Anda di halaman 1dari 5

Mendalami Pemikiran Manajemen Tujuan dalam pengklasifikasian aktiva dan kewajiban adalah untuk memberi pemakai suatu pengertian

tentang nilai nilai manajemen sehubungan dengan apakah akan mengikatkan kembali (recommit) dana untuk digunakan dalam operasi. Aktiva yang diikatkan untuk investasi yang berjangka panjang , aktiva itu tidak boleh diklasifikasikan sebagai aktiva lancar. Konsep modal kerja yang timbul karena memperhitungkan pengikatan kembali mengacu pada investasi bersih. Karena kewajiba berjangka pendek biasanya tidak memberikan modal investasi yang permanen tetapi erat dengan pembiayaan aktiva kerja. Sitlah modal kerja digunakan dengan arti selisih lebih aktiva lancar dengan kewajiban lancar. Prediksi Arus kas Pengklasifikasian lancar tak lancar saja tidak mungkin memungkinkan dibuatnya prediksi arus kas masa depan. Klasifikasi yang sekarang mencakup baik pos moneter maupun non moneter, yang harus di ukur dengan mengingat tujuan tujuan yang berbeda atau dengan derajat keandalan yuang berbeda, walaupun di upayakan agar pos-pos itu homogen. Pengklasifikasian sumberdaya dan komitmen saja tidak memungkinkan dilakukanya prediksi arus kas masa depan, tetapi suatu klasifikasi mungkin relevan bila dikaitkan dengan informasiarus kas historis atau yang di anggarkan. Operasi dan Siklus Operasi Sebagai alat untuk menggambarkan operasi-operasi perusahaan, klasifikasi lancartak lancar ini kurang baik. Pengklasifikasian ini juga di kritik karena asumsinya bahwa pos-pos modal kerja erat berkaitan dengan operasi berjalan, dan bahwa aktiva dan kewajiban jangka panjang dikaitkan dengan fungsi perencanaan jangka panjang organisasi.

Siklus Operasi umumnya, jika siklus ini kurang dari satu tahun, aturan satu tahun tetap berlaku: hasilnya adalah bahwa klasifikasi aktiva lancar tidak mengungkapkan secara konsisten frekuensi sirkulasi aktiva. Oleh karena itu, walaupun frekuensi sirkulasi aktiva mungkin relevan dengan prediksi arus kas, kemampuan untuk mengaitkan informasi ini dengan informasi penghasilan dan arus kas sukar dilakukan bila semua aktiva lancar di klasifikasikan seakan-akan aktiva-aktiva itu mempunyai frekuensi yang sama. Modal Kerja Bersifat Statis Penyajian modal kerja bisa memberikan informasi yang sah kepada para pemberi kredit jangka pendek karena penyajian itu menunjukan proteksi yang dimiliki oleh kreditor jangka panjang dan pemegang saham. Akan tetapi, baik jumlah modal kerja maupun rasio modal kerja tidak mesti merupakan indikasi yang baik mengenai kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban lancar pada saat jatuh tempo. Ketiadaan Relevansi Pengklasifikasian aktiva dan kewajiban menjadi lancar dan tidak lancar sebagai metode untuk menyajikan solvabilitas perusahaan sekarang ini kurang penting karena beberapa alasan: 1. Laporan-laporan lain, terutama laporan laba rugi dan arus kas dapat memberikan informasi yang lebih mengenai solvabilitas. 2. Laporan keuangan eksternal lebih banyak digunakan oleh investor dan kelompok-kelompokmlain daripada kreditor. 3. Perseroan biasanya dianggap lebih permanen sifatnya dan lebih stabil daripada sebagian besar perusahaan aba ke-19. 4. Luasnya penggunaan beberapa prosedur penilain, seperti LIFO membuat rasio modal kerja kurang berarti dibanding sebelumnya.

5. Permintaan kreditor dan pihak-pihak lain aka rasio modal kerja yang menguntungkan memaksa manajemen untuk mengambil tindakantindakan tertentu,seperti pembayaran kewajiban lancar menjelang tanggal neraca, dan menekan akuntan agar mengizinkan reklasifikasi agar modal kerja tampak menguntungkan. 6. Badan usaha menjadi lebih kompleks, sehingga tidak ada rasio modal kerja yang ditetapkan sebelumnya yang bisa dianggap perlu untuk mencapai solvabilitas yang memadai 7. Semakin banyaknya perusahaan yang memasuki industri pembuat jasa membuat solvabilitas perusahaan tidak begiatu tergantung pada sumberdaya yang diklasifikasikan sebagai lancar.

Alternatif-alternatif Karena adanya kesulitan- kesulitan sehubungan dengan penafsiran siklus operasi ini, dan karena tidak ada buktinya tentang relevansi pengklasifikasian aktiva lancar dengan kebutuhan pemakai, terdapat alternatif alternatif : 1. Menyajikan suatu klasifikasi kewajiban yang di dasarkan pada jenis sumber kredit yang tersedia bagi perusahaan 2. Mengungkapkan informasi pelengkap mengenai jumlah dan saat penerimaan kas dan pengeluaran kas yang diharapkan, yang berkaitan dengan aktiva dan kewajiban tertentu.

Saling Mengurangkan (Offsetting) kewajiban dan Aktiva Terdapat syarat dalam mengurangkan kewajiban dan aktiva sesuai yang diterbitakan FASB : 1. Harus ada satu hak legal untuk saling mengurangkan atau suatu pengurangan tak bersyarat yang disepakati bersama. 2. Harus ada niat untuk menerapkan hak untuk mengurangkan itu. 3. Jumlah yang dikurangkan dari suatu kewajiban tidak dapat lebih besar dari pada jumlah kewajiban itu sebaliknya.

Sebagai prinsip umum, aktiva dan kewajiban tidak boleh saling dikurangkan kecuali ada hak spesifik untuk saling mengurangkan. Ada dua pengecualian utama dari prinsip prinsip umum ini keduanya di setujui oleh FASB. Yang pertama berkaitan dengan pensiun, dimana perusahaan mempunyai hak untuk saling mengurangkan kewajiban pensiun dengan dana pensiun, sehingga menyisakan kewajiban pensiun bersih. Yang kedua berkaitan dengan penggunaan metode ekuitas dalam mempertanggung jawabkan investasi induk perusahaan dalam anak perusahaan.