Anda di halaman 1dari 17

1. LATAR BELAKANG Perkembangan dunia konstruksi maupun perkembangan bahan bangunan mengalami kemajuan yang pesat.

Setiap tahunnya terdapat inovasi dari penelitian yang berguna untuk khalayak luas. Konstruksi memiliki arti luas dimana merupakan suatu kesatuan dari kesinambungan unsur unsur kesatuan bahan bangunan. Indonesia terkenal dengan konstruksi kayunya dimana Indonesia memiliki kekayaan alam berupa hutan yang menghasilkan kayu berkualitas. Sehingga banyak dari keseluruhan konstruksi menggunakan kayu, tak hanya jembatan, rumah tinggal serta bangunan pendukung lainnya. Kayu merupakan bahan konstruksi paling kuno dimana pada zaman dulu kayu telah dimanfaatkan untuk pembuat konstruksi bangunan serta pembuatan kapal untuk moda transortasi. Disetiap daerah memiliki kekhasan dalam jenis kayu yang berbeda setiap wilayahnya, begitu juga dengan Indonesia yang memiliki banyak hutan yang memiliki jenis kayu yang berbeda setiap pulaunya. Dalam dunia konstruksi dikenal berbagai bahan bangunan selain kayu misalnya bambu, baja beton dll. Selain sebagai bahan bangunan kayu juga dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan tangan dimana sebagai mempercantik suatu arsitektur bangunan. Dalam makalah ini penulis ingin membahas tentang kayu sebagai unsur bahan konstruksi dengan berkonsentrasi pada jenis sambungan kayu.

2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian kayu Kayu adalah bahan yang kita dapatkan dari tumbuh-tumbuhan (pohonpohonan/trees) dan termasuk vegetasi alam. Kayu mempunyai 4 unsur esensial bagi manusia antara lain: 1. Selulosa, unsur ini merupakan komponen terbesar pada kayu, meliputi 70 % berat kayu. 2. Lignin, merupakan komponen pembentuk kayu yang meliputi 18% - 28% dari berat kayu. Komponen tersebut berfungsi sebagai pengikat satuan srtukturil kayu dan memberikan sifat keteguhan kayu. 3. Bahan-bahan ekstrasi, komponen ini yang memberikan sifat pada kayu, seperti : bau, warna, rasa, dan keawetan. Selain itu, karena adanya bahan ekstrasi ini, maka kayu bisa didapatkan hasil yang lain misalnya: tannin, zat warna, minyak, getah, lemah, malam, dan lain sebagainya. 4. Mineral pembentuk abu, komponen ini tertinggal setelah lignin dan selulosa terbakar habis. Banyaknya komponen ini 0.2% - 1% dari berat kayu. 2.2 Bagian bagian kayu 1. Kulit luar, lapisan yang berada paling luat dalam keadaan kering berfungsi sebagai pelindung bagian-bagian yang lebih dalam pada kayu. 2. Kulit dalam, lapisan yang berada di sebelah dalam kulit luar yang bersifat basah dan lunak, berfungsi mengangkut bahan makanan dari daun ke bagian lain.

3. Cambium, lapisan yang berada di sebelah kulit, jaringan ini ke dalam membentuk kayu baru, sedangkan ke luar membentuk sel-sel jangat (kulit). 4. Kayu gubal, berfungsi sebagai pengangkut air berikut zat bahan makanan ke bagian-bagian pohon yang lain. 5. Kayu teras, berasal dari kayu gubal, biasanya bagian-bagian sel yang sudah tua dan kosong ini terisi zat-zat lain yang berupa zat ekstrasi. 6. Galih/hati, bagian ini mempunyai umur paling tua, karena galih (hati) ini ada dari sejak permulaan kayu itu tumbuh. 7. Garis teras, jari-jari retakan yang timbul akibat penyusutan pada waktu pengeringan yang tidak teratur. 2.3 Keuntungan Kayu a. Murah dan mudah dikerjakan b. Mempunyai kekuatan yang tinggi dan bobotnya rendah

c. Mempunyai daya penahan tinggi terhadap pegaruh listrik (bersifat isolasi), kimia,. d. Bila ada kerusakan dengan mudah dapat diganti dan bisa diperoleh dalam waktu singkat. e. Pembebanan tekan biasanya bersifat elastis. f. Bila terawat dengan baik akan tahan lama. 2.4 Kerugian Kayu a. Kurang homogen ketidaksamaan sebagai hasil alam. b. Cacat-cacat pada kayu.

c. Mudah terbakar. d. Dapat memuai dan menyusut dengan perubahanperubahan kelembaban. e. Terjadinya lendutan yang cukup besar. 2.5 Jenis Kayu di Indonesia untuk konstruksi a. Kayu kelapa: kayu ini lazim digunakan untuk pembuatan kuda-kuda atau rangka serta pilar sebuah bangunan. b. Kayu randu atau kayu kapuk: merupakan jenis kayu yang sering digunakan dalam proses pengecoran sebuah bangunan. c. Bambu: Pada lingkungan masyarakat pedesaan atau tradisional, bambu banyak digunakan sebagai rangka sebuah bangunan semi permanen. d. Kayu balsa: Kayu ini merupakan jenis kayu ringan. Penggunaannya cocok untuk daerah-daerah yang sering terjadi gempa. Sebab penggunaan kayu balsa dapat meminimalisir kerusakan akibat gempa. e. Kayu jati, kamper, mahoni, sonokeling, akasia, merbau, sungkai, keruing, sertakayu durian: Jenis-jenis kayu ini populer digunakan untuk pembuatan komponen-komponen pelengkap dari bangunan seperti kusen, pintu, jendela dan berbagai perabotan lainnya. 2.6 Pengawetan Kayu 1.Cara rendaman kayu direndam di dalam bak larutan baha pengawet yang telahditentukan konsentrasi (kepekatan) bahan pengawet dan larutannya, selama beberapa jam atau beberapa hari. Waktu pengawetan (rendaman) kayu
4

harus seluruhnyaterendam, jangan sampai ada yang terapung. Karena itu diberi beban pemberat dansticker. Ada beberapa macam pelaksanaan rendaman, antara lain rendaman dingin,rendaman panas, dan rendaman panas dan rendaman dingin. Cara rendaman dingindapat dilakukan dengan bak dari beton, kayu atau logam anti karat. Sedangkan cararendaman panas atau rendaman panas dan dingin lazim dilakukan dalam bakdarilogam. Bila jumlah kayu yang akan diawetkan cukup banyak, perlu disediakan dua bak rendaman (satu bak untuk merendam dan bak kedua untuk membuat larutan bahan pengawet, kemudian diberi saluran penghubung). Setelah kayu siap dengan beban pemberat dan lainlain, maka bahan pengawet dialirkan ke bak berisi kayutersebut. Cara rendaman panas dan dingin lebih baik dari cara rendaman panas ataurendaman dingin saja. Penetrasi dan retensi bahan pengawet lebih dalam dan banyak masuk ke dalam kayu. Larutan bahan pengawet berupa garam akan memberikan hasillebih baik daripada bahan pengawet larut minyak atau berupa minyak, karena proses difusi. Kayu yang diawetkan dengan cara ini dapat digunakan untuk bangunan di bawah atap dengan penyerang perusak kayunya tidak hebat. 2. Cara pencelupan kayu dimasukkan ke dalam bak berisi larutan bahan pengawetdengan konsentrasi yang telah ditentukan, dengan waktu hanya beberapa menit bahkan detik. Kelemahan cara ini: penetrasi dan retensi bahan pengawet tidak memuaskan. Hanya melapisi permukaan kayu sangat tipis, tidak berbeda dengan cara penyemprotan dan pelaburan (pemolesan). Cara ini
5

umumnya dilakukan di industri-industri penggergajian untuk mencegah serangan jamur blue stain. Bahan pengawetyang dipakai Natrium Penthachlorophenol. Hasil pengawetan ini akan lebih baik bailakayu yang akan diawetkan dalam keadaan kering dan bahan pengawetnya dipanaskan lebih dahulu. 3.Cara pemulasan dan penyemprotan cara pengawetan ini dapat dilakukan dengan alat yang sederhana. Bahan pengawet yang masuk dan diam di dalam kayu sangattipis. Bila dalam kayu terdapat retak-retak, penembusan bahan pengawet tentu lebihdalam. Cara pengawetan ini hanya dipakai untuk maksut tertentu, yaitu : a.Pengawetan sementara (prophylactic treatment) di daerah ekploatasi atau kayu kayu gergajian untuk mencegah serangan jamur atau bubuk kayu basah. b. Untuk membunuh serangga atau perusak kayu yang belum banyak dan belum merusak kayu (represif). c. Untuk pengawetan kayu yang sudah terpasang. Cara pengawetan inihanya dianjurkan bila serangan perusak kayu tempat kayu akan dipakai tidak hebat(ganas). 4. Cara pembalutan cara pengawetan ini khusus digunakan untuk mengawetkan tiang-tiang dengan menggunakan bahan pengawet bentuk cream (cairan) pekat, yangdilaburkan/diletakkan pada permukaan kayu yang masih basah. Selanjutnya dibalut sehingga terjadilah proses difusi secara perlahanlahan ke dalam kayu
6

3. METODE PENULISAN Metode yang digunakan adalah studi pustaka melalui media internet serta buku buku yang dapat menjadi refrensi dalam menyusun makalah ini.

4. ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Jenis sambungan kayu. 4.1.1 Sambungan Kayu Arah Memanjang. Sambungan kayu arah memanjang ada dua, macam yaitu: a. Memanjang arah mendatar ( misalnya sambungan bibir lurus, sambungan bibir lurus berkait, sambungan bibir miring, sambungan bibir miring berkait)

Sambungan memanjang berikat

b. Memanjang arah tegak ( misalnya sambungan takikan lurus, sambungan mulut ikan, sambungan takikan lurus rangkap, sambungan purus lurus).

Sambungan mulut ikan

Sambungan takikan lurus rangkap

Sambungan purus lurus

4.1.2

Sambungan kayu melebar Sambungan kayu melebar ada dua macam yaitu : a. Melebar kearah horizontal (sering digunakan untuk konstruksi lantai). b. Melebar kearah vertical (sering untuk konstruksi dinding). Ada beberapa macam sambungan kayu melebar yaitu :

10

11

4.1.3

Sambungan Kayu Menyudut Sambungan kayu menyudut yaitu sudut siku dan kedua yang membentuk sudut miring. Bentuk sambungan kayu menyudut ada tiga macam yaitu sambungan sudut, sambungan pertemuan dan sambungan persilangan.

12

13

14

15

Daftar Pustaka

http://id.scribd.com/doc/46644724/CARA-PENGAWETAN-KAYU diakses tanggal 28 maret pukul 13:34 WIB. http://azwaruddin.blogspot.com/2008/02/pengertian-kayu.html diakses tanggal 28 maret pukul 13:40 WIB. http://rimbakita.blogspot.com/2012/11/kayu-untuk-bangunan.html di akses tanggal 28 maret pukul 14:01 WIB Tjoa pwee hong, FH djokowahjono, Konstruksi Kayu,1996, universitas atmajaya yogyakarta

16

TUGAS STRUKTUR KAYU JENIS SAMBUNGAN KAYU

Di Susun Oleh : RIZA YUDHA ARIFANDI 5085111017

JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS TEKNOLOGI YOGYAKARTA 2013

17