Anda di halaman 1dari 7

PENANAMAN MODAL ASING

A.Pengertian Penanaman Modal Asing Penanaman modal asing merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh pihak asing dalam rangka menanamkan modalnya disuatu negara dengan tujuan untuk mendapatkan laba melalui penciptaan suatu produksi atau jasa. Undang undang nomor 1 tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing menyebutkan bahwa : pengertian penanaman modal dalam undang undang ini hanyalah meliputi penanaman modal asing secara langsung yang dilakukan menurut atau berdasarkan ketentuan ketentuan undang undang ini dan yang digunakan untuk menjalankan perusahaan di Indonesia, dalam artian bahwa pemilik modal secara langsung menanggung risiko dari penanaman modal tersebut. Sedangkan pengertian modal asing dalam undang - undang tersebut adalah: a. Alat pembayaran luar negeri yang tidak merupakan bagian dari kekayaan devisa Indonesia, yang dengan persetujuan pemerintah digunakan untuk pembiayaan perusahaan di Indonesia. b. Alat-alat untuk perusahaan, termasuk penemuan-penemuan baru milik orang asing dan bahan-bahan, yang dimasukkan dari luar ke dalam wilayah Indonesia, selama alat-alat tersebut tidak dibiayai dari kekayaan devisa Indonesia. c. Bagian dari hasil perusahaan yang berdasarkan undang - undang ini keuntungan yang diperkenankan ditransfer, tetapi dipergunakan untuk membiayai perusahaan di Indonesia

B.Metode Penanaman Modal Asing

1. Penanaman Modal Asing Langsung (Foreign Direct Investment, FDI) Seluruh modalnya dimiliki oleh warga Negara dan atau badan hukum asing, dengan ketentuan dalam jangka waktu paling lama 15 tahun sejak produksi komersial, sebagian saham asing harus dijual kepada warga Negara dan atau badan hukum Indonesia melalui pemilikan langsung atau pasar modal.

2.Penanaman Modal Asing Tidak Langsung ((Foreign Indirect Investment, FII) Usaha patungan antara modal asing dengan modal yang dimiliki oleh warga negara atau badan hukum Indonesia, dengan ketentuan peserta Indonesia harus memiliki paling sedikit 5% dari modal disetor sejak pendirian perusahaan penanaman modal asing, ketentuan

usaha patungan ini bersifat wajib bagi kegiatan investasi yang dilakukan dalam sembilan sektor publik, yaitu pelabuhan, produksi dan transmisi serta distribusi tenaga listrik untuk umum, telekomunikasi, pelayaran, penerbangan, air minum, kereta api umum, pembangkitan tenaga atom, dan mass media. 3. Penanaman modal asing lewat pemberian pinjaman PMA model ini dilakukan dengan jalan memberi pinjaman oleh pihak asing kepada perusahaan domestik dalam bentuk offshore loan, bonds, notes, commercialpaper, dan lainlain

4. Penanaman modal asing kontraktual Dalam hal ini PMA dilakukan dengan hanya mengandalkan ikatan kontraktual, yakni dengan mengadakan kontrak oleh pihak asing dengan perusahaan domestik. Misalnya, kontrak tentang bantuan teknis/manajemen, lisensi, agency, dan lain-lain.

C.Proses Pendirian Perseroan Terbatas PMA

Secara umum syarat-syarat yang diperlukan adalah hampir sama dengan pendirian perseroan terbatas bukan PMA (PT umum). Bedanya hanya terletak pada status kewarga negaraan salah satu pemegang saham perseroan. Namun sebelum dibuatkan akta pendiriannya terlebih dahulu harus mengajukan permohonan ijin pendirian kepada Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengenai maksud dan tujuan dari didirikannya perseroan terbatas tersebut. Permohonan ini diajukan oleh para calon pemegang saham disertai dengan data-data lengkap, besarnya modal (dalam US Dollar) serta lingkup usaha yang akan dijalankan. Dalam mendirikan suatu Perseroan Terbatas (PT)disyaratkan bahwa seluruh pemegang sahamnya adalah Warga negara Indonesia . Dalam hal terdapat unsur asing baik sebagian ataupun seluruhnya, maka PT tersebut harus berbentu PT. PMA (Penanaman Modal Asing). Suatu PT biasa yang dalam perkembangannya memasukkan pemodal baru yang berstatus asing (baik itu perorangan maupun badan hukum) maka PT tersebut harus merubah statusnya menjadi PT. PMA. Adanya surat edaran menteri Kehakiman RI nomor J.A. 5/3/2 tanggal 26 April 1967 tentang penegasan dari Pasal 3 UU Nomor 1 Tahun 1967, bahwa yang dimaksud dalam pasal tersebut yakni perusahaan penanaman modal asing harus berbentuk Perseroan Terbatas (PT).

Terhadap pendirian perusahaan penanaman modal asing yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT) antara lain: 1. Pengesahan Perseroan Terbatas (PT) dapat dimohonkan dengan mempergunakan

Prosedur PT biasa yakni menurut peraturan yang berlaku mengenai pendirian PT yang tercantum dalam Pasal 36-56 KUH Dagang Indonesia. 2. Untuk mempermudah prosedur pengesahan, maka sebaiknya dibuat dahulu rancangan

akta pendirian untuk disampaikan kepada departemen kehakiman dengan permohonan meninjau rancangan yang diajukan itu. 3. Selain rancangan itu Departemen Kehakiman memerlukan sebagai bahan pertimbangan lainnya: a. b. Izin penanaman modal asing sesuai dengan Pasal 18 UUPMA Surat persetujuan untuk mendirikan Perseroan Terbatas (PT) dari Departemen yang

membidangi usaha tersebut serta Biro Lalu Lintas Devisa (BLLD) 4. Rancangan setelah diteliti segera akan dikembaliakan kepada yang bersangkutan dengan saran perbaikan serta pemberitahuan untuk membuat akta pendirian di muka notaris sesuai dengan petunjuk dan notaries dapat mengajukan permohonan pengesahannya kepada Departemen Kehakiman sebagaimana yang biasannya dilakukan oleh notaris. 5. Adapun mengenai isi akta pendirian perlu ditekankan sebagai berikut: a. Nama Perseroan Terbatas (PT) supaya menghubungi terlebih dahulu Departemen

Kehakiman apakah ada keberatan mengenai pemakaiannya dan agar akta PT tercakup dalam namanya. b. Pernyataan modal PT dalam suatu nilai mata uang agar disesuaikan dengan tata kerja

Biro Lalu Lintas Devisa (BLLD) c. Teks akta pendirian PT supaya ditulis dalam bahasa Indonesia. Ditetapkan surat edaran dari Menteri Kehakiman yang ditujukan kepada semua notaris di Indonesia agar dalam pelaksanaan pembuatan akta pendirian PT khususnya perusahaan Penanaman Modal Asing dapat memperhatikan arahan tersebut begitu pula halnya dengan calon penanaman modal asing.Perseroan terbatas barulah dapat didirikan setelah melalui prosedur permohonan izin penanaman modal asing dengan persetujuan pelaksanaan penanaman modalnya di Indonesia lewat keputusan Presiden. Modal asing dalam pendirian PT ada dua kemungkinan sumbernya, yaitu: a. Penanaman modal asing secara penguasaan penuh atas semua modal yang ditanamkan. b. Penanaman modal asing atas dasar kerja sama patungan Joint Venture dengan modal yang terbagi.

Dengan demikian dapat dilihat bahwa pendirian perusahaan yang menggunakan badan hukum Indonesia dan berbentu PT serta berkedudukan dlam wilyah Indonesia merupakan syarat yang harus dipenuhi oleh penanaman modal khususnya penanaman modal asing bilamana ingin menanamkan modalnya di Indonesia.

D.Teori Yang Mempengaruhi Penanaman Modal Asing Ada beberapa teori yang di kemukakan oleh beberapa ahli untuk menganalisis faktorfaktor yang mempengaruhi penanaman modal asing. Alan M. Rugman (1981) Menyatakan bahwa penanaman modal asing dipengaruhi oleh variable lingkungan dan variable internalisasi.variable lingkungan sering kali di sebbut keunggulan spesifik negara atau faktor spesifik.sedangkan variable internalisasi atau keunggulan spesifik perusahaan merupakan keunggulan internal yang dimiliki perusahaan multinasional. Vernon (1966) Menjelaskan penanaman modal asing dengan model yang disebut model siklus produk.dalam model ini introduksi dan pengembangan produk baru di pasar melalui tiga tahap. Dalam tahap satu,pada waktu produk pertama kali di kembangkan dan di pasarkan,di perlukan suatu hubungan yang erat antara kelompok desain,produksi dan pemasaran dari perusahaan dan pasar yang akan di layani oleh produk itu. Dalam tahap dua,pada waktu pasar di negara lain mengembangkan karakteristik serupa dengan yang di pasar dalam negeri,produk tersebut akan di ekspor ke luar negeri. Dalam tahap tiga,produk telah terbuat lebih baik dengan desain yang di standardisasi. John Dunning (1977) Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi penanaman modal asing melalui teori ancangan eklektis.teori ekletis menetapkan suatu set yang terdiri dari tiga persyaratan yang di butuhkan bila sebuah perusahaan aakan berkecimpung dalam penanaman modal asing,yaitu,keunggulan spesifik perusahaan,keunggulan internalisasi,keunggulan spesifik negara. Robbock & Simmonds (1989) Menjelaskan penanaman modal asing melalui pendekatan global,pendekatan pasar yang tidak sempurna,pendekatan imperalisasi marxis. internalisasi,model siklus produk,produksi internasional,model

E. Perusahaan Dapat dikatakan Perusahaan PMA Mengacu pada ketentuan yang terdapat dalam UU Penanaman Modal No. 25 Tahun 2007, maka yang disebut sebagai Penanaman Modal Asing, harus memenuhi beberapa unsur berikut (Ps. 1(3)): 1) Merupakan kegiatan menanam modal 2) Untuk melakukan usaha di wilayah negara Republik Indonesia 3) Dilakukan oleh penanam modal asing, 4) Menggunakan modal asing sepenuhnya maupun yang berpatungan dengan penanam modal dalam negeri.

Adapun bentuk penanaman modal ini dapat dilakukan melalui beberapa cara, diantaranya (Ps. 5(3)): 1) Mengambil bagian saham pada saat pendirian Perseroan Terbatas; 2) Membeli saham; dan 3) Melakukan cara lain sesuai dengan ketentuan perundang-undangan 4) Berdasarkan pengertian ini, maka dapat disimpulkan bahwa setiap Perusahaan yang didalamnya terdapat Modal Asing, tanpa melihat batasan jumlah modal tersebut dapat dikategorikan sebagai PMA.

F. Usaha-usaha yang tertutup dari PMA Bidang-bidang usaha yang tertutup untuk penanaman modal asing secara penguasaan penuh ialah bidang-bidang yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup rakyat banyak menurut pasal 6 UPMA adalah sebagai berikut : 1) pelabuhan-pelabuhan 2) produksi, transmisi dan distribusi tenaga listrik untuk umum 3) telekomunikasi 4) pelayaran 5) penerbangan 6) air minum 7) kereta api umum 8) pembangkit tenaga atom 9) mass media

G.Dampak Penanaman Modal Asing Positif Penanaman modal asing yang dilakukan dapat memberikan beberapa keuntungan baik bagi pemerintah, perusahaan nasional maupun masyarakat yaitu sebagai berikut: a. Penanaman modal asing secara langsung dapat mengurangi masalah

pengangguran dan menambah kesempatan kerja bagi masyarakat. b. Penanaman modal asing dapat digunakan sebagai sumber penghasilan

pendapatan bagi pemerintah yaitu berupa pajak yang dikenakan atas keuntungan yang diperoleh perusahaan asing tersebut dan royalties yang dibayarkan perusahaan asing untuk memperoleh konsesi pengusahaan kekayaan alam yang dimiliki negara yang bersangkutan. c. Penanaman modal asing memungkinkan perusahaan nasional untuk

menggunakan teknologi yang lebih baik, lebih mudah memperoleh bahan mentah serta dapat menjual hasil-hasil usahanya kepada perusahaan asing. Negatif Adanya penaman modal asing selain dapat memberikan manfaat atau keuntungan tetapi juga dapat memberikan akibat sebagai berikut: a. Penanaman modal asing secara langsung dapat mengurangi tingkat tabungan

yang tercipta pada masa yang akan datang bila kegiatan yang dilakukan perusahaan asing mempertinggi tingkat konsumsi masyarakat sebagai akibat dari banyaknya jumlah barang konsumsi yang tersedia, tidak menanam kembali keuntungan yang diperoleh dan menghalangi perkembangan perusahaan nasional yang sejenis. b. Dalam jangka panjang, penanaman modal asing dapat memperburuk masalah

kekurangan mata uang asing yaitu apabila hasil-hasil mereka tidak di ekspor ataupun tidak menggantikan barang-barang impor, mengimpor barang mentah dari luar negeri dan mengirimkan keuntungan yang diperoleh kepada perusahaan induk di luar negeri. c. Dapat menghambat perkembangan perusahaan nasional yang sejenis dengan

pemasaran yang lebih baik dari perusahaan nasional sehingga melemahkan persaingan dari perusahaan nasional. Selain itu akibat yang lebih buruk adalah dapat mematikan perusahaan nasional yang telah adasehingga menimbulkan pengangguran dan menghapus mata pencaharian segolongan masyarakat.