Anda di halaman 1dari 5

I. 2 PERIODONTITIS DEFINISI Periodontitis (piore) terjadi jika gingivitis menyebar ke struktur penyangga gigi.

Periodontitis merupakan salah satu penyebab utama lepasnya gigi pada dewasa dan merupakan penyebab utama lepasnya gigi pada lanjut usia. ETIOLOGI Etiologi penyakit periodontal sangat kompleks. Para ahli mengemukakan bahwaetiologi penyakit periodontal dapat dikelompokkan dalam dua kelompok yaitu faktor lokal dan faktor sistemik. Faktor lokal dan faktor sistemik sangat erat hubungannya dan berperan sebagai penyebab terjadinya kerusakan jaringan periodontal. Umumnya, penyebab utama penyakit periodontal adalah faktor lokal. Keadaan ini dapat diperberat oleh keadaan sistemik yang kurang menguntungkan, yang memungkinkan terjadinya keadaan yang progresif. 11 I. Lokal. Disebabkan hanya oleh kelainan dalam mulut. Dibagi menjadi: 1. Faktor iritasi. Merupakan faktor yang sangat berperan dalam timbulnya proses peradangan atau masuknya iritan ke jaringan, yang disebabkan oleh : faktor inisiasi, oleh plak bakteri faktor predisposisi, faktor yg mempermudah berkumpulnya plak. Contohnya : kalkulus. Hanya faktor iritasi yang dapat menyebabkan terjadinya peradangan.

2. Fungsional. Faktor yang menyebabkan kerusakan jaringan periodontal karena terjadinya trauma from occlusion. Contohnya : bruksism, premature contact, hambatan oklusi.

Faktor ini yang mendukung terjadinya kerusakan jaringan periodontal. Trauma occlusion tidak menyebabkan peradangan tapi menyebabkan kerusakan Attachment apparatus jaringan periodontal. Kerusakan oklusi ini disebabkan karena faktor degeneratif.

II. Sistemik 1. Modifying primer (tidak ada peran faktor iritasi). Contoh : orang yang diterapi dengan Dilantin terjadi pembesaran gingiva, karena efek dari terapi. 2. Modifying sekunder (ada peran faktor iritasi). Contoh : pada wanita hamil terdapat epulis gravidarum yang disertai oleh faktor iritasi karena Oral hygiene (OH) buruk.

12 Faktor yang berhubungan dengan Sistemik : 1. Faktor Nutrisi Contoh Defisiensi Vitamin C 2. Hormonal. Contoh : penyakit Diabetes melitus 3. Hematologi. Contoh: Leukemia

Terlihat adanya hubungan yang erat antara faktor lokal dan faktor sistemik, yaitu penyakit diabetes mellitus dapat mengakibatkan meningkatnya insiden karies dentis dan memperberat gingivitis maupun penyakit periodontal. Sebaliknya infeksi gigi dan jaringan sekitarnya dapat mempengaruhi stabilitas kadar gula darah. Pernah dilaporkan bahwa destruksi jaringan periodontal pada penderita diabetes mellitus lebih parah dibandingkan dengan yang bukan penderita diabetes mellitus. Sebagian besar periodontitis merupakan akibat dari penumpukan plak dan karang gigi (tartar) diantara gigi dan gusi. Akan terbentuk kantong diantara gigi dan gusi dan meluas ke bawah diantara akar gigi dan tulang dibawahnya. Kantong ini mengumpulkan plak dalam suatu lingkungan bebas oksigen, yang mempermudah pertumbuhan bakteri. Jika keadaan ini terus berlanjut, pada akhirnya banyak tulang rahang di dekat kantong yang dirusak sehingga gigi lepas. Kecepatan tumbuhnya periodontitis berbeda pada orang-orang yang memiliki jumlah tartar yang sama. Hal ini mungkin karena plak dari masing-masing orang tersebut mengandung jenis dan jumlah bakteri yang berbeda, dan karena respon yang berbeda terhadap bakteri.

13 Beberapa kekurangan keadaan medis yang bisa diabetes sindroma penyakit sel darah mempermudah terjadinya periodontitis: melitus Down Crohn putih AIDS.

GEJALA Gejala-gejala perubahan bau mulut dari perdarahan warna periodontitis adalah: gusi gusi (halitosis).

DIAGNOSA Pada pemeriksaan mulut dan gigi, gusi tampak bengkak dan berwarna merah keunguan. Akan tampak endapan plak atau karang di dasar gigi disertai kantong yang melebar di gusi. Dokter gigi akan mengukur kedalaman kantong dalam gusi dengan suatu alat tipis dan dilakukan rontgen gigi untuk mengetahui jumlah tulang yang keropos. Semakin banyak tulang yang keropos, maka gigi akan lepas dan berubah posisinya. Gigi depan seringkali menjadi miring ke luar. Periodontitis biasanya tidak menimbulkan nyeri kecuali jika gigi sangat longgar sehingga ikut bergerak ketika mengunyah atau jika terbentuk abses (pengumpulan nanah).

TERAPI Seorang dokter gigi bisa membersihkan kantong sampai kedalaman 0,5 cm dengan alat khusus, yang dapat membuang seluruh karang gigi dan permukaan akar gigi yang sakit untuk kantong yang dalamnya mencapai 0,6 cm atau lebih, seringkali diperlukan pembedahan. 14 Seorang dokter gigi juga dapat mengangkat sebagian gusi yang terpisah sehingga gusi yang tertinggal bisa direkatkan lagi dengan lebih erat ke gigi dan penderita bisa membersihkan plaknya di rumah. Jika terbentuk abses, diberikan antibiotik. Ke dalam kantong yang dalam bisa dimasukkan filamen yang mengandung antibiotik sehingga obat bisa mencapai daerah yang sakit dalam konsentrasi yang tinggi. Abses periodontal menyebabkan serangan pengrusakan tulang, tetapi pengobatan segera dengan pembedahan dan antibiotik memungkinkan tulang yang rusak untuk tumbuh kembali. Jika setelah pembedahan timbul luka terbuka di mulut, diberikan obat kumur klorheksidin selama 1 menit, 2 kali/hari untuk sementara waktu, menggantikan gosok gigi dan pemakaian benang gigi.

PENCEGAHAN Pencegahan terbaik adalah menjaga kebersihan mulut dan gigi. Pengobatan dan pencegahan gingivitis dapat mengurangi resiko terjadinya periodontitis. Sebagian besar periodontitis merupakan akibat dari penumpukan plak dan karang gigi (tartar) diantara gigi dan gusi. Akan

terbentuk kantong diantara gigi dan gusi dan meluas ke bawah diantara akar gigi dan tulang dibawahnya. Kantong ini mengumpulkan plak dalam suatu lingkungan bebas oksigen, yang mempermudah pertumbuhan bakteri. Jika keadaan ini terus berlanjut, pada akhirnya banyak tulang rahang di dekat kantong yang dirusak sehingga gigi lepas. Kecepatan tumbuhnya periodontitis berbeda pada orang-orang yang memiliki jumlah tartar yang sama. Hal ini mungkin karena plak dari masing-masing orang tersebut mengandung jenis dan jumlah bakteri yang berbeda, dan karena respon yang berbeda terhadap bakteri.