Anda di halaman 1dari 10

MODUL V INTERFEROMETER

Hari,tgl, waktu praktikum Senin, 19 Maret 2012 Pukul 08.00-11.00 WIB Nama : Solehudin Hikmatiar/1210703032

Assisten : Nina Yunia Hasanah I. KONDISI LAB KONDISI/WAKTU Temperatur Kelembaban Tekanan AWAL (28 0,5)0C (80 0,5)% (695.45 0.025)mmHg AKHIR (26 0,5)0C (68 0,5)% (696.15 0.025)mmHg

II.

TUJUAN a. Merangkai dan Memahami prinsip kerja interferometer Michelson dan mach-zehnder b. Menggunakan interferometer Michelson untuk meneliti dan memahami gejala interferensi cahaya. c. Memahami beberapa karakteristik laser dan optik.

III.

ALAT DAN BAHAN 1. Kamera untuk memfoto 2. Meja optik 3. Laser He-Ne 4. Lima bangku optik 5. Dua buah pembagi berkas sinar (beam divider) 6. Dua buah penyangga beam divider 7. Dua buah cermin datar 8. Lensa sferis f=2,7 mm 9. layar
1

IV.

TEORI SINGKAT Pada umumnya rangkaian Interferometer terdiri atas beberapa buah cemin datar, beam divider dan lensa sferis serta sebuah laser sebagai sumber cahaya Pemantauan dan pengendalian semua variabel proses seperti daya, temperatur, dan tekanan merupakan kebutuhan mutlak dalam bidang industri.

Instrumentasi merupakan alat yang dapat digunakan untuk memantau dan mengendalikan variabel proses tersebut. Dari hasil pemantauan maka dapat diketahui apakah sistem berjalan sesuai dengan yang dikehendaki atau tidak. Bila terjadi penyimpangan, maka diperlukan tindakan kontrol sehingga proses dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Salah satu peralatan instrumentasi yang banyak digunakan adalah

Interferometer. Interferometer merupakan perangkat ukur yang memanfaatkan gejala interferensi. Interferensi adalah suatu kejadian dimana dua gelombang atau lebih berjalan melalui bagian yang sama dari suatu ruangan pada waktu yang bersamaan. Hal ini mengakibatkan terjadinya superposisi dari gelombang gelombang tersebut sehingga menghasilkan pola intensitas baru. Dengan ditemukannya sinar laser yang mempunyai sifat koheren, maka Interferometer dapat menjadi perangkat yang sangat berguna dalam industri. Interferometer dapat digunakan untuk mengukur getaran permukaan, simpangan, kecepatan partikel, temperatur dan sebagainya. Pengukuran berlangsung tanpa kontak mekanik sehingga tidak membebani obyek yang diukur. Disamping itu kepekaannya sangat tinggi: simpangan dengan orde kurang dari panjang gelombang cahaya dapat dideteksi dengan mudah. Sistem Interferometer Peralatan Interferometer terdiri atas empat bagian pokok yaitu sinar laser, detektor, sistem akuisisi data dan komputer. Dalam Interferometer, sumber cahaya yang digunakan adalah sinar laser. Sinar laser ( light amplification by stimulated emission of radiation ) merupakan cahaya yang

intensitasnya digandakan dan difokuskan pada arah tertentu. Sinar laser bersifat koheren dan mempunyai intensitas yang sangat tinggi Tahun 1960 untuk pertama kalinya sinar laser He-Ne di demontrasikan oleh Javan, Bennet dan Heriot. Setelah itu berkembang sinar laser jenis gas seperti kripton dan sinar laser jenis zat cair seperti laser dyne. Supaya dapat mengadakan interferensi, maka sinar laser tersebut dipisahkan oleh pemisah berkas menjadi dua bagian yaitu berkas uji dan berkas referensi. Berkas uji adalah berkas cahaya yang dikenakan atau dipantulkan dengan obyek yang akan diukur. Berkas referensi adalah berkas cahaya yang pola fasanya dipertahankan tetap. Setelah dilakukan pengujian, maka berkas uji dan berkas referensi dipertemukan. Interferensi antara keduanya memberikan informasi mengenai obyek yang memantulkan berkas uji tersebut. Pola interferensi ini diterima oleh detektor yang dilengkapi dengan sistem akuisisi data. Sistem akuisisi data terdiri dari dua bagian yaitu sistem pengkondisi sinyal dan interface. Detektor adalah alat untuk mengubah besaran fisik - dalam hal ini fluks intensitas cahaya - menjadi besaran listrik. Pemilihan detektor didasarkan pada akurasi, presisi, linieritas dan kestabilan temperatur. Detektor yang sering digunakan dalam interferometer adalah foto detektor. Jika detektor ini ditembus oleh sinar laser maka akan terjadi ionisasi. Hal ini menyebabkan timbulnya arus listrik. Karena arus listrik yang ditimbulkan oleh detektor sangat kecil, maka perlu diperkuat dan diubah menjadi tegangan oleh sistem pengkondisi sinyal. Selain memperkuat, sistem pengkondisi sinyal juga melakukan filtering yaitu mereduksi noise dan sinyalsinyal yang tidak dikehendaki. Sinyal tersebut lalu diubah menjadi sinyal digital oleh ADC dan dimasukkan ke komputer melalui interface input

V.

DATA DAN PENGOLAHAN

Ketika dua gelombang yang koheren menyinari/melalui dua celah sempit, maka akan teramati pola interferensi terang dan gelap pada layar. Jarak tempuh cahaya yang melalui dua celah sempit mempunyai perbedaan (beda lintasan), hal ini yang menghasilkan pola interferensi. Pola interferensi terbagi dua, yaitu: Interferensi Maksimum: gelombang saling memperkuat/konstruktif,

menghasilkan garis terang. Interferensi Minimum: gelombang saling memperlemah/destruktif,

menghasilkan garis gelap. Tabel interferometer No Referensi Interferometer Hasil praktikum

1.

VI.

ANALISIS/PEMBAHSAAN

Laser adalah merupakan sebuah peranti yang mengeluarkan cahaya melalui satu proses dipanggil pemancaran terangsang. Laser adalah akronim kepada LASER(Light Amplification by Stimulated Emission of Radiation Pembesaran Cahaya oleh Pancaran Sinaran yang Terangsang). Cahaya laser adalah gelombang elektromagnet nampak yang berada di dalam julat tertentu. Komponen Dasar dari LASER
4

Untuk membuat suatu osilator dari amplifier, maka diperlukan suatu feedback positif yang sesuai. Dalam kasus Laser, feedback diperoleh dengan menempatkan bahan aktif diantara dua cermin pemantul (reflecting mirrors), seperti cermin bidang yang sejajar. Sifat-sifat cahaya LASER Sifat cahaya laser dicirikan oleh monokromatis, koheren, terarah dan brightness A. Monokromatis Monokromatis artinya hanya satu frekuensi yang dipancarkan. Sifat ini diakibatkan oleh: 1. Hanya satu frekuensi yang dikuatkan [ = (E2 -E1 )/h] 2. Susunan dua cermin yang membentuk cavity-resonant sehingga osilasi terjadi hanya pada frekuensi yang sesuai dengan frekuensi cavity. B. Koheren B.1. Koheren ruang (spatial coherence) B.2. Koheren waktu (temporal coherence) C. Keterarahan (directionality) Merupakan konsekuensi langsung ditempatkannya bahan aktif dalam cavity resonant. Hanya gelombang yang merambat dalam arah yang tegak lurus terhadap cermin2 yang dapat dipertahankan dalam cavity. C.1. Koheren ruang yang sempurna Pada jarak tertentu masih terjadi divergensi akibat difraksi D layar Prinsip Huyghens : muka-muka gelombang pada layar dapat diperoleh akibat superposisi dari gelombang-gelombang yang dipancarkan oleh tiap titik di apertur D Suatu berkas cahaya dimana divergensinya dapat diungkapkan dalam bentuk d diatas disebut diffraction limited. C.2. Koheren ruang parsial Divergensi lebih besar daripada nilai minimum untuk difraksi
5

batas terjadinya superposisi koheren dari wavelets elementer. Kesimpulan: berkas output laser harus dibuat dalam batas difraksi (diffraction limited)D. Brightness Brightness suatu sumber cahaya didefinisikan sebagai daya yang dipancarkan persatuan luas permukaan persatuan sudut ruang. Daya yang dipancarkan dP oleh permukaan luas dS ke sudut ruang d di sekitar titik OO: dP = BcosdSd Faktor cos secara fisis merupakan proyeksi dS para bidang ortogonal terhadap arah OO. B adalah brightness sumber pada titik O dalam arah OO. Besaran ini bergantung pada koordinat . Bila B merupakan suatu konstanta, maka sumber cahaya dikatakan isotropik Brightness merupakan parameter yang sangat penting. Secara umum brightness dari sumber cahaya: Cahaya merupakan sejenis energi berbentuk gelombang elektromagnetik yang bisa dilihat dengan mata. Cahaya juga merupakan dasar ukuran meter: 1 meter adalah jarak yang dilalui cahaya melalui vakum pada 1/299,792,458 detik. Kecepatan cahaya adalah 299,792,458 meter per detik. Sifat-sifat cahaya ialah, cahaya bergerak lurus ke semua arah. Buktinya adalah kita dapat melihat sebuah lampu yang menyala dari segala penjuru dalam sebuah ruang gelap. Apabila cahaya terhalang, bayangan yang dihasilkan disebabkan cahaya yang bergerak lurus tidak dapat berbelok. Namun cahaya dapat dipantulkan . Interferensi Maksimum (Konstruktif)

: Interferensi maksimum terjadi jika kedua gelombang memiliki fase yang sama (sefase), yaitu jika selisih lintasannya sama dengan nol atau bilangan bulat kali panjang gelombang

d sin = m ; m = 0, 1, 2 .

Bilangan m disebut orde terang . Untuk m = 0 disebut terang pusat, m = 1 disebut terang ke-1 dst.

Karena jarak celah ke layar l jauh lebih besar dari jarak kedua celah d (l >> d), maka sudut sangat kecil, sehingga sin = tan = p/l, dengan demikian :

pd/l = m

dengan p adalah jarak terang ke-m ke pusat terang.

Interferensi Minimum (Destruktif):

Interferensi minimum terjadi jika beda fase kedua gelombang 180 derajad, yaitu jika selisih lintasannya sama dengan bilangan bulat kali setengah panjang gelombang

d sin = (m ); m = 1, 2, 3

Bilangan m disebut orde gelap. Tidak ada gelap ke 0. Untuk m = 1 disebut gelap Mengingat sin = tan = p/l, maka: ke-1 dst.

pd/l = (m )

dengan p adalah jarak terang ke-m ke pusat terang.

Jarak antara dua garis terang yang berurutan sama dengan jarak dua garis gelap berurutan. Jika jarak itu disebut p, maka :

p d = l Interferensi menunjukkan efek efek fisis yang timbul karena super posisi dua atau lebih deret gelombang. Super posisi d ua buah gelombang atau lebih yang frekuensi dan amplitudonya sama yang keduanya hampir sefasa akan menghasilkan sebuah gelombang yang amplitudonya hampir dua kali aplitudo masing masing gelombang. Kedua gelombang tersebut dikatakan berinterferensi konstruktif. Super posisi dua gelombang yang frekuensi dan amplitudonya sama dan berbeda fasa hamper 180 menghasilkan sebuah gelombang yang amplitudonya hampir sama dengan nol. Interferensiseperti ini disebut dengan interferensi destruktif. Salah satu alat yang digunakan untuk mengamati gejala interferensi adalah Interferometer. Fase gelombang sangat mempengaruhi hasil interferensi karena dalam interferensi terjadi yang namanya pola gelap terap, pola terang terjadi sebagai interferensi konstruktif karena superposisi 2 gelombang atau lebih, gelombang ini memiliki fasa yang sama dengan amplitudo golambangnya, dan pola gelap destruktif terjadi karena superposisi dua gelombang yang berbeda fasa

mengakibatkan akan saling meniadakan.

Jika beem divider tidak bias membagi yaitu 50% refleksi dan 50% transmisi akan menyebabkan tidak terjadinya interferensi, karena interferensi terjadi jika Dalam Interferometer Michelson, sinar laser dipecah oleh beam divider menjadi dua sinar koheren.

Jika Jarak anatar

M1 dan M2 sangat dekat (cukup dekat), kita akan

mendapatkan pola interferensi yang paralel pada layar terhadap jarak antara kedua cermin. Usahakan meja optik (beserta semua peralatan di atasnya) tetap dalam keadaan tegar, karena getaran dalam jangkauan panjang gelombang sumber akan menggangu pola interferensi.

VII.

SIMPULAN Interferometri adalah ilmu menginterpretasikan dua atau lebih gelombang melalui pola interferensinya. Interferometer merupakan alat untuk mengukur panjang gelombang sinar koheren dengan menggunakan interferensi.. Alat ini merupakan alat yang menghancurkan teori eter. Jenis interferometer yang digunakan pada praktikum ini adalah

Interferometer Michelson-Morley Karakteristik sinar laser monokromatik, memiliki intensitas yang tinggi dan sulit menyebar.

Interferometer Interferometer Michelson adalah salah satu jenis dari interferometer, yaitu suatu alat yang digunakan untuk menghasilkan suatu pola interferensi. Interferometer Michelson merupakan alat yang paling umum digunakan dalam mengukur pola interferensi untuk bidang optik yang ditemukan oleh Albert Abraham Michelson. Sebuah pola interferensi dihasilkan dengan membagi seberkas cahaya menggunakan sebuah alat yang bernama pembagi sinar (beam splitter). Interferensi terjadi ketika dua buah cahaya yang telah dibagi digabungkan kembali. Seperti halnya celah ganda Young, interferometer Michelson mengambil cahaya monokromatik yang berasal dari sebuah sumber tunggal dan membaginya ke dalam dua gelombang yang mengikuti lintasan-lintasan yang berbeda. Interferometer ini digunakan oleh Michelson untuk percobaan Michelson-Morley bersama dengan Edward Morley.[1] Dalam satu versi percobaan Michelson-Morley, interferometer menggunakan cahaya bintang sebagai sumber cahaya. Cahaya bintang adalah cahaya yang memiliki koherensi temporal, namun titik sumber cahaya itu memiliki koherensi spasial dan akan menghasilkan sebuah pola interferensi. Cahaya merupakan salah satu gelombang elektomagnetik yang memiliki cepat rambat diruang hampa sebesar 300.000.000 m/s. salah satu sifat dari cahaya sebagai gelombang elektromagnetik adalah sifat superposisi yaitu bertemunya dua gelombang pada suatu titik yang menghasilkan gelombang gabungan pada titik tersebut. Salah satu cahaya yang digunakan pada praktikum ini adalah sinar laser, karena sinar laser memiliki kelebihan antara lain intensitasnya yang tinggi, monokromatis dan tingkat koherensinya yang tinggi. Salah satu metode yang dapat diterapkan untuk mendeteksi gelombang adalah Interferometer Mach Zhender. Prinsip kerja Interferometer Mach-Zhender didasarkan pada seberkas cahaya yang terbelah menjadi dua berkas yang selanjutnya dipadukan lagi yang hasil perpaduannya dapat ditangkap olch detektor (layar) sebagai interferensi optikal. Hasil percobaan menunjukkan bahwa distribusi intensitas frinji yang berbeda. frinji pertama nilai maksimum 0,856789 dan nilai minimum 0,09578. Dan Frinji ke dua nilai maksimum 0,570347 dan nilai minimum 0,033614. Sedangkan untuk frinji ketiga nilai maksimum 0,893893 dan nilai minimum 0.049959. hal ini disebabkan oleh pengaruh suhu, cahaya lampu lingkungan, set alat yang kurangtepat, keadaan alat yang kurang bagus. Sumber : http://kaisnet.wordpress.com/2011/03/16/interferometer-mach-zhender/
10