Anda di halaman 1dari 11

Soal Respi 2009

1. Seorang ibu, 25 tahun mengeluh kehilangan suaranya selama 3 hari terakhir dengan riwayat batuk dan pilek kurang lebih 1 minggu. Kemudian dokter melakukan laryongscope indirect dan didapatkan terjadi proses inflamasi pada plica vocalis, dimana plica vocalis ini melekat pada : A. B. C. D. E. Cartilago Thyroidea Cartilago Epiglottica Cartilago Cricoidea Cartilago Aritaenoidea Cartilago Cuneiforme

2. Seorang bayi 4 bulan masuk rumah sakit dengan keluhan panas, batuk, demam, dan sesak napas. Setelah dilakukan pemeriksaan akhirnya didiagnosa bayi ini menderita pneumonia. Struktur yang mengalami infeksi adalah : A. B. C. Trachea Larynx Pharynx D. Alveolus E. Cavum Nasi

3. A. B. C. D. E.

Pada saat inspirasi, diaphragma akan : Relaksasi Bergerak ke atas Bergerak ke bawah Tidak bergerak Kontraksi

4. Seorang laki-laki masuk UGD dengan keluhan sesak napas yang hebat disertai stridor inspiratoar. Ciri histologik dari organ yang memberikan gejala di atas adalah :

A. B. C. D. E.

Epitel respirasi dengan cincin tulang rawan hyaline berbentuk huruf C Epitel respirasi dengan cartilago berbentuk lempeng-lempeng irreguler Epitel columnar bertingkat bersilia dengan sel-sel goblet Epitel selapis thorax rendah bersilia Epitel selapis kubis bersilia dengan serat otot polos yang menyerupai pita

5. Seorang bayi lahir prematur dan ditemukan adanya paru-paru yang kolaps. Apakah yang menyebabkan kondisi tersebut ? A. B. C. D. E. Pembentukan sawar udara-darah tidak sempurna Polus alveolar tidak terbentuk Gangguan pembentukan sel alveolus gepeng (sel tipe I) Gangguan pembentukan sel debu Gangguan pembentukan surfaktan (makrofag alveolus)

6. A. B. C. D. E.

Ciri histologik dari selaput pleura adalah : Epitel columnar bertingkat bersilia Epitel berlapis gepeng tidak bertanduk Epitel selapis gepeng Epitel peralihan Epitel berlapis gepeng bertanduk

7. Seorang laki-laki didiagnosa menderita bronkitis. Ciri histologik struktur yang mengalami inflamasi adalah : A. Cartilago menghilang, otot polos sirkuler bagus, epitel selapis

B. C. D. E.

Cartilago berbentuk huruf C, otot polos tipis, epitel respirasi Cartilago berbentuk lempeng-lempeng, epitel respirasi Cartilago menghilang, otot polos tipis, epitel respirasi Cartilago berbentuk huruf C, otot polos tebal, epitel respirasi

8. Seorang penderita umur 46 tahun menderita penyakit paru kronis (Empisema), napas pendek. Analisa gas darah : pH = 7,24 ; PCO2 = 58 mmHg ; HCO2 = 34 mmol/L. Berdasarkan analisa gas darah orang tersebut mengalami : A. B. C. D. E. Asidosis Metabolik Asidosis Respiratorik Alkalosis Metabolik Alkalosis Respiratorik Decompensasi Respiratorik

9. Udara Insspirasi masuk jalan udara pernapasan melalui proses pelembaban dan pemanasan di cavum nasi oleh adanya struktur : A. B. C. Ciliary escalator Pleksus Gisselbach Concha Nasalis D. Sticky Mucous E. Filtering Hairs

10. Mekanisme keluar-masuknya udara pernapasan dari luar, masuk ke dalam alveolus melalui JUP, proses ini disebut : A. B. C. Respirasi Ventilasi Difusi D. Transportasi E. Regulasi

11. Transport oksigen ke perifer dalam darah terutama dalam bentuk : A. B. C. D. E. Terlarut dalam plasma Berikatan dengan Hemoglobin Berikatan dengan protein plasma Berikatan dengan Karbonat Dalam bentuk bikarbonat

12. Dasar fisiologis gangguan sesak napas akibat adanya infeksi pada parenkim/alveolus paruparu, adalah : A. B. C. D. E. Gangguan Ventilasi Gangguan Difusi Gangguan Transportasi Gangguan Regulasi Gangguan Ventilasi dan Regulasi

13. Alat transportasi utama oksigen di dalam sirkulasi darah adalah : A. B. C. D. E. Dalam bentuk HCO3Terlarut dalam plasma Terikat dengan globulin Dalam bentuk senyawa Carbaminocompond Terikat dengan Hb

14. Hasil pemeriksaan foto thorax seorang laki-laki berusia 45 tahun dengan keluhan batuk adalah terdapat corakan bronkovaskuler yang kasar. Hasil foto thorax dari orang ini menunjukkan : A. B. C. D. E. Foto thorax dalam batas normal Bronkitis Tanda metastasis paru Pneumonia TBC Miliar

15. Pasien laki-laki 67 tahun dengan riwayat infeksi paru yang sering berulang datang ke praktik dokter dengan keluhan batuk produktif dengan sputum purulen. Pada pemeriksaan foto thorax ditemukan gambaran honey comb appearance. Diagnosa yang paling mungkin untuk pasien di atas adalah : A. B. C. Bronchopneumoni Pneumonia lobaris TBC paru D. Bronkiektasis E. Atelektasis

16. Hasil pemeriksaan foto thorax dari seorang laki-laki dengan keluhan batuk dan sesak adalah bercak infiltrat pada lapangan tengah dan bawah paru kanan. Diagnosa yang sesuai untuk pasien ini adalah : A. B. C. Bronchopneumoni D. Bronkiektasis

Pneumonia Lobaris E. Bronkitis TBC Paru

17. Bila seseorang yang menderita infeksi saluran napas dan dilakukan pemeriksaan mikroskopik swab/apusan tenggorok dengan pewarnaan Gram ditemukan kuman berbentuk kokus bergerombol berwarna ungu, maka kemungkinan kuman penyebabnya adalah : A. B. Streptococcus pyogenes Gaffkya tetragena

C. D. E.

Sarcina lutea Staphylococcus aureus Neisseria gonorrhoeae

18. Diaphragma melekat pada : A. B. C. D. E. Vertebra thoracalis VIII Vertebra thoracalis IX Vertebra thoracalis X Vertebra thoracalis XI Vertebra thoracalis XII

19. Otot-otot yang berfungsi pada saat ekspirasi adalah : A. B. C. D. E. M. Scalenius M. Pectoralis major M. Sternocleidomastoideus M. Pectoralis minor M. Intercostalis internus

20. Pembagian segmen pulmo : A. B. C. D. 12 dexter dan 10 sinister 11 dexter dan 9 sinister 10 dexter dan 8 sinister 9 dexter dan 7 sinister

E.

8 dexter dan 6 sinister

21. Ke arah posterior, cavum nasi berhubungan dengan : A. B. C. Sinus Maxillaris Sinus Sphenoidalis Nares anterior D. Septum nasi E. Nasopharynx

22. Hasil metabolisme tubuh di jaringan perifer banyak terbentuk CO2, sehingga bersifat asam, yang menyebabkan banyak terbentuk proton (H+). Agar pH cairan tubuh tetap sekitar 7,4 maka proton (H+) tersebut akan diikat oleh : A. B. C. D. E. Oksi Hb metHb CO Hb Deoksi Hb (reduced Hb) CianmetHb

23. Oksigen dalam darah paling banyak diangkut dalam bentuk apa ? A. B. C. D. E. Berikatan dengan CO2 Larut dalam cairan plasma Berikatan dengan hemoglobin Berikatan dengan protein plasma Larut dalam cairan intrasel eritrosit

24. Refleks batuk sebagaimana pada refleks lainnya mempunyai bagian sensoris dan motorik. Bagian sensoris dari refleks batuk dihantarkan oleh saraf :

A. B. C. D. E.

N. Laryngeus Internus N. Laryngeus Eksternus N. Trigeminus N. Fascialis N. Maxillaris

25. Seorang penderita didiagnosis menderita TBC dan akan diberi OAT, hanya saja pada pemeriksaan laboratorium ditemukan adanya gangguan fungsi hati ringan. Jenis obat TB manakah yang harus diberikan secara hati-hati ? A. B. C. INH Rifampisin Etambutol D. Pirazinamid E. Streptomisin

26. Penderita laki-laki umur 60 tahun, berobat di Poliklinik paru dengan keluhan batuk lama, perokok sudah lebih 20 tahun. Dahak kental warna putih. Tiga hari terakhir ini penderita panas, batuk dengan dahak kehijauan. Pemeriksaan fisis : suhu 38C, thorax empisematous, vocal fremitus melemah, perkusi hipersonor, auskultasi bunyi pernapasan melemah, wheezing (+) kedua paru. Ronki basah pada bagian basal paru kanan. Pemeriksaan laboratorium leukosit 12.000/mm3, pemeriksaan dahak BTA 3 x negatif. Untuk memastikan diagnosis pada pasien di atas perlu pemeriksaan :

A. B. C.

Foto thorax

D. EKG

Pemeriksaan dahak E. Tes faal paru Bronkografi

27. Penderita laki-laki umur 60 tahun menderita DM tipe II dirawat di RS kurang lebih 1 bulan. Tiba-tiba penderita sesak napas, nyeri dada, demam, dan batuk berlendir. Keadaan yang paling mungkin diderita pasien ini adalah :

A. B. C.

Pneumonia Bronkitis Emfisema

D. Tumor paru E. Bronkitis kronik

28. Penderita laki-laki 30 tahun datang ke RS dengan keluhan batuk lebih 2 minggu. Dahak kehijauan disertai darah sedikit. Tidak panas, tidak sesak napas. Pemeriksaan fisis : toraks simetris, palpasi tidak ada kelainan, perkusi didapatkan redup apeks paru kanan, auskultasi terdapat ronki basah sedang pada daerah redup. Diagnosis paling mungkin adalah : A. B. C. Bronkitis Bronkiektasis TB Paru D. Pneumothorax E. Emfisema

29. Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke poliklinik umum dengan keluhan batuk dialami sejak 1 bulan yang lalu, produktif, sputum purulen, kadang nyeri dada kanan, disertai demam dan keringat malam hari. Nafsu makan menurun. Berat badan menurun. Pada foto thorax ditemukan bercak berawan pada seluruh lapangan paru. Diagnosis yang paling mungkin untuk penderita ini adalah : A. B. C. Pneumonia Bronkiektasis Atelektasis D. TB Paru E. Efusi Pleura

30. Penderita laki-laki 20 tahun datang ke RS dengan keluhan batuk lebih 1 bulan. Dahak kehijauan disertai darah sedikit. Tidak panas, tidak sesak napas. Pada pemeriksaan auskultasi ditemukan ronki basah kasar. Untuk membantu menegakkan diagnosis TB paru pada penderita tersebut yang pertama kai dilakukan adalah : A. B. Anamnesis dan pemeriksaan Fisis Pemeriksaan sputum BTA

C. D. E.

Pemeriksaan Kultur m.Tb Foto thorax CT Sca thorax

31. Seorang laki-laki berusia 32 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk. Pada pemeriksaan fisis ditemukan ronki basah kasar, sputum BTA 2 x positif, foto thorax kelainan minimal, sebelumnya penderita belum pernah berbobat TB, maka tindakan yang dilakukan adalah : A. B. C. D. E. Berikan antibiotik spektrum luas, evaluasi ulang BTA Lanjutkan dengan pemeriksaan kultur m. Tb Berikan OAT kategori III Berikan OAT kategori I Berikan OAT kategori II

32. Jika hasil pemeriksaan dahak seorang pasien ditemukan BTA positif 3 kali dan ia belum pernah berobat sebelumnya, maka regimen pengobatan intensif yang diberikan adalah : A. B. C. D. E. RHZES 2 bulan RHZE 2 bulan RHE 2 bulan RZE 2 bulan RHS 2 bulan

33. Seorang laki-laki 23 tahun datang ke UGD dan mengatakan terinspirasi oleh kacang beberapa hari yang lalu. Pada pemeriksaan bronchoscopy, benda yang terinspirasi tersebut berada pada bagian bronchus yang percabangannya lebih curam. Bagian bronchus yang dimaksud adalah : A. Left lower lobar bronchus

B. C. D. E.

Right lower lobar bronchus Left main bronchus Right superior segmental bronchus Left superior segmental bronchus

34. Seorang anak perempuan berumur 9 tahun mengeluh sering keluar darah dari hidungnya terutama pada cuaca panas. Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata sumber perdarahan pada septum nasi pars anteroposterior yang merupakan percabangan : A. B. C. D. E. A. Temporalis superficialis A. Fascialis A. Auricularis posterior A. Maxillaris A. Ophtalmicus

35. Seorang perempuan berusia 32 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk sejak 1 bulan yang lalu. Batuk bersifat produktif, sputum purulen, disertai demam dan keringat malam hari. Riwayat penurunan berat badan diakui. Pada foto thorax ditemukan bercak berawan pada lapangan paru atas. Sputum BTA (+). Riwayat pengobatan sebelumnya disangkal. Apakah terapi yang paling tepat diberikan pada pasien ini ? A. B. C. D. E. 2RHZ / 4RH 2RHZ / 5RHE 2RHZE / 4HE 2RHZE / 4RH 2 RHZES / 5RHE