah Memegang Kendali?
Saya membayangkan bahwa tak terlintas dalam ingatan
YusuI sampai saat terakhir bahwa ini adalah proses yang
disiapkan Allah untuk dia memerintah kelak. Bagaimanakah
caranya dia akan menggunakan kekuasaannya di masa
depan atas semua saudaranya yang mengkhianatinya ini?
YusuI mempelajari ketaatan melalui hal yang dideritanya.
Saudara-saudaranya merupakan perkakas yang digunakan
secara terampil di tangan Allah. Apakah YusuI akan
berpegang teguh pada janji itu sambil mencari Allah untuk
maksud janji tersebut?
Barangkali ketika YusuI mendapatkan mimpi-mimpinya
dia melihat semua impian itu sebagai pengukuhan dari
perkenan atas hidupnya. Dia belum belajar bahwa kekuasaan
itu diberikan untuk melayani, bukannya untuk memisahkan
diri. Sering dalam masa latihan ini kita memusatkan
perhatian kita pada kemustahilan dari keadaan kita,
bukannya pada kebesaran Allah. Akibatnya kita menjadi
tawar hati dan merasa perlu menyalahkan seseorang, jadi
kita mencari orang yang kita anggap bertanggung jawab
atas keputusasaan kita. Bila kita menghadapi kenyataan
bahwa Allah sebenarnya dapat mencegah seluruh keadaan
kita yang berantakantetapi tidak melakukannyakita
sering menyalahkan Dia.
Ini terus bergema dalam pikiran YusuI: 'Aku telah
hidup sesuai dengan hal yang kuketahui tentang Allah. Aku
tidak melawan perintah-Nya atau siIat-Nya. Aku hanya
mengulangi impian yang diberikan Allah sendiri kepadaku.
49
Dan apakah akibatnya? Saudara-saudaraku mengkhianati
diriku, dan aku dijual sebagai seorang budak! Ayahku
menyangka aku mati dan tak pernah datang ke Mesir untuk
mencariku.
Baginya hal yang terpenting ialah saudara-saudaranya.
Merekalah kekuatan yang telah menjebloskannya ke dalam
penjara ini. Mungkin dia membayangkan dalam pikirannya
betapa berbeda keadaannya selekasnya dia berkuasa, bila
Allah menempatkannya dalam kedudukan penguasa seperti
yang telah dilihatnya di dalam mimpi. Alangkah lain jadinya
kelak jika para saudaranya tidak menggugurkan masa
depannya.
Betapa seringkah kita mendengar saudara dan saudari
kita terjebak dalam perangkap serupa dalam menyalahkan
orang? Misalnya:
'Jika bukan karena isteriku maka aku akan ada dalam
pelayanan. Dia telah merintangi diriku dan merusak banyak
impianku.
'Jika bukan karena orang tuaku maka aku tentunya
telah menjalani kehidupan normal. Merekalah yang harus
disalahkan untuk keadaanku sekarang. Mengapa sampai
orang lain mempunyai orang tua yang normal sedangkan aku
tidak? Jika ayah dan ibuku tidak bercerai tentu keadaanku
jauh lebih baik dalam pernikahanku sendiri.
'Jika bukan karena gembalaku yang menindas karunia
rohani dalam diriku maka aku akan bebas dan tak terkekang.
Dia telah menahan aku sehingga aku tak dapat memenuhi
tujuan pelayananku. Dia telah mempengaruhi jemaat untuk
berpaling menentang diriku.
'Jika bukan karena mantan suamiku, anak-anakku dan
aku takkan mengalami semua kesulitan keuangan ini.
'Jika bukan karena wanita di gereja itu aku masih
disenangi oleh para pemimpin. Dia telah menghancurkan
aku dan harapan untuk dihormati, gara-gara pergunjingan
yang dilakukannya.
Bagaimana ini dapat terjadi
atas diri saya?
50
Umpan blis
DaItar keluhan ini dapat diteruskan tanpa ada akhirnya.
Memang mudah menyalahkan orang lain atas masalah
Anda dan membayangkan betapa lebih baik keadaannya
sekiranya bukan karena ulah semua orang di sekeliling
Anda. Anda tahu bahwa kekecewaan dan sakit hati Anda
adalah kesalahan mereka.
Saya ingin menekankan hal berikut ini: Tiada
seorang pria, wanita, anak atau Iblis secara mutlak dapat
mengeluarkan Anda dari kehendak Allah' Tiada seorang
pun kecuali Allah yang menggenggam nasib Anda. Para
saudara YusuI berusaha keras menghancurkan penglihatan
yang diberikan Allah kepadanya. Mereka menyangka
bahwa mereka telah menamatkannya untuk YusuI. Mereka
mengucapkannya dengan mulut mereka sendiri, 'Sekarang,
marilah kita bunuh dia dan kita lemparkan ke dalam
salah satu sumur ini ... Kita akan lihat nanti, bagaimana
fadinva mimpinva itu'` (Kej. 37:20). Mereka berniat
menghancurkannya. Itu bukanlah suatu kecelakaan. Itu
memang disengaja! Mereka tidak menginginkan peluang
apa pun untuk keberhasilannya.
Apakah Anda menyangka ketika mereka menjualnya
sebagai budak, Allah di surga memandang Putra-Nya dan
Roh Kudus dan berkata, 'Apakah yang akan Kita lakukan
sekarang? Lihatlah perbuatan yang telah dilakukan saudara-
saudaranya. Mereka telah merusak rencana Kita untuk YusuI.
Kita harus memikirkan sesuatu dengan segera! Apakah Kita
mempunyai rencana pengganti?
Banyak orang Kristen menanggapi situasi krisis seolah-
olah beginilah keadaan sebenarnya yang berlangsung di
surga. Dapatkah Anda melihat Bapa berkata kepada Yesus,
'Yesus, Jim baru dipecat karena seorang rekan, seorang
yang sudah percaya, berdusta tentang dirinya. Apakah yang
akan Kita lakukan? Apakah Engkau mempunyai peluang
kerja yang terbuka di bawah sana? Atau, 'Yesus, Sally
berumur 34 tahun dan masih belum menikah. Apakah
51
Engkau mempunyai jejaka yang tersedia di sana untuk
dijodohkan baginya? Pria yang Kuinginkan menikahinya
ternyata menikah dengan teman akrabnya, yang bergunjing
tentang dirinya sehingga pria itu berubah pendirian.
Itu terdengar konyol, tetapi cara kita bereaksi secara tak
langsung menyatakan bahwa inilah pandangan kita tentang
Allah.
Marilah kita lihat cara YusuI tampil dalam gereja-
gereja kita kini. Jika dia seperti kebanyakan dari kita
sekarang, tahukah Anda apakah yang akan dilakukannya?
Merencanakan pembalasan. Dia akan menghibur diri dengan
pikiran seperti, 'Kalau tanganku dapat memegang mereka,
akan kubunuh mereka! Aku akan membunuh mereka untuk
perbuatan mereka terhadap diriku. Mereka akan membayar
harga yang setimpal untuk ini. Jika YusuI benar-benar telah
menunjukkan sikap ini, Allah tentunya telah membiarkannya
membusuk dalam penjara itu! Karena seandainya dia dapat
keluar penjara dengan motiI ini, dia kelak akan membunuh
kepala-kepala dari sepuluh suku bangsa Israel. Ini tentunya
mencakup Yehuda, yang melalui keturunannya Kristus
datang.
Memang, sosok-sosok yang memperlakukan YusuI
demikian kejam adalah nenek moyang Israel! Dan Allah
telah menjanjikan Abraham bahwa merekalah yang akan
menjadi sebuah bangsa. Melalui mereka Tuhan Yesus pada
akhimya akan datang! YusuI tetap bebas dari rasa sakit hati,
dan rencana Allah ditetapkan dalam hidupnya dan hidup
para saudaranya.
DAPATKAH KEADAANNYA MEN1ADI
SEMAKIN BURUK?
Penjara adalah saat penyaringan bagi YusuI, tetapi sekaligus
itu juga merupakan saat kesempatan. Di sana ada dua
narapidana bersama dengan YusuI dan keduanya mendapat
mimpi yang mengganggu pikiran mereka. YusuI menaIsirkan
Bagaimana ini dapat terjadi
atas diri saya?
52
Umpan blis
mimpi mereka dengan sangat tepat. Seorang dibebaskan
sementara lainnya dihukum. YusuI meminta kepada yang
akan dipulihkan kedudukannya agar mengingatnya bila dia
telah mendapat perkenan Firaun. Orang itu kembali kepada
tugasnya melayani Firaun, tetapi dua tahun berlalu tanpa ada
berita dari dia. Itu merupakan kekecewaan lain bagi YusuI,
kesempatan lain untuk merasa sakit hati.
Allah Selalu Mempunyai Sebuah Rencana
Tibalah saatnya Firaun mendapat impian yang
menggelisahkan. Tidak ada seorang pun dari ahli nujum
atau orang-orang bijaksana yang dapat memberikan
penjelasan kepadanya. Pada saat itulah hamba yang
dipulihkan kedudukannya itu teringat akan YusuI. Dia
memberitahukan betapa tepatnya YusuI telah menaIsirkan
mimpinya dan mimpi temannya di penjara. YusuI dibawa
ke hadapan Firaun lalu dia menaIsirkan makna impian itu
kepadanyayaitu akan datangnya masa kelaparandan
dengan bijaksana member petunjuk kepadanya mengenai
cara mempersiapkan diri menghadapi krisis itu. Firaun
dengan segera mengangkat YusuI pada kedudukan kedua
atas seluruh Mesir. YusuI, melalui hikmat yang dikaruniakan
Allah kepadanya, telah mengadakan persiapan menghadapi
masa kelaparan besar yang akan melanda.
Kemudian ketika masa kelaparan ini tiba, menimpa
semua bangsa yang ada pada waktu itu. Saudara-saudara
YusuI harus datang ke Mesir untuk beroleh bantuan. Jika
YusuI menaruh dendam di hatinya terhadap para saudaranya,
maka itulah saat yang paling tepat untuk melampiaskannya.
Dia dapat saja menjebloskan mereka ke dalam penjara
seumur hidup atau menyiksa mereka dan bahkan membunuh
mereka tanpa disalahkan karena dia adalah penguasa kedua
di Mesir. Para saudaranya sama sekali bukanlah urusan
Firaun.
Tetapi nyatanya, YusuI memberikan kepada mereka
53
gandum tanpa bayaran. Kemudian mereka diberi tanah
terbaik di Mesir, dan mereka menikmati kesuburan tanah
itu. Ringkasnya, hal yang terbaik dari Mesir diberikan
kepada mereka. YusuI akhirnya memberkati mereka yang
telah mengutukinya dan berbuat baik kepada mereka yang
membencinya (Lihat Mat.5:44, New King James).
Allah mengetahui tindakan yang akan dilakukan
oleh para saudara YusuI sebelum mereka melakukannya.
Malah sebenarnya, Tuhan mengetahui bahwa mereka akan
melakukannya sebelum Dia memberikan mimpi kepada
YusuI atau sebelum siapa pun dari anak-anak itu dilahirkan.
Selanjutnya, perhatikanlah ucapan YusuI kepada para
saudaranya ketika mereka dipersatukan kembali. 'Tetapi
sekarang, janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali
diri karena kamu menjual aku di sini, sebab untuk
memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului
kamu. Karena telah dua tahun ada kelaparan dalam negeri
ini dan selarna lima tahun lagi orang tidak akan membajak
atau menuai. Maka Allah telah menyuruh aku mendahului
kamu untuk menjamin kelanjutan keturunanmu di bumi ini
dan untuk memelihara hidupmu sehingga sebagian besar
dari padamu tertolong. Jadi bukanlah kamu vang menvuruh
aku ke sini, tetapi Allah... ' (Kej. 45:5-8).
Simaklah ucapan pemazmur: 'Ketika Dia (Allah)
mendatangkan kelaparan ke atas negeri itu, dan
menghancurkan seluruh persediaan makanan, diutus-Nvalah
seorang mendahului mereka. Yusuf, vang difual menfadi
budak` (Mzm. 105: 16-17).
Siapakah yang mengutus YusuI? Para saudaranya atau
Allah? Dari mulut dua orang saksi kita mendapati bahwa
Allah yang mengutusnya. YusuI berkata, 'Bukanlah kamu
yang menyuruh aku. Dengarlah perkataan yang diucapkan
oleh Roh! Seperti yang telah dinyatakan tadi, tidak ada
seorang manusia ataupun Iblis dapat menggantikan rencana
Allah bagi hidup Anda. Jika Anda berpegang pada kebenaran
ini maka itu akan membebaskan Anda. Tetapi ada seorang
Bagaimana ini dapat terjadi
atas diri saya?
54
Umpan blis
yang dapat mengeluarkan Anda dari kehendak Allah, yaitu
Anda sendiri!
Perhatikanlah umat Israel. Allah telah mengutus
seorang Pembebas, Musa, untuk mengantar mereka keluar
dari perbudakan Mesir menuju ke tanah perjanjian. Setelah
setahun di padang gurun, para pemimpin diutus untuk
memata-matai negeri itu. Mereka kembali dengan keluhan.
Mereka takut kepada bangsa-bangsa di negeri itu yang
bertubuh lebih besar dan dari segi militer lebih kuat.
Seluruh umat, kecuali Yosua dan Kaleb, menyetujui
pendapat para pemimpin itu. Umat Israel merasa seolah-
olah Allah telah mengantar mereka keluar Mesir untuk mati.
Mereka sakit hati terhadap Musa dan Allah. Pola ini telah
berlangsung selama lebih dari setahun. Akibat pelanggaran
mereka maka generasi itu tak pernah melihat tanah yang
dijanjikan Allah untuk dimiliki mereka.
Banyak orang telah melayani Tuhan dengan
bersemangat dan telah memasuki situasi kehidupan yang
sulit akibat diperlakukan buruk oleh orang-orang Iasik atau
orang-orang Kristen duniawi. Sesungguhnya mereka telah
diperlakukan secara tidak adil. Tetapi perasaan yang terluka
hanya akan menggenapi maksud musuh agar mereka keluar
dari kehendak Allah.
Jika Anda tinggal bebas dari perasaan yang terluka
maka Anda akan tinggal dalam kehendak Allah. Jika Anda
menjadi tersinggung atau sakit hati maka Anda akan ditawan
musuh untuk menggenapi maksudnya dan kemauannya.
Pilihlah sendiri yang manakah yang Anda sukai. Jauh lebih
bermanIaat untuk tetap tinggal bebas dari rasa tersinggung.
Kita harus ingat bahwa tidak ada sesuatupun dapat melawan
kita tanpa diketahui Tuhan sebelum itu terjadi. Jika Iblis
dapat menghancurkan kita semaunya, maka kita sudah
lenyap sejak dahulu karena dia sangat membenci kita.
Hendaklah selalu diingat nasihat ini:
55
Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah
pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi
kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu
Dia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui
kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Dia akan
memberikan kepadamu Jalan keluar sehingga kamu
dapat menanggungnya
(1 Kor. 10:13, Penekanan ditambahkan).
Allah telah melihat setiap keadaan merugikan yang
kita hadapibesar ataupun kecildan Dia mempunyai
jalan yang direncanakan untuk keluar dari masalah itu.
Dan, bahkan yang lebih menyenangkan, sering hal yang
tampaknya bagaikan gugurnya rencana Allah sebenarnya
malah menjadi jalan penggenapannya jika kita tetap patuh
dan bebas dari rasa sakit hati.
Jadi ingatlah: Tetaplah tunduk kepada Allah dengan
tidak merasa sakit hati. Lawanlah Iblis maka dia akan lari
meninggalkan Anda (Yak. 4:7). Kita melawan Iblis dengan
cara tidak merasa sakit hati. Mimpi atau penglihatan
mungkin akan terjadi berlainan dari yang Anda sangkakan,
tetapi Firman-Nya dan janji-janji-Nya takkan gagal. Kita
hanya akan menggagalkannya dengan ketidakpatuhan kita.
1ENIS PENGKHIANATAN LAIN
Tidak banyak orang yang telah menderita perlakuan seperti
yang diterima YusuI dari para saudaranya. Hal ini akan
berkurang sakitnya jika para musuhnya yang melakukannya.
Tetapi ini adalah saudara-saudaranya, daging dan daralmya.
Mereka adalah orang-orang yang seharusnya mendorong
semangat, mendukung, membela dan mengurusnya. Adakah
kisah perlakuan kasar yang lebih parah ketimbang yang
telah dialami YusuI?
Bagaimana ini dapat terjadi
atas diri saya?
56
Umpan blis
PENGALAMAN MENDAPAT PENOLAKAN
DAN KEBENCIAN DARI SAUDARA LAKI-LAKI
ATAU PEREMPUAN ADALAH SESUATU YANG
MENYAKITKAN, LEBIH LAGI 1IKA
PENOLAKAN DAN KEBENCIAN ITU
DATANG DARI SEORANG AYAH.
Saya seorang guru pada beberapa tingkat kelas di
SMP dan SMA. Baru-baru ini saya menerima Umpan
Iblis, yang membawa beberapa ilham dalam hidup
saya. Saya membagi videonya kepada murid-murid
saya, dan oleh Roh Kudus, semua murid-murid mulai
mengakui kesalahan-kesalahan mereka dan memohon
pengampunan. Beberapa anak berkata hari itu adalah
hari terbaik mereka di tahun itu. Satu murid berdamai
dengan ayahnya setelah bertengkar hebat; murid
lainnya mulai proses pemulihan dari luka dalam dengan
neneknya. Tuhan bekerja pada anak-anak ini dengan
cara yang ajaib.
R. F., INDIANA
57
4
AYAHKU, AYAHKU !
Ayahku, ... dapatlah kau ketahui dan kau lihat bahwa
tanganku bersih dari kejahatan dan pengkhianatan,
dan bahwa aku tidak berbuat dosa terhadap engkau,
walaupun engkau ini mengejar-ngejar aku untuk
mencabut nyawaku.
1 Samuel 24:12
P
ada pasal terakhir kita melihat betapa gigihnya para
saudara YusuI berusaha menghancurkan dia. Kita
melihat penderitaan yang dialaminya dari pengkhianatan
58
Umpan blis
ini. Barangkali Anda juga mengalami situasi yang serupa.
Anda telah dikhianati oleh mereka yang paling akrab
dengan Anda, yaitu orang-orang yang dari mereka Anda
ingin dapatkan kasih dan dorongan semangat.
Pada pasal ini saya ingin membahas situasi yang lebih
menyakitkan daripada pengkhianatan seorang saudara.
Mengalami penolakan dan niat buruk dari seorang saudara
sama sekali berbeda dengan mengalami penolakan dan niat
buruk dari seorang ayah. Bila saya berbicara tentang para
ayah, saya tidak hanya mengacu pada seorang ayah kandung,
melainkan juga pada pemimpin mana pun yang ditempatkan
Allah atas kita. Orang-orang ini menurut pendapat kita akan
mengasihi, melatih, mendidik dan memelihara kita.
HUBUNGAN KASIH-BENCI
Untuk menyelidiki sebuah contoh dari ayah yang berkhianat,
marilah kita melihat hubungan Raja Saul dan Daud (lihat 1
Samuel 16-31). Hidup mereka sudah bersentuhan bahkan
sebelum mereka bertemu, pada saat Samuel, nabi Allah,
mengurapi Daud untuk menjadi raja Israel berikutnya. Daud
pasti1ah sangat bergairah dengan berpikir, 'Ini tokoh yang
sama yang telah mengurapi Saul. Aku sesungguhnya akan
menjadi raja!
Sementara itu di istana, Saul disiksa oleh roh jahat
karena dia tidak mematuhi Allah. Kelegaannya hanya terasa
bila seseorang memetik kecapi. Para hamba Saul mencari
seorang pemuda yang dapat duduk di hadapan raja dan
melayaninya. Salah seorang hamba Saul menyarankan Daud,
putra Isai. Raja Saul memanggil Daud dan memintanya
datang ke istana untuk melayani dia.
Daud pasti1ah berpikir, 'Allah sudah menggenapi fanfi-
Nva melalui sang nabi. Pastilah aku akan mendapat perkenan
rafa. Ini tentunva merupakan posisi perkenalanku.`
Waktu berla1u dan ayah Daud menyuruh dia membawa
59
bekal kepada para kakaknya yang sedang berperang melawan
bangsa Filistin. Setibanya di medan pertempuran, Daud
melihat juara Filistin, Goliat, menghina tentara Allah dan
mengetahui bahwa hal ini telah berlangsung selama empat
puluh hari. Dia mendapat berita bahwa raja telah membuat
sayembara yang menawarkan putrinya untuk dinikahkan
dengan pria mana pun yang mengalahkan raksasa ini.
Daud menghadap raja dan memohon izin untuk
berperang. Dia membunuh Goliat dan mempersunting putri
Saul. Pada saat itu dia telah mendapat perkenan Saul dan
dibawa ke istana untuk tinggal bersama dengan raja. Yonatan,
putra sulung Saul, membuat perjanjian persahabatan kekal
dengan Daud. Dalam tugas apa pun yang dilimpahkan Saul
untuk dilakukan Daud, tangan Allah menyertainya dan dia
selalu berhasil. Raja mengundangnya untuk bersantap di
meja istana bersama dengan para putranya.
Daud sangat gembira. Dia hidup di istana, bersantap di
meja raja, menikahi putri raja, bersahabat dengan Yonatan
dan berhasil dalam semua medan pertempuran. Dia bahkan
dicintai rakyat. Dia dapat melihat nubuatan digenapi di
hadapan matanya sendiri.
Saul menyukai Daud di atas semua hambanya yang
lain. Dia telah menjadi ayah baginya. Daud yakin Saul akan
menjadi penasihat dan pelatihnya dan suatu hari kelak,
dengan penuh kehormatan, mendudukkannya di takhta.
Daud bersukacita dalam kesetiaan dan kebaikan Allah.
Tetapi dalam waktu sehari saja semuanya berubah.
Ketika Saul dan Daud kembali dari pertempuran dengan
berdampingan, para wanita dan semua kota Israel
keluar menyambut sambil menari dan menyanyi, 'Saul
mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-
laksa. Ini menggusarkan Saul, dan sejak hari itu dia
membenci Daud. Dua kali ketika Daud memetik kecapi
baginya, Saul berusaha membunuhnya.
Ayahku, Ayahku!
60
Umpan blis
Alkitab menyatakan bahwa Saul membenci Daud karena
dia tahu Allah menyertai Daud dan bukan dirinya. Daud
terpaksa melarikan diri untuk menyelamatkan nyawanya.
Tanpa tempat tujuan pasti, dia berlari ke padang belantara.
'Apakah yang sedang terjadi? Daud bertanya sendiri,
'Janjinya sedang dibentangkan dan kini hancur berantakan.
Orang yang menjadi penasihatku sekarang berusaha
membunuhku. Apakah yang dapat kulakukan? Saul ialah
hamba Allah yang diurapi. Dengan dia menentangku,
peluang apakah yang kumiliki? Dialah raja, hamba Allah
yang memerintah bangsa Allah. Mengapa Allah mengizinkan
ini terjadi?
Saul mengejar Daud dari belantara yang satu ke belantara
lainnya, dari gua yang satu ke gua lainnya, diikuti tiga ribu
pejuang terbaik dari Israel. Mereka hanya mempunyai
maksud tunggal: membunuh Daud.
Pada tahap ini, janji itu hanya merupakan sebuah
bayang-bayang saja. Daud sudah tidak lagi tinggal di istana
atau bersantap di meja raja. Dia menghuni gua-gua yang
lembab dan makan sisa dari hewan padang belantara. Dia
tidak lagi berkendaraan di sisi raja melainkan diburu oleh
orang-orang yang tadinya bertempur di sisinya. Tidak ada
ranjang yang hangat atau hamba-hamba yang melayaninya,
tidak ada pujian di balai istana. Isterinya diberikan kepada
orang lain. Dia mengenal rasa sepi seorang manusia yang
tidak memiliki negara.
Perhatikanlah bahwa Allah, bukannya Iblis, yang
menempatkan Daud di bawah asuhan Saul. Mengapa
Allah bukan hanya mengizinkan hal ini melainkan
merencanakannya juga? Mengapa peluang berjuntai di mata
Daud namun secara mendadak direnggut? Inilah kesempatan
utama untuk Daud merasa disakiti bukan hanya oleh Saul
tetapi juga oleh Allah. Semua pertanyaan yang tak terjawab
meningkatkan godaan untuk mempertanyakan hikmat dan
rencana Allah.
61
Saul sedemikian bulat tekadnya untuk membunuh
pemuda ini dengan cara apa pun sehingga kegilaannya
bertambah. Dia menjadi seorang yang nekat. Para imam di
kota Nob membekali Daud dengan tempat tinggal, makanan
dan pedang Goliat. Mereka sama sekali tidak tahu-menahu
tentang pelarian Daud dari Saul dan mengira dia mendapat
tugas dari raja. Mereka memohon restu Tuhan untuk Daud
lalu melepas Daud untuk pergi.
Ketika Saul mengetahuinya, dia sangat murka. Dia
membunuh delapan puluh lima orang imam Tuhan dan
membunuh seluruh isi kota dengan pedangsetiap pria,
wanita, anak-anak, bayi-bayi yang masih menyusui,
lembu, keledai dan domba. Dia melaksanakan hukuman
atas orang-orang yang tak bersalah, yang seharusnya
dilaksanakan terhadap orang-orang Amalek. Saul adalah
seorang pembunuh. Bagaimanakah Allah sampai pernah
memberikan Roh-Nya kepada orang semacam itu?
Pada suatu hari, ketika Saul mengetahui Daud berada
di padang belantara En-Gedi, ia lalu mengejarnya bersama
dengan tiga ribu prajurit. Dalam perjalanan mereka
berhenti beristirahat di mulut gua, tanpa mengetahui bahwa
Daud ada dalam gua itu. Saul melepaskan jubah luarnya
dan meletakkannya di sisinya. Daud diam-diam keluar
dari persembunyiannya, mengerat ujung jubah itu lalu
menyelinap pergi tanpa diketahui Saul.
Setelah Saul meninggalkan gua, Daud sujud ke tanah
dan berseru kepada raja: 'Ayahku, lihatlah!Ya, lihatlah
ujung jubahmu di tanganku! ... ketahuilah dan lihatlah
bahwa tanganku bersih dari kejahatan dan pengkhianatan,
dan aku tidak berbuat dosa terhadap engkau, walaupun
engkau mengejar-ngejar aku untuk mencabut nyawaku
(1 Sam. 24:12).
Seruan Daud kepada Saul, 'Ayahku, ayahku! Jelasnya
dia berseru, 'Lihatlah hatiku! Jadilah seorang ayah bagiku.
Aku memerlukan seorang pemimpin untuk melatihku,
Ayahku, Ayahku!
62
Umpan blis
bukannya untuk menghancurkanku! Bahkan selagi Saul
berusaha membunuhnya, hati Daud masih berobar-kobar
dengan harapan.
DI MANAKAH PARA AYAH?
Saya telah melihat seruan ini pada kaum pria dan wanita
dalam jumlah tak terbilang di dalam tubuh Kristus.
Kebanyakan dari mereka masih muda dan mempunyai
panggilan Allah yang kuat atas hidup mereka. Mereka
berseru memanggil seorang ayah, seorang pria untuk
mengajar, mengasihi, mendukung dan mendorong semangat
mereka. Inilah sebabnya Allah bersabda bahwa Dia akan
'membuat hati bapa-bapa (pemimpin) berbalik kepada
anak-anaknya (umat), dan hati anak-anak kepada bapa-
bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga
musnah (Mal. 4:6).
Bangsa Amerika kehilangan para ayahnya (ayah,
pemimpin atau pendeta) pada tahun 1940-an dan 1950-
an, dan kini keadaan kami semakin parah. Seperti halnya
dengan Saul, banyak pemimpin dalam rumah tangga,
perusahaan dan gereja kami lebih mempedulikan tujuan
mereka ketimbang anak-anak mereka.
Akibat sikap ini maka para pemimpin ini memandang
umat Allah sebagai sumber daya untuk melayani visi
mereka, bukannya melihat visi ini sebagai sarana untuk
melayani umat. Keberhasilan dari visi atau pandangan itu
membenarkan pengorbanan hidup yang terluka dan umat
yang hancur. Keadilan, belas kasihan, kejujuran dan cinta
dikorbankan untuk keberhasilan. Semua keputusan dilandasi
uang, angka dan hasil yang dicapai.
Ini membuka pintu kepada perlakuan seperti yang
diterima Daudbagaimanapun, Saul mempunyai kerajaan
yang harus dilindungi. Perlakuan semacam ini dapat
63
disambut dengan baik dalam pikiran para pemimpin karena
mereka mengejar kemajuan Injil.
Berapa banyak pemimpin telah memecat bawahan
mereka akibat kecurigaan? Mengapa para pemimpin itu
menaruh kecurigaan? Karena mereka bukan melayani
Allah. Mereka melayani suatu visi. Seperti Saul, mereka
tidak merasa aman dengan panggilan mereka, dan hal itu
menghasilkan kedengkian dan kesombongan. Mereka
menyadari siIat-siIat yang baik pada umat yang rohani, dan
mereka bersedia memakai orang-orang tersebut asalkan
menguntungkan mereka. Saul menikmati keberhasilan Daud
sampai dia melihat hal itu merupakan ancaman baginya. Dia
kemudian menurunkan kedudukan Daud dan mencari-cari
alasan untuk menghancurkannya.
Saya telah berbicara dengan banyak sekali kaum muda-
mudi yang berseru tentang pertanggungjawaban. Mereka
ingin duduk di bawah pelayanan seorang pemimpin yang
akan mengajar mereka. Mereka merasa terasing dan sendiri.
Mereka mencari seseorang yang akan menjadi ayah bagi
mereka. Tetapi Allah mengizinkan mereka mengalami
penolakan. Itu disebabkan oleh niat Allah untuk melakukan
di dalam diri mereka hal yang telah dilakukan-Nya di dalam
diri Daud. Dengarlah baik-baik hal yang sedang diucapkan
oleh Roh.
Daud merasa prihatin bahwa Saul memercayai
dia sebagai seorang yang membangkang dan jahat.
Daud pastilah menyelidiki hatinya sambil berkata, 'Di
manakah salahku? Bagaimana sampai hati Saul berpaling
menentangku sedemikian cepatnya? Itulah sebabnya dia
berseru, 'Seseorang mendesakku untuk membunuhmu,
tetapi aku menolaknya. Aku hanya mengerat ujung jubahmu
agar engkau dapat mengetahui dan melihat bahwa tanganku
bersih dari kejahatan dan pengkhianatan (lihat 1 Sam.
24:12). Daud berpendapat jika dia dapat membuktikan
kasihnya kepada Saul, maka Saul akan memulihkan
Ayahku, Ayahku!
64
Umpan blis
kedudukannya, dan ramalan itu akan digenapi.
Orang-orang yang telah ditolak oleh seorang ayah atau
pemimpin cenderung untuk mempersalahkan diri mereka
sendiri. Mereka terbelenggu oleh pikiran yang menyiksa
seperti 'Apakah yang telah kulakukan? dan 'Tidak
tuluskah hatiku? Mereka terkadang bertanya sendiri,
'Siapakah yang memalingkan hati pemimpinku sehingga
menentang diriku? Kemudian mereka terus menerus
berusaha membuktikan keadaan mereka yang tak bersalah
itu kepada para pemimpin mereka. Mereka berpendapat jika
seandainya saja mereka dapat menunjukkan kesetiaan dan
kegunaan mereka maka mereka akan diterima. Sedihnya,
semakin giat mereka berusaha, mereka merasa semakin
tertolak.
SIAPAKAH YANG AKAN MENUNTUT
PEMBALASAN BAGI SAYA?
Saul mengakui kebaikan Daud ketika dia mengetahui
bahwa Daud sebenarnya dapat membunuhnya tetapi tidak
melakukannya. Jadi dia dan rombongannya pun pergi. Daud
pastilah berpikir, 'Kini rafa akan memulihkan kedudukanku.
Kini nubuatan akan digenapi. Pastilah dia melihat hatiku
dan akan memperlakukan diriku lebih baik sekarang.`
Jangan terlalu cepat menilai, Daud. Hanya beberapa
saat kemudian, orang-orang melaporkan kepada Saul bahwa
Daud berada di perbukitan Hakhila. Saul mengejarnya lagi
bersama dengan tiga ribu prajuritnya yang terdahulu itu.
Saya yakin ini benar-benar menghancurkan harapan Daud.
Dia menyadari bahwa ini bukanlah suatu kesalahpahaman,
tetapi Saul memang berniat dengan sengaja untuk
membunulmya. Betapa kecewanya pasti perasaannya. Saul
mengenal hatinya dan tetap saja datang menyerangnya.
65
Daud bersama dengan Abisai menyelinap ke dalam
kemah Saul. Tiada seorang pengawal pun yang melihat
mereka karena Allah membuat mereka semua tidur lelap.
Kedua orang ini menyusup di tengah-tengah pasukan
menuju ke tempat Saul sedang tidur.
Abisai memohon kepada Daud. 'Pada hari ini Allah
telah menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu, oleh
sebab itu izinkanlah sekiranya aku menancapkan dia ke
tanah dengan tombak ini, dengan satu tikaman saja, tidak
usah dia kutancapkan dua kali. (1 Sam. 26:8).
Abisai mempunyai alasan yang sangat kuat mengapa dia
berpendapat Daud seharusnya mengizinkan dia membunuh
Saul.
Pertama, Saul telah membunuh delapan puluh lima
orang imam dan keluarga mereka yang tak bersalah dengan
sangat kejam!
Kedua, dia keluar dengan tiga ribu pasukan prajurit
untuk membunuh Daud dan para pengikutnya. Abisai
bernalar, jika Anda tidak membunuh musuh lebih dahulu
maka dia pasti akan membunuh Anda. Ini adalah pembelaan
diri. Setiap pengadilan hukum mengizinkan hal itu!
Ketiga, Allah melalui Samuel telah mengurapi Daud
sebagai raja berikutnya dari Israel. Daud seharusnya
menuntut warisannya jika tidak mau bernasib menjadi
mayat tanpa nubuatannya digenapi.
Keempat, Allah telah melelapkan tidur seluruh pasukan
sehingga Daud dan Abisai dapat berjalan langsung ke
tempat Saul. Mengapa Allah mau melakukan hal ini lagi?
Bagi Abisai tampaknya Daud takkan pernah mendapat
kesempatan seperti ini lagi.
Semua alasan ini kedengarannya baik. Alasan-alasan ini
masuk akal, dan Daud menerima dorongan semangat dari
seorang saudara. Jadi jika Daud terluka hatinya, maka dia
pasti telah mengizinkan Abisai menancapkan tombak pada
Ayahku, Ayahku!
66
Umpan blis
tubuh Saul dan merasa benar dalam tindakannya.
Dengarlah baik-baik tanggapan Daud: 'Jangan
musnahkan dia, sebab siapakah yang dapat menjamah
orang yang diurapi Tuhan, dan bebas dari hukuman? Demi
Tuhan yang hidup, niscaya Tuhan akan membunuh dia:
entah karena sampai ajalnya dan dia mati, entah karena dia
pergi berperang dan hilang lenyap di sana. Kiranya Tuhan
menjauhkan dari padaku untuk menjamah orang yang
diurapi Tuhan (1 Sam. 26:9-11).
Daud takkan membunuh Saul walaupun Saul telah
membunuh orang-orang yang tak bersalah dan ingin
membunuh Daud juga. Daud takkan menuntut balas sendiri
melainkan menyerahkannya ke dalam tangan Allah.
Tentu saja, akan lebih mudah untuk menyelesaikannya
langsung di situmudah bagi Daud dan bagi umat Israel. Dia
mengetahui bahwa bangsa itu bagaikan sekawanan domba
tanpa seorang gembala. Dia mengetahui seekor serigala
sedang merampok domba-domba itu demi keinginannya
yang serakah. Sukar baginya untuk tidak mernbela diri,
tetapi mungkin lebih sukar untuk tidak membebaskan
bangsa yang dicintainya dari seorang raja yang gila. Daud
mengambil keputusan ini walaupun dia tahu satu-satunya
hiburan bagi Saul ialah niat untuk membunuh dirinya.
Daud telah mernbuktikan kemurnian hatinya ketika
untuk pertarna kalinya dia membiarkan Saul hidup. Namun
walaupun Daud mempunyai kesempatan kedua untuk
membunuh Saul, dia enggan untuk menyentuhnya, Saul
adalah tokoh urapan Tuhan, dan Daud menyerahkan raja itu
ke tangan Allah untuk menghakiminya.
Berapa banyakkah orang di masa kini yang mempunyai
hati seperti Daud? Kita tidak lagi membunuh dengan pedang
biasa melainkan saling menghancurkan sesamanya dengan
pedang jenis yang lain yailu lidah. 'Maut dan hidup adalah
dalam kuasa lidah (Ams. 18:21, New King James).
67
Gereja terpecah, keluarga terpisah, pernikahan
berantakan dan kasih telah lenyap, diremukkan oleh
serangan gencar dari kata-kata yang diluncurkan dalam
rasa sakit hati dan kecewa. Karena perasaan dan hati yang
disakiti oleh kawan, keluarga dan pemimpin, kita membidik
dengan kata-kata yang tajamnya berasal dari kepahitan dan
kemarahan. Walaupun inIormasinya mungkin benar dan
tepat, motiInya tidak suci.
Amsal 6: 6-19 menyatakan bahwa menabur perselisihan
atau pemisahan di antara saudara-saudara adalah kebencian
Tuhan. Bila kita mengulangi sesuatu dengan niat memisahkan
atau merugikan hubungan atau nama baikwalaupun hal
itu benaritu masih merupakan suatu penghinaan kepada
Allah.
APAKAH ALLAH MEMAKAI SAYA
UNTUK MENGUNGKAPKAN DOSA-DOSA
PEMIMPIN SAYA?
Selama tujuh tahun, saya melakukan tugas purnawaktu
dalam pelayanan bantuan dan menggembalakan kaum
muda sebelum Allah menyalurkan kami suami isteri kepada
pelayanan kami kini. Ketika saya masih menjadi gembala
kaum muda, ada seorang pria yang tidak menyukai saya
atau Firman yang saya khotbahkan. Biasanya saya tidak
terganggu dengan keadaan itu, tetapi orang ini mempunyai
kedudukan di atas saya.
Saya percaya Allah telah mernberitahukan saya untuk
mengkhotbahkan dengan tegas mengenai kesucian dan
keberanian kepada kaum muda, dan putranya ada dalam
kelompok saya.
Penempelakan berkecamuk dalam hati sang pemuda ini.
Pada satu hari dia datang kepada kami dengan tangisnya.
Ayahku, Ayahku!
68
Umpan blis
Dia merasa sedih karena dia merasa gaya hidup yang
dilihatnya di rumah di bawah ukuran dari pola yang saya
tantang kepadanya dan kepada kaum muda lainnya untuk
ditiru.
Peristiwa ini dan pertentangan pribadi lain agaknya
membulatkan tekad ayahnya untuk menyingkirkan saya. Dia
pergi ke pimpinan gembala untuk mengobarkan amarahnya
terhadap saya dengan dakwaan palsu. Kemudian dia meng-
atakan kepada saya bahwa gembala senior menentang saya
tetapi dia yang membela saya. Ada beberapa catatan staI
yang berisi kecaman yang tidak memuat nama saya, tetapi
menyebut saya dengan cara yang lain. Dia tersenyum kepada
saya, tetapi niatnya ialah untuk menghancurkan saya.
Beberapa anggota kelompok kaum muda mengatakan
bahwa mereka telah mendengar saya akan dipecat. Putra orang
inilah yang menyebarkan berita tersebut, bukan dengan niat
yang jahat, melainkan hanya karena dia mengulangi kabar
yang didengamya di rumah. Saya marah dan bingung. Saya
pergi menemui orang ini, dan dia mengakui mengucapkan
ini, tetapi dia berkata hanya mengulangi buah pikiran dari
gembala senior.
Beberapa bulan telah berlalu, dan agaknya tidak
terdapat cara untuk meredakan situasi ini. Dia bahkan telah
memutuskan semua hubungan antara saya dan gembala
senior. Ini bukan hanya terjadi pada diri saya melainkan
juga pada semua gembala yang tidak disukainya.
Keluarga saya ada di bawah tekanan terus-menerus,
tanpa mengetahui kepastian akan tetap tinggal di gereja
atau dikeluarkan. Kami telah membeli rumah, isteri saya
sedang hamil dan kami tidak mempunyai tempat tujuan lain.
Saya tidak mau mengirimkan lamaran kerja. Saya percaya
Allah telah mengantar saya ke gereja itu, dan saya tidak
mempunyai rencana cadangan.
69
Isteri saya menjadi sangat bingung. 'Sayang, aku tahu
mereka akan memecatmu. Semua orang mengatakannya
kepadaku.
'Mereka tidak rnempekerjakan aku, dan mereka tak
dapat memecatku tanpa persetujuan dari Allah, saya berkata
kepadanya. Dia menyangka bahwa saya menolak kenyataan
dan memohon saya agar mengundurkan diri dari tugas itu.
Akhirnya terbetiklah berita bahwa keputusan pemecatan
saya telah diambil. Gembala senior mengumumkan kepada
gereja bahwa ada perubahan pada kelompok kaum muda.
Saya masih belum berbicara kepadanya tentang pertentangan
dengan pemimpin yang ditempatkannya di atas saya. Saya
dijadwalkan untuk menemuinya dan menemui orang itu
keesokan harinya. Allah secara sangat khusus menjelaskan
kepada saya agar tidak membela diri saya sendiri.
Ketika saya menjumpai gembala saya pada hari
berikutnya, saya merasa heran mendapati gembala itu duduk
seorang diri di kantornya. Dia memandang saya dan berujar,
'John, Allah mengutus Anda ke gereja ini. Saya tidak akan
membiarkan Anda pergi. Saya merasa lega. Allah telah
melindungi saya pada saat terakhir.
'Mengapa orang ini menentang Anda? dia bertanya
kepada saya. 'Tolong temui dia dan bereskanlah persoalan
antara Anda dengan dia.
Segera setelah pertemuan itu saya menerima bukti
tertulis dari keputusan yang telah diambil pemimpin itu
mengenai bagian tanggung jawab saya. Itu mengungkapkan
motiInya yang sesungguhnya. Saya siap untuk membawanya
kepada gembala senior.
Hari itu saya berjalan mondar-mandir dan berdoa selama
empat puluh lima menit dalam usaha mengatasi perasaan
tidak enak yang saya alami. Saya terns berkata, 'Tuhan, orang
ini tidak jujur dan jahat. Perbuatannya harus disingkapkan.
Dia merupakan kekuatan yang menghancurkan dalam
Ayahku, Ayahku!
70
Umpan blis
pelayanan ini. Aku harus memberitahukan kepada gembala
tentang pribadi sebenarnya dari orang ini!
Saya selanjutnya membenarkan niat untuk membongkar
perbuatannya. 'Segala sesuatu yang akan kulaporkan
adalah Iakta dan ada dokumennya, bukan berdasarkan
gejolak emosi. Jika dia tidak dihentikan, kejahatannya akan
merembesi seluruh gereja ini.
Akhirnya dalam keadaan kecewa saya mencetuskan
kata-kata, 'Tuhan, Engkau tak mau aku menyingkapkan
perbuatannya, bukan?
Ketika saya mengucapkan kata-kata itu, sejahtera
Allah membanjiri hati saya. Saya menggelengkan kepala
saya dengan rasa heran. Saya tahu Allah tak mau saya
berbuat apa pun, jadi saya membuang bukti itu. Kemudian,
ketika saya dapat melihat adegan itu secara lebih obyektiI,
saya menyadari bahwa saya ingin lebih menuntut balas
ketimbang melindungi orang lain di dalam pelayanan. Saya
telah bernalar sendiri untuk mempercayai bahwa motiI saya
tidak mementingkan diri sendiri. Keterangan saya tepat
tetapi motiI saya tidak murni.
Waktu berlalu, dan pada suatu hari, ketika saya sedang
berdoa sebelum jam kerja, orang itu masuk dengan mobilnya
ke gereja. Allah mendorong saya untuk pergi menemuinya
dan merendahkan diri saya. Mendadak saya bersikap
mempertahankan diri, 'Tidak, Tuhan, dia yang perlu datang
kepadaku. Dialah yang menyebabkan semua masalah ini.
Saya terus berdoa, tetapi Tuhan mendesak lagi agar saya
pergi kepadanya dan merendahkan diri saya. Saya tahu
itu adalah kehendak Tuhan. Saya meneleponnya dari
kantor saya lalu pergi ke kantornya. Tetapi isi dan cara
saya mengucapkannya jauh berbeda dari yang semula jika
sekiranya Tuhan tidak campur tangan terhadap saya.
Dengan segala ketulusan saya memohon maaI
kepadanya. 'Saya telah bersikap mengecam dan menghakimi
71
Anda, saya mengaku.
Dia segera menjadi lunak, dan kami berbicara sekitar
sejam lamanya. Sejak hari itu serangan-serangannya kepada
saya berhenti, walaupun masalahnya berlanjut antara dia
dan beberapa orang gembala lainnya.
Enam bulan kemudian, selagi saya melayani di luar
negeri, semua kesalahan orang ini terungkap kepada
gembala senior. Itu tidak ada kaitannya dengan saya
melainkan dengan segi pelayanan yang lain. Tindakan yang
dilakukannya jauh lebih buruk daripada yang telah saya
ketahui. Dia segera dipecat.
Hukuman telah tiba namun bukan dari tangan saya.
Hal yang ia coba tujukan kepada saya justru terjadi atas
dirinya. Namun, ketika hal itu menimpa dirinya, saya tidak
bergembira. Saya merasa sedih karena hal yang menimpa
dirinya dan keluarganya. Saya memahami penderitaannya
saya telah mengalaminya sendiri karena perbuatannya.
Karena saya telah memaaIkannya enam bulan
sebelumnya, saya kini mengasihinya dan tidak menginginkan
hal ini terjadi atas dirinya. Jika seandainya dia telah dipecat
ketika saya marah kepadanya setahun terdahulu, saya
pastilah bersukacita. Saya tahu saat itu bahwa saya benar-
benar bebas dari perasaan terluka yang saya pendam.
Kerendahan hati dan menolak menuntut balas merupakan
kunci yang membebaskan saya dari penjara sakit hati.
Setahun kemudian saya melihatnya di suatu bandara
udara. Saya diliputi kasih Allah. Saya berlari menemuinya di
tempat dia berdiri lalu memeluknya. Saya sungguh-sungguh
gembira ketika dia menyatakan bahwa segala sesuatu
berjalan baik dengan dirinya. Jika sekiranya saya tak pernah
pergi menemuinya dan merendahkan hati beberapa bulan
sebelumnya di kantornya, saya takkan sanggup menatap
matanya pada hari itu di bandara. Beberapa tahun telah
berlalu sejak saya melihatnya, tetapi saya hanya merasakan
Ayahku, Ayahku!
72
Umpan blis
kasih dan hasrat yang tulus untuk melihatnya berada di
dalam kehendak Allah.
Daud sangat bijaksana ketika dia memilih
untuk membiarkan Allah menjadi hakimnya. Anda
bertanya,Siapakah yang dipakai Allah untuk menghakimi
Saul, hamba-Nya? Bangsa Filistin. Saul, bersama dengan
para putranya, tewas selagi memerangi mereka. Ketika
berita itu sampai ke telinga Daud, dia tidak merayakannya.
Dia berkabung.
Ada seorang pria yang bermegah kepada Daud bahwa
dialah yang telah membunuh Saul. Orang itu telah berharap
berita ini akan mendapatkan perkenannya, tetapi akibatnya
justru terbalik. 'Bagaimana? Tidakkah engkau segan
mengangkat tanganmu membunuh orang yang diurapi
Tuhan? tanya Daud. Dia memerintahkan agar orang itu
dihukum mati (lihat 2 Sam. 1:14-15).
Kemudian Daud menggubah sebuah lagu untuk orang-
orang Yehuda agar dinyanyikan sebagai penghormatan
terhadap Saul dan para putranya. Dia melarang rakyat untuk
memberitakan hal itu di jalan-jalan dari kota Filistin agar
musuh jangan sampai bersukacita atas kematian itu. Dia
menyerukan agar tidak ada hujan atau tuaian di tempat Saul
tewas. Dia menyerukan seluruh Israel meratapi Saul. Ini
bukanlah hati dari orang yang terluka perasaannya. Orang
yang disakiti hatinya akan berucap, 'Dia memperoleh
hukuman yang patut diterimanya!
Daud bahkan bertindak lebih lanjut. Dia tidak
membunuh sisa keluarga Saul. Sebagai gantinya dia malah
menunjukkan keramahan terhadap mereka. Dia memberikan
tanah dan makanan kepada mereka dan mengizinkan seorang
keturunannya duduk bersantap di meja raja. Apakah ini
terdengar seperti tindakan seseorang yang terluka hatinya?
Walaupun Daud ditolak oleh seorang yang seharusnya
menjadi ayah kepadanya, dia tetap setia bahkan sampai
sesudah kematian Saul. Memang mudah untuk bersikap
73
setia kepada seorang pemimpin atau ayah yang mencintai
Anda, tetapi bagaimana terhadap seorang yang berniat
menghancurkan Anda? Maukah Anda menjadi seorang pria
atau wanita yang sepakat dengan hati Allah, atau maukah
Anda berusaha menuntut balas?
Ayahku, Ayahku!
74
Umpan blis
ADALAH BENAR BILA ALLAH MEMBALASKAN
HAMBANYA. NAMUN HAMBA MEMBALASKAN
UNTUK DIRINYA SENDIRI ADALAH SUATU
KESALAHAN.
Tuan Bevere, hari ini saya baru saja membaca buku Anda,
Umpan Iblis. Saya tak bisa berhenti membacanya! Ini
benar-benar satu buku terbaik yang pernah saya baca.
P. A., MISSOURI
75
5
LAHIRNYA PARA
PENGEMBARA ROHANI
"Dijauhkan 1UHAAlah kiranya dari padaku untuk
melakukan hal yang demikian kepada tuanku, kepada
orang yang diurapi 1UHAA, yakni menjamah dia,
sebab dialah orang yang diurapi 1UHAA. " Dan Daud
mencegah orang-orangnya dengan perkataan itu; dia
tidak mengizinkan mereka bangkit menyerang Saul.
1 Samuel 24:7-8
P
ada pasal yang terdahulu kita melihat betapa buruknya
Daud diperlakukan oleh orang yang telah diharapkannya
menjadi ayahnya. Daud terus mencoba memahami kesalahan
yang telah diperbuatnya. Apakah yang telah dilakukannya
sehingga hati Saul berbalik melawan dia, dan bagaimanakah
76
Umpan blis
cara dia dapat meraih hatinya kembali? Dia membuktikan
kesetiaannya dengan membiarkan Saul hidup walaupun
Saul dengan sengit mengejar dia.
Dia berseru kepada Saul dengan kepalanya sujud ke
tanah sambil berkata. 'Lihatlah bahwa tanganku bersih
dari kejahatan dan pengkhianatan dan aku tidak berdosa
kepadamu.
Setelah Daud menyadari bahwa dia telah menunjukkan
kesetiaannya kepada pemimpinnya, maka pikirannya
tenang. Kemudian dia mengetahui berita yang lebih buruk:
Saul masih berhasrat membunuh dirinya. Tetapi Daud
menolak untuk menangani orang yang berusaha mencabut
nyawanya, walaupun Allah telah melelapkan tidur seluruh
pasukan dan telah memberikan kepadanya seorang kawan
yang memohon izin untuk membunuh Saul. Bagaimanapun,
Daud merasa bahwa pasukan yang tertidur itu mempunyai
maksud lainmenguji hatinya.
Allah ingin melihat apakah Daud mau membunuh
untuk menetapkan kerajaannya, mengikuti aturan Saul, atau
mengizinkan Allah menetapkan takhtanya dalam kebenaran
selama-lamanya.
Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu
sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah
tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis:
Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan
menuntut pembalasan, rman Tuhan
(Roma 12:19).
Adillah bagi Allah untuk melakukan pembalasan bagi
hamba-hamba-Nya. Tidaklah adil bagi hamba-hamba-Nya
menuntut pembalasan sendiri. Saul adalah seorang yang
menuntut pembalasan sendiri. Dia mengejar Daud, seorang
yang terhormat, selama empat belas tahun dan membunuh
para imam dan keluarga mereka.
77
Ketika Daud berdiri di atas Saul yang tertidur, dia
menghadapi ujian yang penting. Itu akan menyingkapkan
apakah Daud masih mempunyai hati mulia seorang gembala
atau keresahan dari seorang Saul yang lain. Apakah dia
akan tetap menjadi seorang yang sesuai dengan hati Allah?
Pada awalnya sangatlah mudah bila kita main hakim sendiri
ketimbang menantikan tindakan Allah yang adil.
Allah menguji para hamba-Nya dengan kepatuhan.
Dia dengan sengaja menempatkan kita dalam situasi
yang standar agama dan masyarakatnya akan tampak
membenarkan tindakan-tindakan kita. Dia mengizinkan
orang-orang lain, terutama yang akrab dengan kita, untuk
mendorong semangat kita melindungi diri kita sendiri. Kita
bahkan mungkin berpendapat bahwa kita bersikap mulia dan
melindungi orang lain dengan menuntut pembalasan sendiri.
Tetapi, ini bukanlah cara Allah. Inilah cara kebijaksanaan
dunia. Ini bersiIat duniawi dan badani.
Ketika saya mempertimbangkan peluang yang ada pada
saya untuk rnenyingkapkan kesalahan pemimpin, atasan
saya, saya teringat bergumul dengan pikiran bahwa dia
mungkin akan menyakiti orang lain jika kesalahannya tidak
disingkapkan. Saya terus berpikir, 'Sava hanva melaporkan
kebenaran. Jika sava tidak melakukannva, bagaimana hal
ini akan berakhir?` Saya mendapat dorongan dari orang
lain untuk menyingkapkan kesalahannya.
Namun sekarang saya tahu bahwa Allah memberikan
keterangan itu kepada saya untuk sebuah alasan yaitu untuk
menguji saya. Apakah saya akan menjadi seperti orang yang
mencoba untuk menghancurkan saya? Ataukah saya akan
mengizinkan untuk hukuman atau kemurahan Allah jika
orang itu bertobat?
Lahirnya Para Pengembara Rohani
78
Umpan blis
BAGAIMANAKAH ALLAH DAPAT MEMAKAI
PEMIMPIN YANG KORUP?
Banyak orang bertanya, 'Mengapa Allah menempatkan
umat di bawah para pemimpin yang berbuat kesalahan
serius dan bahkan sebagian dari mereka jahat?
Simaklah masa kanak-kanak Samuel (lihat 1 Sam.
2-5). Allah, bukan Iblis, yang menempatkan pemuda ini di
bawah wewenang seorang Imam Eli yang korup dan kedua
putranya yang jahat, HoIni dan Pinehas, yang juga menjadi
imam. Orang-orang ini sangat jahat. Mereka mengambil
persembahan dengan cara manipulasi dan paksaan, dan
mereka melakukan perzinahan dengan para wanita yang
berhimpun di pintu Kemah Pertemuan.
Dapatkah Anda membayangkan jika Anda melayani
seorang hamba Tuhan yang menghayati kehidupan semacam
itu? Seorang pelayan Tuhan yang sedemikian tidak peka
terhadap hal-hal dari Roh sehingga dia tidak dapat menyadari
seorang wanita yang berdoa dan menuduhnya sedang
mabuk! Selera makannya sangat besar sehingga tubuhnya
terlampau gemuk. Komprominya sedemikian jauh sehingga
dia tidak berbuat apapun tentang putra-putranya, yang telah
diangkatnya sebagai pemimpin, ketika mereka berbuat zinah
di kabah.
Kebanyakan orang Kristen sekarang akan tersinggung
lalu mencari gereja lain, sambil memberitahukan kepada
orang-orang lain tentang gaya hidup yang Iasik dari
gembala mereka yang terdahulu dan para pemimpinnya. Di
tengah kebobrokan semacam itu, saya senang akan laporan
tentang perbuatan Samuel yang muda: 'Samuel yang muda
itu menjadi pelayan TUHAN di bawah pengawasan Eli (1
Sam. 3:1).
Tetapi kebobrokan itu mempunyai akibat buruk: 'Pada
masa itu frman TUHAN jarang; penglihatan-penglihatan
pun tidak sering (1 Sam. 3:1). Allah agaknya jauh dari
79
seluruh masyarakat Ibrani. Lampu Allah hampir padam di
rumah Tuhan. Namun, apakah Samuel pergi mencari tempat
lain untuk berbakti? Apakah dia pergi kepada para tua-tua
untuk menyingkapkan kejahatan Eli dan para putranya?
Apakah dia membentuk panitia untuk menyingkirkan Eli
dan para putranya dari penggembalaan? Tidak, dia melayani
Tuhan!
Allah telah menempatkan Samuel di sana, dan dia tidak
bertanggung jawab atas perilaku Eli atau putra-putranya.
Dia ditempatkan di bawah pengawasan mereka bukan untuk
menghakimi mereka melainkan untuk melayani mereka.
Dia tahu Eli adalah hamba Allah, bukan hambanya. Dia tahu
bahwa Allah sanggup sekali mengurus hamba-hamba-Nya
sendiri.
Anak-anak tidak mengoreksi para ayah. Tetapi para
ayah berkewajiban untuk mengajar dan mengoreksi anak-
anak. Kita harus menangani dan menghadapi orang-orang
yang telah diserahkan Tuhan kepada kita untuk diajar. Ini
adalah tanggung jawab kita. Mereka yang setingkat dengan
kita haruslah kita beri dorongan semangat dan menasihati
sebagai saudara. Tetapi pada pasal ini, seperti juga dengan
pasal yang terdahulu, saya membahas tanggapan kita
terhadap orang-orang yang menjadi atasan kita.
Samuel melayani pelayan yang diangkat Tuhan dengan
sebaik-baiknya tanpa tekanan untuk menghakimi atau
mengoreksinya. Hanya sekali saja Samuel mengucapkan
sepatah kata koreksi yaitu ketika Eli datang kepada Samuel
dan menanyakan isi nubuat yang telah diberikan Allah
kepadanya semalam sebelumnya. Tetapi bahkan pada waktu
itu perkataan itu bukanlah koreksi dari Samuel melainkan
dari Allah. Jika lebih banyak orang mau berpegang kepada
kebenaran ini, keadaan gereja-gereja kita akan menjadi
berbeda.
Lahirnya Para Pengembara Rohani
80
Umpan blis
GERE1A BUKANLAH KAFETARIA
Kaum pria dan wanita masa kini meninggalkan gereja
dengan mudah jika mereka melihat suatu kesalahan di
dalam kepemimpinan. Barangkali karena cara sang gembala
mengambil persembahan. Mungkin karena cara uang
itu dibelanjakan. Jika mereka tidak menyukai khotbah
yang disampaikan gembala, mereka pergi. Dia tak dapat
didekati atau dia terlalu akrab, daItar alasannya tidak
ada habis-habisnya. Daripada menghadapi kesulitan dan
mempertahankan harapan, mereka berlari ke tempat yang
agaknya tidak terdapat pertentangan.
Marilah kita menghadapi kenyataan: Hanya Yesus-lah
gembala yang sempurna. Jadi mengapa kita harus lari dari
kesulitan di Amerika dan bukannya menghadapinya dan
bekerja melaluinya? Bila kita tidak langsung mengatasi
pertentangan ini, maka kita biasanya pergi dengan perasaan
yang terluka. Terkadang kita mengatakan bahwa pelayanan
nubuatan kita tidak mendapat sambutan. Kita kemudian
pergi dari gereja ke gereja untuk mencari tempat yang
kepemimpinannya tidak bercacat cela.
Pada saat saya menulis buku ini, saya telah menjadi
anggota pada dua gereja saja di dua negara bagian
yang berlainan selama empat belas tahun terakhir ini.
Saya mempunyai lebih dari duamalahan banyak
kesempatan untuk menjadi tersinggung atau sakit hati
terhadap kepemimpinan atas diri saya (kebanyakan dari
hal itu, dapat saya tambahkan, bersumber pada kesalahan
atau ketidakdewasaan saya sendiri). Saya mempunyai
kesempatan untuk bersikap mengecam dan menghakimi
kepemimpinan; tetapi pergi meninggalkannya bukanlah
merupakan jawabannya. Di tengah-tengah situasi yang sulit,
pada suatu hari Tuhan berbicara kepada saya melalui sebuah
ayat Alkitab dan berkata, 'Inilah caranya Aku mau engkau
meninggalkan sebuah gereja:
81
Sungguh, kamu akan berangkat dengan sukacita, dan akan
diantarkan dengan damai (Yes. 55:12).
Kebanyakan orang tidak berangkat pergi dengan cara
ini. Mereka mengira gereja-gereja seperti kaIetaria; mereka
dapat mengambil dan memilih hal-hal yang disukai! Mereka
merasa bebas untuk tinggal asalkan tidak ada masalah.
Tetapi ini sama sekali tidak sesuai dengan ajaran Alkitab.
Bukanlah Anda yang memilih ke gereja mana Anda akan
pergi. Allahlah yang memilihnya! Alkitab tidak menyatakan,
'Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing
secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti vang
dikehendaki mereka.` Melainkan Alkitab menyatakan,
'Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota, masing-
masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti vang
dikehendaki-Nva`(1 Kor.12:18, penekanan ditambahkan).
Ingatlah jika Anda berada di tempat yang dikehendaki
Allah, maka Iblis akan berusaha menyakiti perasaan Anda
agar Anda pergi keluar. Dia ingin mencabut kaum pria
dan wanita dari tempat Allah rnenempatkan mereka. Jika
dia dapat menggeser Anda keluar, maka dia telah berhasil.
Jika Anda tak mau beringsut, walaupun di tengah-tengah
pertentangan besar, maka Anda akan merusak rencana Iblis.
TIPUAN DARI KECAMAN
Saya ada di suatu gereja selama beberapa tahun. Gembalanya
adalah salah seorang pendeta terbaik di Amerika. Ketika
pertama kali saya menghadiri kebaktian di gereja itu, saya
duduk dengan mulut ternganga keheranan karena ajaran
Alkitab yang disampaikannya.
Dengan berlalunya waktu, karena kedudukan saya dalam
melayani sang gembala, saya cukup dekat untuk melihat
kekurangan yang ada padanya. Saya meragukan sebagian
dari keputusannya dalam pelayanan. Saya jadi bersikap
mengecam dan menghakimi, dan mulailah timbul sakit hati.
Lahirnya Para Pengembara Rohani
82
Umpan blis
Dia berkhotbah, dan saya tidak merasakan inspirasi atau
urapan. Pemberitaannya tidak lagi memberikan pelayanan
bagi diri saya.
Pasangan lain yang merupakan kawan kami yang juga
menjadi staI agaknya merasakan hal serupa. Allah mengutus
mereka keluar dari gereja dan mereka memulai pelayanan
mereka sendiri. Mereka mengajak kami pergi bersama
mereka. Mereka tahu betapa beratnya kami bergumul.
Mereka mendorong kami untuk mengikuti panggilan yang
ada dalam kehidupan kami. Mereka menceritakan semua
kesalahan yang dilakukan oleh gembala ini, isterinya dan
kepemimpinannya. Kami saling menaruh simpati, merasa
putus asa dan terjebak.
Mereka tampaknya dengan tulus prihatin terhadap
kesejahteraan kami. Tetapi pembahasan kami hanya
mengobarkan api ketidakpuasan dan sakit hati. Seperti
yang dilukiskan Amsal 26:20, 'bila kayu habis, padamlah
api; bila pemftnah tak ada, redalah pertengkaran. Ucapan
mereka kepada kami mungkin merupakan keterangan yang
tepat, tetapi salah di mata Allah karena hal itu menambahkan
kayu untuk mengobarkan api sakit hati di dalam diri mereka
maupun diri kami.
'Kami tahu Anda seorang hamba Allah, 'kata mereka
kepada saya. 'Itulah sebabnya Anda mengalami masalah
yang Anda rasakan di tempat ini. Kedengarannya baik.
Kami, suami isteri, saling berkata, 'Itulah persoalannya. Kita
ada dalam situasi buruk. Kita perlu pergi keluar. Gembala ini
dan isterinya mengasihi kita. Mereka akan menggembalakan
kita. Jemaat di gereja mereka akan menyambut kita dan
pelayanan yang telah diberikan Allah kepada kita.
Kami meninggalkan gereja pertama kami dan mulai
menghadiri gereja dari pasangan ini tetapi hanya beberapa
bulan saja. Walaupun kami menyangka telah melarikan diri
dari masalah kami, kami memperhatikan bahwa masih ada
pergumulan bagi kami. Roh kami tidak bersukacita. Kami
83
terikat pada kekhawatiran akan menjadi seperti hal yang
kami tinggalkan. Agaknya segala sesuatu yang kami lakukan
itu terpaksa dan tidak wajar. Kami tak dapat menyesuaikan
diri dengan aliran Roh. Kini bahkan hubungan kami dengan
gembala yang baru dan isterinya mengalami ketegangan.
Akhirnya saya tahu bahwa kami harus kembali ke gereja
kami yang semula. Ketika kami melakukannya, kami segera
tahu bahwa kami kembali kepada kehendak Allah, walaupun
tampaknya bahwa kami lebih diterima dan dikasihi di tempat
lain. Kemudian, Allah mengejutkan saya. 'John, Aku tak
pernah mengatakan kepadamu untuk meninggalkan gereja
ini. Engkaulah yang pergi karena sakit hati!
Ini bukanlah kesalahan dari gembala lain itu dan
isterinya, melainkan kesalahan kami. Mereka memahami
kekecewaan dan berusaha membereskan persoalan serupa di
hati mereka sendiri. Bila Anda keluar dari kehendak Allah,
maka Anda takkan menjadi berkat atau pertolongan kepada
gereja mana pun. Bila Anda keluar dari kehendak Allah,
bahkan hubungan-hubungan baik pun akan menjadi tegang.
Kami telah ada di luar kehendak Allah.
Orang yang sakit hatinya bereaksi terhadap situasi dan
melakukan hal-hal yang tampaknya benar walaupun tidak
diilhami oleh Allah. Kita tidak. dipanggil untuk bereaksi
melainkan untuk beraksi.
Jika kita patuh kepada Allah dan telah berusaha
mencari Dia, dan Dia tidak berbicara, maka tahukah Anda
apakah jawabannya? Dia mungkin berkata, 'Tinggallah di
tempatmu. Jangan mengubah apa-apa.
Sering bila kita merasakan tekanan maka kita mencari
sepatah kata dari Allah untuk mendatangkan kelegaan
kepada kita. Tetapi Allah mengizinkan kita dalam pencobaan
yang sangat tidak menyenangkan ini untuk mendewasakan,
menghaluskan dan menguatkan, bukan menghancurkan
kita!
Lahirnya Para Pengembara Rohani
84
Umpan blis
Dalam waktu sebulan saya telah mendapat kesempatan
untuk menjumpai gembala dari gereja saya yang semula.
Saya menyesali sikap mengecam dan membangkang. Dengan
ramah dia memaaIkan saya. Hubungan kami dipererat, dan
sukacita kembali ke dalam hati saya. Saya segera mulai
menerima pelayanan penggembalaan dari mimbar lagi dan
saya tinggal di gereja itu selama bertahun-tahun.
YANG DITANAM BERTUNAS
Alkitab menyatakan dalam Mazmur 92:14, 'Mereka yang
ditanam di bait Tuhan akan bertunas di pelataran Allah kita.
(Penekanan ditambahkan).
Perhatikanlah bahwa orang-orang yang bertunas itu
'ditanam di rumah Tuhan. Apakah yang terjadi atas
tanaman jika Anda mencangkokkannya setiap tiga minggu?
Kebanyakan dari Anda tahu bahwa sistem akamya akan
berkurang, dan pohon itu takkan mekar atau berhasil. Jika
Anda terus mencangkoknya, maka tanaman itu akan mati
karena kejutan!
Banyak orang pergi dari gereja ke gereja, kelompok
pelayanan ke kelompok pelayanan, dalam usaha
mengembangkan pelayanan mereka. Jika Allah menempatkan
mereka di suatu tempat yang membuat mereka tidak dikenal
atau tawar bati, maka dengan mudah mereka tersinggung.
Jika mereka tidak setuju dengan cara sesuatu dilaksanakan,
mereka tersinggung lalu pergi. Mereka kemudian pergi
sambil menyalahkan kepemimpinan yang ada. Mereka
buta terhadap kekurangan dari siIat mereka dan tidak sadar
bahwa Allah hendak memurnikan dan mendewasakan siIat
itu melalui tekanan yang dialaminya.
Baiklah kita belajar dari contoh-contoh yang diberikan
Allah dengan tanaman dan pepohonan. Bila sebatang pohon
buah ditanarnkan di tanah maka pohon itu harus menghadapi
badai hujan, panas terik dan angin. Jika sebatang pohon
85
muda dapat berbicara, maka itu mungkin berkata, 'Tolong
keluarkan aku dari sini! Tanamkan aku di tempat yang tidak
ada panas terik atau angin ribut!
Jika pekebun itu mengabulkan permintaan pohon
itu, maka dia akan merusak pohon itu. Pepohonan
bertahan terhadap terik matahari dan badai hujan dengan
mengirimkan akar-akarnya menghunjam makin dalam ke
tanah. Kesukaran yang dihadapinya akhirnya merupakan
sumber kemantapannya. Kekerasan unsur alam yang
mengelilinginya menyebabkan pohon itu mencari sumber
kehidupan yang lain. Pada suatu hari kelak pohon itu akan
mencapai taraI di mana bahkan badai terhebat sekalipun
takkan dapat memengaruhi kemampuannya untuk
menghasilkan buah.
Saya tinggal di Florida, suatu kota yang terkenal dengan
jeruknya. Kebanyakan penduduk Florida tahu bahwa
semakin dingin musim dinginnya bagi pepohonan, semakin
manis rasa jeruknya. Jika kita tidak berlari terlalu cepat dari
pertentangan rohani, maka sistem akar kita akan mendapat
kesempatan menjadi semakin kuat dan semakin dalam, dan
buah kita akan banyak dan lebih manis dipandang Tuhan
dan lebih lezat bagi citarasa umat-Nya! Kita akan menjadi
pepohonan yang dewasa yang disukai Tuhan, bukannya
pepohonan yang dicabut karena tidak menghasilkan buah
(Luk. 13:6-9). Kita tidak seharusnya melawan hal yang
dikirim Tuhan untuk mendewasakan kita.
Pemazmur Daud yang diilhami Roh Kudus menyebutkan
hubungan yang kuat antara perasaan terluka, hukum Allah
dan pertumbuhan rohani kita. Dia menulis Mazmur 1:
Berbahagialah orang yang kesukaannya ialah
Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu
siang dan malam
(Maz 1:1-2).
Lahirnya Para Pengembara Rohani
86
Umpan blis
Kemudian dalam Mazmur 119:165 dia semakin
memberikan wawasan pada orang-orang yang mencintai
hukum-hukum Allah.
Besarlah ketenteraman pada orang-orang yang
mencintai (atau menyukai) Taurat-Mu, tidak ada
yang dapat menyakiti hati mereka
(King James Version, penekanan ditambahkan).
Ayat 3 dari Mazmur 1, akhirnya melukiskan nasib baik
dari orang semacam itu.
Dia seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air,
yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan
yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya
berhasil.
(Penekanan ditambahkan).
Dengan kata lain, seorang percaya yang memilih untuk
menyukai Firman Allah di tengah-tengah kesukaran akan
terhindar dari sandungan atau perasaan yang terluka. Orang itu
akan seperti sebatang pohon yang akar-akamya menghunjam
dalam ke tempat di mana Roh menyediakan kekuatan dan
persediaan makanan. Dia akan menimba dari sumur Allah
jauh di dalam rohnya. Ini akan mendewasakannya sampai
pada taraI yang membuat kesukaran kini akan menjadi
perangsang untuk menghasilkan buah. Haleluya!
Kini kita mendapat wawasan dari taIsiran Yesus
mengenai perumpamaan penabur.
Inilah mereka yang ditabur di tanah berbatu-batu;
yang bila mereka telah mendengar rman, segera
menerimanya dengan gembira; dan tidak berakar
dalam diri mereka, dan dengan demikian bertahan
hanya sebentar: kemudian, bila penderitaan atau
penganiayaan timbul karena rman, segera hatl
mereka terluka
(Mark. 4: 16-17, King James,
penekanan ditambahkan).
87
Sekali Anda meninggalkan tempat yang telah dipilih
Allah untuk Anda, maka sistem perakaran Anda mulai
mengerdil. Selanjutnya akan lebih mudah bagi Anda untuk
lari dari kesukaran karena Anda telah berhati-hati untuk
tidak mengakarkan diri Anda dalam-dalam. Anda akhirnya
mencapai tempat di mana Anda hanya mempunyai sedikit
kekuatan atau sama sekali tidak kuat untuk bertahan dalam
penderitaan atau penganiayaan.
Anda kemudian menjadi seorang pengembara rohani
yang berkelana dari satu tempat ke tempat lain, dengan rasa
curiga dan takut bahwa orang lain akan memperlakukan
Anda dengan buruk. Dengan kelumpuhan dan hambatan
pada kesanggupan Anda untuk menghasilkan buah rohani
yang sejati, maka Anda bergumul dalam suatu kehidupan
yang berpusatkan diri sendiri, dengan memakan sisa-sisa
dari buah orang lain.
Simaklah Kain dan Habel, putra-putra pertama dari
Adam. Kain membawa persembahan kepada Tuhan dari
pekerjaan tangannya sendiri, buah dari kebun anggurnya.
Itu dihasilkan dengan kerja keras. Dia harus rnembersihkan
tanah dari bebatuan, tunggul-tunggul dan puing-puing
lainnya. Dia harus membajak dan mengolah tanah. Dia
harus menanam, menyiram, memupuk dan melindungi
tuaiannya. Dia mengerahkan banyak usahanya dalam
pelayanan kepada Allah. Tetapi itu adalah pengorbanannya
sendiri, bukannya kepatuhan terhadap jalan Allah. Itu
melambangkan penyembahan kepada Allah dengan
kekuatan dan kemampuan sendiri dan bukannya dengan
anugerah Allah.
Habel, sebaliknya, membawa persembahan dari
kepatuhan, anak sulung pilihan dari kawanan dombanya
dan lemaknya. Dia tidak bekerja keras seperti Kain untuk
menghasilkannya, tetapi hal itu berharga baginya. Kedua
saudara itu telah mendengar betapa gigihnya ibu dan ayah
mereka berusaha menutupi ketelanjangan mereka dengan
Lahirnya Para Pengembara Rohani
88
Umpan blis
dedaunan ara yang melambangkan pekerjaan mereka sendiri
untuk menutupi dosa mereka. Tetapi Allah memperagakan
korban yang dapat diterima dengan menutupi Adam dan
Hawa dengan kulit binatang yang tak bersalah. Adam dan
Hawa tidak mengetahui tentang penutup dosa mereka yang
tak dapat diterima ini. Tetapi setelah cara Allah diperlihatkan
maka mereka tidak lagi bodoh, dernikian juga anak-anak
mereka.
Kain telah berusaha rnendapatkan penerimaan Allah
terlepas dari nasihat-Nya, Allah menanggapi dengan
menunjukkan bahwa Dia akan menerima orang-orang yang
datang kepada-Nya dengan standar anugerah-Nya (korban
Habel) dan akan menolak usaha di bawah kekuasaan
'pengetahuan baik dan jahat (karya keagamaan Kain). Dia
kemudian memberi petunjuk kepada Kain bahwa jika dia
berbuat baik maka dia akan diterima: tetapi jika dia tak mau
rnemilih kehidupan, maka dosa akan rnenguasai dirinya.
Kain merasa hatinya dilukai oleh Tuhan. Bukannya
bertobat dan melakukan hal yang benar, ia malah
mengizinkan situasi ini memperkuat siIatnya, dan ia
melepaskan kemarahannya dan sakit hatinya terhadap Allah
dengan membunuh Habel. Allah berkata kepada Kain:
Maka sekarang terkutuklah engkau, terbuang jauh
dari tanah yang mengangakan mulutnya untuk
menerima darah adikmu itu dari tanganmu. Apabila
engkau mengusahakan tanah itu, maka tanah
itu tidak akan memberikan hasil sepenuhnya lagi
kepadamu; engkau menjadi seorang pelarian dan
pengembara di bumi
(Kej. 4:11-12, penekanan ditambahkan).
Hal yang paling ditakuti Kain yaitu ditolak oleh Allah,
dia datangkan sebagai hukuman atas dirinya sendiri.
Sarana yang melaluinya dia berusaha untuk mendapatkan
persetujuan Allah kini dikutuki oleh tangannya sendiri.
89
Penumpahan darah kini mendatangkan kutuk. Tanah tidak
lagi menyuguhkan kekuatannya kepadanya. Buah hanya
akan dihasilkan melalui usaha yang gigih.
Orang-orang Kristen yang sakit hati juga mengikis
kesanggupannya sendiri untuk menghasilkan buah. Yesus
membandingkan hati dengan tanah dalam perumpamaan
penabur. Seperti ladang Kain yang tandus, tanah hati yang
terluka itu juga tandus, diracuni oleh kepahitan. Orang
yang disakiti hatinya masih mengalami mukjizat, kata-kata
pertuturan, pemberitaan yang kuat dan penyembuhan dalam
hidup mereka. Tetapi ini adalah karunia Roh, bukan buah-
buah. Karunia itu diberikan. Buah itu dibudidayakan.
Perhatikanlah bahwa Allah mengatakan Kain
akan menjadi pelarian dan pengembara sebagai akibat
tindakannya. Ada banyak pelarian dan pengembara
rohani di gereja-gereja kita sekarang. Karunia mereka
untuk menyanyi, berkhotbah, bernubuat dan sebagainya
tidak diterima oleh kepemimpinan dalam gereja mereka
sebelumnya, jadi mereka pun pergi. Mereka berlari tanpa
tujuan dan membawa perasaan yang terluka, sambil mencari
gereja sempurna yang akan menerima karunia mereka dan
menyembuhkan sakit hati mereka.
Mereka merasa terpukul habis-habisan dan teraniaya.
Mereka merasa seolah-olah dirinya adalah para Yeremia
zaman modern. Itu merupakan kasus 'hanya mereka dan
Allah sedangkan semua orang lain berusaha menyerang
mereka. Mereka menjadi tidak dapat diajar. Mereka
mengalami hal yang saya namakan suatu perasaan teraniaya:
'Setiap orang siap menerkam aku. Mereka menghibur diri
dengan menyatakan bahwa mereka adalah orang kudus atau
nabi Allah yang teraniaya. Mereka mencurigai setiap orang.
Inilah tepatnya yang terjadi pada diri Kain. Perhatikanlah
ucapannya:
Lahirnya Para Pengembara Rohani
90
Umpan blis
Aku seorang pelarian dan pengembara di bumi:
maka barangsiapa yang akan bertemu dengan aku,
tentulah akan membunuh aku
(Kej. 4:14, penekanan ditambahkan).
Perhatikanlah bahwa Kain mempunyai perasaan
teraniayasetiap orang siap menyergap dirinya! Hal itu
sama di masa kini. Orang-orang yang sakit hati yakin setiap
orang siap untuk menyergap mereka. Dengan sikap ini maka
sukarlah bagi mereka untuk melihat segi-segi dalam hidup
mereka yang memerlukan perubahan. Mereka mengasingkan
diri dan memperlakukan diri dengan cara yang mengundang
perlakuan kasar.
Orang yang menyendiri, mencari keinginannya,
amarahnya meledak terhadap setiap pertimbangan
(Ams. 18:1).
Allah tak pernah menciptakan kita untuk hidup
terpisah dan tidak saling mengandalkan satu sama lain.
Dia menghendaki anak-anak-Nya saling memedulikan
dan mengasuh sesamanya. Dia kecewa bila kita merajuk
dan merasa iba-diri, dengan memaksa setiap orang lain
bertanggung jawab atas kebahagiaan kita. Dia menghendaki
kita menjadi anggota-anggota keluarga. Dia menginginkan
kita memperoleh hidup kita dari Dia. Seorang yang terpisah
hanya mencari keinginannya sendiri, bukan kehendak Allah.
Dia tidak menerima nasihat dan menyiapkan dirinya untuk
ditipu.
Saya tidak berbicara tentang masa yang di dalamnya
Allah memanggil perorangan secara terpisah untuk
memperlengkapi dan menyegarkan mereka. Saya
menerangkan tentang orangorang yang telah memenjarakan
diri mereka sendiri. Mereka mengembara dari gereja ke
gereja, dari hubungan ke hubungan, dan mengasingkan diri
dalam dunia mereka sendiri. Mereka menyangka bahwa
semua orang yang tidak sepakat dengan mereka itu salah
dan menentang mereka. Mereka melindungi diri di dalam
91
pengasingan mereka dan merasa aman dalam lingkungan
terkendali yang telah ditetapkan oleh mereka sendiri.
Mereka tidak lagi harus berhadapan dengan kekurangan
yang ada pada siIat mereka. Gantinya menghadapi kesulitan-
kesulitan, mereka malah berusaha melarikan diri dari
ujian. Pengembangan siIat yang datang hanya bila mereka
menyelesaikan pertentangan dengan orang lain menjadi
hilang pada saat daur sakit hati itu mulai lagi.
Lahirnya Para Pengembara Rohani
92
Umpan blis
SAKIT HATI MEMBUAT ANDA
TIDAK MELIHAT KEKURANGAN KARAKTER
ANDA KARENA KESALAHAN
TERTANGGUHKAN KEPADA YANG LAIN.
Sebagai pasangan, kami menyimpan banyak dendam
dan luka bertahun-tahun. Kami berada pada tingkat
di mana kami hanya memiliki sedikit teman, dan saya
merasa terisolasi dan tidak dicintai meskipun saya selalu
setia mengikuti sebuah gereja yang baik sekali. Lalu
saya membaca buku Anda, Umpan Iblis, dan segalanya
berubah. Saya berhadapan langsung dengan kesalahan-
kesalahan dan dendam saya, dan dengan pertolongan
Allah, saya dibebaskan.
C. G., BELFAST, IRELAND
93
6
BERSEMBUNYI DARI KENYATAAN
Walaupun (mereka) selalu ingin diajar, namun tidak
pernah dapat mengenal kebenaran.
2 1imotius 3:7
S
aya sering ditanya, 'Bilakah saya harus meninggalkan
suatu gereja atau kelompok pelayanan? Harus sampai
berapa burukkah keadaannya? Saya menanggapi,
'Siapakah yang mengutus Anda ke gereja yang sekarang
Anda kunjungi?
Paling sering mereka menjawab, 'Allah yang mengutus.
'Jika Allah yang mengutus Anda, sahut saya, 'janganlah
meninggalkannya sebelum Allah melepas Anda. Jika Tuhan
94
Umpan blis
berdiam diri, Dia sering berkata, Janganlah mengubah
apa-apa. Janganlah pergi. Tinggallah di tempat yang telah
Kutunjukkan padamu!`
Bila Allah memerintahkan Anda untuk pergi, maka
Anda akan berangkat dengan damai, apapun keadaan dari
pelayanan itu.
Sungguh, kamu akan berangkat dengan sukacita dan
akan diantarkan dengan damai
(Yes. 55:12).
Karena itu, keberangkatan Anda takkan didasarkan atas
tindakan atau perilaku orang lain melainkan atas pimpinan
Roh. Jadi meninggalkan pelayanan bukanlah dilandasi atas
betapa buruknya keadaan.
Berangkat dengan perasaan terluka atau roh kecaman
bukanlah merupakan rencana Allah. Itu merupakan reaksi
dan bukannya aksi atau tindakan menurut tuntutan-Nya.
Roma 8:14 menyatakan, 'Semua orang yang dipimpin
Roh Allah, adalah anak Allah. Perhatikanlah bahwa tidak
dinyatakan, 'Semua orang yang bereaksi terhadap situasi
yang sulit adalah anak Allah.
Hampir setiap kali kata anak digunakan dalam Perjanjian
Baru, itu berasal dari dua kata Yunani: teknon dan huios.
Defnisi yang benar untuk kata teknon ialah 'seorang yang
menjadi anak karena kelahiran.
1
Ketika putra saya, Addison, lahir, dia adalah putra dari
John Bevere berdasarkan kenyataan bahwa dia berasal dari
saya dan isteri saya. Ketika dia berada di ruang anak-anak
di tengah-tengah semua bayi yang baru lahir, Anda tak dapat
mengenal dia sebagai putra saya melalui kepribadiannya.
Ketika para sahabat dan keluarga datang berkunjung, mereka
tak dapat menemukannya kecuali melalui tanda nama yang
ada di atas tempat tidurnya. Dia tak memiliki apa pun yang
dapat membedakannya. Addison dapat dianggap sebagai
teknon dari John Bevere dan Lisa Bevere.
95
Kita menemukan teknon digunakan dalam Roma 8:15-
16. Disebutkan demikian karena kita telah menerima roh
adopsi (anak angkat). 'Roh itu bersaksi bersama-sama
dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak (teknon)
Allah. Bila seseorang menerima Yesus Kristus sebagai
Tuhan, dia adalah anak Allah melalui kenyataan dari
pengalaman kelahiran baru (lihat Yohanes 1:12).
Kata Yunani lain yang diterjemahkan anak dalam
Perjanjian Baru ialah huios. Sering kata ini digunakan dalam
Perjanjian Baru untuk melukiskan 'seorang yang dapat
dikenal sebagai anak karena dia memperlihatkan watak atau
tabiat dari orang tuanya.
2
Sementara Addison putra saya bertumbuh maka dia
mulai tampak dan bertindak seperti ayahnya. Ketika Addison
berusia enam tahun, Lisa dan saya mengadakan perjalanan
dan meninggalkannya bersama dengan kedua orang tua saya.
Ibu saya mengatakan kepada isteri saya bahwa Addison
hampir seperti salinan dari ayahnya. Kepribadiannya sama
seperti kepribadian saya ketika saya seusianya. Dia sekarang
dapat dikenali sebagai putra John Bevere, bukan hanya dari
kenyataan kelahirannya, melainkan juga oleh watak dan
kepribadian yang mirip watak dan kepribadian saya.
Jadi, untuk menjelaskan secara sederhana, kata Yunani
teknon berarti 'bayi-bayi atau anak-anak yang tidak
dewasa dan kata Yunani huios paling sering digunakan
untuk melukiskan 'anak-anak dewasa.
3
Roma 8:14 berbunyi: 'Semua orang yang dipimpin Roh
Allah adalah anak-anak (huios) Allah. Kita dapat melihat
dengan jelas bahwa anak-anak dewasalah yang dipimpin
oleh Roh Allah. Orang-orang Kristen yang tidak dewasa
lebih sedikit kemungkinannya untuk mengikuti pimpinan
Roh Allah. Sering mereka bereaksi atau menanggapi situasi
yang dihadapinya dengan perasaan atau akal mereka.
Mereka belum belajar untuk bertindak hanya sesuai dengan
pimpinan Roh Allah.
Bersembunyi dari Kenyataan
96
Umpan blis
Sementara Addison bertumbuh, dia akan semakin maju
dalam pengembangan watak. Semakin dia menjadi dewasa,
semakin banyak tanggung jawab yang akan saya percayakan
kepadanya. Keliru baginya untuk tetap dalam keadaan tidak
dewasa. Bukanlah kehendak Allah agar kita tetap menjadi
bayi-bayi.
Salah satu cara watak atau tabiat putra saya Addison
berkembang ialah dengan menghadapi situasi yang sulit.
Ketika dia mulai masuk sekolah dia berjumpa dengan
beberapa anak penggertak. Saya mendengar beberapa
hal yang dilakukan dan diucapkan oleh anak-anak
kasar ini terhadap putra saya, dan saya ingin pergi dan
membereskannya. Tetapi saya tahu itu merupakan hal yang
keliru. Campur tangan saya akan merintangi pertumbuhan
Addison.
Jadi kami, suami isteri, terus menasihatinya di rumah,
mempersiapkannya untuk menghadapi penganiayaan di
sekolah. Dia bertumbuh wataknya dengan mematuhi nasihat
kami di tengah-tengah penderitaannya.
Ini serupa dengan tindakan yang dilakukan Allah dengan
diri kita. Alkitab menyatakan, 'Dan sekalipun Dia (Yesus)
adalah Anak (Huios), Dia telah belajar menjadi taat dari apa
yang telah diderita-Nya (Ibr. 5:8, penekanan ditambahkan).
Pertumbuhan jasmani adalah tugas dari waktu. Tidak ada
anak dua tahun yang tinggi badannya 1,8 meter. Pertumbuhan
kecerdasan adalah tugas dari belajar. Pertumbuhan rohani
bukanlah tugas dari waktu atau belajar, melainkan tugas dari
kepatuhan. Kini simaklah ucapan Petrus:
Jadi karena Kristus telah menderita penderitaan
badani, kamu pun harus juga mempersenjatai dirimu
dengan pikiran yang demikian, karena barangsiapa
telah menderita penderitaan badani, dia telah
berhenti berbuat dosa
(1 Ptr. 4:1, penekanan ditambahkan).
97
Seseorang yang telah berhenti berbuat dosa adalah
seorang anak Allah yang sempurna taatnya. Dia telah dewasa.
Dia memilih jalan Allah, bukan jalannya sendiri. Seperti
Yesus telah belajar patuh atau taat melalui penderitaan-Nya,
kita belajar taat melalui keadaan sulit yang kita hadapi.
Bila kita mematuhi frman Allah yang diucapkan oleh Roh
Kudus, maka kita akan bertumbuh dan dewasa pada masa
pertentangan dan penderitaan. Pengetahuan kita tentang
Alkitab bukanlah kuncinya. Kepatuhanlah kuncinya.
Sekarang kita memahami salah satu alasan dari adanya
orang-orang di dalam gereja yang telah menjadi Kristen
selama dua puluh tahun, yang dapat mengutip ayat dan pasal
Alkitab, telah mendengar ribuan khotbah dan membaca
banyak buku, tetapi masih mengenakan popok rohani.
Setiap kali mereka menjumpai situasi yang sulit, mereka
bukannya menanggapi dengan Roh Allah, mereka malah
berusaha melindungi diri dengan cara mereka sendiri.
Mereka selalu belajar tetapi tak pernah sampai kepada
pengenalan akan kebenaran (2 Tim. 3:7). Mereka tak pernah
sampai kepada pengenalan akan kebenaran karena mereka
tidak menerapkannya.
Kebenaran harus diizinkan melakukan kehendaknya
di dalam hidup kita jika kita mau bertumbuh dan menjadi
dewasa. Tidaklah cukup untuk memberikan persetujuan
mental terhadap kebenaran tanpa mematuhinya. Walaupun
kita terus belajar, kita tak pernah menjadi dewasa akibat dari
ketidakpatuhan.
PEN1AGAAN DIRI
Dalih umum untuk adanya penjagaan diri melalui
ketidakpatuhan ialah perasaan yang dilukai. Ada pengertian
palsu dari perlindungan diri karena menyimpan rasa sakit
hati. Itu menahan Anda untuk melihat kekurangan dari watak
Anda sendiri karena kesalahan itu dibebankan pada orang
lain. Anda tak pernah harus menghadapi peranan Anda,
Bersembunyi dari Kenyataan
98
Umpan blis
ketidakdewasaan Anda atau dosa Anda karena Anda hanya
melihat kesalahan dari orang yang melukai perasan itu.
Karena itu usaha Allah untuk mengembangkan watak Anda
melalui pertentangan ini sekarang terbengkalai. Orang yang
terluka perasaannya akan menghindari penyebab sakit hati
dan akhirnya melarikan diri, menjadi seorang pengembara
rohani.
Belum lama berselang, seorang wanita mengatakan
kepada saya tentang seorang temannya yang meninggalkan
sebuah gereja dan mulai menghadiri kebaktian di gereja lain.
Dia mengundang gembala yang baru untuk makan malam.
Dalam percakapan mereka, sang gembala menanyakan
sebab wanita itu meninggalkan gerejanya yang pertama.
Wanita itu mengatakan kepadanya tentang semua masalah
dalam kepemimpinan pada gerejanya yang terdahulu.
Gembala itu mendengarkan dan berusaha menghiburnya.
Dari pengalaman, saya tahu bahwa akan merupakan hal yang
bijaksana bagi gembala itu untuk membesarkan hati wanita
itu dengan Firman Allah dalam menangani sakit hati dan
sikapnya yang mengecam. Jika perlu, gembala seharusnya
menyarankan agar dia kembali ke gerejanya yang pertama
sampai Tuhan melepaskannya dengan damai.
Bila Allah melepaskan Anda dengan damai, Anda
takkan mempunyai tekanan untuk membenarkan
keberangkatan Anda ke tempat lain. Anda takkan berada
di bawah tekanan untuk menghakimi atau dengan kecaman
mengungkapkan masalah dari gereja Anda yang terdahulu.
Saya tahu takkan lama dia akan menanggapi gembala
baru ini dan kepemimpinannya dengan cara seperti yang
dilakukannya terhadap gembalanya yang terdahulu. Bila
kita mempertahankan perasaan terluka di hati kita, maka
kita menyaring segala sesuatu melalui rasa sakit hati itu.
Ada sebuah perumpamaan tua yang tepat untuk situasi
ini. Dahulu ketika para pemukim sedang berpindah ke bagian
Barat Amerika, seorang bijaksana berdiri di sebuah bukit
99
di luar sebuah kota Barat yang baru. Ketika para pemukim
datang dari Timur, pria bijaksana itu adalah orang pertama
yang dijumpai mereka sebelum ke tempat pemukiman itu.
Mereka menanyakan tentang keadaan penduduk kota itu.
Dia menjawab mereka dengan sebuah pertanyaan:
'Bagaimana penduduk kota yang baru Anda sekalian
tinggalkan?
Sebagian menjawab, 'Kota yang kami tinggalkan
itu jahat. Penduduknya adalah para penggunjing yang
memanIaatkan orang-orang yang tak bersalah. Kota itu
penuh dengan pencuri dan pembohong.
Orang bijak itu menyahut, 'Kota ini sama dengan kota
yang Anda tinggalkan.
Mereka berterima kasih kepada pria itu karena
menyelamatkan mereka dari kesulitan yang baru saja mereka
tinggalkan. Mereka kemudian bergerak terus semakin
ke barat.
Kemudian kelompok pemukim tetap lainnya tiba dan
mengajukan pertanyaan serupa: 'Bagaimana keadaan kota
ini?
Orang bijak itu bertanya lagi, 'Bagaimana keadaan kota
yang Anda sekalian tinggalkan?
Mereka menyahut, 'Baik sekali! Kami mempunyai
banyak sahabat akrab di sana. Setiap orang saling
memikirkan kepentingan orang lain. Tidak ada yang
mengalami kekurangan karena semua saling mempedulikan
sesamanya. Jika ada seseorang melakukan sebuah proyek
besar, seluruh masyarakat berhimpun untuk membantu.
Meninggalkan kota itu merupakan suatu keputusan yang
berat, tetapi kami merasa terdorong untuk menyediakan
jalan bagi generasi masa depan dengan berangkat ke arah
Barat sebagai rombongan perintis.
Pria bijaksana itu menjawab kepada mereka tepat seperti
yang dikatakannya kepada kelompok lain itu: 'Kota ini
Bersembunyi dari Kenyataan
100
Umpan blis
serupa dengan kota yang baru Anda sekalian tinggalkan.
Orang-orang ini menanggapi dengan sukacita, 'Marilah
kita menetap di sini!
Pandangan mereka tentang hubungan masa lalu mereka
merupakan jangkauan mereka bagi hubungan masa depan
mereka.
Cara Anda meninggalkan suatu gereja atau hubungan
di masa lalu, merupakan cara Anda memasuki gereja atau
hubungan Anda berikutnya. Yesus bersabda dalam Yohanes
20:23, 'Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya
diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap
ada, dosanya tetap ada.
Kita tetap melestarikan dosa orang lain bila kita
menyimpan sakit hati dan menaruh dendam. Jika kita
meninggalkan suatu gereja atau suatu hubungan dalam
keadaan dendam dan pahit, kita akan memasuki gereja atau
hubungan selanjutnya dengan sikap yang serupa. Akan lebih
mudah untuk meninggalkan hubungan kita selanjutnya bila
masalah-masalah muncul lagi. Kita bukan hanya berurusan
dengan sakit hati yang terjadi dalam hubungan yang baru,
melainkan juga dengan sakit hati dari hubungan yang
terdahulu.
Statistik menyatakan 60 sampai 65 persen dari orang-
orang yang bercerai mengalami perceraian lagi setelah
mereka menikah lagi.
4
Cara seseorang meninggalkan
pernikahan pertama mereka, menentukan jalan memasuki
pernikahan mereka yang kedua. Sikap tidak memaaIkan
yang ditunjukkan mereka kepada pasangan mereka yang
pertama merintangi masa depan mereka untuk pasangan
yang kedua. Dalam hal menyalahkan orang lain mereka buta
terhadap peranan mereka sendiri atau terhadap tabiat mereka
yang salah. Hal yang semakin memperburuk keadaan, kini
mereka telah mempunyai tambahan rasa takut akan disakiti.
Asas ini tidak terbatas pada hubungan pernikahan dan
101
perceraian. Ini dapat berlaku pada semua jenis hubungan.
Seorang pria yang sebelumnya sudah bekerja untuk pendeta
lain datang bekerja untuk kelompok pelayanan kami. Dia
telah dilukai perasaannya oleh pimpinannya yang pertama
ini: tetapi setelah beberapa waktu lamanya, saya merasa
Tuhan menuntun saya untuk meminta kepadanya datang
bekerja bersama kami. Saya yakin dia sedang dalam proses
mengatasi hatinya yang terluka.
Saya menelepon pemimpinnya yang dahulu dan
menyampaikan rencana saya untuk mempekerjakannya. Dia
mendorong saya dan menganggap itu merupakan niat baik
karena dia tahu saya mempedulikan mereka berdua. Dia
yakin penyembuhannya dapat dituntaskan selagi dia bekerja
bersama kami. Saya mengatakan kepada kedua orang itu
bahwa doa saya ialah untuk pemulihan dan penyembuhan
hubungan mereka.
Ketika pria itu bergabung dalam kelompok pelayanan
kami, segera saja timbul masalah. Saya menangani persoalan
itu hanya untuk merasa lega sementara saja. Agaknya dia
tak dapat melangkah lebih jauh dari kegagalannya dalam
hubungannya yang terdahulu. Hal itu terus-menerus
menghantuinya lagi. Dia bahkan menuduh saya melakukan
hal ini serupa dengan yang dilakukan oleh mantan
pemimpinnya.
Saya merasa sedih karena kesejahteraan pria ini bagi saya
lebih penting ketimbang pekerjaan yang dapat dilakukannya
bagi saya sebagai pegawai. Saya membuat kekecualian bagi
dirinya (dalam hal yang tidak saya lakukan pada pegawai
saya lainnya) karena saya ingin melihat penyembuhannya.
Setelah berlangsung hanya dua bulan, dia mengundurkan
diri. Dia merasa terjebak dalam situasi seperti dahulu. Dia
pergi sambil berujar, 'John, saya takkan pernah bekerja
untuk pelayanan yang lain lagi.
Saya memberkatinya dan melihat dia pergi. Kami
mengasihi mereka berdua sepasang suami isteri. Hal yang
Bersembunyi dari Kenyataan
102
Umpan blis
menyedihkan ialah bahwa ada panggilan yang kuat dalam
hidupnya untuk hal yang telah ditinggalkannya, walaupun
itu tak berarti dia takkan berhasil dalam segi yang lain.
Saya gelisah setelah dia pergi, saya bertanya pada
Tuhan. 'Mengapa dia pergi begitu cepat ketika kami berdua
merasa benar mengenai pelayanannya?
Beberapa minggu kemudian, Tuhan menggunakan
seorang teman gembala untuk menjawab pertanyaan ini.
'Sering Tuhan mengizinkan orang-orang untuk berlari dari
situasi yang Dia ingin mereka menghadapinya jika mereka
bertetap hati untuk berlari dari situasi itu dalam hati mereka.
Dia kemudian menyampaikan kisah Elia, yang berlari dari
Izebel (1 Raj. 18-19). Elia baru saja membunuh nabi-nabi
Baal dan Asera. Merekalah orang-orang yang memimpin
bangsa itu menyembah berhala dan mendapat makan dari
meja istana Izebel. Ketika Izebel mendengar hal ini, dia
mengancam untuk membunuh Elia dalam waktu dua puluh
empat jam.
Allah menghendaki Elia melawan wanita ini, tetapi dia
malah berlari. Dia sangat patah semangat sehingga berdoa
memohon kematian. Dia tidak siap untuk menunaikan tugas
itu. Allah mengutus seorang malaikat untuk memberinya
makan dua roti bakar dan mengizinkannya berlari selama
empat puluh hari empat puluh malam ke gunung Horeb.
Ketika dia tiba di sana, pertanyaan pertama yang
diajukan Tuhan kepadanya ialah, 'Apakah yang kau lakukan
di sini, Elia?
Ini kedengarannya seperti suatu pertanyaan yang ganjil.
Tuhan memberikan kepadanya makanan untuk perjalanan,
mengizinkan dia pergi, hanya untuk bertanya setelah dia
tiba, 'Apakah yang kau lakukan di sini? Allah tahu Elia
siap untuk melarikan diri dari situasi yang sulit. Jadi Dia
mengizinkannya, walaupun jelas dari pertanyaan-Nya itu
bukanlah rencana-Nya yang semula.
Dia kemudian berkata kepada Elia, 'Pergilah, kembalilah
103
ke jalanmu, melalui padang gurun ke Damsyik, dan setelah
engkau sampai, engkau harus mengurapi ... Yehu, cucu
Nimsi, menjadi raja atas Israel, dan Elisa bin SaIat, dari
Abel-Mehola, harus kau urapi menjadi nabi menggantikan
engkau (1 Raj. 19:15-16). Di bawah pelayanan Elisa dan
Yehu ratu keji dan sistemnya yang jahat dihancurkan (2 Raj.
9-10). Tugas ini tidak diselesaikan oleh Elia tetapi oleh para
penerus yang disuruh Allah agar dia yang mengurapinya
untuk menggantikannya.
Gembala itu berkata kepada saya, 'Jika kita sangat
bertekad di hati kita untuk tidak menghadapi situasi yang
sulit, Allah akan melepaskan kita walaupun itu bukanlah
kehendak-Nya yang sempurna.
Saya kemudian teringat akan suatu peristiwa di dalam
Bilangan 22 yang melukiskan hal ini juga. Bileam ingin
mengutuki Israel karena ada hadiah besar yang tersedia
baginya sendiri.
Dia mula-mula bertanya kepada Tuhan kalau-kalau
dia boleh pergi, dan Allah menunjukkan kepadanya bahwa
Dia tidak menginginkan Bileam untuk pergi. Ketika para
pangeran Moab kembali dengan lebih banyak uang dan
kehormatan, Bileam bertanya lagi kepada Tuhan. Sungguh
konyol untuk menyangka bahwa pikiran Allah sekarang akan
berubah karena tersedia lebih banyak uang dan kehormatan
untuk Bileam. Tetapi kali ini Allah mengizinkan dia pergi
bersama mereka.
Mengapa Allah mengubah pikiran-Nya? Jawabnya
ialah Allah tidak mengubah pikiran-Nya. Bileam bertekad
bulat untuk pergi sehingga Allah membiarkannya pergi.
Itulah sebabnya murka-Nya timbul terhadap Bileam ketika
dia pergi.
Kita dapat mengganggu Tuhan mengenai sesuatu yang
telah ditunjukkan-Nya kepada kita sebagai kehendak-
Nya. Dia kemudian akan mengizinkan kita melakukan hal
yang kita inginkan walaupun itu menentang rencana-Nya
Bersembunyi dari Kenyataan
104
Umpan blis
semulawalaupun itu bukan merupakan kepentingan kita
yang terbaik.
Sering rencana Allah menyebabkan kita menghadapi
penderitaan dan sikap yang enggan kita hadapi. Namun
kita berlari dari hal yang justru akan mendatangkan
kekuatan kepada hidup kita. Menolak untuk berurusan
dengan perasaan yang terluka takkan membebaskan kita
dari masalah. Itu hanya akan memberikan kepada kita
suatu kelegaan sementara. Akar persoalannya tetap belum
tersentuh.
Pengalaman saya dengan pria muda yang saya
pekerjakan juga memberi hikmah kepada saya tentang
perasaan yang terluka dan soal hubungan. Mustahil untuk
menjalin hubungan yang sehat dengan seseorang yang telah
meninggalkan hubungan lain dalam keadaan kesal dan
sakit hati. Penyembuhan harus terjadi. Walaupun dia terus-
menerus mengatakan bahwa dia telah memaaIkan mantan
pemimpinnya, namun itu tidak terlupakan.
Kasih melupakan kesalahan sedemikian rupa sehingga
ada harapan untuk masa depan. Jika kita benar-benar telah
mengatasi rasa sakit hati maka kita sesungguhnya akan
berusaha berdamai. Waktunya mungkin tidak segera, tetapi
di dalam hati kita akan menantikan kesempatan untuk
pemulihan.
Seorang teman yang bijaksana berkata kemudian, 'Ada
sebuah pepatah tua yang berbunyi, Sekali seekor anjing
telah luka tersiram air mendidih maka dia bahkan akan
merasa takut kepada air dingin.``` Berapa banyakkah orang
kini yang takut air dingin yang menyegarkan karena mereka
sudah pernah terluka dan tak dapat memaaIkan?
Yesus berhasrat untuk menyembuhkan luka-luka kita.
Tetapi kita sering tidak membiarkan-Nya menyembuhkan
luka-luka itu karena itu bukanlah jalan termudah untuk
ditempuh. Jalan kerendahan hati dan penyangkalan dirilah
105
yang menuntun ke arah penyembuhan dan kedewasaan
rohani. Itu adalah keputusan untuk menjadikan kesejahteraan
orang lain lebih penting daripada kesejahteraan Anda sendiri,
walaupun orang itu telah sangat mendukacitakan Anda.
Kesombongan tak dapat menempuh jalan ini, tetapi
hanya orang-orang yang menginginkan damai dengan risiko
menerima penolakan. Ini adalah jalan kecil yang mengantar
kepada keadaan direndahkan dan dipermalukan. Inilah jalan
yang menuntun kepada kehidupan.
Bersembunyi dari Kenyataan
106
Umpan blis
APA YANG KITA PELA1ARI DALAM
KEHADIRAN ALLAH TIDAK DAPAT
DIPELA1ARI DALAM KEHADIRAN MANUSIA
Saya telah membaca buku Umpan Iblis. Pandangan
saya terhadap rman Tuhan menjadi berubah. Saya
pernah melalui hal yang sangat menyakitkan, jikalau
bukan karena pesan buku tersebut, saya mungkin sudah
terjebak selamanya.
F. N., MALAYSIA
107
7
DASAR YANG TEGUH
Karena itu demikianlah prman 1uhan Allah:
"Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu
untuk dasar, sebuah batu yang teruji, sebuah batu
penjuru yang berharga, sebuah dasar yang teguh: siapa
yang percaya tidak akan bertindak dengan terburu-buru"
Yesaya 28:1 (Aew King 1ames)
S
iapa yang percaya tidak akan bertindak dengan terburu-
buru. Seseorang yang bertindak dengan terburu-
buru adalah seorang yang tidak mantap karena tindakan-
tindakannya tidak memiliki dasar yang tepat. Orang ini
108
Umpan blis
mudah digerakkan dan diayunkan oleh badai aniaya dan
cobaan. Sebagai contoh, marilah kita simak hal yang terjadi
atas Simon Petrus.
Yesus telah memasuki kawasan Kaisarea Filipi dan
bertanya kepada para murid-Nya, 'Kata orang, siapakah
Anak Manusia itu? (Mat. 16:13).
Beberapa orang murid dengan bersemangat
menyampaikan pendapat khalayak tentang jati diri Yesus.
Yesus menanti sampai mereka selesai, kemudian Dia
memandang mereka dan bertanya terus terang, 'Tetapi apa
katamu, siapakah Aku ini? (ayat 15).
Saya yakin terpancar pandangan bingung dan takut
pada wajah kebanyakan dari murid-murid itu sementara
mereka merenungkan ini dengan mulut ternganga tanpa
dapat mengungkapkan sepatah kata. Mendadak saja orang-
orang yang tadinya sangat berhasrat untuk mengemukakan
pendapat orang lain, menjadi hening. Barangkali mereka tak
pernah dengan sungguh-sungguh mengajukan pertanyaan
ini kepada diri mereka sendiri. Apa pun persoalannya, kini
mereka sadar bahwa mereka tidak memiliki jawabannya.
Yesus berbuat apa yang selalu dilakukan-Nya dengan
baik. Dia menujukan hati mereka dengan sebuah pertanyaan.
Dia mengantar kepada kesadaran sejati tentang hal yang
diketahui atau tidak diketahui mereka. Mereka hidup
dari pemikiran orang lain yang tidak pasti dan bukannya
menetapkan di dalam hati mereka sendiri tentang jati diri
Yesus yang sebenamya. Mereka belum menghadapi diri
mereka sendiri.
Simon, yang diberi lagi nama Petrus oleh Yesus,
merupakan satu-satunya murid yang dapat menjawab. Dia
mendadak mencetuskan kata-kata, 'Engkau adalah Mesias,
Anak Allah yang hidup ! (Mat, 16:16).
Kemudian Yesus menanggapinya dengan ucapan,
'Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan
109
manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-
Ku yang di surga (ayat 17).
Yesus menerangkan kepada Simon Petrus tentang
sumber dari penyingkapan itu. Simon Petrus bukannya
menerima pengetahuan ini dengan mendengar pendapat
orang lain atau melalui hal yang diajarkan, melainkan Allah
yang telah menyingkapkannya kepadanya.
Simon Petrus sangat lapar akan hal-hal dari Allah.
Dialah yang paling banyak mengajukan pertanyaan. Dialah
yang berjalan di atas permukaan air, sementara sebelas
rekannya menonton saja. Dialah seorang yang tidak merasa
puas dengan pendapat orang lain! Dia ingin mendengar
langsung dari mulut Allah.
Pengetahuan yang disingkapkan tentang Yesus ini tidak
berasal dari pengertiannya, tetapi merupakan suatu karunia,
diterangi dalam hatinya sebagai tanggapan terhadap
kelaparan rohaninya. Banyak orang telah melihat dan
menyaksikan hal yang dilihat dan disaksikan oleh Simon
Petrus, tetapi hati mereka tidak selapar hati Petrus untuk
mengetahui kehendak Allah.
1 Yohanes 2:27 menyatakan, 'Sebab di dalam diri
kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari
pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang
lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu
tentang segala sesuatudan pengajaran-Nya itu benar,
tidak dustadan sebagaimana Dia dahulu telah mengajar
kamu ...
Pengurapan inilah yang mengajar Simon Petrus.
Dia mendengar semua ucapan orang lain, kemudian
dia memandang ke dalam batin untuk mendapatkan
penyingkapan dari Allah. Selekasnya Anda menerima
pengetahuan yang disingkapkan dari Allah, tidak seorang
pun dapat menggoyahkan Anda. Bila Allah menyingkapkan
sesuatu kepada Anda, tidaklah menjadi soal apa pun
Dasar yang Teguh
110
Umpan blis
pendapat dunia. Dunia tak dapat mengubahkan hati Anda.
Yesus kemudian berkata kepada Simon Petrus dan para
murid lainnya, 'Di atas batu karang (dari pengetahuan yang
disingkapkan oleh Allah) ini Aku akan mendirikan jemaat-
Ku dan alam maut tidak akan menguasainya (Mat. 16:18).
Jadi kita melihat dengan jelas bahwa ada dasar yang teguh
dalam frman Allah yang disingkapkan: dalam hal ini dasar
itu ialah pemahaman Petrus bahwa Yesus adalah Putra Allah.
FIRMAN YANG DITERANGI
Saya sering memberitahukan jemaat dan perorangan bila
saya sedang berkhotbah agar mereka mendengarkan suara
Allah di dalam suara saya. Sering kita sedemikian sibuknya
mencatat sehingga kita hanya mencatat segala sesuatu yang
diucapkan. Ini menghasilkan pengertian mental dari Alkitab
dan taIsirannyapengetahuan kepala.
Bila kita hanya memiliki pengetahuan kepala, dua hal
dapat terjadi: 1) kita dengan mudah rentan terhadap publisitas
yang berlebihan atau pelampiasan emosi, atau 2) kita terikat
oleh kecerdasan kita. Tetapi ini bukanlah dasar teguh yang
di atasnya Yesus mendirikan gereja-Nya. Dia berkata bahwa
itu akan dilandaskan atas frman yang diwahyukan, bukan
hanya ayat-ayat yang dihaIalkan.
Bila kita mendengarkan seorang pendeta yang diurapi
berkhotbah atau pada saat kita membaca sebuah buku,
kita harus mencari kata-kata atau ungkapan yang meledak
di dalam roh kita. Inilah frman Allah yang diwahyukan
atau disingkapkan kepada kita. Ini membawa terang dan
pengertian rohani. Seperti yang dikatakan oleh pemazmur,
'Bila tersingkap, frman-frman-Mu memberi terang,
memberi pengertian kepada orang-orang bodoh (Mzm.
119:130). Tersingkapnya atau masuknya frman-Nya ke
dalam hati kita, bukan pikiran kita, itulah yang menerangi
dan menjelaskan.
111
Sering seorang pendeta mungkin sedang membicarakan
sebuah topik, namun Allah sedang menerangi sesuatu
yang berbeda sama sekali di hati saya sendiri. Sebaliknya,
Allah mungkin mengurapi kata-kata dari pendeta itu dan
semuanya meledak di dalam diri saya. Yang mana pun dari
keduanya adalah frman yang disingkapkan Allah kepada
saya. Inilah hal yang mengubahkan kita dari kebodohan
(tanpa pengertian) menjadi dewasa (dipenuhi pengertian).
Firman yang diterangi dalam hati kita ini adalah dasar yang
dikatakan Yesus tempat gereja akan didirikan di atasnya.
Yesus membandingkan frman Allah yang terbuka
selubungnya dengan sebuah batu karang. Batu karang
berbicara tentang kemantapan dan kekuatan. Kita ingat
perumpamaan dua rumah, yang satu didirikan di atas batu
dan lainnya di atas pasir. Ketika kesukaranseperti aniaya,
sengsara dan penderitaanmelanda kedua rumah itu, maka
yang didirikan di atas pasir rubuh, sedangkan yang didirikan
di atas batu tetap berdiri teguh.
Beberapa hal yang perlu kita dengar dari Allah tak
dapat ditemukan dalam Alkitab. Misalnya, siapakah yang
harus kita nikahi? Di manakah kita harus bekerja? Dengan
gereja manakah kita harus bergabung? Dan daItar ini dapat
berlanjut terus. Kita juga harus mendapat frman Allah
yang diwahyukan untuk keputusan-keputusan ini. Tanpa itu
maka semua keputusan kita didirikan atas tanah yang tidak
mantap.
Hal yang disingkapkan Allah oleh Roh-Nya tak dapat
diambil dari kita. Ini harus menjadi dasar dari semua
perbuatan kita. Tanpa itu kita akan mudah sakit hati oleh
ujian dan sengsara yang akan menggelapkan mata kita.
Ingatlah juga akan ucapan Yesus tentang frman yang
didengar dan disambut dengan gembira namun tidak berakar
di hati kita. Firman itu diterima dengan sukacita dalam
pikiran dan perasaan.
Dasar yang Teguh
112
Umpan blis
Ialah orang-orang yang mendengar rman itu, segera
menerimanya dengan kegembiraan; dan tidak berakar
dalam diri mereka, dan dengan demikian hanya
bertahan sebentar saja: setelah itu bila penderitaan
atau aniaya timbul karena nnan, mereka segera
sakit hati
(Mrk. 4:16-17, New King James,
penekanan ditambahkan).
Kita dapat dengan mudah menukarkan kata-kata akar
dan dasar karena keduanya menunjukkan kemantapan dan
sumber kekuatan untuk tanaman atau bangunan. Seorang
yang tidak mantap atau berdasar dalam frman yang
diwahyukan adalah calon utama untuk dapat disingkirkan
oleh badai sakit hati.
Banyak orang seperti para murid yang dihadapi
oleh Yesus. Mereka hidup dari hal yang diucapkan atau
dikhotbahkan orang lain. Pendapat dan pernyataan orang
lain diambil sebagai kebenaran tanpa mencari nasihat atau
kesaksian Roh. Kita hanya dapat hidup dan memberitakan
hal yang disingkapkan kepada kita oleh Allah. Di atas inilah
Yesus mendirikan gereja-Nya.
Saya pernah sekali mempunyai seorang sekretaris yang
belum menikah yang dengan bahagia mengencani seorang
pemuda yang juga bekerja untuk gereja. Mereka menjadi
semakin mesra setiap hari. Setiap orang dapat melihat
hubungan ini akan berakhir dengan pernikahan. Mereka
sudah membicarakannya dengan serius.
Pada suatu hari Minggu malam gembala senior
memanggil mereka dan berkata, 'Demikianlah frman
Tuhan, kalian berdua akan menikah.
Keesokan harinya sekretaris saya masuk ke kantor
dengan perasaan bahagia sekali. Dia sangat gembira. Dia
meminta kesediaan saya untuk menikahkan mereka dan
113
saya menjawab bahwa itu merupakan kehormatan bagi saya.
Saya menetapkan waktu untuk menemui mereka dalam
memberikan konseling.
Tetapi saya merasa gelisah. Ketika mereka memasuki
kantor saya, roh saya merasa sedih. Saya memandang
sekretaris saya dan bertanya kalau-kalau dia mengetahui
bahwa pemuda ini adalah orang yang telah dipilih Allah
bagi dirinya. Dia menjawab dengan kepastian yang penuh
semangat.
Saya kemudian memandang pemuda itu dan bertanya,
'Percayakah Anda bahwa Allah berkehendak agar Anda
menikahi gadis ini?
Dia memandang saya dengan mulut ternganga sesaat
lalu menundukkan kepalanya dan menggelengkannya
seolah-olah berkata, 'Tidak, saya tidak yakin.
Saya memandang mereka berdua lalu berbicara kepada
pemuda itu. 'Saya takkan menikahkan kalian. Saya tak
peduli siapa yang bernubuat atas diri kalian atau apa yang
diucapkan. Saya tak peduli berapa banyak orang telah
berkata, Kalian berdua akan merupakan pasangan yang
manis.` jika Allah tidak menyatakan kehendak-Nya di hati
Anda, maka tidak ada gunanya Anda meneruskan niat untuk
menikah.
'Jika Anda menikah tanpa tuntunan Allah bahwa ini
merupakan kehendak-Nya yang sempurna bagi Anda,
saya melanjutkan, 'maka bila badai datangdan itu pasti
datangAnda akan mempunyai pertanyaan: Bagaimana
sekiranya aku menikahi gadis lain? Apakah aku akan
mengalami masalah ini? Aku seharusnya memastikan bahwa
itu adalah kehendak Allah. Aku terjebak.
'Lalu hati Anda akan menjadi kesal, dan Anda takkan
sanggup melawan kesukaran yang menghadang pernikahan
Anda. Anda akan menjadi seorang yang mendua hati dan
tidak akan tenang dalam hidup Anda.
Dasar yang Teguh
114
Umpan blis
Saya melepaskan mereka pergi dan berkata tidak ada
alasan untuk bertemu lagi. Pria itu merasa lega. Wanita
itu sangat sedih. Minggu berikutnya di kantor suasananya
sangat tidak menyenangkan. Tetapi saya tahu saya telah
mengucapkan kebenaran. Ini merupakan ujian bagi wanita
ini. Jika Allah benar-benar telah berbicara kepadanya bahwa
pria ini adalah suaminya, maka dia harus memercayai
Tuhan untuk mengungkapkannya kepada pria itu dan tetap
bebas dari rasa sakit hati terhadap saya dan Tuhan. Saya
memberitahukan kepadanya untuk menyurutkan langkah
dan membiarkan pria itu mendapat peluang untuk mendengar
dari Tuhan. Wanita ini melakukannya.
Tiga minggu telah berlalu, dan mereka memohon untuk
diadakan pertemuan lagi. Saya segera merasa gembira. Kali
ini, ketika mereka masuk ke kantor, pria itu memandang
saya dengan mata yang berseri-seri lalu berkata, 'Saya tahu
dengan pasti bahwa inilah wanita yang telah dikaruniakan
Allah kepada saya untuk dinikahi! Mereka menikah tujuh
bulan kemudian.
Bila Anda tahu Allah telah menempatkan Anda dalam,
suatu hubungan atau suatu gereja, musuh akan mengalami
lebih banyak kesulitan untuk mengeluarkan Anda. Anda
dilandasi atas frman Allah yang diwahyukan dan akan
berhasil melalui pertentangan walaupun tampaknya
mustahil.
TIDAK ADA PILIHAN LAIN
Lima tahun pertama dari pernikahan kami sangatlah sulit.
Kami telah saling menyakiti sedemikian sengitnya sehingga
tampaknya mustahil untuk menyelamatkan hubungan mesra
yang pernah kami alami.
Hanya satu hal yang mempersatukan kami: Kami berdua
tahu bahwa Allah telah menahbiskan pernikahan kami.
Karena itu kami tidak menjadikan perceraian sebagai suatu
115
pilihan. Pilihan kami satu-satunya ialah percaya bahwa Dia
akan menyembuhkan dan mengubahkan kami. Kami berdua
bertekad mengikuti proses ini betapapun sakitnya.
Bila saya mempunyai pikiran untuk menyerah saja,
saya teringat akan janji-janji yang telah diberikan Allah
kepada saya mengenai pernikahan kami. Saya tidak siap
untuk membatalkan hal yang dirancang dan ditetapkan
Allah untuk penyatuan kami bersama.
Sebuah janji yang telah diberikan Allah kepada kami
ialah bahwa kami suami isteri akan melayani bersama-
sama. Pada saat Dia memberikan janji itu saya berpikir,
'Aku dapat dengan mudah memahaminva. Tangan-Nva ada
di atas kami berdua untuk melakukan pelavanan.`
Di tengah-tengah badai pernikahan kami, saya tak dapat
lagi melihat janji itu dengan jelas. Tetapi saya menolak untuk
melepaskannya. Harapan biasa telah lenyap karena adanya
kesombongan dan pertengkaran yang telah menyusup ke
dalam pernikahan kami. Namun masih ada benih kehidupan
yang adikodrati dalam hati saya. Janji itu merupakan sebuah
jangkar atau dasar pada saat saya membutuhkannya.
Kemudian ternyata Allah bukan hanya menyembuhkan
hubungan kami melainkan juga semakin memperkuatnya
dibanding sebelumnya. Kami bertumbuh dari pertentangan
dengan saling memaaIkan dan belajar dari situ. Kini kami
melayani bersama-sama. Saya menganggap isteri saya
bukan hanya kekasih saya dan sahabat akrab melainkan juga
pendeta yang paling saya percayai.
Setelah melalui lima tahun pertama yang paling berat
itu saya sadar bahwa Allah melihat semua kekurangan
dalam kehidupan kami berdua - dan hubungan kami
menyingkapkan semuanya itu.
Saya merasa kagum akan hikmat dari gabungan kami
sebagai suami isteri. Sebelum saya berjumpa dengan Lisa,
saya rajin berdoa untuk wanita yang akan saya nikahi kelak.
Dasar yang Teguh
116
Umpan blis
Pilihan itu merupakan keputusan kedua terpenting dari
kehidupan saya selain dari mematuhi Injil. Akibat doa dan
penantian atas pilihan Allah untuk pasangan hidup saya,
saya menyangka saya takkan mempunyai masalah yang ada
pada orang lain dalam pernikahan. Oh, betapa kelirunya
saya!
Allah memilih seorang isteri bagi saya yang memang
merupakan hasrat hati saya. Tetapi dia juga menyingkap
ketidakdewasaan yang serakah yang tersembunyi di dalam
diri saya. Dan hal itu ada banyak di dalam saya! Berlari
dari pertentangan dengan memilih perceraian atau dengan
menyalahkannya hanya akan menguburkan ketidakdewasaan
saya di bawah lapisan lain dari perlindungan palsu
yang bernama sakit hati. Mengetahui frman Allah yang
diwahyukan untuk pernikahan telah menahan saya dari niat
untuk pergi.
Pada tahap ini saya harus mengambil jalan memutar
dari tujuan utama pasal ini. Sebagian dari Anda yang sedang
membaca ini mungkin berpikir, 'Aku belum diselamatkan
ketika aku menikah.`
Kepada Anda Allah bersabda, 'Kepada orang-orang
yang telah menikah, akutidak, bukan aku, tetapi Tuhan
perintahkan, supaya seorang isteri tidak boleh menceraikan
suaminya. Dan jikalau dia bercerai, dia harus tetap hidup
tanpa suami atau berdamai dengan suaminya. Dan seorang
suami tidak boleh menceraikan isterinya .... Saudara-
saudara, hendaklah tiap-tiap orang tinggal di hadapan
Allah dalam keadaan seperti pada waktu dia dipanggil
(1 Kor.7:10-11, 24).
Biarlah perkataan tentang perjanjian pernikahan ini
mengendap di hati Anda sehingga Anda takkan digeser
dari ketetapan hati Anda oleh jebakan sakit hati. Kemudian
berusahalah mencari Tuhan untuk mendapatkan frman-Nya
yang diwahyukan untuk pernikahan Anda.
117
Sebagian dari Anda mungkin telah menikah tidak dalam
kehendak Allah walaupun sebagai orang percaya. Agar
dapat memasuki berkat Allah untuk pernikahan Anda, Anda
harus bertobat dari sikap tidak mencari nasihat-Nya sebelum
menikah, maka Dia akan mengampuni Anda. Tetapkanlah di
hati Anda bahwa dua kesalahan takkan membentuk sebuah
kebenaran. Merusak suatu perjanjian sebagai akibat dari
sakit hati bukanlah merupakan jawabannya. Jadi carilah
Tuhan untuk memperoleh frman-Nya bagi pernikahan
Anda.
BATU KARANG YANG TEGUH
Firman Allah yang diwahyukan adalah batu karang yang
teguh tempat kita mendirikan hidup dan pelayanan kita
di atasnya. Banyak orang telah mengatakan kepada saya
tentang banyak gereja atau kelompok pelayanan yang telah
mereka masuki hanya dalam waktu singkat. Hati saya
sedih melihat betapa mudahnya mereka digoyahkan oleh
ujian-ujian dan bukan oleh pengarahan dari Tuhan. Mereka
membesar-besarkan keburukan dari keadaan atau betapa
parahnya mereka dan orang lain telah diperlakukan. Mereka
merasa dibenarkan dalam semua keputusan mereka. Tetapi
penalaran mereka hanya merupakan suatu lapisan tipuan
yang menahan mereka untuk melihat hal yang menyakitkan
hati dan kelemahan watak mereka sendiri.
Mereka melukiskan hubungan mereka kini dengan
pelayanan atau gereja tempat mereka tergabung sebagai
'sementara atau 'inilah tempat yang Allah kehendaki bagi
saya sekarang. Saya bahkan mendengar seseorang berkata,
'Saya dipinjamkan kepada gereja ini. Mereka membuat
pernyataan-pernyataan ini agar, jika keadaan menjadi sulit,
mereka mempunyai jalan untuk meloloskan diri. Mereka
tidak mempunyai dasar untuk berpijak di tempat-tempat baru
yang mereka kunjungi; badai-badai dapat mengembuskan
mereka dengan mudah kepada pelabuhan berikutnya.
Dasar yang Teguh
118
Umpan blis
KE MANAKAH KITA DAPAT PERGI?
Kembali kepada contoh ketika Yesus menanyai para murid-
Nya tentang ucapan mereka mengenai jati diri-Nya, kita
melihat kemantapan yang datang bila Anda tahu kehendak
Allah yang diwahyukan. Simaklah perkataan Simon Petrus.
Setelah Simon mengatakan ilham yang disingkapkan
Bapa kepadanya, Yesus berkata, 'Dan Akupun berkata
kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini
Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan
menguasainya (Mat. 16: 18).
Yesus mengubah nama Simon menjadi Petrus. Ini
patut dicatat karena nama Simon berarti 'mendengar.
1

Nama Petrus (kata Yunaninya Petros) berarti 'sebuah
batu.
2
Sebagai akibat dari mendengar frman Allah yang
diwahyukan di hatinya dia menjadi sebuah batu. Sebuah
rumah yang didirikan dari batu-batu di atas landasan yang
kokoh dari batu karang akan bertahan terhadap badai yang
melandanya.
Kata batu karang dalam ayat ini berasal dari kata Yunani
Petra yang berarti 'sebuah batu karang besar.
3
Yesus sedang
mengatakan kepada Simon Petrus bahwa dia sekarang dibuat
dari bahan yang di atasnya rumah itu didirikan.
Petrus kemudian menulis dalam suratnya, 'Dan
biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk
pembangunan suatu rumah rohani (1 Ptr. 2:5). Sebuah batu
adalah bagian kecil dari sebuah batu karang besar. Kekuatan,
kemantapan dan kuasa ada di dalam batu karang dari frman
Allah yang diwahyukan, dan ada buah dalam kehidupan
seseorang yang menerima frman itu. Orang itu dikuatkan
dengan kekuatan dari Dia yang adalah Firman Allah yang
hidup yaitu Yesus Kristus.
Seperti Rasul Paulus menulis dalam 1 Korintus 3:11,
'Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan
dasar lain daripada dasar yang telah diletakkan yaitu Yesus
Kristus. Pada saat kita mencari Dia yang adalah Firman
119
Allah yang hidup, maka Dia akan disingkapkan dan kita
akan ditetapkan.
Selama hari-hari terakhir dari perjalanan Yesus di
bumi, kehidupan menjadi semakin sulit bagi kelompok
pelayanan-Nya. Para pemimpin agama dan orang-orang
Yahudi menganiaya Yesus, berusaha membunuh-Nya
(Yoh. 5:6). Ketika keadaan mulai membaik dan orang-orang
ingin memaksa-Nya menjadi raja, Dia menolak dan pergi
(Yoh. 6:15).
'Mengapa Dia melakukan itu? para murid-Nya ber-
tanya-tanya. 'Inilah kesempatan bagi-Nya dan bagi kita.
Mereka menjadi gelisah. Badai sedang melanda dengan
dahsyat.
'Kita telah meninggalkan keluarga dan pekerjaan
untuk mengikuti orang ini. Banyak yang kita pertaruhkan.
Kita percaya bahwa Dialah Tokoh yang akan datang.
Bagaimanapun juga, Yohanes Pembaptis menyatakannya,
dan kita mendengar Simon Petrus mengucapkannya di
Kaisarea Filipi. Mereka itu sudah merupakan dua orang
saksi. Tetapi mengapa Dia terus-menerus menjengkelkan
para pemimpin yang ada? Mengapa Dia menggali kubur-
Nya sendiri? Mengapa Dia menggunakan pernyataan yang
keras seperti Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan
yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara
kamu?` kepada kami, para murid-Nya sendiri?
Rasa sakit hati mulai memuncak di dalam diri orang-
orang yang telah meninggalkan segala sesuatu untuk
mengiringi Dia ini.
Kemudian terjadilah hal yang terakhir. Yesus
mengkhotbahkan sesuatu kepada mereka yang terdengar
seperti bidah: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya
jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum
darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu
(Yoh. 6:53).
Dasar yang Teguh
120
Umpan blis
'Apakah yang dikhotbahkan-Nya sekarang? mereka
ingin tahu. 'Ini sudah keterlaluan bagi-Ku! Bukan
hanya itu, tetapi Dia mengucapkan hal-hal ini di hadapan
para pemimpin di rumah ibadat Kapernaum. Untuk para
murid ini hal tersebut merupakan sentuhan terakhir yang
menjatuhkan!
Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-
murid Yesus yang berkata: Perkataan ini keras,
siapakah yang sanggup mendengarkannya?
(Yoh. 6:60).
Perhatikanlah tanggapan Yesus:
Yesus yang di dalam hati-Nya tahu bahwa murid-
murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata
kepada mereka: Adakah perkataan itu menyakitkan
hatimu?
(Yoh. 6:61, New King James).
Ini adalah para murid-Nya sendiri! Dia tidak menarik
kembali kebenaran tetapi malah menghadapi orang-orang
ini. Dia tahu sebagian telah hidup di atas dasar yang keliru.
Dia menyingkapkan dasar itu dan memberikan peluang
kepada mereka untuk melihat hati mereka sendiri. Tetapi
mereka tidak seperti Simon Petrus atau murid-murid lain
yang lapar akan kebenaran. Lihatlah reaksi mereka:
Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya
mengundurkan diri dan tidak lagi mengikuti Dia.
(Yoh. 6:66, penekanan ditambahkan).
Perhatikanlah bahwa bukan sedikit, tetapi 'banyak.
Sebagian dari mereka pastilah orang-orang yang dengan
cepat berkata sebelumnya di Kaisarea Filipi, 'Ada
yang mengatakan Yohanes Pembaptis, ada juga yang
mengatakan Elia dan ada pula yang mengatakan Yeremia
atau salah seorang dari para nabi (Mat.16:4). Mereka tidak
berlandaskan frman Allah yang diwahyukan.
121
Rasa sakit hati itu terbina sampai kepada taraI yang
dilakukan oleh banyak orang sekarangmereka pergi.
Mereka menyangka bahwa mereka telah diperdaya dan
diperlakukan secara keliru, tetapi tidak demikian. Mereka
tidak melihat kebenaran karena mata mereka terpusat pada
keinginan mereka sendiri yang serakah.
Kini, perhatikanlah hal yang terjadi pada Simon Petrus
ketika Yesus menantang kedua belas murid itu:
Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya:
Apakah kamu tidak mau pergi juga? Jawab Simon
Petrus kepada-Nya: Tuhan, kepada siapakah kami
akan pergi? Engkau yang mempunyai perkataan hidup
yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu bahwa
Engkau adalah Kristus, Anak Allah yang hidup
(Yoh. 6:67-69, New King James,
penekanan ditambahkan).
Yesus tidak mengemis kepada orang-orang ini. 'Kuharap
jangan pergi. Aku baru saja kehilangan sebagian besar dari
staI-Ku. Bagaimana Aku dapat melanjutkan tugas-Ku tanpa
kalian! Tidak, Dia malah menantang mereka, 'Apakah
kalian tidak mau pergi juga?
Perhatikanlah cara Simon Petrus menjawab, walaupun
dia juga bergumul dengan rasa sakit hati seperti orang-orang
lainnya, 'Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi?
Hal yang didengarnya tentu saja telah membingungkan-
nya; tetapi ada suatu pengetahuan di dalam dirinya yang tidak
terdapat pada orang-orang lain. Di Kaisarea Filipi Petrus
mendapat wahyu tentang jati diri Yesus yang sebenarnya:
'Anak Allah yang hidup. (Mat. 16:16).
Sekarang di tengah sengitnya ujian ini, dia mengucapkan
hal yang telah berakar di hatinya: 'Kami telah percaya
dan tahu bahwa Engkau adalah Kristus. Anak Allah yang
hidup. Inilah tepatnya kata-kata yang dicetuskannya di
Kaisarea Filipi. Dialah sebuah batu, yang diletakkan di atas
Dasar yang Teguh
122
Umpan blis
batu karang yang kokoh dari Firman Allah yang hidup. Dia
tak mau pergi dengan rasa sakit hati.
REAKSI DI BAWAH TEKANAN
Saya sering berkata bahwa ujian dan pencobaan
menunjukkan letak seseorang. Dengan kata lain, ujian dan
pencobaan menentukan tempat Anda secara rohani. Hal-hal
itu menyingkapkan keadaan hati Anda yang sebenarnya.
Cara Anda bereaksi di bawah tekanan adalah cara Anda
bereaksi sebenarnya.
Anda dapat memiliki sebuah rumah berlandaskan pasir
yang mempunyai lima tingkat yang tinggi dan indah, yang
dihiasi dengan bahan-bahan dan keterampilan yang canggih.
Selama matahari bersinar, rumah itu tampak bagaikan
benteng yang kuat dan elok.
Di samping itu, Anda dapat memiliki sebuah rumah
sederhana yang tidak bertingkat. Itu hampir tidak terlihat dan
mungkin tidak menarik bila dibandingkan dengan bangunan
indah yang ada di sebelahnya. Tetapi itu didirikan di atas
sesuatu yang tidak dapat dilihat mata Andabatu karang.
Selama tidak ada badai melanda, rumah bertingkat
lima tampaknya lebih bagus. Tetapi bila menghadapi badai
yang dahsyat, rumah bertingkat lima itu roboh dan menjadi
timbunan puing. Rumah itu mungkin dapat menahan angin
ribut yang kecil tetapi bukan topan. Sedangkan rumah
sederhana yang tidak bertingkat itu tetap berdiri. Semakin
besar rumahnya, semakin hebat dan menyolok kejatuhannya.
Sebagian orang di gereja bagaikan para murid yang cepat
berbicara di Kaisarea Filipi, tetapi kemudian mereka
akan terungkap. Mereka mungkin tampak seperti orang-
orang Kristen bertingkat lima, gambaran dari kekuatan,
kemantapan dan keindahan. Mereka mungkin dapat tahan
terhadap beberapa badai berukuran kecil dan sedang.
Tetapi bila badai dahsyat berembus, keadaan mereka yang
123
sesungguhnya akan tersingkap.
Pastikanlah bahwa Anda mendirikan hidup Anda di atas
frman Allah yang diwahyukan, bukan di atas ucapan orang
lain. Usahakanlah terus mencari Tuhan dan mendengarkan
hati Anda. Jangan lakukan atau ucapkan segala sesuatu hanya
karena semua orang melakukan atau mengucapkannya.
Carilah Dia dan berdirilah di atas hal yang telah diungkapkan
di hati Anda!
Dasar yang Teguh
124
Umpan blis
MUSUH MENGGUNCANG UNTUK
MENGHANCURKAN, NAMUN ALLAH
BERTU1UAN LAIN.
Saya berterima kasih kepada Allah atas pesan
buku Umpan Iblis. Saya telah berpuasa dan
berdoa meminta terobosan dalam hidup saya.
Tuhan memimpin saya pada pesan ini, dan
pesan ini mengubah hidup saya secara radikal.
Buku ini wajib dibaca setiap orang yang
memegang kepemimpinan.
C. P., NEW ZEALAND
125
8
SEMUA YANG DAPAT DIGUNCANGKAN
AKAN DIGUNCANGKAN
Sekarang Dia memberikan janji: "Satu kali lagi Aku
akan mengguncangkan bukan hanya bumi saja,
melainkan langit juga." Ungkapan "Satu kali lagi"
menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat
diguncangkan, karena dia dijadikan supaya tinggal
tetap apa yang tidak terguncangkan
Ibrani 12:2-27.
P
ada pasal yang lalu, kita melihat bahwa frman Allah
yang diwahyukan adalah dasar yang di atasnya Yesus
mendirikan gereja-Nya. Kita memperhatikan Simon Petrus
tetap tenang ketika para murid lain pergi dengan sakit hati.
Bahkan ketika Yesus memberinya peluang untuk pergi,
Simon Petrus mengucapkan hal yang telah ditetapkan di
hatinya.
126
Umpan blis
Kini, marilah kita melihat ujian lain untuk Simon Petrus
pada malam ketika Yesus dikhianati.
Yesus duduk bersama dengan dua belas rasul-Nya
sambil mengucap syukur dan melayani perjamuan kudus,
ketika Dia membuat sebuah pernyataan yang mengejutkan:
'Tetapi, lihat, tangan orang yang menyerahkan Aku, ada
bersama dengan Aku di meja ini. Sebab Anak Manusia
memang akan pergi seperti yang telah ditetapkan, akan
tetapi, celakalah orang yang olehnya Dia diserahkan! (Luk.
22:21-22). Sebuah pengumuman yang luar biasa! Kita akan
mengatakan masa kini bahwa Yesus telah 'menjatuhkan
sebuah bom dengan kata-kata itu.
Walaupun Yesus mengetahui sejak semula bahwa Dia
akan dikhianati, itulah untuk pertama kalinya para murid-
Nya mendengar tentang hal tersebut. Dapatkah Anda
membayangkan perasaan ngeri di ruangan itu ketika Dia
mengatakan bahwa salah seorang di antara mereka yang
telah bersama dengan Dia sejak awal, seorang rekan dekat-
Nya, akan mengkhianati-Nya?
Sebagai tanggapan, 'mulailah mereka mempersoalkan,
siapa di antara mereka yang akan berbuat demikian
(Luk. 22:23). Mereka diliputi perasaan terkejut bahwa
seorang di antara mereka sanggup melakukan tindakan
yang mengerikan itu. Tetapi dasar penyelidikan mereka ini
tidaklah murni. Kita mengetahuinya melalui cara percakapan
mereka diakhiri. Alasan mereka untuk pemeriksaan itu
ialah serakah dan penuh kesombongan. Perhatikanlah ayat
Alkitab selanjutnya :
Terjadilah juga pertengkaran di antara murid-murid
Yesus, siapakah yang dapat dianggap terbesar di
antara mereka.
(Luk. 22:24).
Bayangkanlah ini: Yesus memberitahukan mereka
bahwa Dia akan segera diserahkan kepada kepala imam
127
untuk dihukum mati dan diantar kepada orang-orang
Romawi untuk diolok-olok, disesah dan dibunuh. Yang akan
melakukan tindakan ini sedang duduk bersama Dia di meja.
Para murid mempertanyakan jati diri orang itu, dan akhirnya
bertengkar tentang pribadi terbesar di antara mereka.
Tindakan ini tidak terhormathampir seperti anak-anak
yang mempertengkarkan suatu warisan. Tidak ada perhatian
bagi Yesus, hanya ada perebutan kekuasaan dan kedudukan.
Ini merupakan keserakahan yang tak terbayangkan!
Jika saya berada pada posisi Yesus, saya mungkin telah
bertanya apakah mereka telah mendengarkan ucapan saya
atau apakah mereka mempedulikannya. Kita melihat dari
peristiwa ini suatu contoh dari kasih dan kesabaran Yesus.
Kebanyakan dari kita, jika berada pada posisi Yesus, pasti
telah berucap, 'Keluarlah, kalian semua! Aku berada dalam
saat yang paling sulit dan kalian hanya memikirkan diri
kalian sendiri! Ini suatu kesempatan untuk merasa sakit
hati.
Kita hampir dapat menebak pencetus pertengkaran di
antara para murid: Simon Petrus, karena dia mempunyai
kepribadian terkuat dari kelompok ini dan biasanya
merupakan pembicara pertama.
Dia barangkali segera mengingatkan mereka bahwa
dia merupakan satu-satunya murid yang berjalan di atas
permukaan air. Atau barangkali dia menyegarkan ingatan
mereka bahwa dirinyalah yang pertama diwahyukan
mengenai jati diri Yesus yang sesungguhnya. Kemudian
dia mungkin menyampaikan pengalamannya di bukit
permuliaan bersama dengan Yesus, Musa dan Elia.
Dia cukup yakin bahwa dialah yang terbesar di antara
kedua belas murid. Tetapi keyakinan ini tidaklah berakar
pada kasih, melainkan berjangkar pada kesombongan.
Yesus memandang mereka semua dan mengatakan
bahwa mereka hanya bertindak sebagai manusia biasa, bukan
Semua yang Dapat Diguncangkan
akan Diguncangkan
128
Umpan blis
sebagai putra-putra kerajaan: 'Raja-raja bangsa-bangsa
memerintah rakyat dan orang-orang yang menjalankan
kuasa atas mereka disebut pelindung-pelindung. Tetapi
kamu tidaklah demikian, melainkan yang terbesar di antara
kamu hendaklah menjadi sebagai yang paling muda dan
pemimpin sebagai pelayan. Sebab siapakah yang lebih
besar: yang duduk makan, atau yang melayani? Bukankah
dia yang duduk makan? Tetapi Aku ada di tengah-tengah
kamu sebagai pelayan (Luk. 22:25-27).
TU1UAN DARI PENAMPIAN
Walaupun Simon Petrus telah menerima wahyu berlimpah-
limpah tentang jati diri Yesus, dia belum berjalan dalam
siIat dan kerendahan hati Kristus. Dia sedang membina
kehidupan dan pelayanannya dengan kemenangan masa
lalu dan kesombongan. Paulus menasihatkan kita di dalam
1 Kor. 3:10 untuk memperhatikan cara kita membina
landasan kita di dalam Kristus.
Simon Petrus tidak membangun dengan bahan yang
diperlukan untuk kerajaan Allah melainkan dengan pasokan
seperti kemauan yang kuat dan keyakinan pribadi. Walaupun
tanpa sadar, dia masih menantikan perubahan siIatnya.
Acuannya berasal dari 'keangkuhan hidup (1 Yoh. 2:16).
Keangkuhan takkan pernah cukup kuat untuk
melengkapi dia menggenapi masa depannya di dalam
Kristus. Jika tidak disingkirkan, kesombongan ini akhirnya
akau menghancurkannya. Kesombongan adalah cacat siIat
yang terdapat pada Bintang Timur (LuciIer), kerub Allah
yang diurapi, yang menyebabkan kejatuhannya (Yeh. 28:11-
19, New King James).
Kini perhatikanlah ucapan Yesus kepada Simon Petrus:
Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk
menampi kamu seperti gandum
(Luk. 22:31).
Kesombongan membuka pintu bagi musuh untuk masuk
129
dan menampi Petrus. Kata menampi diterjemahkan dari kata
Yunani sinia:o yang berarti 'menampi, mengguncang dalam
sebuah nyiru; arti kiasnya: dengan hasutan batin menguji
iman seseorang sampai ke tahap menjatuhkan.
1
Jika Yesus mempunyai pikiran seperti yang terdapat pada
banyak orang di gereja, Dia pastilah telah berkata, 'Marilah
kita berdoa, saudara-saudara, dan mengikat serangan
Iblis ini. Kita takkan membiarkan Iblis melakukan hal ini
terhadap Simon kita yang tercinta! Tetapi perhatikanlah
ucapan-Nya:
Tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya
imanmu jangan gagal: dan bila engkau telah kembali
kepada-Ku, kuatkanlah saudara-saudaramu
(Luk. 22:32, New King James).
Yesus tidak berdoa agar Simon Petrus lolos dari
guncangan hebat yang hampir menjatuhkan. Dia berdoa
agar imannya jangan sampai gagal dalam proses itu. Yesus
tahu bahwa dari ujian ini akan muncul suatu siIat baru yang
dibutuhkan Simon Petrus untuk menggenapi nasib masa
depannya dan memperkuat para saudaranya.
Iblis telah memohon izin untuk mengguncangkan Simon
Petrus sedemikian hebatnya sehingga dia akan kehilangan
imannya. Niat musuh ialah menghancurkan tokoh berpotensi
besar yang telah menerima banyak wahyu ini. Tetapi Allah
mempunyai maksud lain untuk guncangan itu, dan selalu
Allah lebih maju daripada Iblis. Dia membiarkan musuh itu
melakukan hal ini demi mengguncangkan segala sesuatu
yang perlu diguncang.
Allah menunjukkan kepada isteri saya, Lisa, lima
maksud untuk mengguncangkan suatu benda:
1. Mendekatkannya kepada landasannya.
2. Menyingkirkan hal yang sudah mati.
3. Menuai yang sudah ranum.
4. Membangunkan.
Semua yang Dapat Diguncangkan
akan Diguncangkan
130
Umpan blis
5. Menyatukan atau mencampur agar itu
takkan terpisah lagi.
Proses pemikiran atau sikap hati apa pun yang berakarkan
keserakahan atau kesombongan akan dibersihkan. Akibat
dari pengguncangan yang hebat ini, semua keyakinan diri
Simon Petrus akan lenyap, dan semua yang masih tersisa
adalah dasar Allah yang teguh. Dia akan terbangun kepada
keadaannya yang sesungguhnya, kematian akan disingkirkan
dan buah yang masak dipetik, membawanya semakin dekat
kepada landasannya yang sejati. Dia takkan lagi berIungsi
bebas tetapi akan saling bergantung kepada Tuhan.
Petrus dengan berani menghadapi kata-kata Yesus:
Tuhan, aku siap pergi bersama-Mu, baik ke penjara
maupun menuju kematian. Pernyataan ini bukan lahir dari
Roh melainkan dari keyakinan dirinya sendiri. Dia tidak
mempunyai frasat akan guncangan ini.
YUDAS MELAWAN SIMON
Sebagian orang berpendapat bahwa Petrus adalah seorang
pembual dan pengecut. Tetapi di taman, ketika penjaga bait
Allah datang menangkap Yesus, dia menghunus pedangnya
dan mengerat telinga kanan hamba imam besar (Yoh.
18:10). Tidak banyak pengecut menyerang bila mereka
berjumlah lebih sedikit daripada prajurit-prajurit musuh.
Jadi dia seorang yang kuat, tetapi kekuatannya terdapat
dalam kepribadiannya sendiri, bukan dalam kerendahan hati
Allah, karena penampiannya masih belum dimulai.
Peristiwanya terjadi tepat seperti yang diramalkan oleh
Yesus. Simon Petrus yang berani, kuat, siap untuk mati bagi
Yesus, menghunuskan pedang di taman yang penuh dengan
prajurit, ditantang oleh seorang gadis pelayan kecil. Dia
merasa takut dan menyangkal bahwa dia mengenal Yesus.
Sebagian orang menyangka bahwa hal-hal besarlah yang
menyebabkan manusia tersandung. Sering justru hal-hal
kecil yang sangat mengguncangkan kita. Ini menunjukkan
131
sia-sianya keyakinan diri.
Kemudian Petrus menyangkal Yesus dua kali lagi. Tiba-
tiba ayam berkokok dan Petrus pun pergi sambil menangis
dengan sedih sekali. Dia diguncang dari semua keyakinan
dirinya dan percaya bahwa dia takkan pernah dapat bangkit
kembali. Yang masih tertinggal pada dirinya, walaupun
dia tidak menyadarinya, ialah hal yang diwahyukan Roh
kepadanya.
Simon Petrus dan Yudas mirip dalam banyak hal,
termasuk kenyataan bahwa mereka berdua menolak Yesus
pada hari-hari terakhir yang gawat dari hidup-Nya. Namun
kedua orang itu mempunyai perbedaan yang mendasar.
Yudas tak pernah rindu mengenal Yesus seperti Simon.
Yudas tidak berlandaskan Dia. Tampaknya, dia mencintai
Yesus karena dia telah meninggalkan semua untuk mengikut
Yesus, berjalan dengan Dia bahkan tinggal di bawah
panasnya penganiayaan. Dia mengusir Iblis, menyembuhkan
orang sakit dan memberitakan Injil (ingatlah bahwa Yesus
mengutus dua belas murid-Nya untuk menyembuhkan dan
membebaskan orang-orang yang menderita, bukan hanya
sebelas orang). Tetapi korban-korbannya bukanlah karena
kasih kepada Yesus atau karena suatu wahyu tentang
jati diri Yesus.
Yudas mempunyai agendanya sendiri sejak semula.
Dia tak pernah menyesali motiInya yang serakah. SiIatnya
disingkapkan oleh pernyataan seperti: 'Apa yang hendak
kamu berikan kepadaku supaya aku ... (Mat. 26:14,
penekanan ditambahkan). Dia berdusta dan menyanjung
untuk beroleh keuntungan (Mat. 26:25). Dia mengambil
uang dari kas pelayanan Yesus untuk pemakaian pribadi
(Yoh.12:4-6). Dan daItar ini berlanjut terus. Dia tak pernah
mengenal Tuhan walaupun dia menghabiskan waktu tiga
setengah tahun bersama-Nya.
Kedua orang ini menyesali perbuatan mereka. Tetapi
Yudas tidak memiliki dasar yang ada pada Petrus. Karena dia
Semua yang Dapat Diguncangkan
akan Diguncangkan
132
Umpan blis
tak pernah lapar untuk mengenal Yesus, maka Yesus tidak
pernah diwahyukan kepadanya. Jika Yudas mempunyai
wahyu tentang Yesus, dia takkan pernah mengkhianati-Nya.
Ketika badai yang kuat menyerang hidupnya, segala sesuatu
diguncang dan tertiup lenyap! Lihatlah hal yang terjadi:
Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia,
melihat bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati,
menyesallah dia. Lalu dia mengembalikan uang yang
tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan
tua-tua, dan berkata: Aku lelah berdosa karena
menyerahkan darah orang yang tak bersalah. Tetapi
jawab mereka: Apa urusan kami dengan itu? Itu
urusanmu sendiri! Maka dia pun melemparkan uang
perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan
menggantung diri
(Mat. 27:3-5, penekanan ditambahkan).
Dia menyesal dan tahu bahwa dia telah berdosa. Tetapi
dia tidak mengenal Kristus. Dia tak memahami betapa
agungnya tokoh yang dikhianatinya. Dia hanya berkata,
'Aku telah menyerahkan darah orang yang tak bersalah.
Jika sekiranya dia telah mengenal Kristus seperti yang
dikenal Simon Petrus, dia akan pergi kembali kepada-Nya
dan bertobat karena mengetahui akan kebaikan Tuhan.
Bunuh diri adalah tindakan hidup yang terlepas dari
anugerah Allah. Guncagan mengungkapkan bahwa Yudas
tidak mempunyai landasan, walaupun sudah mengikut
Tuhan selama tiga tahun.
Banyak sekali petobat yang telah mengucapkan 'doa
orang berdosa, menghadiri kebaktian di gereja, menjadi
giat dan mempelajari Alkitab mereka. Namun semuanya
ini tanpa suatu penyingkapan tentang jati diri Yesus yang
sebenarnya, walaupun mereka mengakui-Nya dengan mulut
mereka. Bila terjadi suatu kekecewaan hebat, maka mereka
merasa sakit hati terhadap Allah dan tak mau berurusan apa
pun dengan Dia.
133
'Allah tak pernah berbuat apa pun bagiku! Saya
mendengar mereka berkata. 'Aku telah mencoba menjadi
orang Kristen, tetapi hidupku hanya menjadi semakin
merana. Atau 'Saya berdoa dan memohon Tuhan melakukan
hal ini, tetapi Dia tidak mengabulkannya! Mereka tak
pernah menyerahkan hidup mereka bagi Yesus tetapi
mencoba untuk bersekutu dengan Dia untuk kepentingan
mereka sendiri. Mereka melayani Dia untuk pemberian
yang dapat diterima dari pada-Nya. Mereka mudah merasa
sakit hati. Inilah keterangan Yesus tentang mereka:
Ialah orang-orang yang mendengar rman itu, segera
menerimanya dengan kegembiraan; dan tidak berakar
dalam diri mereka, dan dengan demikian hanya
bertahan sebentar saja: setelah itu, bila penderitaan
atau aniaya timbul karena rman, mereka segera
sakit hati
(Mrk. 4:16-17, New king James,
penekanan ditambahkan).
Perhatikanlah bahwa Dia berkata mereka segera sakit
hati karena mereka tidak mempunyai dasar. Dalam hal
apakah kita berakar? Kita menemukan jawabannya pada
EIesus 3:16-18: Kita berakar dan berdasar di dalam kasih.
Kasih kita kepada Allah adalah dasar kita.
Yesus bersabda, 'Tidak ada kasih yang lebih besar
daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya
untuk sahabat-sahabatnya (Yoh 15:13). Kita tak dapat
menyerahkan nyawa kita untuk seseorang yang tidak kita
percayai. Kita tak dapat menyerahkan nyawa kita untuk
Allah jika kita tidak cukup mengenal-Nya sehingga dapat
mempercayai-Nya. Kita harus mengenal dan mengerti siIat
dan tabiat Allah. Kita harus mempunyai keyakinan bahwa
Dia takkan pernah melakukan apapun yang mencelaka-
kan kita.
Dia selalu memperhatikan hal yang diketahui-Nya
merupakan kepentingan kita yang terbaik. Hal yang mungkin
Semua yang Dapat Diguncangkan
akan Diguncangkan
134
Umpan blis
tampak seperti suatu kekecewaan bagi kita akan selalu
berubah menjadi kebaikan kita jika kita tidak kehilangan
iman. Allah itu kasih; tiada keserakahan atau kejahatan di
dalam diri-Nya. Iblislah yang berniat menghancurkan kita.
Sering kita memandang situasi dalam hidup kita dengan
kacamata jarak dekat. Ini mengganggu gambaran yang
sebenarnya. Allah memandang segi kekal dari pengalaman
kita. Jika kita memandang situasi hanya dari kedudukan kita
yang terbatas, maka dua hal dapat terjadi.
Pertama, di tengah-tengah proses pembersihan dari
Allah, kita akan mudah menjadi mangsa sakit hati, baik
terhadap Allah maupun salah seorang hamba-Nya. Kedua,
kita dengan mudah dapat diperdaya oleh musuh. Iblis akan
menggunakan sesuatu yang tampak benar pada suatu saat,
tetapi rencana utamanya ialah menggunakan itu untuk
kehancuran atau kematian kita sendiri. Bila kita mantap
dalam mempercayai Tuhan, maka kita takkan tersingkir dari
pemeliharaan Bapa. Kita takkan mengalah kepada godaan
untuk memperhatikan diri kita sendiri.
BERGANTUNG KEPADA SIFAT ALLAH
Sebuah cara yang dicoba Iblis untuk menjauhkan kita
dari mempercayai Allah ialah dengan menyimpangkan
pengertian kita tentang siIat Allah. Ini dilakukannya di
Taman Eden terhadap Hawa ketika dia menanyainya:
'Tentulah Allah berfrman: Semua pohon dalam taman ini
jangan kamu makan buahnya, bukan? (Kej. 3:1, penekanan
ditambahkan). Dia memutarbalikkan perintah Allah demi
menyerang dan merusak siIat-Nya.
Allah telah berfrman, 'Semua pohon dalam taman
ini boleh kau makan buahnya dengan bebas, tetapi pohon
pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah
kau makan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya,
pastilah engkau mati (Kej. 2:16-17).
Pada dasarnya ular itu berkata kepada Hawa, 'Allah
135
menahan segala sesuatu yang baik dari dirimu.
Tetapi tekanan kata Allah ialah, 'Engkau boleh makan
dengan bebas, kecuali ... ' Allah telah menyerahkan kepada
manusia seluruh taman untuk dinikmati dan semua buah
untuk dimakan dengan hanya sebuah kekecualian.
Iblis memutarbalikkan penilaian wanita itu terhadap
Allah dengan mengatakan, 'Allah sebenarnya tidak
mempedulikan dirimu. Kebaikan apakah yang dicegah-Nya
dari dirimu? Dia pastilah tidak mengasihimu seperti yang
kau sangka. Dia pastilah bukan Allah yang baik! Wanita
itu diperdaya dan mempercayai dusta tentang siIat Allah.
Hasrat untuk berbuat dosa kemudian dirangsang karena
frman Allah tidak lagi merupakan kehidupan melainkan
hanya sebagai hukum. Dan 'kuasa dosa ialah hukum Taurat
(1 Kor. 15:56).
Musuh masih berkiprah dengan cara ini masa kini. Dia
menyimpangkan siIat Allah Bapa dalam pandangan anak-
anak-Nya. Kita semua telah mempunyai penguasa di atas
kita seperti ayah, guru, majikan atau pemimpin yang telah
bersikap serakah dan tidak pengasih. Karena mereka adalah
tokoh penguasa, maka mudah untuk memproyeksikan siIat
mereka kepada siIat Allah karena Dialah penguasa utama.
Musuh secara unggul telah merusak siIat Bapa dengan
menyesatkan pandangan kita tentang ayah kita yang di
bumi. Allah berfrman bahwa, sebelum Yesus kembali, hati
para bapa akan berbalik kepada anak-anaknya (Mal. 4:6).
SiIat atau tabiat-Nya akan terlihat dalam para pemimpin-
Nya, dan itu akan menjadi pengaruh yang mempercepat
pemulihan.
Bila Anda tahu bahwa Allah takkan pernah berbuat
sesuatu yang mencelakakan atau menghancurkan Anda,
dan apa pun yang dilakukan-Nya atau tidak dilakukan-Nya
dalam hidup Anda adalah untuk kepentingan terbaik Anda,
maka Anda akan menyerahkan diri Anda dengan bebas
kepada-Nya. Anda akan dengan gembira menyerahkan
Semua yang Dapat Diguncangkan
akan Diguncangkan
136
Umpan blis
nyawa Anda untuk Tuhan.
Jika Anda telah menyerahkan diri Anda sepenuhnya
kepada Yesus dan pemeliharaan-Nya, maka Anda tak dapat
merasa sakit hati karena Anda bukan milik Anda sendiri.
Orang-orang yang disakiti dan dikecewakan adalah mereka
yang telah datang kepada Yesus karena hal yang dapat
dilakukan-Nya untuk mereka, bukan karena jati diri-Nya.
Bila kita mempunyai sikap itu maka kita mudah
dikecewakan. Egoisme menyebabkan kita hanya
berpandangan picik. Kita tak sanggup memandang keadaan
di sekitar kita melalui mata iman kita. Bila hidup kita benar-
benar larut di dalam Yesus maka kita mengenal siIat-Nya
dan membagi sukacita-Nya. Kita tak dapat diguncang atau
kandas.
Mudah untuk merasa sakit hati bila kita sendiri menilai
berdasarkan keadaan sekitar dan lingkungan kita. Ini
bukanlah melihat melalui mata Roh. Sering Allah tidak
menjawab doa saya menurut cara atau lama waktu yang saya
rasa perlu sekali. Tetapi sementara saya melihat kembali
ke setiap kasus, maka saya dapat mengerti dan melihat
hikmat-Nya.
Terkadang anak-anak kita tidak mengerti metode kita
atau logika di balik pendidikan mereka. Kita mencoba
memberikan penjelasan kepada anak-anak yang lebih tua
agar mereka dapat mengambil keuntungan dari hikmat
itu. Tetapi, adakalanya mereka mungkin tidak paham atau
setuju akibat dari ketidakdewasaan mereka, di kemudian
hari mereka akan mengerti. Atau barangkali alasannya
ialah menguji kepatuhan, kasih dan kedewasaan mereka.
Demikian juga dengan Bapa kita yang di surga. Dalam situasi
ini iman berkata, 'Aku memercayai Engkau walaupun aku
tidak mengerti.
Dalam Ibrani 11:35-39 kita mendapat catatan dari orang-
orang yang tidak pernah melihat penggenapan janji-janji
mereka dari Allah dan mereka tetap tak pernah bimbang:
137
'Orang-orang lain membiarkan dirinya disiksa dan tidak mau
menerima pembebasan, supaya mereka beroleh kebangkitan
yang lebih baik. Ada pula yang diejek dan didera, bahkan
yang dibelenggu dan dipenjarakan. Mereka dilempari,
digergaji, dibunuh dengan pedang. Mereka mengembara
dengan berpakaian kulit domba dan kulit kambing sambil
menderita kekurangan, kesesakan dan siksaan. Dunia ini
tidak layak bagi mereka. Mereka mengembara di padang
gurun dan di pegunungan, dalam gua-gua dan celah-celah
gunung. Dan mereka semua tidak memperoleh apa yang
dijanjikan itu, sekalipun iman mereka telah memberikan
kepada mereka suatu kesaksian yang baik.
Mereka telah memutuskan bahwa Allah sajalah yang
dibutuhkan mereka betapa pun besar risikonya. Mereka
memercayai-Nya walaupun mereka mati tanpa melihat
janji-janji itu digenapi. Mereka tak dapat disakiti hatinya.
Kita berakar dan berdasar bila kita mempunyai kasih
yang kuat dan kepercayaan kepada Allah. Tidak ada badai,
betapa pun dahsyatnya, dapat menggeser kita. Ini tidak.
datang sebagai akibat kemauan keras atau kepribadian. Ini
merupakan pemberian anugerah kepada semua yang menaruh
keyakinan kepada Allah dengan membuang keyakinan diri
sendiri. Namun untuk menyerahkan diri sepenuhnya Anda
harus mengenal Dia yang menggenggam hidup Anda.
ANUGERAH DIBERIKAN
KEPADA YANG RENDAH HATI
Simon Petrus tak dapat lagi bermegah menjadi sosok
yang besar. Dia telah kehilangan keyakinan alamiahnya.
Dia melihat dengan jelas kegagalan dari kemauannya
sendiri yang kuat. Dia telah direndahkan. Dia kini seorang
calon sempurna untuk menerima anugerah Allah. Allah
memberikan anugerah-Nya kepada orang yang rendah hati.
Kerendahan hati adalah sebuah prasyarat. Ini merupakan
pelajaran yang berkobar di hati nurani Petrus ketika dia
menulis di suratnya: 'Bersalutlah dengan kerendahan
Semua yang Dapat Diguncangkan
akan Diguncangkan
138
Umpan blis
hati, karena Allah menentang orang sombong, tetapi
memberikan anugerah kepada orang rendah hati` (1 Ptr. 5:5,
New King James).
Petrus telah diguncangkan sampai ke tahap menyerah
kalah. Kita mengetahui ini melalui amanat yang diberikan
malaikat Tuhan kepada Maria Magdalena di kubur: 'Tetapi
sekarang pergilah, katakanlah kepada murid-murid-Nya
dan kepada Petrus: Dia mendahului kamu ke Galilea; di
sana kamu akan melihat Dia, seperti yang sudah dikatakan-
Nya kepada kamu (Mrk.16:7, penekanan ditambahkan).
Malaikat itu harus mengkhususkan dia. Petrus hampir
kandas, tetapi Allah masih meletakkan dasar di dalam
dirinya. Dasar itu takkan disingkirkan oleh guncangan,
melainkan diperkuat.
Yesus bukan hanya mengampuni Petrus melainkan
juga memulihkannya. Setelah diguncang dia siap menjadi
salah seorang tokoh penting di gereja. Dia dengan berani
memaklumkan kebangkitan Kristus di hadapan orang-
orang yang bertanggung jawab atas penyaliban-Nya. Dia
menghadapi mahkamah agama, bukan hanya seorang
gadis pelayan. Dengan wibawa dan keberanian besar dia
berdiri menghadapi rnereka. Sejarah melaporkan bahwa
Petrus disalibkan secara sungsang setelah bertahun-tahun
melakukan pelayanan dengan setia.
2
Dia bersikeras bahwa
dia tidak layak untuk menjalani kematian serupa dengan
Tuhannya, jadi mereka menggantungkannya secara terbalik.
Dia tidak takut lagi. Dia adalah sebuah batu yang didirikan
di atas dasar yang kokoh dari Batu Karang.
Ujian-ujian dalam hidup ini akan mengungkapkan isi
hati Andaapakah sakit hati itu terhadap Allah atau orang
lain. Ujian akan membuat Anda menjadi kesal terhadap
Allah dan sesame rekan Anda atau menjadi semakin kuat.
Jika Anda lulus ujian itu, akar Anda akan menghunjam
semakin dalam untuk memantapkan Anda dan masa depan
Anda. Jika Anda gagal, maka Anda menjadi sakit hati yang
139
dapat mengantar ke arah pencemaran dengan kepahitan.
TUHAN, AKU TELAH MELAYANI ENGKAU,
TETAPI MENGAPA ..?
Ketika saya menjadi seorang gembala, seorang pemuda
cerdas berusia empat belas tahun yang sangat dihormati oleh
teman-temannya dan para pemimpin ada dalam kelompok
kaum muda. Dia seorang pelajar yang baik dan seorang
atlet yang berhasil. Karena bersemangat terhadap hal-hal
yang berkaitan dengan Allah, pemuda itu melayani dengan
setia dan merelakan diri untuk setiap acara kegiatan. Dia
mengadakan perjalanan misi bersama kami untuk bersaksi
kepada hampir setiap orang yang dijumpainya.
Pada suatu ketika dalam hidupnya dia meluangkan waktu
empat jam sehari untuk berdoa. Dia mendengar banyak hal
dari Tuhan dan menyampaikannya kepada orang-orang lain.
Hal yang disampaikannya selalu merupakan berkat. Dia
mengakui panggilannya untuk masuk ke dalam pelayanan
Injil dan ingin menjadi seorang gembala sebelum berusia
dua puluh tahun. Dia agaknya merupakan sebuah batu
karang yang tak tergoyahkan.
Saya menyukai pemuda ini, mengenal panggilan Allah
atas hidupnya dan meluangkan waktu saya untuknya.
Saya hanya mempunyai sebuah keprihatinan: Dia agaknya
menaruh terlampau banyak keyakinan pada dirinya sendiri.
Saya ingin menasihatinya tetapi tidak mempunyai kebebasan
untuk berbuat demikian. Saya tahu perubahan akan datang.
Dia dapat bertahan terhadap badai yang dahsyat dan
tetap kuat. Terkadang saya mempertanyakan kemampuan
penilaian saya sementara saya melihatnya tahan menghadapi
ujian-ujian yang berat.
Setelah beberapa tahun berlalu, dia pindah dan saya
mulai banyak bepergian. Tetapi saya tetap berhubungan
dengan dia. Saya tahu dia akan mengalami suatu proses
kehancuran. Karena hal itu harus terjadi, saya sama sekali
tidak tahu hal yang akan terjadi namun menyadari bahwa
Semua yang Dapat Diguncangkan
akan Diguncangkan
140
Umpan blis
itu perlu untuknya demi menggenapi masa depannya. Ini
akan merupakan proses yang mirip dengan penampian
Simon Petrus.
Ketika pemuda ini berumur delapan belas tahun, ayahnya
mengidap kanker yang tak tersembuhkan. Dia dan ibunya
berpuasa dan berdoa, dengan iman bahwa ayahnya akan
sembuh. Orang-orang lain ikut juga mendoakan. Beberapa
bulan sebelum peristiwa ini ayahnya menyerahkan hidupnya
kepada Tuhan Yesus.
Kesehatan ayahnya menjadi semakin parah. Saya
sedang melayani di kota lain di negara bagian Alabama
ketika isteri saya menelepon dan mendesak saya untuk
menghubungi pemuda ini. Saya menjangkau dia dan
dapat mengetahui bahwa dia memerlukan seseorang yang
mendorong semangatnya.
Saya mengemudikan mobil sepanjang malam seusai
kebaktian saya yang terakhir dan tiba di rumahnya pukul
empat pagi. Keadaan ayahnya sudah sedemikian parahnya
sehingga para dokter hanya memberi waktu beberapa hari
untuk hidup. Dia bahkan tak dapat berbicara.
Pemuda itu yakin bahwa ayahnya akan disembuhkan.
Saya melayani keluarga itu lalu pulang beberapa jam
kemudian. Keesokan harinya, kami menerima telepon yang
menyatakan bahwa keadaannya menjadi semakin gawat.
Lisa dan saya segera berdoa. Sementara kami berdoa,
Allah memberikan penglihatan kepada isteri saya bahwa
Yesus sedang berdiri di sisi ranjang pria ini siap untuk
membawanya pulang. Setengah jam kemudian, pemuda
ini menelepon dan memberitahukan kami bahwa ayahnya
telah meninggal. Dia agaknya tetap tegar. Tetapi, itu baru
permulaannya.
Malam itu, dia menelepon sebagian kawan akrabnya
untuk memberitahukan bahwa ayahnya telah meninggal.
Ketika mereka menjawab telepon, mereka menangis. Dia
141
merasa heran bagaimana mereka telah mendengar berita itu.
Tetapi, mereka belum mendengarnya.
Air mata yang ditumpahkan mereka adalah untuk
seorang teman akrabnya yang baru saja meninggal dalam
suatu kecelakaan. Dalam sehari, dia telah kehilangan
ayahnya dan seorang sahabatnya yang sangat baik.
Guncangan itu telah mulai. Dia bingung, kecewa
dan kebas (mati rasa). Hadirat Allah tampaknya telah
meninggalkannya.
Sebulan kemudian, sementara naik mobil pulang,
pemuda ini menemui kecelakaan yang baru saja terjadi.
Karena dia pernah mendapat latihan pertolongan pertama
pada kecelakaan maka dia segera berhenti dan memberikan
bantuannya. Setiap orang dari dua mobil itu adalah sahabat
karibnya. Dua orang meninggal di dalam pelukannya ketika
dia berusaha menolong.
Teman muda saya itu mencapai batasnya. Dia
menghabiskan waktu tiga jam di hutan untuk berdoa dan
berseru kepada Allah, 'Di manakah Engkau? Engkau
berkata bahwa Engkau akan menjadi penghiburku, padahal
aku tidak terhibur!
Tampaknya seolah-olah Allah telah berpaling dari dia.
Tetapi ini sebenarnya untuk pertama kalinya kekuatannya
sendiri telah mengecewakannya.
Dia menjadi marah kepada Allah. Mengapa Dia telah
mengizinkan hal ini terjadi? Dia tidak marah kepada
gembalanya, keluarganya atau saya. Sakit hatinya tertuju
kepada Allah. Dia digerogoti kekecewaan. Allah telah
mengecewakannya pada saat kebutuhannya yang terbesar.
'Tuhan, aku telah melayani Engkau dan telah
menyerahkan segala sesuatu untuk mengikuti Engkau,
dia berdoa 'Kini, Engkau telah meninggalkan diriku! Dia
yakin bahwa Allah berutang kepadanya atas semua yang
telah diserahkannya untuk melayani Dia.
Semua yang Dapat Diguncangkan
akan Diguncangkan
142
Umpan blis
Banyak orang telah mengalami penderitaan dan
kekecewaan yang kadarnya sedikit di bawah itu dan lainnya
lebih banyak. Banyak yang merasa sakit hati kepada Tuhan.
Mereka berpendapat bahwa Dia harus mempertimbangkan
semua pengorbanan yang telah dilakukan mereka
untuk-Nya.
Mereka melayani-Nya untuk berbagai alasan yang
keliru. Kita tak boleh melayani Tuhan untuk hal yang dapat
dilakukan-Nya, melainkan untuk jati diri-Nya dan hal
yang telah diperbuat-Nya bagi kita. Mereka yang sakit hati
tidaklah menyadari sepenuhnya betapa besar utang yang
telah dilunasi-Nya untuk menjadikan mereka merdeka.
Mereka telah lupa dari jenis kematian dahsyat apakah
mereka telah dibebaskan. Mereka hanya melihat melalui
mata lahiriah dan bukannya melalui penglihatan kekal.
Pemuda ini tidak lagi pergi ke gereja dan mulai bergaul
dengan khalayak yang keliru dengan sering pergi ke kedai
minuman dan pesta-pesta. Di dalam kekecewaannya, dia
tak mau berurusan dengan hal-hal yang berkaitan dengan
Tuhan. Dia ingin mengelakkan hubungan apa pun dengan
Allah.
Dia tak dapat mempertahankan gaya hidup ini lebih
lama dari dua minggu, karena hatinya sangat tertempelak.
Tetapi, dia masih menolak untuk mendekati Tuhan selama
enam bulan. Hadirat Tuhan agaknya tak dapat dijumpai di
mana pun juga.
Lebih dari setahun telah berlalu. Melalui beberapa
peristiwa dia melihat bahwa Allah masih bekerja dalam
hidupnya. Dia mendekati Tuhan, tetapi kali ini berlainan
coraknya. Dia datang dengan rendah hati. Setelah masa
ujian berlalu, Tuhan menunjukkan kepadanya bahwa Dia
tak pernah meninggalkannya. Sementara perilaku rohaninya
pulih, dia belajar untuk menaruh keyakinannya kepada
anugerah Allah, bukan kepada kekuatannya sendiri.
143
Saya terus berhubungan dengan pemuda ini. Satu
setengah tahun Kemudian, dia mengatakan kepada saya
bahwa dia telah melihat di dalam dirinya hal-hal yang tak
pernah diketahui sebelumnya. 'Saya seorang yang tidak
berkarakter dan dangkal dalam semua hubungan. Saya
dibesarkan oleh ayah saya untuk menjadi kuat lahiriah,
seorang pria mandiri. Saya tak pernah dapat bertumbuh
menurut cara yang dikehendaki Allah. Saya bersyukur
bahwa Tuhan tidak membiarkan saya dalam keadaan itu.
'Tetapi, yang paling menyedihkan saya bukanlah pergi
ke kedai-kedai minuman dan bermabuk-mabukan. Yang
paling menyusahkan adalah bahwa saya berpaling dari
Roh Kudus. Saya sangat mengasihi-Nya. Persekutuan saya
dengan Dia tak pernah semesra sekarang.
Banyak guncangan terjadi dalam hidupnya. Keyakinan
diri ditiadakan. Tetapi, pemuda ini memiliki dasar seperti
yang dimiliki Simon Petrus, dan itu tak dapat disingkirkan.
Sebaliknya, dari membina hidupnya dan pelayanannya
melalui kesombongan, kini dia membina dengan anugerah
Allah.
Sakit hati melahirkan kelemahan dan keputusasaan
dalam hidup kita. Seringkali, segi yang kita sangka
merupakan kekuatan kita adalah kelemahan kita yang
tersembunyi. Itu akan tetap tersembunyi sampai suatu badai
yang dahsyat membongkar tutupnya. Rasul Paulus menulis,
'Karena kitalah orang-orang bersunat, yang beribadah oleh
Roh Allah, dan bermegah dalam Kristus Yesus dan tidak
menaruh percaya pada hal-hal lahiriah (Flp. 3:3, penekanan
ditambahkan).
Kita tak dapat berbuat sesuatu yang bernilai kekal
dengan kesanggupan kita sendiri. Memang mudah untuk
mengatakan hal ini, tetapi memiliki kebenaran berakar kuat
di dalam diri kita adalah persoalan yang lain.
Semua yang Dapat Diguncangkan
akan Diguncangkan
144
Umpan blis
YESUS TIDAK MENGKOMPROMIKAN
KEBENARAN AGAR ORANG-ORANG TIDAK
TERSINGGUNG
Buku Anda Umpan Iblis sungguh-sungguh membuka
mata saya. Saya dan suami bekerja dalam pelayanan,
dan saya merasa bahwa hubungan saya dengan Tuhan
baik-baik saja. Buku Umpan Iblis menunjukkan saya
bahwa dendam yang saya simpan terhadap bibi saya
selama lima belas tahun telah merugikan saya banyak
sekali. Sebagai orang kristen, kita selalu diajarkan
untuk memaafkan, namun saya tidak mengambil hati
hingga pesan Anda membawa saya berhadapan dengan
luka di masa lalu saya.
R. M., TENNESSEE
145
9
BATU SANDUNGAN
"Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu
yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa
yang percaya kepada-Aya tidak akan dipermalukan.
"Karena itu bagi kamu yang percaya: "Batu yang telah
dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi
batu penjuru, juga telah menjadi batu sentuhan dan
suatu batu sandungan." Mereka tersandung padanya,
karena mereka tidak taat kepada Firman Allah dan
untuk itu mereka juga telah disediakan
1 Petrus 2:-8
M
asa kini arti kata percaya telah menjadi lemah. Di
mata banyak orang kata itu hanya menjadi suatu
pengakuan tentang suatu Iakta tertentu. Bagi banyak orang,
itu tidak ada kaitannya dengan ketaatan. Tetapi dalam nas di
atas, kata-kata percaya dan tidak taat dilambangkan sebagai
kata-kata yang berlawanan.
146
Umpan blis
Alkitab menasihatkan 'supaya setiap orang yang percaya
kepada-Nya (Yesus Kristus) tidak binasa melainkan beroleh
hidup yang kekal (Yoh. 3:16). Sebagai akibat dari cara kita
memandang kata percaya, banyak orang berpendapat bahwa
yang dituntut dari mereka hanyalah percaya bahwa Yesus ada
dan mati di Golgota, maka mereka mempunyai kedudukan
yang baik dengan Allah. Jika hanya ini saja tuntutannya,
maka setan-setan pun akan berada dalam kedudukan yang
baik di hadapan Allah. Alkitab juga menyatakan, 'Engkau
percaya bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi
setan-setan pun juga percaya akan hal itu dan mereka
gemetar (Yak. 2:9, penekanan ditambahkan). Tidak ada
keselamatan bagi mereka.
Kata percaya mempunyai makna lebih dalam di Alkitab
daripada sekedar mengakui keberadaan dari suatu Iakta
atau secara mental menyetujui adanya suatu Iakta. Sesuai
dengan konteks dari ayat di atas, kita dapat berkata bahwa
unsur utama dari percaya ialah taat. Kita dapat membacanya
demikian: 'Karena itu bagi kamu yang taat, Dia mahal, tetapi
bagi mereka yang tidak taat: Batu yang telah dibuang oleh
tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru, juga
telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan.`
Tidaklah sukar untuk taat atau patuh bila Anda mengenal
siIat dan kasih dari orang yang kepadanya Anda berserah.
Kasih adalah landasan dalam hubungan kita dengan
Tuhanbukan kasih akan asas atau ajaran melainkan kasih
kepada Pribadi Yesus Kristus. Jika kasih itu tidak teguh
di tempatnya, maka kita rentan terhadap sakit hati dan
sandungan.
Umat Israel, yang disebut Tuhan sebagai tukang-tukang
bangunan, menolak atau membuang batu penjuru yaitu
Yesus. Mereka mencintai ajaran Perjanjian Lama. Mereka
puas dengan taIsiran mereka karena dapat dipergunakan
untuk keuntungan mereka dan dipakai untuk mengendalikan
orang lain. Yesus, di pihak lain, menantang semua ketaatan
147
hukum secara harfah yang sangat dijunjung mereka. Dia
berkata kepada mereka , 'Kamu menyelidiki Kitab-kitab
Suci, karena di dalamnya kamu menyangka bahwa kamu
memiliki hidup kekal, dan Kitab-kitab ini bersaksi tentang
Aku (Yoh. 5:39, New King James).
Mereka tak dapat memahami gagasan bahwa sejak
semula Allah ingin berhubungan dengan kaum pria dan
wanita. Mereka ingin memerintah dan berkuasa. Di mata
mereka, hukum dijunjung lebih tinggi daripada hubungan.
Mereka menolak hal-hal yang diberikan dengan cuma-
cuma kepada mereka. Mereka lebih suka berlelah untuk
memperolehnya. Jadi pemberian Allah yang cuma-cuma
yaitu Yesus Kristus, harapan mereka untuk kehidupan dan
keselamatan, menjadi batu sentuhan dan batu sandungan
kepada mereka.
Simeon bernubuat ketika dia mengangkat bayi Yesus
di tangannya dalam Bait Suci: 'Sesungguhnya anak ini
ditentukan untuk menjatuhkan dan membangkitkan banyak
orang ini Israel (Luk. 2:34). Perhatikanlah kejatuhan dan
kebangkitan. Dia yang dikaruniakan untuk mendatangkan
sejahtera kepada dunia, akhirnya membawa pedang
pemisahan kepada orang-orang yang ditemui-Nya (Mat.
10:34) dan kehidupan kepada mereka yang dijadikan
korban oleh para tukang bangunan (pendeta-pendeta pada
zaman itu).
YESUS DAN SANDUNGAN
Di Sekolah Minggu, Yesus sering ditampilkan sebagai
gembala yang menggendong anak domba yang sesat di
pundak-Nya untuk dibawa kembali kepada kawanan domba
itu. Atau barangkali Dia merangkul anak-anak sambil
memberkati mereka atau tersenyum dan berkata, 'Aku
mengasihi kalian. Catatan ini semua benar, tetapi tidak
memberikan gambaran selengkapnya.
Yesus ini juga menghardik kaum Farisi untuk kebenaran
Batu Sandungan
148
Umpan blis
diri mereka: 'Hai kamu ular-ular, hai kamu keturunan ular
beludak! Bagaimanakah mungkin kamu dapat meluputkan
diri dari hukuman neraka? (Mat. 23:33). Dia membalikkan
meja-meja para penukar uang di Bait Suci dan mengusir
mereka ke luar (Yoh.2: 13-22). Dia mengatakan kepada
pria yang mau menguburkan ayahnya sebelum mengiring
Dia, 'Biarlah orang mati menguburkan orang mati, tetapi
engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-
mana (Luk. 9:59-60). Itu hanya sebagian dari banyak
contoh lainnya.
Penyelidikan yang teliti terhadap pelayanan Yesus
menyingkapkan seorang yang menyakiti hati banyak orang
sementara Dia melayani. Marilah kita menyimak beberapa
contoh.
Yesus Menyakiti Hati Orang-Orang Farisi
Dalam banyak kesempatan, Yesus menghadapi dan
menyakiti hati para pemimpin ini. Karena hati mereka
disakiti, mereka menyalibkan-Nya. Mereka membenci-Nya.
Tetapi Yesus cukup mengasihi mereka sehingga mengucapkan
kebenaran: 'Hai orang-orang munafk! Benarlah nubuat
Yesaya tentang kamu: Bangsa ini memuliakan Aku dengan
bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma
mereka beribadah kepada-Ku (Mat.15:7-9). Pernyataan ini
melukai perasaan mereka.
Perhatikanlah pertanyaan yang diajukan oleh para murid
Yesus segera setelah itu:
Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya
kepada-Nya: Engkau tahu bahwa perkataan-Mu
itu telah menjadi batu sandungan bagi orang-orang
Farisi?
(Mat. 15:12).
Simaklah tanggapan-Nya:
Setiap tanaman yang tidak ditanam Bapa-Ku yang di
149
surga akan dicabut dengan akar-akarnya. Biarkanlah
mereka itu. Mereka orang buta yang menuntun orang
buta. Jika orang buta menuntun orang buta, pasti
keduanya jatuh ke dalam lubang
(Mat. 15:13-14).
Yesus menunjukkan bahwa batu sandungan akan
membersihkan orang-orang yang tidak ditanam oleh Bapa-
Nya. Sebagian orang mungkin bergabung dengan gereja
atau kelompok pelayanan tetapi tidak diutus oleh Allah atau
berasal dari Allah. Sandungan yang terjadi bila kebenaran
diberitakan menyingkapkan motiI sejati mereka dan
menyebabkan mereka tercabut sendiri.
Dalam perjalanan mengunjungi gereja-gereja, saya telah
menyaksikan banyak kasus yang di dalamnya para gembala
meratapi orang-orang yang telah pergi, baik dari staI atau-
pun jemaat. Dalam banyak hal orang-orang itu merasa kesal
karena kebenaran diberitakan, dan itu menentang gaya hidup
mereka. Mereka kemudian akan mencari-cari kesalahan
pada setiap segi dari gereja lalu berangkat pergi.
Para gembala menahan setiap orang yang datang melalui
pintu mereka, mereka pada akhirnya harus berkompromi
tentang kebenaran. 'Jika Anda memberitakan kebenaran,
saya berkata kepada mereka, Anda akan menyakiti hati
orang, dan mereka akan tercabut dan pergi. Jangan meratapi
mereka melainkan lebih baik terus memberi makan dan
memelihara orang-orang yang telah diutus Allah kepada
Anda.
Sebagian pemimpin menghindari adanya konIrontasi
karena takut kehilangan pengikut. Sebagian dari mereka
bimbang terutama karena yang perlu dikonIrontasi adalah
penderma besar atau berpengaruh di gereja atau masyarakat.
Orang lain takut menyinggung perasaan seseorang yang
telah bersama mereka sejak lama. Akibatnya, para gembala
itu kehilangan wibawa ilahi untuk melindungi dan merawat
domba-domba yang dipercayakan kepada mereka.
Batu Sandungan
150
Umpan blis
Ketika saya mula-mula memasuki pengalaman peng-
gembalaan, seorang yang bijak memperingatkan saya:
'Tinggallah pada kewibawaanmu, atau seseorang lain akan
merenggutnya dari dirimu dan menggunakannya untuk
melawanmu.
Samuel adalah seorang hamba Allah yang tak mau
mengurangi kebenaran untuk siapa pun, bahkan untuk raja
sekalipun. Ketika Saul mendurhakai Allah, Tuban menyuruh
Samuel menantangnya. Samuel melakukannya. Sayangnya,
Saul tidak menanggapi frman Tuhan dengan pertobatan
sejati. Dia lebih mempedulikan penampilannya di hadapan
orang lain. Ketika Samuel mulai meninggalkannya, Saul
menarik jubahnya dan mencabik sebagian dari ujung jubah
itu. Samuel menghardiknya dengan kata-kata ini: 'Tuhan
telah mengoyakkan dari padamu jabatan raja atas Israel
pada hari ini (1 Sam. 15:28).
Ini bukanlah yang diinginkan Samuel untuk Saul. Nabi
ini meratapi sang raja. Dia telah mengurapi Saul sebagai
raja, melatihnya untuk memerintah dan menyelenggarakan
penobatannya. Dia merupakan sahabat pribadi Saul. Tetapi
dengarkanlah reaksi Allah terhadap dukacita Samuel atas
Saul: 'Berapa lama lagi engkau berdukacita karena Saul?
Bukankah dia telah Kutolak sebagai raja atas Israel?
Isilah tabung tandukmu dengan minyak dan pergilah. Aku
mengutus engkau (1 Sam. 16:1, penekanan ditambahkan).
Allah mengatakan bahwa supaya Samuel terus bergerak
dalam urapan yang segar, dia harus menyadari sempurnanya
kasih dan penilaian Allah. Jika Samuel kembali kepada Saul
setelah Allah menolaknya, dia takkan memiliki minyak yang
segar. Jika dia terus berkabung, maka dia takkan mencapai
apa pun.
Para gembala yang berduka dan berkabung atas
kepergian orang-orang dari gereja atau yang menolak untuk
menghadapi para anggotanya karena mereka adalah sahabat-
sahabatnya pada akhirnya akan mengalami bahwa minyak
151
urapan dalam hidup mereka menjadi kering. Sebagian dari
pelayanan mengalami kematian, sementara lainnya hanya
meniru kehidupan. Tanpa menyadari mereka telah memilih
untuk menempatkan hubungan dengan manusia di atas
hubungan dengan Allah.
Alkitab tidak mencatat reaksi Yesus terhadap siapa pun
yang meninggalkan Dia. Satu-satunya Kesukaan-Nya ialah
melakukan kehendak Bapa. Dengan berbuat demikian, Dia
akan member keuntungan kepada khalayak dalam jumlah
yang terbesar.
Saya tak pernah melupakan saat saya sedang berkhotbah
dalam sebuab aliran gereja yang penuh dengan Roh. Kami
telah mengadakan perjalanan penginjilan selama kira-
kira setahun. Hari Minggu pertama di pagi hari, saya
menyampaikan khotbah sederhana tentang pertobatan dan
kembali kepada kasih yang semula. Saya merasakan adanya
penolakan tetapi mengetahui bahwa itu adalah amanat yang
harus saya sampaikan.
Seusai kebaktian, sang gembala berkata, 'Allah telah
menunjukkan kepada saya hal yang Anda khotbahkan
pagi ini, tetapi saya pikir jemaat saya belum siap untuk
menerimanya.
Isteri saya merasa terkesan oleh Roh Kudus untuk
bertanya kepadanya, 'Siapakah gembala dari gereja ini
Anda atau Yesus?
Gembala itu menundukkan kepalanya. 'Itulah tepatnya
yang dikatakan Tuhan kepada saya kira-kira sebulan yang
lalu. Dia memberitahukan saya bahwa Dia tahu hal yang
dapat diterima jemaat ini. Dia mengatakan kepada kami
bahwa sepertiga dari jemaatnya terdiri atas golongan 'kolot
yang tidak menghendaki perubahan apa pun dalam acara
kebaktian, musik atau khotbah. Kami mendorongnya untuk
menjadi kuat dan mematuhi Tuhan.
Kami mengadakan empat kali kebaktian lagi di gereja itu;
Batu Sandungan
152
Umpan blis
dan setiap kalinya semakin sulit. Ketika kami meninggalkan
kota itu, saya merasa seolah-olah ada suatu karung pasir
dalam lambung saya. Saya tak dapat melukiskannya. Hal itu
terasa semakin berat dan tidak menyenangkan. Biasanya,
bila saya meninggalkan suatu gereja, sukacita memenuhi
hati saya. Saya tidak tahu sumber ketidak-beresannya.
Ketika pada akhirnya saya menyendiri dengan Tuhan,
saya bertanya, 'Bapa, apakah kesalahan yang kuperbuat?
Mengapa beban berat ini ada dalam rohku? Apakah aku
merampas wewenang gembala itu?
Dia hanya berkata,Kebaskanlah debunya dari kakimu
(lihat Lukas 9:5).
Saya terkejut mendengar Dia berkata demikian.
Saya terus berdoa dan bertanya kepada-Nya, namun saya
mendengar kata-kata yang sama itu juga: 'Kebaskanlah
debunya dari kakimu.
Akhirnya saya patuh. Pada saat tangan saya meninggalkan
sol sepatu saya yang kedua, beban itu terangkat, dan sukacita
masuk kembali ke dalam hati saya. Saya berkata lagi dalam
nada keheranan, 'Tuhan, mereka tidak menyerangku dan
mengusirku dari kota mereka. Mengapa?
Dia menunjukkan kepada saya bahwa pimpinan dan
banyak orang di situ telah menolak frman-Nya kepada
mereka.
'Berikanlah lebih banyak waktu kepada mereka,
Tuhan, Saya memohon.
'Jika Aku memberi kepada mereka lima puluh tahun
lagi, mereka tidak akan berubah. Mereka telah mengeraskan
hati mereka.
Saya tahu pemimpin ini telah memilih untuk memelihara
perdamaian melalui kompromi daripada mematuhi Allah.
Tabung tanduknya tidak terisi minyak segar. Dia mempunyai
bentuk tanpa isi. Dengan kata lain, dia mempunyai
153
penampilan lahiriah dari keadaan dipenuhi Roh tetapi
tidak memiliki kuasa atau hadirat Allah. Saya kemudian
mendengar bahwa dia mengundurkan diri sebagai gembala,
dan jemaatnya hanya semakin kecil dibanding semula.
Yesus tak mau dikendalikan oleh orang-orang lain. Dia
akan berbicara kehenaran walaupun itu berarti konIrontasi
dan batu sandungan. Jika Anda menginginkan restu
manusia, urapan Allah takkan turun ke atas Anda. Anda
harns berniat di hati Anda untuk memberitakan frman Allah
dan melakukan kehendak-Nya sekalipun dengan risiko
menyinggung perasaan orang lain.
Yesus Menjadi Sandungan kepada Penduduk Kota
Kediaman-Aya
Yesus telah tiba di kota kediaman-Nya sendiri untuk
melayani. Tetapi Dia tak dapat membawa kepada mereka
kebebasan dan kesembuhan yang telah dibawa-Nya kepada
banyak orang. Simaklah ucapan mereka:
Bukankah Dia ini anak tukang kayu? Bukankah
ibunya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya:
Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas? Dan bukankah
saudara-saudara-Nya perempuan semuanya ada
bersama kita? Jadi dari mana diperoleh-Nya
semua itu? Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.
Maka Yesus berkata kepada mereka: Seorang nabi
dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya
sendiri dan di rumahnya
(Mat. 13:55-57).
Dapatkah Anda mendengar kaum pria dan wanita dari
Nazaret ini berkata, 'Siapa pada sangka-Nya diri-Nya itu
mau mengajar kita dengan berwibawa? Kita mengenal jati
diri-Nya. Dia dibesarkan di sini. Kita adalah para tetua-Nya.
Dia hanya putra seorang tukang kayu. Dia tidak mempunyai
pendidikan resmi.
Batu Sandungan
154
Umpan blis
Sekali lagi Yesus tidak berkompromi tentang kebenaran
demi menjaga agar orang-orang tidak merasa sakit hati.
Penduduk kota itu sedemikian marahnya sehingga mereka
berusaha untuk membunuh Dia dengan mendorong-Nya ke
tebing (Luk. 4:28-30). Walaupun hidup-Nya dalam bahaya,
Dia terus mengucapkan kebenaran. Kita membutuhkan
lebih banyak pria dan wanita semacam itu masa kini.
Yesus Menjadi Sandungan kepada Anggota
Keluarga-Aya Sendiri
Bahkan orang-orang dari rumah-Nya sendiri tersinggung
oleh-Nya. Mereka tidak senang dengan tekanan yang
diletakkan atas mereka oleh perbuatan-Nya. Sukar untuk
mereka percaya bahwa Dia berperilaku demikian. Marilah
kita perhatikan:
Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu,
mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata
mereka Dia tidak waras lagi... Lalu datanglah ibu dan
saudara-saudara Yesus. Sementara mereka berdiri di
luar, mereka menyuruh orang memanggil Dia. Ada
orang banyak duduk mengelilingi Dia, mereka berkata
kepada-Nya: Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu
ada di luar, dan berusaha menemui Engkau. Jawab
Yesus kepada mereka: Siapa ibu-Ku dan siapa
saudara-saudara-Ku? Dia melihat kepada orang-
orang yang duduk di sekeliling-Nya itu dan berkata:
Inilah ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Barangsiapa
melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-
laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku
(Mrk. 3:21,31-35).
Keluarga-Nya sendiri menyangka bahwa Dia sudah
tidak waras. Perhatikanlah bahwa Alkitab menyatakan
keluarga Yesus berniat untuk menahan Dia. Markus
memperkenalkan mereka sebagai ibu dan saudara-saudara
Yesus yang kemudian menjumpai-Nya sedang berkhotbah
155
di rumah seseorang. Bahkan Injil Yohanes menyebutkan,
'Saudara-saudara-Nya sendiri pun tidak percaya kepada-
Nya (Yoh. 7:5).
Banyak orang tidak menyadari bahwa Yesus ditolak
oleh orang-orang yang akrab dengan diri-Nya. Tetapi bukan
sambutan penerimaan dari keluarga-Nya yang dicari-Nya.
Dia tak mau dikendalikan oleh keinginan mereka. Dia mau
menggenapi rencana Bapa, apakah mereka menyetujuinya
atau pun tidak.
Saya telah melihat banyak orang, terutama pasangan
suami isteri, yang tidak mengiring Yesus karena takut
menyakiti hati pasangan mereka atau anggota keluarga.
Akibatnya mereka murtad atau tak pernah mencapai potensi
penuh dari panggilan mereka.
Ketika saya mula-mula lahir baru, semua anggota
keluarga saya menganut kepercayaan yang berbeda dan
tidak turut merasakan kegembiraan dari iman yang baru saya
temukan. Ibu saya yang terutama tidak menyukai keputusan
saya meninggalkan gereja tempat dia membesarkan saya.
Tentu saja banyak orang dari kepercayaan itu yang mencintai
Tuhan, tetapi saya tahu bahwa Allah memanggil saya keluar.
Tamparan kedua datang ketika saya mengumumkan
keputusan untuk masuk ke dalam pelayanan Injil. Saya
baru saja menerima gelar insinyur dari universitas Purdue,
dan kedua orang tua saya menaruh harapan yang besar
bagi saya. Saya tahu hal yang dikehendaki Tuhan dari diri
saya, dan saya tahu itu akan menyinggung perasaan mereka
yang dekat dengan saya. Selama bertahun-tahun hal itu
tidak menyenangkan. Banyak kali terjadi kesalahpahaman.
Tetapi saya telah memutuskan bahwa betapa pun marahnya
mereka, saya akan mengiring Yesus.
Pada mulanya, saya mencoba mencecar mereka dengan
Injil. Saya memberitahukan mereka bahwa mereka tidak
diselamatkan hanya dengan upacara ibadah mereka. Saya
mendesak mereka sampai kepada batas kemampuan mereka
Batu Sandungan
156
Umpan blis
menerimanya. Saya tidak bertindak bijaksana. Kemudian
Tuhan memberi petunjuk kepada saya untuk menghayati
kehidupan Kristen di hadapan mereka dan mempersilakan
mereka menyaksikan sendiri perbuatan baik saya. Saya tetap
tidak berkompromi hanya demi menyenangkan hati mereka.
Kini, kedua orang tua saya sangat mendukung, dan kakek
saya, yang paling sengit melawan saya, diselamatkan secara
luar biasa pada usia delapan puluh sembilan tahun yaitu dua
tahun menjelang kematiannya.
Ibu dan saudara-saudara Yesus mungkin menyangka Dia
sudah tidak waras. Tetapi, karena kepatuhan-Nya kepada
Bapa, mereka akhirnya diselamatkan dan berada di ruang
atas pada hari Pentakosta. Yakobus, saudara-Nya, menjadi
rasul utama dari gereja di Yerusalem.
Jika kita mengurangi kebenaran yang disabdakan Allah
kepada kita demi menyenangkan hati para anggota keluarga
kita, maka kita akan kehilangan minyak urapan segar dalam
hidup kita, dan kita akan mencegah keluarga kita dari
kesempatan dibebaskan.
Yesus Menjadi Sandungan kepada Staf-Aya Sendiri
Pada pasal terdahulu kita membahas secara terinci sudut
pandang para murid ketika Yesus melukai perasaan mereka.
Marilah kita meninjaunya kembali dan melihatnya dari
sudut pandang Yesus.
Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-
murid Yesus yang berkata: Perkataan ini keras,
siapakah yang sanggup mendengarkannya? Yesus
yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-
Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada
mereka: Adakah perkataan itu menyakitkan hatimu?
.... Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya
mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia
(Yoh. 6:60-61,66, New King James).
157
Keadaannya sudah cukup gawat. Para pemimpin
keagamaan merencanakan kematian-Nya. Kota kediaman-
Nya sendiri menolak Dia. Keluarga-Nya menyangka Dia
tidak waras. Untuk menambah beratnya tekanan, banyak
dari anggota staI-Nya sendiri pergi dalam keadaan sakit hati.
Tetapi Yesus tidak mau berkompromi. Dia berkata kepada
mereka yang masih tinggal bahwa mereka juga bebas untuk
pergi jika mereka mau.
Hal satu-satunya yang penting bagi Yesus ialah meng-
genapi rencana Bapa. Jika sekiranya Dia ditinggal berdiri
seorang diri pada hari itu, hal tersebut takkan mengubah
hatinya. Dia bertekad untuk mematuhi Bapa-Nya.
Yesus Menjadi Sandungan kepada Sebagian
Sahabat Karib-Aya
Ada seorang yang sedang sakit, namanya Lazarus. Dia
tinggal di Betania, kampung Maria dan adiknya Marta.
Maria ialah perempuan yang pernah meminyaki kaki
Tuhan dengan minyak mur dan menyekanya dengan
rambutnya. Dan Lazarus yang sakit itu adalah
saudaranya. Kedua perempuan itu mengirim kabar
kepada Yesus: Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit
(Yoh. 11:1-3).
Yesus mengasihi Marta, Maria dan Lazarus. Mereka
bergaul akrab. Dia meluangkan waktu bersama dengan
mereka. Perhatikanlah tanggapan- Nya ketika tiba berita
bahwa Lazarus sakit:
Namun setelah didengar-Nya bahwa Lazarus sakit,
Dia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat, di mana
Dia berada
(Yoh. 11:6).
Yesus mengetahui melalui wahyu bahwa sakit Lazarus
akan mengantar kepada kematian. Itu merupakan hal yang
gawat. Tetapi Dia tinggal di tempat Dia tadinya berada
Batu Sandungan
158
Umpan blis
selama dua hari lagi. Ketika Dia akhirnya datang ke Betania,
Lazarus sudah mati.
Marta dan Maria masing-masing berkata kepada-Nya:
'Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak
mati (Yoh. 11:21,32). Dengan kata lain, 'Mengapa Engkau
tidak datang dengan segera? Engkau sebenarnya dapat
menyelamatkannya!
Kemungkinan besar kedua saudari itu agak tersinggung
perasaannya. Mereka mengutus seseorang untuk
memberitahukan-Nya, dan Dia menangguhkan kedatangan-
Nya selama dua hari. Yesus tidak menanggapi seperti yang
diharapkan oleh mereka. Dia tidak mengabaikan segala hal
untuk segera datang, melainkan Dia mengikuti pimpinan
Roh Kudus. Ini yang terbaik bagi siapa pun juga. Namun
pada waktu itu tampaknya seolah-olah Yesus bersikap masa
bodoh, seolah-olah Dia tidak peduli.
Sering para gembala dikendalikan oleh jemaatnya.
Mereka berpendapat bahwa mereka harus melakukan segala
sesuatu yang diminta oleh jemaat dari mereka.
Seorang anggota pengurus gereja pada suatu gereja
yang dipenuhi Roh yang telah kehilangan gembalanya
pernah berkata kepada saya. 'Kami menginginkan seorang
gembala yang akan memenuhi kebutuhan kami, seseorang
yang dapat datang ke rumah saya pukul delapan pagi untuk
minum kopi.
Saya berpikir, 'Anda akan menemukan seseorang
yang suka bergaul yang dapat Anda kendalikan, bukannya
seseorang yang dikendalikan Roh Kudus. Saya mendapati
kemudian bahwa gereja ini telah berganti empat orang
gembala dalam waktu satu setengah tahun.
Ketika saya menjadi seorang gembala kaum muda,
seorang pemuda datang menjumpai saya setelah saya
menggembalakan selama enam bulan. 'Maukah Anda
rnenjadi teman akrab saya? dia bertanya, 'Gembala saya
159
yang terakhir adalah teman akrab saya.
Gembala kaum muda sebelum saya sangat gemar bergaul
dengan kaum muda. Mereka banyak melakukan kegiatan.
Saya tahu hal yang dimintanya. Pada dasarnya sama seperti
yang diinginkan anggota pengurus itu dari gembalanya.
Saya mengutip Matius 10:41 untuknya yang berisi
ucapan Yesus, 'Barangsiapa menyambut seorang nabi
sebagai nabi, dia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa
menyambut seorang benar sebagai orang benar, dia akan
menerima upah orang benar.
'Anda mempunyai banyak teman akrab, bukan? Saya
bertanya kepadanya
'Ya, jawabnya.
'Tetapi Anda hanya mempunyai seorang gembala kaum
muda, bukan?
'Ya.
'Maukah Anda mendapat upah seorang gembala kaum
muda atau upah seorang teman akrab, karena cara Anda
menerima saya menentukan upah yang akan Anda terima
dari Allah?
Dia mengerti maksud saya, 'Saya menginginkan upah
gembala kaum muda.
Banyak pendeta takut jika mereka tidak memenuhi
harapan jemaatnya maka akan melukai perasaan jemaat
dan kehilangan dukungan. Mereka terjebak oleh rasa takut
menyinggung perasaan orang lain. Mereka dikendalikan
oleh jemaatnya sendiri, bukan Allah. Akibatnya, hanya
sedikit nilai kekal yang dicapai dalam gereja atau jemaat
mereka.
Batu Sandungan
160
Umpan blis
Yesus Menjadi Sandungan kepada
Yohanes Pembaptis
Bahkan Yohanes Pembaptis harus berurusan dengan
godaan dilukai perasaannya oleh Yesus:
Ketika Yohanes mendapat kabar tentang segala
peristiwa itu dari murid-muridnya, dia memanggil
dua orang dari antaranya dan menyuruh mereka
bertanya kepada Tuhan; Engkaukah yang akan
datang itu atau haruskah kami menantikan seorang
lain? Ketika kedua orang itu sampai kepada Yesus,
mereka berkata: Yohanes Pembaptis menyuruh kami
bertanya kepada-Mu: Engkaukah yang akan datang
itu atau haruskah kami menantikan seorang lain?
(Luk. 7:18-20).
Tunggu dulu. Mengapa Yohanes bertanya kepada Yesus
apakah Dia Mesias yang akan datang? Yohaneslah orang yang
menyiapkan jalan-Nya dan mengumumkan kedatangan-
Nya: 'Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa
dunia (Yoh 1 :29). Dialah yang berkata, 'Dialah itu yang
akan datang membaptis dengan Roh Kudus (ayat 33). Dia
bahkan berkata, 'Dia harus makin besar, tetapi aku harus
makin kecil (Yoh. 3:30). Yohaneslah orang satu-satunya
yang mengetahui jati diri Yesus pada waktu itu. (Itu belum
tersingkap kepada Simon Petrus).
Mengapa dia bertanya, 'Mesiaskah Yesus atau haruskah
kita mencari seorang yang lain?
Cobalah Anda bertukar tempat dengan dia, Anda telah
menjadi orang yang mengetahui dengan pasti hal yang
sedang dilakukan Allah. Banyak sekali kerumunan manusia
yang telah menerima pelayanan dari Anda. Anda mempunyai
pelayanan yang menjangkau luas di seluruh negara. Anda
telah menjalani kehidupan penyangkalan diri. Anda bahkan
tidak menikah demi mencapai puncak kemampuan dari
panggilan Anda. Anda telah tinggal di padang gurun dengan
161
makan belalang dan madu hutan serta sering berpuasa. Anda
telah melawan kaum Farisi dan dituduh kerasukan setan.
Seluruh hidup Anda dihabiskan dalam mempersiapkan jalan
bagi kedatangan Mesias ini.
Kini, Anda berada di dalam penjara. Anda telah disekap
untuk waktu yang cukup lama. Hanya sedikit orang yang
menjenguk Anda karena perhatian dari khalayak yang Anda
persiapkan kini terarah kepada Yesus dari Nazaret. Bahkan
murid-murid Anda sendiri telah bergabung dengan Tokoh
ini. Hanya tinggal beberapa saja yang melayani Anda. Bila
mereka datang untuk mengunjungi Anda, mereka membawa
kisah tentang betapa berbedanya hidup yang dihayati Orang
ini dan para murid-Nya dibandingkan dengan hidup Anda.
Mereka makan dan minum bersama dengan para pemungut
cukai dan orang-orang berdosa. Mereka melanggar hukum
Sabat dan bahkan tidak berpuasa.
Anda berbicara sendiri, 'Aku melihat Roh turun
bagaikan merpati ke atas diri-Nya, tetapi inikah perilaku
dari seorang Mesias?
Godaan untuk menjadi sakit hati semakin meningkat
seiring lamanya Anda mendekam di dalam penjara. 'Orang
ini yang untuknya aku telah menghabiskan hidupku
untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya tidak datang dan
mengunjungi aku di penjara! Bagaimana mungkin hal
ini dapat terjadi? Jika Dia itu Mesias, mengapa tidak
dikeluarkan-Nya aku dari penjara? Aku tidak bersalah.
Jadi Anda mengutus dua orang murid Anda yang setia
untuk menanyai Yesus, 'Engkaukah Dia yang akan datang
ataukah kami harns menantikan orang lain?
Marilah kita menyimak tanggapan Yesus kepada
Yohanes:
Pada saat itu, Yesus menyembuhkan banyak orang
dari segala penyakit dan penderitaan dan dari roh-roh
jahat, dan Dia mengaruniakan penglihatan kepada
Batu Sandungan
162
Umpan blis
banyak orang buta. Dan Yesus menjawab mereka:
Pergilah, dan katakanlah kepada Yohanes apa yang
kamu lihat dan kamu dengar. Orang buta melihat,
orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir,
orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan
kepada orang miskin diberitakan kabar baik. Dan
berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan
menolak Aku
(Luk. 7:21-23).
Tanggapan Yesus bersiIat nubuat. Dia mengutip
dari kitab Yesaya, sebuah buku yang sangat dikenal oleh
Yohanes. Nas dalam Yesaya 29:18, 35:4-6 dan 61:1 berlaku
untuk semua yang telah diperhatikan oleh para murid
Yohanes selagi mereka menanti untuk menanyai Yesus.
Mereka menyaksikan tentang Dia sebagai Mesias. Tetapi
Dia tidak berhenti sampai di situ saja. Dia menambahkan,
'Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan
menolakAku.
Yang sedang dikatakan-Nya ialah, 'Yohanes, Aku tahu
engkau tidak memahami semua yang terjadi atas dirimu dan
banyak dari jalan-Ku, tetapi jangan sakit hati terhadap-Ku
karena Aku tidak berkiprah seperti yang kau harapkan.
Dia mendesak Yohanes agar jangan menilai dengan
pengertiannya sendiri jalan-jalan Allah di masa lampau
dan di dalam hidup dan pelayanannya sendiri. Yohanes
tidak mengetahui seluruh gambaran atau rencana Allah,
seperti kita tidak mengetahui gambaran selengkapnya kini.
Yesus membesarkan hatinya dengan berkata, 'Engkau
telah melakukan hal yang Kuperintahkan kepadamu.
Engkau akan menerima pahala yang besar. Janganlah
sakit hati terhadap-Ku!
SAKIT HATI TANPA PERMINTAAN MAAF
Walaupun Anda telah dilatih dalam banyak jalan Allah,
seperti Yohanes, Anda masih mungkin mendapat kesem-
163
patan untuk menjadi sakit hati terhadap Yesus. Jika Anda
sungguh-sungguh mengasihi dan mempercayai-Nya, maka
Anda akan bergumul untuk tetap bebas dari rasa sakit hati,
dengan menyadari bahwa jalan-Nya selalu lebih tinggi
daripada jalan Anda.
Juga, jika Anda akan mematuhi Roh Allah, maka orang-
orang akan merasa sakit hati terhadap Anda. Yesus bersabda
dalam Yohanes 3:8, 'Angin bertiup ke mana dia mau, dan
engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari
mana dia datang atau ke mana dia pergi. Demikianlah halnya
dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.
Sebagian orang takkan memahami Anda pada saat Anda
bergerak bersama dengan Roh. Jangan biarkan tanggapan
buruk mereka menahan Anda dari kebenaran yang Anda
yakini dalam hati Anda. Jangan gagalkan aliran Roh demi
keinginan manusia. Petrus meringkaskannya dengan baik:
Jadi karena Kristus telah menderita badani, kamu
pun harus juga mempersenjatai dirimu dengan
pikiran yang demikian,karena barangsiapa telah
menderita penderitaan badani, dia telah berhenti
berbuat dosasupaya waktu yang sisa jangan kamu
pergunakan untuk menurut keinginan manusia,
tetapi menurut kehendak Allah
(1 Ptr. 4:1-2).
Bila Anda hidup menurut kehendak Allah, maka Anda
takkan memenuhi keinginan manusia. Akibatnya, Anda akan
menderita secara badani. Yesus menderita pertentangan-
Nya yang terberat dari para pemimpin keagamaan. Umat
beragama percaya bahwa Allah hanya berkiprah dalam batas
yang ditentukan oleh mereka. Mereka percaya bahwa hanya
merekalah yang mempunyai hak dengan Allah. Jika Tuhan
menyakiti hati umat beragama seperti Dia dituntun oleh Roh
dua ribu tahun yang lalu, maka mereka yang mengiring Dia
pastilah akan melukai, perasaan mereka juga.
Batu Sandungan
164
Umpan blis
Aniaya yang dialami Rasul Paulus merupakan sebuah
contoh yang baik. Sebagian orang di Galatia secara keliru
mendengar bahwa Paulus telah berkompromi mengenai
kebenaran Injil salib dengan berpihak kepada para
pemimpin agama yang menyatakan bahwa sunat itu perlu
bagi keselarnatan. Tetapi Paulus meluruskan hal ini dengan
tegas.
'Perhatikanlah diriku, ujarnya, 'Aku dianiaya dari
segala pihak oleh para pemimpin agama. Apakah mereka
akan melakukan hal ini terhadapku jika aku memberitakan
tentang sunat? Kenyataan bahwa salib adalah satu-satunya
jalan menuju keselamatan memang menjadi sandungan
kepada orang banyak, tetapi itulah kebenaran, dan aku sama
sekali takkan memberitakan kabar lain! (Lihat Gal. 5:11).
Jika seseorang menantang kebenaran Injil, maka itulah
saatnya menyakiti hati tanpa permintaan maaI. Kita harus
bertekad dalam hati kita bahwa kita akan mematuhi Roh
Allah apa pun risikonya. Pada saat itu, kita tak usah membuat
pilihan di bawah tekanan karena pilihan itu telah dibuat.
166
Umpan blis
YESUS MEMBUAT ORANG-ORANG
TERSINGGUNG DENGAN MENTAATI BAPA-
NYA, NAMUN IA TIDAK PERNAH MELAKUKAN
KESALAHAN UNTUK MENYATAKAN HAK-NYA.
Baru-baru ini saya membaca buku Anda, Umpan Iblis,
dan saya ingin memberitahu Anda bahwa buku ini telah
membebaskan saya dari area hidup saya yang saya pikir
tidak akan pernah terbebas. Saya berterima kasih karena
Anda telah menuliskan buku ini, buku ini mengubah
hidup saya.
C. R., TENNESSEE
167
10
1ANGAN KITA MEN1ADI SANDUNGAN
KEPADA MEREKA
Karena itu janganlah kita saling menghakimi lagi! 1etapi
lebih baik kamu menganut pandangan ini: 1angan kita
membuat saudara kita jatuh atau tersandung.
Roma 14:13
K
ita baru selesai membahas betapa Yesus telah menjadi
sandungan kepada banyak orang ketika Dia bepergian
dan melayani. Tampaknya hampir ke mana pun Dia pergi
orang-orang merasa sakit hati. Pada pasal ini saya ingin
melihat sisi lain dari hal ini.
Yesus dan para murid-Nya baru saja kembali ke
Kapernaum. Mereka telah menyelesaikan suatu putaran
pelayanan dan pulang untuk mendapatkan istirahat singkat
yang sangat diperlukan. Jika ada suatu tempat yang dapat
disebut sebagai pangkalan bagi pelayanan-Nya maka tempat
itu adalah kota ini.
168
Umpan blis
Ketika berada di sana, Simon Petrus didekati oleh
petugas yang mengumpulkan pajak Bait Allah. 'Apakah
Gurumu tidak membayar pajak Bait Allah? (Mat. 17:24).
Petrus menjawab, 'Ya, lalu pergi membahas hal itu
dengan Yesus.
Yesus memang mengharapkan pertanyaan pemungut
pajak itu, jadi Dia bertanya kepada Simon Petrus, 'Apakah
pendapatmu, Simon? Dari siapakah raja-raja dunia ini
memungut bea dan pajak? Dari putranya atau dari orang
asing?
'Dari orang asing! ujar Petrus kepada-Nya.
'Jadi bebaslah putra-putranya (Mat.17:25-26,
New King James).
Yesus bermaksud mengatakan kepada Petrus bahwa
'putra-putranya bebas. Bukan mereka yang menyediakan
pajak itu. Merekalah yang menikmati keuntungan dari
pajak itu. Mereka tinggal di istana yang disokong dari hasil
pembayaran pajak. Para putra makan di meja sang raja dan
mengenakan pakaian kerajaan, semuanya itu ditanggung
oleh pajak. Mereka itu bebas dan dengan cuma-cuma
dipelihara.
Petugas ini menerima pajak Bait Allah. Tetapi siapakah
raja atau pemilik Bait Allah itu? Untuk kehormatan siapakah
Bait Allah itu? Jawabnya: Allah Bapa. Petrus baru saja
menerima wahyu dari Allah bahwa Yesus adalah 'Mesias,
Putra Allah yang hidup.
Dengan landasan ini, Yesus bertanya kepada Petrus,
'Jika Aku adalah Putra dari Dia yang memiliki Bait Allah,
maka Aku bebas dari pembayaran pajak, bukan? Tentu saja,
Dia akan dibebaskan. Dia dibenarkan sepenuhnya untuk
tidak membayar pajak. Namun, perhatikanlah ucapan-Nya
kepada Simon Petrus:
169
Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan
bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan
ikan pertama yang kau pancing, tangkaplah dan
bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan
mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah
itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan
bagimu juga
(Mat. 17:27).
Dia baru saja membuktikan kebebasan-Nya. Tetapi agar
tidak menjadi batu sandungan, Dia berkata kepada Petrus,
'Marilah kita membayarnya! Itu merupakan pengukuhan
lain dari kebebasan-Nya ketika Dia menyuruh Petrus pergi
memancing dan menangkap ikan pertama yang di mulutnya
akan ditemukan uang. Allah Bapa bahkan menyediakan
uang pajak itu.
Yesus adalah Tuhan dari bumi. Dialah Putra Allah. Bumi
dan segala isinya diciptakan oleh-Nya dan tunduk kepada-
Nya. Karena itu, Dia tahu bahwa uang itu ada di mulut ikan
itu. Dia tak perlu bekerja untuk memperoleh uang itu karena
Dialah Putra Allah. Namun, Dia masih memilih untuk
membayar pajak dan tidak menjadi batu sandungan.
Inikah Yesus yang kita lihat pada pasal yang lalu
menjadi sandungan kepada orang-orang dan tidak meminta
maaI untuk tindakan itu? Dia membuktikan bahwa Dia
bebas dari pajak Bait Allah namun mereka berkata, 'Supaya
jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah
dan bayarlah itu! Agaknya seolah-olah ada semacam sikap
tidak konsisten atau tepat asas, benarkah demikian? Jawaban
kita terdapat pada ayat berikutnya.
Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada
Yesus dan bertanya: Siapakah yang terbesar dalam
Kerajaan Surga? Maka Yesus memanggil seorang anak
kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka
lalu berkata: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya
jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak
Jangan Kita Menjadi Sandungan
kepada Mereka
170
Umpan blis
kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan
Surga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan
menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar
dalam Kerajaan Surga
(Mat.18:1-4).
Frasa kunci di sini ialah 'barangsiapa merendahkan
diri. Tak lama kemudian Yesus memperluas ini dengan
mengatakan:
Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu,
hendaklah dia menjadi pelayanmu ... sama seperti
Anak Manusia datang bukan untuk dilayani,
melainkan untuk melayani dan untuk memberikan
nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang
(Mat. 20:26-28).
Wah! Alangkah hebatnya pernyataan ini! Dia tidak
datang untuk dilayani melainkan untuk melayani. Dialah
Putra itu, Dia bebas, Dia tidak berutang apapun kepada
siapa saja, Dia tidak takluk kepada seorang pun. Namun
Dia memilih untuk menggunakan kebebasan-Nya dan
kemerdekaan-Nya untuk melayani.
DIMERDEKAKAN UNTUK MELAYANI
Kita dinasihatkan dalam Perjanjian Baru sebagai putra-putra
Allah untuk meniru saudara kita. Untuk mempunyai sikap
yang sama seperti yang kita lihat di dalam pribadi Yesus.
Saudara-saudara, memang kamu dipanggil untuk
merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan
kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk
kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang
akan yang lain oleh kasih
(Gal. 5:13).
Kata lain untuk kemerdekaan ialah hak istimewa. Kita
tak boleh menggunakan kemerdekaan atau hak istimewa kita
171
sebagai anak-anak dari Allah yang hidup untuk melayani diri
kita sendiri. Kemerdekaan harus digunakan untuk melayani
orang lain. Ada kemerdekaan dalam melayani tetapi
ada penjajahan dalam perbudakan. Seorang budak ialah
seseorang yang harus melayani sedangkan seorang pelayan
adalah seseorang yang hidup untuk melayani. Marilah kita
menyimak beberapa perbedaan antara sikap seorang budak
dan seorang pelayan:
Seorang budak harusseorang pelayan rela
melakukannya.
Seorang budak melakukan tuntutan minimum
seorang pelayan mencapai potensi maksimum.
Seorang budak berjalan satu milseorang
pelayan berjalan satu mil tambahan.
Seorang budak merasa dirampokseorang
pelayan memberi.
Seorang budak terikatseorang pelayan
merdeka.
Seorang budak memperjuangkan hak-haknya
seorang pelayan menyerahkan hak-haknya.
Saya telah melihat banyak orang Kristen melayani
dengan sikap jengkel. Mereka enggan memberi dan
mengeluh pada saat membayar pajak. Mereka masih hidup
seperti budak terhadap hukum yang daripadanya mereka
telah dibebaskan. Mereka tetap menjadi budak di hati
mereka.
Yang paling mengkhawatirkan adalah bahwa hukum
ini dibangun dari ayat-ayat Perjanjian Baru. Mereka tidak
mempunyai 'roh dari perintah yang diberikan oleh Yesus.
Mereka tidak sadar bahwa mereka dimerdekakan untuk
melayani. Jadi mereka terus memperjuangkan keuntungan
mereka sendiri dan bukannya keuntungan orang lain.
Paulus memberikan suatu contoh yang jelas dari
perlawanan terhadap sikap ini dalam suratnya kepada
jemaat Roma dan Korintus. Kemerdekaan untuk orang-
Jangan Kita Menjadi Sandungan
kepada Mereka
172
Umpan blis
orang percaya ini ditantang oleh makanan. Paulus mulai
dengan menasihatkan mereka untuk 'menerima orang
yang lemah imannya tanpa mempercakapkan pendapatnya.
Yang seorang yakin, bahwa dia boleh makan segala jenis
makanan, tetapi orang yang lemah imannya hanya makan
sayur-sayuran saja (Rom. 14:1-2).
Yesus telah menjelaskan bahwa bukan hal yang masuk
ke dalam mulut yang menajiskan melainkan hal yang keluar
dari dalam mulut. Ketika Dia membuat pernyataan ini, Dia
menjadikan semua makanan halal kepada semua orang
percaya (Mrk. 7:18-19).
Paulus menyatakan bahwa ada beberapa orang percaya
yang lemah imannya dan masih belum dapat makan
daging karena khawatir menyantap makanan yang telah
dipersembahkan kepada berhala. Walaupun Yesus telah
berbicara tentang soal ini, orang-orang tersebut masih belum
dapat makan daging dengan hati nurani yang bersih.
Tentang hal makan daging persembahan berhala kita
tahu: tidak ada berhala di dunia ... namun bagi kita
hanya ada satu Allah yaitu Bapa, yang dari pada-Nya
berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup,
dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-
Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena
Dia kita hidup. Tetapi bukan semua orang yang
mempunyai pengetahuan itu. Ada orang, yang karena
masih terus terikat pada berhala-berhala, makan
daging itu sebagai daging persembahan berhala. Dan
oleh karena hati nurani mereka lemah, hati nurani
mereka itu dinodai olehnya
(1 Kor. 8:4, 6-7).
Di dalam gereja-gereja itu, orang-orang Kristen yang
imannya lebih kuat makan daging yang asal-usulnya
diragukan di hadapan orang percaya yang lebih lemah. Ini
menyebabkan timbulnya suatu masalah walaupun Yesus
telah menguduskan makanan ini. Mereka yang lemah tak
173
dapat melepaskan citra dari daging di atas mezbah berhala.
Orang-orang percaya yang kuat imannya tahu bahwa berhala
itu tidak ada dan tidak merasa hati nuraninya terganggu
sewaktu mereka makan.
Tetapi, tampaknya mereka lebih peduli untuk
mempertahankan hak-hak mereka sebagai orang-orang
percaya Perjanjian Baru ketimbang menjadi sandungan
kepada saudara-saudara mereka. Tanpa sadar mereka telah
meletakkan batu sandungan di jalan dari saudara-saudara
yang lebih lemah. Sikap ini tidak terdapat dalam hati seorang
pelayan. Perhatikan cara Paulus berbicara kepada mereka:
Karena itu, janganlah kita saling menghakimi
lagi! Tetapi lebih baik kamu menganut pandangan
ini: Jangan kita membuat saudara kita jatuh atau
tersandung! ... sebab Kerajaan Allah bukanlah soal
makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai
sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus
(Rom.14:13,17).
Dia berkata, 'Biarlah kita ingat makna Kerajaan Allah
itu sebenarnyakebenaran, sejahtera dan sukacita di dalam
Roh Kudus. 'Semua keuntungan ini dikacaukan oleh orang-
orang percaya baru. Orang-orang percaya yang lebih kuat
tidak menggunakan kemerdekaan mereka untuk melayani
melainkan sebagai panggung untuk 'hak-hak mereka.
Mereka mempunyai pengetahuan dari kemerdekaan
Perjanjian Baru mereka. Tetapi pengetahuan tanpa kasih itu
membinasakan.
Dalam hal ini, mereka tidak mempunyai hati dari Yesus.
Yesus membuktikan hak-hak-Nya mengenai pajak Bait
Allah kepada Petrus dan murid-murid-Nya yang lain untuk
memberi contoh tentang pentingnya menyerahkan hidup
mereka untuk melayani. Dia tidak pernah menghendaki
kemerdekaan menjadi suatu izin untuk menuntut hak-
hak kita dan menyebabkan orang lain tersinggung dan
tersandung.
Jangan Kita Menjadi Sandungan
kepada Mereka
174
Umpan blis
Paulus memberikan peringatan ini kepada mereka yang
mempunyai pengetahuan tentang hak-hak mereka di dalam
Kristus tanpa memiliki hati-Nya untuk melayani:
Dengan jalan demikian orang yang lemah, yaitu
saudaramu, yang untuknya Kristus telah mati,
menjadi binasa karena pengetahuanmu. Jika
engkau secara demikian berdosa terhadap saudara-
saudaramu dan melukai hati nurani mereka yang
lemah, engkau pada hakikatnya berdosa terhadap
Kristus
(l Kor. 8:11-12).
Kita dapat menggunakan kemerdekaan kita untuk
berbuat dosa. Bagaimana caranya? Dengan melukai hati
nurani mereka yang lemah, sehingga menyebabkan salah
seorang dari anak-anak-Nya yang kecil tersinggung dan
tersandung.
MENYERAHKAN HAK-HAK KITA
Setelah Yesus menetapkan kemerdekaan-Nya sehubungan
dengan pajak Bait Allah. Dia dengan hati-hati menasihatkan
para murid-Nya tentang pentingnya kerendahan hati.
Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari
anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih
baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan
pada lehernya lalu dia ditenggelamkan ke dalam
laut. Celakalah dunia dengan segala penyesatannya:
memang penyesatan harus ada, tetapi celakalah
orang yang mengadakannya.
Jika tanganmu atau kakimu menyesatkan
engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih
baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan tangan
kudung atau timpang daripada dengan utuh kedua
tangan dan kedua kakimu dicampakkan ke dalam
api kekal. Dan jika matamu menyesatkan engkau,
175
cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik
bagimu masuk ke dalam hidup dengan bermata satu
daripada di-campakkan ke dalam api neraka dengan
bermata dua.
Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang
dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata
kepadamu: Ada malaikat mereka di surga yang selalu
memandang wajah Bapa-Ku yang di surga
(Mat. 18:6-10).
Seluruh pasal Matius ini berbicara tentang sandungan.
Yesus dengan jelas mengatakan untuk menyingkirkan apa
pun yang menyebabkan dosa, walaupun hal itu adalah
hak istimewa Anda dari Perjanjian Baru. Jika hal itu
menyebabkan saudara Anda yang lemah berbuat dosa, maka
keratlah itu di hadapannya.
Anda mungkin merasa heran mengapa Yesus menjadi
sandungan kepada banyak orang, seperti yang kita lihat
pada pasal terdahulu dari buku ini. Jawabnya sederhana
saja. Yesus menjadi sandungan kepada sebagian orang
sebagai akibat dari mematuhi Bapa dan melayani orang lain.
Sandungan yang dilakukan-Nya bukan berasal dari niat-Nya
untuk menuntut hak-Nya sendiri.
Orang-orang Farisi merasa sakit hati ketika Dia
menyembuhkan pada hari Sabat. Para murid-Nya merasa
tersandung oleh kebenaran yang disuruh Bapa untuk
diberitakan Yesus. Maria dan Marta tersandung ketika Dia
menangguhkan kedatangan-Nya untuk menyembuhkan
Lazarus. Tetapi Anda takkan mendapati Yesus menjadi
sandungan kepada orang lain untuk melayani diri-Nya
sendiri.
Paulus dalam suratnya kepada jemaat Korintus
memberikan peringatan ini:
Tetapi jagalah supaya kebebasanmu ini jangan
menjadi batu sandungan bagi mereka yang lemah
(1 Kor. 8:9).
Jangan Kita Menjadi Sandungan
kepada Mereka
176
Umpan blis
Kebebasan kita telah diberikan kepada kita untuk
melayani dan menyerahkan hidup kita. Kita harus
membangun dan bukannya menghancurkan. Kebebasan
ini juga tidak diberikan untuk kita bermegah atas diri kita
sendiri. Karena kita telah menggunakannya dengan cara ini,
maka banyak orang sekarang tersandung oleh gaya hidup
orang-orang Kristen.
Dengarlah lagi peringatan yang diberikan kepada kita
dalam 1 Korintus 8:9. 'Tetapi jagalah supaya kebebasanmu
ini jangan menjadi batu sandungan bagi mereka yang
lemah.
Di sini, ada sebuah contoh tentang bagaimana saya
melihat perintah ini dilanggar. Pada perjalanan pelayanan
saya yang kedua ke Indonesia saya membawa serta Lisa,
anak-anak saya dan seorang pramusiwi. Kami tiba di
Denpasar, Bali, sebuah pulau pesiar.
Seorang penatua di gereja yang kami kunjungi memiliki
sebuah hotel sederhana di kawasan kota yang sangat bising.
Kami telah bepergian jauh dan sangat kurang tidur. Kami
lelah. Malam itu kami terbangun berkali-kali oleh suara-
suara yang nyaring dan bunyi salak anjing-anjing. Kami
hanya tinggal semalam dan tidak mendapat istirahat yang
kami butuhkan.
Hari berikutnya kami terus menuju ke Jawa dan melayani
selama dua minggu dalam suatu jadwal yang sangat ketat.
Kami hanya mempunyai satu hari libur dalam dua minggu
itu, dan itu untuk waktu perjalanan. Dalam waktu dua puluh
empat jam kami melayani lima kali di sebuah gereja yang
beranggotakan tiga puluh ribu orang.
Pada akhir perjalanan, kami dijadwalkan untuk pulang
melalui Bali. Gembala memberitahukan kami bahwa kami
akan tinggal di hotel milik penatuanya lagi. Kami tidak
bergairah lagi dengan keadaan di hotel itu setelah dua
minggu pelayanan yang padat itu.
177
Setelah sarapan pagi, kami harus meninggalkan
pulau Jawa untuk menuju Bali, seorang wanita dermawan
menawarkan untuk membayar akomodasi kami di salah
sebuah hotel peristirahatan terindah di Bali. Saya sangat
gembira karena kami akan mendapat istirahat dan tinggal di
tempat yang indah.
Ketika kami meninggalkan restoran untuk berkemas,
Lisa memberitahukan saya bahwa dia merasa tidak enak
untuk menerima tawaran wanita ini. Penerjemah dan saya
berunding dengan dia dan mengatakan bahwa hal itu baik
saja. Ketika di atas pesawat dari Jawa ke Bali, isteri saya
berkata bahwa dia berpendapat kami tidak melakukan hal
yang benar.
Saya bertindak bodoh dan tidak memedulikannya.
Saya mengatakan kepadanya bahwa hal itu sama sekali
tidak membebani gereja jadi tidak ada masalah. Ketika
kami tiba di Bali, dia memohon lagi kepada saya di tempat
pengambilan bagasi, tetapi saya mengabaikannya.
Ketika kami berjumpa dengan gembala, saya
mengatakan kepadanya bahwa kami tak perlu tinggal di
hotel sang penatua karena adanya tawaran dari wanita
tersebut. Dia tampaknya gelisah dengan ucapan saya itu,
jadi saya bertanya apakah dia ada hal yang kurang beres.
Untungnya dia seorang yang terbuka siIatnya dan
berkata, 'John, ini akan menyinggung perasaan penatua dan
keluarganya. Mereka telah menyediakan kamar bagi Anda,
sedangkan kamar-kamar lain telah habis dipesan untuk
malam ini.
Saya juga tampaknya telah menyinggung perasaan
gembala itu karena saya tidak menghargai usaha yang telah
diatur mereka untuk kami. Akhirnya saya berkata kepadanya
bahwa kami akan menginap di hotel penatua itu dan menolak
tawaran wanita yang dermawan itu.
Tuhan menegur saya mengenai sikap saya itu. Saya tahu
Jangan Kita Menjadi Sandungan
kepada Mereka
178
Umpan blis
bahwa gembala itu terluka perasaannya. Saya menyadari
bahwa menuntut hak-hak saya telah menjadi sandungan
kepada saudara ini dan itu adalah dosa, saya pergi
menemuinya lagi dan memohon maaI. Dia memaaIkan saya.
Saya berharap tak usah mengulangi kekeliruan itu lagi.
U1IAN PEMBINAAN
Rasul Paulus, ketika menyurati jemaat Roma, meringkaskan
isi hati Allah mengenai hal itu:
Sebab itu marilah kita mengejar apa yang
mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna
untuk saling membangun
(Rom. 14:19).
Kita harus menjadikan tujuan kita untuk tidak
menyebabkan satu sama lain tersandung akibat kebebasan
pribadi kita. Tindakan yang kita lakukan mungkin diizinkan
berdasarkan Alkitab. Tetapi tanyakanlah diri Anda sendiri:
Apakah hal itu membina orang lain atau diri Anda sendiri?
Segala sesuatu diperbolehkan. Benar, tetapi
bukan segala sesuatu berguna. Segala sesuatu
diperbolehkan. Benar, tetapi bukan segala sesuatu
membangun. Jangan seorang pun yang mencari
keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap
orang mencari keuntungan orang lain ... Jika engkau
makan atau jika engkau minum, atau jika engkau
melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya
itu untuk kemuliaan Allah.
Janganlah kamu menimbulkan syak dalam hati
orang, baik orang Yahudi atau orang Yunani, maupun
Jemaat Allah. Sama seperti aku juga berusaha
menyenangkan hati semua orang dalam segala
hal, bukan untuk kepentingan diriku, tetapi untuk
kepentingan orang banyak, supaya mereka beroleh
selamat
(1 Kor. 10:23-24,31-33).
179
Saya memberikan dorongan kepada Anda untuk
mengizinkan Roh Kudus tersalur ke dalam setiap segi
kehidupan Anda melalui ayat-ayat Alkitab ini. Izinkanlah
Dia untuk menunjukkan motiI atau rencana kerja Anda yang
tersembunyi yang bertujuan untuk kepentingan Anda dan
bukannya untuk kepentingan orang lain. Bidang apa pun
dari kehidupan yang Anda tekuni, terimalah tantangan-Nya
untuk hidup sebagai pelayan bagi semua orang.
Gunakanlah kebebasan Anda di dalam Kristus untuk
membebaskan orang lain, bukan untuk memaksakan hak-
hak Anda sendiri. Itulah salah satu garis pedoman dari
pelayanan Paulus, yang menulis, 'Dalam hal apa pun kami
tidak memberi sebab orang tersandung, supaya pelayanan
kami jangan sampai dicela (2 Kor. 6:3).
Jangan Kita Menjadi Sandungan
kepada Mereka
180
Umpan blis
SESEORANG YANG TIDAK DAPAT
MENGAMPUNI LUPA BETAPA BESAR
PENGAMPUNAN ALLAH BAGI MEREKA
Saya menyimpan buku Umpan Iblis dalam
perpustakaan saya selama setahun, sebelum
akhirnya mulai membacanya. Tiba-tiba saya
dapat menyebut roh yang telah tinggal dalam
hidup saya. Saya tahu Roh Kudus memimpin saya
untuk membaca buku ini dibalik bayang keraguan.
Semakin saya baca, semakin saya merasa terhukum.
Di gereja, gembala kami meminta mereka yang ingin
memaafkan seseorang maju ke depan. Tanpa ragu,
saya maju ke altar dan memaafkan semua orang
yang saya rasa pernah berbuat kesalahan pada saya,
khususnya ayah saya. Kemudian saya minta maaf
kepada ayah saya. Saya bersyukur, ayah memaafkan
saya, dan sekarang saya bebas! Terima kasih atas
buku ini!
R. P., VIRGINIA
181
11
PENGAMPUNAN:
ANDA TIDAK MEMBERI-
ANDA TIDAK MENERIMA
Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu
minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah-
menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.
Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu
sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap
seseorang, supaya juga Bapamu yang di surga
mengampuni kesalahan-kesalahanmu. 1etapi jika kamu
tidak mengampuni, maka Bapamu yang di surga juga
tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu.
Markus 11:24-2
U
ntuk bagian selanjutnya dari buku ini, saya ingin
mengalihkan perhatian Anda kepada akibat dari
menolak untuk melepaskan rasa sakit hati dan cara
membebaskan diri dari hal itu.
182
Umpan blis
Yesus berkata dengan sesungguhnya: 'Tetapi jika
kamu tidak mengampuni, maka Bapamu yang di surga
juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu.
Kita hidup di dalam suatu budaya yang tidak selalu tulus
dalam ucapan. Akibatnya kita tidak memercayai orang lain
dalam kesungguhan ucapan mereka kepada kita. Perkataan
seseorang tidak ditanggapi secara serius.
Itu dimulai sejak masa kanak-kanak. Seorang tua berkata
kepada seorang anak, 'Jika engkau melakukan hal itu lagi,
engkau akan dipukul. Anak itu bukan hanya melakukannya
lagi melainkan berkali-kali setelah itu. Setelah setiap
peristiwa, anak itu menerima peringatan yang sama dari
orang tuanya. Biasanya tindakan koreksi tidak jadi diambil.
Jika koreksi terjadi, siIatnya lebih ringan atau lebih berat
daripada yang dijanjikan karena orang tua merasa kecewa.
Kedua tanggapan memberikan kesan kepada anak
bahwa Anda tidak bersungguh-sungguh dengan ucapan
Anda atau ucapan Anda tidak benar. Anak itu belajar untuk
berpikir bahwa tidak semua ucapan penguasa itu benar. Jadi
dia bingung tentang bilakah atau haruskah dia sungguh-
sungguh menganggap serius tokoh penguasa. Sikap ini
diproyeksikan kepada segi-segi lain dari kehidupannya. Dia
memandang para gurunya, temannya, pemimpinnya dan
atasannya melalui kerangka acuan yang sama ini. Ketika
dia menjadi seorang dewasa maka dia telah menerima hal
ini sebagai keadaan normal. Percakapannya kini terdiri atas
janji-janji dan pernyataan-pernyataan yang di dalamnya dia
mengucapkan hal-hal yang tidak dimaksudkannya dengan
sungguh-sungguh.
Perkenankanlah saya memberikan kepada Anda suatu
contoh pengandaian dari sebuah percakapan yang khas. Jim
melihat Tom yang dikenalnya tetapi sudah lama tidak saling
tegur sapa. Jim dalam keadaan bergegas dan berpikir, 'Wah,
aku berpapasan dengan Tom. Aku tak mempunyai waktu
untuk berbicara.
183
Kedua orang itu saling menatap.
Jim berkata, 'Puji Tuhan, Saudara. Senang bertemu
dengan Anda.
Mereka berbicara sejenak. Karena Jim terburu-buru,
dia menyelesaikan percakapan itu dengan berkata, 'Kita
perlu bertemu lagi untuk makan siang.
Pertama, Jim tidak gembira bertemu dengan Tom
karena dia dalam keadaan tergesa-gesa. Kedua, dia tidak
berpikir tentang Tuhan dan menyalami Tom dengan 'Puji
Tuhan. Ketiga, dia tidak berniat untuk mengajak makan
siang. Itu hanya merupakan cara untuk meloloskan diri lebih
cepat dan menenangkan hati nuraninya. Jadi Jim sebenarnya
sama sekali tidak bersungguh-sungguh dengan ucapannya
pada percakapan itu.
Situasi nyata seperti ini terjadi setiap hari. Masa
kini kebanyakan orang tidak bersungguh-sungguh dengan
seperempat dari ucapan mereka. Jadi anehkah jika kita sulit
untuk mengetahui bila dapat mempercayai ucapan seseorang
baik dia pria ataupun wanita?
Tetapi bila Yesus berbicara, Dia ingin kita menerima
ucapan-Nya secara serius. Kita tak dapat rnemandang
ucapan-Nya seperti halnya kita memandang atasan kita atau
hubungan kita dengan lainnya dalam kehidupan kita. Bila Dia
mengatakan sesuatu, Dia sungguh-sungguh dengan ucapan-
Nya. Dia setia walaupun kita tidak setia. Dia berjalan pada
suatu tingkat kebenaran dan kejujuran yang melebihi budaya
atau masyarakat kita. Jadi bila Yesus bersabda, 'Tetapi jika
kamu tidak mengampuni, maka Bapamu yang di surga juga
tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu, maka
Dia bersungguh-sungguh dengan ucapan-Nya itu.
Untuk melangkah lebih jauh, Dia tidak hanya
mengucapkan ini sekali saja di dalam Injil melainkan banyak
kali. Dia menekankan pentingnya peringatan ini. Marilah
kita melihat beberapa pernyataan ini yang dibuat-Nya pada
beberapa kesempatan.
Pengampunan : Anda Tidak
Memberi - Anda tidak Menerima
184
Umpan blis
Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang,
Bapamu yang di surga akan mengampuni kamu
juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang,
Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu
(Mat. 6:14-15).
Dan lagi,
Ampunilah dan kamu akan diampuni
(Luk. 6:37).
Lagi di dalam doa 'Bapa kami kita membaca,
Dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti
kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada
kami
(Mat. 6:12).
Saya ingin tahu betapa banyaknya orang Kristen
yang mau Allah mengampuni mereka dengan cara yang
sama seperti mereka mengampuni orang-orang yang
telah menjadi sandungan kepada mereka. Namun inilah
tepatnya cara mereka akan diampuni. Karena sikap tak suka
mengampuni sedemikian merajalela di dalam gereja-gereja
kita, kita enggan menerima kata-kata Yesus dengan serius.
Merajalela atau tidak, kebenaran tidaklah berubah. Cara
kita mengampuni, melepaskan dan memulihkan orang lain
adalah cara kita akan diampuni.
Saya mendengar suatu kesaksian yang luar biasa tentang
seorang pendeta di Filipina. Kawan-kawan saya yang sudah
mengenalnya dari pelayanan terdahulu menunjukkan kepada
saya sebuah artikel tentang pengalaman-pengalamannya.
Pria ini telah menolak panggilan Allah dalam hidupnya
selama beberapa tahun karena keberhasilan bisnisnya. Dia
memperoleh banyak uang dari usahanya. Ketidaktaatannya
mengejarnya, dan dia dilarikan ke rumah sakit akibat
jantungnya tidak bekerja lagi.
Dia meninggal di meja operasi dan menemukan dirinya
185
di luar gerbang surga. Yesus sedang berdiri di sana dan
berurusan dengan dia tentang ketidaktaatannya. Pria itu
memohon kepada Tuhan agar bila Dia mau memperpanjang
hidupnya, dia akan melayani-Nya. Tuhan menyetujuinya.
Sebelum mengirimnya kembali ke dalam tubuhnya,
Tuhan memperlihatkan kepadanya suatu penglihatan tentang
neraka. Dia melihat ibu mertuanya terbakar dalam nyala api
neraka.
Dia tercengang. Ibu mertuanya telah mengucapkan
'doa pengakuan dosa, mengakui dirinya sebagai seorang
Kristen dan telah menghadiri kebaktian di gereja. 'Mengapa
Ibu Mertua saya berada di neraka? tanya pria itu kepada
Tuhan.
Tuhan memberitahukan kepadanya bahwa wanita itu
menolak untuk mengampuni seorang kerabat dan karena itu
dia tidak diampuni.
PENGAMPUNAN DAN PERTUMBUHAN ROHANI
Kami juga melihat banyak contoh dari jebakan sikap tidak
mengampuni di dalam pelayanan kami sendiri. Ketika
saya melayani pertama kali di Indonesia, saya tinggal di
rumah seorang usahawan yang kaya. Walaupun dia dan
keluarganya menghadiri kebaktian di gereja tempat saya
melayani, mereka belum diselamatkan.
Selama seminggu saya berada di sana, isterinya
diselamatkan, dia menyusul dan kemudian semua dari ketiga
anaknya. Terjadi pembebasan dan seluruh suasana di dalam
rumah itu berubah. Sukacita yang besar memenuhi rumah
mereka.
Ketika mereka mengetahui bahwa saya akan kembali
ke Indonesia dengan isteri saya, mereka mengundang kami
untuk tinggal bersama dengan mereka dan menawarkan
untuk membayar tiket pesawat untuk ketiga anak kami dan
Pengampunan : Anda Tidak
Memberi - Anda tidak Menerima
186
Umpan blis
seorang pramusiwi.
Kami tiba dan melayani sepuluh kali di gereja mereka.
Saya berkhotbah tentang pertobatan dan hadirat Allah. Kami
merasakan hadirat-Nya di dalam kebaktian, dengan air mata
yang berlinang dan seruan pembebasan.
Seluruh keluarga juga mendapat pelayanan dari Tuhan.
Ibu dari sang suami, yang tinggal di kota itu juga, menghadiri
setiap kebaktian. Dia juga menyumbang sejumlah besar
uang untuk tiket pesawat anak-anak kami.
Pada akhir minggu itu, ibu dari pria ini menatap
mata saya dan bertanya, 'John, mengapa saya tak pernah
merasakan hadirat Allah?
Kami baru saja selesai sarapan, dan semua orang lainnya
telah meninggalkan meja makan.
'Saya telah menghadiri setiap kebaktian, katanya
selanjutnya, 'dan telah mendengarkan baik-baik setiap
ucapan Anda. Saya telah maju ke depan untuk bertobat,
tetapi saya tidak merasakan hadirat Allah walau sekali saja.
Bukan hanya itu, tetapi juga saya tak pernah merasakan
hadirat Allah pada kesempatan yang lain.
Saya berbicara kepadanya beberapa saat dan kemudian
berkata, 'Marilah kita berdoa agar Anda dipenuhi dengan
Roh Kudus. Saya meletakkan tangan ke atasnya dan
berdoa baginya agar dia menerima Roh Kudus, tetapi tidak
ada kesan tentang hadirat Allah sama sekali.
Kemudian Allah berbicara kepada roh saya. 'Dia
menyimpan rasa tidak mengampuni terhadap suaminya.
Katakanlah kepadanya untuk mengampuni suaminya.
Saya menarik tangan saya dari padanya. Saya tahu
bahwa suaminya telah meninggal, tetapi saya menatap
wajahnya dan berkata, 'Tuhan menunjukkan kepada saya
bahwa Anda menyimpan rasa tidak mengampuni terhadap
suami Anda.
187
'Ya, memang, dia membenarkan, 'Tetapi saya telah
berusaha sebaik-baiknya untuk mengampuninya.
Kemudian dia memberitahukan kepada saya hal-hal
mengerikan yang dilakukan suaminya kepada dirinya. Saya
dapat mengerti mengapa dia bergumul untuk mengampuni
suaminya.
Tetapi saya berkata kepadanya, 'Agar Anda
dapat menerima pengampunan dari Allah Anda harus
mengampuni, dan menjelaskan ajaran Yesus tentang
pengampunan.
'Anda tak dapat mengampuninya di dalam kekuatan
Anda sendiri. Anda harus membawa hal ini kepada Allah
dan mula-mula memohon kepada-Nya untuk mengampuni
Anda. Kemudian Anda dapat mengampuni suami Anda.
Maukah Anda membebaskan suami Anda? saya bertanya.
'Ya, jawabnya.
Saya memimpinnya dalam doa yang sederhana:
'Bapa yang di surga, dalam nama Yesus aku memohon
pengampunan-Mu dalam menyimpan rasa tidak mengampuni
terhadap suamiku. Tuhan, aku tahu bahwa aku tak dapat
mengampuninya di dalam kekuatanku sendiri. Aku telah
gagal, tetapi di hadapan-Mu sekarang aku membebaskan
suamiku dari dalam hatiku. Aku mengampuninya.
Selekasnya dia mengucapkan kata-kata itu air mata pun
mulai mengalir di pipinya.
'Angkatlah tangan Anda dan berbicaralah dalam bahasa
roh, saya mendesak dia.
Untuk pertama kalinya, dia berdoa dalam bahasa
surgawi yang indah. Kami merasakan dengan kuat sekali
hadirat Tuhan di meja makan itu sehingga kami larut di
dalamnya. Dia menangis selama lima menit. Kami berbicara
beberapa saat, kemudian saya menganjurkannya untuk
menikmati hadirat Tuhan. Dia terus menyembah-Nya, dan
saya meninggalkannya seorang diri dalam keadaan itu
Pengampunan : Anda Tidak
Memberi - Anda tidak Menerima
188
Umpan blis
Ketika beritanya sampai ke telinga putra dan
menantunya, mereka terkejut. Sang putra berkata bahwa dia
belum pernah melihat ibunya menangis.
Wanita itu sendiri sudah lupa saat terakhir dia meneteskan
air mata. 'Bahkan ketika suami saya meninggal, saya tidak
menangis.
Di dalam kebaktian pada malam harinya, dia dibaptis
dalam air. Selama tiga hari sesudah itu, suatu cahaya dan
senyum manis terpancar dari wajahnya. Seingat saya dia
tak pernah tersenyum sebelum peristiwa itu. Dia tak mau
mengampuni dan karena itu dia dibelenggu oleh sikap tak
mau mengampuni. Tetapi segera setelah dia membebaskan
suaminya dan mengampuninya, dia menerima kuasa Tuhan
di dalam hidupnya dan menyadari akan hadirat-Nya.
HAMBA YANG TIDAK MENGAMPUNI
Dalam Matius 18, Yesus menyingkapkan lebih jelas
mengenai belenggu dari sikap tidak mengampuni dan sakit
hati. Dia sedang mengajar para murid tentang cara berdamai
dengan seorang saudara yang telah menyakiti perasaan
mereka. (Kita akan membahas perdamaian pada sebuah
pasal berikutnya).
Petrus bertanya, 'Tuhan, sampai berapa kali aku harus
mengampuni saudaraku jika dia berbuat dosa terhadap aku?
Sampai tujuh kali? (Mat. 18:21). Dia berpendapat bahwa dia
sudah bersikap dermawan.
Petrus senang melakukan hal-hal yang ekstrem. Dialah
yang telah berkata, 'Biarlah kudirikan di sini tiga kemah,
satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia di
gunung permuliaan (lihat Mat. 17:4). Kini dia berpendapat
bahwa dia bersikap murah hati. 'Aku akan memberikan kesan
yang baik kepada Guru dengan kesediaanku mengampuni
tujuh kali.
189
Tetapi dia mendapat jawaban yang mengejutkan.
Yesus membuyarkan dugaan kemurahan hati dari Petrus:
'Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali,
melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali (Mat. 18:21-
22, penekanan ditambahkan). Dengan kata lain, ampunilah
seperti Allah mengampuni, yaitu tanpa batas.
Kemudian Yesus mengatakan sebuah perumpamaan
untuk menekankan maksud-Nya
Sebab hal Kerajaan Surga seumpama seorang raja
yang hendak mengadakan perhitungan dengan
hamba-hambanya. Setelah dia mulai mengadakan
perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang
yang berutang sepuluh ribu talenta
(Mat.18:23-24).
Untuk memahami hebatnya ucapan Yesus, kita harus
mengetahui tentang talenta. Talenta adalah satuan ukuran.
Itu digunakan untuk mengukur emas (2 Sam. 12:30), perak
(1 Raj. 20:39) dan logam serta benda niaga lain. Dalam
perumpamaan ini talenta melambangkan suatu utang, jadi
kita dapat dengan aman menganggap bahwa Dia sedang
rnengacu pada suatu satuan penukaran seperti emas atau
perak. Sebut sajalah emas.
Talenta yang umum bernilai sama dengan kira-kira 75
pon. Itu merupakan berat penuh yang dapat dibawa seorang
pria (lihat 2 Raj. 5:23). Sepuluh ribu talenta beratnya kira-kira
750.000 pon atau 375 ton. Jadi hamba ini berutang kepada
raja 375 ton emas. Untuk masa kini, harga emas kira-kira $
375 setiap ons. Di pasaran dewasa ini satu talenta emas akan
bernilai $ 450.000. Karena itu 10.000 talenta emas bernilai
$ 4,5 miliar. Hamba ini berutang kepada rajanya sejumlah $
4,5 miliar (jika dengan kurs 1 dolarRp10.000, maka kira-
kira 45 trilyun rupiah!).
Yesus menekankan di sini bahwa hamba ini mempunyai
utang yang tak pernah dapat dilunasinya. Kita membaca:
Pengampunan : Anda Tidak
Memberi - Anda tidak Menerima
190
Umpan blis
Tetapi karena orang itu tidak mampu melunasi
utangnya, raja itu memerintahkan supaya dia dijual
beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk
membayar utangnya. Maka sujudlah hamba itu
menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala
utangku akan kulunasi. Lalu tergeraklah hati raja
itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga dia
membebaskannya dan menghapuskan utangnya
(Mat. 18:25-27).
Kini marilah kita melihat bagaimana perumpamaan
berlaku untuk hati yang disakiti. Bila hati terluka, terjadilah
utang. Anda telah mendengar ucapan, 'Dia akan membayar
untuk hal ini! Jadi pengampunan adalah seperti penghapusan
utang.
Raja itu melambangkan Allah Bapa, yang menghapuskan
untuk hamba ini utang yang mustahil baginya melunasinya.
Dalam Kolose 2:13-14 tertulis, 'Kamu juga, meskipun dahulu
mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara
lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia,
sesudah Dia mengampuni segala pelanggaran kita, dengan
menghapuskan surat utang, yang oleh ketentuan-ketentuan
hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-
Nya dengan memakukannya pada kayu salib.
1
Utang yang dihapuskan untuk kita itu tak sanggup
dilunasi. Tak mungkin dapat kita lunasi kepada Allah utang
kita kepada-Nya. Pelanggaran kita terlampau banyak.
Jadi Allah mengaruniakan keselamatan sebagai sebuah
pemberian. Yesus membayar surat utang yang ditujukan
kepada kita. Kita dapat melihat persamaan antara hubungan
hamba ini dengan rajanya dan hubungan kita dengan Allah.
Tetapi ketika hamba itu keluar, dia bertemu dengan
seorang hamba lain yang berutang seratus dinar
kepadanya. Dia menangkap dan mencekik kawannya
itu, katanya: bayarutangmu!
(Mat. 18:28).
191
Satu dinar senilai dengan upah pekerja sehari. Jadi
dengan perhitungan upah masa kini seratus dinar akan
bernilai kira-kira $ 4.000. Sekarang bacalah selanjutnya:
Maka sujudlah kawannya itu dan memohon
kepadanya: Sabarlah dahulu, utangku itu akan
kulunaskan. Tetapi dia menolak dan menyerahkan
kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya
utangnya
(Mat. 18:29-30).
Salah seorang kawannya berutang kepadanya sejumlah
uang sepertiga dari upah setahun. Bagaimana perasaan
Anda jika Anda kehilangan sepertiga dari gaji Anda? Tetapi,
ingatlah bahwa orang ini dihapuskan utangnya sejumlah
$ 4,5 miliar. Itu lebih daripada uang yang dapat menjadi
naIkahnya seumur hidupnya!
Sakit hati yang kita lakukan terhadap sesama sendiri
disbanding dengan sakit hati yang kita timbulkan terhadap
Allah adalah seperti $ 4.000 dibanding dengan $ 4,5 miliar.
Kita mungkin telah diperlakukan buruk oleh orang lain,
tetapi itu tidak sebanding dengan pelanggaran kita terhadap
Allah.
Anda mungkin merasa bahwa tak seorang pun menderita
seburuk yang Anda Alami. Tetapi Anda tidak menyadari
betapa buruknya Yesus telah diperlakukan. Dia tak bersalah
bagaikan seekor anak domba tak bercela yang disembelih.
Seseorang yang tak dapat mengampuni telah lupa akan
besarnya utang yang dihapuskan atas dirinya. Bila Anda
menyadari bahwa Yesus telah membebaskan Anda dari
kematian dan siksaan kekal, maka Anda akan membebaskan
orang lain tanpa syarat. (Kita akan membicarakan tentang
cara menjalani hal ini pada bab 13).
Tidak ada hal yang lebih dahsyat daripada melalui masa
yang kekal di dalam lautan api. Tidak ada kelegaan. Ulatnya
takkan mati dan apinya takkan padam. Itulah nasib kita
Pengampunan : Anda Tidak
Memberi - Anda tidak Menerima
192
Umpan blis
sebelum Allah mengampuni kita melalui kematian Putra-
Nya, Yesus Kristus. Haleluya! Jika Anda sulit mengampuni,
bayangkanlah tentang kenyataan dari neraka dan kasih Allah
yang menyelamatkan Anda dari api kekal itu.
PELA1ARAN BAGI ORANG PERCAYA
Marilah kita lanjutkan perumpamaan itu:
Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih
lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada
tuan mereka. Raja itu menyuruh memanggil orang
itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat,
seluruh utangmu telah kuhapuskan karena engkau
memohonnya kepadaku. Bukankah engkau pun
harus mengasihani kawanmu seperti aku telah
mengasihani engkau?
(Mat. 18:31-33).
Yesus tidak mengacu pada orang-orang tak beriman
di dalam perumpamaan ini. Dia sedang berbicara tentang
hamba-hamba dari raja. Orang ini telah dihapuskan dari
utangnya yang besar (keselamatan) dan disebut sebagai
'hamba dari seorang tuan. Orang yang tak mau mengampuni
adalah sesama rekan hamba. Jadi kita dapat menyimpulkan
bahwa inilah nasib seorang percaya yang menolak untuk
mengampuni.
Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya
kepada algojo-algojo sampai dia melunasi seluruh
utangnya. Maka Bapa-Ku yang di surga akan berbuat
demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-
masing tidak mengampuni saudaramu dengan
segenap hatimu
(Mat.18:34-35).
193
Ayat-ayat ini mengandung tiga hal penting:
1. Hamba yang tidak mengampuni itu diserahkan
untuk disiksa.
2. Dia harus membayar utangnya yang semula 375
ton emas.
3. Allah Bapa akan melakukan hal serupa kepada
orang percaya manapun yang tidak mengampuni
kesalahan saudaranya.
1. Hamba yang tak mengampuni itu diserahkan
untuk disiksa.
Kamus Webster mendefnisikan siksaan sebagai
'penderitaan tubuh atau pikiran atau 'pemberian rasa sakit
yang hebat untuk menghukum, memaksa atau menghasilkan
kesenangan yang kejam.
3
Penghasut dari siksaan ini adalah roh-roh jahat. Allah
memberikan kepada 'algojo-algojo (penyiksa) izin untuk
memberikan sakit dan penderitaan tubuh dan pikiran
semaunya sekalipun kita adalah orang percaya. Saya telah
sering berdoa untuk jemaat di dalam kebaktian yang tak dapat
menerima kesembuhan, penghiburan atau pembebasan,
hanya karena mereka tak mau melepaskan orang lain dan
mengampuni dari dalam hati mereka.
Para dokter dan ilmuwan telah mengaitkan sikap tidak
mengampuni dan kepahitan dengan penyakit-penyakit
tertentu, seperti radang sendi dan kanker. Banyak kasus
dari sakit mental bersangkut-paut dengan sikap tidak
mengampuni yang getir.
Pengampunan biasanya ditolak untuk orang lain, tetapi
terkadang ditolak untuk diri sendiri. Yesus bersabda, 'Jika
engkau menaruh sesuatu terhadap siapa pun, ampunilah
... (lihat Markus 5:24, New King James). Siapa pun
termasuk diri Anda sendiri! Jika Allah mengampuni Anda,
siapakah Anda untuk tidak mengampuni orang yang telah
mengampuni-Nya, sekalipun orang itu adalah Anda sendiri?
Pengampunan : Anda Tidak
Memberi - Anda tidak Menerima
194
Umpan blis
2. Hamba yang tak mengampuni harus membayar utang
semula yang tak terlunasi.
Dia dituntut untuk melakukan hal yang mustahil. Itu
bagaikan kita dituntut untuk membayar utang yang dilunasi
Yesus di Golgota. Kita akan kehilangan keselamatan kita.
'Tunggu dulu, ujar Anda. 'Saya mengira jika
sekali seseorang mengucapkan doa pengakuan dosa dan
menyerahkan hidupnya kepada Yesus maka dia tak pernah
dapat terhilang.
Jika Anda memercayai hal itu, maka jelaskanlah
mengapa Petrus menulis hal-hal ini:
Sebab jika mereka, oleh pengenalan mereka akan
Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus, telah
melepaskan diri dari kecemaran-kecemaran dunia,
tetapi terlibat lagi di dalamnya, maka akhirnya
keadaan mereka lebih buruk daripada yang semula.
Karena itu bagi mereka adalah lebih baik, jika mereka
tidak pernah mengenal jalan kebenaran daripada
mengenalnya, tetapi kemudian berbalik dari perintah
kudus yang disampaikan kepada mereka
(2 Pet. 2:20-21, penekanan ditambahkan).
Petrus sedang berbicara tentang orang-orang yang
telah meluputkan diri dari dosa (kecemaran dunia) melalui
keselamatan di dalam Yesus Kristus. Namun mereka terlibat
lagi di dalam dosa (yang mungkin saja berupa sikap tidak
mengampuni) dan dikalahkan olehnya. Dikalahkan berarti
mereka tidak kembali kepada Tuhan dan bertobat dari dosa
yang disengaja oleh mereka. Petrus menyatakan bahwa
berpaling dari kebenaran itu lebih buruk ketimbang tidak
mengenal kebenaran itu sama sekali. Dengan kata lain, Allah
berkata bahwa lebih baik tak pernah diselamatkan daripada
menerima pemberian hidup kekal dan kemudian berpaling
daripadanya secara permanen.
Yudas juga melukiskan orang-orang di gereja yang 'dua
195
kali mati (Yud. 12-13, New King James). Dua kali mati
berarti Anda dahulu mati tanpa Kristus, kemudian Anda
dihidupkan karena menerima Dia, kemudian Anda mati lagi
karena meninggalkan jalan-Nya secara permanen.
Kita melihat bahwa banyak orang akan datang kepada
Yesus sambil membenarkan diri mereka dengan berkata,
Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-
Mu dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan
banyak mujizat demi nama-Mu juga?` Pada waktu itulah
Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku
tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku,
kamu sekalian pembuat kejahatan! (Mat. 7:22-23). Mereka
telah mengenal-Nya. Mereka memanggil-Nya Tuhan dan
melakukan banyak mukjizat demi nama-Nya. Tetapi Dia
tidak mengenal mereka.
Siapakah yang akan dikenal Yesus? Rasul Paulus
menulis, 'Tetapi orang yang mengasihi Allah, dia dikenal
oleh Allah (l Kor. 8:3). Allah mengenal orang-orang yang
mengasihi-Nya.
Anda mungkin akan berkata, 'Aku mengasihi Allah.
Aku hanya tidak mengasihi saudara yang telah menyakiti
hatiku ini.
Jika demikian maka Anda tertipu, dan Anda tidak
mengenal Allah, karena tertulis, 'Jikalau seorang berkata:
Aku mengasihi Allah,` dan dia membenci saudaranya, maka
dia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi
saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi
Allah, yang tidak dilihatnya (l Yoh. 4:20). Tipuan adalah
hal yang mengerikan, karena orang yang tertipu percaya
dengan segenap hati bahwa dia benar. Dia memercayai
sesuatu padahal sebenarnya tidak demikian. Seseorang yang
menolak untuk mematuhi Firman itu menipu hatinya sendiri.
Bukankah menarik perhatian bahwa banyak orang
akan berharap masuk surga dan ditolak dan bahwa Yesus
Pengampunan : Anda Tidak
Memberi - Anda tidak Menerima
196
Umpan blis
mengatakan orang yang dilukai perasaannya di hari-hari
akhir (Mat.24:10)? Mungkinkah kedua kelompok ini terdiri
atas orang-orang yang sama?
Sebagian orang percaya sedemikian tersiksa oleh
sikap tak mengampuni sehingga mereka mungkin berharap
kematian akan mendatangkan kelegaan. Tetapi, ini tidak
benar. Kita harus mengatasi sikap tak mengampuni ini
sekarang atau dipanggil untuk membayar utang yang tak
terlunasi.
3. Allah Bapa akan melakukan ini kepada orang percaya
mana pun yang menolak untuk mengampuni dari dalam
hati - betapa pun besarnya perasaan yang terluka atau
pelanggarannya.
Yesus sangat terinci untuk memastikan agar kita
memahami perumpamaan ini. Hampir di dalam setiap
perumpamaan Yesus tidak menawarkan taIsiran jika para
murid-Nya tidak memintanya. Namun dalam hal ini, Dia
tak menghendaki keraguan tentang beratnya hukuman bagi
mereka yang menolak untuk mengampuni.
Dalam banyak contoh lain, Yesus juga menjelaskan
jika kita enggan mengampuni maka kita takkan diampuni.
Ingatlah bahwa Dia bukan seperti kita; Dia bersungguh-
sungguh dengan ucapan-Nya.
Ini tidak sering ditemukan di dalam gereja. Sebagai
gantinya, banyak dalih dikemukakan untuk menaruh sikap
tidak mengampuni. Tidak mengampuni dianggap sebagai
dosa yang lebih kecil daripada homoseksualitas, perzinahan,
peneurian, mabuk dan sebagainya. Tetapi, orang-orang yang
melakukannya tidak akan mewarisi kerajaan Allah bersama
dengan mereka yang melakukan dosa-dosa lain.
Sebagian orang mungkin berpendapat bahwa ini
merupakan kabar yang keras, tetapi saya melihatnya sebagai
kabar kemurahan dan peringatan, bukan kabar hukuman yang
197
berat. Maukah Anda ditempelak oleh Rob Kudus sekarang
lalu mengalami pertobatan sejati dan pengampunan?
Ataukah Anda lebih suka menolak untuk mengampuni
lalu mendengar Tuhan berkata, 'Enyahlah ketika Anda
tidak dapat bertobat lagi?
Pengampunan : Anda Tidak
Memberi - Anda tidak Menerima
198
Umpan blis
DI1AUHKANLAH KIRANYA KITA
DARI KEINGINAN UNTUK MEMBALAS
DENDAM SENDIRI SEHINGGA KITA
TIDAK DENGAN SUKARELA
DIMANFAATKAN SECARA SALAH LAGI.
Saya bersyukur atas ketaatan Anda menulis buku
Umpan Iblis. Buku ini benar benar diurapi, Roh
Tuhan berhubungan dengan saya ketika saya
membaca seluruh buku ini, yang hanya selesai
beberapa hari saja. Buku ini benar-benar mengubah
hidup saya. Saya dibebaskan dari rantai sakit hati
dan akan terus melatih hati, pikiran dan perasaan
agar tetap terbebas.
L. M., SOUTH CAROLINA
199
12
PEMBALASAN DENDAM:
1EBAKAN
1anganlah membalas kejahatan dengan kejahatan:
lakukanlah apa yang baik bagi semua orang.
Roma 12:17
S
eperti yang jelas terlihat pada pasal terdahulu,
mempertahankan sikap tidak mengampuni adalah
bagaikan menahan utang terhadap seseorang. Bila seseorang
disalahkan orang lain, maka dia percaya bahwa suatu utang
terjadi. Dia berharap untuk adanya semacam pembayaran,
baik dalam bentuk keuangan ataupun bukan.
Sistem peradilan dibentuk untuk menuntut balas bagi
pihak yang disalahi atau dilukai. Tuntutan perkara berasal
dari orang-orang yang berusaha untuk memperoleh kepuasan
dalam pelunasan utang. Bila seseorang telah dilukai oleh
orang lain, maka keadilan manusiawi berkata, 'Mereka
200
Umpan blis
akan diadili untuk perbuatan mereka dan membayar jika
ternyata kedapatan bersalah. Hamba yang tak mengampuni
ingin rekannya membayar utangnya, jadi dia mengusahakan
ganti ruginya di pengadilan. Ini bukanlah jalan kebenaran.
Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu
sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat
kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan
itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut
pembalasan, rman Tuhan
(Rom. 12:19).
Tidaklah benar bagi kita sebagai anak-anak Allah untuk
menuntut sendiri pembalasan itu. Tetapi itulah tepatnya
yang kita usahakan bila kita enggan mengampuni. Kita
berhasrat, berusaha, merencanakan dan melaksanakan
pembalasan. Kita takkan mengampuni sebelum utang itu
dilunasi sepenuhnya, dan hanya kita yang dapat menentukan
ganti rugi yang memuaskan. Bila kita berusaha mengoreksi
kesalahan yang dibuat terhadap kita, maka kita menetapkan
diri kita sebagai hakim. Tetapi kita tahu:
Hanya ada satu Pembuat hukum dan Hakim, yaitu Dia
yang berkuasa menyelamatkan dan membinasakan.
Tetapi siapakah engkau, sehingga engkau mau
menghakimi sesamamu manusia? Saudara-saudara,
janganlah kamu bersungut-sungut dan saling
mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum.
Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu
(Yak. 4:12, 5:9).
Allah itu Hakim yang adil. Dia akan menjatuhkan
hukuman yang adil. Tetapi Dia akan membalas berdasarkan
keadilan. Jika seseorang telah berbuat salah dan bertobat
sungguh-sungguh, karya Yesus di Golgota menghapus utang
itu.
Anda mungkin akan berkata, 'Tetapi kesalahan itu
dilakukan terhadap saya, bukan terhadap Yesus!
201
Ya, tetapi Anda tidak menyadari kesalahan yang telah
Anda lakukan kepada-Nya. Sebagai korban yang tak bersalah,
Dia tidak menanggung kesalahan sedangkan setiap manusia
telah berdosa dan terhukum mati. Kita masing-masing telah
melanggar hukum Allah yang melebihi hukum negara. Kita
semua harus dihukum mati oleh tangan pengadilan tertinggi
di alam semesta jika keadilan ditegakkan.
Anda mungkin tidak berbuat apa pun untuk
membangkitkan kesalahan yang diperbuat orang lain.
Tetapi jika Anda membandingkan kesalahan yang diperbuat
terhadap Anda dengan kesalahan yang telah Anda terima
pengampunannya, maka itu tidak sebanding. Jika Anda
merasa tertipu, maka Anda telah kehilangan pengertian
Anda tentang anugerah yang telah diberikan kepada Anda.
TIDAK ADA WILAYAH
DENDAM YANG SAMAR-SAMAR
Di bawah ketentuan Perjanjian Lama jika Anda bersalah
kepada saya, maka saya mempunyai hak hukum untuk berbuat
hal yang sama kepada Anda. Izin diberikan untuk menuntut
pembayaran utang, membalas kejahatan dengan kejahatan
(lihat Im. 24: 19; Kel. 21 :23-25). Taurat mempunyai kuasa
tertinggi. Yesus belum mati untuk membebaskannya.
Perhatikanlah khotbahnya kepada para orang percaya
perjanjian yang baru.
Kamu telah mendengar rman: Mata ganti mata
dan gigi ganti gigi. Tetapi Aku berkata kepadamu:
Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat
kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar
pipi kananmu, berilah juga pipi kirimu. Dan kepada
orang yang hendak mengadukan engkau karena
mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. Dan
siapa pun yang memaksa engkau berjalan sejauh
satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.
Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan
Pembalasan Dendam: Jebakan
202
Umpan blis
janganlah menolak orang yang mau meminjam dari
padamu
(Mat. 5:38-42, penekanan ditambahkan).
Yesus meniadakan wilayah dendam yang samar-samar.
Malah sebenarnya Dia berkata bahwa sikap kita harus
menjauhkan diri dari rencana membalas dendam dengan
rela menerima risiko kita akan disakiti lagi.
Bila kita berusaha mengoreksi kesalahan yang dilakukan
terhadap kita maka kita menetapkan diri kita sebagai
seorang hakim. Hamba yang tak mengampuni dalam Matius
18 melakukan hal ini ketika dia menjebloskan rekannya ke
dalam penjara. Sebaliknya hamba yang tidak mengampuni
ini diserahkan kepada para penyiksa atau algojo, dan
keluarganya dijual sampai dia melunasi semua utangnya.
Kita harus memberi kesempatan dan mempersilakan
Hakim yang adil itu untuk bertindak. Dia memberi pahala
dengan adil. Hanya Dia yang menuntut pembalasan dengan
adil.
Saya sedang menyampaikan frman mengenai topik
pelanggaran yang melukai perasaan di suatu gereja di Tampa
di negara bagian Florida. Tak lama kemudian datanglah
seorang wanita kepada saya. Dia berkata bahwa dia telah
mengampuni mantan suaminya untuk segala sesuatu yang
telah dilakukan pria itu. Tetapi sementara dia mendengarkan
saya berbicara tentang melepaskan sandungan, dia me-
nyadari belum memiliki sejahtera di dalam dirinya dan
merasa sangat tidak tentram.
'Anda masih belum mengampuni suami Anda, saya
berkata dengan lembut.
'Ya, sudah. jawabnya. 'Saya telah meneteskan air
mata pengampunan.
'Anda mungkin telah menangis, tetapi Anda masih
belum membebaskannya.
203
Dia bersikeras bahwa saya keliru dan bahwa dia telah
mengampuni mantan suaminya itu, 'Saya tak menghendaki
apa pun dari dia. Saya telah melepaskannya.
'Katakanlah kepada saya apa yang dilakukannya kepada
Anda, tanya saya.
'Saya dan suami saya bersama menggembalakan sebuah
gereja. Dia meninggalkan saya dan tiga putra kami lalu lari
bersama seorang wanita terkemuka di dalam gereja. Air
mata terhimpun di matanya. 'Dia berkata bahwa dia tidak
mendengar Allah ketika menikahi saya karena merupakan
kehendak Allah yang sempurna baginya untuk menikahi
wanita yang bersamanya dia pergi. Dia mengatakan
kepada saya bahwa wanita itu adalah suatu modal bagi
pelayanannya karena dia sangat mendukung. Dia berkata
bahwa saya merupakan rintangan. Dia berkata saya selalu
bersikap mencela. Dia meletakkan seluruh kesalahan dari
perceraian itu atas diri saya. Dia tak pernah kembali dan
mengakui bahwa semua itu adalah kesalahannya.
Pria ini jelas telah tertipu dan telah berbuat salah besar
terhadap isterinya dan keluarganya. Wanita ini telah banyak
menderita akibat tindakan suaminya dan menantikan saat
baginya untuk membayar suatu utang. Utang itu bukanlah
tunjangan kepada isteri yang diceraikan atau tunjangan
untuk anak, karena suaminya yang baru menyediakan
semua ini baginya. Utang yang dia ingin mantan suaminya
membayar adalah pengakuan bahwa pria itu bersalah dan
dia yang benar.
'Anda tak mau mengampuninya sebelum dia datang
kepada Anda dan mengatakan bahwa dia bersalah, bahwa
semuanya adalah kesalahannya dan bukan kesalahan
Anda, dan kemudian memohon pengampunan Anda.
Inilah pembayaran tak terlunasi yang telah membuat Anda
terbelenggu, saya katakan itu kepadanya.
Jika sekiranya Yesus menantikan kita datang kepada-
Nya dan memohon ampun dengan ucapan. 'Kami bersalah,
Pembalasan Dendam: Jebakan
204
Umpan blis
Engkau benar, Ampunilah kami. Dia tidak akan dapat
mengampuni kita dari salib. Pada saat Dia tergantung di
kayu salib, Dia berseru, 'Ya Bapa, ampunilah mereka,
sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat (Luk.
23:34). Dia mengampuni kita sebelum kita datang kepada-
Nya mengakui pelanggaran kita terhadap diri-Nya. Kita
dinasihatkan oleh kata-kata Rasul Paulus: 'Sama seperti
Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah
demikan (Kol. 3:13). Dan 'hendaklah kamu ramah
seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling
mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah
mengampuni kamu (EI. 4:32).
Ketika saya mengatakan kepada wanita ini, 'Anda
takkan mengampuninya sebelum dia berkata, Aku
bersalahengkau benar,` air mata mengalir di wajahnya.
Hal yang diinginkannya tampak kecil dibandingkan dengan
semua rasa sakit yang telah dilakukan suaminya kepadanya
dan kepada anak-anaknya. Tetapi dia terbelenggu kepada
keadilan manusiawi. Dia telah menetapkan dirinya sebagai
seorang hakim, dengan menuntut haknya dari utang itu dan
menantikan pembayarannya. Sakit hati ini telah merintangi
hubungannya dengan suaminya yang baru. Itu juga
memengaruhi hubungannya dengan semua atasannya yang
pria karena mantan suaminya juga adalah gembalanya.
Sering Yesus menyamakan keadaan hati kita
dengan keadaan tanah. Kita dinasihati agar berakar dan
berlandaskan kasih Allah. Dengan demikian benih Firman
Allah akan berakar di hati kita dan bertumbuh serta
akhirnya menghasilkan buah kebenaran. Buah ini ialah
kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan,
kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri
(Gal. 5:22-23).
Tetapi tanah hanya akan menghasilkan sesuatu yang
ditanamkan ke dalamya. Jika kita menamakan benih utang,
tidak suka mengampuni dan sakit hati, maka akar lain akan
205
menggantikan kasih Allah. Itu disebut akar kepahitan.
Fransis Frangipane memberikan defnisi yang baik
sekali tentang kepahitan: 'Kepahitan adalah pembalasan
dendam yang tak terpenuhi.
1
Kepahitan dihasilkan bila
pembalasan dendam tidak memuaskan setaraI dengan yang
kita inginkan.
Penulis buku Ibrani menyatakan secara langsung
mengenai hal Ini.
Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan
kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak
seorang pun akan melihat Tuhan. Jagalah supaya
jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih
karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit
yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan
banyak orang
(Ibr. 12:14-15, penekanan ditambahkan).
Perhatikanlah kata-kata 'mencemarkan banyak orang.
Inikah juga 'banyak orang yang dikatakan Yesus akan
dilukai perasaannya pada hari-hari terakhir (Mat. 24:10)?
Kepahitan adalah suatu akar. Jika akar dipelihara
diairi, dilindungi, diberi makan dan diberi perhatianitu
akan bertambah dalam dan kuat. Jika tidak ditangani dengan
segera, akar akan sukar dicabut. Kekuatan dari perasaan yang
terluka akan terus bertumbuh. Karena itu kita dinasihati agar
jangan matahari terbenam sebelum padam amarah kita (EI.
4:26). Sebaliknya dari buah kebenaran, kita akan melihat
panen kemarahan, kesebalan, kecemburuan, kebencian,
perselisihan dan perpecahan. Yesus menyebutkan ini buah
yang lidak baik (lihat Mat. 7:19-20).
Alkitab menyatakan bahwa seseorang yang tidak
berusaha hidup damai dengan melepaskan perasaan terluka
akhirnya akan menjadi cemar. Sesuatu yang berharga
akhirnya akan dirusak oleh kenajisan dari sikap tidak
mengampuni.
Pembalasan Dendam: Jebakan
206
Umpan blis
CALON RA1A YANG TERCEMAR
Pada awal buku ini, kita menyimak betapa setianya Daud
kepada Raja Saul bahkan ketika Saul tidak setia kepada
Daud. Daud tidak membalas dendam walaupun dia mendapat
kesempatan dua kali. Daud adalah seorang yang berkenan
di hati Allah. Dia membiarkan Allah menghakimi antara
Saul dan dirinya. Ketika hukuman Allah jatuh atas diri Saul,
Daud tidak bergembira. Dia berdukacita atas kematian Saul
karena dia tidak menaruh kepahitan terhadap raja ini.
Sesudah kematian Saul, Daud naik takhta. Dia
memperkuat bangsa Israel, mengalami keberhasilan militer
dan keuangan, dan meneguhkan takhtanya. Dia menikahi
banyak isteri yang memberikannya anak-anak, termasuk
Amnon, putra sulungnya, dan Absalom putranya yang
ketiga.
Putra Daud, Amnon melakukan pelanggaran yang jahat
terhadap saudari tirinya Tamar, saudari kandung Absalom.
Dia berpura-pura sakit lalu memohon kepada ayahnya
untuk mengutus Tamar mengantar makanan baginya. Ketika
Tamar melakukannya, dia menyuruh para pelayan keluar
lalu memperkosanya. Dia kemudian membencinya dan
menyingkirkannya. Dia telah member noda seorang putri
raja yang masih perawan dan menghancurkannya dengan
liar yang memalukan (lihat 2 Sam. 13).
Tanpa mengucapkan sepatah kata pun kepada
saudara tirinya, Absalom mengantar saudarinya pulang
dan mengasuhnya. Tetapi dia membenci Amnon karena
mencemari Tamar.
Absalom berharap ayahnya akan menghukum Amnon.
Raja Daud sangat berang ketika mendengar tentang
kejahatan Amnon, tetapi dia tidak melakukan tindakan apa
pun. Absalom kecewa sekali dengan sikap ayahnya yang
tidak adil.
Tamar pernah mengenakan jubah kerajaan yang
207
disediakan untuk para putri raja yang masih perawan;
kini dia disaluti rasa malu. Dia seorang gadis cantik dan
barangkali sangat disanjung oleh banyak orang. Kini dia
hidup terasing, tak sanggup menikah karena dia bukan anak
dara lagi.
Itu sungguh tidak adil. Dia telah mendatangi Amnon atas
perintah raja dan dia diperkosa. Hidupnya telah berakhir,
sementara orang yang melakukan kekejian ini hidup seolah-
olah tidak terjadi apa-apa. Dia menanggung seluruh beban,
hidupnya hancur berantakan.
Dari hari ke hari, Absalom menyaksikan dukacita yang
dialami saudarinya. Kehidupan yang sempurna dari seorang
putri raja telah menjadi suatu mimpi buruk. Absalom
menunggu setahun lamanya untuk ayahnya berbuat sesuatu,
tetapi Daud tidak melakukan apa-apa. Absalom merasa
dilukai perasaannya oleh ayahnya, dan dia membenci
Amnon yang jahat itu.
Setelah dua tahun berlalu maka kebenciannya terhadap
Amnon melahirkan suatu rencana pembunuhan. 'Aku
akan membalaskan dendam adikku karena penguasa yang
berwenang memilih untuk tidak berbuat apa pun, mungkin
pikir Absalom.
Dia menyelenggarakan pesta untuk semua putra raja.
Ketika Amnon tidak mencurigainya. Absalom menyuruh
orang membunuhnya. Absalom kemudian melarikan diri ke
Gesur setelah dendamnya terbalas atas Amnon. Tetapi rasa
sakit hatinya terhadap ayahnya semakin membara, terutama
selagi dia jauh dari istana.
Pikiran Absalom diracuni dengan kepahitan. Dia
menjadi pengecam ahli tentang kelemahan Daud. Namun dia
berharap agar ayahnya akan memanggilnya pulang. Daud
tidak melakukannya. Ini semakin mengobarkan kekesalan
Absalom.
Barangkali inilah yang dipikirkannya: 'Avahku
Pembalasan Dendam: Jebakan
208
Umpan blis
disanfung oleh rakvat, tetapi mereka buta terhadap wataknva
vang asli. Dia hanva seorang vang mencari kepentingan diri
dengan menggunakan Allah sebagai kedoknva. Dia lebih
fahat dari rafa Saul' Saul kehilangan takhtanva karena dia
tidak membunuh rafa Amalek dan meluputkan sedikit domba
dan lembu vang terbaik. Avahku ber:inah dengan isteri
salah seorang prafuritnva vang paling setia kepadanva. Dia
seorang pembunuh dan seorang pe:inahitulah sebabnva
dia tidak menghukum Amnon' Dan dia menutup-nutupi
semua ini dengan penvembahan vang palsu kepada Allah.`
Absalom tinggal di Gesur selama tiga tahun. Daud telah
terhibur atas kematian Amnon putranya, dan Yoab telah
meyakinkan raja untuk memanggil pulang Absalom. Tetapi
Daud masih menolak untuk bertemu muka dengan Absalom.
Dua tahun lagi berlalu, dan Daud akhirnya berkenan atas
Absalom dan mengembalikan semua haknya lagi. Tetapi
sakit hati di dalam diri Absalom tetap berkobar.
Absalom sangat mahir dalam penampilan dirinya.
Sebelum dia membunuh Amnon, 'Absalom tidak berkata-
kata dengan Amnon, baik tentang yang jahat maupun
tentang yang baik, tetapi Absalom membenci Amnon (2
Sam. 13:22). Banyak orang sanggup menyembunyikan sakit
hatinya dan kebenciannya seperti yang dilakukan Absalom.
Dari sikap sakit hati ini, dia mulai memikat orang-orang
yang merasa tidak puas. Dia menyediakan dirinya untuk
seluruh Israel dengan meluangkan waktu mendengarkan
keluhan-keluhan mereka. Dia berkata bahwa keadaan akan
berbeda kalau saja dia menjadi raja. Dia menghakimi kasus-
kasus mereka karena tampaknya raja tidak mempunyai waktu
bagi mereka. Barangkali Absalom mengurus persoalan
mereka karena dia merasa dia sendiri tidak menerima
keadilan.
Dia tampaknya mempedulikan nasib rakyat. Alkitab
menyatakan Absalom mencuri hati orang-orang Israel
dari ayahnya Daud. Tetapi apakah dia sesungguhnya
209
mempedulikan mereka ataukah dia mencari jalan untuk
menumbangkan takhta Daud yang telah menyakitkan
hatinya?
PAKAR DALAM KEKELIRUAN
Absalom memikat umat Israel dan bangkit melawan
Daud. Raja Daud harus meninggalkan Yerusalem untuk
menyelamatkan nyawanya. Tampaknya seolah-olah
Absalom akan menetapkan kerajaannya sendiri. Namun
dia terbunuh ketika mengejar Daud, walaupun Daud telah
memerintahkan agar putranya ini jangan disakiti.
Absalom sebenarnya terbunuh oleh kepahitannya
dan pelanggarannya sendiri. Seorang yang sangat
berkemampuan, pewaris takhta kerajaan, tewas pada usia
muda karena dia menolak untuk melepaskan utang yang
menurut pendapatnya dibuat oleh ayahnya, dia mengakhiri
hidupnya dalam keadaan tercemar.
Para pendamping dari pemimpin-pemimpin di dalam
suatu gereja menjadi tersandung oleh tokoh yang dibantunya.
Mereka segera menjadi pencela, pakar mengenai semua
kesalahan pemimpin mereka atau orang-orang yang diangkat
oleh pemimpin itu. Mereka menjadi sakit hati. Pandangan
mereka terganggu. Mereka melihat dari suatu sudut pandang
yang sama sekali berbeda dari sudut pandang Allah.
Mereka yakin bahwa misi mereka dalam kehidupan
ialah membebaskan orang-orang di sekitar mereka dari
seorang pemimpin yang tidak adil. Mereka memikat hati
orang-orang yang tidak puas dan naiI, dan sebelum mereka
menyadarinya mereka akhirnya memecah-belah gereja atau
pelayanan, tepat seperti yang dilakukan oleh Absalom.
Terkadang pengamatan mereka memang tepat.
Barangkali Daud seharusnya bertindak terhadap Amnon.
Barangkali seorang pemimpin mempunyai segi-segi
kekeliruan. Siapakah hakimnyaAnda atau Tuhan? Ingatlah
bila Anda menabur pertengkaran, Anda akan menuainya.
Pembalasan Dendam: Jebakan
210
Umpan blis
Hal yang terjadi atas diri Absalom dan terjadi atas
pelayanan modern merupakan sebuah proses yang
membutuhkan waktu. Kita sering tidak sadar bahwa
perasaan yang terluka telah memasuki hati kita. Akar
kepahitan hampir tidak terlihat ketika sedang berkembang.
Tetapi jika dirawat maka itu akan bertumbuh dan menjadi
kuat. Seperti yang dinasihatkan oleh penulis buku Ibrani,
kita harus menjaga 'agar jangan tumbuh akar yang pahit
yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan
banyak orang (Ibr. 12:15).
Kita harus menyelidiki hati kita dan membuka diri
untuk dikoreksi oleh Tuhan, karena hanya Firman-Nya
yang dapat membedakan pertimbangan dan niat dari hati
kita. Roh Kudus menempelak pada saat Dia berbicara
melalui hati nurani seseorang. Kita tak boleh mengabaikan
penempelakan-Nya atau memadamkan Dia. Jika seseorang
telah melakukan hal ini, hendaklah dia bertobat di
hadapan Allah dan membuka hati terhadap koreksi yang
dilakukan-Nya.
Seorang pendeta pernah menanyai saya apakah dia telah
bertindak seperti Absalom atau Daud dalam sesuatu yang
telah dilakukannya. Dia telah melayani sebagai pembantu
gembala di sebuah kota, dan gembalanya memecat dia.
Tampaknya gembala senior iri hati dan takut akan pemuda
ini karena tangan Tuhan ada di atas dirinya.
Setahun kemudian, pendeta yang dipecat itu yakin
bahwa Tuhan menghendaki dia mulai membuka gereja di
bagian lain dari kota itu. Jadi itulah yang dilakukannya,
dan sebagian dari jemaat gereja yang ditinggalkannya ikut
bergabung dengan dia. Dia merasa susah karena dia enggan
bertindak seperti Absalom, tetapi tampaknya dia tidak sakit
hati terhadap mantan pemimpinnya. Dia memulai gereja
baru dari tuntunan Tuhan, bukan dari kekurang-pedulian di
gereja sebelumnya.
Saya menunjukkan kepadanya perbedaan antara
211
Absalom dan Daud. Absalom mencuri hati orang lain karena
dia disakiti hatinya oleh pemimpinnya. Daud menganjurkan
orang-orang lain agar tetap setia kepada Saul walaupun Saul
sedang menyerang dia. Absalom membawa orang-orang
bersama dengan dia; Daud pergi seorang diri.
'Apakah Anda meninggalkan gereja Anda seorang
diri? saya bertanya kepadanya. 'Apakah Anda berbuat
sesuatu yang mendorong jemaat untuk pergi bersama Anda
atau mendukung Anda?
'Saya pergi seorang diri dan tidak berbuat apa pun untuk
menarik jemaat bersama dengan saya, dia menjawab.
'Itu baik, Anda telah bertindak seperti seorang Daud.
Pastikanlah bahwa jemaat yang datang kepada Anda tidak
terluka perasaannya dengan tindakan mantan gembala Anda,
dan jika mereka memang terluka hatinya, tuntunlah mereka
kepada kebebasan dan penyembuhan.
Gereja pria ini kini sedang berkembang dengan subur.
Yang sangat saya hargai tentang dirinya ialah dia tidak takut
untuk menyelidiki hatinya sendiri. Bukan hanya itu, tetapi
juga dia menyerahkan diri kepada nasihat rohani. Lebih
penting baginya bahwa dia menyerah kepada Jalan Tuhan
ketimbang sekadar dirinya terbukti 'benar.
Janganlah takut untuk mengizinkan Roh Kudus
menyingkapkan sikap tak suka mengampuni atau kepahitan.
Semakin lama Anda menyembunyikannya, semakin kuat
itu jadinya dan semakin keras hati Anda. Tetaplah berhati
lemah lembut. Bagaimana?
Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian
dan tnah hendaklah dibuang dari antara kamu,
demikian pula segala kejahatan. Tetapi hendaklah
kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih
mesra dan saling mengampuni sebagaimana Allah di
dalam Kristus telah mengampuni kamu
(EI. 4:31-32).
Pembalasan Dendam: Jebakan
212
Umpan blis
ANDA LEBIH BERTUMBUH DARI LUKA
PERASAAN YANG PALING MENANTANG -
YANG ANDA TIDAK PERNAH DILATIH
UNTUK MENGHADAPINYA.
Saya punya buku Umpan Iblis! Buku ini benar-benar
menjadi berkat. Saya merekomendasikan buku ini
ke banyak orang. Allah telah memakainya dalam
hidup saya. Terima kasih!
S. T., GEORGIA
213
13
LUPUT DARI 1EBAKAN
Dan di dalam hal ini aku melatih diriku supaya
senantiasa aku menaruh hati nurani yang hampa dari
kesalahan terhadap Allah dan terhadap manusia.
(Kisah Para Rasul 24:1, Aew King 1ames)
D
iperlukan suatu usaha untuk tetap bebas dari kesalahan
atau rasa sakit hati. Paulus membandingkannya
dengan latihan jasmani. Jika kita melatih tubuh kita maka
kita cenderung untuk tidak mengalami cedera. Selagi di
Hawaii saya memanjat dinding untuk memotret. Ketika
saya melakukannya, saya terkilir di lutut sehingga tak dapat
berjalan selama empat hari.
214
Umpan blis
'Jika Anda melakukan latihan jasmani secara teratur,
ujar penyembuh fsik saya, 'ini takkan terjadi. Karena
otot-otot Anda tidak terlatih, maka Anda cenderung untuk
mengalami cedera.
Segera setelah saya dapat berjalan lagi, pakar yang lain
member petunjuk kepada saya, 'Anda harus melakukan
latihan-latihan ini untuk mengembalikan otot lutut Anda
kepada keadaan dan bentuknya yang semula. Diperlukan
waktu beberapa bulan untuk mengembalikan keadaan lutut
saya menjadi normal.
Kata Yunani dalam Kisah 24:16 untuk melatih ialah
askeo. Kamus Ekspositori dari Vine mendefnisikan melatih
sebagai 'berusaha sekeras-kerasnya, berikhtiar, bersenam
dengan latihan atau disiplin.
1
Terkadang orang lain menyakiti hati kita, dan tidak
sukar untuk memaaIkan. Kita telah melatih hati kita agar
siap untuk menangani pelanggaran yang menyakitkan hati:
karena itu, tiada cedera atau kerusakan permanen yang
diakibatkannya.
Banyak orang dapat memanjat dinding itu di Hawaii dan
tidak cedera karena mereka terlatih. Demikian pula sebagian
orang terbiasa untuk mematuhi Allah dengan melatih hati
mereka. Tingkat kedewasaan kita menentukan betapa baik
kita akan menangani pelanggaran tanpa cedera.
Sebagian pelanggaran yang menyakitkan hati akan lebih
sulit dibanding dengan pelanggaran yang untuknya kita
telah dilatih. Tegangan tambahan ini mungkin menyebabkan
suatu luka atau cedera yang sesudahnya kita harus melatih
secara rohani untuk membebaskan diri dan disembuhkan
lagi. Tetapi hasilnya akan sangat berharga.
Pada pasal ini saya akan membahas pelanggaran yang
ekstrem dan intens, yang membutuhkan lebih banyak usaha
untuk pemecahannya.
Suatu peristiwa terjadi dalam hidup saya melibatkan
215
seseorang di dalam pelayanan. Pelanggaran ekstrem ini
bukan hanya sekali melainkan merupakan salah satu dari
beberapa yang semakin meningkat lebih dari satu setengah
tahun.
Setiap orang di sekitar saya mengetahui hal yang terjadi.
'Tidakkah Anda sakit hati? tanya mereka kepada saya.
'Apakah yang akan Anda lakukan? Apakah Anda hanya
akan berdiri saja dan menerimanya?
'Saya baik-baik saja, jawab saya. 'Itu tidak
mempengaruhi saya. Saya akan terus dengan menjalankan
panggilan Tuhan dalam hidup saya.
Tetapi jawaban saya tidak lebih dari keangkuhan. Saya
sangat menderita tetapi saya menyangkalnya, bahkan kepada
diri saya sendiri. Saya melewatkan waktu berjam-jam dalam
usaha memahami bagaimana semua ini dapat terjadi atas
diri saya. Saya berada dalam keadaan tercengang. Tetapi
saya menekan pikiran-pikiran ini dan berlagak kuat padahal
sebenamya saya lemah dan sangat terluka.
Beberapa bulan berlalu. Segala sesuatunya tampak
kering, pelayanannya terasa basi, ruang doa saya sepi, dan
saya merasa tersiksa. Saya memerangi Iblis setiap hari. Saya
menyangka semua perlawanan disebabkan oleh panggilan
Tuhan atas hidup saya, tetapi sebenarnya itu adalah siksaan
yang berasal dari sikap saya yang tidak mau mengampuni.
Setiap kali saya berada di dekat orang ini, saya pergi dengan
merasa terpukul habis-habisan secara rohani.
Kemudian datanglah pagi hari yang takkan perah saya
lupakan. Saya sedang duduk di halaman belakang rumah
saya sambil berdoa. 'Tuhan, apakah aku merasa sakit hati?
saya bertanya.
Segera setelah kata-kata ini terucap di bibir saya,
terdengarlah sesuatu seruan jauh di dalam roh saya: Ya!
Allah ingin memastikan agar saya tahu bahwa saya
memang sakit hati.
Luput dari Jebakan
216
Umpan blis
'Tuhan, tolonglah aku keluar dari rasa sakit hati ini,
saya mohon. 'Ini terlalu banyak bagiku untuk ditangani.
Inilah tepatnya yang dikehendaki Tuhan dari saya
akhir dari usaha saya sendiri. Terlampau sering kita berusaha
melakukan banyak hal di dalam kekuatan dari jiwa kita.
Ini tidak mendorong kita untuk bertumbuh secara
rohani. Sebaliknya kita menjadi semakin cenderung kepada
kejatuhan.
Langkah pertama menuju penyembuhan dan kebebasan
ialah menyadari bahwa Anda terluka. Sering keangkuhan
tidak menghendaki kita mengakui bahwa kita terluka dan
sakit hati. Selekasnya saya mengakui keadaan saya yang
sebenarnya, maka saya mencari Tuhan dan terbuka terhadap
koreksi-Nya.
Saya merasa bahwa Tuhan menghendaki saya berpuasa
beberapa hari. Puasa akan menempatkan saya kepada
keadaan peka terhadap suara Roh Kudus dan memberi
manIaat lainnya juga.
Bukankah ini puasa yang Kukehendaki: supaya
engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman,
dan melepaskan beban-beban berat, supaya
engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan
mematahkan setiap kuk ?
(Yes. 58:6, New King James).
Saya siap untuk pemutusan belenggu-belenggu
kelaliman dan untuk merdeka dari aniaya atau tindasan.
Beberapa hari kemudian saya menghadiri upacara
penguburan. Orang yang telah melukai perasaan saya hadir
juga di sana. Saya memperhatikannya dari belakang gereja
dan mulai menangis.
'Tuhan, aku mengampuni dia. Aku melepaskan dia
dari segala sesuatu yang telah dilakukannya. Segera saya
merasa beban itu terangkat. Saya telah mengampuninya.
217
Rasa lega meliputi diri saya.
Tetapi ini hanyalah permulaan dari jalan saya ke arah
penyembuhan. Di dalam hati, saya telah mengampuni, tetapi
saya tidak menyadari besarnya luka itu. Saya masih tetap
rentan dan dapat terluka lagi. Hal itu sama seperti pemulihan
dari luka badani. Saya perlu latihan untuk menguatkan hati,
pikiran dan emosi saya untuk mencegah cedera apa pun di
masa depan.
BAGAIMANA 1IKA KAMBUH?
Beberapa bulan telah berlalu. Sewaktu-waktu saya
harus mengusir beberapa pikiran yang ada sebelum saya
mengampuni. Orang yang terluka dalam cara serupa
mungkin akan membawa keluhannya kepada saya, atau
barangkali saya akan melihat orang itu atau mendengar
namanya. Saya menolak pikiran-pikiran ini segera setelah
saya menyadarinya, memperhatikannya dan mematahkannya
(lihat 2 Kor. 10:5). Inilah latihan atau pergumulan saya
untuk tetap merdeka.
Akhirnya saya memohon kepada Tuhan untuk
menunjukkan cara menjauhkan pikiran-pikiran ini
agar jangan menarik saya kembali kepada sikap tidak
mengampuni. Saya tahu Dia menginginkan suatu tingkat
kemerdekaan yang lebih tinggi bagi saya, dan saya enggan
untuk menghayati sisa hidup saya dengan terus menerus
sakit hati. Tuhan memberi petunjuk kepada saya untuk
mendoakan orang yang telah melukai perasaan saya, dengan
mengingatkan kepada frman-Nya:
Tetapi Aku berkata kepadamu, cintailah musuh-
musuhmu, berkatilah mereka yang mengutuki engkau,
berbuatlah baik kepada mereka yang membencimu,
dan berdoalah untuk mereka yang menganiaya engkau
(Mat. 5:44, New King James)
Luput dari Jebakan
218
Umpan blis
Jadi saya berdoa demikian. Pada mulanya doa itu keluar
dengan suara yang kering dan tak berirama, tanpa gairah.
Dari tuntutan kewajiban saya akan menambahkan, 'Tuhan,
berkatilah dia. Berikanlah kepadanya hari yang baik.
Tolonglah dia dalam semua hal yang dilakukannya. Dalam
nama Yesus, amin.
Ini berlangsung selama beberapa minggu. Saya agaknya
tidak mengalami kemajuan. Kemudian pada suatu pagi,
Tuhan member kesan dari Mazmur 35 kepada saya. Saya
tidak tahu isi Mazmur 35 jadi saya mulai membacanya. Di
tengah pembacaan itu, barulah saya melihat keadaan saya.
Saksi-saksi yang gemar kekerasan bangkit berdiri,
apa yang tidak kuketahui, itulah yang mereka tuntut
dari padaku. Mereka membalas kebaikanku dengan
kejahatan; perasaan dukacita mencekam jiwaku
(Mzm. 35:11-12, New King James).
Saya dapat memahami perasaan Daud. Menurut
pendapat saya baik orang itu maupun sebagian dari rekan-
rekannya telah membalas kebaikan saya dengan kejahatan.
Jiwa saya benar-benar berdukacita. Allah menggunakan
mazmur ini untuk menunjukkan perjuangan saya selama
beberapa tahun itu. Sebuah nas yang menggembirakan saya
luar biasa.
Tetapi aku, ketika mereka sakit, aku memakai pakaian
kabung; aku menyiksa diriku dengan berpuasa dan
doaku kembali timbul dalam dadaku, seolah-olah
temanku atau saudarakulah yang sakit, demikianlah
aku berlaku; seperti orang yang berkeluh kesah
karena kematian ibu, demikianlah aku tunduk dengan
pakaian kabung
(Mzm. 35:13-14).
Daud berkata bahwa orang-orang ini berusaha
membinasakan dirinya. Mereka menyerangnya dengan
jahat padahal dia tidak berbuat apa pun untuk diperlakukan
demikian.
219
Kemudian datanglah jawaban untuk diri saya: 'Tetapi
aku ...
Tanggapan Daud tidaklah dilandasi tindakan orang lain.
Dengan bertekad melakukan hal yang benar, dia mendoakan
mereka seolah-olah mereka itu saudara-saudaranya yang
akrab atau seperti seseorang meratapi kematian ibunya.
Allah menunjukkan kepada saya cara mendoakan orang
ini: 'Doakanlah baginya hal-hal yang engkau mau Aku
melakukannya bagimu!
Kini doa saya berubah sama sekali. Tidak lagi, 'Allah,
berkatilah dia dan berikanlah kepadanya hari yang baik.
Doa itu menjadi hidup. Saya berdoa, 'Tuhan, nyatakan diri-
Mu kepadanya dengan cara yang lebih besar. Berkatilah
dia dengan hadirat-Mu. Biarlah dia mengenal diri-Mu
lebih akrab. Kiranya dia dapat menyenangkan hati-Mu dan
memuliakan nama-Mu. Saya mendoakan hal yang saya
ingin Allah perbuat dalam hidup saya sendiri.
Dalam waktu sebulan saya berdoa baginya dengan
bersemangat, saya berseru dengan suara nyaring, 'Aku
memberkatimu!Aku mengasihimu dalam nama Yesus! Itu
adalah seruan dari dalam roh saya. Saya telah beranjak
dari berdoa baginya demi kepentingan saya menuju kepada
berdoa baginya demi kepentingan orang itu. Saya yakin
penyembuhan itu lengkap sepenuhnya.
PENYEMBUHAN DALAM KONFRONTASI
Beberapa minggu telah berlalu, dan saya melihat orang itu
lagi. Suatu perasaan tidak enak melintas di hati saya. Saya
masih memerangi desakan untuk bersikap mencela.
'Kau perlu pergi menemuinya, John, isteri saya
menganjurkan.
'Tidak, saya meyakinkan dia. 'Aku telah sembuh
sekarang.
Luput dari Jebakan
220
Umpan blis
Tetapi saya merasa bahwa Roh Kudus tidak turut
bersaksi bersama dengan hal yang baru saya ucapkan.
Jadi saya bertanya kepada Tuhan apakah saya perlu pergi
menemuinya. Dia mengatakan, ya.
Saya mengatur waktu untuk berjumpa dengan orang ini
dan membawa baginya suatu hadiah. Saya merendahkan
diri, mengakui sikap saya yang keliru dan memohon maaI
kepadanya. Kami menjadi rukun, dan pengampunan serta
penyembuhan mengalir ke dalam hati saya.
Saya berjalan keluar dari kantornya dengan perasaan
disembuhkan dan dikuatkan. Saya tidak lagi memerangi
rasa sakit, dan saya juga tidak mencela dia. Hubungan kami
sejak saat itu menjadi kuat, dan kami tak pernah mempunyai
masalah lain. Malah, kami saling mendukung.
'Ketika aku pertama kali berjumpa dengan pria itu,
saya memberitahukan Lisa, 'di mataku dia tak dapat berbuat
kesalahan. Aku tak melihat kekeliruan pada dirinya. Aku
mencintainya karena aku menyangka dia sempurna. Ketika
perasaanku terluka maka sukarlah bagiku mencintainya.
Untuk itu aku harus mengerahkan setiap bagian iman yang
ada padaku. Sekarang setelah aku mengalami pemulihan
ini dan telah disembuhkan, aku mengasihinya dengan
gelora yang sama seperti ketika aku baru pertama kali
menjumpainya walaupun terdapat kesalahan. Itu adalah
cinta yang dewasa.
Ayat Alkitab ini terlintas dalam ingatan:
Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh
seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak
sekali dosa.
(l Pet. 4:8).
Memang mudah untuk mencintai orang yang tak dapat
bersalah menurut pandangan kita. Itu adalah cinta bulan
madu. Lain lagi untuk mencintai seseorang bila kita dapat
melihat kesalahannya, terutama bila kita telah menjadi
221
korbannya. Kasih Allah mendewasakan saya, menguatkan
hati saya.
Sejak saat itu, kasus-kasus serupa telah bermunculan,
tetapi segera saja saya melepaskan rasa sakit hati itu.
Alasannya: Hati saya terlatih untuk tetap bebas dari perasaan
yang terluka.
Beberapa bulan telah berlalu sejak Tuhan berbicara
kepada saya di halaman belakang rumah saya sampai
saya berjalan keluar dari kantor orang itu dalam keadaan
disembuhkan. Itu adalah masa latihan yang di dalamnya
hati saya dilatih dan dikuatkan. Selama bulan-bulan itu
agaknya saya terkadang tidak mengalami kemajuan. Malah
sebenarnya, saya bertanya-tanya sendiri apakah kiranya
keadaan saya semakin parah.
Tetapi saya berada di jalan yang pasti menuju
penyembuhan. Roh Tuhan menuntun saya menurut langkah
yang dapat saya ayunkan. Itu merupakan bagian dari proses
pendewasaan saya. Saya tak mau menukar pengalaman itu
dengan apa pun dan saya bersyukur untuk pertumbuhan
yang didatangkannya atas kehidupan saya.
MEN1ADI DEWASA MELALUI KESUKARAN
Kita bertumbuh di masa yang sukar, bukan di masa yang
menyenangkan. Tempat-tempat yang suIit akan selalu
dijumpai dalam perjalanan kita bersama dengan Tuhan.
Kita tak dapat meloloskan diri dari padanya tetapi perlu
menghadapinya, karena itu merupakan bagian dari proses
menjadi sempurna di dalam Dia. Jika Anda memilih untuk
melarikan diri, maka Anda dengan serius menghalangi
pertumbuhan Anda.
Pada saat Anda mengatasi rintangan-rintangan yang
berbeda-beda, maka Anda akan menjadi semakin kuat
dan semakin memiliki belas kasihan. Anda akan semakin
jatuh cinta kepada Yesus. Jika Anda telah keluar dari
Luput dari Jebakan
222
Umpan blis
kesukaran dan tidak merasakan ini, maka Anda barangkali
tidak sembuh dari rasa sakit hati ini. Penyembuhan adalah
pilihan Anda. Sebagian orang merasa terluka dan tak pernah
sembuh. Walaupun ini mungkin kedengarannya kejam. Ini
adalah pilihan mereka.
Yesus belajar kepatuhan melalui hal-hal yang diderita-
Nya. Petrus belajar kepatuhan melalui hal-hal yang
dideritanya. Paulus belajar kepatuhan melalui hal-hal yang
dideritanya. Bagaimana dengan Anda? Sudahkah Anda
belajar? Ataukah Anda bersikap keras, dingin, getir dan
kesal? Kalau begitu Anda belun belajar kepatuhan.
Ya, memang benar ada beberapa jenis sakit hati yang
tak mudah lenyap. Anda harus menggarapnya, bergumul
untuk membebaskan diri. Tetapi dalam proses itu Anda akan
bertumbuh dan menjadi dewasa.
Kedewasaan tidak datang dengan mudah. Jika mudah
maka semua orang akan meraihnya. Hanya sedikit orang yang
mencapai tingkat kehidupan ini akibat dari perlawanan yang
mereka hadapi. Ada perlawanan karena alur masyarakat kita
tidak saleh tetapi serakah. Dunia dikuasai oleh 'penguasa
kerajaan angkasa (EI. 2:2). Sebagai akibatnya, untuk
memasuki kedewasaan Kristus terdapat kesukaran yang
datang karena melawan aliran mementingkan diri sendiri.
Paulus telah kembali ke tiga kota, tempat dia mendirikan
gereja-gereja. Maksudnya ialah memperkuat jiwa dari
para murid. Namun menarik sekali untuk melihat cara dia
menguatkan mereka. Dia mendorong mereka dengan
menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam
iman, dan mengatakan bahwa untuk masuk ke
dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak
sengsara
(Kis. 14:21-22).
Dia tidak menjanjikan kepada mereka suatu kehidupan
yang mudah. Dia tidak menjanjikan kepada mereka
keberhasilan menurut ukuran duniawi, Dia menunjukkan
223
kepada mereka bila mereka mau mengakhiri perjalanan
mereka dengan sukacita maka mereka akan menemui
banyak perlawanan yang disebut sengsara.
Jika Anda mendayung di sungai melawan arus, maka
Anda harus mendayung terus-menerus agar dapat maju
melawan arus sungai itu. Jika Anda berhenti mengayuh
dan bersantai, maka akhirnya Anda akan hanyut bersama
dengan arus. Walaupun demikian, bila kita bertekad untuk
mengikuti jalan Allah maka kita akan menemui banyak
sengsara. Ujian itu akan menunjukkan jawaban kepada
sebuah pertanyaan utama. Apakah Anda akan mengurus diri
Anda sendiri seperti yang dilakukan oleh dunia, ataukah
Anda akan menghayati suatu kehidupan penyangkalan diri?
Ingatlah, bila kita kehilangan hidup kita demi Yesus
maka kita akan mendapatkan kehidupan-Nya. Belajarlah
untuk memusatkan perhatian Anda pada hasil akhir, bukan
pada pergumulannya.
Petrus menjelaskannya dengan sangat baik:
Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran
akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai
ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi
atas kamu. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan
bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus,
supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita
pada waktu Dia menyatakan kemuliaan-Nya
(1 Ptr. 4:12-13).
Perhatikanlah bahwa Dia membandingkan kadar
penderitaan dengan kadar sukacita. Bagaimanakah
Anda dapat bersukacita sesuai dengan kadar itu? Bila
kemuliaan-Nya dinyatakan, maka Anda akan dipermuliakan
bersama dengan Dia. Permuliaan ini menurut kadar Anda
mengizinkan-Nya menyempurnakan siIat-Nya di dalam
diri Anda. Jadi janganlah melihat pada pelanggaran yang
menyakitkan hati itu. Pandanglah kepada kemuliaan yang
akan datang. Haleluya!
Luput dari Jebakan
224
Umpan blis
MENOLONG SAUDARA YANG TER1ATUH
1AUH LEBIH PENTING DARIPADA
MENUN1UKKAN BAHWA ANDA BENAR.
Saya berumur delapan belas tahun. Saya berasal
dari keluarga yang dibesarkan oleh satu orang tua
dengan seorang saudara perempuan kembar identik
dan keluarga besar yang sangat hebat. Saya tidak
pernah bertemu dengan ayah biologis saya dan telah
menyimpan dendam padanya selama hidup saya.
Kakek saya, seorang hambaTuhan yang luar biasa,
memberikan buku Umpan Iblis untuk saya baca.
Setelah membacanya, saya mampu memaafkan
ayah saya.
N. M., NEW MEXICO
225
14
1U1UAA:
PERDAMAIAA
Kamu telah mendengar yang diprmankan
kepada nenek moyang kita: 1angan membunuh;
siapa yang membunuh harus dihukum. 1etapi Aku
berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap
saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada
saudaranya: Kapr! harus dihadapkan ke Mahkamah
Agama dan siapa yang berkata: 1ahil! harus diserahkan
ke dalam neraka yang menyala-nyala. Sebab itu jika
engkau mempersembahkan persembahanmu di atas
mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada
dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah
persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah
berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali
untuk mempersembahkan persembahanmu itu.
Matius 5:21-24
K
utipan ini berasal dari Khotbah di Bukit. Yesus mulai
dengan bersabda, 'Kamu telah mendengar yang
difrmankan kepada nenek moyang kita ... Kemudian Dia
bersabda, 'Tetapi Aku berkata kepadamu ...
226
Umpan blis
Yesus melanjutkan perbandingan ini di sepanjang
bagian dari pemberitaan-Nya ini. Mula-mula Dia mengutip
Taurat yang mengatur tindakan lahiriah kita. Kemudian Dia
menunjukkan penggenapannya dengan memasukkannya
ke dalam hati. Jadi dalam pandangan Allah seorang
pembunuh tidak terbatas hanya pada orang yang melakukan
pembunuhan, orang yang membenci saudaranya juga adalah
seorang pembunuh. Hal yang terdapat di dalam hati Anda
menunjukkan keadaan Anda yang sesungguhnya!
Yesus dengan jelas menggambarkan akibat-akibat pe-
langgaran dalam bagian khotbah-Nya ini. Dia melukiskan
dahsyatnya menaruh amarah atau kepahitan. Jika seseorang
marah kepada saudaranya tanpa sebab, dia ada dalam
bahaya dihukum. Dia harus dihukum jika kemarahan itu
menghasilkan buah dan dia menyebut saudaranya, 'Kafr!
(Inggris: Raca!)
1
Kata raca berarti 'berkepala kosong atau bodoh. Itu
adalah istilah celaan yang digunakan orang-orang Yahudi
pada masa Kristus. Jika kemarahan itu memuncak. sampai
dia menyebut saudaranya 'Jahil! maka dia ada dalam
bahaya neraka. Kata jahil berarti tidak bertuhan.
2
Orang
bodoh berkata dalam hatinya bahwa tidak ada Allah (Mzm.
14:1). Pada masa itu menyebut seorang saudara 'jahil
benar-benar merupakan tuduhan yang gawat. Tidak ada
seorang pun akan mengatakan hal itu kecuali kemarahannya
telah berubah menjadi kebencian. Kini ucapan itu sebanding
dengan mengatakan kepada seorang saudara, 'Pergilah ke
neraka dan bersungguh-sungguh dengan ucapan itu.
Yesus menunjukkan kepada mereka bahwa tidak
mengatasi kemarahan dapat mengantar kepada kebencian.
Kebencian yang tidak diatasi akan menempatkan mereka
dalam bahaya neraka. Kemudian Dia berkata, jika mereka
teringat saudaranya yang sakit hati kepada mereka, maka
mereka harus mengutamakan usaha untuk menemuinya dan
menjadi damai kembali.
227
Mengapa kita harus berusaha berdamai dengan cara
yang sangat mendesak: demi kita atau demi saudara kita?
Kita harus melakukannya demi dia agar kita menjadi
pengaruh untuk membantunya keluar dari perasaan sakit
hati. Sekalipun kita tidak merasa sakit hati terhadapnya,
kasih Allah tidak membiarkan dia tetap marah tanpa usaha
untuk menjangkaunya dan memulihkannya. Kita mungkin
saja tidak berbuat salah apa pun. Benar atau salah tidaklah
menjadi soal. Yang lebih penting bagi kita ialah membantu
saudara yang tersandung ini ketimbang membuktikan diri
kita benar.
Ada banyak skenario pelanggaran yang menyakitkan
hati.
Mungkin orang yang telah kita lukai perasaannya yakin
bahwa kita tidak adil dalam perlakuan kita kepadanya,
padahal sebenarnya kita tidak menyakitinya. Dia mungkin
mempunyai inIormasi yang tidak tepat sehingga dia juga
memberikan kesimpulan yang tidak tepat.
Di pihak lain, dia mungkin mempunyai inIormasi yang
tepat dan dari padanya dia telah menarik kesimpulan yang
tidak tepat. Ucapan kita mungkin dapat terputar balik segera
setelah diproses melalui berbagai saluran komunikasi.
Walaupun maksud kita bukan untuk menyakiti, kata-
kata kita dan tindakan kita memberikan penampilan yang
berbeda.
Seringkali kita menilai diri kita sendiri dengan niat
kita dan orang lain dengan tindakan mereka. Memang
mungkin berniat baik namun hasilnya berlainan ketika
berkomunikasi. Terkadang motiI kita yang sesungguhnya
disembunyikan secara cerdik bahkan dari diri kita sendiri.
Kita ingin percaya bahwa motiI-motiI itu murni. Tetapi
pada saat kita menyaringnya melalui Firman Allah, kita
melihatnya berlainan.
Akhirnya, mungkin kita memang berbuat dosa, terhadap
orang itu. Kita marah atau berada di bawah tekanan, dan dia
Tujuan: Perdamaian
228
Umpan blis
mendapat akibatnya. Atau barangkali orang ini telah secara
terus-menerus dan dengan sengaja melabrak kita, dan kita
menanggapinya dengan cara serupa.
Apa pun yang menyebabkannya, orang yang sakit
hati ini pengertiannya digelapkan, dan dia telah melandasi
penilaiannya atas anggapan, desas-desus dan penampilan,
tertipu sendiri walaupun dia yakin bahwa dia telah
menilai motiI kita yang sebenarnya. Bagaimana kita dapat
memperoleh penilaian yang tepat tanpa adanya inIormasi
yang tepat? Kita harus peka terhadap kenyataan bahwa dia
percaya dengan segenap hatinya bahwa dia telah disalahi.
Untuk alasan apa pun dia merasa demikian, kita harus
bersedia untuk merendahkan diri kita dan memohon maaI.
Yesus menasihati kita untuk berdamai walaupun
pelanggaran itu bukan kesalahan kita. Dibutuhkan ke-
dewasaan untuk berjalan dalam kerendahan hati demi
perdamaian. Tetapi mengambil langkah pertama sering lebih
sukar bagi orang yang dilukai perasaannya. Itulah sebabnya
Yesus mengatakan kepada orang yang menyebabkan
sakit hati itu agar 'pergilah berdamai dahulu dengan
saudaramu ...
MEMOHON MAAF KEPADA
ORANG YANG DISAKITI HATINYA
Rasul Paulus menulis:
Sebab itu marilah kita mengejar apa yang
mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna
untuk saling membangun
(Rom. 14:19).
Ini menunjukkan kepada kita cara mendekati seseorang
yang telah kita sakiti hatinya. Jika kita pergi dengan sikap
Irustrasi maka kita takkan meningkatkan perdamaian. Kita
hanya akan mempersulit orang yang sakit hati. Kita harus
mempertahankan sikap mengejar perdamaian melalui
229
kerendahan hati dengan mengorbankan keangkuhan kita.
Itulah cara satu-satunya untuk melihat adanya perdamaian
sejati.
Pada kesempatan tertentu, saya mendekati orang-orang
yang telah saya lukai perasaannya atau yang marah kepada
saya, dan mereka yang telah melabrak saya. Saya dikatai
serakah, tak berperasaan, sombong, kasar, keras dan lebih
lagi.
Tanggapan wajar saya ialah menyahut, 'Tidak, saya tidak
begitu. Andalah yang justru tidak memahami saya! Tetapi
bila saya membela diri, maka itu hanya akan mengobarkan
api pertikaian. Ini tidak bersiIat membawa perdamaian.
Berdiri tegar untuk diri kita sendiri dan membela hak kita
takkan pernah membawa perdamaian sejati.
Sebaliknya saya telah belajar untuk mendengar dan
menutup mulut sampai mereka selesai melancarkan semua
ucapan yang perlu dikatakan. Jika saya tidak setuju, saya
memberitahukan kepada mereka bahwa saya menghargai
ucapan mereka dan akan menyelidiki sikap dan niat saya.
Kemudian saya mengatakan kepada mereka bahwa saya
menyesal telah melukai perasaan mereka.
Pada kesempatan lain, mereka tepat menilai saya. Saya
mengaku, 'Anda benar. Saya mohon maaI.
Sekali lagi itu berarti merendahkan diri kita untuk
meningkatkan perdamaian. Barangkali, inilah sebabnya
Yesus bersabda dalam ayat selanjutnya:
Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau
bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya
lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada
hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada
pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam
penjara. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya
engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau
membayar utangmu sampai lunas
(Mat. 5:25-26).
Tujuan: Perdamaian
230
Umpan blis
Kesombongan selalu bersikap membela diri. Kerendahan
hati selalu setuju dan berkata, 'Anda benar. Sayalah yang
telah berbuat begini. MaaIkan saya.
Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama
murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut,
penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak
memihak dan tidak munak
(Yak.3:17).
Hikmat ilahi rela untuk mengalah. Hikmat itu tidak
keras kepala atau bandel bila sampai pada urusan pertikaian
pribadi. Orang yang takluk kepada hikmat ilahi tidak takut
untuk mengalah atau menghormati sudut pandang orang
lain asalkan hal itu tidak melanggar kebenaran.
MENDEKATI ORANG YANG TELAH
MENYAKITI HATI ANDA
Setelah kita membahas hal yang harus dilakukan bila kita
menyakiti hati saudara kita, baiklah kita mempertimbangkan
hal yang harus kita lakukan jika saudara kita menyakiti hati
kita.
Apabila saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia
di bawah empat mata. Jika dia mendengarkan
nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali
(Mat. 18:15).
Banyak orang menerapkan ayat Alkitab ini dengan
suatu sikap yang berbeda dari sikap yang dimaksudkan
Yesus. Jika mereka telah dilukai perasaannya, mereka akan
pergi menghadapi orang yang bersalah itu dengan rasa
pembalasan dendam dan kemarahan. Mereka menggunakan
ayat ini untuk membenarkan tindakan menghukum orang
yang telah melukai hati mereka.
Tetapi mereka tidak memahami alasan utama Yesus
menyuruh kita untuk saling mendatangi. Bukan untuk
231
menghukum melainkan untuk berdamai. Dia tak mau kita
mengatakan kepada saudara kita betapa buruk sikapnya
kepada kita. Kita harus pergi untuk menyingkirkan
pelanggaran yang mencegah pemulihan hubungan kita.
Ini sesuai dengan cara Allah memulihkan kita kepada
diri-Nya. Kita telah berdosa kepada Allah, tetapi Dia
'menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus
telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa (Rom.
5:8). Bersediakah kita menyerahkan perlindungan diri
kita dan mati terhadap kesombongan agar dapat berdamai
dengan orang yang telah bersalah kepada kita? Allah telah
menjangkau kita sebelum kita memohon pengampunan.
Yesus memutuskan untuk mengampuni kita bahkan sebelum
kita mengetahui kesalahan kita.
Walaupun Dia menjangkau kita, kita tak dapat berdamai
dengan Bapa sebelum kita menerima berita perdamaian-
Nya.
Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan
Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan
yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu
kepada kami. Sebab Allah mendamaikan dunia dengan
diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan
pelanggaran mereka. Dia telah mempercayakan berita
pendamaian itu kepada kami. Jadi kami ini adalah
utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati
kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus
kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan
dengan Allah
(2 Kor. 5:18-20, penekanan ditambahkan).
Berita pendamaian dimulai dengan landasan umum
yaitu bahwa kita semua telab berdosa terhadap Allah. Kita
tidak menginginkan perdamaian atau keselamatan jika kita
tidak mengetahui bahwa ada perpisahan.
Di dalam Perjanjian Baru, para murid memberitakan
Tujuan: Perdamaian
232
Umpan blis
bahwa manusia telah berdosa terhadap Allah. Tetapi
mengapa memberitahukan manusia bahwa mereka
telah berdosa? Untuk menghukum mereka? Allah tidak
menghukum. 'Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam
dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk
menyelamatkannya oleh Dia (Yoh. 3:17). Tujuannya
ialah mengantar mereka kepada kesadaran akan keadaan
mereka, bertobat dari dosa-dosa mereka dan memohon
pengampunan.
Apakah yang menuntun manusia kepada pertobatan?
Jawabannya terdapat dalam Roma 2:4.
Maukah engkau menganggap sepi kekayaan
kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan
hati-Nya? Tidakkah engkau tahu bahwa maksud
kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada
pertobatan?
Kebaikan Allah menuntun kita untuk bertobat. Kasih-
Nya tidak membiarkan kita dihukum untuk masuk ke dalam
neraka. Dia membuktikan kasih-Nya dengan mengutus
Yesus Putra-Nya yang tunggal ke kayu salib untuk mati
bagi kita. Allah menjangkau kita lebih dahulu, walaupun
kita telah berdosa kepada-Nya. Dia menjangkau kita bukan
untuk menghukum melainkan untuk memulihkanuntuk
menyelamatkan.
Sejak kita harus menurut atau meniru Allah (EI. 5:1)
maka kita harus menyampaikan perdamaian kepada seorang
saudara yang berdosa terhadap kita. Yesus menetapkan
pola ini: Pergilah kepadanya dan tunjukkan dosanya
kepadanya, bukan untuk menghukum dia melainkan untuk
menyingkirkan apa pun yang merintangi antara Anda berdua
dan dengan demikian dirukunkan dan dipulihkan. Kebaikan
Allah di dalam kita akan menarik saudara kita menuju
pertobatan dan pemulihan dari hubungan itu.
233
Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang
dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai
orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan
panggilan itu. Hendaklah kamu selalu rendah hati,
lemah lembut dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu
dalam hal saling membantu. Dan berusahalah
memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera
(EI. 4:1-3).
Kita memelihara ikatan damai ini dengan
mempertahankan sikap kerendahan hati, kelemahlembutan
dan kesabaran dan dengan saling meneliti kelemahan
sesamanya di dalam kasih. Dengan demikian ikatan kasih
diperkuat.
Saya telah bersalah kepada orang yang telah menantang
saya dengan cara menghakimi. Akibatnya saya kehilangan
selera untuk berdamai. Malah sebenarnya, saya mengira
mereka tidak menginginkan perdamaian. Mereka hanya
ingin saya tahu bahwa mereka marah.
Orang-orang lain yang telah saya lukai perasaannya
telah datang kepada saya di dalam kelemahlembutan.
Saya cepat mengubah pandangan saya dan mohon maaI
terkadang sebelum mereka selesai berbicara.
Pernahkah seseorang datang menemui Anda dan berkata,
'Saya hanya ingin Anda tahu bahwa saya memaaIkan Anda
karena tidak menjadi seorang kawan yang lebih baik dan
karena tidak melakukan ini atau itu untuk saya?
Kemudian ketika mereka telah mendamprat Anda,
mereka memberikan pandangan kepada Anda yang
kesannya, 'Anda harus minta maaI kepada saya.
Anda tercengang dan berdiri di sana dalam keadaan
bingung dan terluka. Mereka tidak datang untuk berdamai
dengan Anda melainkan untuk menakut-nakuti dan
mengendalikan Anda.
Kita sebaiknya tidak pergi menjumpai seorang saudara
Tujuan: Perdamaian
234
Umpan blis
yang telah menyakiti hati kita sebelum kita memutuskan
untuk memaaIkannya dari dalam hati kitabetapapun
caranya dia menanggapi kita. Kita perlu menyingkirkan rasa
permusuhan terhadap dia sebelum mendekatinya. Jika tidak,
maka kita barangkali akan bereaksi dari perasaan negatiI
dan terluka, bukannya pemulihan.
Apakah yang terjadi jika kita mempunyai sikap yang
benar dan berusaha untuk berdamai dengan seseorang
yang telah bersalah kepada kita, namun dia tidak mau
mendengarkannya?
Jika dia tidak mendengarkan engkau, bawalah
seseorang atau dua orang lagi, supaya atas
keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu
tidak disangsikan. Jika dia tidak mau mendengarkan
mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat.
Dan jika dia tidak mau juga mendengarkan jemaat,
pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal
Allah atau seorang pemungut cukai
(Mat. 18:16-17).
Setiap gerak maju ini mempunyai tujuan yang sama:
perdamaian. Intinya Yesus bersabda, 'Teruslah berusaha.
Perhatikanlah bahwa orang yang menyebabkan kesalahan
itu dilibatkan pada setiap langkah. Betapa seringnya kita
membawa kesalahan itu kepada orang lain sebelum kita
pergi menjumpai orang yang bersalah kepada kita, seperti
yang disuruh Yesus untuk kita lakukan! Kita melakukan hal
ini karena kita belum berurusan dengan hati kita sendiri. Kita
merasa dibenarkan pada saat kita memberitahukan kisah itu
dari sudut pandang kita kepada setiap orang. Tujuan kita
diperkuat dan hati kita terhibur bila orang lain setuju dengan
betapa buruknya kita telah diperlakukan. Perilaku ini hanya
mementingkan diri sendiri.
235
PERTIMBANGAN TERPENTING
Jika kita memelihara kasih Allah sebagai motivasi kita,
maka kita tidak akan gagal. Kasih tak pernah gagal. Bila kita
mengasihi orang lain seperti Yesus mengasihi kita, maka
kita akan bebas walaupun orang lain memilih untuk tidak
berdamai dengan kita. Simaklah dengan cermat ayat Alkitab
berikut. Hikmat Allah tersedia untuk semua situasi.
Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu,
hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!
(Rom. 12:18).
Disebutkan, 'sedapat-dapatnya ... karena ada waktunya
orang-orang lain akan menolak untuk berdamai dengan kita.
Atau mungkin ada keadaan yang bila kita berdamai dengan
mereka akan berakibat mengorbankan hubungan kita
dengan Tuhan. Dalam kasus-kasus semacam ini mustahil
untuk memulihkan hubungan.
Perhatikanlah bahwa Allah bersabda, '.kalau hal itu
bergantung padamu. Kita harus melakukan segala sesuatu
yang dapat dilakukan untuk berdamai dengan orang lain,
selama kita tetap setia pada kebenaran. Kita sering terlampau
cepat menyerah.
Saya takkan pernah lupa ketika seorang kawan
menasihatkan saya agar jangan meninggalkan suatu
situasi yang sangat mengecewakan. 'John, saya tahu Anda
dapat menemukan alasan-alasan alkitabiah untuk pergi
meninggalkan situasi itu. Sebelum Anda berbuat demikian,
pastikanlah bahwa Anda telah menggumuli hal ini di dalam
doa dan berusaha sedapat-dapatnya untuk mendatangkan
sejahtera Allah ke dalam situasi ini.
Kemudian dia menambahkan, 'Anda akan menyesal
jika Anda mengenang kembali pada suatu hari dan bertanya
kepada diri sendiri apakah Anda sudah menyelamatkan
hubungan ini. Lebih baik untuk mengetahui bahwa tidak ada
Tujuan: Perdamaian
236
Umpan blis
jalan lain dan bahwa Anda sudah melakukan sebaik-baiknya
tanpa mengurangi atau mengorbankan kebenaran.
Saya sangat berterima kasih untuk nasihatnya dan
menganggap itu sebagai hikmat Allah.
Ingatlah kata-kata Yesus:
Berbahagialah orang yang membawa damai, karena
mereka akan disebut anak-anak Allah
(Mat. 5:9)
Dia tidak bersabda, 'Berbahagialah para pemelihara
perdamaian. Pemelihara perdamaian menghindari
pertentangan atau konIrontasi dengan jalan apa pun
untuk mempertahankan perdamaian, bahkan dengan
risiko mengorbankan kebenaran. Tetapi perdamaian yang
dipertahankannya bukanlah perdamaian sejati. Itu adalah
perdamaian dangkal yang takkan bertahan lama.
Seorang pembawa damai akan pergi dengan kasih
dan berhadapan sambil membawa kebenaran sehingga
perdamaian yang diakibatkannya akan bertahan lama. Dia
takkan mempertahankan suatu hubungan yang tiruan dan
dangkal. Dia menginginkan keterbukaan, kebenaran dan
kasih. Dia menolak. untuk menyembunyikan kesalahan
dengan seulas senyum politik. Dia membawa perdamaian
dengan kasih tegar yang tak dapat gagal.
Allah bersikap demikian dengan umat manusia. Dia
tidak mau seorang pun binasa. Tetapi Dia tidak mau
mengorbankan kebenaran demi suatu hubungan. Dia
berusaha mencari perdamaian dengan ikatan sejati, bukan
dengan persyaratan yang dangkal. Ini mengembangkan
suatu ikatan kasih yang tak dapat diputuskan oleh kejahatan.
Dia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita. Kita hanya
dapat melakukan hal yang serupa.
Ingatlah bahwa pertimbangan terpenting ialah kasih
Allah. Kasih tak pernah gagal, tak pernah luntur dan tak
pernah berkesudahan. Kasih tidak mencari keuntungan diri
237
sendiri. Kasih tidak mudah tersinggung (1 Kor. 13:5).
Rasul Paulus menulis bahwa kasih dapat mengatasi semua
jenis dosa.
Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah
dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala
macam pengertian, sehingga kamu dapat memilih
apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat
menjelang hari Kristus, penuh dengan buah
kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus untuk
memuliakan dan memuji Allah
(Flp. 1:9-11).
Kasih Allah adalah kunci menuju kebebasan dari
jebakan umpan dari sakit hati. Ini harus merupakan kasih
yang melimpah, kasih yang terus-menerus bertumbuh dan
dikuatkan di dalam hati kita.
Sangat banyak orang di masyarakat kita yang kini
diperdaya oleh kasih yang dangkal, kasih yang berbicara
tetapi tidak bertindak. Kasih yang akan mencegah kita
dari rasa tersandung itu menyerahkan hidupnya tanpa
mementingkan diri sendiribahkan untuk kebaikan seorang
musuh. Bila kita berjalan di dalam jenis kasih ini, kita takkan
dirayu untuk menerima umpan Iblis.
Tujuan: Perdamaian
239
EPILOG
MENGAMBIL TINDAKAN
S
ementara Anda menyelesaikan pembacaan buku ini.
Roh Tuhan mungkin telah mengingatkan Anda tentang
hubungan-hubungan di masa lampau atau masa kini yang
di dalamnya Anda telah menaruh sesuatu terhadap orang
lain. Saya merasakan petunjuk Tuhan untuk meminta Anda
memanjatkan sebuah doa kelepasan yang sederhana bersama
dengan saya.
Tetapi sebelum berdoa, mohonlah kepada Roh Kudus
untuk menuntun Anda kepada masa lampau Anda, dengan
menampilkan di hadapan Anda siapa pun yang telah
melukai perasaan Anda. Tinggallah hening di hadapan-
240
Umpan blis
Nya sementara Dia menunjukkan jati diri mereka kepada
Anda. Anda tak usah mencari sesuatu yang tidak ada. Dia
akan dengan jelas mengingatkannya kepada Anda sehingga
Anda takkan meragukannya. Ketika Dia berbuat demikian,
Anda mungkin teringat akan rasa sakit hati yang Anda
alami. Janganlah takut. Dia akan berada di sisi Anda untuk
menghibur Anda.
Pada saat Anda melepaskan orang-orang ini dari rasa
bersalah atas tindakan apa pun yang dilakukan mereka
kepada Anda, bayangkanlah mereka masing-masing
secara perorangan. MaaIkan mereka secara perorangan.
Hapuskanlah utang mereka kepada Anda. Kemudian
ucapkan doa ini, tetapi jangan batasi sampai kepada kata-
kata ini saja. Gunakanlah ini sebagai garis pedoman dan
biarlah Anda dituntun oleh Roh Allah.
Bapa, di dalam nama Yesus, aku mengakui bahwa aku
telah berdosa kepada-Mu dengan tidak mengampuni
orang-orang yang telah menyakitkan hatiku. Aku
bertobat dari hal ini dan memohon pengampunan-Mu.
Aku juga mengakui ketidaksanggupanku untuk
mengampuni mereka di luar bantuan-Mu. Karena itu,
dari dalam hatiku aku memilih untuk mengampuni.
(Sebutkan nama merekalepaskan mereka masing-
masing secara perorangan.) Aku membawa di bawah
darah Yesus semua kesalahan yang telah diperbuat
mereka kepadaku. Mereka tidak berutang apa pun lagi
kepadaku. Aku mengampuni dosa mereka kepadaku
Bapa yang di surga, sebagaimana Tuhanku Yesus
meminta kepada-Mu untuk mengampuni mereka
yang telah berdosa kepada-Nya, aku berdoa agar
pengampunan-Mu akan datang kepada mereka yang
telah bersalah kepadaku.
Aku mohon agar Engkau memberkati mereka dan
memimpin mereka ke dalam suatu hubungan yang
lebih akrab dengan Engkau. Amin.
241
Kini tulislah nama-nama orang yang telah Anda lepaskan
di dalam buku harian dan catatlah bahwa pada tanggal
ini Anda telah mengambil keputusan untuk mengampuni
mereka.
Anda mungkin harus melatih diri agar tetap bebas
dari sakit hati. (Bacalah pasal 13 dari buku ini jika Anda
tidak memahami pernyataan ini.) Buatlah suatu janji
untuk mendoakan mereka sebagaimana Anda akan berdoa
untuk Anda sendiri. Buku harian itu akan membantu Anda
untuk mengingatnya. Jika pikiran-pikiran terus-menerus
menyerang benak Anda, runtuhkanlah dengan Firman Allah
dan nyatakanlah keputusan Anda untuk mengampuni. Anda
telah meminta anugerah Allah untuk mengampuni, dan
sikap tidak mengampuni tidaklah seampuh anugerah-Nya.
Jadilah berani dan bertandinglah dalam pertandingan iman
yang baik.
Bila Anda tahu hati Anda itu kuat dan tetap pendiriannya,
pergilah menemui mereka. Ingatlah bahwa Anda pergi
dengan maksud perdamaian untuk manIaat mereka, bukan
manIaat Anda sendiri. Dengan melakukan hal ini Anda akan
memeteraikan kemenangan itu. Anda akan mendapatkan
seorang saudara (Mat. 18:15). Ini sungguh berkenan di mata
Tuhan.
Bagi Dia yang berkuasa menjaga supaya jangan
kamu tersandung dan yang membawa kamu dengan
tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan
kemuliaan-Nya. Allah Yang Esa, Juruselamat kita
oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, bagi Dia adalah
kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa sebelum
segala abad dan sekarang dan sampai selama-
lamanya. Amin
(Yudas 24-25).
Epilog : Mengambil Tindakan
243
CATATAN
PASAL 1.
SAYA, TERSINGGUNG?
1. W.E. Vine, Merrill Unger dan William White, Jr., An
Expository Dictionary oI Biblical Words (Nashville,
Tenn: Thomas Nelson, 1984), di bawah kata 'oIIence,
oIIend (selanjutnya dikutip sebagai Vine`s Expository
Dictionary)
PASAL 6.
BERSEMBUNYI DARI KENYATAAN
1. Vine`s Expository Dictionary, di bawah kata
'child(anak).
2. Vine`s Expository Dictionary, di bawah kata 'son
(putra).
3. Di bawah lema untuk 'putra dalam Vine`s
Expository Dictionary oI New Testament Words
(edisi lengkap), penulisnya membuat pernyataan
kuat ini tentang perbedaan antara seorang anak dari
244
Umpan blis
kelahiran (teknon) dan seorang putra dari kemiripan
(huios):
'Perbedaan antara orang-orang percaya sebagai
anak-anak Allah` teknon dan sebagai putra-putra
Allah` huios dikemukakan dalam Roma 8:14-21. Roh
Tuhan bersaksi bersama-sama dengan roh mereka
bahwa mereka adalah anak-anak Allah` dan karena itu
mereka adalah waris-Nya dan sewaris dengan Kristus.
Ini menekankan kenyataan dari kelahiran rohani mereka
(ayat 16-17). Di pihak lain, semua orang yang dipimpin
Roh Allah adalah putra-putra Allah,` yaitu mereka ini
dan bukannya yang lain.` Kelakuan mereka memberikan
bukti dari martabat hubungan mereka dan kemiripan
mereka dengan siIat-Nya.
`Tuhan Yesus menggunakan huios di dalam
suatu cara yang sangat berarti, seperti dalam Mat. 5:9,
Berbahagialah orang yang membawa damai, karena
mereka akan disebut putra-putra Allah,` dan ayat 44,45,
Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang
menganiaya kamu, karena dengan demikianlah kamu
menjadi putra-putra Bapamu yang di surga,` Para murid
harus melakukan hal-hal ini, bukan agar mereka menjadi
anak-anak Allah, melainkan agar, dalam menjadi anak-
anak (perhatikan kata Bapamu` yang terus-menerus
dipakai), mereka dapat membuat Iakta itu nyata di dalam
siIat mereka, dapat menjadi putra-putra.` Lihatlah juga
2 Kor. 6:17,18.
4. The RockIord Institute, Center on The Family in America
(RockIord, Illinois)
PASAL 7.
DASAR YANG TEGUH
1. Zondervan Topical Bible (Grand Rapids, Mich:
Zondervan, 1969), di bawah kata 'Simon.
2. Vine`s Expository Dictionary, di bawah kata 'rock
(batu karang).
3. Idem seperti di atas.
245
PASAL 8.
SEMUA YANG DAPAT DIGUNCANGKAN
AKAN DIGUNCANGKAN
1. Logos Bible Study SoItware Ior MicrosoIt, versi 1.6
(Oak Harbor, Wash: Logos Research System Inc., 1993),
di bawah kata 'siIt (menampi).
2. J.D. Douglas, et.al. eds., New Bible Dictionary
(Wheaton, III: Tyndale House, 1982), edisi kedua, di
bawah kata 'Peter.
PASAL 11.
PENGAMPUNAN: ANDA TIDAK
MEMBERI- ANDA TIDAK MENERIMA
1. Catatan pinggir: New King James Version (Nashville,
Tenn: Thomas Nelson, 1988).
2. Logos Bible Study SoItware versi 1.6 (Oak Harbor,
Wash: Logos Research System Inc., 1993).
3. Merriam-Webster`s Collegiate Dictionary, edisi ke-
sepuluh (Springfeld, Mass.: Merriam-Webster Inc.,
1993).
PASAL 12.
PEMBALASAN DENDAM: JEBAKAN
1. Francis Frangipane, Three Battlegrounds (Cedar Rapids,
Iowa: Advancing Church Publications, 1989), halaman
50
PASAL 13.
LUPUT DARI JEBAKAN
1. Vine`s Expository Dictionary, di bawah kata 'exercise
(melatih).
PASAL 14. TUJUAN: PERDAMAIAN
1. Vine`s Expository Dictionary, di bawah kata, 'raca.
2. Idem seperti di atas.
Catatan

Anda mungkin juga menyukai