Anda di halaman 1dari 4

PERCOBAAN PRAKTIKUM BIOKIMIA Judul Tujuan : Pemisahan Kasein Dari Susu Sapi : Untuk memisahkan kasein yang terdapat

dalam susu sapi murni

Hari/Tanggal : Senin / 18 Maret 2013 Tempat : Laboratorium Kimia FKIP UNLAM Banjarmasin

I.

DASAR TEORI Susu merupakan bahan pangan yang memiliki komponen spesifik seperti lemak susu, kasein (protein susu, dan laktosa (karbohidrat susu). Seperti halnya asam amino, protein susu (kasein) juga bersifat amfoter. Protein dalam susu mencapai 3,25%. Struktur primer terdiri dari rantai polipeptida dari asam-asam amino yang disatukan ikatan-ikatan peptida (peptida linkages). Protein juga memiliki pH isoelektrik tertentu. pH isoelektrik merupakan suati nilai pH dimana jumlah muatan listrik positif sama dengan muatan negatifnya. Pada pH tersebut, protein tidak bermuatan positif maupun negatif, sehingga dapat membentuk agregat (gumpalangumpalan yang keruh) dan mengendap, karena sebagian protein menunjukkan kelarutan yang minimal pada pH isolektriknya. Sifat inilah yang akan digunakan untuk memisahkan atau mengisolasi kasein dari susu. Protein susu memiliki proteinprotein spesifik. Salah satunya adalah kasein. Kasein merupakan komponen terbesar dalam susu dan sisanya berupa whey protein. kadar kasein pada protein susu mencapai 80%. Kasein terdiri atas beberapa fraksi seperti alpha-casein, beta casein, dan kappa-casein. Kasein merupakan salah satu komponen organik yang melimpah dalam susu bersama dengan lemak dan laktosa. Kasein merupakan protein konjugasi antara protein dengan fosfat membentuk fosfoprotein. Kasein berupa serbuk amorf warna putih. Dalam kaseintidak hanya terdiri dari zat-zat organik, melainkan mengandung juga zat anorganil seperti kalsium, fosfor, dan magnesium. Dalam keadaan murni, kasein berwarna putih seperti salju, tidak berbau, dan tidak mempunyai rasa yang khas. Kasein murni tidak larut dalam air dingin dan garam netral. Kasein terdispersi dalam air panas, basa, dan garam basa seperti natrium asetat, dan natrium oksalat.

Kasein dapat diendapkan oleh asam, enzim rennet, dan alkohol. Selain penambahan asam, pengendapan kasein susu juga dilakukan dengan penambahan renin, yaitu suatu enzim proteolitik yang diperoleh dari induk sapi betina. oleh karena itu, susu dapat dikoagulasikan (digumpalkan) oleh asam yang terbentuk di dalam susu sebagai aktivitas dari mikroba. Kasein digunakan untuk sumber protein dalam tubuh. Sebagai suplai asam-asam amino essential.Secara komersial digunakan untuk bahan perekat, pelindung lapisan kertas, dan plastik kasein. selain itu pencernaan kasein di dalam tubuh sangat lambat, sehingga dapat mencegah penyusutan otot lebih baik daripada whey protein.

II.

ALAT DAN BAHAN A. ALAT 1. Gelas piala 2. Pipet tetes 3. Pengaduk 4. Erlenmeyer 5. Gelas ukur 6. Pembakar spirtus 7. Kasa asbes 8. Penyangga kaki tiga 9. Corong B. BAHAN 1. Susu sapi murni 2. Aquades 3. HCl 10% 4. Etanol 95% 5. Eter

III.

PROSEDUR KERJA 1. Dimasukkan 200ml susu sapi kedalam gelas piala 500ml. 2. 3. Ditambahkan aquadest dengan volume yang sama, diaduk hingga merata. Diteteskan HCl 10% sedikit demi sedikit yang disertai pengadukan dan dalam Keadaan panas (kurang lebih 3-5ml). 4. Diteruskan penambahan sampai terbentuk endapan (tahu susu/curd).

5.

Didiamkan hingga endapan terbentuk sempurna, sampai cairan supernatant yang ada dibagian atas menjadi jernih.

6.

Dipisahkan endapan dan saring dengan menggunakan corong kemudian keringkan dengan menekan-nekan diantara dua lapisan kertas saring.

7.

Endapan yang dihasilkan ditambah etanol 95% secukupnya, aduk dan saring kembali.

8.

Selanjutnya kedalam endapan ditambahkan eter secukupnya, aduk dan panaskan.

9. 10.

Disaring endapan dan biarkan eter menguap. Endapan yang dihasilkan adalah kasein, kasein dapat digunakan dalam uji protein.

DAFTAR PUSTAKA

Anna, Pudjianti. 1999. Dasar-Dasar Biokimia. Jakarta : UI Press Anonim. 2010. Mengenal Susu dan Manfaatnya. Online (Http://Kumpulan

info/sehat/artikelkesehatan.html) Shiddieqy, 2004.Biokimia Untuk Universitas.Jakarta : UI Prees Silalahi, Jansen.2006.Makanan Fungsional.Kanisius: Jogjakarta Tim Dosen Praktikum Biokimia. 2011. Petunjuk Praktikum Biokimia. P.MIPA : UNS Press