Anda di halaman 1dari 12

PRAKTIKUM KARTOGRAFI ACARA V

PENGUKURAN JARAK DAN LUAS

Nama NIM Kelas Kelompok

: Nila Kusuma : 451 409 047 : Geografi B : I (Satu)

PROGRAM STUDI S1 PEND.GEOGRAFI JURUSAN FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN IPA UNIVERSITAS NEGRI GORONTALO
2011

I. Judul PENGUKURAN JARAK DAN LUAS

II. Maksud dan Tujuan a. Maksud Mahasiswa dapat mengukur jarak dan luasan dengan menggunakan peta dasar b. Tujuan Melatih mahasiswa mengukur dua titik atau lebih diatas peta RBI, serta mampu mengukur luasan suatu daerah dengan menggunakan peta topografi.

III. Alat dan Bahan 1) Alat tulis menulis ( pensil 2B, penggaris, pensil warna, penghapus dan raphidograf/sejenisnya) 2) Peta RBI Atinggola skala 1: 50.000 3) Benang 4) Kertas kalkir 5) Modul praktikum

IV. Prosedur Kerja 1) Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam praktikum acara tersebut 2) Menyiapkan peta RBI Atinggola dengan skala 1 : 50.000 3) Untuk pengukuran jarak lurus 2 titik diatas peta yang dilakukan adalah a. Menentukan 2 titik diatas peta dan memberi simbol kedua titik tersebut seperti titik A dan titik B b. Menghubungkan kedua titik tersebut dengan menggunakan pensil dan mistar c. Mengukur jarak sebenarnya dengan menggunakn mistar d. Mengkompilasikan dengan skala peta yang digunakan 4) Untuk pengukuran jarak 2 titik yang tidak beraturan menggunakan benang

dengan mengikuti pola garis yang akan diukur dari titik A ke titik B kemudian panjang benang tersebut diukur dengan menggunakan mistar dan dikompilasi dengan skala peta yang digunakan. 5) Untuk pengukuran luasan a. Menentukan daerah yang akan dihitung diatas peta dengan menggunakan polygon tertutup b. Menjiplak daerah yang telah ditentukan dengan menggunakan kertas grafik dengan posisi kertas grafik berada diatas peta yang akan diukur c. Kemudian menghitung luasnya dengan menghitung jumlah kotak diatas kertas grafik yang berada didalam polygon d. Mengkompilasikan luas yang dihasilkan dengn skala peta 6) Setelah langkah diatas dilakukan kemudian menyiapkan kertas kalkir untuk memindahkan peta topografi yang diukur baik jarak dan luasan dengan menggunakan kaidah penggambaran peta yang ada

V. Kajian Teori Pengukuran Jarak Dan Luas Jarak dapat diperhitungkan dari segi fisik dan dapat dipandang dari segi fungsional. Jarak dari segi fisik atau absolute diukur dengan satuan meter atau satuan yang lain. Sedangkan jarak fungsional atau jarak relatif diukur berdasarkan pertimbangan berbagai cara melakukanperjalanan yang berkaitan dengan tingkat kesulitan, waktu dan biaya. Untuk menghitung jarak lurus (horizontal) dari suatu tempat ke tempat lain caranya adalah dengan mengalikan jarak dipeta dengan angka penyebut skala peta. Jarak suatu titik di lapangan = jarak di peta (cm) x penyebut skala peta (cm) Penentuan jarak horizontal di peta akan sedikit rumit apabila jarak yang diukur berkelok-kelok (misalnya: sungai dan jalan). Untuk perhitungan semacam ini dapat dilakukan dengan alat yang disebut curvimeter. Caranya adalah alat tersebut disetel jarumnya pada angka nol dan diletakkan pada awal titik jarak yang diukur, kemudian dijalankan mengikuti liku-liku sungai atau

jalan dimaksud dipeta sehingga pada titik akhir pengukuran, kemudian baca hasil akhir angka pada curvimeter. angka tersebut sesuai dengan skala yang dimaksud kemudian dikalikan dengan hasilnya adalah jarak fisik dilapangan. Penentuan jarak horizontal di peta dapat juga dilakukan mengunakan koordinat UTM, karena angka-angka pada koordinat UTM sudah merupakan koordinat UTM. Peta mencerminkan berbagai tipe informasi dari unsur muka bumi maupun segala sesuatu yang ada kaitannya dengan muka bumi. Unsur geografis pada peta dapat dibagi menjadi beberapa kelompok yaitu:

Unsur posisional yaitu unsur-unsur yang tidak memiliki dimensi luasan. Misalnya titik ketinggian, sumur pengeboran, pusat pelayanan.

Unsur linear yaitu unsur yang mempunyai luasan pada satu sisi atau dimensi satu. misalnya jalan, sungai dan garis pantai.

Unsur luasan yaitu unsur yang mempunyai luasan atau unsur dimensi misalnya waduk, danau dan kecamatan. Menghitung luasan dapat dilakukan dengan berbagai cara tergantung

daerah yang diukur. Luas wilayah dapat diukur dengan berbagai cara antara lain:

Dengan pembuatan kisi atau kotak (square method) Dengan pembuatan garis potong (stripped method) Dengan menggunakan cara segitiga (triangle method) Denga alat pengukur luas (planimeter)

Pengukuran jarak merupakan basis dalam pemetaan . Walaupun sudut-sudut dapat dibaca seksama dengan peralatan yang rumit, paling sedikit ada sebuah garis yang harus diukur panjangnya untuk melengkapi sudut-sudut dalam penentuan lokasi titik-titik. Secara umum jarak dapat dibagi menjadi dua, yaitu : 1. Jarak horisontal (HD), merupakan panjang garis antara dua titik (AB) terletak pada bidang datar proyeksi 2. Jarak miring (SD), Apabila panjang garis antara dua titik (AB) terletak

tidak pada bidang datar. Dalam pengukuran tanah, jarak datar antara dua titik berarti jarak horisontal. Jika kedua titik berbeda elevasinya, jaraknya adalah panjang garis horisontal antara garis unting-unting di kedua titik itu Sesuai dengan dimensi areal/persil yang akan diukur, maka pekerjaan mengukur pada umumnya dibedakan dalam 2 klasifikasi, sebagai berikut: 1. Geodesi 2. Ukur tanah datar (plane survey) Bola bumi pada hakekatnya mendekati bentuk ellipsoida putar, sehingga untuk pengukuran pada permukaan bumi haruslah dipergunakan metode pengukuran pada bidang ellipsoida. Jadi pengukuran diatas permukaan bumi dilakukan dengan mempertimbangkan bentuk lengkung permukaan bumi dan proses perhitungannya pun akan lebih sukar dibandingkan dengan pengukuran yang dilakukan pada bidang datar. Pada pengukuran persil yang tidak terlalu luas, lengkung permukaan bumi dianggap tidak terbatas, sehingga dapat diterapkan metode pengukuran pada bidang datar dan dengan demikian angkaangka /data-data hasil pembacaan dilapangan dapat diperoses dengan cara yang lebih mudah. Jadi pengukuran yang dilaksanakan dengan mempertimbangkan bentuk lengkung bumi disebut geodesi, sedang pengukuran yang dilaksanakan tanpa mempertimbangkan bentuk lengkung bumi disebut ukur-tanah datar Pada dasarnya tujuan pengukuran adalah untuk menentukan letak /kedudukan suatu objek di atas permukaan bumidalam suatu sistem koordinat (umumnya dipergunakan apa yang disebut system koordinat geodetis). Dan dalam pelaksanaan pengukuran itu sendiri yang dicari dan dicatat adalah angka-angka jarak dan sudut .

Tahap-tahap Pengukuran Jarak dan Arah Berikut ini adalah tahap-tahap yang harus Anda lakukan dalam memetakan suatu wilayah dengan alat bantu meteran dan kompas. a. Misalnya, kita akan memetakan suatu jalur jalan A B.

b. Lakukan pengukuran garis-garis ukur pokok, meliputi ukur pokok di tunjukkan oleh garis 1 - 2, 2 - 3, 3 - 4, dan 4 - 5. Azimuth magnetis diukur dari utara magnetis (UM) ke garis pokok. c. Apabila di sepanjang jalur jalan tersebut terdapat obyek, seperti bangunan, pagar, atau aliran sungai, maka obyek tersebut dapat dipetakan dengan cara mengukur jarak tegak lurus dari titik pada garis ukur pokok ke titik yang mewakili obyek tersebut. Garis ini disebut offset. Pada contoh di bawah ini, terdapat obyek rumah di pinggir garis ukur pokok 1 - 2. Lihat gambar dibawah ini.

Pada gambar diatas offset 01, 02, 03, 04 dan 05 dibuat tegak lurus terhadap garis ukur dari titik A ke titik A. Panjang offset 02 diukur dari titik a ke titik a, dan seterusnya.

VI. Hasil dan Pembahasan a) Hasil Peta Atinggola skala 1 : 50.000 Pengukuran jarak lurus 2 titik diatas peta Titik A : Atinggola Titik B : Tombulilato

15 cm A B

Dik : Skala peta (s) = 1 : 50.000 Jarak dua titik pada peta (p) = 15 cm Dit : Jarak sebenarnya (n) = ..?

Peny :

n=sxp = 50.000 x 15 = 750.000 cm = 7,5 km Jadi, jarak sebenarnya antara Atinggola-Tobulilato adalah 7,5 km Pengukuran jarak 2 titik yang tidak beraturan Titik A : Butaiya Moango Titik B : Butaiya Motahango

A 18,5 cm B

Dik : Skala peta (s) = 1 : 50.000 Jarak pada peta (p)= 18,5 cm Dit : Jarak sebenarnya (n) = ..?

Peny :

n=sxp = 50.000 x 18,5 = 9250.000 cm = 92,5 km Jadi, jarak sebenarnya antara Butaiya Moango - Butaiya Motahango adalah 92,5km Pengukuran Luas Skala peta = 1 : 50.000 Jumlah kotak penuh = 90 Jumlah kotak = =5

Jumlah kotak seluruhnya 90 + 5 = 95 Luas = Jumlah kotak x skala = 95 x 50.000 = 4.750.000 cm = 47,5 km Jadi, luas daerah di sekitaran buidu hitu yang diukur adalah 47,5 km

b) Pembahasan Pada praktikum Acara ke V dengan tema Pengukuran Jarak dan Luas, kami menggunakan peta RBI Atinggola dengan skala 1 : 50.000 yang secara keseluruhan menggambarkan kenampakan-kenampakan alamiah dan kenampakan-kenampakan buatan manusia. Kenampakankenampakan alamiah misalnya sungai, danau, hutan dll. Sedangkan kenampakan-kenampakan buatan manusia misalnya jalan, kantor

pemerintah, tempat ibadah, pemukiman dll. Pengukuran jarak lurus Dalam pengukuran jarak lurus awalnya kita menentukan 2 titik diatas peta dan memberi symbol seperti titik A dan B. Titik yang diambil adalah daerah Atinggola sebagai titik A dan Tombulilato sebagai titik B.

Kemudian menghubungkan kedua titik, mengukur jarak antara titik A dan titik B di peta (yaitu jarak antara Atinggola dan Tombulilato adalah 15 cm) dan akhirnya mengkomplikasikan dengan skala peta yang digunakan yaitu peta RBI Atinggola skala 1 : 50.000. Setelah mengkomplikasikan dengan skala peta jarak antara titik A dan titik B dilapangan adalah 7,5 km. Pengukuran jarak yang tidak beraturan Pada pengukuran jarak yang tidak beraturan dilakukan dengan cara yang hampir sama dengan pengukuran jarak lurus akan tetapi pada pengukuran jarak tidak beraturan kami menggunakan benang untuk mengetahui jarak antara 2 titik yaitu Jarak antara Butaiya Moango dan Butaiya Motahango. Jarak antara Butaiya Moango dan Butaiya Motahango pada peta adalah 18,5. dan akhirnya mengkomplikasikan dengan skala peta yang digunakan yaitu peta RBI Atinggola skala 1 : 50.000, dan jarak sebenarnya antara kedua titik tersebut setelah dikomplikasikan dengan skala peta adalah 92,5 km.

Pengukuran luasan Kami juga mengukur luas dari suatu daerah pada peta RBI Atinggola skala 1 : 50.000 yaitu daerah di sekitar buidu hitu. Awalnya kami menentukan daerahnya yang akan diukur luasnya yang tidak lain adalah daerah di sekitar buidu hitu serta manjiplaknya dan untuk menentukan luasnya daerah tersebut dengan menghitung jumlah kotak diatas kertas kalkir yang sudah dibuat grid. Jumlah dari seluruh kotak adalah 95 kotak Terakhir mengkomplikasikan luas dengan skala peta yang menghasilkan luas daerah seputaran buidu hitu 47,5 km jarak sebenarnya .

Kesimpulan 1. Pengukuran jarak merupakan basis dalam pemetaan. Walaupun sudut-sudut dapat dibaca seksama dengan peralatan yang rumit, paling sedikit ada sebuah garis yang harus diukur panjangnya untuk melengkapi sudut-sudut dalam penentuan lokasi titik-titik.Dalam pengukuran tanah, jarak datar antara dua titik berarti jarak horisontal. Jika kedua titik berbeda elevasinya, jaraknya adalah panjang garis horisontal antara garis unting-unting di kedua titik itu. 2. Pengukuran luas merupakan Menghitung luasan dari suatu daerah atau wilayah 3. Menghitung luasan dapat dilakukan dengan berbagai cara tergantung daerah yang diukur. Luas wilayah dapat diukur dengan berbagai cara antara lain:
-

Dengan pembuatan kisi atau kotak (square method) Dengan pembuatan garis potong (stripped method) Dengan menggunakan cara segitiga (triangle method) Denga alat pengukur luas (planimeter)

DAFTAR PUSTAKA Anonim. 2010. Bab7--Pengukuran-Jarak. http://www.scribd.com/doc/36966525/ Bab7--Pengukuran-Jarak.Html (Diakses tanggal 25 Desember 2010) Anonim. 2010. Keterampilan-Dasar-Membuat-dan-Membaca-Peta. http://parap encariilmu.comuv.com/1_10_Keterampilan-Dasar-Membuat-danMembaca-Peta.html (Diakses tanggal 25 Desember 2010) Anonim. 2010. Mengenal-Beberapa-Metode-Pengukuran-Jarak. http://www.risna ndarweb.com/Mengenal-Beberapa-Metode-Pengukuran-Jarak.Html (Diakses tanggal 25 Desember 2010) Anonim. 2010. Metode-Pengukuran-Jarak. http://www.udinugroho.com/2010/06/ Metode-Pengukuran-Jarak.Html (Diakses tanggal 25 Desember 2010) Anonim. 2010. Pengukuran-Jarak-dan-Luas. http://Imadedwisg.Blogspot.Com/ Pengukuran-Jarak-dan-Luas.Html (Diakses tanggal 25 Desember 2010) Sune, Nawir dkk. 2010. Modul praktikum Kartografi : UNG