Anda di halaman 1dari 3

Tower crane : Tower Crane merupakan alat yang digunakan untuk mengangkat material secara vertical dan horizontal

ke suatu tempat yang tinggi pada ruang gerak yang terbatas. Tipe crane dibagi berdasarkan cara crane tersebut berdiri, yaitu : 1. Crane yang berdiri bebas (free standing crane). 2. Crane di atas rel (rail mounted crane). 3. Crane yang ditambatkan pada bangunan (tied-in tower crane). 4. Crane panjat (climbing crane). Bagian-bagian tower crane

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Mast adalah tiang vertical yang berdiri di atas dasar (base). Jib adalah tiang horizontal yang panjangnya ditentukan berdasarkan jangkauan yang diinginkan Counter jib adalah tiang penyeimbang, disini dipasangkan counterweight sebagai penyeimbang beban Trolley adalah alat yang bergerak sepanjang jib dan digunakan untuk memindahkan material secara horizontal dan di trolley tersebut dipasangkan hook (kait) Slewing ring adalah alat yang berfungsi untuk memutar jib Climbing frame adalah alat yang digunakan untuk menambah ketinggian crane. Operators cab adalah tempat dimana operator tower crane bekerja. tie ropes adalah kawat yang berfungsi untuk menahan jib agar tetap dalam kondisi lurus 90 terhadaptiang utama.

Kapasitas tower crane Kapasitas tower crane tergantung dari beberapa faktor. Yang perlu diperhatikan adalah bahwa jika material yang diangkut oleh crane melebihi kapasitasnyamaka akan terjadi jungkir. Oleh karena itu, berat material yang diangkut sebaiknya sebagai berikut : a. untuk mesin beroda crawler adalah 75 % dari kapasitas alat. b. untuk mesin beroda karet adalah 85 % dari kapasitas alat. c. untuk mesin yangmemiliki kaki (outrigger) adalah 85 % dari kapasitas Faktor luar yang harus diperhatikan dalam menentukan kapasitas alat : a. kekuatan angin terhadap alat, b. ayunan beban pada saat dipindahkan, c. kecepatan pemindahan material, d. pengereman mesin dalam pergerakannya. Sedangkan kapasitas pengangkatan material berdasarkan table di bawah ini :

Pemilihan tower crane Pemilihan jenis tower crane yang dipakai harus mempertimbangkan : a. situasi proyek, b. bentuk struktur bangunan, c. kemudahan operasional, baik saat pemasangan maupunpembongkaran, d. ketinggian struktur bangunan yang dilaksanakan.