Anda di halaman 1dari 7

Materi kuliah Manajemen Produksi Film

Manajemen Produksi film secara garis besar dibagi atas tiga tahapan sebagai berikut. I. Tahap Awal : Pra Produksi II. Tahap Kedua : Produksi III. Tahap Ketiga : Pasca Produksi

PRA PRODUKSI 1. Menentukan jenis film yang akan dibuat sesuai keperluannya. a. Film Dokumenterb. Film Dokudrama ( Semi Dokumenter ) b. Film Cerita Pendekd. Film Cerita Panjange. Profil Perusahaan c. Iklan Televisig. Program Televisih. Video Klip 2. Memilih sumber cerita sebagai bahan scenario film. a. Ide Cerita Murnib. Adaptasi Cerita Fiksi / Non Fiksi b. Saduran dari Novel, Cerpen, Prosa dan Puisi 3. Memilih format apa yang paling tepat agar untuk menjangkau public yang anda inginkan. 4. Merencanakan awal mulai sebelum shooting. a. Script Breakdown tiap scene dan keseluruhan scene. b. Jadwal shooting harian yang mengacu pada lokasi shooting. c. Call Sheet sebagai lembaran informasi adegan yang akan direkam. 5. Membuat rancangan anggaran. a. Mengenal dengan baik semua elemen yang terdapat dalam produksi film. b. Melakukan riset untuk menghasilkan rancangan anggaran yang efektif. 6. Mencari dana untuk pembuatan film. Menyiapkan proposal yang baik meliputi ; Mengapa film ini diproduksi ? Akan seperti apa film nantinya ? Bagaimana film ini diproduksi ? Siapa saja yang terlibat ? Bagaimana promosi dan distribusi film ini nanti ? Berapa biaya produksi film ini ? Bagaimana perhitungan rugi labanya ? 7. Merekrut pekerja film ( Crew ). a. Menyeleksi kru dari tiap departemen. b. Menentukan kru dari hasil show reel ( report produksi). c. Menetapkan komposisi kru berdasarkan anggaran.

8. Menyusun tim produksi. a. Tim Non Artistik yang meliputi ; Producer Executive Producer Line Producer Production Manager dan Unit Manager b. Tim Artistik yang meliputi ; Sutradara, Asisten Sutradara dan Pencatat Skrip Penata Kamera, Asisten Kamera dan Still Photo Penata Artistik, Penata Rias dan Busana Penata Lampu Penata Suara da Penata Musik Penata Editing 9. Melakukan hunting lokasi. Mencari lokasi shooting sesuai dengan kebutuhan scenario. Menentukan lokasi shooting sesuai dengan anggaran. Menetapkan lokasi berdasarkan Produser, Sutradara, Penata Kamera, dan Penata Artistik. 10. Mengelola pemeran dalam film. a. Mencari pcalon pemain dengan berdasarkan casting peran. b. Mengarahkan pemeran dengan reading scenario sebagai pencapaian kretif. c. Melakukan latihan acting, blocking dan bahasa tubuh pemeran sesuai framing kamera.

PRODUKSI 1. Mempersiapkan semua peralatan shooting. 2. Memenuhi jadwal shooting sesuai lokasi yang telah ditentukan. 3. Merekam semua adegan yang sesuai script breakdown shooting day. 4. Mengatur irama kerja berdasarkan penyutradaraan dan script & mood continuity. 5. Mengevaluasi hasil shooting day. 6. Melaporkan segala kegiatan departemen atau tim produksi.

PASCA PRODUKSI 1. Menentukan urutan editing sesuai format produksi. 2. Memilih tempat / studio editing. 3. Mengumpulkan semua laporan pencatat skrip, penata kamera dan penata suara. 4. Mengevaluasi hasil akhir film sebelum ditayangkan. 5. Mendistribusikan film yang telah di produksi.

Property

I.

Mengidentifikasi Kostum Pemain Pada Gala Tahun Baru Imlek Global NTDTV telah memasuki tahun ke-4. Dalam beberapa tahun ini kostum para pemain dan tema kisah-kisah kuno yang ditampilkan Gala NTDTV telah banyak menarik perhatian banyak orang, dari para penonton segala usia telah dibuat terkesan akan menampilan yang cemerlang dan gaya naturalnya. Setiap penampilan karakter secara hidup tercermin dan terekspresi dalam busana mereka. Salah satu perancang Gala NTDTV adalah Li Fanhong. Li Fanhong menjelaskan bahwa semua kostum pemain akan di desain ulang secara ketat dan akurat, dengan berdasarkan catatan sejarah. Dan salah satu refrensinya adalah Sejarah Busana Tiongkok. Dan selain itu Li juga mendapatkan sumber dari Goa Dunbuang. Selain Dunbuang, desain kostum juga di ambil dari beberapa pahatan ukiran dari peralatan rumah tangga. Li juga menambahkan Karakteristik Busana Tiongkok Kuno. Karakteristik Busana Tiongkok Kuno Ditenggarai pada zaman Dinasti Tang. Pada saat zaman ini busana dengan lengan lebar sangat popular. Dengan membuat suatu desain, para perancang pada zaman kuno juga harus memperhatikan bahan pakaian dan jenis2 pakaian. Adapun beberapa kategori utama, yaitu : 1. Sandiwara Costume 2. Nasional Costume 3. Hari Libur dan Festifal 4. Costum anak dan mascots

II.

Mengidentifikasi Property Dalam membuat property kita harus memperhatikan tata letak tempat yang akan kita desain. Perhitungan matematika,fisika,dan tentu saja estetika (seni) menjadi satu keharusan agar sebuah set bisa menunjang sebuah acara televisi yang baik. Untuk memepermegah sebuah acara, para pengisi acara pun harus menyesuaikan kostum/wardrobenya dengan acara yang akan di tampilkannya. Untuk menjadi yang terbaik dalam acara tersebut, kita juga harus memperhatikan beberapa hal dalam memilih pakaian. Karena memilih pakaian untuk sebuah pertunjukan film atau televisi bukan perkara mudah, selain harus punya sense of art dia juga mesti memiliki skill yang baik.

II.

Menjelaskan Pengguan Make Up Make Up adalah salah satu kegiatan para wanita. Terdapat beberapa make up dasar yang kita harus ketahui, agar dalam berhias kita tidak salah pakai. Dalam makeup untuk sebuah

pertunjukan film atau televisi kita harus benar2 mendasari sebuah make up. Dan memahami pokok2 serta aksen2 sebelum kita menggunakan make up. Selain prinsip dan pokok-pokok aksen di atas, permainan warna merupakan satu faktor yang utama untuk menentukan berhasil atau tidaknya make up kita, karena tiap warna mempunyai tugas/fungsi sendiri-sendiri untuk menciptakan hasil yang dikehendaki dalam membuat karakter. IV. Membuat Tata Artistic Didalam Tata Artistic terdapat beberapa hal kaitan yang masih terhubung di dalam Tata Artistic. Antara lain, Make up, Costume dan Property. Antara ketiga hal tersebut, ada yang lebih menuju ke tata artistic, yaitu property. Property tidak hanaya ada pada acara2 tertentu, tetapi di dalam rumah juga kita memerlukan sebuah property, unruk memperindah suatu rumah.

Latihan Soal
SOAL 1. Film dokumenter adalah 2. Film dokumenter berkembang semakin kompleks pada tahun berapa ? 3. Pada perkembangannya, muncul sebuah istilah baru yakni Dokudrama. Dokudrama adalah? 4. Bagaimana cara menempatkan KAMERA dalam menyampaikan IDE pada khalayak? 5. Bagaimana cara menjadikan manusia sebagai SUBYEK bukan OBYEK ?

JAWABAN

1. Sebuah rekaman peristiwa yang diambil dari kejadian yang nyata atau sungguhsungguh terjadi / berarti menampilkan kembali fakta yang ada dalam kehidupan. 2. Era 30 an 3. Dokudrama adalah genre dokumenter dimana pada beberapa bagian film disutradarai atau diatur terlebih dahulu dengan perencanaan yang detail 4. Mengarahkan penonton untuk mencapai sebuah kesatuan ide, memahami pesan, seca ra persuasif. Mempersiapkan sebuah hasil teknis perekaman gambar dan suara yang baik untuk tah ap penyelesaian film (Pasca Produksi) 5. Menempatkan kamera dalam menunjukkan apa yang dilakukan Subyek dalam menya

mpaikan gagasan. - Melakukan observasi visual yang mendalam terhadap subyek - Membuat subyek mengungkapkan PIKIRAN (verbal) yang mendasari atau menjelaskan apa yang dilakukannya Pengadeganan ulang terhadap apa yang diceritakannya, mengarahkan subyek dan me nempatkan kamera seperti dalam pendekatan observasi

Tips & Proses Pembuatan Video ( Video Recording ) Interaktif untuk Company Profile
1. Riset (Research) Terlebih dahulu anda harus menggunakan mengadakan penelitian tentang perusahaan klien sebelum anda membuat video perusahaan. Riset bisa dengan cara : Wawancara dengan karyawan dan direksi Wawancara dengan Klien Perusahaan Membaca buku & brosur profil perusahaan Membuka website perusahaan Foto-foto dll. Yang penting anda harus mendapatkan data berupa angka, teks dan gambar. Tentu saja data tersebut bukan yang bersifat rahasia, namun yang bersifat umum. Dengan demikian anda akan mengetahui kondisi sebenarnya dari perusahaan tersebut, sehingga anda bisa merasakan dan menjiwai semangat kerja di perusahaan tersebut. Untuk melakukan riset memerlukan waktu kurang lebih 1 minggu. 2. Konsep Video Profil Perusahaan Setelah anda mempunyai bayangan umum terhadap perusahaan tersebut, kini anda seharusnya cukup percaya diri punya banyak bekal pertanyaan untuk sang klien. Tahap ini lebih banyak bertukar pikiran antara perusahaan / klien dan anda sebagai pembuat CD-i. Pembuat CD-i harus mengerti teknis dan detail pengerjaan CD-i agar keinginan klien bisa terpenuhi. Yang lebih penting keinginan klien bisa ditampung pihak pembuat CD-i. Namun tidak selalu keinginan klien kita terima 100%, akan lebih baik jika pihak pembuat CD-i bisa memberikan masukan berupa ide cerita, audio visual yang kreatif dll. Setelah berdiskusi panjang lebar, pihak pembuat CD-i bisa segera membuat skenario (berupa struktur CD-ini dan storyboard), sekaligus menghitung harga pembuatan proyek CD-i ini. a. Struktur Menu Struktur menu CD-i lebih mirip flow chart. Interface terdiri dari tombol, teks, gambar, suara dll, agar pengguna bisa menggunakan CD-i dengan mudah, komunikatif dan menyenangkan. Dari Struktur menu ini bisa terlihat seberapa rumit proyek CDi anda. b. Storyline

Storyline lebih mirip cerita pendek. Storyline dibuat jika ada pembuatan video profile dalam CDi. Oleh karena itu perlu ide cerita yang kreatif, konsep visual yang menarik, teks yang informatif, komunikatif, sehingga menjadi Skenario yang berkesan bagi yang menyaksikannya. Proses pembuatan Video Company Profile adalah tahap yang paling rumit, biaya produksi tertinggi ada di tahap ini. Ada baiknya anda buat juga versi VCD / VideoCD nya selain CDi agar bisa dijalankan di CD/DVD Player rumahan tanpa harus selalu menggunakan komputer Tips saat video shooting: Namun lebih baik anda mengambil juga data / properti di luar skenario, siapa tahu ada perubahan skenario atau desain yang memerlukan data / properti tersebut. Mumpung di tahap ini anda mendapatkan izin untuk melihat-lihat kondisi dan seluk beluk kantor tersebut. Rekam setiap divisi / bagian / departemen dari segi ruangan, produk dan karyawannya. Bila anda tidak mempunyai peralatan video shooting bisa menyewa ke video shooting untuk pernikahan. Siapkan cadangan baterai dan kaset / DV yang baru. Ambil adegan minimal 3x dari berbagai sudut agar anda bisa memilih stockshot terbaik. Ambil adegan dari 3 sudut pandang: Close Up, Medium Shot dan Long Shot Gunakan Teknik pergerakan kamera seperti Pan, Ped, Tilt, Dolly, Zoom, Truck, Arc dll agar video lebih dinamis. Untuk shooting luar ruang cahaya terbaik adalah pukul 8-9 pagi dan 3-4 sore. Jika shooting pukul 11-13 siang, bayangan akan terlalu kuat dan menutupi objek yang dishoot. Jangan gunakan rekaman video dari Camera / Foto Digital, karena intensitas cahaya, codec dan resolusi berbeda dengan Camcorder DV. Jika anda mencampuradukkan videonya akan terlihat jelas perubahan nuansanya. Anda sebagai sutradara berkewajiban mengatur aktor, kameramen dan pengkondisian suasana ruangan. Persiapkan shoot untuk menempatkan objek sepertiga dari area shoot, nantinya untuk penempatan teks saat editing di komputer. Umumkan jadwal Shooting ke seluruh pimpinan dan staf perusahaan, agar mereka siap dan tidak kaget menghadapi camera dan tim anda. Tokoh perusahaan seperti direktur, komisaris dll, usahakan tampil dan berbicara secara tegas, bersemangat tentang kualitas perusahaannya. Selain ucapan gunakan juga bahasa tubuh seperti gerakan tangan, langkah kaki, gerakan kepala dan senyuman.

Jika ada karyawan wanita yang berpenampilan menarik, bisa anda manfaatkan sebagai aktor untuk adegan seperti bersalaman, menelepon, mengetik, menyambut tamu, presentasi dll. Jika di perusahaan tersebut tidak ada yang cantik, anda bisa mengajak rekan anda, menyewa dari agen model, sekolah sekretaris dll. Untuk urusan ini anda tentu lebih tahu. Tips dan trik lain tentang shooting silakan tanya orang yang ahli tentang penyutradaraan atau jasa video shooting profesional.