Anda di halaman 1dari 2

Landasan Teori Konsolidasi.

Konsolidasi adalah suatu proses pengecilan volume secara perlahan-lahan pada tanah jenuh sempurna dengan permeabilitas rendah akibat pengaliran sebagian air pori. Dengan kata lain, pengertian konsolidasi adalah proses terperasnya air tanah akibat bekerjanya beban, yang terjadi sebagai fungsi waktu karena kecilnya permeabilitas tanah. Proses ini berlangsung terus sampai kelebihan tekanan air pori yang disebabkan oleh kenaikan tegangan total telah benar-benar hilang. Konsolidasi terjadi apabila memenuhi syarat syarat sebagai berikut: Tanah dalam keadaan jenuh air, adanya beban di atasnya, adanya air yang mengalir.

Pada umumnya konsolidasi terjadi dalam satu arah saja atau disebut juga one dimensional consolidation. Pergerakan arah horizontal dapat diabaikan, karena tertahan oleh lapisan tanah yang berada di sekelilingnya. Parameter parameter konsolidasi suatu tanah yaitu koefisien kompresi (Cc) dan koefisien konsolidasi (Cv). Koefisien kompresi berhubungan dengan berapa besarnya penurunan yang akan terjadi. Nilai koefisien kompresi (Cc) adalah kemiringan garis penurunan dari garis konsolidasi tanah teoritis atau sama dengan garis konsolidasi tanah asli. Garis konsolidasi agk lebih landai dari garis konsolidasi lapangan, karena dipengaruhi oleh ketidaksempurnaan keasliannya misalnya kurang baiknya pengambilan sampel. Dari penelitian diperoleh sifat bahwa garis laboratorium dan garis lapangan berpotongan pada garis e = 0,42 eo. Sifat ini dipergunakan untuk menarik garis lapangan.

1. a. Gambar grafik e-log P hasil pengamatan pengujian konsolidasi laboratorium. b. Tarik garis e = eo dan P = Po berpotongan di A. 2. Tarik garis datar e 1 = 0,42 eo, memotong garis lab. di B. 3. Garis penghubung AB sama dengan garis konsolidasi lapangan. 4. Dihitung nilai Cc sama dengan kemiringan garis AB pada skala semi logaritma.

ambil dua titik sembarang, misalkan titik A dan B. e1 = eo dan e2 = 0,42 eo P1 = Po dan P2 = PB

Untuk setiap tanah berbeda beda. Berikut adalah tabel nilai Cc untuk Bermacam macam tanah. Jenis Tanah Nilai Cc Pasir padat 0,0005 0,001 Pasir tidak padat 0,025 0,05 Lempung agak kenyal 0,03 0,06 Lempung kenyal 0,06 0,15 Lempung medium s/d lunak 0,15 1,0 Tanah organik 1,0 4,5 Batu / cadas 0 Rumus empiris untuk mencari Cc : Rumus empiris untuk tanah normal dan digunakan untuk memperkirakan penurunan pondasi secara kasar sebelum pengujian laboratorium. a) Rumus Terzaghi Digunakan apabila diketahui batas cair tanah: Cc = 0,009 (WL 10) dimana, WL = batas cair tanah (%) b) Rumus Nishida Cc = 0,54 (eo 0,35) o = angka pori tanah lapangan Cc = 0,0054 (2,6 w -35) W = kadar air tanah lapangan (jenuh air) dalam % Rumus Nishida hanya digunakan jika Cc hasil laboratorium dan WL tidak diketahui. Rumus rumus ini tidak boleh digunakan dalam hal sebaliknya, misalkan jika Cc diketahui tidak boleh digunakan untuk mencari WL dan eo. Koefisien konsolidasi (Cv) adalah parameter yang menghubungkan perubahan tekanan air pori terhadap waktu. Koefisien konsolidasi berhubungan dengan berapa lama suatu konsolidasi tanah tertentu akan terjadi. Selain itu kecepatan konsolidasi dipengaruhi oleh : Tebal tanah kompresibel Kondisi drainase di atas dan di bawah lapisan tanah kompresibel.