Anda di halaman 1dari 12

PRODUKSI SENYAWA ANTIMIKROBA PADA MEDIUM CAIR DAN UJI BIOASSAY

Oleh : Nama NIM Kelompok Rombongan Asisten : Tyta Ajrina : B1J010027 :2 :V : Wasmid

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI JAMUR MAKROSKOPIS

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS BIOLOGI PURWOKERTO 2012

I.

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Zat antimikroba adalah senyawa yang dapat membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Zat antimikroba dapat bersifat membunuh mikroorganisme (microbicidal) atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme (microbiostatic). Dunia mikroba terdiri dari berbagai kelompok jasad renik. Kebanyakan bersel satu atau uniselular. Ada yang mempunyai ciri sel tumbuhan, ada yang mempunyai ciri sel binatang dan ada lagi yang mempunyai c iri-ciri keduanya. Mikroba terdiri dari lima kelompok organisme yaitu bakteri, protozoa, virus, serta algae dan cendawan mikroskopis. Mikroorganisme sangat erat kaitannya dengan kehidupan kita, beberapa diantaranya bermanfaat dan yang lainnya merugikan. Banyak diantarnya menjadi penghuni tubuh kita. Anti mikroba mempunyai mekanisme kerja utama ada lima cara antara lain sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. 5. Penginaktifan enzim Denaturasi protein Mengubah permebilitas memmbran sitoplasma bakteri. Intekalasi ke dalam DNA Pembentukan khelat beberapa turunan fenol, seperti heksokloroform dan oksikuinolin dapat membentuk khelat dengan ion Fe dan Cu, kemudian bentuk khelat tersebut masuk ke dalam sel bakteri. 6. Bersifat sebagai antimetabolit AM bekerja memblok tahap metabolik spesifik mikroba, seperti pada sulfonamida dan trimetropin. 7. Penghambatan terhadap sintesa dinding sel.

B. Tujuan Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui aktifitas antimikroba dari ekstrak miselium Ganoderma lucidum dan Grifola frondosa terhadap E. coli

II.

MATERI DAN METODE

A. Alat Alat yang digunakan dalam praktikum biologi jamur makroskopis kali ini adalah tabung reaksi, cawan petri, Erlenmeyer 250 ml, jarum ose, bor gabus, lampu spirtus, gelas ukur, beker glass, autoklaf, pinset, shaker orbital, LAF (Laminar Air Flow), corong pemisah, oven, hot plate, kertas cakram, labu Buchner, corong Buchner, drugal sky, pipet tetes, pipet ukur, mikropipet,pompa vakum, dan blender.

B. Bahan Bahan yang digunakan dalam praktikum biologi jamur makroskopis kali ini adalah Escherichia coli, medium PDA, medium PDYB, medium NA, medium NB, etanol 96%, DMSO, , akuades, wrapper, alumunium foil, kertas cakram, kertas saring (whatman no.41)

C. Cara Kerja a. 1. Proses kultivasi Isolat Ganoderma lucidum atau Grifola frondosa dipotong menggunakan bor gabus lalu diambil menggunakan jarum ose kemudaina 2-4 plug dimasukkan kedalam media PDYB. 2. Medium yang telah diinokulasi tersebut, kemudian diinkubasi selama 30 hari pada shaker orbital dengan kecepatan 150 rpm. b. Proses ekstraksi 1. Kultur misellium Ganoderma lucidum dan Grifola frondosa yang telah berumur 30 hari disaring menggunakan kertas whatman no.41 dan pompa vacum. 2. 3. Misellium basah yang telah disaring ditimbang. Misellium yang telah ditimbang dioven pada suhu 35-40o C selama 2 hari.

4.

Misellium yang telah kering ditumbuk menggunakan mortar dan hasil dari penumbukan dishaker menggunakan shaker orbital selama 12 jam.

5. 6. c. 1. 2. 3. 4.

Ekstrak disaring dengan kertas whatman no.41 Etanol pada ekstrak diuapkan menggunakan rotary evaporator Uji bioassay Ekstrak kering dilarutkan dengan DMSO 5% dengan perbandingan 1:5. Hasil pencampuran diteteskan pada kertas cakram 2-3 tetes. Biakkan murni E.coli diteteskan pada media NA kemudian diratakan. Kertas cakram yang telah ditetesi ekstrak ganoderma lucidum dan Grifola frondosa diletakan pada media NA.

5.

Medium uji diinkubasi selam 1x24 jam pada suhu ruang.

III. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil

Ganoderma lucidum = Grifola frondosa = =

= 0,9 = 0,775

B. Pembahasan

Menurut Murray (2009) antibiotik adalah segolongan senyawa, baik alami maupun sintetik, yang mempunyai efek menekan atau menghentikan suatu proses biokimia di dalam organisme, khususnya dalam proses infeksi oleh bakteri. Literatur lain mendefinisikan antibiotik sebagai substansi yang bahkan di dalam konsentrasi rendah dapat menghambat pertumbuhan dan reproduksi bakteri dan fungi. Berdasarkan sifatnya (daya hancurnya) antibiotik dibagi menjadi dua: 1. Antibiotik yang bersifat bakterisidal, yaitu antibiotik yang bersifat destruktif terhadap bakteri. 2. Antibiotik yang bersifat bakteriostatik, yaitu antibiotik yang bekerja menghambat pertumbuhan atau multiplikasi bakteri. Bakteri uji yang digunakan yaitu bakteri E. coli merupakan kelompok bakteri yang bersifat patogen. Bakteri E.coli dapat menyebabkan gastrogen teritis

pada manusia, sedangkan B. subtilus menyebabkan kerusakan pada makanan kaleng yang dapat mengakibatkan gastroenteritis pada manusia yang

mengkonsumsinya. Uji Bioassay adalah suatu cara untuk mengukur efektivitas suatu insektisida terhadap vector penyakit. Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan diperoleh rata-rata zona jernih dari uji bioassay adalah 0,9 untuk Ganodrma lucidum dan 0,775 untuk Grifola frondosa. Hal ini sesual dengan pustaka yang menyebutkan bahwa Ganoderma lucidum lebih efektif menghambat pertumbuhan bakteri gram positif daripada bakteri gram negative, disebutkan juga bahwa Ling zhi sebagai antibiotik bekerja dengan menghambat pertumbuhan beberapa patogen asing (E.coli, Pseudomonas spp, Streptococci A, Staphylococci, dan Pneumococci) dan menunjukkan aktivitas antibakteri. Hal ini disebabkan perbedaan komponen penyusun dinding sel kedua kelompok peptido, selebihnya adalah asam teikoat, sedangkan bakteri gram positif komponen dinding selnya mengandung 5 20 % . peptidogirkan, selebihnya terdiri dari protein, lipopolisakarida dan lipoprotein (Anonim, 2011). Ganoderma lucidum merupakan jenis jamur polipor. Selian itu

Ganoderma lucidum termasuk dalam kelompok jamur penghasil triterpen yang dikenal dengan asam ganoderic yang memiliki struktur molekul menyerupai hormon steroid. Tubuh Ganoderma lucidum mengandung lebih dari 200 senyawa aktif yang dapat dibagi menjadi tiga kelompok utama, yakni 30% senyawa larut dalam air, 65% senyawa larut dalam pelarut organik, dan 5%senyawa volatil. Polisakarida dan germanium organik merupakan senyawa larut dalam air. Adenosin dan terpenoid adalah senyawa yang larut dalam pelarut organik, sedangkan asam ganoderat termasuk senyawa volatil. Ganoderma lucidum mengandung polisakarida aktif yang bermanfaat bagi kesehatan. Ganoderma lucidum merupakan jamur kayu yang memiliki khasiat obat. Ganoderma lucidum tergolong dalam basidiomycotina, hymenomycetes, holobasidiomycetidae, aphyllopharales (Suharjo, 2007). Ganoderma lucidum dikenal sebagai sumber dari kelompok triterpen, yang dikenal sebagai asam ganoderik, yang mempunyai struktur molekul yang sama dengan hormon-

hormon steroid. Jamur ini merupakan sumber dari polisakarida yang secara biologis aktif dan mengandung ergosterol, caumarin, manitol, lactones, alkaloids, asam lemak tak jenuh, vitamin dan mineral. Lingzhi segar hanya mengandung 75% kadar air (Jones, 2000). Ganoderma lucidum yang

mengandung lebih dari 200 elemen aktif, beberapa kandungan zat aktif yang sangat penting seperti berikut ini: 1. Polisakarida, bermanfaat untuk memperkuat proses kemampuan

penyembuhan yang secara alami dalam tubuh. Membantu Mengaktifkan sistem kekebalan tubuh. Mencegah pertumbuhan sel yang tidak normal. Membantu mengurangi kadar gula dalam darah dan memelihara fungsi pankreas. Mencegah kerusakan sel-sel tisu. Mencegah kerusakan organorgan dalam tubuh. Membersihkan penumpukan racun dalam tubuh. Menguatkan membran sel. Menambah jumlah oksigen yang dibawa oleh sel darah merah. 2. Adenosin, bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol dan lemak dalam darah.Menurunkan kadar lipid darah dan menstabilkan membran sel darah merah. Menurunkan kadar penggumpalan darah dan mencegah thrombogenesis. Memperbaiki fungsi kelenjar adrenalin untuk menjaga keseimbangan endokrin. Menyeimbangkan metabolisme untuk keremajaan dan lebih bertenaga. Menyeimbangkan PH darah. 3. Triterpenoid, bermanfaat untuk meningktakan sistem pencernaan. Mencegah alergi yang disebabkan oleh antigen. Mengurangi kolesterol dan

menstabilkan lemak di dalam tubuh. Mengaktifkan inti sel dalam tubuh. 4. Sari Ganooderik, bermanfaat untuk membantu memulihkan masalah penyakit kulit, infeksi mulut dan luka. Meremajakan, mempercantik dan

menghaluskan kulit. Menghentikan pendarahan. Ganoderma lucidum yang dimaksudkan adalah 100% ekstrak badan buah Ganoderma lucidum yang telah diproses melalui metode pengeringan

dingin dan pemisahan serat dengan teknik khusus. Zat-zat aktif yang terkandung dalam Ganoderma lucidum terpelihara dengan baik berkat cara pembubukan yang sangat khusus. Fungsi dan manfaat yang utama dari Ganoderma lucidum adalah membantu tubuh kita membuang racun yang ada di dalam tubuh. Miselium dihasilkan dari Ganoderma lucidum yang baru berumur 18 hari. Miselium kaya akan enzim vitamin dan mineral yang sangat dibutuhkan tubuh kita, serta polisakarida yang jumlahnya 4 kali lebih banyak daripada Ganoderma. Fungsi utama Miselium adalah untuk menyeimbangkan kembali sistem tubuh termasuk mengembalikan fungsi organ-organ dalam tubuh serta mengaktifkan sistem pertahanan tubuh.Memperkuat sistem imun tubuh kita. Membantu membersihkan racun falam tubuh. Membekalkan vitamin dan mineral. Menguatkan fungsi lambung dan ginjal (Chang, 1978). Grifola frondosa adalah jamur polipore yang tumbuh mengelompok di bawah pohon, terutama pohon oak.Jamur ini umumnya dikenal dengan nama Hen of the Woods, Ram's Head and Sheep's Head. Di pasaran suplemen USA dan di pasaran Asia, jamur ini dikenal dengan nama jepang Maitake, yang berarti jamur yang menari. Fungi ini berasal dari sebelah timur laut Jepang dan Amerika utara, dan bernilai dalam pengobatan tradisional jepang dan cina sebagai jamur obat yang menyeimbangkan sistem tubuh dalam kondisi yang normal. Sebagian besar masyarakat jepang menyukai rasa dan teksturnya meskipun pada beberapa kasus menimbulkan reaksi alergi. G. frondosa tumbuh dari dalam tanah dengan struktur mirip umbi seukuran kentang. Badan buahnya mempunyai ukuran hingga 60 cm, merupakan sekumpulan tudung cokelat keabuan yang biasanya bergelombang atau mirip sendok, dengan tepi yang bergelombang selebar 2-7 cm. Permukaan bagian bawah tudung mempunyai 1-3 pori dengan kedalaman tiap pori lebih dari 3mm. Batang berwarna putih susu memiliki struktur bercabang yang kuat ketika jamur tersebut dewasa. Umbi di bawah tanah dari jamur tersebut digunakan dalam pengobatan tradisional jepang dan cina sebagi imunomodulator. Para ahli juga telah menemukan bahwa jamur utuh mampu mengatur tekanan darah, kadar glukosa,

kadar insulin dan lemak dalam serum dan liver seperti kolesterol, trigliserida, dan fosfolipid, dan kemungkinan dapat menurunkan berat badan. Grifola frondosa merupakan jamur basidiomycetes dengan taksonomi sebagai berikut : Kingdom : Fungi Phylum Class Order Family Genus Species : Basidiomycota : Agaricomycetes : Polyporales : Meripilaceae : Grifola : G. frondosa

Komponen aktif Maitake kaya akan mineral seperti kalium, magnesium dan kalsium, berbagai vitamin seperti B2, D2 dan niasin, serat dan asam amino. Salah satu senyawa aktif (sebagai imunomodulator) yang ditemukan pada Maitake pada akhir 1980 berupa beta-glukan yang terikat protein. Komponen kimia dalam G. frondosa berkaitan dengan struktur ,D glucane (polimer dari D-glukosa dengan monosakarida) atau ,D glukosa yang terikat dengan protein (proteoglikan). Secara umum proteoglikan memiliki aktivitas

imunostimulating yang lebih baik karena adanya glukan bebas. Tahun 1984, Nanba mengidentifikasi miselium dan buah dari maitake. Miselium dan buah maitake tersebut direndam dalam air panas, lalu ekstrak larut airnya dijenuhkan dengan 80% etil alkohol. Presipitat yang didapat ditambah asam asetat dan senyawa basa. Fraksi yang dihasilkan desebut fraksi D yang mengandung - 1,6 dan - 1,3 glukan dan protein yang memiliki BM skitar 1000000. Nanba menyatakan bahwa terdapat perbedaan antara beta-glucane yang terdapat dalam maitake dengan beta-glucan dalam jamur lainnya. Fraksi D dari maitake memiliki struktur yang kompleks. 1. Fraksi D (polisakarida yg diekstraksi dari maitake) memiliki aktivitas antitumor (Adachi et al.,1988; Nanba et al., 1987). 2. Penekanan gula darah oleh polisakarida dari jamur maitake (fraksi X), yang memiliki ikatan 3-1,6 glukan sebagai struktur rantai utama dan ikatan -1,4

sebagai rantai samping. Fraksi X dapat meningkatkan sensitivitas reseptor insulin dan memberikan pemulihan pada Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus (Kubo, 1990). Bahan-bahan yang digunakan pada praktikum uji aktifitas antimikroba, antara lain :Etil asetat, berfungsi untuk melarutkan senyawa aktif yang ada dalam Ganoderma lucidum. DMSO (Dimetil Sulfida oksida), berfungsi untuk melarutkan ekstrak karena ekstrak masih kental. Alat yang digunakan pada praktikum uji aktifitas antimikroba, antara lain :Hot Plate, berfungsi untuk memanaskan dan membuat media agar. Pompa vakum, berfungsi sebagai penyaringan dengan cara pompa. Pinset, berfungsi untuk memindahkan benda padat dengan cara menjepitnya. Blender, berfungsi untuk menghaluskan benda padat. Labu bunchner, berfungsi sebagai tempat sehabis penyaringan dengan pompa vakum.

IV. KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan 1. Rata-rata zona jernih dari uji bioassay adalah 0,9 untuk Ganodrma lucidum dan 0,775 untuk Grifola frondosa. 2. Ganoderma lucidum lebih efektif menghambat pertumbuhan bakteri gram positif daripada bakteri gram negatif

B. Saran Saat menggunakan drugal sky sebainya hati-hati sehingga tidak merusak media dan tercampur rata.

DAFTAR PUSTAKA

Adachi, K., Nanba, H. and Kuroda, H. 1987. Potentiation of host-mediated antitumor activity in mice by beta-glucan obtained from Grifola frondosa (maitake). Chem. Pharm. Bull. 35: 262-270. Anonim, 2011.http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/27412/1/Appendix.pdf diakses pada tanggal 4 Desember 2012. Chang, S.T. dan W. 4Hayes. 1878. The biology and cultivation of edible mushroom. Avademic Press. INC. New York, London. Chang, Shu-ting and P. G. Miles, 2004. Mushrooms: Cultivation, Nutritional Value Medicinal Effect, and Environmental Impact. CRC Press, California. H Kurushima, N Kodama, H Nanba, Activities of polysaccharides obtained fromGrifola frondosa on insulin-dependent diabetes mellitus induced by streptozotocin in mice, Mycoscience 41 : 473-480, 2000. Jones, K. 2000. Medicinal mushrooms. Healthy and Natural Journal. 67: 705821. Kubo, K. 1990. Anti-diabetic activity present in the fruit body of Grifora frondose(Maitake). Chem. Pharm. Bull. (Tokyo) 17:1106. Murray RK. Granner DK, Rodwell VW. 2009. Biokimia Harper. Jakarta: EGC. Nanba, H., Hamaguchi, A. and Kuroda, H. 1987. The chemical structure of an antitumor polysaccharide in fruit bodies of Grifola frondosa (maitake). Chem. Pharm. Bull. 35 1162-1168. Sjabana, D. 2001. Manfaat Ganoderma lucidum. Yayasan DHS, Jakarta. Sudharma, M. I. 1990. Pengaruh Perbandingan Komposisi Kompos Kapas Kelaras sebagai Medium Tanam Terhadap Produktifitas Ganoderma lucidum. Jurusan biologi FMIPA, IPB. Bogor. Suharjo. E. 2007. Budidaya Edible Mushroom Dengan Media Kardus. PT. Gramedia Pustaka. Jakarta. Somowiyarjo, S. 1999. Mikrobiologi Pangan II. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.