Anda di halaman 1dari 17

I PENDAHULUAN

1.1

Latar belakang Manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Dalam hidup,

manusia selalau berinteraksi dengan sesame serta dengan lingkungan. Manusia hidup berkelompok baik dalam kelompok besar maupun dalam kelompok kecil. Hidup dalam kelompok tentulah tidak mudah. Untuk menciptakan kondisi kehidupan yang harmonis anggota kelompok haruslah saling menghormati & menghargai. Keteraturan hidup perlu selalu dijaga. Hidup yang teratur adalah impian setiap insan. Menciptakan dan menjaga kehidupan yang harmonis adalah tugas manusia. Manusia adalah makhluk Tuhan yang paling tinggi disbanding makhluk Tuhan lainnya. Manusia di anugerahi kemampuan untuk berpikir, kemampuan untuk memilah & memilih mana yang baik & mana yang buruk. Dengan kelebihan itulah manusia seharusnya mampu mengelola lingkungan dengan baik. Tidak hanya lingkungan yang perlu dikelola dengan baik, kehidupan social manusiapun perlu dikelola dengan baik. Untuk itulah dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas. Sumber daya yang berjiwa pemimpin, paling tidak untuk memimpin dirinya sendiri. Dengan berjiwa pemimpin manusia akan dapat mengelola diri, kelompok & lingkungan dengan baik. Khususnya dalam penanggulangan masalah yang relatif sulit. Disinilah dituntut kearifan seorang pemimpin dalam mengambil keputusan agar masalah dapat terselesaikan dengan baik.

1.2

Tujuan Penulisan Adapun tujuan penulisan karya tulis ini adalah

Melatih mahasiswa menyusun makalah dalam upaya lebih meningkatkan pengetahuan dan kreatifitas mahasiswa. Agar mahasiswa lebih memahami dan mendalami pokok bahasan khususnya tentang kepemimpinan dalam berorganisasi. Mengkaji tentang kepemimpinan dan organisasi social dalam suatu organisasi yang dipilih.

1.3

Manfaat Penulisan Penulisan ini diharapkan dapat bermanfaat untuk dijadikan bahan

pertimbangan atau bahan literatur dalam mengembangkan dan memperbaiki UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Rabbit Ranch sehingga bisa menjadi UKM yang maju dalam dunia perkelincian di Indonesia khususnya dan dunia umumnya.

1.4

Metode Penulisan Dari banyak metode yang penulis ketahui, penulis menggunakan metode

deskriptif yang didasarkan atas data-data yang didapat dari organisasi tersebut. Metode deskriptif merupakan metode yang menjelaskan tentang organisasi tersebut secara deskriptif atau menguraikan segala sesuatu yang berhubungan tentang organisasi tersebut. Oleh karena itu, penulis akan menceritakan UKM Rabbit Ranch ini dari awal mula berdiri sampai sekarang ini.

II TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Konsep Kepemimpinan Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang mempengaruhi dan memotivasi

orang lain untuk melakukan sesuatu sesuai tujuan bersama. Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya. Sedangkan kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain untuk mau melakukan pap yang diinginkan pihak lainnya.The art of influencing and directing meaninsuch away to abatain their willing obedience, confidence, respect, and loyal cooperation in order to accomplish the mission. Kepemimpinan adalah seni untuk mempengaruhidan menggerakkan orang orang sedemikian rupa untuk memperoleh kepatuhan, kepercayaan, respek, dan kerjasama secara royal untuk menyelesaikan suatu tugas. Kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain untuk mau melakukan apa yang diinginkan pihak lainnya. Ketiga kata yaitu pemimpin, kepemimpinan serta kekuasaan yang dijelaskan sebelumnya tersebut memiliki keterikatan yang tak dapat dipisahkan. Karena untuk menjadi pemimpin bukan hanya berdasarkan suka satu sama lainnya, tetapi banyak faktor. Pemimpin yang berhasil hendaknya memiliki beberapa kriteria yang tergantung pada sudut pandang atau pendekatan yang digunakan, apakah itu kepribadiannya, keterampilan, bakat, sifat sifatnya, atau kewenangannya yang dimiliki yang mana nantinya sangat berpengaruh terhadap teori maupun gaya kepemimpinan yang akan diterapkan. Fungsi pemimpin dalam suatu organisasi tidak dapat dibantah merupakan sesuatu fungsi yang sangat penting bagi keberadaan dan kemajuan organisasi yang bersangkutan. Pada dasarnya fungsi kepemimpinan memiliki 2 aspek yaitu :

- Fungsi administrasi, yakni mengadakan formulasi kebijaksanakan administrasi dan menyediakan fasilitasnya. - Fungsi sebagai Top Mnajemen, yakni mengadakan planning, organizing, staffing, directing, commanding, controlling.

Beberapa ahli berpandapat tentang Pemimpin, beberapa diantaranya : Menurut Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan, Pemimpin adalah seseorang dengan wewenang kepemimpinannya mengarahkan bawahannya untuk mengerjakan sebagian dari pekerjaannya dalam mencapai tujuan. Menurut Robert Tanembaum, Pemimpin adalah mereka yang menggunakan wewenang formal untuk mengorganisasikan, mengarahkan, mengontrol para bawahan yang bertanggung jawab, supaya semua bagian pekerjaan dikoordinasi demi mencapai tujuan perusahaan. Menurut Prof. Maccoby, Pemimpin pertama-tama harus seorang yang mampu menumbuhkan dan mengembangkan segala yang terbaik dalam diri para bawahannya. Pemimpin yang baik untuk masa kini adalah orang yang religius, dalam artian menerima kepercayaan etnis dan moral dari berbagai agama secara kumulatif, kendatipun ia sendiri mungkin menolak ketentuan gaib dan ide ketuhanan yang berlainan.

Sedangakan menurut Pancasila, Pemimpin harus bersikap sebagai pengasuh yang mendorong, menuntun, dan membimbing asuhannya. Dengan kata lain, beberapa asas utama dari kepemimpinan Pancasila adalah : Ing Ngarsa Sung Tuladha : Pemimpin harus mampu dengan sifat dan perbuatannya menjadikan dirinya pola anutan dan ikutan bagi orang orang yang dipimpinnya.

Ing Madya Mangun Karsa : Pemimpin harus mampu membangkitkan semangat berswakarsa dan berkreasi pada orang orang yang dibimbingnya. Tut Wuri Handayani : Pemimpin harus mampu mendorong orang orang yang diasuhnya berani berjalan di depan dan sanggup bertanggung jawab.

2.2

Kepemimpinan dengan pendekatan sifat Analisis ilmiah tentang kepemimpinan berangkat dari pemusatan perhatian

pemimpin itu sendiri. Teori sifat berkembang pertama kali di Yunani Kuno dan Romawi yang beranggapan bahwa pemimpin itu dilahirkan, bukan diciptakan yang kemudian teori ini dikenal dengan The Greatma Theory. Dalam perkembanganya, teori ini mendapat pengaruh dari aliran perilaku pemikir psikologi yang berpandangan bahwa sifat sifat kepemimpinan tidak seluruhnya dilahirkan akan tetapi juga dapat dicapai melalui pendidikan dan pengalaman. Sifat sifat itu antara lain : sifat fisik, mental, dan kepribadian.

Keith Devis merumuskan 4 sifat umum yang berpengaruh terhadap keberhasilan kepemimpinan organisasi, antara lain : Kecerdasan Berdasarkan hasil penelitian, pemimpin yang mempunyai kecerdasan yang tinggi di atas kecerdasan rata rata dari pengikutnya akan mempunyai kesempatan berhasil yang lebih tinggi pula. Karena pemimpin pada umumnya memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pengikutnya. Kedewasaan dan Keluasan Hubungan Sosial Umumnya di dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan internal maupun eksternal, seorang pemimpin yang berhasil mempunyai emosi yang matang dan stabil. Hal ini membuat pemimpin tidak mudah panik dan goyah dalam mempertahankan pendirian yang diyakini kebenarannya.

Motivasi Diri dan Dorongan Berprestasi Seorang pemimpin yang berhasil umumnya memiliki motivasi diri yang tinggi

serta dorongan untuk berprestasi. Dorongan yang kuat ini kemudian tercermin pada kinerja yang optimal, efektif dan efisien.

2.3

Kepemimpinan dengan pendekatan prilaku Berdasarkan penelitian, perilaku seorang pemimpin yang mendasarkan teori

ini memiliki kecendrungan kearah 2 hal. Pertama yang disebut dengan Konsiderasi yaitu kecendrungan seorang pemimpin yang menggambarkan hubungan akrab dengan bawahan. Contoh gejala yang ada dalam hal ini seperti : membela bawahan, memberi masukan kepada bawahan dan bersedia berkonsultasi dengan bawahan. Kedua disebut Struktur Inisiasi yaitu Kecendrungan seorang pemimpin yang memberikan batasan kepada bawahan. Contoh yang dapat dilihat , bawahan mendapat instruksi dalam pelaksanaan tugas, kapan, bagaimana pekerjaan dilakukan, dan hasil yang akan dicapai. Jadi, berdasarkan teori ini, seorang pemimpin yang baik adalah bagaimana seorang pemimpin yang memiliki perhatian yang tinggi kepada bawahan dan terhadap hasil yang tinggi pula.

2.4

Kepemimpinan dengan pendekatan kontingensi Terdapat beberapa model dari teori ini.

1. Model Fielder Ide dasarnya adalah mencocokkan gaya kepemimpinan dengan situasi yang paling menguntungkan untuk kepentingannya.

a. Gaya kepemimpinan: Seorang pemimpin yang berorientasi pada hubungan memerhatikan orangorang, seperti dalam gaya pertimbangan . Seorang pemimpin yang berorientasi pada tugas sangat termotivasi oleh penyelesaian tugas. Penyesuaian antara gaya kepemimpinan dan bagaimana berinteraksi dengan bawahan, pada teori ini ada penyesuaian gaya kepemimpinan seorang pemimpin terhadap bawahanya, dan situasi ini dipengaruhi oleh gaya tersebut, pada tingkat mana situasi memberikan kendali dan pengaruh kepada pemimpin tersebut. Pada model ini terdapat dua tindakan yang dilakukan, yang pertama adalah mengidentifikasikan gaya kepemimpinan melalui kuesioner Least Preferd Co-Worker ( LPC) yaitu suatu instrumen untuk mengukur apakah seseorang berorientasi, tugas atau hubungan. Jika seseorang berorientasi tugas, maka LPC-positif, yang berarti semakin berpikir terhadap rekan kerja atau berorientasi pada rekan kerja. Namun jika berorientasi hubungan , maka LPC nya akan negatif yang berarti semakin berpikir positif terhadap rekan kerja. Tindakan yang kedua adalah mendefinisikan situasi yang dinilai berdasarkan hubungan seorang pemimpin dengan anggota, tingkat keyakinan , kepercayaan dan hormat bawahan terhadap pemimpin mereka. Selain itu juga mendifinisikan situasi berdasarkan struktur tugas, yakni tingkat prosedure pengorganisasian pekerjaan (berstruktur/tidak berstruktur). Setelah dihitung LPC dan didefinisikan situasi, akhirnya disesuaikan keduanya. b. Situasi Kualitas hubungan pemimpin anggota merujuk pada suasana kelompok dan sikap anggota terhadap pimpinanya dan penerimaan pimpinan. Apabila para

bawahan mempercayai, menghormati, memiliki keyakinan terhadap pimpinan hubungan pemimpinm- anggota dianggap baik. Struktur tugas merujuk pada sejauh mana tugas-tugas yang dikerjakan oleh kelompok didefenisikan, melibatkan prosedur tertentu, dan memiliki tujuan yang jelas dan eksplisit. Kekuasaan Posisi yaitu sejauh mana pemimpin memiliki kekuasaan atas bawahannya. Kekuasaan posisi tinggi pada saat pemimpin memiliki kekuasaan untuk merencanakan dan mengatur pekerjaan bagi bawahan, mengevaluasinya, dan mereka. memberikan penghargaan atau hukuman untuk

2. Hershey dan Blanchart Seorang pemimpin dapat menggunakan satu dari empat dari gaya kepemimpinan, berdasarkan pada kombinasi perilaku hubungan dan tugas: Gaya memerintah (telling style) mencerminkan perhatiaan yang besar terhadap produksi dan perhatiaan kecil terhadap orang-orang Gaya menjual (selling style) didasarkan pada perhatiaan besar pada orangorang dan produksi. Gaya partisipasi (participating style) didasarkan pada kombinasi perhatiaan besar terhadap orang-orang dan perhatiaan kecil terhadap produksi. Gaya mendelegasikan (delegating style) mencerminkan perhatian sedikit terhadap orang-orang dan produksi. Berdasarkan teori ini maka dapat dikategorikan jenis pengikut dan cara mengatasinya. Tingkat kesiapan rendah,. Karyawan tidak mampu dan tidak ingin melakukan tugas, maka seorang pemimpin perlu memberikan alasan khusus . Gaya memerintah cocok dipakai. Ketika seorang atau lebih bawahan menampilkan tingkat kesiapan rendah, pemimpin harus tegas

dalam memberi tahu apa yang sebenarnya harus dilakukan oleh bawahan. Tingkat kesiapan sedang, Karayawan tidak mampu namun ingin melaksanakan tugas, maka seorang pemimpin perlu memaparkan orientasi tugas-tugas yang tinggi. Gaya menjual sangat cocok dipakai. Gaya menjual tidak hanya melibatkan pemberian perintah, tetapi juga pencarian masukkan dari orang lain dan pengklarifikasian tugas-tugas daripada sekadar pemberian intruksi bahwa tugas-tugas harus dikerjakan. Tingkat kesiapan tinggi, Karyawan yang mampu namun tidak ingin, maka seorang pemimpin perlu mendukung dan memotivasi karyawan,. Gaya yang cocok dipakai adalah partisipasi. Gaya partisipasi memungkinkan pemimpin untuk membimbing perkembangan para bawahan dan bertindak sebai pemberi nasihat dan bantuan. Tingkat kesiapan sangat tinggi, Karyawan yang mampu dan ingin, maka pemimpin tidak perlu brbuat banyak. Gaya mendelegasikan bisa digunakan dengan sangat efektif. Karena bawahan mempunyai tingkat kesiapan yang sangat tinggi, pemimpin bisa mendelegasikan tanggung jawab untuk membuat keputusan-keputusan serta implementasinya pada bawahan untuk menyelesaikan tugas.pemimpin memberikan tujuan umum dan kekuasaan yang cukup untuk mengerjakan tugas yang dirasa sesuai oleh bawahan.

2.5

Kepemimpinan dengan pendekatan berprinsip Kepemimpinan adalah sebuah keputusan dan lebih merupakan hasil dari

proses perubahan karakter atau tranformasi internal dalam diri seseorang. Kepemimpinan bukanlah jabatan atau gelar, melainkan sebuah kelahiran dari proses

panjang perubahan dalam diri seseorang. Ketika seseorang menemukan visi dan misi hidupnya, ketika terjadi kedamaian dalam diri (inner peace) dan membentuk bangunan karakter yang kokoh, ketika setiap ucapan dan tindakannya mulai memberikan pengaruh kepada lingkungannya, dan ketika keberadaannya mendorong perubahan dalam organisasinya, pada saat itulah seseorang lahir menjadi pemimpin sejati. Jadi pemimpin bukan sekedar gelar atau jabatan yang diberikan dari luar melainkan sesuatu yang tumbuh dan berkembang dari dalam diri seseorang. Kepemimpinan lahir dari proses internal (leadership from the inside out ). Kepemimpinan sesungguhnya tidak ditentukan oleh pangkat atau jabatan seseorang. Kepemimpinan adalah sesuatu yang muncul dari dalam dan merupakan buah dari keputusan seseorang untuk mau menjadi pemimpin, baik bagi dirinya sendiri, bagi keluarga, bagi lingkungan pekerjaan, maupun bagi lingkungan sosial dan bahkan bagi negerinya. I dont think you have to be waering stars on your shoulders or a title to be leadar. Anybody who want to raise his hand can be a leader any time,dikatakan dengan lugas oleh General Ronal Fogleman,Jenderal Angkatan Udara Amerika Serikat yang artinya Saya tidak berpikir anda menggunakan bintang di bahu anda atau sebuah gelar pemimpin. Orang lainnya yang ingin mengangkat tangan dapat menjadi pemimpin di lain waktu. Sering kali seorang pemimpin sejati tidak diketahui keberadaannya oleh mereka yang dipimpinnya. Bahkan ketika misi atau tugas terselesaikan, maka seluruh anggota tim akan mengatakan bahwa merekalah yang melakukannya sendiri. Pemimpin sejati adalah seorang pemberi semangat (encourager), motivator, inspirator, dam maximizer. Konsep pemikiran seperti ini adalah sesuatu yang baru dan mungkin tidak bisa diterima oleh para pemimpin konvensional yang justru mengharapkan penghormatan dan pujian (honor & praise) dari mereka yang dipimpinnya. Semakin dipuji bahkan dikultuskan, semakin tinggi hati dan lupa dirilah seorang pemimpin.

10

III DESKRIPSI UKM RABBIT RANCH

3.1

Sejarah singkat rabbit ranch Mahasiswa merupakan bagian dari masyarakat ilmiah yang harus dibina dan

dikembangkan potensinya, baik potensi akademik maupun potensi profesinya. Pola pengembangan harus berakar dari keinginan individu untuk berusaha mencari sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat pada umumnya. Kebutuhan pokok untuk mengembangkan penalaran minat dan bakat serta keprofesian yang khas sebagai ciri dari mahasiswa Fakultas Peternakan harus terpenuhi sebagai aktualisasi dari perwujudan tujuan pendidikan nasional. Dalam rangka mewujudkan kebutuhan tersebut, maka Rabbit Ranch sebagai salah satu kegiatan keprofesian dari mahasiswa Universitas Peternakan berusaha menghimpun potensi mahasiswa kearah perluasan wawasan, kecendikiawanan, peningkatan keprofesian dan pengembangan minat dan bakat mahasiswa. Bermula dari 9 orang pendiri rabbit ranch yang mulai merintis pada tahun 2005 yang sebelumnya sudah berdiri dengan nama Rabbit Club yang waktu itu kepengurusan dipegang oleh D3 peternakan, karena ada beberapa masalah D3 dengan S1 yang menjadikan kandang kelinci ini vakum (tidak beroperasi lagi) setelah itu di tahun 2006 dengan adanya 9 orang ini kandang kelinci kembali dirintis dengan berganti nama menjadi rabbit ranch dengan dosen pembimbing Dr. Ir. Husmy Yumiarty MS dan Sauland Sinaga S. pt. Msi hingga kini telah tercatat ada 6

angkatan rabbit ranch dimana organisasi ini bergerak dibidang perkelincian dengan prospek utama kelinci potong dan hias, serta penyediaan berbagai produk olahan sampingan kelinci lainnya. Rabbit Ranch merupakan salah satu sarana pengembangan diri mahasiswa menuju proses terbentuknya pengkualitasan diri kearah yang lebih mandiri dan

11

profesional. Untuk dapat menciptakan hal tersebut, maka perlu adanya aktivitas aktivitas positif yang mendorong tercapainya kemandirian serta profesianalisme guna menghadapi tantangan di masyarakat. Guna mendukung tercapainya suatu tujuan organisasi, diperlukan sistem kepengurusan yang baik, kerjasama dan saling mendukung adalah bagian terpenting dalam organisasi untuk dapat mempertahankan eksistensinya. Perubahan ke arah yang lebih baik merupakan harapan dari setiap organisasi. Kegiatan dalam UKM Rabbit Ranch PENERIMAAN ANGGOTA BARU MAGANG MAKRAB RABBIT DAY KUNJUNGAN KE PETERNAK KELINCI

Kegiatan Sehari-hari : Piket Kandang Kumpul bersama dari semua angkatan Rapat Pimpinan Jual Kelinci, produk kelinci, pakan dan perlengkapan kelinci Bercocok tanam dengan memanfaatkan limbah dari kelinci

12

IV KAJIAN KEPEMIMPINAN

4.1

Kepemimpinan dalam perspektif teori pendekatan sifat Dalam rabbit ranch kepemimpinan dalam pendekatan sifat yaitu dengan

berlandaskan pada asas kekeluargaan yang menjadikan pemimpin di rabbit ranch bukan hal yang harus di segani melainkan dijadikan sebagai teman bermain seperti biasa jadi apabila sudah menjadi bagian dari UKM rabbit ranch berarti sudah menjadi bagian keluargabesar rabbit ranch. Dimana tempat ini dijadikan sebagai tempat dalam berdiskusi tentang sosial seseorang dan kejadian-kejadian yang terjadi selama di kampus. Keith Devis merumuskan 4 sifat umum yang berpengaruh terhadap keberhasilan kepemimpinan organisasi, antara lain : Kecerdasan Berdasarkan hasil penelitian, pemimpin yang mempunyai kecerdasan yang tinggi di atas kecerdasan rata rata dari pengikutnya akan mempunyai kesempatan berhasil yang lebih tinggi pula. Karena pemimpin pada umumnya memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pengikutnya. Kedewasaan dan Keluasan Hubungan Sosial Umumnya di dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan internal maupun eksternal, seorang pemimpin yang berhasil mempunyai emosi yang matang dan stabil. Hal ini membuat pemimpin tidak mudah panik dan goyah dalam mempertahankan pendirian yang diyakini kebenarannya. Dari teori diatas kepemimpinan dalam UKM rabbit ranch lebih menjurus kepada poin yang kedua yaitu kedewasaan dan keluasan hubungan soial jadi kepemimpinan harus mempunyai landasan yang lumayan matang agar dalam pelaksanaannya tidak terlalu banyak terjadi permasalahan yang begitu rumit.

13

4.2

Kepemimpinan dalam perspektif teori pendekatan prilaku Berdasarkan penelitian, perilaku seorang pemimpin yang mendasarkan teori

ini memiliki kecendrungan kearah 2 hal: 1. Pertama yang disebut dengan Konsiderasi 2. Kedua disebut Struktur Inisiasi Dari hal ini UKM rabbit ranch masuk ke dalam poin yang pertama karena rabbit ranch tidak pernah adanya inisiasi atau menginstruksikan bawahannya tetapi rabbit ranch menggunakan konsiderasi. Hal ini karena masuk UKM merupakan hal sukarela dan lebih banyak mengembangkan sifat sosial dalam kekeluargan ini.

4.3

Kepemimpinan dalam perspektif teori pendekatan kontingensi Kepemimpinan yang merujuk pada gaya mendelegasikan (delegating style)

mencerminkan perhatian sedikit terhadap orang-orang dan produksi yang menjadikan tingkat kesiapan rendah, anggota tidak mampu dan tidak ingin melakukan tugas, maka seorang pemimpin perlu memberikan alasan khusus . Gaya memerintah cocok dipakai. Ketika seorang atau lebih bawahan menampilkan tingkat kesiapan rendah, pemimpin harus tegas dalam memberi tahu apa yang sebenarnya harus dilakukan oleh bawahan. Hal inilah yang terjadi dalam rabbit ranch sehingga kualitas hubungan pemimpin anggota merujuk pada suasana kelompok dan sikap anggota terhadap pimpinanya dan penerimaan pimpinan. Apabila para bawahan mempercayai, menghormati, memiliki keyakinan terhadap pimpinan hubungan pemimpinmanggota dianggap baik.

4.4

Kepemimpinan dalam perspektif teori pendekatan berprinsip Kepemimpinan dalam organisasi ini berarti pemimpin bukan sekedar gelar

atau jabatan yang diberikan dari luar melainkan sesuatu yang tumbuh dan berkembang dari dalam diri seseorang. Kepemimpinan lahir dari proses internal

14

(leadership from the inside out ). Prinsip yang digunakan dalam rabbit ranch kekeluargaan dan kebersamaan jadi walaupun ada ketua dan jabatan lainnya tetapi dimata kita itu semua sama karena ada jalinan persaudaraan yang kuat. Jadi hanya seseorang yang memiliki prinsip kuat yaitu visi misi mereka sehingga rabbit ranch tetap bertahan sampai sekarang. Kepemimpinan sesungguhnya tidak ditentukan oleh pangkat atau jabatan seseorang. Kepemimpinan adalah sesuatu yang muncul dari dalam dan merupakan buah dari keputusan seseorang untuk mau menjadi pemimpin, baik bagi dirinya sendiri, bagi keluarga, bagi lingkungan pekerjaan, maupun bagi lingkungan sosial dan bahkan bagi negerinya.

15

V KESIMPULAN

Kepemimpinan dalam rabbit ranch lebih mengarah kepada: 1. Kedewasaan dan Keluasan Hubungan Sosial yaitu umumnya di dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan internal maupun eksternal, seorang pemimpin yang berhasil mempunyai emosi yang matang dan stabil. Hal ini membuat pemimpin tidak mudah panik dan goyah dalam mempertahankan pendirian yang diyakini kebenarannya. 2. Konsiderasi kecendrungan seorang pemimpin yang menggambarkan

hubungan akrab dengan bawahan. Contoh gejala yang ada dalam hal ini seperti : membela bawahan, memberi masukan kepada bawahan dan bersedia berkonsultasi dengan bawahan. 3. Gaya mendelegasikan (delegating style) mencerminkan perhatian sedikit terhadap orang-orang dan produksi yang menjadikan tingkat kesiapan rendah, anggota tidak mampu dan tidak ingin melakukan tugas, maka seorang pemimpin perlu memberikan alasan khusus. 4. Kepemimpinan sejati adalah kepemimpinan yang didasarkan pada kerendahan hati (humble).

Saran: Dengan adanya penulisan rabbit ranch dapat mengkaji kembali organisasi yang sedang berjalan sampai saat ini. Selain itu bisa dijadikan bahan pertimbangan kedepan dalam sebuah organisasi lainnya.

16

DAFTAR PUSTAKA

L. Daft Richard, 2006. Management , edisi keenam. Jakarta: Salemba empat Siagian, Sondang P, 1979. Peranan staf dalam management. Jakarta: Gunung Agung. www.kabarindonesia.com www.wikipedia.org/kepemimpinan e-USU Repository 2004 Universitas Sumatera Utara 12 Emperordevas Weblog di unggah tanggal 27 Mei 2012. Pukul 10.00WIB

17