Anda di halaman 1dari 21

PERCOBAAN 1

BUCK BOOST KONVERTER

Oleh: Kelompok 5 Adi Sulaiman Nahayat 091910201079

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO STRATA 1 FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS JEMBER 2012

3.1

Latar Belakang
Power supply atau dalam Bahasa Indonesia lebih dikenal dengan istrilah catu

daya berfungsi untuk menkonversikan satu bentuk sumber listrik ke beberapa beberapa bentuk tegangan dan arus yang dibutuhkan oleh satu atau lebih beban listrik. Sistem catu-daya modern saat ini bekerja dalam mode pensaklaran, switching, dan mempunyai efisiensi yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan sistem catu-daya linier. Komponen utama dari sistem catu-daya adalah konverter dc-dc yang berfungsi untuk mengkonversikan daya elektrik bentuk dc (searah) ke bentuk dc lainnya. Secara umum, ada tiga rangkaian (topologi) dasar konverter dc-dc, yaitu buck, boost, dan buck-boost. Pada banyak aplikasi industri, diperlukan untuk mengubah sumber tegangan dc tetap menjadi sumber tegangan dc yang bersifat variable. Buck Converter dinamakan juga sebagai Choppers, down -converter, stepdown converter dan down Choppers. Converter yang dibentuk oleh Buck Converter lebih populer disebut Swithed Mode Power Supply. boost Converter berfungsi untuk menghasilkan tegangan keluaran yang lebih tinggi dibanding tegangan masukannya, atau biasa disebut dengan konverter penaik tegangan. Konverter ini banyak dimanfaatkan untuk aplikasi pembangkit listrik tenaga surya dan turbin angin DC chopper dapat digunakan sebagai regulator mode pensaklaran untuk mengubah tegangan DC, yang tidak teregulasi menjadi tegangan DC yang teregulasi. Regulasi tidak biasa dicapai melalui pengaturan PWM (Pulse Widht Modulation) pada frekuensi tertentu dan devais pensaklaran menggunakan BJT, MOSFET, atau IGBT. Salah satu jenis topologi dasar pensaklaran yaitu Buck Boost. Buck Boost dapat digunakan untuk menaikkan dan menurunkan tegangan input dengan mengatur duty cycle penyulut dari MOSFET

3.2

Gambar Rangkaian

a.

Percobaan Pertama Buck Konverter

b.

Percobaan Kedua Boost Konverter

3.3
A.

Data Hasil Percobaan


Percobaan Pertama Buck Konverter Pada saat input reference voltage = 1

Pada saat input reference voltage = 2

Pada saat input reference voltage = 3

Pada saat input reference voltage = 4

Pada saat input reference voltage = 5

Pada saat input reference voltage = 6

Pada saat input reference voltage = 7

Pada saat input reference voltage = 8

Pada saat input reference voltage = 9

Pada saat input reference voltage = 10

B.

Percobaan Kedua Boost Konverter

Pada saat input reference voltage = 30

Pada saat input reference voltage = 35

Pada saat input reference voltage = 40

Pada saat input reference voltage = 45

Pada saat input reference voltage = 60

3.4

Analisa Data
Pada praktikum ini kita melakukan percobaan buck boost konverter dengan

mengganti tegangan refrensi pada buck antara 1 10 V sedangkan pada boost 5 kali percobaan Dimana kita ketahui bahwa buck merupakan konverter penurun tegangan yang mengkonversikan tegangan masukan DC menjadi tegangan DC lainnya yang lebih rendah. Rangkaian ini terdiri terdiri atas satu saklar aktif (MOSFET), satu saklar pasif (diode), kapasitor dan induktor sebagai tapis keluarannya. Untuk tegangan kerja yang rendah, saklar pasif (dioda) sering diganti dengan saklar aktif (MOSFET) sehingga susut daya pada saklar bisa dikurangi. Apabila menggunakan 2 saklar aktif, kedua saklar ini akan bekerja secara bergantian, dan hanya ada satu saklar yang menutup setiap saat. Nilai rata-rata tegangan keluaran konverter sebanding dengan rasio antara waktu penutupan saklar (saklar konduksi/ON) terhadap periode penyaklarannya. boost konverte berfungsi untuk menghasilkan tegangan keluaran yang lebih tinggi dibanding tegangan masukannya, atau biasa disebut dengan konverter penaik tegangan. imana komponen utamanya terdiri atas MOSFET, dioda, induktor, dan kapasitor. Jika saklar MOSFET pada kondisi tertutup, arus akan mengalir ke induktor sehingga menyebabkan energi yang tersimpan di induktor naik. Saat saklar MOSFET terbuka, arus induktor ini akan mengalir menuju beban melewati dioda sehingga energi yang tersimpan di induktor akan turun. Rasio antara tegangan keluaran dan tengangan masukan konverter sebanding dengan rasio antara periode pensklaran dan waktu pembukaan saklar. Keuntungan dari konverter boost adalah mampu menghasilkan arus masukan yang kontiyu. Percobaan pertama kita merangkai rangkaian buck konverter pada aplikasi matlab, pada percobaan ini kita merubah tegangan refrensi 1 10 V dengan tegangan DC 12 V. Pada saat tegangan refrensi 1 V pada arus n tegangan keluaran sebagai berikut,

Arus dan tegangan keluaran

Tegangan kontrol

Pada saat tegangan refrensi 1V terlihat tegangan dan arus output dibawah 1 V berarti percobaan kita hampir benar karena pada percobaan ini adalah buck konverter (menurunkan tegangan). Tegangan kontrol adalah tegangan output dikurangi tegangan refrensi. Pada saat tegangan refrensi 2 V bisa dilihat tegangan, arus output, dan tegangan refrensinya sebagai berikut,

Arus dan tegangan keluaran

Tegangan kontrol

Pada saat tegangan refrensi 2 V terlihat tegangan dan arus output dibawah 2 V berarti percobaan kita hampir benar karena pada percobaan ini adalah buck konverter (menurunkan tegangan). Tegangan kontrol adalah tegangan output dikurangi tegangan refrensi, Begitu seterusnya sampai tegangan refrensi 10 V. Pada saat tegangan refrensi 2 V tanpa menggunakan kontrol bisa dilihat tegangan, arus output, dan tegangan refrensinya sebagai berikut,

Dapat dilihat nilai arus dan tegangan output terdapat harmonisa yang tinggi. Sedangkan untuk besaran daya secara otomatis nilainya akan kecil bahwa kita ketahui bahwa daya adalah hasil perkalian tegangan dan arus. Pada pecabaaan ke dua kita merangkai rangkaian boost konverter pada aplikasi matlab, dengan 5 kali masukan yaitu 30 V, 35 V, 40 V, 45 V, 60 V dengan tegangan DC 24 V. Pada saat tegangan refrensi 30 V dengan tegangan DC 24 V dapat dilihat arus, tengangan output, dan tegangan kontrolnya sebagai berikut,

Arus dan tegangan keluaran

Tegangan kontrol

Dapat dilihat bahwa besar tegangan ouputnya 10x besar arus outputnya ini dikarenakan oleh rangkaian boost konverter dimana akan menaikkan tegangan. Dan semakin besar tegangan refrensi yang diberikan maka semakin besar pula tegangan kontrolnya sedangkan untuk arus dan tegangan outpunya tetap pada saat stedy steed tapi pada saat transiennya berbeda. Bisa tilihat pada data hasil percobaan boost konverter. Jadi disini control PID digunakan untuk menentukan tegangan

referensinya. Semakin besar tegangan referensinya semakin lama juga waktu untuk mencapai keadaan steady state.

3.5

Kesimpulan
1. Buck converter digunakan untuk menurunkan tegangan. 2. Boost converter digunakan untuk menaikkan tegangan. 3. Pada buck converter, tegangan kontrol (Vkontrol) merupakan pengurangan antara tegangan output dengan tegangan reverensinya. 4. Pada boost converter, PID digunakan untuk menentukan tegangan referensinya. Semakin besar tegangan referensinya semakin lama juga waktu untuk mencapai keadaan steady state. 5. Pada buck converter, nilai arus dan tegangan outputnya adalah sama pada saat tegangan refrensi tertentu. 6. Pada boost converter, besar tegangan ouput 10x besar arus outputnya.