Anda di halaman 1dari 4

Perineal care

Perawatan khusus perineal bagi wanita setelah melahirkan anak mengurangi rasa ketidaknyamanan, keberhasilan, mencegah infeksi, dan meningkatkan penyembuhan. Walaupun prosedurnya bervariasi dari satu rumah sakit ke rumah sakit lainnya, prinsip-prinsip dasarnya adalah universal, sebagai berikut : a. b. c. Mencegah kontaminasi dari rectum Menangani dengan lembut pada jaringan yang terkena trauma dan Bersihkan semua keluaran yang menjadi sumber bakteri dan bau.

Dengan menerapakan prinsip-prinsip ini prosedur yang disarankan berikut. Perawat mengajarkan untuk : a. b. c. Mencuci tangan. Mengisi botol plastic dengan yang dimiliki dengan air hangat. Buang pembalut yang telah penuh dengan gerakan kebawah mengarah ke rectum dan letakkan pembalut ke dalam kantung plastic. d. e. f. g. h. Berkemih dan BAB ke toilet. Semprotkan ke seluruh perineum dengan air. Keringkan perineum dengan menggunakan tissue dari depan ke belakang. Pasang pembalut dari depan ke belakang. Cuci tangan dengan air mengalir.

Perawat menggunakan sarung tangan ketika melakukan perawatan perineal pada ibu.

1. PERAWATAN PERINEUM Pengertian : Membersihkan dan merawat area genitalia bagian luar setelah melahirkan. Persiapan pembersihan perineum adalah prosedur untuk membuat perineum dan daerah sekitarnya sebersih mungkin. (Helen Varney ;2007) Setelah melahirkan, perineum menjadi kendur karena sebelumnya teregang oleh tekanan kepala bayi yang bergerak maju. Pada postnatal hari kelima, perineum sudah

mendapatkan kembali sebagian besar tonusnya sekalipun tetap lebih kendur daripada keadaan sebelum melahirkan.

Wulanda, febri, ayu. 2012. Biologi reproduksi. Jakarta: salemba Medika

Tujuan: 1. 2. 3. 4. Memberikan rasa nyaman Mengurangi resiko infeksi Menjaga kebersihan vulva dan perineum Memperlancar keluarnya lokhea (darah nifas)

Alat-alat yg digunakan Softex atau pembalut wanita yg bersiAir hangat atau cairan antiseptik (betadine yang diencerkan, sublimat, detol yang diencerkan, sabun, dll). Tissue atau handuk kecil Celana dalam bersih

Cara Perawatan Perineum


Mencuci tangan Memindahkan / mengangkat softex yang telah digunakan dari depan ke belakang

Perhatikan warna, bau dan banyaknya cairan di softek, sesuai dengan keadaan normal

Bersihkan perineum dengan menyiramnya dengan air hangat / antiseptik di bagian atas vulva

Keringkan area perineum dengan tissue atau handuk kecil kering dari depan ke belakang (pengusapan berulang ulang dihindari untuk mencegah

menyebarnya kuman dan menjaga kenyamanan)

Tempatkan softex mulai dari depan ke belakang (jangan sentuh permukaan softex yang akan menyentuh ke perineum / genitalia) kemudian pasang celana.

Cuci tangan kembali dengan menggunakan sabun

Adapun menurut Danuatmadja (2003) cara-cara yang bisa dilakukan untuk merawat luka perinemun diantaranya : 1. selalu mengganti pembalut setiap 4-6 jam. 2. melepaskan pembalut dari muka ke belakang untuk menghindari pertebaran bakteri dari anus ke vagina 3. alirkan atau bilas dengan menggunakan air hangat, lalu keringkan dengan kain pembalut atau handuk dengan cara ditepuk-tepuk, selalu dari arah muka ke belakang 4. jangan dipegang sampai area tersebut pulih 5. rasa gatal para sekitar jahitan nomal dan merupakan tanda penyembuhan. 6. berbaring pada sisi tubuh, hindari berdiri atau duduk lama untuk mengurangi tekanan pada daerah tersebut. 7. lakukan latihan kegel sesering mungkin guna merangsang peredaran darah sekitar perineum. Suwiyoga (2004) bahwa perawatan perineum yang dilakukan dengan baik dapat menghindari hal-hal seperti : 1. infeksi, karena kondisi perineum yang terkena lochea dan lembab akan sangat menunjang perkembangbiakan bakteri yang dapat menyebabkan timbulnya infeksi pada perineum 2. komplikasi, yaitu munculnya infeksi pada perineum dapat menyebar pada saluran kandung kencing ataupun pada

jalan lahir yang dapat berakibat pada munculnya komplikasi infeksi saluran kencing maupun infeksi pada jalan lahir 3. komplikasi ibu post partum, penanganan komplikasi yang lambat dapat menyebabkan kematian pada ibu postpartum, karena kondisi ibu postpartum yang masih lemah

Tindakan episiotomi mencegah robekan perineum yang tidak teratur, yang mana insisi yang bersih dan dilakukan dengan posisi yang benar dapat mempercepat penyembuhan luka perineum daripada robekan yang tidak teratur (Bobak, 2004). Robekan perineum yang tidak teratur dapat terjadi meskipun telah dilakukan episiotomi. Hal ini dapat terjadi jika ibu tidak mengejan dengan baik. Luka robekan perineum akan membuat nyeri dan rasa tidak nyaman pada ibu yang akan menghambat interaksi ibu dan anak, membuat ibu lebih rentan terkena infeksi dan terjadi perdarahan jika luka perineum tidak dipantau dengan baik. Luasnya robekan perineum akan mempengaruhi tingkat kesembuhannya. Perhatian yang khusus akan dapat mempertahankan kontinensia fekal dan keadaan ibu yang tidak merasakan nyeri, akan mempercepat kesembuhannya (Bobak, 2004). Luka episiotomi yang tidak tertangani dengan baik akan menimbulkan komplikasi, seperti kehilangan darah karena melakukan episiotomi terlalu dini, infeksi karena terkontaminasi dengan urin dan feses, dispareunia, dan hematoma lokal yang menyebabkan infeksi (Manuaba, 2007).

http://publikasi.umy.ac.id/index.php/psik/article/viewFile/3149/1910

Anda mungkin juga menyukai