Anda di halaman 1dari 25

Cerdasnya orang yang beriman adalah, dia yang mampu mengolah hidupnya yang sesaat & yang sekejap

untuk hidup yang panjang. Hidup bukan untuk hidup, tetapi hidup untuk Yang Maha Hidup. Hidup bukan untuk mati, tapi mati itulah untuk hidup. Kita jangan takut mati, jangan mencari mati, jangan lupakan mati, tapi rindukan mati. Karena, mati adalah pintu berjumpa dengan Allah SWT. Mati bukanlah akhir cerita dalam hidup, tapi mati adalah awal cerita sebenarnya, maka sambutlah kematian dengan penuh ketakwaan. Hendaknya kita selalu menjaga tujuh sunnah Nabi setiap hari. Ketujuh sunnah Nabi SAW itu adalah: Pertama, Tahajjud karena kemuliaan seorang mukmin terletak pada tahajjudnya. Kedua, membaca Al-Quran sebelum terbit matahari. Alangkah baiknya sebelum mata melihat dunia, sebaiknya mata membaca Al-Quran terlebih dahulu dengan penuh pemahaman. Ketiga, Jangan tinggalkan masjid terutama di waktu shubuh. Sebelum melangkah kemana pun langkahkan kaki ke masjid, karena masjid merupakan pusat keberkahan, bukan karena panggilan muadzin tetapi panggilan Allah yang mencari orang beriman untuk memakmurkan masjid Allah. Keempat, jaga shalat Dhuha karena kunci rezeki terletak pada shalat dhuha. Kelima jaga sedekah setiap hari. Allah menyukai orang yang suka bersedekah, dan malaikat Allah selalu mendoakan kepada orang yang bersedekah setiap hari. Keenam jaga wudhu terus menerus karena Allah menyayangi hamba yang berwudhu. Kata khalifah Ali bin Abu Thalib, Orang yang selalu berwudhu senantiasa ia akan merasa selalu shalat walau ia sedang tidak shalat, dan dijaga oleh malaikat dengan dua doa, ampuni dosa dan sayangi dia ya Allah. Ketujuh, amalkan istighfar setiap saat. Dengan istighfar masalah akan ALLAH selesaikan dan dosa kita akan diampunkan oleh Allah. InsyaALLAH wallahua'lam bish-shawab.

Di Antara Sunnah Rosul yang Terbukti secara Ilmiyah


Ternyata banyak sunnah Rasul dan larangan Rasul yang terbukti secara ilmiah, beberapa diantaranya : 1.Tidur dengan Posisi Miring ke sebalah Kanan Dari al-Barra` bin Azib, Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wa sallam pernah bersabda, Apabila kamu hendak tidur,maka berwudhulah (dengan sempurna) seperti kamu berwudhu untuk shalat, kemudian berbaringlah di atas sisi tubuhmu yang kanan Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu. (HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710) a. Mengistirahatkan otak sebelah kiri Secara anatomis, otak manusia terbagi menjadi 2 bagian kanan dan kiri. Bagian kanan adalah otak yang mempersarafi organ tubuh sebelah kiri dan sebaliknya. Umumnya ummat muslim menggunakan organ tubuh bagian kanan sebagai anggota tubuh yang dominan dalam beraktifitas seperti makan, memegang dan lainnya. Dengan tidur pada posisi sebelah kanan, maka otak bagian kiri yang mempersarafi segala aktiftas organ tubuh bagian kanan akan terhindar dari bahaya yang timbul akibat sirkulasi yang melambat saat tidur/diam. Bahaya tersebut meliputi pengendapan bekuan darah, lemak , asam sisa oksidasi, dan peningkatan kecepatan atherosclerosis atau penyempitan pembuluh darah. Sehingga jika seseorang beresiko terkena stroke, maka yang beresiko adalah otak bagian kanan, dengan akibat kelumpuhan pada sebelah kiri (bagian yang tidak dominan). b. Mengurangi beban jantung. Posisi tidur kesebelah kanan yang rata memungkinkan cairan tubuh ( darah )terdistribusi merata dan terkonsentrasi di sebelah kanan ( bawah ). Hal ini akan menyebabkan beban aliran darah yang masuk dan keluar jantung lebih rendah. Dampak posisi ini adalah denyut jantung menjadi lebih lambat, tekanan darah juga akan menurun. Kondisi ini akan membantu kualitas tidur. c. Mengistirahatkan lambung. Lambung manusia berbentuk seperti tabung berbentuk koma dengan ujung katup keluaran menuju usus menghadap kearah kanan bawah. Jika seorang tidur kesebelah kiri maka proses pengeluaran chime (makanan yang telah dicerna oleh lambung dan bercampur asam lambung) akan sedikit terganggu, hal ini akan memperlambat proses pengosongan lambung. Hambatan ini pada akhirnya akan meningkatkan akumulasi asam yang akan menyebabkan erosi dinding lambung. Posisi ini juga akan menyebabkan cairan usus yang bersifat basa bias masuk balik menuju lambung dengan akibat erosi dinding lambung dekat pylorus. d. Meningkatkan pengosongan kandung empedu, pankreas. Adanya aliran chime yang lancar akan menyebabkan keluaran cairan empedu juga meningkat, hal ini akan mencegah pembentukan batu kandung empedu. Keluaran getah pancreas juga akan meningkat dengan posisi mirin ke kanan. e. Meningkatkan waktu penyerapan zat gizi. Saat tidur pergerakan usus menigkat. Dengan posisi sebelah kanan, maka perjalanan makanan yang telah tercerna dan siap di serap akan menjadi lebih lama, hal ini disebabkan posisi usus halus hingga usus besar ada dibawah. Waktu yang lama selamat tidur memungkinkan penyerapan bias optimal. f. Merangsang buang air besar (BAB)

Dengan mtidur miring ke sebelah kanan , proses pengisian usus besar sigmoid ( sebelum anus ) akan lebih cepat penuh, jika sudah penuh akan merangsang gerak usus besar diikuti relaksasi dari otot anus sehingga mudah buang air Besar. g. Mengisitirahatkan kaki kiri Pada orang dengan pergerakan kanan, secara ergonomis guna menyeimbangkan posisi saat beraktifitas cenderung menggunakan kaki kiri sebagai pusat pembebanan. Sehingga kaki kiri biasanya cenderung lebih merasa pegal dari kanan, apalgi kaki posisi paling bawah dimana aliran darah balik cenderung lebih lambat. Jika tidur miring kanan , maka pengosongan vena kaki kiri akan lebih cepat sehingga rasa pegal lebih cepat hilang. Dari uraian diatras tampak banyak manfaat tidur dengan posisi miring. Mudah-mudahan uraian tersebut dapat membawa manfaat bagi umat dalam mengamalkan salah satu sunnah nabi. Sumber : Kitab Shohih Al Bukhori, Kitab Shohih Muslim dan http://anandira.multiply.com/journal iKmaTnyA_TiduR 2.Berbuka Puasa dengan kurma Apabila salah seorang di antara kalian berbuka, hendaklah berbuka dengan kurma, karena dia adalah berkah, apabila tidak mendapatkan kurma maka berbukalah dengan air karena dia adalah bersih. (HR. at-Tirmidzi dan Abu Dawud rahimahumallah) Telah muncul sebuah penelitian kimiawi dan biologi bahwa sepotong dari kurma yang dimakan setara dengan 85-87% dari beratnya. Dan itu mengandung 20-24% air, 70-75%zat gula, 2-3% protein, 8,5% serat dan kadar lemak yang rendah. Sebagaimana juga penelitian menetapkan bahwa ruthab mengandung 65-70% air, dari berat bersihnya, 24-58 % zat gula, 2-2,1 % protein, 5,2 % serat dan kadar lemak yang sedikit. Dan hasil yang terpenting dari penelitian kimiawi ini, sebagaimana disebutkan oleh Dr. Abdurrouf Hisyam dan Dr. Ali Ahmad asy-Syahat adalah sebagai berikut: a. Mengkonsumsi ruthab atau tamr ketika memulai berbuka puasa, memberikan suplai kadar zat gula yang besar bagi tubuh dan menghilangkan gejala kekurangan zat gula (hipoglikemia) dan memberikan semangat bagi tubuh. b. Kosongnya lambung dan usus dari makanan membuat keduanya (usus dan lambung) mampu untuk menyerap zat gula sederhana ini dengan sangat cepat. c. Kandungan unsur gula dalam bentuk kimiawi yang sederhana yang terkandung di dalam ruthab dan tamr membuatnya mudah untuk dicerna, karena 2/3 dari unsur gula (glukosa) terdapat dalam kurma dalam bentuk susunan kimiawi yang sederhana. Dan demikianlah naiklah kadar gula dalam darah dalam waktu singkat. d. Adanya kurma yang direndam dengan air, dan ruthab yang mengandung prosentasi air yang tinggi 65-70 % (65-70%) yang menyediakan air bagi tubuh dengan prosentase yang baik, maka tidak perlu minum air dalam jumlah besar pada saat berbuka (Sumber: diterjemahkan dari oleh Abu Yusuf sujono) 3. Larangan Meniup wadah air minum Dari Ibnu Abbas, Sesungguhnya Nabi shallallahu alaihi wasallam melarang untuk bernafas atau meniup wadah air minum. (HR. Al-Tirmidzi no. 1888 dan Abu Dawud no. 3728, dan hadits ini dishahihkan oleh Al-Albani) Di antara hikmah larangan meniup minuman yang masih panas adalah karena nanti struktur molekul

dalam air akan berubah menjadi zat asam yang membahayakan kesehatan. Sebagaimana yang diketahui, air memiliki nama ilmiah H20. ini berarti di dalam air terdapat 2 buah atom hidrogen dan satu buah atom oksigen yang mana 2 atom hidrogen tersebut terikat dalam satu buah atom oksigen. Dan apabila kita hembus napas pada minuman, kita akan mengeluarkan karbon dioksida (CO2). Dan apabila karbon dioksida (CO2) bercampur dengan air (H20), akan menjadi senyawa asam karbonat (H2CO3). Zat asam inilah yang berbahaya bila masuk kedalam tubuh kita. Senyawa H2CO3 adalah senyawa asam yang lemah sehingga efek terhadap tubuh memang kurang berpengaruh tapi ada baiknya kalau kita mengurangi masuknya zat asam kedalam tubuh kita karena dapat membahayakan kesehatan. (Dikutip Dari : Apa Aja: Bahaya Meniup Minuman Panas Kerja Sama Dengan blog-apaaja.blogspot.com) 4. Larangan Makan dan Minum Sambil Berdiri Dari Anas dan Qatadah, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melarang seseorang minum sambil berdiri, Qotadah berkata:Bagaimana dengan makan? beliau menjawab: Itu kebih buruk lagi. (HR. Muslim dan Turmidzi) Bersabda Nabi dari Abu Hurairah,Jangan kalian minum sambil berdiri! Apabila kalian lupa, maka hendaknya ia muntahkan ! (HR. Muslim) Rahasia Medis Dr. Abdurrazzaq Al-Kailani berkata: Minum dan makan sambil duduk, lebih sehat, lebih selamat, dan lebih sopan, karena apa yang diminum atau dimakan oleh seseorang akan berjalan pada dinding usus dengan perlahan dan lembut. Adapun minum sambil berdiri, maka ia akan menyebabkan jatuhnya cairan dengan keras ke dasar usus, menabraknya dengan keras, jika hal ini terjadi berulang-ulang dalam waktu lama maka akan menyebabkan melar dan jatuhnya usus, yang kemudian menyebabkan pernah sekali minum sambil disfungsi pencernaan. Adapun Rasulullah (perilaku beliau dalam minum; sambil, -ed) berdiri, maka itu dikarenakan ada sesuatu yang menghalangi beliau untuk duduk, seperti penuh sesaknya manusia pada tempat-tempat suci, bukan merupakan kebiasaan. Sumber: Qiblati edisi 04 tahun II. Judul: Larangan Minum sambil berdiri. 5.Mencabut Bulu Ketiak Ketiak adalah salah satu tempat munculnya bau yang tak sedap pada diri seseorang, karena kurangnya perhatian seseorang dalam menjaga kebersihan ketiak atau badannya secara umum. Bau ketiak yang tak sedap menyebabkan orang akan menjauhi kita dan merasa terganggu dengannya. Nah, ini lebih terlarang lagi, jika bau itu mengganggu orang yang shalat. Bau bawang saja, jika mengganggu orang shalat, itu dilarang untuk dikonsumsi saat kita hendak ke masjid jika mengganggu orang lain. Sebuah terapi nabawi menawarkan kita dengan sebuah solusi yang jitu dalam mengatasi persoalan ketiak, yaitu mencabut bulu ketiak sehingga kuman dan bakteri tidak bersarang padanya serta ketiak kita akan enak terasa. Sumber:http://wisbenbae.blogspot.com/2010/08/kumpulan-sunnah-rasul-dan-larangan-yang.html Keterangan: Semua hadits kami salin dari sumber tersebut, dan belum diteliti kembali takhrijnya. Faedah: Telah banyak datang tuntunan Nabi shallallahu alaihi wa sallam untuk kita amalkan, kewajiban kita adalah meneladani beliau, karna tuntunan beliau telah Allah jamin sebagai tuntunan yang paling baik dan benar, adapun bila suatu amal yang telah sah dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam belum kita tahu bukti ilmiyaha atau sekilas bertentangan dengan akal, bukan menjadi alasan bagi kita untuk tidak mengamalkannya. Baarakallaahu fiikum

Makan dan minum bagi seorang muslim sebagai sarana untuk menjaga kesehatan badannya supaya bisa manegakkan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Karenanya dia berusaha agar makan dan minumnya mendapatkan pahala dari Allah. Caranya, dengan senantiasa menjaga kehalalan makanan dan minumanya serta menjaga adab-adab yang dituntunkan Islam. Makan dan minum seorang muslim tidak sebatas aktifitas memuaskan nafsu, menghilangkang lapar dan dahaga semata. Karenanya, seorang muslim apabila tidak lapar maka dia tidak makan dan apabila tidak haus, dia tidak minum. Hal ini seperti yang diriwayatkan dari seorang sahabat, Kita (kaum muslimin) adalah kaum yang hanya makan bila lapar dan berhenti makan sebelum kenyang. Dari sini, maka seorang muslim dalam makan dan minumnya senantiasa memperhatikan adab Islam yang telah dicontohkan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam agar bernilai ibadah. Dan di antara adabnya adalah tidak bernafas dan meniup minuman. Hal ini didasarkan pada beberapa hadits, di antaranya dari Abu Qatadah, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda, Jika kalian minum maka janganlah bernafas dalam wadah air minumnya. (HR. Bukhari no. 5630 dan Muslim no. 263) Dari Ibnu Abbas, Sesungguhnya Nabi shallallahu alaihi wasallam melarang untuk bernafas atau meniup wadah air minum. (HR. Al-Tirmidzi no. 1888 dan Abu Dawud no. 3728, dan hadits ini dishahihkan oleh Al-Albani) Dan juga hadits Abu Sa'id al-Khudri radliyallah 'anhu, Bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melarang untuk meniup di dalam air minum." (HR. al-Tirmidzi no. 1887 dan beliau menyahihkannya) Dalam Syarah Shahih Muslim, Imam Nawawi mengatakan, Larangan bernafas dalam wadah air minum adalah termasuk etika karena dikhawatirkan hal tersebut mengotori air minum atau menimbulkan bau yang tidak enak atau dikhawatirkan ada sesuatu dari mulut dan hidung yang jatuh ke dalamnya dan hal-hal semacam itu." Dalam Zaadul Ma'ad IV/325 Imam Ibnul Qayyim mengatakan, Terdapat larangan meniup minuman karena hal itu menimbulkan bau yang tidak enak yang berasal dari mulut. Bau tidak enak ini bisa menyebabkan orang tidak mau meminumnya lebih-lebih jika orang yang meniup tadi bau mulutnya sedang berubah. Ringkasnya hal ini disebabkan nafas orang yang meniup itu akan bercampur dengan minuman. Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang dua hal sekaligus yaitu mengambil nafas dalam wadah air minum dan meniupnya. Apa Hikmahnya? Apa hikmahnya, sering menjadi pertanyaan kita sebelum mengamalkannya. Padahal dalam menyikapi tuntunan Islam hanya sami'na wa atha'na (kami mendengar dan kami taat), tanpa harus terlebih dahulu mengetahui hikmahnya. Hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh Umar bin al-Khathab sesudah mencium hajar Aswad, "Sesungguhnya aku tahu engkau hanya seonggok batu yang tidak bisa menimpakan madharat dan tidak bisa mendatangkan manfaat. Kalau seandainya aku tidak melihat Nabi

shallallahu 'alaihi wasallam menciummu, pasti aku tidak akan menciummu." (HR. Al-Bukhari no. 1494 dan Muslim no. 2230) Namun yang jelas bahwa setiap yang disyariatkan dan dituntunkan oleh Islam pasti mendatangkan kebaikan dan setiap yang dilarangnya pasti mendatangkan madharat. Dan apabila seorang muslim mengetahui hikmah dari sebuah syariat, maka dia akan semakin mantap dalam mengamalkannya. Dan apabila belum mampu menyingkapnya, maka keterangan dari Al-Qur'an dan Sunnah sudah mencukupi. Di antara hikmah larangan meniup minuman yang masih panas adalah karena nanti struktur molekul dalam air akan berubah menjadi zat asam yang membahayakan kesehatan. Sebagaimana yang diketahui, air memiliki nama ilmiah H20. ini berarti di dalam air terdapat 2 buah atom hidrogen dan satu buah atom oksigen yang mana 2 atom hidrogen tersebut terikat dalam satu buah atom oksigen. Dan apabila kita hembus napas pada minuman, kita akan mengeluarkan karbon dioksida (CO2). Dan apabila karbon dioksida (CO2) bercampur dengan air (H20), akan menjadi senyawa asam karbonat (H2CO3). Zat asam inilah yang berbahaya bila masuk kedalam tubuh kita. senyawa H2CO3 adalah senyawa asam yang lemah sehingga efek terhadap tubuh memang kurang berpengaruh tapi ada baiknya kalau kita mengurangi masuknya zat asam kedalam tubuh kita karena dapat membahayakan kesehatan. (Dikutip Dari : Apa Aja: Bahaya Meniup Minuman Panas Kerja Sama Dengan blog-apa-aja.blogspot.com) Dari sini juga semakin jelas hiikmah dari larangan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam agar ketika minum seteguk demi seteguk, jangan langsung satu gelas sambil bernapas di dalam gelas. Hal ini karena ketika kita minum langsung banyak, maka ada kemungkinan kita akan bernapas di dalam gelas, yang akan menyebabkan reaksi kimia seperti di atas.

Setiap insan pasti memiliki keinginan menjalani hidupnya dengan penuh berkah dan dan selalu dicintai Allah. Sifat Allah yang Maha Penyayang tentu sangat merestui kedua keinginan tersebut. Salah satu jalan yang disediakan Allah adalah berpuasa. Dalam agama Islam, berpuasa tidak hanya dapat dilakukan di bulan Ramadhan saja, tapi di bulan-bulan lain pun kita tetap dapat melaksanakann tetapi kategorinya sunnah. Diantara sekian banyak puasa-puasa sunnah, puasa Senin-Kamis adalah salah satunya. Dikalangan umat Islam, puasa Senin-Kamis terbilang cukup populer karena dianggap sebagai semacam tirakat untuk mencari solusi atas permasalahan-permasalahan hidup, atau sebagai upaya untuk meraih cita-cita dan keinginan. Melalui tulisan ini saya tidak akan memberikan suatu pengetahuan mengenai manfaat atau pun kelebihan puasa Senin-Kamis dari segi psikologis atau pun dari segi kesehatan karena mungkin sebahagian dari kita sudah tahu. Tetapi, yang menjadi sorotan pada kesempatan kali ini, yakni saya mengangkat tema berkenaan dengan Rahasia Dilaksanakannya Puasa Di Hari Senin Dan Kamis. Karena banyak diantara kita yang melaksanakan puasa di Hari Senin dan Kamis semata-mata ingin melaksanakan sunnah Rasulullah saw., tanpa mengetahui rahasia dibaliknya. Semasa hidupnya Rasulullah saw. selalu rutin menjalankan Ibadah ini karena manfaatnya sangat baik untuk kesehatan, dan melanggengkan sifat istiqomah (konsisten dan teguh). Adapun hikmahnya yang lebih tinggi adalah dapat menambal puasa kita pada bulan Ramadhan yang berkurang atau hilang pahalanya, seperti halnya shalat-shalat Sunnah Nawafil berfungsi sebagai penambal shalat 5 waktu. Jadi sebahagian dari kita pun kurang tahu mengapa puasa sunnah Senin-Kamis dilaksanakan diHari

Senin Dan Kamis bukan dihari-hari lain, oleh karena itulah saya tertarik untuk mengangkat tema ini. BERKAH DI HARI SENIN DAN KAMIS Dikalangan kaum muslimin pada umumnya ada beberapa hari, bulan, ataupun waktu-waktu tertentu yang diyakini memiliki keitimewaan tersendiri. Hari jumat misalnya, disebut sebagai hari yang paling diagunggakan (sayyidul ayyam), hari terbaik yang disinari matahari dibanding hari-hari yang lainnya, dan merupakan hari raya mingguan umat Islam. Sedangkan bulan yang dimuliakan adalah bulan Ramadhan dimana kita ketahui bahwa bagi masyarakat muslim diyakini pada salah satu malam di bulan ini ada yang disebut dengan Lailatur Qadar, malam diturunkannya Al-Quran. Pada bulan ini pula Allah menurunkan kitab suci Al-Quran diulang bacaannya oleh jibril. Demikian pula halnya dengan Hari Senin dan Kamis, ada alasan tersendiri mengapa Rasulullah saw. memberikan contoh melakukan puasa di hari-hari tersebut. Sebagaimana riwayat dari Aisyah r.a. berikut: Rasulullah saw. sangat antusias dan bersungguh-sungguh dalam melakukan puasa pada Hari Senin dan Kamis. (H.R. Turmudzi, An-Nasai, Ibnu Majah, dan Imam Ahmad). Berikut ini adalah berkah-berkah yang dapat kita jumpai diHari Senin dan Kamis: 1. Hari Ketika Amal Para Hamba Diperiksa. Menurut riwayat nabi Muhammad saw., amal para hamba akan dilaporkan dan diperiksa oleh Allah pada tiap bulan Syaban setiap tahunnya, seperti diterangkan dalam hadits berikut: Aku (Usamah bin Zaid) pernah berkata, Wahai Rasulullah, aku tidak melihat engkau berpuasa di bulan-bulan, sebagaimana aku melihat engkau berpuasa pada bulan Syaban? Beliau bersabda, Ia adalah bulan dimana orang-orang melupakannya diantara Rajab dan Ramadhan. Ia Adalah bulan yang didalamnya diangkat amalan-amalan kepada Rabbul Alamin. Maka aku suka jika amalku diangkat, sedang aku orang yang berpuasa. (H.R. Ibnu Abi Syaibah, Ibnu Zanjawaih, Abu Yala, Ibnu Asim, dan Al-Bawqardi) 2. Hari Dibukakannya Pintu-Pintu Surga Dalil yang menguatkan hal ini adalah hadits yang termaktub dalam shahih Muslim dari Abu Hurairah r.a., bahwa Rasulullah saw., bersabda: Pintu-pintu surga dibuka pada Hari Senin dan Kamis. Maka semua hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun akan diampuni dosa-dosanya, kecuali seseorang yang antara dia dan saudaranya terjadi permusuhan. Lalu dikatakan, Tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini hingga keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini hingga keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap orang ini hingga keduanya berdamai.(H.R. Muslim) 3. Senin, Hari Kelahiran dan Diutusnya Nabi Muhammad saw. Menurut hadits riwayat Muslim yang diterima dari Abu Qatadah, pernah ditanyakan kepada Rasulullah saw., tentang puasa Hari Senin, maka Rasulullah menjawab: Itulah hari aku dilahirkan, aku dibangkitkanmenjadi rasul, dan Alquran diturunkan kepadaku. (H.R. Muslim) Nampaklah bahwa Hari Senin dan Kamis memang hari yang penuh berkah dan kemuliaan. Maka, sudah sepantasnya kita sebagai umat Muhammad memuliakan dan mengagunggkan hari kelahiran beliau dengan cara berpuasa sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah Taala, karena pada hari itu Allah telah menurungkan seorang hamba-Nya yang istimewah. Bahkan dalam satu riwayat diceritakan, bahwa pada hari kelahirannya, semua makhluk yang hidup dipermukaan bumi hingga makhluk yang terkecil sekalipun ikut merasakan kegembiraan menyambut datangnya utusan Allah. Pada Hari Senin pula, Allah menurungkan Wahyu-Nya berupa kitab suci Alquran kepada nabi Muhammad saw. Oleh karena itu, nabi menyambut hari tersebut dengan ritual khusus yakni berpuasa, sebagai wujud rasa syukur kepada Allah Taala atas nikmat dan petunjuk-Nya yang agung. 4. Keutamaan Lain Yang Dimiliki Hari Kamis

Dalam hadits riwayat Ibnu Jarir, dari Abu Bakar r.a, Rasulullah saw. bersabda: Allah menciptakan bumi pada hari Ahad dan Senin. Dia menciptakan gunung-gunung pada hari selasa. Dia menciptakan kota-kota, makanan kekuatan, sungai-sungai, kemakmuran, dan kerusakannya pada hari Rabu. Dan Dia menciptakan langit dan Malaikat pada Hari Kamis sampai tiga saat, maksudnya dari hari Jumat Dalam riwayat yang lain disebutkan, Rasulullah saw. bersabda: Berpagi-pagilah kalian dalam mencari Ilmu, sungguh aku telah meminta kepada Rabb-ku agar memberi keberkahan umatku diwaktu pagi mereka. Dan Dia menjadikan keberkahan itu pada Hari Kamis. (H.R. Thabrani) Berdasarkan hadits-hadits tersebut diatas , maka disunnahkan bagi seorang Muslim untuk berpuasa pada dua hari ini, sebagai puasa tathawwu (Sunnah). Jadi inilah sekelumit mengenai mengapa Puasa Sunnah Senin-Kamis dilaksanakan di Hari Senin dan Kamis dan tidak dilaksanakan dihari-hari yang lain. BERPUASALAH, MAKA JALAN HIDUPMU AKAN DIMUDAHKAN

Assalamualaikum Wr. Wb. Saya ingin menanyakan mengenai puasa sunnah.dalam hadist rasulullah menyebutkan jika kita puasa sunnah sebaiknya disembunyikan atau kata lain jangan sampai orang lain tahu jika kita puasa.tapi apakah kita boleh berbohong biar orang lain tidak tahu,misalkan orang lain bertanya apakah kamu berpuasa trus kita bilang tidak padahal sebenarnya kita berpuasa, apakah itu boleh? Jawaban: Assalamu alaikum wr.wb. Kami belum menemukan hadits yang secara khusus menganjurkan untuk menyembunyikan puasa sunnah. Adapun nash yang terkait dengan anjuran untuk menyembunyikan amal salih sangat banyak. Di antaranya keutamaan bersedekah secara rahasia. Rasul saw bersabda, "Sedekah secara rahasia bisa memadamkan murka Tuhan." Demikian pula dengan keutamaan berzikir secara sendirian di tempat sepi seperti yang disebutkan dalam hadis tentang tujuh orang yang akan mendapatkan naungan Allah di hari tiada naungan kecuali naungan-Nya. Juga keutamaan salat malam di saat orang-orang tidur, serta berbagai amal lain yang dilakukan secara rahasia. sebab, ibadah yang dilakukan tanpa diketahui orang lebih bisa mendatangkan keikhlasan. Hanya saja jika ada sebuah kebutuhan untuk mengungkap dan memerlihatkan kepada orang maka hal itu diperbolehkan. Bahkan ia dianjurkan jika untuk menjadi contoh bagi orang disekitar. Nah, terkait dengan puasa sunnah, sebaiknya memang dirahasiakan dan disembunyikan. Terkecuali, ada kebutuhan untuk mengungkapnya. Misalnya saat ditanya oleh orang atau saat diajak untuk makan. Dalam kasus seperti ini Anda tidak perlu berbohong. Bahkan Rasulullah saw menyuruh untuk menjawab dengan terus terang. Beliau bersabda, "Jika ada di antara kalian yang diajak makan padahal sedang berpuasa, hendaknya ia menjawab, "Aku sedang berpuasa." (HR MUslim). Wallahu a'lam bish-shawab.

Asal Usul Puasa Daud. Dan Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Yahya] telah mengabarkan kepada kami [Khalid bin Abdullah] dari [Khalid] dari [Abu Qilabah] ia berkata, telah mengabarkan kepadaku [Abul Malih] ia berkata; saya pernah menemui [Abdullah bin Amru] bersama bapakmu, maka ia pun menceritakan bahwasanya; Telah dituturkan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengenai puasaku. Maka beliau pun menemuiku, lalu aku memberikan beliau bantal dari kulit berisi sabut, namun beliau duduk di atas lantai hingga posisi bantal itu tepat berada antara aku dan beliau. Kemudian beliau bertanya kepadaku: "Tidakkah cukup bagimu untuk berpuasa tiga hari (dalam setiap bulannya)?" Saya menjawab, "Wahai Rasulullah, bagaimana kalau lima hari?" saya bertanya lagi, "Wahai Rasulullah, bagaimana kalau tujuh hari?" saya berkata lagi, "Wahai Rasulullah, bagaimana kalau sembilan hari?" saya berkata lagi, "Wahai Rasulullah, bagaimana kalau sebelas hari?" Saya berkata; "Wahai Rasulullah" Akhirnya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak ada puasa yang lebih uatama dari puasa Dawud, yaitu puasa setengah masa (tahun), yakni, puasa sehari dan berbuka sehari." ( Shahih Muslim, 1971) Nabi Daud Dalam Al Quran. 1. 1. SURAT 2. AL BAQARAH, 251 Mereka (tentara Thalut) mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah dan (dalam peperangan itu) Daud membunuh Jalut, kemudian Allah memberikan kepadanya (Daud) pemerintahan dan hikmah, (sesudah meninggalnya Thalut) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya. Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian manusia dengan sebahagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam. 2. SURAT 17. AL ISRAA', 55 Dan Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang (ada) di langit dan di bumi. Dan sesungguhnya telah Kami lebihkan sebagian nabi-nabi itu atas sebagian (yang lain), dan kami berikan Zabur (kepada) Daud. 3. SURAT 21. AL ANBYAA', 78, 79, 80, Dan (ingatlah kisah) Daud dan Sulaiman, di waktu keduanya memberikan keputusan mengenai tanaman, karena tanaman itu dirusak oleh kambing-kambing kepunyaan kaumnya. Dan adalah Kami menyaksikan keputusan yang diberikan oleh mereka itu, maka Kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat); dan kepada masing-masing mereka telah Kami berikan hikmah dan ilmu dan telah Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Daud. Dan Kami lah yang melakukannya. Dan telah Kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi untuk kamu, guna memelihara kamu dalam peperanganmu; Maka hendaklah kamu bersyukur (kepada Allah).

4. SURAT 27. AN NAML, 15, 16 Dan sesungguhnya Kami telah memberi ilmu kepada Daud dan Sulaiman; dan keduanya mengucapkan: "Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari kebanyakan hamba-hamba-Nya yang beriman". Dan Sulaiman telah mewarisi Daud, dan dia berkata: "Hai Manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu karunia yang nyata". 5. SURAT 34. SABA', 10, 11, 13 Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Daud karunia dari Kami. (Kami berfirman): "Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud", dan Kami telah melunakkan besi untuknya, (yaitu) buatlah baju besi yang besar-besar dan ukurlah anyamannya; dan kerjakanlah amalan yang saleh. Sesungguhnya Aku melihat apa yang kamu kerjakan. Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hambahamba Ku yang berterima kasih. 6. SURAT 38. SHAAD, 17, 18, 22, 24, 26, 30 Bersabarlah atas segala apa yang mereka katakan; dan ingatlah hamba Kami Daud yang mempunyai kekuatan; sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan). Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Daud) di waktu petang dan pagi, Ketika mereka masuk (menemui) Daud lalu ia terkejut karena (kedatangan) mereka. Mereka berkata: "Janganlah kamu merasa takut; (kami) adalah dua orang yang berperkara yang salah seorang dari kami berbuat lalim kepada yang lain; maka berilah keputusan antara kami dengan adil dan janganlah kamu menyimpang dari kebenaran dan tunjukilah kami ke jalan yang lurus. Daud berkata: "Sesungguhnya dia telah berbuat lalim kepadamu dengan meminta kambingmu itu untuk ditambahkan kepada kambingnya. Dan sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebahagian mereka berbuat lalim kepada sebahagian yang lain, kecuali orang orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh; dan amat sedikitlah mereka ini". Dan Daud mengetahui bahwa Kami mengujinya; maka ia meminta ampun kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertobat. Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan. Dan Kami karuniakan kepada Daud, Sulaiman, dia adalah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya).

7. SURAT 4. AN NISAA', 163 Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya, Isa, Ayub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud. 8. SURAT 5. AL MAA-IDAH, 78 Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israel dengan lisan Daud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. 9. SURAT 6. AL AN'AAM, 84 Dan Kami telah menganugerahkan Ishak dan Yakub kepadanya. Kepada keduanya masing-masing telah Kami beri petunjuk; dan kepada Nuh sebelum itu (juga) telah Kami beri petunjuk, dan kepada sebahagian dari keturunannya (Nuh) yaitu Daud, Sulaiman, Ayub, Yusuf, Musa dan Harun. Demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik, Hadits Puasa Daud Dan Puasa Senin Kami. Hadits asal usul puasa Daud yang diriwayatkan oleh beberapa ahli hadits diantaranya oleh Imam Bukhari, Imam Muslim, Abu Daud, Sunan Tirmidzi, Sunan Nasa'i, Sunan Ibnu Majah, Musnad Ahmad . Diantara redaksi hadits Puasa Daud yang sangat terkenal seperti berikut dalam Shahih Bukhori : 'Abdullah bin 'Amru radliallahu 'anhuma (berkata,); Telah sampai kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berita tentang aku bahwa aku akan terus berpuasa dan shalat malam. Aku tak ingat lagi, apakah kemudian beliau mengutus utusan atau aku menemui beliau, dan Beliau berkata: "Apakah benar kabar bahwa kamu akan berpuasa tidak akan berbuka dan shalat malam (tanpa tidur)? Puasa dan berbukalah, shalat dan juga tidurlah. Karena bagi matamu ada bagian hak atasmu dan bagi dirimu dan keluargamu ada bagian hak atasmu". 'Abdullah bin 'Amru radliallahu 'anhuma berkata: "Sungguh aku lebih kuat dari (amal amal) itu". Beliau berkata: "Kalau begitu puasalah dengan puasanya Nabi Daud Alaihissalam". Dia bertanya: "Bagaimana caranya". Beliau shallallahu 'alaihi wasallam menawab: "Nabi Daud 'Alaihissalam berpuasa sehari dan berbuka sehari sehingga dia tidak akan kabur ketika berjumpa dengan musuh." "Puasa yang paling Allah cintai adalah puasa Nabi Daud 'Alaihissalam, yaitu dia berpuasa satu hari dan berbuka satu hari dan shalat yang paling Allah sukai adalah shalatnya Nabi Daud 'Alaihissalam pula,yaitu dia tidur hingga pertengahan malam lalu bangun mendirikan shalat pada sepertiga malam dan tidur lagi di akhir seperenam malamnya Hadits Riwayat Imam Tirmidzi mengenai Puasa Senin Kamis : Rosululloh SAW bersabda : "Pada hari senin dan kamis semua amalan dinaikkan kepada Allah ta'ala. Maka saya lebih suka amalanku dinaikkan kepada-Nya ketika saya sedang berpuasa". Hadits Riwayat Sunan Nasa'i mengenai Puasa Senin Kamis : Dari Aisyah ia berkata, Rosululloh SAW memilih berpuasa hari senin dan hari kamis. Hadits dalam Dari Usamah Musnad sesungguhnya Ahmad mengenai Rosululloh SAW Puasa berpuasa Senin senin Kamis : dan kamis.

Sunan Darimi mengenai Puasa Senin Kamis : Dari Abu Hurairah, bahwa Nabi SAW dahulu berpuasa senin dan kamis, maka akupun menanyakan kepada beliau, beliau lalu menjawab, "Sesungguhnya amalan ditampakkan (dilaporkan) pada hari senin dan kamis. Rahasia Puasa Daud Tak Gentar Menghadapi Musuh. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, menjelaskan manfa'at puasa Daud :Nabi Daud Alaihissalam berpuasa sehari dan berbuka sehari sehingga dia tidak akan kabur ketika berjumpa dengan musuh, sedangkan puasa secara umum, dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

. . : : . . - . : .
Allah subhanahu wa taala berfirman: Setiap amal anak Adam adalah untuknya kecuali puasa, sesungguhnya ia untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya, puasa adalah perisai, maka apabila salah seorang dari kalian berpuasa maka janganlah ia berkata-kata keji, dan janganlah berteriakteriak, dan janganlah berperilaku dengan perilakunya orang-orang jahil, apabila seseorang mencelanya atau menzaliminya maka hendaknya ia mengatakan: Sesungguhnya saya sedang berpuasa (dua kali), demi Yang diri Muhammad ada di tangan-Nya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah pada hari kiamat dari wangi kesturi, dan bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan yang ia berbahagia dengan keduanya, yakni ketika ia berbuka ia berbahagia dengan buka puasanya dan ketika berjumpa dengan Rabbnya ia berbahagia dengan puasanya. (HR Bukhari, Muslim dan yang lainnya) Kesimpulan : Karena puasa adalah perisai dari hawa nafsu maka kecenderungan untuktidak gentar menghadapi musuh lebih dominan. Harus disadari bahwa yang dimaksud musuh adalah seperti yang Allah SWT jelaskan dalam Al Qur'an banyak terdapat dalam beberapa surat. Diantaranya surat Yassiin, ayat 60 :


"Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah setan? Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu", Setan yang berwujud manusia yang dapat dilihat dengan indera mata ataupun setan yang tidak dapat terlihat oleh mata yaitu jin.

Istri Puasa Daud Harus Izin Suami. Bila seorang istri ingin melaksanakan puasa Daud, apa harus minta izin suami? Jika suami tidak mengizinkan padahal istrinya berniat agar Allah dapat mengeluarkan dari kesulitan dan mendapat kebaikan dunia dan akherat. Dan bolehkan puasa Daud dengan niat seperti itu? Jawaban : Secara umum ketika sebuah rumah tangga dibangun maka sang suami adalah pemimpin dari rumah tangga tersebut. Sehingga segala hal perbuatan sang istri haruslah mendapat izin dari suami termasuk bila sang istri ingin berpuasa Daud. Berdialoglah dengan hati tenang, apalagi tujuan sang istri berpuasa untuk mencari solusi dari masalah yang ada dalam keluarga. Dan bagi sang suami, apabila dengan berpuasanya sang istri tidak mengakibatkan hal yang mudorot, lebih baik mengizinkan. Kecuali bila dengan puasa tersebut menimbulkan kemudorotan baik secara pribadi maupun seluruh keluarga. Memang ada kondisi sang istri walau tidak mendapatkan izin sang suami tetap melaksanakan puasa. Ini dalam kondisi sang suami tidak mendukung hal-hal ibadah yang sesuai syariat Islam. Adapun niat puasa dengan tujuan supaya Allah meringankan ujian kesulitan, itu syah-syah saja. Karena nanti pada intinya bab puasa ini hanya Allah dan sang pelaku puasalah yang tahu. Memenuhi Undangan ketika sedang Berpuasa. Nabi Shallallahu alaihi wasallam bersabda, Apabila salah seorang di antara kalian diundang maka wajib baginya untuk menghadiri undangan. Apabila dia dalam keadaan berpuasa maka hendaknya dia mendo'akannya (yang mengundang) dan apabila dia dalam keadaan berbuka maka hendaknya dia mencicipi hidangannya. (HR. Muslim no. 1431) Dan juga berdasarkan sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam dalam hadits Ummu Hani` radhiallahu anha:


Orang yang berpuasa sunnah lebih berhak atas dirinya, jika ingin maka boleh membatalkan atau menyempurnakan puasanya. (HR. Ahmad no. 25658 dan At-Tirmizi no. 664) Memenuhi Undangan ketika sedang Berpuasa. Puasa bukanlah penghalang untuk menghadiri acara walimahan dan undangan makan lainnya. Hanya saja jika puasanya adalah puasa wajib maka dia tetap disyariatkan untuk menghadiri undangan tersebut akan tetapi tentunya dia tidak boleh makan. Tapi jika puasanya adalah puasa sunnah maka dia boleh tetap berpuasa dan boleh juga dia membatalkan puasanya. Karena Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda, Apabila salah seorang di antara kalian diundang maka wajib baginya untuk menghadiri undangan. Apabila dia dalam keadaan berpuasa maka hendaknya dia mendokannya (yang mengundang) dan apabila dia dalam keadaan berbuka maka hendaknya dia mencicipi hidangannya. (HR. Muslim no. 1431) Dan juga berdasarkan sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam dalam hadits Ummu Hani` radhiallahu anha:

Orang yang berpuasa sunnah lebih berhak atas dirinya, jika ingin maka boleh membatalkan atau menyempurnakan puasanya. (HR. Ahmad no. 25658 dan At-Tirmizi no. 664) Akan tetapi, jika dia merasa yang mengundang akan tersinggung atau akan menimbulkan suasana yang kurang nyaman di antara para undangan maka lebih utama jika dia membatalkan puasa sunnahnya. Ini berdasarkan hadits Abu Said Al-Khudri radhiallahu anhu beliau mengatakan: Saya membuat makanan untuk Nabi Shallallahu alaihi wa sallam. Ketika makanan tersebut dihidangkan, seseorang berkata, Saya sedang berpuasa. Maka Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Saudaramu telah mengundangmu dan telah bersusah payah karenamu, berbukalah dan berpuasalah di lain hari sebagai penggantinya jika engkau mau. (HR. Al-Baihaqi: 4/279 dan dinyatakan hasan oleh Al-Albani dalam Al-Irwa` no. 1952) Puasa Daud Dapat Jodoh Istri Soleha. Definisi istri solehah yang saya tahu adalah seorang istri yang apabila diperintah oleh sang suami ia akan menurut, bila dipandang suami ia menyenangkan dan apabila ditinggal suami ia akan menjaga amanat yang diberikan oleh sang suami. Untuk memperoleh tipe istri solehah tersebut yang pernah saya lakukan adalah hanya bermodalkan istiqomah berpuasa Daud dan ditambah satu zikir dari Al Qur'an yang dibaca sebanyak mungkin atau sekemampuan. Tujuan zikir ini adalah untuk mensugesti supaya tidak takut untuk menikah walaupun kondisi materi tidak memungkinkan. Zikirannya adalah surat An Nuur, ayat 32 :


Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. Berapa lama kira-kira hal ini akan dikabul oleh Allah SWT? Jawabannya tentu hanya Allah Yang Maha Tahu. Namun pengalaman saya melakukan ini kurang dari satu tahun. Dan saya yakin dengan metode seperti ini tiap orang akan berbeda, ada yang lebih cepat atau mungkin ada yang lebih lambat. Sukanya Berpuasa Daud Dan Kesulitan Berpuasa Daud. berpuasa Daud, sukanya adalah ketika berbuka puasa dan bila do'a yang kita panjatkan dikabulkan oleh Allah SWT. Dan dukanya, sama seperti layaknya manusia lainnya, apabila do'a-do'a kita belum dijawab oleh Allah SWT, disitu keimanan kita diuji. Kesulitan menjalankan puasa Daud adalah di bulan-bulan pertama. Namun bila sudah lewat bulan ketiga dan seterusnya akan terasa biasa-biasa saja walau aktifitas seharian memerlukan energi yang besar. Bahkan rasanya tidak nyaman bila tidak berpuasa.

"Musuh utama diri kita adalah syaitan yang ada pada diri kita sendiri. Musuh kita itu adanya bukanlah diluar, tetapi di dalam diri kita sendiri namun kebanyakan manusia tidak menyadarinya. Marilah kita menjalani kehidupan ini dengan sabar dan bila diuji Allah dengan kebaikan ataupun keburukan kita kembalikan lagi kepada Allah SWT. Al-Hadiid,5: "Kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi. Dan kepada Allah-lah dikembalikan segala urusan."

Menguak Rahasia Puasa Orang-orang Arif


Pentingnya Nilai Bulan Ramadhan Satu perkara yang penting bagi pe-salik (kepada Allah SWT) adalah mengetahui hak dan nilai bulan Ramadhan, karena bulan puasa ini merupakan bulan undangan Allah SWT bagi mereka yang menitih jalan kepada-Nya. Bulan Ramadhan, merupakan tempat bertamu kepada Allah SWT, begitu juga makna yang tepat untuk orang berpuasa adalah tamu Allah SWT (dhiyafatullah), sekaligus sebagai bentuk usaha untuk mendapatkan keikhlasan dalam gerak dan diam, dengan dasar ridha kepada pemilik rumah, Allah SWT. Nilai dan Faedah Lapar (Wahai pencari maqam qarb-posisi dekat-) lapar bagi pesalik, keutamaannya adalah penyempurnaan jiwa (nafs) dan makrifah Allah SWT. Juga fadhailnya disebut dalam hadis begitu agung dan besar. Oleh karena itu kita mencari sebab, hikmat dan falsafahnya. Diriwayatkan dari Rasulullah SAW, dimana beliau bersabda: Bukalah jiwa kamu menuju mujahidah dengan perantara lapar dan haus, karena tindakan ini sama dengan melaksanakan jihad dijalan Allah SWT, sebagaimana tidak ada amal yang lebih dicintai Allah SWT selain dari lapar dan haus. Begitu juga dalam hadis lain bahwa: Dihari kiamat, posisi yang lebih dekat pada Allah SWT di antara kamu pada Allah SWT adalah mereka yang lebih banyak (menahan) lapar dan mereka yang banyak berpikir tantang Allah SWT. Disabdakan pada Usamah: Kalau bisa, ketika malaikat maut hendak mengambil nyawamu, (adalah)ketika perutmu lapar dan tenggorokanmu haus, lakukanlah hal ini, karena perbuatan ini adalah posisi yang paling mulia. Kedudukan kamu yang dapat dibayangkan, adalah dekatnya posisi kamu dengan Rasul, para malaikat bersuka ria ketika ruh mu tiba serta Allah SWT mengucapkan salam dan salawat kepadamu. Disabdakan juga: Laparkan perutmu dan keringkan badanmu, semoga Allah SWT akan melihat hatimu. Dalam hadis miraj, Allah SWT berfirman kepada Rasulullah SAW : Wahai Ahmad, apakah engkau mengetahui faedah dan hasil dari puasa? Saya berkata: Tidak wahai Ilahi. Allah SWT berfirman: Hasil dan faedah dari puasa adalah mengurangi makan dan bicara. Kemudian Allah SWT menjelaskan hasil dari pada diam para pemikir dengan berfirman: Diam mewariskan hikmat, dan hikmat mewariskan marifat, dan marifat mewariskan yakin, karena hamba sampai pada tingkatan yakin, tidak ada sisa lagi, untuknya tidak ada beda apakah kehidupannya susah atau mudah?! Ini adalah posisi shahib ridha. Bagi siapa yang beramal mencapai ridha Saya, maka tiga hasil yang akan pasti didapatkannya. Akan diajarkan kepadanya rasa syukur, sehingga tidak bercampur antara kejahilan dan kebodohan, zikir dan ingat tanpa ada kelupaan, kasih dan sayang akan diberikan kepadanya sehingga tidak akan didahulukan kasihnya kepada makhluk melebihi cintanya kepada Allah SWT karena Saya pemilik cinta, dan Saya akan mencintainya. Ciptaan Saya akan menuju pada kasihnya, mata dan hatinya selalu terpaku pada keagungan dan kemuliaan Diri-Ku, padanya ilmu sehingga kesumat hamba tidak tersembunyi.

Pada kegelapan malam dan terangnya siang Kami akan bermunajat sehingga hilang dan terputuslah bahaya makhluk yang ada bersamanya. Firman-Ku dan ucapan para malaikat akan sampai pada telinganya. Kebenaran dan rahasia-Ku yang tertutup atau tersembunyi dari semua makhluk akan jelas dan terang baginya. Kemudian difirmankan: Akal dan idrak-nya akan tenggelam dalam pengetahuan marifat-Ku, dan Saya akan duduk di akalnya, kemudian kematian, tekanan, panas dan ketakutan akan menjadi ringan dan mudah, sehingga (dengan cepat dan selamat)akan masuk ke dalam surga. Ketika malaikat maut turun kepadanya dan mengatakan: Selamat padamu, berbahagialah!. Tuhanpun rindu padamu! Sampai disitu disabdakan dan kemudian Allah SWT berfirman: Ini adalah surga-Ku, tinggallah di situ, ini adalah lingkungan-Ku, tenanglah (dan tetaplah)! Maka ruh menjawab: Wahai Sembahanku?! Engkau telah mengetahui aku, maka saya dengan-Mu tidak memerlukan semua makhluk. Demi Keagungan dan Kemuliaan-Mu aku bersumpah, kalau Engkau hendak memotongmotongku, dan hidup di antara hamba-MU dengan keadaan yang paling sengsara, dan tujuh puluh kali terbunuh, maka kesenangan dan ridha Engkau akan lebih aku cintai. Hingga disini difirmankan, kemudian Allah SWT berfirman: Demi Kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku bersumpah, di antara Aku dan engkau tidak ada batasan masapun yang akan menjadi hijab atau penutup, ketika engkau menghendaki dan menginginkan datanglah kepada-Ku, inilah apa yang Aku perbuat pada kekasihKu. Pada riwayat ini telah ditunjukkan dengan jelas hikmat dan falsafah lapar dan keutamaannya. Kalau kita ingin mengetahui lebih jauh dan jelas tentang keutamaan dan faedah dari pada lapar dalam puasa ini, maka lihatlah pada ulama akhlak yang akan membawakan riwayat yang ada. Karena mereka akan menjelaskan tentang keutamaan besar dari lapar, diantaranya adalah penyembuh hati, karena kenyang akan memperbanyak uap di otak, jiwa akan lambat beraktivitas dalam berpikir dan menentukan, terjadinya rasa berat sehingga akan membutakan hati. Dan rasa lapar adalah lawannya, lapar akan mengobati hati dan kecepatannya, hati akan terus beraktivitas berpikir yang berkelanjutan dengan makrifat, kemudian selalu siap untuk menerima cahaya (Ilahi), sebagaimana diriwayatkan oleh Rasulullah SAW : Siapa yang membiarkan perutnya lapar, maka pikiran dan pemahamannya akan membesar. Begitu banyak lagi faedah dari lapar. Rahasia Perjamuan Pesalik dengan Lapar Rahasia Allah SWT menentukan untuk menerima tamu-Nya adalah dengan lapar. Karena itu adalah untuk nikmat yang lebih baik dan tinggi dari nikmat makrifat, qurb- dekat- dan liqa. Dan rasa lapar adalah paling dekatnya sebab untuk itu.Puasa adalah jamuan Allah SWT untuk hamba-Nya. Bagi seorang pesalik dijalan Allah SWT, lapar dan puasa bukan sekedar taklif, tapi adalah jamuan yang wajib disyukuri dan dilakukannya. Keinginan Allah SWT inilah yang perlu diketahui kedudukannya serta mendalami nilai yang terdapat dari ayat panggilan Ilahi dari ayat suci-Nya. Karena itu adalah panggilan dan undangan kepada kalian untuk sampai pada tempat pertemuan. Dari nikmatnya kebaikan dan kefahaman dari hikmah dan falsafah tasyrii puasa tersebut adalah mengurangi makan dan dan melemahkan kekuatan badan, sehingga dari sisi ini, puasa yang dilakukan di siang hari dapat dilakukan pula di malam hari. Puasa bukan hanya sekedar untuk tidak makan dan minum, tapi harus bersama puasa telinga, mata, mulut, dan sebagian kabar mengatakan bahwa kulit dan rambutpun harus berpuasa. Niat dan Tujuan Pesalik dalam Puasa Wahai para pesalik, untuk amal (puasa) ini tidak layak hanya dengan berniat untuk menghilangkan/mencegah murka Ilahi, sebagaimana tidak layak hanya dengan tujuan untuk mendapatkan pahala dan masuk kedalam nikmat surga sekalipun dengannya semua itu bisa didapat. Tapi haruslah berniat bahwa dengan puasa akan mendekatkan diri kepada Allah SWT, mendekatkan diri pada ridha Allah SWT. Dengan ini, maka akan dijauhkan dari syifat syaithani dan mendekat pada

sifat malaikatiyah. Ketika ini sudah diketahui, dengan pemahaman pengetahuan agar menjauhi semua tindakan dan perkataan yang menjauhkan diri saat hadir dihadapan Allah SWT. Karena tindakan yang menjauhkan diri dari Allah SWT itu bertentangan dengan keinginan-Nya dalam perjamuan di perhelatan ini maka, janganlah bergembira di saat engkau datang, kedekatan dan kehadiran pada dar-al-dhiyafah (tempat perjamuan) yang sebagai istana Munim (Allah SWT) karena semua rahasia dan apa yang ada di hati hamba-hamba-Nya telah diketahui oleh-Nya. Jangan melupakan Allah SWT karena Dia memperhatikan kamu, jangan sekali-kali kita melakukan protes, sementara Dia ada dihadapan kamu. Demi jiwaku aku besumpah, bahwa ini dalam hukum akal merupakan perbuatan qabaih adhimah (keburukan/cela yang agung), dimana akal tidak akan ridha jika dengan sahabatnya berlaku demikian, (apakah lagi dengan Tuhannya). Tapi karena kita berada di tempat yang sempurna dan Fadhl Ilahi, maka semua kealpaan ini tidak menjadikan kita terusir, karena Dia telah mengampuni hamba-Nya sehingga tidak keluar dari lingkungan taklif. Tapi juga hamba haruslah memahami kadar Tuan dan Sayyidnya untuk tidak bertindak hanya sebanding halal dan haram, tapi haruslah sebanding Ketuanan dan KeSayyidan-Nya, bertindak dengan ubudiyah pada-Nya atau lebih rendah dari ini, yaitu tindakan orang yang hina dan dina. Dengan kata lain, hamba haruslah berlaku sebagaimana yang dipesankan oleh Imam Shadiq Beliau berkata: Ketika engkau berpuasa hendaknya, memandang bahwa dirimu diundang dan dekat dengan akhirat [kematian]. Keadaanmu dalam keadaan tunduk, khusyu,rendah dan hina dalam keadaan ketakutan dihadapan Tuhannya, bersihkan hatimu dari cela dan jauhkan batinmu dari makar dan tipu muslihat serta semua bentuk perbuatan yang keluar dari Ilahi. Tetapkanlah dalam puasa untuk meletakkan kekuasaan hanya pada Allah SWT dengan ikhlas (mengetahui hanya Allah SWT yang pantas disembah). Berharaplah sepenuhnya pada Allah SWT, hati dan badan hanya untuk Allah SWT. Pada hari-hari puasamu, jadikan hati untuk cinta dan zikir, badan beramal untuk ridha-Nya, hilangkan semua dari apa yang tidak diperlukan dalam undangan (perjamuan) itu. Imam menasehatkan juga (dimana kita harus bersedia untuk melakukannya) bahwa kita harus menjaga agar semua anggota badan jauh dari bahaya, penentangan dan larangan Allah SWT, terutama lidah, sehingga debat dan sumpahpun perlu dihindari. Kemudian diakhir riwayatnya beliau bersabda: Apabila kalian mengamalkan pesanku tentang semua hal yang pantas bagi orang orang yang puasa, maka (puasanya) telah benar, kalau tidak demikian, maka fadhilah dan pahalanyapun akan kurang. Maka pikirkanlah apa yang telah dipesankan tentang kewajiban orang puasa, kemudian berharaplah dengan nilainya, maka ketahuilah bahwa diri diundang dan dekat dengan akhirat, hati akan keluar dari lingkungan duniawi dan tidak keluar dari kesiapan untuk lingkungan akhirat. Bagitu juga kalau hatinya hudhudan besih dari semua hal yang bukan Ilahi. Kalau saja hati dan badannya merendah hanya untuk Allah SWT dan menghindar dari semua hal yang bukan Ilahi, maka ruh,hati dan badan serta semua wujudnya ada pada zikir Allah SWT, mahabbah Allah SWT, tenggelam dalam ibadah Allah SWT maka puasanya menjadi puasa orang-orang muqarribin (orang orang yang dekat dengan Allah SWT). Begitulah Allah SWT berfirman atas hak orang orang yang dekat dengann-Nya, untuk berpuasa yang demikian, sekalipun hanya satu hari dalam umurnya. Tingkatan Puasa Ada tiga macam tingkatan puasa yang dilakukan oleh umat manusia. 1. Puasa Awam: yaitu puasa yang hanya sekedar meninggalkan makan, minum dan wanita.

Sebagaimana apa yang dikatakan para fuqaha tentang kewajiban dan muharamat yang ditentukan untuk puasa. 2. Puasa Khawash [Panca Indera]: yaitu selain dari pada apa yang harus ditinggalkan tersebut, seorang yang berpuasa harus menjaga semua anggota badannya dari pekerjaan yang dilarang Allah SWT. 3. Puasa Khawash Al Khawash [Jiwa]: yaitu meninggalkan semua perkara yang menghalangi manusia kembali kepada Allah SWT dan beramal hanya untuk Allah SWT, baik halal maupun haram. Pada tingkatan dua dan tiga ada banyak peringkat/bagiannya [gradasinya] juga, terutama pada peringkat kedua, sebanyak tingkatan ashabul yamin dari mukminin, di mana setiap personal memiliki batasan sendiri dan tidak sama dengan sahabatnya. Setiap orang yang sampai pada(tingkatan) tersebut maka mereka adalah orang yang amalnya dekat dengan orang yang ada diatasnya. Tingkatan Orang Berpuasa Berdasarkan Motivasi Orang yang berpuasa terbagi menjadi beberapa bagian dilihat dari motivasi dan niatnya berpuasa. Sebagian orang berpuasa dengan tujuan benar yaitu tidak hendak melakukan hal yang membatalkan puasanya,tapi bukan karena Allah SWT, seperti takut kepada masyarakat atau berusaha untuk mendapatkan keuntungan dirinya sendiri,atau karena adat kebiasaan muslimin. Sebagian yang lain berpuasa karena takut pada azab neraka dan mengharapkan pahala Allah SWT. Sangat sedikit yang hanya berharap pada pahala saja, karena kebanyakan dari mereka motivasinya adalah untuk mencegah dari azab dan mengharapkan pahala. Sebagian lain, selain dari berniat untuk meninggalkan azab dan meraih pahala, juga berkeinginan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mendapatkan ridha daripada-Nya. Dan sebagian lain, dengan ikhlas hanya untuk mendekatkan diri dan ridha Allah SWT. Mereka yang mengharapkan peringkat ruhaniah mukhlisin, selalu berusaha untuk Mahbub-nya, dia akan berusaha sepenuhnya untuk menambah setiap usaha (riyadhah) bagi dirinya. Kalau saja ada dua perbuatan yang sama fadhilahnya, maka dia akan memilih salah satu yang lebih berat untuk jiwanya. Inilah hak dari semua yang menjadi muqarab, berbahagialah mereka, sebagaimana yang dilakukan oleh Amiril Mukminin as. Hal yang penting dan harus dijaga sebelum memulai berbuka puasa atau sahur setelah membaca Basmalah (Bismillahir Rahman ir Rahim) adalah membaca surat Al Qadr. Tingkatan Puasa Para Pesalik dan Puasa Benar [makbul] Perhatikanlah wahai orang yang berpuasa!. Apa yang dapat dipetik dari akhbar; ghibah, bohong, memandang hal-hal yang diharamkan seperti memandang bukan muhrim, didasari dengan kebencian dan kezaliman sedikit ataupun banyak- akan membatalkan puasa, karena puasa bukan hanya tidak makan dan minum saja. Karena orang yang (sebenarnya) berpuasa harus juga berpuasa telinga, mata, lidah, faraj dan perutnya. Kaki dan tangannya pun harus terjaga. Banyaklah diam,kecuali kata kata untuk kebaikan. Bersahabatlah dan berbuat baiklah dengan pembantu dan pelayanmu, karena puasa harus menjaga telinga dan mata dari semua hal yang haram dan yang membawa keburukan. Hindarilah memarahi dan menghardik pembantu dan pelayan, jauhilah. Dapatkan nilai dari puasa. Karena hari itu adalah hari puasamu jangan jadikan hari puasamu sama dengan hari ketika kamu tidak berpuasa. Rasul SAW bersabda: Apa yang paling mudah dijalankan oleh orang yang berpuasa dan Allah SWT menjadikan-Nya mudah bagi orang yang puasa adalah tidak minum dan tidak makan. Puasa hakikatnya adalah memutuskan anggota badan dari perbuatan dosa, tidak sekali-kali melihat pada hal-hal yang dilarang Allah SWT. Kalau berpuasa dengan dasar tersebut, maka hati akan terjaga

untuk selalu mengingat Allah SWT, hanya berpuasa untuk Allah SWT sajalah puasa itu akan sempurna. Kalau seseorang mengetahui hakikat puasa, maka derajat dan hikmat tasyri puasapun akan diketahuinya. Dengan sendirinya dia akan menjauhi dan menghindari dari perbuatan haram sehingga puasanya dapat diterima, kalau tidak, maka puasanya patut dipertanyakan. Makna dari pada sudah terlaksananya kewajiban berpuasa, tidaklah berarti bahwa nanti di hari kiamat dia sudah akan berbahagia dan puasanya telah diterima. Ukuran yang paling jelas untuk menimbang puasa diterima atau tidaknya puasa di bulan puasa adalah sabda Rasulullah SAW. Bagi orang yang berada di bulan (puasa-Ramadhan) tapi dosanya tidak berkurang, sebagaimana sabda Nabi: Barang siapa telah meniggalkan bulan puasa (Ramadhan) tapi dosanya tidak berkurang, Allah SWT tidak akan mengampuninya. Dengan dasar ini pula beliau diutus Allah SWT sebagai rahmat untuk seluruh alam. Petunjuk jelas untuk memperluas dan melipatgandakan rahmat, pengampunan-Nya yang mencakup semuanya serta kasih-Nya di bulan ini. Bukankah tidak ada kenikmatan lain lagi selain ini?!. Dia adalah Rahmatan lil alamin. Muslimin tidak akan terkutuk betapapun besar dosanya.[ Sumber : Islam Muhammadi Online] Maqam Yakin Oleh: Ayatullah Anshari Syirazi Hf Salah satu maqam akhlaq adalah maqam Yaqin. Yaitu manusia untuk mencapai kesempurnaan diharuskan untuk mencapai peringkat dimana dia tidak ada lagi keraguan, wahm (angan-angan) dan khayal dalam meyakini hukum-hukum dan akidah-akidah Islam. Yaqin mempunyai tiga tingkatan yaitu; pertama Ilmul yaqin, Kemudian Ainul yaqin, dan terakhir adalah Haqqul yaqin. Al-Quran menyatakan: Lau talamuna ilmal yaqn, Kalau kamu menemukan keyakinan terhadap Mabda dan Maad, surga dan neraka melalui ilmul yaqin, kamu akan menyaksikan neraka dan penduduknya itu dengan penglihatan batin. Kalau seorang manusia memandang kepada alam penciptaan ini dengan pandangan mata batin dan pandangan Ibrahim as Wakadzalika nur Ibrahima malakutassamwti wal ardhi (Al-Anam : 75), sekarang ini dia akan menyaksikan orang-orang yang berada di neraka jahannam; yaitu kalau anda memperoleh derajat awal keyakinan itu, maka akan muncul dalam hati anda pengetahuan-pengetahuan dan ilmu-ilmu (makrifat Ilahi). Sekarang, jika seseorang naik dan memperoleh tingkat keyakinan selanjutnya yaitu Ainul yaqin dan Haqqul yaqin, maka ilmu dan pengetahuan yang lebih dahsyat lagi akan muncul dan terbit dalam jiwa dan hatinya. Orang-orang, khususnya kaum penganut mazhab Islam pecinta keluarga Rasul diharuskan dalam memperoleh tingkatan-tingkatan keyakinan itu menggunakan metode yang benar yaitu menggunakan dalil-dalil burhan (argumen), Al-Quran dan sunnah. Salah seorang tokoh menukilkan perkataan dari anak almarhum Sayyid Ali Aghai Qadhi bahwasanya ayahnya berkata: meskipun keraguan dan kebimbangan dalam agama ada sampai ajal tiba di tenggorokan dan kalau tidak, setelah kematian, segala sesuatunya nanti akan nampak dan keyakinan yang sebenarnya pun akan tercapai. Sebagaimana yang dinyatakan oleh Al-Quran: Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini, maka Kami singkapkan daripadamu tutup (yang menutupi) matamu, Maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam. (QS. Al-Qaf : 22). Jika setiap manusia betul-betul menjaga hukum-hukum Allah, yaitu melaksanakan yang wajib dan menjauhi segala yang dilarangnya serta keyakinannya terhadap Mabda dan Maad dan sebagainya mencapai pada maqam Yaqin, maka dia akan memperoleh sebuah kondisi dan pengalaman spiritual yang hal-hal itu tidak akan bisa diungkapkan dengan kata-kata dan dialog. Dan ini dinyatakan dalam Al-Quran : Niscaya kamu melihat neraka jahim atau dalam ayat 12 surat al-Hujurat dinyatakan : Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. (QS. Al-Hujurat : 12).

Kalam wahyu itu bukanlah sesuatu yang majazi. Kenapa kalam wahyu itu kita predikasikan kepada sebuah ungkapan majazi?! Tariklah diri kita ini ke arah yang lebih tinggi mendekati maqam ishmat, sehingga semua hakikat itu tersingkap bagi kita. Dan selama kita masih terkurung dan berada di sangkar badan dan materi ini, kita tidak akan mampu dan mau menerima rahasia-rahasia Al-Quran itu dan bahkan kita akan selalu mempredikasikannya (Al-Quran) itu ke dalam bentuk yang majazi. Ada sekelompok manusia yang terbebas dari kurungan badannya dan memperoleh karunia penglihatan Ibrahim as, manusia-manusia langitan ini, menyaksikan dengan jelas bahwa berghibah itu seperti memakan daging saudara sendiri dan begitupun, mereka mampu melihat dan mendengar dengan mata batinnya kondisi penghuni kubur. Ada sebuah riwayat dari Rasulullah SAW : bahwa beliau masuk mesjid pada waktu subuh, di dalam mesjid beliau menyaksikan seorang pemuda kurus namun penuh cahaya di wajahnya, duduk di salah satu sudut mesjid. Rasulullah bertanya: Bagaimana kondisi anda pada subuh ini? Pemuda itu menjawab: Saya pada subuh ini dalam kondisi yakin kepada Allah SWT. Bertanya Rasulullah tentang kondisi Zaid Bagaimana pagi subuh ini kau lalui wahai sahabat sejati Berkata Aku hamba yang yakin Bertanya mana bukti keyakinan yang menakjubkan itu?? Berkata aku menyaksikan makhluk-makhluk penghuni langit Dan aku melihat dan menyaksikan Arasy dan para penghuninya. Imam Ali as dalam khutbahnya (193), mentabirkan kelompok manusia seperti ini dengan ungkapannya yaitu: Mereka ada di alam dunia ini, menyaksikan Surga seakan-akan mereka juga sedang ikut menikmati keindahannya. Manusia langitan seperti ini hanya dengan Allah SWT mengadakan transaksi : Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. (QS. At-Taubah : 111). Kalau seseorang telah menemukan keyakinan maka tak akan pernah dia menampakkan ketakwaannya, karena segala sesuatu itu tidak semuanya bisa diungkapkan di dunia ini. Setiap orang yang mendapatkan karunia dan tarbiyah, rahasia-rahasia Ilahi akan dicamkannya dan mulutnya terjahit Ayat-ayat ini adalah sebuah peringatan dan ancaman bagi semuanya, khususnya ahli ilmu dan keutamaan. Mereka berkewajiban untuk memperkenalkan akan dunia gaib itu kepada masyarakat, segala sesuatu yang ada di alam malak, malakuti, mempunyai lahir dan batin. Tabarakallazi biyadihilmulku wa huwa ala kulli syain qadr (Al-Mulk : 1), Fasubhanallazi biyadihi malakutu kulli syain (Yasin : 83) kedua ayat ini adalah dalil akan adanya alam malakut dan batin. Di alam ini terdapat berita-berita yang tidak pernah berhenti siang malam, yang mana kita tak bisa mendengar dan menyaksikannya karena kita buta. Mereka yang bisa melihat dan mendengar, siang malam tak pernah tidur mendengarkan ucapan-ucapan tasbihnya seluruh makhluk yang ada di alam ini. Makan dan minum telah menjauh dari tingkat cinta Saat itulah kau akan sampai pada sahabat yang mana tak ada tidur dan makan lagi Manusia dalam kondisi ini, merasakan nikmatnya berwudhu, atau pada bulan ramadhan dikarenakan sedikit makan maka dia merasakan nikmatnya saat-saat mendekati waktu berbuka di mana hal itu

bukanlah perumpamaan kenikmatan dunia. Allah SWT mengaruniakan nikmat ini kepada orang-orang mukmin supaya mereka semakin yakin kepada-Nya seperti seorang ibu yang meletakkan tangannya yang berisi manisan di mulut bayi.[Diterjemahkan oleh Sultan Nur dari pelajaran Akhlaq dar Hauzeh karya Ayatullah Ansari Shirazi Hf, http://www.telagahikmah

SUATU hari saya iseng Googling, mengetikkan keyword puasa Daud, Enter, dan hasilnya cukup mencengangkan. Puasa Daud yang merupakan satu-satunya puasa sunah yang konon paling TIDAK DIMINATI, ternyata tidak sedikit yang diam-diam tertarik, berminat dan hingga sekarang masih berburu infonya di Internet. Kenapa dibilang sebagai puasa sunah yang paling tidak diminati? Karena puasa Daud adalah satu-satunya puasa yang pelaksanaannya bisa dibilang cukup berat, atau bahkan paling berat. Hanya mereka yang berkomitmen kuat dan istiqamah yang akan tetap setia menjalankannya hingga akhir hayat. Dan ternyata, ketika saya amati lagi, di postingan-postingan blog yang memaparkan perihal puasa Daud, masih banyak yang belum terpahamkan apa dan bagaimana puasa Daud itu. Kebiasaan orang muslim Indonesia pada umumnya, yakni malas membaca dengan teliti, dan kedua malas untuk melakukan aksi. Padahal inti utama puasa Daud di berbagai sumber mana pun sudah jelas, bahwa, puasa Daud adalah puasa sunah yang tidak ada beda dengan puasa sunah yang lainnya, hanya saja puasa Daud ini dilakukan sehari berpuasa sehari berbuka. Hanya itu. Sudah. Tinggal dipraktekkan. Namun, biarpun kelihatannya sesimpel itu, saya menyadari, bahwa pelaksanaan puasa Daud meninggalkan sederet kegamangan. Nah, kegamangan-kegamangan ini alhamdulillh sudah saya coba inventarisir. Bagi yang tertarik dengan postingan tentang puasa Daud ini, atau siapapun Anda, baik pelaku puasa Daud maupun calon pelaku puasa Daud, tulisan ini saya bagikan buat Anda. Semoga bermanfaat. *** 1. KENAPA DISEBUT MUHAMMAD.SAW? PUASA DAUD? APAKAH PUASA INI SUNAH NABI

Jika Anda menghendaki dalil berupa hadits-hadits tentang puasa Daud, silakan Anda mencari sendiri di sumber-sumber lain, jika Anda ragu. Namun secara ringkas, puasa Daud ini merupakan amalan Nabiyallh Daud.as (dan umatnya), dan diriwayatkan pula, bahwa puasa Daud ini adalah puasa yang PALING DICINTAI ALLH. Beliau (nabi Daud.as) berpuasa sehari dan berbuka sehari, terus menerus begitu sepanjang tahun. Nah, lantaran puasa ini merupakan puasa yang, bisa dikatakan paling istimewa, tidak salah apabila Rasulullah.saw memuji dan menyukai puasa Daud ini, dan bahkan dianjurkan bagi siapapun umat Islam, tentu saja bagi mereka yang berminat, kuat dan ikhlas menjalankannya. Jadi jika ada di antara pembaca ingin mengamalkan puasa Daud, silakan, namun jika kondisi tidak memungkinkan Anda melakukan, tidak perlu dipaksakan, karena masih ada puasa-puasa sunah yang lain. 2. APAKAH PUASA DAUD ADA BATAS MINIMALNYA? MISAL, MINIMAL 1 TAHUN ATAU SEMAMPU KITA Jika kita melihat riwayat dalam hadits, puasa Daud ini disebut oleh Rasulullah.saw untuk mengakomodasi keinginan beberapa sahabat yang ingin melakukan puasa sepanjang tahun. Rasulullah.saw melarang, dan alih-alih memberitahukan satu puasa yang paling mulia dan disukai Allh yang disebutkan bahwa nilainya setara dengan puasa sepanjang tahun, yakni puasa Daud, puasa

sehari dan berbuka sehari. Ditilik dari fakta tersebut, agaknya bisa kita simpulkan, bahwa puasa Daud baiknya dikerjakan oleh mereka yang dalam dirinya berhasrat kuat untuk melakukan amalan puasa hingga akhir hayat. Istilah kasarnya, kalau mau, jangan setengah-setengah, karena tidak pernah ada riwayat pelaku puasa Daud melakukan puasa Daud hanya 1 bulan, atau 6 bulan, atau 1 tahun (kecuali jika sedang dalam taraf latihan). Tentu, jika melihat pada kondisi-kondisi yang lebih khusus, bisa saja ada seseorang yang melakukan puasa Daud tiba-tiba harus berhenti melakukan puasa Daud karena satu dan lain hal, misalnya karena sakit berkepanjangan. Itu bisa saja, jika Allah sudah berkehendak, dan bisa dimaklumi jika yang bersangkutan tidak lagi bisa meneruskan puasa Daud dalam waktu tertentu. Namun jika kita mau sejenak membuka mata terhadap sejarah, dan bahkan kalau saya berkaca pada pengalaman diri sendiri, jarang sekali ditemukan kasus orang melakukan amalan puasa secara istiqamah jatuh sakit. Yang ada justru orang berpuasa sehat-sehat, malah di dunia kedokteran, orangorang sakit dianjurkan berpuasa. Saya sendiri selama melaksanakan puasa Daud malah alhamdulillah jarang sekali jatuh sakit. Dan itu memang fakta ajaib yang tidak bisa dipungkiri, sebab manusia sejak zaman dulu pun telah mengenal puasa sebagai imun dan penyembuh alami yang ajaib. Dan kalau berkaca kembali pada pengalaman pribadi, bukannya ingin berhenti, saya malah ketagihan dan ingin terus melaksanakan puasa Daud hingga ajal menjelang. Sebab apa, sebab saya sudah menyadari dan merasakan sendiri, apa manfaat dan khasiat rahasia puasa Daud. Mungkin Anda para pembaca bisa menanyakan hal ini secara personal kepada orang yang kebetulan seorang pelaku puasa Daud. 3. APA MANFAAT PUASA DAUD BAGI DIRI SAYA? LALU BAGAIMANA JIKA BERTEMU HARI SENIN, KAMIS, JUMAT, SABTU DAN MINGGU? MOHON SEKALI LAGI DIRINGKAS LAGI HAL-HAL SEPUTAR PUASA DAUD. Jika benar-benar ingin melaksanakan Puasa Daud, atau sering disebut Puasa ala Nabi Daud ini, maka hal yang paling baik di awal adalah tekad dan niat yang sungguh-sungguh. Jika benar kita serius, ingin mengamalkan puasa yang paling baik ini, maka hal-hal lain semestinya tidak perlu lagi dipertanyakan. Mau jatuhnya hari Jumat, hari Sabtu, hari Senin, hari Kamis, atau terpotong oleh sakit sehari, batal di lain hari, yang paling penting itu adalah terus istiqamah alias konsisten untuk terus melakukan dan melanjutkan puasa Daud. (Tentu saja puasa Daud ini tidak boleh dikerjakan di harihari yang diharamkan berpuasa, seperti Hari Raya Idul Fithri, Idul Adha, dst). Lalu, apakah pelaksanaan puasa Daud ini harus selamanya? Seperti yang sudah saya utarakan, yang penting itu kita konsisten. Mungkin saja di suatu waktu kita sakit satu minggu, nah, setelah sehat, kita lanjutkan lagi puasa Daud tersebut. Dan tentu, idealnya puasa Daud ini dijalankan hingga akhir hayat. Tentu, awalnya terasa berat, karena BELUM TER-BI-A-SA. Tapi jika kita sudah terbiasa, insya Allah, yang ada kita malah ketagihan dan ingin terus menerus melakukannya. Karena apa? Fakta, siapapun yang konsisten melaksanakan puasa Daud, tidak akan pernah mudah sakit. Silakan dibuktikan sendiri, minimal sampai 2 minggu atau 1 bulan saja, dan lihatlah keajaiban yang akan tubuh Anda rasakan. Jadi sebetulnya tak perlu ada kekhawatiran bagi yang akan hendak memulainya karena takut akan jatuh sakit, karena yang ada justru malah sebaliknya, kita menjadi kebal terhadap segala jenis penyakit. Tentunya hal ini bukan sekedar omong kosong, karena saya pun mengalaminya langsung, jadi asli dari pengalaman nyata sendiri. Apa sebabnya? Sebabnya adalah, ketika kita makan (secukupnya) satu hari, lalu keesokan harinya puasa, lalu lusanya berbuka, lalu esoknya lagi puasa, itu menjadikan sistem pencernaan kita menjadi lentur dan kuat, sehingga membuat sirkulasi darah bekerja secara dinamis. Berbeda dengan mereka yang tidak sekalipun puasa, pencernaan terus-terusan dipaksa bekerja dan menjadi tempat sampah makanan, sehingga menjadi biang penyakit pencernaan. Jadi, berbahagialah bagi siapapun yang mengamalkan puasa Daud semasa hidupnya.

Hidup Anda akan berubah 180 derajat. Ketika kita sudah terbiasa melakukan puasa Daud, halhal sekecil apapun akan terasa nikmat LUAR BIASA bagi diri kita. Karena apa? Karena kita sudah TERBIASA LAPAR. Ketika kita sudah terbiasa lapar, kita jadi tidak lagi merasa takut apabila sewaktu-waktu tidak punya apa-apa, kita jadi kebal dengan hidup, kita menjadi tenang dan tentram. Soal ketenangan hati ini, itu adalah rahmat dan karunia ajaib Allah. Yang jelas, ketika diri kita sudah membiasakan lapar, kita akan menjadi sosok insan yang akan mudah bersyukur dan bahagia, meskipun hanya makan nasi dengan tempe atau ikan asin saja, kita akan merasa bahagia luar biasa. Aneh memang, tapi itulah keajaibannya. Ketika kita sudah membiasakan puasa Daud dan terbiasa lapar, kita akan lebih peka dengan segala jenis makanan. Kita seperti menjadi sebuah detektor, yang mampu mendeteksi, Oh, makanan ini jelek, makanan ini buruk, makanan ini tidak baik dan lain sebagainya. Karena apa, karena ketika kita sudah membiasakan puasa Daud, kita akan lebih mencintai perut yang kosong ketimbang perut yang kenyang, dan kita akan benar-benar benci dengan kenyang, karena kita akan sadar, kenyang itu menjadi sumber malapetaka kesehatan tubuh dan diri. Ketika kita sudah membiasakan diri melakukan puasa Daud dan terbiasa lapar, jiwa sosial kita akan lebih peka. Kita akan lebih mudah tersentuh melihat siapapun yang datang meminta-minta, karena apa, karena kita telah merasakan sendiri, betapa lapar itu menyengsarakan. Maka dari itu, lantaran kita sudah terbiasa lapar, kita menjadi sosok yang tidak tega melihat orang lain lapar. Jadilah kita ringan dalam memberi sedekah dan bantuan kepada orang lain. Rahmat dan pahala berlipatlah yang akan kita dapat. Dan masih banyak lagi. Silakan, bagi yang hendak dan ingin berpuasa Daud, lakukan sekarang juga, atau esok. Semoga mendapat pengalaman dan manfaat yang lebih besar dari apa yang sudah saya kemukakan di atas. Sedangkan bagi yang masih menjalankan Puasa Daud hingga sekarang, tetaplah istiqamah dan konsisten, bahkan kalau perlu ajak orang-orang terdekat, kerabat dan sahabat untuk turut serta melestarikan puasa yang sangat sangat dianjurkan Rasulullah.saw ini. Dan mohon diingat, puasa Daud ini lebih untuk dan semata untuk Allah saja, jadi jangan sampai kita memberitahukan kepada orang lain kalau kita ini melakukan puasa Daud atau sudah berapa lama kita melakukan puasa Daud. Bukan orang lain yang memberi balasan, tapi Allah, jadi lebih baik dan lebih sempurna apabila kita melakukan puasa Daud ini secara SEMBUNYISEMBUNYI, RAHASIA. Cukup dan biar Allah saja yang tahu sudah berapa lama kita melakukan puasa dahsyat ini. []

Sebagai mahasiswa, selalu saja ingin mendapatkan IPK yang baik. Nah, dalam dunia psikologi IPK yang tinggi bukan segalanya namun ada saja proses-proses yang harus kita jalani dimana itu semua lebih penting dari pada hasil yang kita capai. Namun di era sekarang banyak perusahaan atau apapun itu yang hanya melihat hasil dari kuliah kita yaitu IPK yang tinggi. Adapun cara mendapatkan IPK yang tinggi ialah sebagai berikut: 1. Berdo;a dan bertawakkal kepada Allah yang maha kuasa, karena itu adalah jalan utama untuk meraih apa yang kita inginkan. 2. Belajar tidak harus terus-menerus, belajarlah disaat anda sangat menggebu-gebu untuk menguasai materi kuliah yang anda inginkan nilanya baik. 3. Bangun relasi kepada teman-teman, karena belajar yang paling efektif adalah dengan berkelompok karena kita tidak akan malu bertanya jika ada sesuatu yang ingin kita tanyakan. Beda halnya jika di kampus, ada-ada saja perasaan malu untuk mengungkapakan apa yang belum kita pahami.

4. Buatlah sesuatu yang berguna bagi kampus, misalkan mengikuti event basket atas nama universitas dan sebagainya. 5. Gunakan kesempatan yang ada untuk mendapatkan yang kita mau. Misalakan ketika dosen menanyakan suatu materi kuliah, maka jawablah dengan baik karena itu akan menjadi bahan pertimbangan dosen untuk IPK yang tinggi. 6. Luangkan waktu anda untuk berolahraga agar kesehatan kita tetap terjaga dalam mencapai IPK yang tinggi.

Tulisan ini hanya bersifat share aja sob, ga ada maksud apapun. So stay positive thinking . Dolo pas awal masuk ke dunia kampus, memang sempat terlintas cara-cara gimana sie kita bisa dapet IPK bagus alias tinggi (bagi yang belum tau IPK, coba deh tanya ama kakak tinggat or dosen loe or mbah wiki or om google or tetangga loe deh or tukang bakso kek or penjual es kek, pokoke tanya siapapun yg tau jawabannya) Jadi begini sob, secara prinsip cara belajar di kampus ama di sekolah itu laen men. Jangan disamakan. Belajar di kampus memerlukan kemandirian karena dosen bersifat pasif dan mahasiswa yang bersifat aktif. Hal ini kan berbeda ama pas kita di skull. beTul ga ??? So bagaimana kiat-kiat nya ?? 1. Pas Kuliahnya Sob Agar dapat memahami dan mengikuti kuliah dari para dosen kita tercinta (ceeeeiiileee......), biasain sebelum berangkat ke kampus persiapkan diri sob dengan membaca terlebih dahulu materi kuliah. Eitts....jangan lupa jurus yang satu ini sob, dekatilah kakak tingkat loe. Tanyain mereka seputar kegiatan perkuliahan, gimana dosennya ?? (maksudnya killer apa ga tuh dosen). Kalo perlu sampe kebiasaan-kebiasaan dosennya sob (maksudnya tuh kalo pas kuliah gimana, trus kalo quis tuh soalnya gimana). Dan yang paling penting sob, minta soal-soal ke kakak tingkat. Kale aja soalnya keluar pas ujian sob, kan rejeki nomplok tuh Jangan datang terlambat sob pas kuliah, kebiasaan sangat buruk nie sob. (Tapi kalo memang kepepet dan terpaksa, ga pa2 sob....namanya juga kepepet). Karena kalo telat, ntar ga bisa ngikutin materi kuliah dari awal. Satu lagi nie sob, kalo memang dosen loe emang suka ngaret.....ga pa2 deh loe ngaret juga. Kan kalo guru kencing berdiri, murid kencingnya berlari sob (emang bisa ?? kencing sambil lari.....) Setelah masuk ke dalam kelas, cari tempat duduk yang uueeeeenak sob (kalo ane sie biasanya di bawah kipas angin, maklum sob....panas banget kalo di dalam kelas. hehehehehehe.....). Posisi tempat duduk nie sangat mempengaruhi loe dalam menyimak materi kuliah. Kalo kata temen ane nie sob, tempat duduk yang paling strategis ya ada di depan sendiri. Banyak keuntungannya tuh sob. loe pasti melihat dengan jelas tulisan dosen (nie bagi dosen yang tulisannya kecil-kecil...hehehehehehe....). Trus, dosen pasti mengenali wajah loe deh (poin plus tuh...). Soalnya kalo dosen pas lagi butuh spidol ato penghapus, pasti deh loe yang pertama dipanggil..... wkwkwkwkwkwkw. just kidding sob....yang jelas posisi duduk di depan menguntungkan banget deh sob. Kalo ga percaya, coba aja..... Kalo udah duduk di depan, coba deh aktif selalu di setiap perkuliahan sob 2. Belajar di Rumah Sesibuk apapun loe... entah loe kerja, aktif di organisasi, maen PB, nongkrong, mbantu emak, dll deh...jangan lupain buat belajar di rumah. Sempatkan aja walau cuman 1-2 jam setiap harinya. Buatlah belajar di rumah senyaman dan seenak mungkin sehingga loe betah. Cobalah bikin kelompok belajar ato gabung ama komunitas belajar. Tapi kalo udah terbentuk kelompok belajar, jangan hanya asal nebeng aja sob, kalo ada tugas tinggal copy paste (soalnya masih enakan kopi susu. hehehehehe) 3. Manfaatin tuh Perpustakaan Bagi orang-orang yang kere kayak ane nie....yang tiap berangkat ngampus pake sepeda butut, perpustakaan merupakan tongkrongan wajib. Kalo mau beli buku ga ada duit sob. Minta emak juga sungkan, masak udah gede minta melulu. Mana belum gawe lagi, dapet duit darimana buat beli buku. Padahal buku merupakan salah satu alat kita dalam belajar dan menambah wawasan. 4. Kejar Nilai-nya sob Kejar nilai untuk mata pelajaran atau mata kuliah yang secara umum tidak terlalu loe senangi sob. Apa itu? Oh banyak sob, misalnya nie geografi, agama, kesenian, dsb atau untuk yang kuliah di jurusan computing, ada fisika dasar, teknik kompilasi, automaton/formal language, dsb. Lakukan survey kecil-kecilan ke temen seangkatan atau

kakak angkatan, ane yakin banyak sekali mata kuliah yang tidak digemari mahasiswa. Intinya di mata kuliah yang diemohi mahasiswa itu, mereka biasanya down nilainya. Nah ini dia kesempatan kita, di saat nilai mereka pasti rendah, kita berjuang untuk nilai pasti tinggi hehehe. Nah hasil dari tahap ini yaitu kalau ada IPK khusus untuk mata kuliah tidak populer kita pasti nomor satu Sudah mantab dengan langkah diatas? Langkah selanjutnya adalah jangan berhenti, lanjutkan mengejar nilai untuk mata pelajaran atau mata kuliah yang secara umum kamu senangi hehehe. Belajar keras, kerjakan semua tugas, kalau perlu kejar terus dosen kalau ada yang masih nggak ngerti di mata kuliah populer itu. Kalaupun kita tidak bisa mendapatkan nilai sempurna alias sedang-sedang saja ya nggak apa-apa, asal sudah berusaha. Yang pasti karena IPK adalah nilai kumulatif dari mata kuliah tidak populer dan populer, total nilai kita akan tetap tinggi tho. Lha kan kita sudah jadi the first rank untuk mata kuliah tidak populer hihihi. 5. Jangan Lupa Berdoa, Sholat Malam, Puasa Sunnah, Sedekah, dll Yang satu ini jangan dilupakan sob. Setelah kita berikhtiar dengan segenap tenaga dan sekeras baja, tinggal kita berdoa. Tambahin juga sholat malam sob. Puasa sunnahnya coba dijalanin sob. Jangan lupa juga bersedekah, kalo punya rezeki. Akhir semester silakan dilihat nilai IPK atau raportnya, ane yakin nilai loe akan meningkat. Kalau masih belum naik, lanjutkan tahap 1 dan 2 di semester berikutnya. Kalaupun sampai akhir kuliah tidak naik-naik juga, ya apa boleh buat, memang level kekuatan loe seperti itu sob. Mungkin loe kurang berdoa, kurang sholat malam atau kurang puasa senin-kamis, kurang sedekah, sehingga ridha dan lucky dari yang Allah SWT tidak menyertai anda. Tapi jangan khawatir, IPK bukan segalanya sob, masih banyak cara lain dan perlu juga dicatat banyak orang sukses yang IPKnya hancur kok. Untuk yang sudah ber-IPK bagus, jangan cepat puas apalagi sombong dan takabur, karena faktor-faktor itulah yang membuat orang seperti loe tidak sukses ketika masuk ke dunia kerja. Wallahu allam (samubay)