Anda di halaman 1dari 29

Dari kedua persamaan di atas dapat di simpulkan bahwa

(persamaan 3)


Contoh soal :
periode revolusi bumi mengelilingi matahari adalah satu tahun dan jarak bumi matahari adalah 1,5 x 10
11
m.
jika periode revolusi planet mars mengelilingi matahari adalah 1,87 tahun, berapakah jarak mars dari matahari ?
penyelesaian :
periode revolusi matahari : T
b
= 1 tahun
jarak bumi matahari : R
b m
= 1,5 x 10
11
m
periode revolusi planet mars : T
m
= 1,87 tahun
dengan menggunakan persamaan 3, di peroleh :


Jadi, jarak mars dari matahari adalah 2,28 x 10
11
m.


Angin Bintang

Oleh : Dr. Chatief Kunjaya

Jika kita mendengar kata angin, mungkin yang terbayang adalah bendera yang berkibar, rambut melambai atau
hembusan yang terasa di muka. Angin yang kita rasakan adalah molekul udara yang bergerak. Kecepatan gerak
partikel rendah pada angin sepoi-sepoi. Jika kecepatan gerak molekul udara tinggi, maka kita akan merasakannya
sebagai angin kencang. Jika lebih tinggi lagi bisa menjadi angin topan atau bahkan tornado yang punya kekuatan yang
sangat merusak.

Matahari dan bintang-bintang juga bisa menghembuskan partikel seperti hembusan angin di permukaan Bumi.
Bedanya, partikel yang dihembuskan oleh matahari dan bintang-bintang berupa partikel bermuatan seperti proton dan
elektron, sedangkan yang berhembus di atas permukaan Bumi adalah partikel netral, seperti molekul N2, O2, CO2,
H2O dan lain-lain.

Kerapatan dan kecepatan kedua macam angin itu juga berbeda. Angin Matahari jauh lebih renggang daripada angin di
Bumi. Dalam 1 cm3 angin Matahari hanya terdapat sekitar 3-7 atom, sedangkan dalam 1 cm3 atmosfir Bumi terdapat
kira-kira 1019 atom. Kecepatan angin Matahari berkisar antara 1,2 juta hingga 3 juta km/jam, bandingkan dengan
kecepatan angin topan di Bumi yang biasanya berkisar antara 100 hingga 400 km/jam.

Sifat lain dari angin Matahari adalah dapat menyebabkan badai magnetik, karena partikel bermuatan yang bergerak
dengan kecepatan tinggi akan menimbulkan medan magnet di tempat yang dilaluinya. Medan magnet yang
ditimbulkan angin Matahari di sekitar Bumi berinteraksi dengan medan magnet Bumi dan mendistorsinya sehingga
menjadi berbentuk memanjang menjauhi Matahari.



Gambar 1. Angin Matahari yang membawa medan magnet mendistorsi medan magnet Bumi sehingga menjadi
memanjang. Sumber : http://sohowww.nascom.nasa.gov/classroom/glossary_middle.html

Kekuatan hembusan angin Matahari tidak selalu tetap, bergantung pada aktivitas di permukaan Matahari. Pada saat
Matahari tenang, kerapatan dan kecepatan angin Matahari rendah. Akan tetapi pada saat terjadi ledakan flare di
permukaan Matahari atau lontaran massa korona (Coronal Mass Ejection, CME) kecepatan dan kerapatan angin
Matahari yang sampai ke Bumi menjadi tinggi.

Pada saat mencapai magnetosfir Bumi, sebagian besar partikel bermuatan dari Matahari akan dibelokkan menjauh
oleh medan magnet Bumi. Dengan demikian medan magnet Bumi berfungsi seperti perisai. Sebagian kecil partikel
bermuatan itu bisa masuk ke magnetosfir dan dibelokkan oleh gaya Lorentz. Umumnya partikel bermuatan akan
mengikuti garis gaya magnet dalam lintasan helix ke arah kutub-kutub magnet Bumi, kemudian menghantam partikel-
partikel atmosfir Bumi di sekitar kutub. Partikel bermuatan positif yang datang vertikal di daerah khatulistiwa akan
mendapat gaya Lorentz ke arah Timur. Tumbukan partikel angin Matahari itu dengan molekul-molekul atmosfir
menghasilkan pancaran cahaya indah di langit yang disebut Aurora atau cahaya kutub.



Gambar 2 Aurora di Alaska yang diabadikan oleh Jan Curtis dari Geophysical Institute, University of Alaska, sumber :
http://www-istp.gsfc.nasa.gov/istp/outreach/images/Aurora/19big.gif

Karena perlindungan medan magnet dan atmosfir Bumi, angin Matahari dan badai magnetik yang ditimbulkannya di
angkasa tidak sampai mengganggu kesehatan mahluk hidup di permukaan Bumi. Akan tetapi pada zaman sekarang
manusia banyak memanfaatkan satelit yang melayang-layang di angkasa untuk kebutuhan telekomunikasi, sehingga
gangguan badai magnetik karena angin kencang Matahari bisa mengganggu aktivitas manusia di permukaan Bumi.

Gangguan terhadap satelit itu dapat berdampak pada telekomunikasi, perbankan, navigasi dan lain-lain.



Aurora jika dilihat dari angkasa luar, sumber : http://spacemath.gsfc.nasa.gov/


Matahari adalah salah satu jenis bintang, oleh karena itu kita dapat menduga bahwa peristiwa seperti angin Matahari
juga terjadi di bintang-bintang, dinamakan angin bintang. Semakin panas bintang semakin kuat pula angin bintang
yang dihembuskan karena radiasi yang lebih kuat memberikan gaya dorong keluar lebih besar terhadap partikel-
partikel di atmosfir bintang.

Bintang panas yang menghembuskan angin bintang yang kuat, massanya akan terus berkurang. Dalam kurun waktu
jutaan tahun jumlah penyusutan massa bintang menjadi cukup besar untuk mempengaruhi jalannya evolusi, karena
bintang yang berbeda massa akan menempuh jejak evolusi yang berbeda pula. Sebagai bandingan laju kehilangan
massa Matahari karena angin Matahari adalah sekitar 3 10-14 kali massa Matahari per tahun, tidak cukup besar
untuk mempengaruhi jalannya evolusi. Tetapi pada bintang-bintang panas, massa yang hilang karena angin bintang
bisa mencapai 10-8 hingga 10-6 massa Matahari setiap tahun, sehingga sepanjang hidupnya yang ratusan juta hingga
milyar tahun, jumlah massa yang hilang menjadi besar.

Jika bintang panas itu merupakan anggota pasangan bintang ganda, maka orbit bintang ganda itu juga akan berubah
secara perlahan, karena periode orbit bintang ganda bergantung pada massa bintang anggotanya.

Contoh soal 1 (OSN 2010)

Jika ada suatu elektron yang karena fenomena angin Matahari dilontarkan dari Matahari ke arah Bumi, lintasannya
tepat tegak lurus terhadap permukaan Bumi diatas provinsi Riau. Bagaimana lintasan elektron itu ketika masuk ke
magnetosfir bumi ?

a. terus lurus menuju permukaan Bumi hingga sampai permukaan Bumi

b. dibelokkan ke arah Barat

c. dipantulkan oleh mangnetosfir sehingga berbalik ke arah Matahari

d. dibelokkan ke arah Timur

e. lintasannya tidak dapat diprediksi

Jawab : b

Arah medan magnet Bumi di atas Riau (Khatulistiwa) horizontal ke Utara. Arah Kecepatan gerak elektron vertikal ke
bawah, maka gaya Lorentz untuk elektron yang bermuatan negatif adalah ke Barat. Maka elektron akan dibelokkan ke
Barat

Contoh Soal 2 (OSP 2008)

Sebuah bintang ganda terdiri dari sebuah bintang maharaksasa biru yang massanya 90 massa matahari dan sebuah
bintang katai putih bermassa kecil. Periode orbit bintang ganda itu adalah 12,5 hari. Karena temperatur bintang
raksasa itu sangat tinggi, ia mengalami kehilangan massa melalui angin bintang yang dihembuskannya. Setiap tahun
bintang raksasa itu kehilangan massa 10-6 kali massa matahari. Jika diasumsikan jarak antara kedua bintang itu tidak
berubah. Hitunglah periode orbit bintang ganda itu 10 juta tahun kemudian!

Jawab:

Karena bintang sekunder adalah katai putih, massanya tidak lebih dari 1,4 kali Massa Matahari. Dikatakan bahwa
bintang katai putih bermassa kecil, jadi massanya jauh lebih kecil dari 1,4 massa Matahari, dapat diabaikan
dibandingkan dengan bintang primernya. Periode orbitnya mula-mula : 12,5/365,25 tahun =0,034223 tahun. Dalam
kurun waktu 10 juta tahun, bintang primer (yang besar) kehilangan massa sebesar 10 kali massa Matahari, sehingga
setelah 10 juta tahun itu massanya tinggal 80 massa Matahari.

Gunakan hukum Kepler, dalam satuan Matahari:

a 3 /T 2 = M

a3 = MT2

Karena di soal dikatakan bahwa jarak kedua bintang tidak berubah maka a = konstan. Maka persamaan diatas dapat
ditulis dalam bentuk perbandingan :

M1T12 = M 2T2T2

90 X (0.034223)2 = 80T22

Diperoleh T2 =0,036299 tahun = 13,26 hari

Hukum-Hukum Kepler

Oleh : Dr. Chatief Kunjaya

Hukum-hukum Kepler yang nampak begitu sederhana, ternyata tidak dihasilkan dengan mudah bahkan melalui kerja
puluhan tahun. Prosesnya diawali dengan perancangan dan pembangunan fasilitas pengukuran koordinat benda langit
raksasa yang disebut quadrant oleh Tycho Brahe. Dengan alat itu Tycho Brahe dapat melakukan pengukuran posisi
benda langit dengan kecermatan melebihi alat lain di zamannya. Johannes Kepler (1571 1630) dapat menyusun
hukumnya berdasarkan tumpukan data catatan hasil pengamatan Tycho Brahe yang memiliki kecermatan yang tinggi.
Selama 25 tahun data dikumpulkan oleh Tycho Brahe yaitu data tinggi dan azimuth enam planet dari Merkurius
hingga Saturnus. Data yang dikumpulkan oleh Tycho kemudian diolah, dianalisis dan diinterpretasikan oleh
asistennya seorang ahli matematika Jerman yaitu Kepler setelah ia meninggal.

Hasil analisis Kepler terhadap data Tycho Brahe menunjukkan adanya perbedaan kecil tapi jelas dan mengandung
keteraturan tertentu antara posisi planet yang diamati dengan yang dihitung dengan teori Ptolemeus atau Copernicus.
Mengapa perbedaan ini tidak diketahui pada pengamatan sebelum zaman Tycho Brahe? Karena pengukuran
sebelumnya tidak menggunakan alat yang akurat, sedangkan Tycho Brahe menggunakan quadrant alat ukur
koordinat benda langit yang paling teliti saat itu. Sebelumnya, untuk mensinkronkan agar hasil pengamatan itu bisa
cocok dengan teori heliosentris Copernicus, diperlukan epicycle yaitu lingkaran-lingkaran kecil yang merupakan
komponen kedua lintasan orbit planet selain orbit utamanya yang
berupa lingkaran yang berpusat di Matahari. Mengapa planet bisa bergerak dalam lingkaran kecil epicycle ? Tidak ada
penjelasan.



Kepler menemukan kenyataan bahwa data posisi planet-planet yang dikumpulkan oleh Tycho Brahe itu lebih cocok
jika orbit planet diperkenankan berbentuk elips dengan Matahari sebagai pusatnya. Dengan cara demikian, gerak
planet-planet dapat dipahami dengan lebih sederhana, tidak diperlukan lagi epicycle-epicycle. Temuan ini kemudian
diformulasikan oleh Kepler sebagai :

Planet-planet mengelilingi Matahari dalam orbit elips, dengan Matahari berada pada salah satu titik apinya.

Pernyataan ini kemudian terkenal sebagai Hukum Kepler I. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa kecepatan
anguler sebuah planet mengelilingi matahari juga berubah menurut waktu. Pada saat planet lebih jauh dari Matahari
gerak orbitnya lebih lambat, dan pada saat planet lebih dekat kecepatannya lebih tinggi. Hal ini kemudian dirumuskan
dalam bentuk lebih kuantitatatif sebagai Hukum Kepler II yaitu :

Garis hubung Matahari Planet menyapu daerah yang sama untuk selang waktu yang sama.

Luas seluruh elips adalah ab, yang ditempuh dalam waktu P, sehingga luas daerah yang disapu persatuan waktu
adalah

L = ab/P

dengan a setengah sumbu panjang, b setengah sumbu pendek dan P periode. Sumbu a dan b berhubungan dengan
eksentrisitas sebagai berikut :

b2 = a2(1-e2)

Berdasarkan pengamatan bahwa semakin jauh planet dari Matahari periode orbitnya semakin panjang, dan didukung
dengan data pengamatan yang sangat banyak, diperolehlah hubungan antara sumbu panjang orbit planet dan
periodenya sebagai berikut :

Setengah sumbu panjang orbit pangkat tiga berbanding lurus dengan periode pangkat dua

a3 = kT2

Pernyataan ini terkenal dengan sebutan hukum Kepler III

Harga k ini, pada awalnya belum diketahui tapi nilainya sama untuk keenam planet yang diamati. Hukum-hukum
Kepler ini diperoleh secara empirik dari sifat keteraturan data posisi planet. Dapat dibayangkan sulitnya memperoleh
kesimpulan seperti itu dengan cara coba-coba dari data. Tetapi menurunkan rumus hukum-hukum ini menjadi mudah
setelah Newton menemukan hukum atau teori tentang gerak, gravitasi dan kalkulus jauh setelah Kepler meninggal
dunia. Bahkan kemudian konstanta-konstanta yang ada pada hukum Kepler dapat diperjelas sebagai berikut :

Luas daerah yang disapu oleh garis hubung matahari-planet tiap satuan waktu :

r2 d /dt = ( GMo a(1-e)), Mo adalah massa Matahari

Dengan r dan d /dt berturut-turut adalah jarak Matahari-Planet dan kecepatan sudut orbit pada suatu saat tertentu.
Harga k pada hukum Kepler di atas adalah :

k = G Mo / 4 2

Pertanyaan berikut ini adalah pertanyaan yang diajukan oleh salah seorang pembaca

1. Jarak Planet Merkurius pada titik perihelionnya adalah 0,341 SA dari Matahari dan setengah sumbu panjangnya
adalah 0,387 SA. Luas daerah yang disapunya dalam satu periode adalah :

a. 0,467 SA2

b. 0,312 SA2

c. 0,104 SA2

d. 0,213 SA2

e. 0,621 SA2

Jawab:

Pada Majalah Astronomi Vol 1 no 3 hal 25, telah dijelaskan tentang rumus jarak perihelion : a(1-e), dengan demikian
dapat diperoleh eksentrisitas orbit Merkurius : 0,119. Dengan rumus b2=a2(1-e2)

Dapat diperoleh b = 0,384

Luas elips : ab = 0,467 SA2

2. Callisto merupakan bulannya planet Jupiter, mengedari planet Jupiter pada jarak 1,88 juta km dan dengan periode
16,7 hari. Apabila massa Callisto diabaikan karena jauh lebih kecil daripada massa Jupiter, maka massa planet Jupiter
adalah

a. 10,35 10-4 massa Matahari

b. 9,35 10-4 massa Matahari

c. 8,35 10-4 massa Matahari

d. 7,35 10-4 massa Matahari

e. 6,35 10-4 massa Matahari

Jawab:

Jika massa Jupiter dinyatakan dalam massa Matahari, jarak dalam SA, 1,88 juta km = 0.0125 SA waktu dalam tahun,
16,7 hari = 0.0457 tahun, hukum Kepler untuk satelit-satelit Jupiter dapat dinyatakan sebagai :

a3/T2 = Mj/Mo, Mj adalah massa Jupiter dan Mo massa Matahari dan T adalah periode satelit Jupiter.

Dengan demikian diperoleh Mj = 9,35 10-4 massa Matahari

3. Jika jarak terdekat komet Halley ke Matahari adalah 8,9 x 1010 meter, dan periodenya 76 tahun, maka
eksentrisitasnya adalah :
a. 0,567
b. 0,667
c. 0,767
d. 0,867
e. 0,967
Jawab:

Dengan Hukum Kepler III dapat diperoleh setengah sumbu panjang orbit komet Halley: a3=762

Maka a = 17,94 SA

Jarak perihelion : 8,9 x 1010 meter = 0,593 SA = a(1-e)

Maka e = 0.967

4. Sebuah pesawat ruang angkasa mengelilingi Bulan dengan orbit yang berupa lingkaran dengan radius orbit 1737
km dan dengan periode orbit sebesar 2 jam. Apabila gaya gravitasi yang disebabkan Bulan pada pesawat ruang
angkasa ini sama dengan gaya sentrifugalnya, maka massa Bulan yang ditentukan berdasarkan kedua gaya ini adalah
..... (G = 6,67 x 10-11 m3 kg-1 s-2)
a. 5,98 x 1026 kg
b. 5,98 x 1024 kg
c. 5,98 x 1022 kg
d. 5,98 x 1020 kg
e. Masa bulan tidak bisa ditentukan dengan cara ini
Jawab:

Radius orbit : 1737 km = 1737000 m (mengorbit dekat dengan permukaan bulan)

Periode orbit 2 jam = 7200 detik

Gaya sentrifugal (=sentripetal) = gaya gravitasi bulan

2r = GMbln/r2 , Mbln adalah massa bulan

Mbln = 4 2 r 3 /GT2 = 5,98 x 1022 kg

Soal ini bisa juga dijawab dengan hukum Kepler III. ***

(dari edisi sebelumnya)

Orbit Planet-planet

Oleh : Dr. Chatief Kunjaya

Planet-planet berevolusi mengelilingi Matahari pada orbit yang hampir sebidang dengan arah putaran yang sama, juga
searah dengan rotasi Matahari dan juga arah rotasi planet-planet kecuali planet Venus dan Neptunus. Orbit planet-
planet umumnya hampir lingkaran. Fakta-fakta ini memberikan indikasi kuat bahwa Matahari dan planet-planet lahir
melalui suatu mekanisme bersama, tidak saling bebas.

Pada Majalah Astronomi Vol 1 no 2, Maret 2009, Widya Sawitar sudah menjelaskan tentang bagaimana Tata Surya
terbentuk dari pengerutan awan gas antar bintang. Awan yang mengerut itu akan berotasi sehingga terbentuk piringan.
Bagian pusat akan menjadi Matahari, sedangkan pada piringan akan terbentuk pengerutan-pengerutan yang lebih kecil
membentuk planet-planet. Karena orbit planet-planet berasal dari orbit piringan yang sama , maka dapat dipahami
mengapa orbit planet-planet hampir sebidang dan masing-masing orbit itu berbentuk hampir lingkaran.

Sifat-sifat orbit ke delapan planet dapat diterangkan dengan baik oleh teori kabut dan teori protoplanet, tetapi sifat-
sifat Pluto tidak. Tidak seperti orbit planet-planet lain yang hampir lingkaran, orbit Pluto lonjong sehingga kadang-
kadang lebih dekat ke Matahari daripada planet Neptunus. Bidang orbitnya juga menyimpang 17 dari bidang orbit
Bumi. Ukurannya tidak besar seperti planet-planet Jovian dan tidak diselubungi kabut gas tebal. Fakta-fakta ini
membuat para astronom menduga, Pluto tidak lahir dengan cara yang sama dengan planet-planet lain. Maka sejak
tahun 2006 Pluto tidak lagi dikategorikan planet melainkan planet kerdil.

Planet-planet yang lebih dekat ke Matahari dari pada Bumi, yaitu Merkurius dan Venus, nampak dari Bumi hanya
pada pagi hari sebelum Matahari terbit atau sore hari setelah Matahari terbenam. Kedua planet itu nampak selalu
mengikuti Matahari dari jarak yang tidak terlalu jauh. Jarak sudut antara planet dengan Matahari dilihat dari Bumi
disebut elongasi. Paling jauh Merkurius hanya berjarak sudut sekitar 28 dari Matahari sedangkan Venus sekitar 47.
Karena orbit Bumi dan planet dalam berbentuk elips, sudut elongasi terbesar ini juga berbeda-beda dari satu periode
ke periode berikutnya. Sudut-sudut itu, berturut-turut disebut elongasi terbesar Merkurius dan Venus. Hal ini dapat
dijelaskan secara geometris pada gambar di bawah ini :

Karena dekatnya dengan Bumi, kalau sedang nampak, Venus seperti bintang yang sangat terang, ketiga paling terang
di langit setelah Matahari dan Bulan. Maka Venus sering dinamai Bintang Pagi atau Bintang Timur kalau kebetulan
nampak pada pagi hari dan disebut Bintang Sore ketika kelihatan sore hari. Dahulu Venus disebut bintang karena
orang zaman dahulu tidak bisa membedakan bintang dengan planet. Ketika sudut elongasi planet 0 dikatakan planet
dalam keadaan konjungsi. Konjungsi ada dua macam, jika planet berada diantara Bumi dan Matahari dikatakan planet
dalam keadaan konjungsi inferior, sedangkan jika planet berada di belakang Matahari dikatakan konjungsi superior.

Pada saat konjungsi inferior, kalau planet Merkurius atau Venus tepat berada di bidang ekliptika diantara Bumi dan
Matahari kita bisa mengamati fenomena transit, yaitu peristiwa melintasnya planet di piringan matahari. Karena
cahaya matahari sangat terang planet yang transit akan tampak sebagai lingkaran hitam.

Peristiwa transit hanya bisa terjadi pada planet Merkurius dan Venus, saat itulah letak planet terdekat dari Bumi.
Planet luar seperti Mars, Jupiter dan lain-lain tidak bisa mengalami transit karena tidak akan pernah bisa berada
diantara Matahari dan Bumi. Saat planet luar terdekat dari Bumi adalah saat oposisi, yaitu ketika arah ke planet dan
arah ke Matahari dari Bumi nampak berlawanan. Untuk pengamat di dekat khatulistiwa, ketika Mars oposisi, saat
matahari terbenam Mars baru terbit, Mars akan nampak di atas horizon sepanjang malam dan nampak lebih terang dari
pada saat-saat lain. Planet luar seperti Jupiter, Saturnus dan lain-lain tidak dapat dilihat pada saat konjungsi, karena
berada di belakang Matahari. Meskipun planet luar menyimpang sedikit dari keadaan konjungsi, sehingga tidak
terhalang oleh piringan Matahari, tetap sulit melihatnya karena jauh dari Bumi sehingga lebih redup, diperparah lagi
oleh gangguan cahaya matahari yang menyilaukan.

Apakah pada saat oposisi planet luar, Bumi dan Matahari satu garis lurus? Bisa! Tapi umumnya tidak persis satu garis
lurus karena bidang orbit planet-planet dan bidang orbit Bumi tidak persis satu bidang, melainkan membentuk suatu
sudut kecil.

Saat oposisi adalah saat terbaik mengamati planet luar, karena jaraknya yang dekat sehingga tampak lebih terang, lagi
pula saat oposisi adalah saat planet luar nampak paling lama pada malam hari. Oposisi yang sempat membuat heboh
adalah oposisi planet Mars tahun 2003. Mengapa demikian menghebohkan ? padahal dalam waktu tidak sampai dua
tahun bisa ada dua kali oposisi. Karena oposisi Mars 2003 adalah oposisi terdekat yang sangat jarang terjadi. Mars
nampak sangat terang sehingga menjadi benda langit malam paling terang setelah Bulan. Mengapa ada oposisi dekat
ada oposisi jauh? Karena orbit planet-planet tidak lingkaran sempurna, melainkan agak lonjong. Kelonjongan orbit
planet dinyatakan dalam eksentrisitas e, yang didefinisikan sebagai berikut:



e = (1-(b2 / a2))

Dengan a = setengah sumbu panjang elips

b = setengah sumbu pendek

Jarak perihelion (terdekat dari Matahari) : a(1 - e)

Jarak aphelion (terjauh dari Matahari): a(1 + e)

Jika kebetulan pada saat oposisi Mars, Bumi dekat dengan aphelion (titik terjauh dari matahari) sedangkan Mars dekat
dengan perihelion (titik terdekat dari Matahari), maka jarak Bumi Mars menjadi lebih dekat daripada saat oposisi
biasanya, dan Mars menjadi sangat terang.


Berikut ini ada beberapa pertanyaan dari pembaca Majalah Astronomi, Bapak Iman Suwartono sehubungan dengan
masalah yang dibahas di atas.

Selamat Siang, Majalah Astronomi.

Saya Iman Suwartono, Guru SMA Negeri 1 Pagaden, Subang. Saya mendapat kesulitan untuk memecahkan beberapa
soal astronomi. Saya harap Majalah Astronomi dapat membantu memberi jawaban serta penjelasan dari soal-soal
berikut :

1. Pada saat konjungsi Bumi-Planet dan Matahari memdekati satu garis lurus, konfigurasinya adalah ...

a. Planet - Bumi - Matahari

b. Bumi - Planet - Matahari

c. Planet - Matahari - Bumi

d. Matahari - Planet - Bumi

e. Tidak ada jawaban yang benar

2. Jika setengah sumbu panjang dan eksentrisitas planet Mars adalah a = 1,52 dan e = 0,09 sedangkan untuk Bumi a =
1 SA dan e = 0,017. Kecerlangan maksimum palanet Mars pada saat oposisi, terjadi ketika jaraknya dari Bumi pada
saat itu ...

a. 0.37 SA

b. 0.27 SA

c. 0.32 SA

d. 0.40 SA

e 0.50 SA

3. Elongasi Maksimum terjadi ketika jarak Bumi ke Matahari dan jarak Planet ke Matahari memenuhi kaedah ...

a. Jarak Planet maksimum, jarak Bumi minimum

b. Jarak Planet maksimum, jarak Bumi maksimum

c. Jarak Planet minimum, jarak Bumi minimum

d. Jarak Planet minimum, jarak Bumi maksimum

e. Tidak ada yang benar

4. Elongasi minimumterjadi ketika jarak Bumi ke Matahari dan jarak Planet ke Matahari memenuhi kaedah ...

a. Jarak Planet maksimum, jarak Bumi minimum

b. Jarak Planet maksimum, jarak Bumi maksimum

c. Jarak Planet minimum, jarak Bumi minimum

d. Jarak Planet minimum, jarak Bumi maksimum

e. Tidak ada yang benar

5. Yang dimaksud konjungsi inferior adalah ketika terjadi konfigurasi ...

a. Bumi - Planet - Matahari

b. Matahari - Bumi - Planet

c. Planet - Bumi - Matahari

d. Bumi - Matahari - Planet

e. Tidak ada jawaban yang benar

Terimakasih untuk perhatian, jawaban serta penjelasannya. Semoga majalah Astronomi terus sukses.

Jawab:

Terima kasih pak Iman atas pertanyaannya. Dasar pengetahuannya sudah diberikan pada tulisan pengantar diatas. Di
bawah ini akan saya sampaikan pembahasannya secara singkat.

1. Jawaban b, c dan d dapat dibenarkan untuk planet dalam seperti Merkurius dan Venus. Tapi jawaban b dan d
tidak benar untuk planet luar seperti Jupiter dan Saturnus. Maka jawaban benar yang bersifat lebih umum adalah c.

2. Mars akan nampak paling terang jika saat oposisi, Bumi berada di aphelionnya dan Mars berada di perihelion.
Jarak aphelion Bumi dari Matahari : 1 (1+0,017) SA = 1,017 SA. Jarak perihelion Mars : 1,52(1-0,09) = 1,383 SA.
Maka jarak Bumi Mars saat itu : 1,383-1,017 = 0,366 SA. Jawab : a

3. Soal ini memperhitungkan kelonjongan orbit planet. Elongasi maksimum hanya ada pada planet dalam yaitu
Merkurius dan Venus. Elongasi maksimum yang terbesar tercapai kalau Bumi di Perihelion dan planet di Aphelion
(lihat gambar diagram orbit planet), jawab : a

4. Soal ini kebalikan dari soal no 3, yaitu Bumi paling jauh dan planet paling dekat, jawab : d

5. Konjungsi inferior terjadi pada saat planet berada diantara Bumi dan Matahari, jawab : a

Silahkan lihat penjelasan pada artikel diatas, selamat membaca. ***


Kepler - Solusi


Diposkan oleh Mariano Nathanael di Minggu, Februari 06, 2011 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Berbagi ke Twitter
Berbagi ke Facebook
Link ke posting ini
Label: solusi
Kepler - Soal
Coba anda kejakan soal mengenai Hukum Kepler di bawah ini, baru boleh lihat solusinya

1. (SOK 2009) Jika jarak terdekat komet Halley ke matahari adalah 8,9 x 10^10 m, dan periodenya 76 tahun, maka
eksentrisitasnya adalah
A. 0,567
B. 0,667
C. 0,767
D. 0,867
E. 0,967

2.(SOP 2007) Sebuah asteroid mempunyai setengah sumbu panjang elips a = 2,5 SA. Semester I tahun 2007 ia berada
di perihelion. Kapankah ia berada di aphelion ?

3. Pada suatu saat jarak sudut antara Matahari dan planet Venus (elongasi) sama dengan 30 derajat. Diketahui orbit
Venus 0,72 AU, berapakah jarak Venus dari Bumi saat itu? (Asumsikan orbit lingkaran)

4.(OSN 2007) Mars mempunyai dua buah satelit Phobos dan Deimos. Jika diketahui Deimos bergerak mengelilingi
Mars dengan jarak a = 23490 km dan periode revolusinya P = 30jam 18 menit. Berapakah massa planet Mars bila
dinyatakan dalam satuan massa Matahari ? Jika Periode revolusi Phobos 7jam 39menit, berapakah jaraknya dari
Mars?

5.(SOK 2009) Callisto yang merupakan bulannya planet Jupiter, mengedari planet Jupiter pada jarak 1,88 juta km dan
dengan periode 16,7 hari. Apabila massa Callisto diabaikan karena jauh lebih kecil daripada massa Jupiter, maka
massa planet Jupiter adalah
A. 10,35 x 10^-4 Massa Matahari
B. 9,35 x 10^-4 Massa Matahari
C. 8,35 x 10^-4 Massa Matahari
D. 7,35 x 10^-4 Massa Matahari
E. 6,35 x 10^-4 Massa Matahari




Solusinya...


Diposkan oleh Mariano Nathanael di Minggu, Februari 06, 2011 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email
HUKUM KEPLER 2 & 3 Materi
Hukum Kepler 2
Suatu garis khayal yang menghubungkan matahari dengan planet menyapu luas juring yang sama dalam selang waktu
yang sama



Hukum Kepler yang kedua memberikan implikasi mengenai kecepatan planet yang berbeda-beda pada saat
mengelilingi matahari. Jika jarak planet ke matahari dekat maka kecepatannya besar dibandingkan ketika jaraknya
dekat

Hukum Kepler 3
Kuadrat periode revolusi planet sebanding dengan pangkat tiga setengah sumbu panjang orbitnya untuk semua planet
Jika diubah kedalam rumus matematik maka persamaannya menjadi :



Atau



Dimana T adalah waktu yang diperlukan oleh planet untuk mengelilingi matahari (disebut periode planet) dan a adalah
setengah sumbu panjang orbit : a = (perihelion + aphelion)/2.
Jika hukum ini diterapkan pada data planet-planet, maka kita akan peroleh tabel berikut ini :



Perbandingan yang tetap dalam Hukum Kepler 3 memang berlaku untuk tiap planet.
Sekitar setengah abad kemudian, ditahun 1687, Newton merumuskan Hukum Gravitasi Universal melalui persamaan :



Melalui mengotak-atik persamaannya ini, ternyata kita dapat menghasilkan ketiga Hukum Kepler, sehingga bisa
dikatakan bahwa Hukum Kepler adalah kasus dari Hukum yang lebih universal, yaitu Hukum Gravitasi. Bahkan
konstata perbandingan planet dapat ditentukan dari Persamaan Gravitasi ini. Karena itu Hukum Kepler 3 yang lengkap
adalah :



Dimana G adalah konstanta gravitasi (yang nilainya ditentukan sekitar seabad kemudian (1798) oleh Cavedish, G =
6,672 x 10^-11 Nm^2kg^-2) dan M1 maupun M2 adalah massa kedua benda yang saling berinteraksi dengan gaya
gravitasi.

Dalam soal-soal olimpiade, jarang sekali digunakan satuan MKS (meter, kilogram, sekon), tetapi menggunakan
satuan-satuan yang biasanya dipakai dalam astronomi. Pada soal-soal dengan kasus Hukum Kepler, maka jenis soal
yang sering muncul ada tiga tipe, yaitu :

Soal Tipe 1 : Benda pertama (sebagai pusat) adalah matahari dan benda yang mengorbit adalah planet, asteroid, komet
atau pesawat ruang angkasa. Untuk jenis tipe 1 ini satuan yang digunakan biasanya jarak dalam SA (Satuan
Astronomi) dan waktu orbit/periode dalam tahun. Jika demikian halnya, maka rumus Kepler 3 dapat menjadi sangat
sederhana, yaitu :



Dan ternyata konstanta di suku sebelah kanan dengan ajaibnya memiliki nilai sama dengan 1, maka :



Soal Tipe 2 : Benda pertama adalah planet (yang ada di tata surya) dan benda kedua adalah satelit alamnya atau satelit
buatan yang mengorbit planet tersebut. Satuan yang biasanya dipakai untuk soal jenis ini adalah massa planet dalam
massa matahari, periode orbit dalam hari dan jarak dalam km. Untuk tipe ini rumus Kepler 3 bisa diubah menjadi :



Soal Tipe 3 : Benda yang terlibat adalah dua buah bintang dalam sistem bintang ganda. Untuk kasus bintang ganda ini
biasanya massa bintang dalam massa matahari dan periode orbit dalam tahun, maka rumus Kepler 3-nya sama saja
dengan soal tipe 1.
Jika ternyata ada soal tentang Hukum Kepler 3 yang bukan tipe-tipe di atas, maka haruslah menggunakan rumus
Kepler 3 yang aslinya.
Supaya lebih jelas lagi, silahkan mengerjakan soal-soal olimpiade tentang Hukum Kepler yang ada disini.


HUKUM KEPLER 1 - Materi
Johannes Kepler (1571-1630), adalah seorang astronomi berkebangsaan Jerman yang berguru pada Tycho Brahe
(1546-1602). Karir astronominya sebagian besar dihabiskan untuk mengutak-atik data peninggalan gurunya.



Tycho Brahe adalah seorang bangsawan Denmark yang memiliki hidung logam, yang bukan dalam makna kiasan,
tetapi hidungnya memang dari logam, hal ini dikarenakan hidungnya pernah hilang dalam suatu duel sehingga diganti
dengan logam. Raja Frederick II menghadiahi Tycho sebuah pulau kecil bernama Hveen yang tidak disia-siakan
olehnya. Brahe membangun sebuah observatorium yang terbaik pada saat itu, dilengkapi dengan peralatan yang dapat
mengukur posisi benda langit dengan akurat, sampai ketelitian 2 menit busur. Inilah pekerjaan Tycho Brahe, yaitu
mengumpulkan data benda langit dari tahun 1576 -- 1597.

Tycho Brahe meninggalkan sekumpulan besar data pengamatan yang akurat tentang posisi benda-benda langit,
terutama posisi 5 planet yang tampak dengan mata telanjang, yaitu Merkurius, Venus, Mars, Jupiter dan Saturnus.
Data-data inilah yang diolah dengan oleh Kepler selama bertahun-tahun. Pekerjaan yang tampak sangat membosankan
ini mengutak-atik ratusan bahkan ribuan angka ternyata menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Dibalik angka-
angka tersebut Kepler menemukan suatu rahasia alam yang tersembunyi. Akhirnya nama Kepler diabadikan dalam
tiga hukum alam yang ditemukannya melalui otak-atik angka tersebut. Kedua hukum yang pertama dipublikasikan
pada tahun 1609 dan Hukum yang ketiga muncul 9 tahun kemudian (1618)

HUKUM KEPLER 1
Planet mengelilingi matahari dalam orbit elips dimana matahari berada pada salah satu titik fokusnya



Penjelasan lebih lengkap mengenai orbit elips dapat dipelajari disini. Melalui Hukum Gravitasi yang ditelurkan oleh
Newton, diketahui bahwa interaksi gravitasi yang terjadi antara kedua benda akan menghasilkan lintasan yang terletak
pada bidang datar dan bentuk lintasan orbit akan bervariasi mengikuti keluarga irisan kerucut, yaitu: lingkaran, elips,
parabola atau hiperbola. Perbedaan berbagai lintasan ini di-karakteristik-kan dengan nilai eksentrisitas orbit (e)



Melalui hukum ini juga diketahui bahwa yang bergerak ternyata bukan hanya satu benda saja, tetapi kedua benda yang
berinteraksi akan saling mengorbit dengan lintasan masing-masing berbentuk lintasan kerucut dimana yang terletak
pada focus masing-masingorbit adalah titik pusat massa kedua benda tersebut.



Untuk kasus Tata Surya, dimana planet-planet mengorbit matahari sebagai pusatnya, hal ini terjadi karena massa
matahari jauh lebih besar dari pada massa planet-planet, bahkan kalau seluruh anggota Tata Surya digabungkan,
massanya masih jauh lebih kecil daripada massa matahari, sehingga dapat dikatakan bahwa pusat massa tata surya
terletak pada matahari itu sendiri, maka matahari terletak pada fokus semua orbit anggota tata surya


BESARAN-BESARAN DASAR ELIPS - Solusi
Ini solusi dari soal-soal elips



BESARAN-BESARAN DASAR ELIPS - Soal
Coba dulu mengerjakan soal-soal ini baru lihat jawabannya, kalo bingung boleh lihat materi elips

1. Perbandingan diameter sudut suatu bintang saat suatu planet di titik perihelion dan saat di titik aphelion adalah 50 :
48. Eksentrisitas orbit planet mengelilingi bintang adalah .
A. 0,020
B. 0,018
D. 0,012
C. 0,015
E. 0,010

2. (SOK 2009) Jarak planet Merkurius pada titik perihelionnya adalah 0,341 SA dari Matahari dan setengah sumbu
panjangnya adalah 0, 387 SA. Luas daerah yang disapunya dalam satu periode adalah
A. 0,467 SA2
B. 0,312 SA2
C. 0,104 SA2
D. 0,213 SA2
E. 0,621 SA2

3. (SOP 2007) Bila diketahui eksentrisitas orbit bumi mengelilingi Matahari adalah 0.017 maka perbandingan
diameter sudut Matahari saat Bumi di titik Aphelion, A, dan saat Bumi di Perihelion, P, A/P, adalah
A. 967/1000
B. 17/1000
C. 983/1000
D. 34/1000
E. 1,00

BESARAN-BESARAN DASAR ELIPS - Materi
Elips adalah suatu bentuk yang berasal dari penampang sebuah kerucut yang diiris secara miring dan dalam astronomi
adalah salah satu hasil yang alami dari gerakan sebuah benda jika benda tersebut berinteraksi dengan benda lain
melalui gaya gravitasi. Hasil lintasan elips ini bisa diperoleh dengan mengutak-atik hukum Gravitasi Newton yang
ditelurkan oleh Sang Jenius ini pada tahun 1687, meskipun orang sudah mengetahui hal ini sebelumnya sejak tahun
1609 melalui analisis Johannes Keppler yang sangat teliti terhadap data pengamatan 5 planet dari Tycho Brahe dan
diwujudkan dalam ketiga hukum Keppler yang sangat terkenal itu.
Hukum Keppler yang pertama secara khusus berbicara mengenai orbit planet yang berbentuk elips dengan matahari
berada pada salah satu titik fokusnya. Kesimpulan yang berdasarkan data pengamatan ini dengan berani dinyatakan
oleh Keppler sebagai salah satu hukum dalam alam semesta dan memang perkembangan lebih lanjut mendukung
pernyataan ini, hanya saja ternyata lintasan benda langit tidak selalu berbentuk elips, bentuk-bentuk irisan kerucut
yang lainpun ternyata dapat dimiliki oleh sebuah benda langit.

Ciri khas dari sebuah irisan kerucut dinyatakan oleh besaran eksentrisitas (e) yang besarnya menyatakan bentuk
irisannya :

Jika e = 0 maka bentuk irisan kerucutnya adalah lingkaran
Jika 0 < e <1 maka bentuk irisan kerucutnya adalah elips
Jika e = 1 maka bentuk irisan kerucutnya adalah parabola
Jika e > 1 maka bentuk irisan kerucutnya adalah hiperbola

Lintasan dari sebuah komet meskipun berbentuk elips, tetapi memiliki nilai e yang hampir mendekati 1 sehingga bisa
didekati dengan lintasan parabola. Lintasan meteor yang memasuki bumi dapat dianalisis dengan menggunakan
lintasan hiperbola, lintasan venus mengelilingi matahari dalam beberapa kasus dapat dianggap sama dengan lintasan
lingkaran karena nilai e venus yang mendekati nol (e venus = 0,0068).
Dengan demikian dinamika orbit tidak bisa dipisahkan dari bentuk irisan kerucut dan dalam olimpiade astronomi
banyak soal yang berkaitan dengan lintasan elips, karena itu sangat perlu kita mengenal beberapa istilah dan besaran-
besaran dari orbit elips ini. Perhatikan gambar elips di bawah ini :


Matahari terletak di salah satu fokus, sedangkan fokus yang lain disebut vacant focus (fokus kosong).
Sepanjang planet mengelilingi orbitnya, maka jarak planet ke matahari (r) selalu berubah
Perihelium adalah titik terdekat planet dari matahari dengan rumus : Pe = a c = a (1 e)
Aphelium adalah titik terjauh planet dari matahari dengan rumus : Ape = a + c = a (1 + e)
Eksentrisitas (e) didefinisikan sebagai perbandingan antara jarak fokus ke pusat elips (c) dibagi setengah sumbu
panjang elips (a). Jika fokus tepat ada di pusat elips, maka c = 0 dan e = 0, yaitu orbit lingkaran















Diameter Sudut
(SOP 2007) JIka diameter sudut Matahari diamati oleh astronot yang mengorbit planet kerdil Pluto pada
jarak 39 SA, maka besarnya adalah
A. 46 C. 78 E. 49
B. 30 D. 39

JAWAB :










(SOK 2009) Nebula M20 yang dikenal dengan nama Nebula Trifid. Mempunyai diameter sudut sebesar 20
menit busur, jika jarak nebula ini dari Bumi 2.200 tahun cahaya, berapakah diameter nebula ?
A. sekitar 0,5 tahun cahaya D. sekitar 4 tahun cahaya
B. sekitar 13 tahun cahaya E. Tidak bisa ditentukan
C. sekitar 100 tahun cahaya
JAWAB :




(SOK 2009) Pada suatu malam saat bulan purnama, tercatat bahwa diameter sudut Bulan adalah 0,460. Jika
radius linier Bulan adalah 1,738 x 103 km, maka jarak Bulan dari Bumi adalah :
A. 1,42 x 105 km C. 3,84 x 105 km E. 8,66 x 105 km
B. 2,16 x 105 km D. 4,33 x 105 km
JAWAB :





(SOP 2009) Pada suatu saat Venus melintas di depan piringan matahari tetapi tidak di tengah, melainkan
lintasan Venus hanya menyinggung tepi piringan Matahari (lihat gambar di bawah). Jika radius orbit Venus
adalah 0,7 satuan astronomi, berapa kilometerkah jarak Venus dari bidang ekliptika pada saat itu?
(Keterangan: bidang ekliptika adalah bidang orbit Bumi mengelilingi Matahari).








JAWAB : Bidang ekliptika tepat berada di tengah-tengah matahari, maka gambarnya adalah :




SUN
VENUS
Lintasan Venus
A. 210.000 km
B. 300.000 km
C. 350.000 km
D. 450.000 km
E. 600.000 km
)
D = 2 x 6,96.10
8
m
r = 39 SA
Pluto
D
" 2 , 49 206265 10 . 39 , 2
10 . 496 , 1 39
10 . 96 , 6 2
r
D

4
11
8
= =

= =

rad
R
X
r Venus

r Bumi-Venus
r Bumi
Bidang ekliptika
tc 8 , 12 2200 )
206265
60 ' 20
( r D =

= =
km
D
5
0
3
10 33 , 4
3 , 57
46 , 0
10 738 , 1 2
r =

= =
o






Lintasan elips benda langit
Perbandingan diameter sudut suatu bintang saat suatu planet di titik perihelion dan saat di titik aphelion
adalah 50 : 48. Eksentrisitas orbit planet mengelilingi bintang adalah .
A. 0,020 C. 0,015 E. 0,010
B. 0,018 D. 0,012

JAWAB :










(SOK 2009) Jarak planet Merkurius pada titik perihelionnya adalah 0,341 SA dari Matahari dan setengah
sumbu panjangnya adalah 0, 387 SA. Luas daerah yang disapunya dalam satu periode adalah
A. 0,467 SA2 C. 0,104 SA2 E. 0,621 SA2
B. 0,312 SA2 D. 0,213 SA2
JAWAB :











(SOK 2009) Jika jarak terdekat komet Halley ke matahari adalah 8,9 x 1010 m, dan periodenya 76 tahun,
maka eksentrisitasnya adalah
A. 0,567 C. 0,767 E. 0,967
B. 0,667 D. 0,867

JAWAB










Dit : e = ? Dik : r
pe
= 8,9 . 10
10
m
T = 76 tahun
SA T a 94 , 17 76
3 2 3 2
= = =
1
3
2
=
a
T
Jawab :
967 , 0
94 , 17
10 496 , 1
10 9 , 8
94 , 17
11
10
=
|
|
.
|

\
|

=
a
r a
e
PE
) 1 ( e a r
PE
=
) 1 ( e a r
PE
=
119 , 0
387 , 0
341 , 0 387 , 0
=

=
a
r a
e
PE
02 , 0
98
2
50
48
) 1 (
) 1 (
50
48
Ape
Pe
= = =
+

= = =
e
e a
e a
r
r
r
D
r
D
Pe
Ape
Ape
Pe
o
o
2 2 2 2 2
467 , 0 119 , 0 1 387 , 0 14 , 3 1 SA e a L = = =t
km m X
X
r
R
r
X
Bumi Venus Bumi
000 . 210 10 088 , 2
1
10 96 , 6
7 , 0 1
8
8
= =

= =

o







(SOP 2008) Jika setengah sumbu panjang dan eksentrisitas planet Mars adalah a = 1,52 dan e = 0,09
sedangkan untuk Bumi a = 1 SA dan e = 0,017. Kecerlangan minimum Mars pada saat oposisi, terjadi ketika
jaraknya dari Bumi pada saat itu
A. 0,67 SA C. 0,72 SA E. 0,50 SA
B. 0,70 SA D. 0,37 SA

JAWAB :



















(SOP 2007) Bila diketahui eksentrisitas orbit bumi mengelilingi Matahari adalah 0.017 maka perbandingan
diameter sudut Matahari saat Bumi di titik Aphelion, A, dan saat Bumi di Perihelion, P, A/P, adalah
A. 967/1000 C. 983/1000 E. 1,00
B. 17/1000 D. 34/1000


JAWAB :








HUKUM KEPPLER III
(SOP 2007) Sebuah asteroid mempunyai setengah sumbu panjang elips a = 2,5 SA. Semester I tahun 2007 ia
berada di perihelion. Kapankah ia berada di aphelion ?
JAWAB :



Dit : Jarak Bumi-Mars pada saat oposisi ketika kecerlangan
Mars minimum?
Dik : a
M
= 1,52 SA
e
M
= 0,09
a
ME
= 1 SA
e
ME
= 0,017




APE
M

PE
E

Jawab : Posisi Bumi harus di Perielion (PE
E
) dan posisi Mars
harus di Aphelion (APE
M
):
R = APE
M
- PE
E

= a
M
(1+e
M
) a
E
(1-e
E
)
= 1,52.(1+0,09) 1.(1-0,017)
= 0,674 SA
Jika Semester I 2007 berada di perihelion, maka asteroid ada di
aphelion setelah setengah periodenya, yaitu sekitar 1,98
tahun kemudian, jadi kemungkinan di akhir semester II tahun
2008 atau di semester 1 tahun 2009
1
3
2
=
a
T
tahun 95 , 3 5 , 2 a T
3 3
= = =
967 , 0
017 , 0 1
017 , 0 1
) 1 (
) 1 (
Pe
Ape
=
+

=
+

= = =
e a
e a
r
r
r
D
r
D
Ape
Pe
Pe
Ape
u
u
Jadi fase oposisi akan terjadi setiap 2,14 tahun.
Jika oposisi terakhir di awal tahun 2008, maka oposisi
berikutnya terjadi di tahun 2010
88 , 1
1
1
1 1
sin
=
P
Planet mengalami oposisi Planet luar
sid E
P P P
1 1 1
sin
=
tahun 14 , 2
sin
= P
0,72 AU


1 SA
X
1

30
0

X
2


Ada dua jawaban yang mungkin untuk soal ini :
Gunakan aturan cosinus :
0,72
2
= 1
2
+ X
2
2.1.X.cos 30
0

Maka diperoleh pers. Kuadrat :
Dengan rumus abc diperoleh:
X
1
= 1,58 SA dan X
2
= 0,35 SA
0 0,48 3 X X
2
= +
(SOP 2007) Sebuah planet X bergerak mengelilingi matahari mempunyai periode P = 1,88 tahun. Oposisi
terakhir terlihat pada awal tahun 2008. kapankah ia berada di oposisi kembali ?
A. 2001 C. 2012 E. 2013
B. 2010 D. 2009
JAWAB :





(SOK 2008) Periode sideris revolusi Venus dan Mars adalah masing-masing 225 dan 687 hari. Maka periode
sinodis Venus dilihat dari Mars adalah
A. 169 hari C. 335 hari E. 912 hari
B. 462 hari D. 617 hari
JAWAB :
Yang dilihat adalah periode Sinodis Venus dari Mars, maka gunakan rumus planet dalam :






Pada suatu saat jarak sudut antara Matahari dan planet Venus (elongasi) sama dengan 300. Diketahui orbit
Venus 0,72 AU, berapakah jarak Venus dari Bumi saat itu? (Asumsikan orbit lingkaran)
JAWAB :





















(OSN 2007) Mars mempunyai dua buah satelit Phobos dan Deimos. Jika diketahui Deimos bergerak
mengelilingi Mars dengan
jarak a = 23490 km dan periode revolusinya P = 30jam 18 menit. Berapakah massa planet Mars bila
dinyatakan dalam satuan massa Matahari ? Jika Periode revolusi Phobos 7jam 39menit, berapakah jaraknya
dari Mars?
JAWAB
hari P
P P P
Venus
Mars Venus
Venus
58 , 334
287
1
225
1 1 1 1
sin
sin
= = =






(SOK 2009) Callisto yang merupakan bulannya planet Jupiter, mengedari planet Jupiter pada jarak 1,88 juta
km dan dengan periode 16,7 hari. Apabila massa Callisto diabaikan karena jauh lebih kecil daripada massa
Jupiter, maka massa planet Jupiter adalah
A. 10,35 x 10-4 M C. 8,35 x 10-4 M E. 6,35 x 10-4 M
B. 9,35 x 10-4 M D. 7,35 x 10-4 M
JAWAB :







(SOP 2007) Jika hujan meteor Leonid berlangsung selama 2 hari, hitung berapa ketebalan sabuk meteoroid
yang menyebabkan Leonid!

JAWAB





(SOP 2007) Sebuah bintang jenis Cepheid yang berada di bidang galaksi Bima Sakti diamati gerak dirinya.
Ternyata komponen kecepatan tangensialnya (yang tegak lurus garis pandang) nol, berarti bintang itu arah
geraknya tepat sejajar dengan garis pandang. Dari pengamatan spektroskopi diketahui bintang itu menjauhi
matahari. Dari periode perubahan cahayanya dapat diperoleh jarak bintang itu yaitu 4000 tahun cahaya. Jika
jarak bumi ke pusat galaksi 30.000 tahun cahaya, hitunglah radius orbit bintang itu mengelilingi pusat
galaksi.

Jawab : Diperoleh segitiga siku-siku, maka dengan Phytagoras, diperoleh :











3
2
2
3
2
3 2
.
D
P
D
D
D P
P
T
T
a
T
a T
a =

=
Planet
M a
T
-20
3
2
4.10
=
b.
3
2
3
2
D
D
P
P
a
T
a
T
=
2
3 20
10 . 4
T
a
M

=

a.
km a
m j
m j
P
45 , 846 . 14
18 30
39 7
. 23490
3
= =
M M
j
m j
7
2
3 20
10 . 25 , 3
24
18 30
23490 10 . 4

=
|
|
.
|

\
|

=
Planet
M a
T
-20
3
2
4.10
=
2
3 20
10 . 4
T
a
M

=

M M
4
2
3 6 20
10 53 , 9
7 , 16
) 10 88 , 1 ( 10 . 4

=

=
d
V = .r
Vr
30.000 tc
4000 tc
X
Pusat
km hari km t r
T
t r t v d
E
E E
6 8
10 14 , 5 2 ). 10 496 , 1 .
25 , 365
14 , 3 . 2
( ). .
2
( ). . ( . = = = = =
t
e
tc X 49 , 265 . 30 4000 30000
2 2
= + =
FOTOMETRI
(SOK 2009) Jika konstanta Matahari adalah 1300 Watt/m2, maka fluks energi Matahari yang diterima oleh
planet Saturnus adalah (Jarak saturnus kira-kira 10 kali lebih jauh daripada jarak Bumi-Matahari)
A. 1300 W per m2 C. 13 W per m2 E. 0,13 W per m2
B. 130 W per m2 D. 1,3 W per m2

JAWAB :










(SOK 2009) Berapa kali lebih terangkah bintang dengan magnitudo 1 dibandingkan dengan bintang
bermagnitudo 5 ?
A. 25 kali C. 50 kali E. 100 kali
B. 40 kali D. 75 kali
JAWAB :








(SOK 2009) Bintang A dan bintang B mempunyai luminositas yang sama, jika bintang B lima kali lebih
jauh daripada bintang A, maka
A. Bintang A 25 kali lebih terang daripada bintang B
B. Bintang A 25 kali lebih lemah daripada bintang B
C. Bintang B 5 kali lebih lemah daripada bintang A
D. Bintang B 5 kali lebih terang daripada bintang A
E. Bintang A dan B sama terangnya
JAWAB :
Yang ditanyakan adalah perbandingan terang, yaitu perbandingan fluks kedua bintang, maka :











(SOK 2009) Bintang Sirius dikenal sebagai bintang ganda, bintang primernya disebut Sirius A, dan bintang
sekundernya disebut Sirius B, yang merupakan bintang katai putih. Temperatur efektif Sirius A adalah 9200
K dan radiusnya adalah 1,76 kali radius Matahari, sedangkan temperatur efektif Sirius B adalah 27.400 K
dan radiusnya adalah 0,0070 kali radius Matahari. Perbandingan luminositas antara Sirius A dengan Sirius B
adalah
) (
2
1
2 1
512 , 2
m m
E
E

=
kali
E
E
8 , 39 512 , 2 512 , 2
4 ) 5 1 (
2
1
= = =

2
2
2
2
2
2
2
/ 13 1300
10
1
m W E
d
d
E
d
d
E
E
Earth
Sat
Earth
Sat
Sat
Earth
Earth
Sat
= = = =
2
4 d
L
E
t
=
2
4 d
L
E
t
=
B B
A
A
B
A
B
A
A
B
B
A
E E
d
d
E
d
d
E
d
d
E
E
25
) 5 (
2
2
2
2
2
2
= = = =
A. Luminositas Sirius B adalah 800 kali luminositas Sirius A
B. Luminositas Sirius A adalah 800 kali luminositas Sirius B
C. Luminositas Sirius B adalah 80 kali luminositas Sirius A
D. Luminositas Sirius A adalah 80 kali luminositas Sirius B
E. Luminositas Sirius A sama dengan luminositas Sirius B

JAWAB :








(SOP 2009) Dua bintang mempunyai temperatur yang sama, masing-masing mempunyai jejari R1 dan R2.
Perbedaan energi yang dipancarkan adalah L1 = 4L2. Maka jejari R1 adalah
A. 2 R2 C. 8 R2 E. 64 R2
B. 4 R2 D. 16 R2
JAWAB :






(SOP 2008) Diketahui jarak Centarury A dari Matahari adalah 4,4 tahun cahaya dan magnitudo semu
Matahari dilihat dari Bumi adalah, m = 26. Seorang astronot dari Bumi pergi ke bintang itu kemudian
melihat ke arah Matahari. Berapakah magnitudo matahari menurut astronot itu ?
JAWAB :












(SOP 2008) Ada sebuah bintang ganda gerhana yang kedua bintang anggotanya sama persis, radiusnya
sama, temperaturnya sama, dan inklinasi orbit 900. Bila ditilik kurva cahaya (grafik magnitudo terhadap
waktu) bintang ganda itu, berapakah perbedaan magnitudo antara keadaan paling terang dan keadaan paling
redup ?
JAWAB :
Keadaan paling terang kedua bintang terlihat berdampingan E terang = E1
+ E2 = 2E

Keadaan paling redup kedua bintang ganda bertumpukan E redup = E1 = E2
= E



Cari dulu magnitudo mutlak matahari (M

):
d M m log 5 5+ =

57 , 5 =

M
206265
1
log 5 5 26 + =

M
Matahari dilihat dari -Cen (d = 4,4 ly)
d M m log 5 5+ =

26 , 3
4 , 4
log 5 5 57 , 5 + =

m
22 , 1 =

m
1 2
1 2
4 2
4 T R L o t =
49 . 803
27400
9200
007 , 0
76 , 1
4
4
2
2
4
4
2
2
= = =
B
A
B
A
B
A
T
T
R
R
L
L
2
4
2
4
2
2
2
2
4
1
4
2
2
1
1
4
2
4
1
2
2
2
1
2
1
2
4
R
T
T
L
L
R
T
T
L
L
R
T
T
R
R
L
L
= = = =
75 , 0
2
log 5 , 2 log 5 , 2 =
|
.
|

\
|
=
|
|
.
|

\
|
=
E
E
E
E
m m
redup
terang
redup terang
76 , 0 38 , 0
1 x
=

(SOP 2007) Sebuah satelit ketika berada di perihelium menerima fluks dari matahari sebesar F0 ketika di
aphelium ia menerima sebesar 0,2 F0. Eksentrisitas orbit itu adalah
A.

C. (3 - )/2 E. 1/3
B. 2/3 D. (3 - )/3
JAWAB :






(OSN 2007) Misalkan sebuah bintang mempunyai temperature efektif T = 10000 K, dan radiusnya 3 x 108
m, apabila jarak bintang ini adalah 100 pc, tentukan apakah bintang ini dapat dilihat dengan mata telanjang
atau tidak? Jelaskan jawabanmu

JAWAB :

Bandingkan dengan magnitudo mutlak matahari, yaitu M=4,8, dal L=3,826.1026, maka :






Batas daya lihat mata adalah bintang bermagnitudo semu maksimum 6, magnitudo semu bintang
itu adalah :



Bintang itu tidak terlihat oleh mata!
JARAK BINTANG
(OSN 2006) Paralaks bintang Sirius yang diukur dari Bumi besarnya adalah 0,38, sedangkan apabila diukur
dari sebuah pesawat ruang angkasa besarnya 0,76. Berapakah jarak pesawat ruang angkasa tersebut ke
Matahari?

JAWAB :














Bintang Arcturus mempunyai sudut paralak 0,091 detik busur.
a. Hitung jarak bintang tersebut dalam satuan parsek
b. Berapa lama waktu yang diperlukan cahayanya sampai ke kita?
JAWAB :


0,38
0,76
1 SA

X
d
S E
E
p
x
p
d
d = =
SA x 2 = 1 sa
2
5 3
) 1 (
) 1 (
5
)] 1 ( [
)] 1 ( [
2 , 0
2
2
2
2
0
0
2
2

+
=

+
= = e
e
e
e a
e a
F
F
d
d
E
E
Pe
Ape
APe
Pe
s J T R L / 10 41 , 6 10000 . 10 67 , 5 . ) 10 3 .( 14 , 3 . 4 4
26 4 8 2 8 4 2
= = =

o t
24 , 4
10 . 826 , 3
10 . 41 , 6
log 5 , 2 8 , 4 log 5 , 2
*
26
26
*
*
*
=
|
|
.
|

\
|
=
|
|
.
|

\
|
= M M
L
L
M M

24 , 9 100 log 5 5 24 , 4 log 5 5 = + = + = m m d M m








, cahaya bintang itu baru sampai ke kita
setelah 35,83 tahun



GERAK BINTANG
(SOK 2009) Berdasarkan data spektroskopi, kecepatan radial galaksi Andromeda adalah 240 km/s menuju
pengamat. Andaikan kecepatan tangensial galaksi itu 180 km/s, jika bumi dianggap sebagai acuan yang
diam, berapa kecepatan Andromeda dalam ruang antar galaksi ?
A. 160 km/s C. 210 km/s E. 270 km/s
B. 300 km/s D. 420 km/s
JAWAB :



(SOK 2008) Garis spektrum suatu elemen yang panjang gelombang normalnya adalah 5000 diamati pada
spektrum bintang berada pada panjang gelombang 5001 . Dengan paralaks 0,474 dan gerak diri (proper
motion) bintang tersebut adalah 3 per tahun, maka berdasarkan data ini kecepatan pergerakan bintang
tersebut dalam ruang adalah
A. 59,9 km/s C. 75 km/s E. Tidak bisa dicari
B. 60 km/s D. 2,99 x 105 km/s

JAWAB :




(SOK 2008) Bintang Barnard memiliki gerak diri (proper motion) sebesar 10/tahun dan jaraknya 1,8 pc.
Komponen kecepatan ruangnya yang tegak lurus garis penglihatan adalah
A. 87 km/s C. 1,8 km/s E. 94 km/s
B. 10 km/s D. 78 km/s
JAWAB :




Andaikan bintang pada keadaan diam dengan panjang gelombang 15000 dan diamati pada panjang
gelombang 15001 , maka kecepatan radialnya adalah .
A. 10 m/s menjauhi pengamat
B. 10 m/s mendekati pengamat
C. 20 m/s mendekati pengamat
D. 20 m/s menjauhi pengamat
E. 40 m/s menjauhi pengamat
JAWAB :





c V
diam
diam diamati
r


5
10 . 9979 , 2
15000
15000 15001

=
r
V
s km V
r
/ 986 , 19 =
Karena +, maka bintang tersebut
mengalami red shift (menjauhi pengamat)
d V
t
74 , 4 =
s km V
t
/ 32 , 85 8 , 1 10 74 , 4 = =
Pc
p
d 99 , 10
091 , 0
1 1
= = =
tc tc d 83 , 35 26 , 3 99 , 10 = =
2 2
r t
V V V + = s km V / 300 240 180
2 2
= + =
c V
diam
diam diamati
r


s km V
r
/ 958 , 59 10 . 9979 , 2
5000
5000 5001
5
=

=
Sebuah bintang mempunyai paralaks 0,474 dan gerak diri (proper motion) bintang tersebut adalah 3 per
tahun. Dari pengamatan spektroskopi diketahui kecepatan radialnya adalah 40 km/s. Tentukanlah kecepatan
linier bintang tersebut!

JAWAB :








Gerhana
(SOP 2007) Pada saat gerhana Bulapn Total berlangsung kemungkinan diamater sudut Umbra Bumi (dari
titik pusat sumbu Umbra/Penumbra) dibanding dengan diameter sudut Bulan adalah
A. 2,5 3 kali C. 1 2 kali E. sekitar 10 kali
B. 5 7,5 kali D. 12,5 15,5 kali
JAWAB : Perhatikan gambar Umbra bumi di bawah ini :



Maka dari perbandingan segitiga bisa diperoleh :






Dari dua suku yang terakhir :






Jika diambil dua suku yang pertama





Maka diameter sudut umbra bumi dibandingkan dengan diameter sudut bulan adalah (dilihat dari bumi):



s km d V
t
/ 30
474 , 0
1
3 74 , 4 74 , 4 = = =
s km V
r
/ 40 =
2 2
r t
V V V + = s km V / 50 40 30
2 2
= + =
x d d
R
x d
R
x
R
Tan
g M
M
g
B X
+ +
=
+
= = u
m x
x x x d d
R
x d
R
g M
M
g
B
8
8 11
8
8
6
10 . 97 , 9
10 . 84 , 3 10 . 496 , 1
10 . 96 , 6
10 . 84 , 3
10 . 37 , 6
=
+ +
=
+

+ +
=
+
m R
R
x d
R
x
R
X
X
g
B X
6
8 8
6
8
10 . 60 , 4
10 . 97 , 9 10 . 84 , 3
10 . 37 , 6
10 . 97 , 9
=
+
=
+
=
67 , 2
10 . 738 , 1 2
10 . 60 , 4 2
6
6
Bulan
Umbra
=

= =
Bulan
Umbra
D
D
u
u
Untuk menjawab soal ini diasumsikan bentuk orbit bulan adalah lingkaran, tetapi sebenarnya nilai diameter
sudut bulan bervariasi sekitar 12 %, karena jaraknya dari bumi berubah-ubah (dari bentuk orbit elips dan
inklinasi orbit bulan ~50), maka nilai diameter sudut bulan bervariasi dari 882 sampai 1006. Juga harus
diperhitungkan pula variasi diameter umbra karena jarak bumi-matahari pun bervariasi karena orbit bumi
elips, sehingga perbandingan diameter sudut bulan dengan diameter sudut umbra bumi pun bervariasi dari
2,5 3 kali

(SOP 2007) Sebuah kota di dekat ekuator mengalami fase bulan Purnama yang berlangsung pada tanggal 4
Maret 2007 jam 06:17 WIB, pada waktu itu terjadi pula Gerhana Bulan Total (GBT). Maka Gerhana Bulan
Total yang berlangsung pada tanggal tersebut akan dimulai
A. Sekitar 30 40 menit sebelum jam 06 :17 WIB
B. Pada jam 06 :17 WIB
C. Sesudah jam 06 :17 WIB
D. Momen GBT bisa mulai 2 jam sebelum fase bulan Purnama
E. Momen GBT bisa mulai 1 jam sesudah fase bulan Purnama
JAWAB :
Dari gambar di bawah ini, kita mengasumsikan bahwa bulan tepat melalui diameter umbra bumi. Yang
disebut gerhana bulan dimulai dari K1 (kontak pertama) hingga
mencapai K4 (kontak terakhir).
Dari gambar diketahui sudut yang ditempuh oleh bulan dari K1
K4 adalah Umbra + 2.Bulan, (dari soal sebelumnya diketahui :
Umbra=2,5 s/d 3 kali Bulan), maka Sudut yang ditempuh bulan =
= 4,5 s/d 5 kali Bulan. Jika diambil diameter sudut bulan rata-
rata, yaitu 0,50, maka = 2,250 s/d 2,50.
Kecepatan bulan melintasi langit sama dengan periode siderisnya,
27,3 hari, maka bulan = 3600/(27,3x24j)=0,550/jam
Maka waktu yang ditempuh sepanjang gerhana (dari K1 K4) adalah :




Diasumsikan fase purnama (pukul 06.17) adalah tepat ketika bulan berada di tengah-tengah umbra, maka
fase gerhana terjadi sekitar 2,05 2,25 jam sebelumnya.

(SOK 2009) Setiap tahun terdapat 2 atau 3 kali musim gerhana. Selang waktu antara satu gerhana
Bulan/Matahari dari satu musim ke musim berikutnya bisa 5 atau 6 lunasi (1 lunasi = 1 periode sinodis).
Secara statistik kekerapan gerhana Bulan/Matahari berselang 6 lunasi paling sedikit 5 kali lebih banyak
dibanding dengan gerhana Bulan/Matahari berselang 5 lunasi. Bila diketahui siklus berulangnya gerhana
siklus Tritos = 135 lunasi bulan, maka kemungkinan perbandingan jumlah gerhana bulan dengan selang
waktu 6 bulan dan 5 bulan dalam satu siklus Tritos adalah
A. 20/3 C. 38/7 E. 33/2
B. 41/3 D. 63/4

DIKETAHUI :
Misalkan : X = jumlah gerhana berselang 6 lunasi
Y = jumlah gerhana berselang 5 lunasi
Dalam satu siklus Tritos (135 lunasi) akan terdapat : 6X + 5Y < 135
Karena secara statistik kekerapan gerhana Bulan/Matahari berselang 6 lunasi paling sedikit 5 kali lebih
banyak dibanding dengan gerhana Bulan/Matahari berselang 5 lunasi, maka : X > 5Y
Yang ditanyakan dalam soal di atas adalah : perbandingan jumlah gerhana bulan dengan selang waktu 6
bulan dan 5 bulan dalam satu siklus Tritos, atau :


JAWAB :
Buat grafik dan solusinya dari dua pertidaksamaan yang muncul : 6X + 5Y < 135 ; X > 5Y
jam d s
d s
t 5 , 4 / 1 , 4
55 , 0
5 , 2 / 25 , 2
= = =
e
o
? =
Y
X












SOLUSI : Y = 3,86 dan X = 19,29
Karena X > 19,29, maka bilangan bulat yang terdekat yang masih berada dalam daerah solusi adalah 19
Karena Y < 3,86, maka bilangan bulat yang terdekat yang masih berada dalam daerah solusi adalah 3
Jadi :


FISIKA GALAKSI
(SOK 2009) Matahari mengorbit pusat galaksi Bima Sakti dengan setengah sumbu panjang orbitnya 1,8 x
109 AU dan periodenya 2 x 108 tahun. Apabila massa Matahari diabaikan terhadap massa Bima Sakti, dan
hukum Keppler III berlaku, maka massa galaksi Bima Sakti adalah
A. 1,46 x 107 M C. 1,46 x 1011 M E. 1,02 x 1019 M
B. 4,05 x 107 M D. 4,05 x 1011 M

JAWAB : Variasi Hukum Keppler 3 jika periode dalam tahun, jarak dalam AU dan massa pusat dalam M,
adalah :






(SOP 2009) Dua buah galaksi saling mengorbit satu sama lainnya dengan periode 50 milyar tahun. Jarak
kedua galaksi adalah 0,5 juta parsek. Tentukanlah massa kedua galaksi tersebut!
A. 1,2 x 1011 M C. 3,2 x 1011 M E. 5,2 x 1011 M
B. 2,4 x 1011 M D. 4,4 x 1011 M
JAWAB: Jarak harus diubah ke dalam AU :






KOSMOLOGI
(SOP 2009) Andaikan sebuah galaksi mempunyai kecepatan radial sebesar 6 000 km/s. Apabila diketahui
konstanta Hubble H = 75 km/s/Mpc, berapakah jarak galaksi tersebut?
A. 1,25 x 10-2 Mpc C. 80 Mpc E. 5025 Mpc
B. 4,50 x 105 Mpc D. 6075 Mpc

JAWAB : Kecepatan objek dalam km/s, jarak objek dalam MPc dan konstanta Hubble dalam Km/(s.Mpc),
maka Pers. Hubble adalah :



X
Y
0
22,5
27
19,2
9
3,86
Daerah Solusi Pertidaksamaan
X > 5Y
6X + 5Y <
135

M
T
a
M
M a
T
11
2 8
3 9
2
3
3
2
10 . 458 , 1
) 10 . 2 (
) 10 . 8 , 1 ( 1
= = = =

M
T
a
M M
M M a
T
11
2 9
3 6
2
3
2 1
2 1
3
2
10 . 39 , 4
) 10 . 50 (
) 265 . 206 10 . 5 , 0 ( 1
=

= = +
+
=
MPc
H
v
d 80
75
6000
= = =
3
19
=
Y
X


(SOK 2010) Jika diketahui konstanta Hubble H = 65 km/s/Mpc, maka umur alam semesta (model alam
semesta datar) adalah
A. 13 milyar tahun C. 15 milyar tahun E. 17 milyar tahun
B. 14 milyar tahun D. 16 milyar tahun

JAWAB : Usia alam semesta (dalam tahun) sangat bergantung pada besar konstanta Hubble (dalam satuan
Km/s/MPc), dengan hubungan :




(OSP 2006) Panjang gelombang garis spektrum suatu galaksi yang diamati adalah obs. = 7175 ,
sedangkan panjang gelombang diamnya diam = 1025 . Apabila konstanta Hubble adalah 70 km/dtk/Mpc,
maka jarak galaksi tersebut dari kita di Bumi adalah
A. 1111 Mpc C. 3113 Mpc E. 5115 Mpc
B. 2112 Mpc D. 4114 Mpc

JAWAB :



tahun milyar tahun
H
T 15 10 . 5 , 1 10 . 8 , 9
65
1
10 . 8 , 9
1
10 11 11
= = = =
c V
diam
diam diamati
r


s km V
r
/ 10 . 80 , 1 10 . 9979 , 2
1025
1025 7175
6 5
=

=
MPc
H
v
d 29 , 25714
70
10 . 80 , 1
6
= = =