Anda di halaman 1dari 5

BEA MATERAI

Mata Kuliah : Perpajakan Dosen : Farid Addy Sumantri, SE.,MM.,M.Si.Ak. Pengertian : Dokumen adalah kertas yang berisikan tulisan yang mengandung arti dan maksud terhadap perbuatan keadaaan atau kegiatan bagi seseorang orang atau pihak-pihak yang terkait dalam kegiatan tersebut. Objek Bea Materai yang terutang Bea Materi Rp. 6.000,- adalah : 1. a. Surat perjanjian dan surat-surat lainnya (surat kuasa, surat hibah, dan surat pernyataan). Dibuat dengan tujuan digunakan sebagai alat pembuktian. Menegenai perbuatan, kenyataan atau keadaaan. Bersifat perdata. b. Akta-akta Notaris termasuk salinannnya. c. Akta-akta yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) termasuk rangkapnya. d. Surat yang memuat jumlah uang lebih dari Rp. 1.000.000,-. Yang menyebutkan penerimaan uang. Yang menyatakan pembukuan atau penyimpanan uang dalam rekening di bank. Yang berisi pemberitahuan saldo rekening bank. Yang berisi pengakuan bahwa utang uang sebagian atau seluruhnya telah dilunasi atau diperhitungkan.
b. Surat berharga seperti Wesel, Promes dan Aksep yang harga nominalnya

lebih dari Rp. 1.000.000,-. Efek dengan nama dan dalam atau nominalnya lebih dari Rp. 1.000.000,-.
e.

bentuk

apapun sepanjang

2. Dokumen-dokumen yang akan digunakan untuk bukti pengadilan. a. Surat-surat biasa dan surat-surat kerumahtanggaan. b. Surat-surat yang semula tidak dikenakan bea materai berdasarkan

tujuannya, jika digunakan untuk tujuan lain atau digunakan untuk orang lain, selain dari maksud semula.

Taxtation/AKA BUDDHI - Tangerang

Objek Bea Materai yang terutang Bea Materi Rp. 3.000,- adalah :
1. Surat yang mempunyai harga nominal lebih dari Rp. 250.000,- tetapi tidak

lebih dari Rp. 1.000.000,-. Yang menyebutkan penerimaan uang. Yang menyatakan pembukuan atau penyimpanan uang dalam rekening di bank. Yang berisi pemberitahuan saldo rekening di bank. Yang berisi pengakuan bahwa utang uang sebagaian atau seleuruhnya telah dilunasi atau diperhitungkan.
2. Surat berharga seperti Wesel, Promes dan Aksep yang harga nominalnya

lebih dari Rp. 250.000,-, tetapi tidak lebih dari Rp. 1.000.000,-.
3. Efek dengan nama dan dalam atau bentuk apapun sepanjang nominalnya

lebih dari Rp. 250.000,-, tetapi tidak lebih dari Rp. 1.000.000,-.
4. Cek atau bilyet giro dengan harga nominal berapapun.

Apabilan dokumen (kecuali cek dan bilyet giro) mempunyai nominal tidak lebih dari Rp. 250.000,- tidak terutang Bea Materai. Yang Tidak Dikenakan Bea Materai
1. Dokumen yang berupa, antara lain : a. Surat penyimpanan barang. b. Konosenen. c. Surat angkutan penumpang dan barang. d. Bukti pengiriman dan penerimaan uang. 2. Segala bentuk Ijasa: Surat Tanda Tamat Belajar, Tanda Lulus, Surat

Keterangan Telah Mengikuti Suatu Penddidikan, Latihan, Kursus, dan Penataran, termasuk pula surat-surat yang bersifat Hukum Publik (misalnya : Akta Kelahiran, dan Surat Nikah).
3. Tanda terima gaji, uang tunggu, pensiun, uang tunjangan, dan pembayaran lain

yang ada kaitannya dengan hubungan kerja, serta surat-surat yang diserahkan untuk mendapatkan pembayaran.

Taxtation/AKA BUDDHI - Tangerang

4. Tanda bukti penerimaan Uang Negara dari Kas Negara, Kas Pemda, dan Bank. 5. Tanda penerimaan uang yang dibuat untuk keperluan intern organisasi. 6. Kwitansi untuk semua jenis pajak. 7. Surat gadai yang diberikan oleh PT Penggadaian (Persero). 8. Kupon/tanda pembagian keuntungan atau bunga dari efek dengan nama dan

dalam bentuk apaun. Saat Terutang Materai


1. Dokumen yang dibuat oleh suatu pihak, ditentukan pada saat dokumen

diserahkan dan diterima oleh pihak untuk siapa dokumen itu dibuat, jadi bukan pada saat ditandatangani. Contoh : Kwitansi dan Cek.
2. Dokumen yang dibuat lebih dari satu pihak, ditentukan pada saat selesainya

dokumen itu dibuat, yaitu ditutup dengan tandatangan dari yang bersangkutan. Contoh : Surat Perjanjian Jual Beli.
3. Dokumen yang dibuat di Luar Negeri ditentukan pada saat digunakan di

Indonesia. Tata Cara Pemateraian Kemudaian Dengan Menggunakan Materai Tempel


1. Pemegang dokumen membawa dokumen yang akan dilunasi dengan cara

pemateraian kemudian kepada Pejabat Pos pada kantor pos terdekat.


2. Pemegang dokumen melunasi Bea Materai yang terutang atas dokumen yang

dimateraikan kemudian tersebut sesuai ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 Kep. Mekeu No. 476/KMK.03/2002 tentang Pelunasan Bea Materai dengan Cara Pemeteraian Kemudian dengan cara menempelkan Materai Tempel pada dokumen yang akan dimeteraikan kemudian.

Taxtation/AKA BUDDHI - Tangerang

3. Pemegang dokumen yang Bea Materainya tidak atau kurang dilunasi

sebagaimana mestinya wajib membayar denda administrasi sebesar 200 % dari Bea Materai yang tidak atau kurang dilunasi dengan menggunakan SSP dengan kode jenis MAP 0174.
4. Dokumen yang telah dimeteraikan kemudian dan SSP di Cap TELAH

DIMETERAIKAN KEMUDIAN sesuai dengan UU No. 13 Tahun 1985 sebagaimana diatur lebih lanjut dengan Kep. Mekeu No. 476/KMK.03/2002 oleh Pejabat Pos disertai dengan tanda tangan, nama terang dan Nomor Pegawai Pejabat Pos ybs. Tata Cara Pemateraian Kemudaian Dengan Menggunakan Surat Setoran Pajak (SPP).
1. Membuat daftar dokumen yang akan dimeraikan kemudian. 2. Membayar Bea Materai yang terutang berdasarkan daftar tersebut sesuai

dengan ketentuan di dalam pasal 4 Kep. Mekeu No. 476/KMK.03/2002 tentang Pelunasan Bea Materai dengan Cara Kemudian dengan menggunakan SSP.
3. Pemegang dokumen yang Bea Materainya tidak atau kurang dilunasi

sebagaimana mestinya wajib membayar denda administrasi sebesar 200 % dari Bea Materai yang tidak atau kurang dilunasi dengan menggunakan SSP terpisah dengan SSP yang digunakan untuk memeteraikan kemudian.
4. Cara pengisian SSP adalah sbb : a. SSP yang digunakan untuk mulunasi pemeteraian keumudian diisi dengan

Kode Jenis Pajak (MAP) 0171. b. SSP yang digunakan untuk membayar dengan administrasi, diisi dengan Kode Jenis MAP 0174. 5. Daftar dokumen yang dimeteraikan kemudian dan SSP yagn telah digunakan untuk membayar pemeteraian kemudian di Cap TELAH DIMETERAIKAN KEMUDIAN sesuai dengan UU No. 13 tahun 1983 sebagaimana diatur lebih lanjut dengan Kep. Mekeu No. 476/KMK.03/2002 oleh Pejabat Pos disertai dengan tanda tangan, nama terang dan Nomor Pegawai Pejabat Pos ybs.

Taxtation/AKA BUDDHI - Tangerang

MATERI UAS TEORI : PILIHAN 6 SOAL DI JAWAB 2 SOAL PBB & BEA MATERAI 15 % PRAKTIK : 1. PPh PASAL 22, 23 DAN 24 (PPh BADAN) 55 25 % ATAU 30% 2. PPN DAN PPnBM 30 %

Taxtation/AKA BUDDHI - Tangerang