Anda di halaman 1dari 2

Bedah Makalah Untuk mahasiswa peserta kuliah: Bacalah dengan cermat disertasi berjudul Jasad Renik Pelarut Pospat:

Pengaruhnya terhadap P-Tanah dan Efisiensi Pemupukan P Tanaman Tebu (Disertasi oleh M. Edi Premono,Program Pascasarjana IPB, 1994). Perhatikan bahwa inti dari Pendahuluan mengandung latar belakang, perumusan masalah, tujuan penelitian, dan hipotesis seperti yang tertera pada ringkasan berikut.

PENDAHULUAN

1. Gula tebu merupakan komoditas penting. Indonesia masih mengimpor gula. 2. Salah satu cara meningkatkan produksi gula nasional adalah dengan ekstensifikasi pada lahan yang umumnya merupakan lahan masam. Kondisi ini menyebabkan penyediaan pospor kurang optimal dan bisa menyebabkan akumulasi unsur (misalnya Al) yang banyak terdapat pada tanah masam. 3. Tanah masam mempunyai nilai efisiensi pupuk TSP hanya berkisar 2 hingga 15% (rendah). Efisiensi perlu ditingkatkan mengingat kebutuhan TSP di Indonesia semakin tinggi. 4. Penelitian yang mengkaji peningkatan penyediaan P tanah bagi tanaman yang berkaitan dengan efisiensi penggunaan pupuk P telah banyak dilakukan, tetapi penggunaan agen hayati seperti mikoriza dan jazad renik pelarut posfat untuk mengefisienkan penggunaan pupuk P belum banyak dilakukan. 5. Padahal penggunaan jasad renik pelarut posfat sebagai pupuk hayati mempunyai beberapa keunggulan: hemat energi, tidak mencemari lingkungan, mampu membongkar P yang berada dalam bentuk tidak larut, menghalangi terjerapnya P-pupuk oleh anasiranasir penjerap, dan mngurangi toksisitas AL, Fe, dan Mn, dapat memacu pertumbuhan tanaman karena menghasilkan ZPT. 6. PUPUK HAYATI LAYAK DIGUNAKAN UNTUK MENGEFISIENKAN PUPUK P. OLEH KARENA ITU PERLU DILAKUKAN PENYELIDIKAN UNTUK MEMPEROLEH DAN MENGISOLASI JASAD RENIK SERTA MEMANFAATKANNYA UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI PEMUPUKAN P PADA PERTANAMAN TEBU DI LAHAN MASAM. 7. PERUMUSAN MASALAH: a. Apakah di dalam tanah terdapat jasad renik yang bisa diisolasi dan dapat digunakan sebagai pelarut posfat. b. Bagaimanakah pengaruh dari pemberian jasad renik tersebut jika dikombinasi dengan kapur dan bahan organik terhadap ketersediaan P di dalam tanah.

c. Bagaimanakah pengaruh dari pemberian jasad renik pelarut P dalam meningkatkan efisiensi pemupukan P dan meningkatkan produksi tebu pada tanah masam. a. Bagaimanakah nasib jasad renik yang diinokulasikan ke dalam tanah. 8. TUJUAN PENELITIAN: b. Memperoleh jasad renik yang berkemampuan tinggi dalam melarutkan senyawasenyawa P tanah. c. Mempelajari pengaruh pemberian jasad renik pelarut P yang dikombinasi dengan kapur dan bahan organik terhadap ketersediaan P di dalam tanah. d. Mempelajari pengaruh pemberian jasad renik pelarut P dalam meningkatkan efisiensi pemupukan P dan meningkatkan produksi tebu pada tanah masam. e. Mempelajari nasib jasad renik yang diinokulasikan ke dalam tanah. 9. HIPOTESIS: a. Di dalam tanah terdapat jasad renik yang berkemampuan tinggi dalam melarutkan senyawa-senyawa P tanah. b. b1. Jasad renik pelarut P mampu meningkatkan pertumbuhan, bobot kering, kadar sukrosa, dan bobot tebu yang ditanam pada tanah masam. b2. Aktivitas jasad renik pelarut P mampu meningkatkan serapan P dan efisiensi pemupukan P pada tanaman tebu yang ditanam pada tanah masam.pertumbuhan, bobotMempelajari pengaruh pemberian jasad renik pelarut P yang dikombinasi dengan kapur dan bahan organik terhadap ketersediaan P di dalam tanah. c. Mempelajari pengaruh pemberian jasad renik pelarut P dalam meningkatkan efisiensi pemupukan P dan meningkatkan produksi tebu pada tanah masam. d. Jasad renik pelarut P dapat beradaptasi setelah diinokulasikan ke dalam tanah.