Anda di halaman 1dari 5

Kasus Topik: Kejang Demam Tanggal (kasus): 30 Mei Persenter: dr. Ni Putu Andina Kluniari, S.

Ked 2012 Tangal presentasi: 4 Juli Pendamping: dr. Putu Kusumawati 2012 Tempat presentasi: RS Tk IV Singaraja Obyektif presentasi: Keilmuan Diagnostik Neonatus Keterampilan Manajemen Bayi k Ana Penyegaran Masalah Remaja a Tinjauan Pustaka Istimewa Dewas Lansia mil Bu

Deskripsi: perempuan berumur 7 bulan, kejang, kaki dan tangan menghentak, panas tinggi Tujuan: menegakkan diagnosis dan melakukan penatalaksanaan Bahan bahasan: Cara membahas: Tinjauan Pustaka Diskusi Riset Presentasi dan diskusi Kasus Email Audit Pos

Data pasien: Nama klinik:

Nama: LM Telp:-

Nomor Registrasi: 904295 Terdaftar sejak: 31 Mei 2012

Data utama untuk bahan diskusi: 1. Diagnosis/ Gambaran Klinis: Pasien didiagnosis kejang demam karena pasien mengalami kejang disertai dengan demam, dimana dari anamnesis didapatkan pasien mengalami kejang, tangan dan kaki menghentak, mata mendelik keatas sejak 10 menit sebelum masuk rumah sakit dan demam sejak 2 hari yang lalu. Riwayat kejang tanpa demam sebelumnya disangkal. Pada pemeriksaan fisik ditemukan pasien kejang, dan suhu axial 38,30C. Dari data yang diperoleh keluhan yang dialami pasien menjurus kearah kejang demam 2. Riwayat pengobatan: Pasien sempat dibawa ke Sp.A 1 hari sebelumnya, diberi obat dalam bentuk puyer 3. Riwayat kesehatan/ Penyakit: Pasien Lahir spontan ditolong bidan, BBL 3800 gram, langsung menangis, kelainan (-). Pasien tidak memiliki riwayat kejang dengan panas sebelumnya.

4. Riwayat keluarga: keluarga pasien tidak ada yang pernah menderita kejang dengan panas dan kejang

5. Riwayat pekerjaan: Pasien tidak bekerja

Daftar Pustaka: a. Moe P.G., Seay A.R. Neurologic & Muscular Disorder. In: Current Pediatric Diagnosis & Treatment. Editor: Hay W.W et al. eds 16th. 2003. USA. Lange Medical Books/McGrow-Hill. p 717-45. Johnston M.V. Seizures in Childhood. In: Nelson Textbook of Pediatrics. Editor: Behrman, Kliegman, b. Jenson. Eds 17th. 2004. Pensylvania. Saunder. p 1993-2011 c. Gascon G.G., Mikati M.A. Seizures and Epilepsy. In: Textbook of Clinical Pediatrics. Editor: Elzouki AV, Hanfi HA, Nazer H. 2001. Philadephia. William & Wilkins. p 1414-24. d. Behrman R.E., Kliegman R.M. Nelson Essentials of Pediatrics. eds 4th. 2002. Pennsylvania. WB Saunders Company. p 793-800 e. Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK UI. Buku Kuliah Ilmu Kesehatan Anak. Jilid 2. 2002. Jakarta. Percetakan Infomedika. hal 847-55. Hasil pembelajaran: 1. Diagnosis kejang demam 2. Mekanisme terjadinya kejang pada kejang demam 4. Menggali faktor risiko yang mungkin dari kejang demam 5. Medika mentosa penatalaksanaan kejang demam ditinjau dari fungsi dan kinerja obat tersebut 6. Edukasi mengenai penatalaksaan non medikamentosa 7. Edukasi untuk pencegahan terjadinya kejang demam

Rangkuman hasil pembelajaran portofolio:


3

Subyektif: Pasien datang diantar oleh ibunya dalam keadaan tidak sadar, dengan mata medelik ke atas. Sebelumnya pasien dikatakan kejang dimana kaki dan tangan pasien menghentak, mulut tidak berbuih. Lama kejang sekitar 10 menit. Sebelumnya pasien dikeluhkan panas tinggi mendadak sejak 2 hari yang lalu. Panas tidak turun dengan penurun panas. Pasien juga dikeluhkan muntah 1 kali tadi pagi sebelum masuk Rumah Sakit. Makan/minum menurun setelah sakit. BAK (+) normal, BAK terakhir kurang lebih jam SMRS. Satu hari sebelumnya pasien sempat berobat ke dokter spesias ana, diberi obat dalam bentuk puyer. Sebelumnya pasien tidak memiliki riwayat kejang dengan panas. keluarga pasien tidak ada yang pernah menderita kejang dengan panas dan kejang. Pasien lahir spontan ditolong bidan dengan berat badan lahir 3800 gram, langsung menangis, tidak terdapat kelainan. Riwayat imunisasi lengkap sesuai umur.
1.

2. Objektif: Status present pada pasien didapatkan temperature axial 38,50 C, GCS E1V1M3. Status general pada pasien ini dalam batas normal. Pada pemeriksaan status neurologi didapatkan pasien kejang, tidak ditemukan tanda-tanda perangsangan meningeal. Kernig sign (-), Brudzinsky I/II : -/-. Tenaga dan tonus normal.
3. Assessment:

Pasien didiagnosis kejang demam karena pasien mengalami kejang disertai dengan demam, dimana dari anamnesis didapatkan pasien mengalami kejang, tangan dan kaki menghentak, mata mendelik keatas sejak 10 menit sebelum masuk rumah sakit dan demam sejak 2 hari yang lalu. Riwayat kejang tanpa demam sebelumnya disangkal. Pada pemeriksaan fisik ditemukan pasien kejang, GCS E1V1M3 dan suhu axial 38,30C. Pada kasus ini pasien memenuhi kriteria kejang demam sederhana, yaitu Kejang biasanya
4