Anda di halaman 1dari 65

LKPP

LEMBAGA KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH DEPUTI BIDANG PENGEMBANGAN DAN PEMBINAAN SUMBER DAYA MANUSIA DIREKTORAT BINA PELATIHAN KOMPETENSI

MODUL

Perjanjian / Kontrak Pengadaan Barang/Jasa

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

05. Perjanjian / Kontrak Pengadaan Barang/Jasa


TUJUAN UMUM TUJUAN KHUSUS

Mampu menyusun Perjanjian/Kontrak PBJ sederhana (pengadaan barang) Peserta : a. mampu menjelaskan Definisi Perjanjian /Perikatan dan macamnya b. mampu menjelaskan Tata Cara penyusunan dan merancang kontrak PBJ c. mampu menjelaskan hal-hal penting terkait kontrak (berakhirnya kontrak dan penyelesaian masalah kontrak) d. mampu menyusun kontrak sederhana e. mampu memahami amandemen kontrak

STANDAR KOMPETENSI KHUSUS SUB PEMBAHASAN

PP 18 : Membuat Kontrak Pengadaan Barang/Jasa MK 06: Mengelola Jaminan Kontrak a. Definisi Perjanjian /Perikatan dan macamnya b. Tata Cara penyusunan dan merancang kontrak PBJ (termasuk dokumen lelang) c. Hal-hal penting terkait kontrak (berakhirnya kontrak dan penyelesaian masalah kontrak) termasuk jaminan d. Penyusunan kontrak sederhana (praktik penyusunan) e. Prosedur Amandemen kontrak

BAHAN BACAAN

5.1.

Definisi Perikatan, Perjanjian dan Kontrak


Perikatan terjemahan dari Verbintenis Verbintenis mengandung banyak pengertian, di antaranya: Perikatan: masing-masing pihak saling terikat oleh suatu kewajiban/prestasi (Dipakai oleh Subekti dan Sudikno.) Perutangan: suatu pengertian yg terkandung dlm verbintenis. Adanya hubungan hutang piutang antara para pihak. (Dipakai oleh Sri Soedewi, Vol Maar, Kusumadi. )

5.1.1. PERIKATAN

LKPP | MODUL PELATIHAN PBJ PEMERINTAH UNTUK PPK

5.1

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

Perjanjian (overeenkomst): (dipakai oleh Wiryono Prodjodikoro ) Pengertian Perikatan Perikatan adalah suatu hubungan hukum dimana satu pihak berhak menuntut suatu prestasi dan pihak lain berkewajiban memenuhi suatu prestasi. Pihak yang berhak menuntut prestasi disebut kreditor sedangkan pihak yang berkewajiban memenuhi prestasi disebut debitor. Dalam suatu perjanjian yang bersifat timbal balik setiap pihak bertindak sebagai kreditor dan debitor Perikatan Perikatan : suatu perhubungan hukum antara dua orang atau dua pihak, berdasarkan mana pihak yang satu berhak menuntut pihak yang lain, dan pihak yang lain berkewajiban untuk memenuhi tuntutan itu. (Prof. Subekti) Perjanjian suatu peristiwa dimana seorang berjanji pada orang lain atau 2 orang saling berjanji untuk melakukan suatu prestasi

5.1.2. PERJANJIAN
Definisi Perjanjian: 1. Perjanjian: suatu perbuatan dengan mana satu orang atau lebih mengikatkan dirinya kepada satu orang lain atau lebih (Pasal 1313 KUH Perdata) 2. Perjanjian: suatu peristiwa dimana seorang berjanji kepada seorang lain atau dimana dua orang itu saling berjanji untuk melaksanakan sesuatu hal. (Prof. Subekti, SH). 3. Perjanjian: suatu perhubungan mengenai harta benda antara dua pihak, dalam mana suatu pihak berjanji atau dianggap berjanji untuk melakukan sesuatu hal atau tidak melakukan sesuatu hal, sedangkan pihak lain berhak menuntut pelaksanaan janji itu (Prof. Dr. R. Wirjono Prodjodikoro, SH). 4. Perjanjian: suatu persetujuan dengan mana dua orang atau lebih saling mengikatkan untuk melaksanakan suatu dalam lapangan harta kekayaan (Abdulkadir Muhammad, SH).

LKPP | MODUL PELATIHAN PBJ PEMERINTAH UNTUK PPK

5.2

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

5.1.3. KONTRAK
Berdasarkan Perpres No. 54 Tahun 2010: Kontrak Pengadaan Barang/Jasa yang selanjutnya disebut Kontrak adalah perjanjian tertulis antara PPK dengan Penyedia Barang/Jasa atau Pelaksana Swakelola.

Untuk mewujudkan sebuah kontrak yang valid, dibutuhkan empat elemen: 1. Kesepakatan (the mutual consent of the parties) 2. Kecakapan (a capacity to contract) 3. hal tertentu (a subject certain) 4. sebab yang halal (a legal cause) (pasal 1320 KUH Perdata) Ketika perjanjian tersebut memenuhi semua persyaratan sebuah kontrak yang valid, maka secara hukum mengikat pihak-pihak yang berkontrak. Pentingnya sebuah Konrak ditinjau dari Aspek Hukum: Pasal 1338 ayat (1) KUH Perdata: Perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi para pihak yang membuatnya.

Pasal 1338 ayat (2) KUH Perdata: Suatu perjanjian tidak dapat ditarik kembali kecuali berdasarkan
kesepakatan para pihak atau karena alasan yang dinyatakan oleh undang-undang.

5.1.4. Jenis-jenis Kontrak Pengadaan Barang/Jasa


Berdasarkan Paragraf Keenam Perpres No. 54 Tahun 2010 mengenai Penetapan Jenis Kontrak: Pembagian Jenis Kontrak sesuai Pepres 54/2010 Pasal 50 Kontrak berdasarkan cara pembayaran; a. Kontrak Lump Sum; b. Kontrak Harga Satuan; c. Kontrak gabungan Lump Sum dan Harga Satuan; d. Kontrak Persentase; dan e. Kontrak Terima Jadi (Turnkey). Rincian

LKPP | MODUL PELATIHAN PBJ PEMERINTAH UNTUK PPK

5.3

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

Pembagian Jenis Kontrak sesuai Pepres 54/2010 Pasal 50 Kontrak berdasarkan pembebanan Tahun Anggaran Kontrak berdasarkan sumber pendanaan Kontrak berdasarkan jenis pekerjaan

Rincian a. Kontrak Tahun Tunggal; dan b. Kontrak Tahun Jamak. a. Kontrak Pengadaan Tunggal; b. Kontrak Pengadaan Bersama; dan c. Kontrak Payung (Framework Contract). a. Kontrak Pengadaan Pekerjaan Tunggal; dan b. Kontrak Pengadaan Pekerjaan Terintegrasi.

Definisi: JENIS KONTRAK Kontrak Lump Sum DEFINISI MENURUT PERPRES 54/2010 Kontrak Lump Sum merupakan Kontrak Pengadaan Barang/Jasa atas penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas waktu tertentu sebagaimana ditetapkan dalam Kontrak, dengan ketentuan sebagai berikut: a. jumlah harga pasti dan tetap serta tidak dimungkinkan penyesuaian harga; b. semua risiko sepenuhnya ditanggung oleh Penyedia Barang/Jasa; c. pembayaran didasarkan pada tahapan produk/keluaran yang dihasilkan sesuai dengan isi Kontrak; d. sifat pekerjaan berorientasi kepada keluaran (output based); e. total harga penawaran bersifat mengikat; dan f. tidak diperbolehkan adanya pekerjaan tambah/kurang. Kontrak Harga Satuan merupakan Kontrak Pengadaan Barang/Jasa atas penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas waktu yang telah ditetapkan dengan ketentuan sebagai berikut: a. Harga Satuan pasti dan tetap untuk setiap satuan atau unsur pekerjaan dengan spesifikasi teknis tertentu; b. volume atau kuantitas pekerjaannya masih bersifat perkiraan pada saat Kontrak ditandatangani; c. pembayarannya didasarkan pada hasil pengukuran bersama atas volume pekerjaan yang benar-benar telah dilaksanakan oleh Penyedia Barang/Jasa; dan d. dimungkinkan adanya pekerjaan tambah/kurang berdasarkan hasil pengukuran bersama atas pekerjaan yang diperlukan.

Kontrak Harga Satuan

Kontrak gabungan Lump Sum Kontrak gabungan Lump Sum dan Harga Satuan adalah Kontrak yang merupakan gabungan Lump Sum dan Harga Satuan dalam 1 (satu) dan Harga Satuan pekerjaan yang diperjanjikan.

LKPP | MODUL PELATIHAN PBJ PEMERINTAH UNTUK PPK

5.4

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

JENIS KONTRAK Kontrak Persentase

DEFINISI MENURUT PERPRES 54/2010 Kontrak Persentase merupakan Kontrak Pengadaan Jasa Konsultansi/Jasa Lainnya, dengan ketentuan sebagai berikut: a. Penyedia Jasa Konsultansi/Jasa Lainnya menerima imbalan berdasarkan persentase dari nilai pekerjaan tertentu; dan b. pembayarannya didasarkan pada tahapan produk/keluaran yang dihasilkan sesuai dengan isi Kontrak. Kontrak Terima Jadi (Turnkey) merupakan Kontrak Pengadaan Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya atas penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas waktu tertentu dengan ketentuan sebagai berikut: a. jumlah harga pasti dan tetap sampai seluruh pekerjaan selesai dilaksanakan; dan b. pembayaran dilakukan berdasarkan hasil penilaian bersama yang menunjukkan bahwa pekerjaan telah dilaksanakan sesuai dengan kriteria kinerja yang telah ditetapkan. Kontrak Tahun Tunggal merupakan Kontrak yang pelaksanaan pekerjaannya mengikat dana anggaran selama masa 1 (satu) Tahun Anggaran. Kontrak Tahun Jamak merupakan Kontrak yang pelaksanaan pekerjaannya untuk masa lebih dari 1 (satu) Tahun Anggaran atas beban anggaran, yang dilakukan setelah mendapatkan persetujuan: a. Menteri Keuangan untuk kegiatan yang nilainya diatas Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah); b. Menteri/Pimpinan Lembaga yang bersangkutan untuk kegiatan yang nilai kontraknya sampai dengan Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah) bagi kegiatan: penanaman benih/bibit, penghijauan, pelayanan perintis laut/udara, makanan dan obat di rumah sakit, makanan untuk narapidana di Lembaga Pemasyarakatan, pengadaan pita cukai, layanan pembuangan sampah dan pengadaan jasa cleaning service. Kontrak Tahun Jamak pada pemerintah daerah disetujui oleh Kepala Daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. Kontrak Pengadaan Tunggal merupakan Kontrak yang dibuat oleh 1 (satu) PPK dengan 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa tertentu untuk menyelesaikan pekerjaan tertentu dalam waktu tertentu. Kontrak Pengadaan Bersama merupakan Kontrak antara beberapa PPK dengan 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa untuk menyelesaikan pekerjaan dalam waktu tertentu, sesuai dengan kebutuhan masing-masing PPK yang
5.5

Kontrak Terima Jadi (Turnkey)

Kontrak Tahun Tunggal

Kontrak Tahun Jamak

Kontrak Pengadaan Tunggal

Kontrak Pengadaan Bersama

LKPP | MODUL PELATIHAN PBJ PEMERINTAH UNTUK PPK

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

JENIS KONTRAK

DEFINISI MENURUT PERPRES 54/2010 menandatangani Kontrak. Pembebanan anggaran untuk Kontrak Pengadaan Bersama sebagaimana dimaksud pada ayat (2), diatur dalam kesepakatan pendanaan bersama.

Kontrak Payung (Framework Kontrak Payung (Framework Contract) merupakan Kontrak Harga Satuan antara Pemerintah dengan Penyedia Barang/Jasa yang dapat Contract) dimanfaatkan oleh K/L/D/I, dengan ketentuan sebagai berikut: a. diadakan untuk menjamin harga Barang/Jasa yang lebih efisien, ketersediaan Barang/Jasa terjamin dan sifatnya dibutuhkan secara berulang dengan volume atau kuantitas pekerjaan yang belum dapat ditentukan pada saat Kontrak ditandatangani; dan b. pembayarannya dilakukan oleh setiap PPK/Satuan Kerja yang didasarkan pada hasil penilaian/pengukuran bersama terhadap volume/kuantitas pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh Penyedia Barang/Jasa secara nyata. Kontrak Pengadaan Pekerjaan Kontrak Pengadaan Pekerjaan Tunggal merupakan Kontrak Pengadaan Barang/Jasa yang hanya terdiri dari 1 (satu) pekerjaan perencanaan, Tunggal pelaksanaan atau pengawasan. Kontrak Pengadaan Pekerjaan Kontrak Pengadaan Pekerjaan Terintegrasi merupakan Kontrak Pengadaan Pekerjaan Konstruksi yang bersifat kompleks dengan Terintegrasi menggabungkan kegiatan perencanaan, pelaksanaan dan/atau pengawasan.

Jenis kontrak baru yang diperkenalkan dalam Perpres 54 Tahun 2010 (Penjelasan Pasal 6) Kontrak Terima Jadi (Turn Key contract) Kontrak Berbasis Kinerja (Performance Based Contract) Kontrak Rancang Bangun (Design and Build) Kontrak Rancang, Bangun dan Operasi (Engineering, Procurement and Construction / EPC)

LKPP | MODUL PELATIHAN PBJ PEMERINTAH UNTUK PPK

5.6

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

5.2.

Tata Cara penyusunan dan merancang kontrak PBJ

5.2.1. Tahapan Penyusunan Kontrak menurut Hukum TAHAPAN 1. TAHAP KESEPAKATAN 2. TAHAP PEMBUATAN DAN PEMBAHASAN KONTRAK AKTIVITAS Pada tahap awal ini hal-hal yang disepakati belum mengikat secara hukum, baru merupakan kesepahaman antara para pihak Kesepahaman/kesepakatan ini dapat berbentuk tertulis maupun lisan Setelah adanya kesepakatan antara para pihak kemudian ditindaklanjuti dengan membuat sebuah kontrak Adanya seorang lawyer sangat diperlukan dalam tahap ini Seorang lawyer dapat membuat draft kontrak secara baik yang berisi semua keinginan dari kliennya Setelah kontrak tertulis dibuat, kemudian kontrak tersebut biasanya dibahas dengan klien dan dapat ditambah atau dikurangi sesuai keinginan klien, tentunya dalam membuat kontrak seorang lawyer harus melindungi kepentingan kliennya Para pihak biasanya diwakili oleh lawyernya untuk menegosiasikan apa saja yang diinginkannya Masing-masing pihak memperjuangkan kepentingannya Waspada dengan adanya trik dan penipuan Para pihak berupaya mencapai kesamaan pandangan Jika tahap negosiasi berlangsung dengan mulus dan tercapai kesamaan pandangan maka kontrak tersebut dapat ditandatangani Seorang lawyer harus memastikan bahwa para pihak yang menandatangani kontrak adalah pihak-pihak yang mempunyai wewenang untuk menandatangani kontrak tersebut Para pihak masing-masing melaksanakan kontrak yaitu berdasarkan dengan hak dan kewajiban yang tercantum dalam kontrak Peranan seorang lawyer tidak dominan, jika pelaksanaan berlangsung dengan baik Lawyer dalam tahap ini dapat meneliti apakah terjadi suatu wanprestasi atau tidak Jika dalam pelaksanaan suatu kontrak salah satu pihak melakukan wanprestasi maka akan masuk dalam tahap sengketa

3. TAHAP NEGOSIASI

4. TAHAP PENANDATANGANAN

5. TAHAP PELAKSANAAN

6. TAHAP SENGKETA (jika ada)

LKPP | MODUL PELATIHAN PBJ PEMERINTAH UNTUK PPK

5.7

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

Para pihak dapat menyelesaikan sengketa kontrak sesuai dengan mekanisme yang telah disepakati dalam kontrak Penyelesaian sengketa dapat diselesaikan melalui pengadilan atau arbitrase tergantung kesepakatan para pihak

5.2.2. TIGA LANGKAH DALAM PEMBUATAN DOKUMEN KONTRAK LANGKAH 1. Langkah Persiapan 2. Langkah Pelaksanaan AKTIVITAS Merumuskan secara akurat mengenai transaksi yang akan dilakukan Memahami industri dari transaksi yang akan dilakukan Mempelajari peraturan perundang-undangan yang terkait dengan transaksi Mencari kontrak-kontrak yang mirip dengan transaksi yang akan dilakukan Menentukan para pihak yang akan melakukan transaksi Menuliskan pokok-pokok pikiran yang akan dimasukkan dalam kontrak dalam bentuk klausula definisi, klausula transaksi, klausula spesifik, dan klausula ketentuan umum Merumuskan kalimat hukum dari tiap pokok pikiran Melakukan pengecekan rancangan kontrak dan konfirmasi kepada klien/atasan, selanjutnya melakukan perbaikan sesuai keinginan klien/atasan Melakukan koreksi terakhir Melakukan pengecekan terakhir Memahami secara komprehensif seluruh isi kontrak sebelum kontrak tersebut dinegosiasikan

3. Langkah Akhir

(Sumber: Makalah Kontrak Bisnis Prof. Hikmahanto Juwana, SH,LLM, PhD.) 5.2.3. Tata cara penyusunan kontrak PBJ berdasarkan Perpres No. 54 Tahun 2010 Dalam Lampiran Perpres No. 54 Tahun 2010, kita bisa menemukan susunan Rancangan Kontrak untuk beberapa jenis kegiatan sebagai berikut: 1.Tata Cara Penyusunan Kontrak Pengadaan Barang 2.Tata Cara Penyusunan Kontrak Pekerjaan Kostruksi 3.Tata Cara Penyusunan Kontrak Pengadaan Jasa Konsultansi

LKPP | MODUL PELATIHAN PBJ PEMERINTAH UNTUK PPK

5.8

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

4.Tata Cara Penyusunan Kontrak Pengadaan Jasa Lainnya 5.Tata Cara Penyusunan Kontrak Pekerjaan Swakelola Penjelasan lebih detail mengenai penyusunan Rancangan Kontrak untuk pekerjaan-pekerjaan tersebut di atas bisa dilihat dalam Lampiran 6 Modul ini.

5.3. Hal-hal penting terkait kontrak (berakhirnya kontrak dan penyelesaian masalah kontrak)
Sesuai dengan hukum, terdapat dua alasan tidak terlaksananya suatu perjanjian, yaitu : 1. 2. Wanprestasi Apabila seseorang berhutang tidak memenuhi kewajibannya wanprestasi. Akibatnya : dapat digugat di depan hakim. Karena asas orang tidak boleh menjadi hakim sendiri. 1. Parate executie kreditur berhak melaksanakan sendiri hak-haknya menurut perjanjian, dengan tak usah meminta perantaraan hakim. jika si debitur sudah memberi persetujuan apabila ia lalai 2. Reele executie cara melaksanaan suatu putusan, yang oleh hakim dikuasakan kepada kreditur untuk mewujudkan sendiri apa yang menjadi haknya. Dalam B.W cara ini diperbolehkan dalam hal sbg : Wujud wanprestasi: Tidak memenuhi kewajibannya sama sekali Terlambat memenuhi kewajibannya Perjanjian yg prestasinya memberikan sesuatu uu tidak menentukan. Perjanjian yg prestasinya tidak berbuat sesuatu (1240) Perjanjian yg prestasinya berbuat sesuatu barang (1241) kecuali : suatu barang yang bersifat pribadi ganti rugi. Wanprestasi Overmacht (keadaan memaksa)

LKPP | MODUL PELATIHAN PBJ PEMERINTAH UNTUK PPK

5.9

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

Tidak sempurna memenuhi kewajibannya Melakukan hal yang dilarang dalam perjanjian

Akibat wanprestasi adalah kreditur dapat meminta ganti rugi Kewajiban debitur untuk membayar ganti rugi baru terbit apabila debitur telah dinyatakan dalam keadaan lalai (ingebrekestelling) Pernyataan lalai Lembaga pernyataan lalai adalah upaya hukum untuk sampai kepada suatu fase, debitur dinyatakan wanprestasi (ingkar janji) Ps. 1243 berada dalam keadaan lalai Cara pemberitahuan debitur berada dalam keadaan lalai Ps. 1238 1. Surat perintah (bevel) exploit juru sita 2. Akta sejenis 3. Demi perikatannya sendiri. 4. Hak-hak kreditur apabila terjadi wanprestasi: 5. Hak menuntut pemenuhan perikatan (nakomen) 6. Hak menuntut pemutusan perikatan (outbinding) 7. Hak menuntut ganti rugi (schade vergoeding) 8. Hak menuntut pemenuhan perikatan + ganti rugi 9. Hak untuk memutuskan perikatan + ganti rugi. Debitur juga dibebani membayar biaya perkara Ps 18 (1) HIR debitur lalai/kalah, diwajibkan membayar biaya perkara Ganti kerugian

Keadaan Memaksa (Overmacht atau force majeur) Ps. 1244 Tidak memenuhi prestasi; Ada sebab yang terletak di luar kesalahan debitur Faktor penyebab tidak tidak diduga sebelumnya dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kepada debitur.
LKPP | MODUL PELATIHAN PBJ PEMERINTAH UNTUK PPK 5 . 10

elemen keadaan memaksa, yaitu;

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

Dua ajaran tentang overmacht: 1. Ajaran yang obyektif (de objective overmachtsleer) atau absolut. Unsur impossibilitas Misalkan Barang hilang, dirampok, dicuri. 2. Ajaran yang subyektif (de subjective overmachtsleer) atau relatif. Unsur diffikultas Bentuk keadaan memaksa 1. Bentuk umum a. keadaan iklim, b. kehilangan, dan c. pencurian 2. Bentuk khusus 3. Undang-undang atau peraturan pemerintah 4. sumpah 5. pemogokan Overmacht menghentikan perikatan dan berakibat: Kreditur tidak lagi dapat meminta pemenuhan prestasi Debitur tidak lagi dapat dinyatakan lalai, dan karenanya tidak wajib membayar ganti rugi Resiko tidak beralih kepada debitur Kreditur tidak dapat menuntut pembatalan pada perjanjian timbal balik.

Berakhirnya Kontrak dari sudut pandang Hukum dan Perpres 54

Hukum Perdata Wanprestasi

Perpres 54/2010 Pemutusan Kontrak Pasal 93 (1) PPK dapat memutuskan Kontrak secara sepihak apabila: a. denda keterlambatan pelaksanaan pekerjaan akibat kesalahan Penyedia Barang/Jasa sudah melampaui 5% (lima perseratus) dari nilai Kontrak;
LKPP | MODUL PELATIHAN PBJ PEMERINTAH UNTUK PPK 5 . 11

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

Hukum Perdata

Perpres 54/2010 b. Penyedia Barang/Jasa lalai/cidera janji dalam melaksanakan kewajibannya dan tidak memperbaiki kelalaiannya dalam jangka waktu yang telah ditetapkan; c. Penyedia Barang/Jasa terbukti melakukan KKN, kecurangan dan/atau pemalsuan dalam proses Pengadaan yang diputuskan oleh instansi yang berwenang; dan/atau d. pengaduan tentang penyimpangan prosedur, dugaan KKN dan/atau pelanggararan persaingan sehat dalam pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa dinyatakan benar oleh instansi yang berwenang. (2) Dalam hal pemutusan Kontrak dilakukan karena kesalahan Penyedia Barang/Jasa: a. Jaminan Pelaksanaan dicairkan; b. sisa Uang Muka harus dilunasi oleh Penyedia Barang/Jasa atau Jaminan Uang Muka dicairkan; c. Penyedia Barang/Jasa membayar denda; dan/atau d. Penyedia Barang/Jasa dimasukkan dalam Daftar Hitam.

Overmacht (keadaan memaksa)

Keadaan Kahar Pasal 91 (1) Keadaan Kahar adalah suatu keadaan yang terjadi diluar kehendak para pihak dan tidak dapat diperkirakan sebelumnya, sehingga kewajiban yang ditentukan dalam Kontrak menjadi tidak dapat dipenuhi. (2) Yang dapat digolongkan sebagai Keadaan Kahar dalam Kontrak Pengadaan Barang/Jasa meliputi: a. bencana alam; b. bencana non alam; c. bencana sosial; d. pemogokan; e. kebakaran; dan/atau f. gangguan industri lainnya sebagaimana dinyatakan melalui keputusan bersama Menteri Keuangan dan menteri teknis terkait. (3) Dalam hal terjadi Keadaan Kahar, Penyedia Barang/Jasa memberitahukan tentang terjadinya Keadaan Kahar kepada PPK secara tertulis dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kalender sejak terjadinya Keadaan Kahar, dengan menyertakan salinan pernyataan Keadaan Kahar yang dikeluarkan oleh pihak/instansi yang berwenang sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

LKPP | MODUL PELATIHAN PBJ PEMERINTAH UNTUK PPK

5 . 12

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

Hukum Perdata

Perpres 54/2010 (4) Tidak termasuk Keadaan Kahar adalah hal-hal merugikan yang disebabkan oleh perbuatan atau kelalaian para pihak. (5) Keterlambatan pelaksanaan pekerjaan yang diakibatkan oleh terjadinya Keadaan Kahar tidak dikenakan sanksi. (6) Setelah terjadinya Keadaan Kahar, para pihak dapat melakukan kesepakatan, yang dituangkan dalam perubahan Kontrak.

Argumen Pembelaan Debitur yg dituduh lalai, dengan alasan antara lain: a. Keadaan Memaksa b. Kreditur sendiri telah lalai (execptio non adimpleti contractus) c. Kreditur telah melepaskan haknya (rechtsverwerking atau waiver) Perbuatan melawan hukum Pemahaman PMH Pasal 1365 KUHPdt Tiap perbuatan yang melanggar hukum dan membawa kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang yang menimbulkan kerugian itu karena kesalahannya untuk mengganti kerugian tersebut UNSUR-UNSUR PMH 1. Harus ada perbuatan 2. Melawan Hukum 3. Ada kesalahan 4. Ada kerugian 5. Ada hubungan sebab akibat antara perbuatan dan kerugian. Perbuatan Melawan Hukum 2.1 Bertentangan dg Kewenangan. Hukum. Maksud perbuatan seseorang yg bertentangan dg keharusan atau larangan 2.2 Hak subyektif orang lain

LKPP | MODUL PELATIHAN PBJ PEMERINTAH UNTUK PPK

5 . 13

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

Perbuatan yg bertentangan dg hak subyektif orang lain : 1. Hak pribadi; 2. Hak kebendaan; 3. Hak-hak khusus. 2.3 Melanggar Kesusilaan Pengertian Norma-norma yg ada dlm msy. yg oleh pergaulan hidup diterima sbg peraturan hukum yg tdk tertulis Contoh: 1. Hidup Bersama 2. Membocorkan Rahasia Perusahaan 2.4 Bertentangan dg PATIHA (Kepatutan, Ketelitian, Kehati-hatian) Patiha yg seharusnya dimiliki seseorang dlm pergaulan dg sesama warga masyarakat atau thd harta benda orang lain. 3. Kesalahan Kerugian Kerugian Materil Kerugian Immateril

5. Hubungan sebab akibat antara Perbuatan dan kerugian. Untuk melihat sebab suatu peristiwa maka ada 2 (dua) teori: Teori Conditio Sine qua non Von Buri: Tiap-tiap sebab/masalah yg merupakan syarat utk timbulnya suatu akibat, adalah sebab dari akibat Teori Adequate Von Kries: Perbuatan yg harus dianggap sebagai sebab dari akibat yg timbul adalah perbuatan yg seimbang dari perbuatan UKURANNYA AKAL SEHAT Pembelaan terhadap PMH Keadaan memaksa Ps. 48 KUHP Pembelaan terpaksa Ps. 49 KUHP Ketentuan UU Ps. 50 KUHP Perintah Jabatan Ps. 51 KUHP
LKPP | MODUL PELATIHAN PBJ PEMERINTAH UNTUK PPK 5 . 14

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

Hapusnya kontrak Menurut Ps.1381 KUHPerdata: 1. Karena pembayaran; 2. Karena penawaran pembayaran; 3. Karena pembaharuan utang/novatie; 4. Karena perjumpaan utang/kompensasi; 5. Karena percampuran utang; 6. Karena musnahnya obyek; 7. Karena pembebasan utang; 8. Karena batal demi hukum atau dibatalkan; 9. Karena berlakunya syarat batal; 10. Karena daluarsa yang membebaskan.

LKPP | MODUL PELATIHAN PBJ PEMERINTAH UNTUK PPK

5 . 15

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

5.4.

Praktik penyusunan Kontrak sederhana

Latihan Penyusunan Kontrak 5.4.1. Pekerjaan Jasa Konsultan Perorangan Narasumber menjelaskan secara sekilas cara penyusunan kontrak untuk jasa Konsultan Perorangan (lihat di Lampiran Modul 5) Narasumber memberikan tugas kepada peserta pelatihan untuk menyusun suatu kontrak sederhana jasa konsultan sesuai dengan bidang yang ditangani masing2 instansi peserta pelatihan. Kontrak dan lampiran2nya dikumpulkan untuk dinilai Dilakukan pembahasan di kelas mengenai kesalahan-kesalahan yang dilakukan peserta dalam penyusunan kontrak tersebut. 5.4.2. Pekerjaan Swakelola sederhana Narasumber menjelaskan secara sekilas cara penyusunan kontrak untuk Pekerjaaan Swakelola (lihat di Lampiran Modul 5) Narasumber memberikan tugas kepada peserta pelatihan untuk menyusun suatu kontrak sederhana Pekerjaan Swakelola sesuai dengan bidang yang ditangani masing2 instansi peserta pelatihan. Kontrak dan lampiran2nya dikumpulkan untuk dinilai Dilakukan pembahasan di kelas mengenai kesalahan-kesalahan yang dilakukan peserta dalam penyusunan kontrak tersebut.

5.5.

Variasi dan Amandemen Kontrak

PROSEDUR VARIASI 1.13.1 1) UMUM Uraian Perubahan-perubahan atas pekerjaan dapat terjadi karena diprakarsai baik oleh PPK maupun oleh Penyedia Jasa, dan harus disepakati serta ditandatangani oleh kedua belah pihak yang
LKPP | MODUL PELATIHAN PBJ PEMERINTAH UNTUK PPK 5 . 16

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

dituangkan dalam Variasi. Bilamana dasar pembayaran yang dituang-kan dalam Variasi tersebut mengakibatkan variasi dalam Struktur Harga Satuan Mata Pembayaran atau variasi dalam Jumlah Harga Kontrak, maka Variasi tersebut harus dinegosiasi dan dituangkan dalam Addendum Kontrak. Variasi dan Addenda Kontrak harus memenuhi ketentuan berikut : a) Variasi :

Perintah tertulis yang dibuat oleh PPK dan ditandatangani pula oleh Penyedia Jasa, menunjukkan bahwa Penyedia Jasa menerima perubahan-perubahan dalam Pekerjaan atau Dokumen Kontrak, persetujuan Kontraktor atas dasar pembayaran dan penyesuaian waktu, jika ada, untuk pelaksanaan atas perubahan-perubahan tersebut. Variasi harus diterbitkan dalam format standar dan harus mencakup semua perintah yang dikeluarkan oleh PPK yang akan mempengaruhi perubahan Dokumen Kontrak atau perintah sebelumnya yang telah dikeluarkan oleh PPK. b) Addenda :

Perjanjian tertulis antara Pemilik dan Penyedia Jasa, yang memuat perubahan-perubahan dalam Pekerjaan atau Dokumen Kontrak yang mengakibatkan variasi dalam struktur Harga Satuan Mata Pembayaran atau variasi yang diperkirakan dalam Jumlah Harga Kontrak dan telah dinegosiasi dan disepakati terlebih dahulu dalam Variasi. Addenda juga harus dibuat pada saat penutupan Kontrak dan semua perubahan kontraktual atau teknis penting lainnya tanpa memandang apakah terjadi variasi struktur Harga Satuan atau Jumlah Harga Kontrak 2) Pekerjaan Seksi Lain Yang Berkaitan Dengan Seksi Ini a) a) b) c) d) e) 3) Syarat-syarat Kontrak (Bab 3 dari Dokumen Kontrak) Pembayaran Sertifikat Bulanan Rekayasa Lapangan Jadwal Pelaksanaan Penutupan Kontrak Dokumen Rekaman Proyek : Pasal-pasal yang berkaitan : Seksi 1.6 : Seksi 1.9 : Seksi 1.12 : Seksi 1.14 : Seksi 1.15

Pengajuan a) Pihak Penyedia Jasa harus menunjuk secara tertulis salah seorang anggota dalam perusahaannya untuk menerima variasi dalam Pekerjaan dan bertanggungjawab untuk memberitahu kepada para pelaksana lainnya tentang adanya variasi tersebut.

LKPP | MODUL PELATIHAN PBJ PEMERINTAH UNTUK PPK

5 . 17

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

b) c)

PPK akan menunjuk secara tertulis orang yang diberi wewenang untuk mengurus prosedur Variasi atas nama Pemilik. Penyedia Jasa harus melengkapi perhitungan untuk setiap usulan pekerjaan yang akan dibayar lump sum, dan untuk setiap Harga Satuan yang belum ditetapkan sebelumnya dengan data pendukung yang lengkap sehingga dapat dievaluasi oleh PPK.

1.13.2 1)

PROSEDUR AWAL VARIASI PPK dapat memprakarsai Variasi dengan memberitahu secara tertulis kepada Penyedia Jasa, uraian berikut : a) b) c) d) Uraian detil usulan perubahan dan lokasinya dalam proyek. Gambar dan Spesifikasi tambahan atau revisinya untuk melengkapi detil usulan perubahan. Perkiraan jangka waktu yang diperlukan untuk membuat usulan perubahan. Baik usulan perubahan dapat dilaksanakan menurut struktur Harga Satuan Mata Pembayaran yang ada, maupun setiap Harga Satuan baru atau Jumlah Harga tambahan yang diperlukan harus disepakati terlebih dahulu untuk kemudian dituangkan ke dalam Addendum Kontrak.

Pemberitahuan yang demikian hanya merupakan informasi, dan bukan sebagai suatu perintah untuk melakukan perubahan dan juga bukan untuk menghentikan pekerjaan yang sedang berlangsung. 2) Penyedia Jasa dapat mengajukan permohonan perubahan dengan memberitahu secara tertulis kepada PPK, uraian berikut : a) b) c) d) e) Uraian usulan perubahan. Keterangan tentang alasan untuk mengajukan perubahan. Keterangan tentang pengaruh terhadap Jadwal Pelaksanaan (bila ada). Keterangan tentang pengaruh terhadap pekerjaan Sub Penyedia Jasa (bila ada). Penjelasan detil baik untuk semua maupun sebagian dari usulan perubahan akan dilaksanakan menurut struktur Harga Satuan Mata Pembayaran yang ada, bersama dengan setiap Harga Satuan baru atau Jumlah Harga yang dipandang Penyedia Jasa memerlukan kesepakatan.

LKPP | MODUL PELATIHAN PBJ PEMERINTAH UNTUK PPK

5 . 18

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

1.13.3 1)

PELAKSANAAN VARIASI Isi Variasi akan didasarkan pada salah satu dari : a) b) 2) 3) Permintaan PPK dan jawaban Penyedia Jasa sebagaimana disepakati bersama antara PPK dan Penyedia Jasa; atau Permohonan Penyedia Jasa atas suatu perubahan, sebagaimana diterima oleh PPK

PPK akan menyiapkan Variasi dan memberi nomor urut Variasi tersebut. Variasi akan menguraikan perubahan dalam Pekerjaan, baik penambahan maupun penghapusan, dengan lampiran Dokumen Kontrak yang direvisi seperlunya untuk menentukan detil perubahan tersebut. Variasi akan menetapkan dasar pembayaran dan setiap penyesuaian waktu yang dibutuhkan sebagai akibat adanya perubahan tersebut, dan bilamana diperlukan, akan menetapkan setiap Harga Satuan baru atau Jumlah Harga tambahan yang telah dinegosiasi sebelumnya antara PPK dan Penyedia Jasa, yang diperlukan untuk dituangkan dalam Addendum. PPK akan menandatangani dan memberi tanggal Variasi tersebut sebagai perintah supaya Penyedia Jasa dapat memulai melaksanaan perubahan. Penyedia Jasa harus menandatangani dan memberi tanggal Variasi tersebut, untuk menun-jukkan bahwa Penyedia Jasa sepakat atas detil didalam perubahan tersebut.

4)

5) 6)

1.13.4 1)

PELAKSANAAN ADDENDA Isi Addenda akan didasarkan pada salah satu dari hal-hal berikut : a) b) c) d) Perintah Pemilik untuk melaksanakan perubahan atas Dokumen Kontrak, atau; Karena adanya perubahan kontraktual atau teknis yang penting, atau; Variasi atau Variasi-variasi yang telah ditandatangani yang berisi Harga Satuan Mata Pembayaran baru atau Jumlah Harga tambahan, atau; Karena adanya perubahan perkiraan kuantitas sebagai akibat suatu variasi dalam Jumlah Harga Kontrak, sebagaimana yang dimasukkan ke dalam Perjanjian Kontrak atau Addendum sebelumnya, atau;

LKPP | MODUL PELATIHAN PBJ PEMERINTAH UNTUK PPK

5 . 19

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

e) (2) (3)

Perhitungan kuantitas akhir dan Jumlah Harga Kontrak. untuk Addenda Penutup pada saat Penutupan Kontrak;

PPK akan menyiapkan Addendum. Addendum akan menguraikan setiap perubahan kontraktual, teknis atau kuantitas, baik penambahan ataupun penghapusan mata pembayaran, dengan lampiran-lampiran Dokumen Kontrak yang direvisi untuk menentukan detil perubahan. Addendum akan memberikan perhitungan ringkas untuk setiap tambahan atau penyesuaian Harga Satuan bersama dengan setiap variasi dalam Harga Kontrak atau penyesuaian Periode Kontrak. Pemilik dan Penyedia Jasa akan menandatangani Addendum tersebut dan menyampaikannya kepada Pemilik untuk persetujuan dan tandatangannya.

(4) (5)

LKPP | MODUL PELATIHAN PBJ PEMERINTAH UNTUK PPK

5 . 20

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LAMPIRAN Penjelasan Perpres No. 54 Tahun 2010, mengenai: 1.Tata Cara Penyusunan Kontrak Pengadaan Barang 2.Tata Cara Penyusunan Kontrak Pekerjaan Kostruksi 3.Tata Cara Penyusunan Kontrak Pengadaan Jasa Konsultansi 4.Tata Cara Penyusunan Kontrak pengadaan Jasa Lainnya

LKPP | MODUL PELATIHAN PBJ PEMERINTAH UNTUK PPK

5 . 21

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LAMPIRAN 1. Tata Cara Penyusunan Kontrak Pengadaan Barang


Rancangan Surat Perjanjian Surat Perjanjian terdiri dari: 1) Pokok Perjanjian Pokok Perjanjian terdiri dari: a) Pembukaan (1) Judul Kontrak (a) Menjelaskan tentang judul dari Kontrak yang akan ditandatangani. (b) Menjelaskan jenis pengadaan. (2) Nomor Kontrak (a) Menjelaskan nomor Kontrak yang akan ditandatangani. (b) Apabila Kontrak berupa perubahan Kontrak maka nomor Kontrak harus berurut sesuai dengan berapa kali mengalami perubahan. (3) Tanggal Kontrak Menjelaskan hari, tanggal, bulan dan tahun Kontrak ditandatangani oleh para pihak. (4) Kalimat Pembuka Merupakan kalimat dalam Kontrak yang menjelaskan bahwa para pihak pada hari, tanggal, bulan dan tahun membuat dan menandatangani Kontrak. (5) Para Pihak dalam Kontrak (a) Menjelaskan identitas dari para pihak yang menandatangani Kontrak. Identitas para pihak meliputi nama, jabatan dan alamat serta kedudukan para pihak dalam Kontrak tersebut, apakah sebagai pihak pertama atau pihak kedua. (b) Para pihak dalam Kontrak terdiri dari dua pihak yaitu: i. pihak pertama adalah pihak PPK; ii. pihak kedua adalah pihak penyedia yang telah ditunjuk untuk melaksanakan pekerjaan; iii. menjelaskan bahwa pihak-pihak tersebut bertindak untuk dan atas nama siapa dan dasar kewenangannya; iv. penjelasan mengenai identitas para pihak harus jelas dan terinci dan menerangkan hal yang sebenarnya; dan v. apabila pihak kedua dalam Kontrak merupakan suatu konsorsium, kerjasama, atau bentuk kerja sama lainnya, maka harus dijelaskan nama bentuk kerjasamanya, siapa saja anggotanya dan siapa yang memimpin dan mewakili kerja sama tersebut. (6) Latar Belakang Bagian ini menjelaskan latar belakang ditandatanganinya Kontrak yang meliputi informasi:

LKPP | MODUL PELATIHAN PBJ PEMERINTAH UNTUK PPK

5 . 22

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

(a) Bahwa telah diadakan proses pemilihan penyedia yang telah sesuai dengan Dokumen Pemilihan. (b) Bahwa PPK telah menunjuk penyedia yang menjadi pihak dalam Kontrak ini melalui suatu Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ). b) Isi (1) Pernyataan bahwa para pihak telah sepakat atau setuju untuk mengadakan Kontrak mengenai obyek yang dikontrakkan sesuai dengan jenis pekerjaannya. (2) Pernyataan bahwa para pihak telah menyetujui besarnya harga Kontrak. Harga Kontrak harus ditulis dengan angka dan huruf, serta rincian sumber pembiayaannya. (3) Pernyataan bahwa ungkapan-ungkapan dalam perjanjian harus mempunyai arti dan makna yang sama seperti yang tercantum dalam Kontrak. (4) Pernyataan bahwa Kontrak yang dibuat ini meliputi beberapa dokumen dan merupakan satu kesatuan yang disebut Kontrak. (5) Pernyataan bahwa apabila terjadi pertentangan antara ketentuan yang ada dalam dokumen-dokumen Kontrak maka yang urutannya lebih dulu sesuai dengan hierarkinya. (6) Pernyataan mengenai persetujuan para pihak untuk melaksanakan kewajiban masing-masing, yaitu pihak pertama membayar harga yang tercantum dalam Kontrak dan pihak kedua melaksanakan pekerjaan yang diperjanapabilan dalam Kontrak. (7) Pernyataan mengenai jangka waktu pelaksanaan pekerjaan, yaitu kapan dimulai dan diakhirinya pekerjaan tersebut. (8) Pernyataan mengenai kapan mulai efektif berlakunya Kontrak. c) Penutup (1) Pernyataan bahwa para pihak dalam perjanjian ini telah menyetujui untuk melaksanakan perjanjian sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan di Indonesia; (2) Tanda tangan para pihak dalam Surat Perjanjian dengan dibubuhi materai. (3) Kontrak ditandatangani setelah ada penunjukan penyedia. Oleh karena itu, tanggal penandatanganan Kontrak tidak boleh mendahului tanggal SPPBJ. 2) Syarat-syarat Umum Kontrak a) Definisi Definisi merupakan uraian atau pengertian mengenai istilah istilah yang digunakan dalam Kontrak. Istilah-istilah tersebut dijelaskan dan diberi arti atau tafsiran sehingga isi Kontrak mudah dipahami oleh setiap orang yang membacanya dan tidak ditafsirkan atau diartikan lain. b) Penerapan Penerapan merupakan ketentuan bahwa syarat-syarat umum dalam Kontrak ini diterapkan secara luas tetapi tidak boleh melanggar ketentuan-ketentuan yang ada dalam Kontrak. c) Standar Ketentuan mengenai Barang yang disediakan oleh penyedia harus sesuai dengan standar dalam spesifikasi teknis. d) Asal Barang (1) Asal Barang merupakan ketentuan mengenai penjelasan dari negara mana asal Barang atau jasa yang menjadi obyek perjanjian dalam Kontrak. (2) Asal Barang merupakan tempat Barang diperoleh, antara lain tempat Barang ditambang, tumbuh, atau diproduksi.
LKPP | MODUL PELATIHAN PBJ PEMERINTAH UNTUK PPK 5 . 23

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

(3) Dalam ketentuan ini juga harus dirinci komponen dalam negeri dan komponen impornya. Asal Barang harus dibedakan dengan negara penjual. e) Pengepakan Ketentuan mengenai kewajiban penyedia untuk melakukan pengepakan atas barang-barang yang dikirim dari asal barang sampai ke tujuan akhir yang telah ditentukan dalam Kontrak. Tujuan ketentuan pengepakan ini adalah supaya barang-barang yang dikirimkan terlindungi dari resiko kerusakan atau kehilangan pada saat pengiriman dari tempat asal barang sampai ke tujuan akhir yang telah dicantumkan dalam kontrak. f) Pengiriman Ketentuan mengenai pengiriman Barang yang dilakukan penyedia sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. g) Transportasi Ketentuan mengenai transportasi yang digunakan untuk pengiriman barang melalui laut, darat atau udara. Biaya transportasi pengiriman barang dimasukkan dalam harga yang tercantum dalam kontrak. h) Pemeriksaan dan Pengujian Ketentuan tentang hak PPK untuk melakukan pemeriksaan dan pengujian atas Barang untuk memastikan kecocokannya dengan spesifikasi dan persyaratan yang telah ditentukan dalam kontrak. Pemeriksaan dan pengujian dapat dilakukan sendiri oleh penyedia dan disaksikan oleh PPK atau diwakilkan kepada pihak ketiga. i) Layanan Tambahan Ketentuan mengenai penyedia untuk melaksanakan beberapa atau semua layanan lanjutan j) Penggunaan Dokumen-Dokumen Kontrak dan Informasi Ketentuan mengenai penggunaan dokumen-dokumen Kontrak atau dokumen lainnya yang berhubungan dengan Kontrak, misalnya ketentuan-ketentuan Kontrak, spesifikasi teknis, gambargambar, pola, serta informasi lain yang berkaitan dengan Kontrak oleh pihak lain dengan ijin tertulis dari PPK. k) Hak Kekayaan Intelektual Ketentuan yang mengatur kewajiban penyedia untuk melindungi pejabat pembuat komitmen dari segala tuntutan atau klaim dari pihak ketiga atas pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual. l) Jaminan Ketentuan mengenai jaminan yang harus disediakan oleh penyedia yaitu: (1) Jaminan Uang Muka diberikan kepada PPK dalam rangka pengambilan uang muka dengan nilai minimal 100% (seratus perseratus) dari besarnya uang muka; (2) Nilai Jaminan Uang Muka dapat dikurangi secara proporsional sesuai dengan pengembalian uang muka; (3) Jaminan Pelaksanaan diberikan kepada PPK sebelum dilakukan penandatanganan Kontrak dengan besar: (a) 5% (lima perseratus) dari nilai Kontrak; (b) 5% (lima perseratus) dari nilai total HPS bagi penawaran yang yang lebih kecil dari 80% (delapan puluh perseratus) HPS; (4) Jaminan Pelaksanaan dikembalikan setelah pekerjaan mencapai bobot 100% (seratus perseratus).
LKPP | MODUL PELATIHAN PBJ PEMERINTAH UNTUK PPK 5 . 24

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

(5) Besarnya jaminan, bentuk dan masa berlakunya jaminan jaminan tersebut di atas disesuaikan dengan ketentuan dalam Dokumen Pemilihan. m) Asuransi Ketentuan mengenai asuransi yang harus disediakan oleh pihak penyedia dalam rangka pelaksanaan pekerjaan yaitu: (1) pihak penyedia harus mengasuransikan semua barang dan peralatan-peralatan yang mempunyai resiko tinggi terjadi kecelakaan, pelaksanaan pekerjaan, serta pekerja-pekerja untuk pelaksanaan pekerjaan, atas segala resiko yaitu kecelakaan, kerusakan-kerusakan, kehilangan, serta resiko lain yang tidak dapat diduga; (2) pihak penyedia harus mengasuransikan pihak ketiga sebagai akibat kecelakaan di tempat kerjanya; dan (3) hal-hal lain yang berkaitan dengan asuransi. n) Pembayaran Ketentuan mengenai cara-cara dan tahapan pembayaran serta mata uang yang digunakan harus disesuaikan dengan ketentuan dalam dokumen anggaran. o) Harga Ketentuan mengenai harga yang harus dibayarkan oleh PPK kepada penyedia atas pelaksanaan pekerjaan dalam Kontrak. Harga Kontrak harus jelas, pasti dan dirinci sumber pembiayaannya. p) Perubahan Kontrak Ketentuan mengenai amandemen Kontrak bisa dilaksanakan apabila disetujui oleh para pihak, meliputi: (1) perubahan pekerjaan disebabkan oleh sesuatu hal yang dilakukan oleh para pihak dalam Kontrak sehingga mengubah lingkup pekerjaan dalam Kontrak; (2) perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan akibat adanya perubahan pekerjaan; dan/atau (3) perubahan harga Kontrak akibat adanya perubahan pekerjaan dan perubahan pelaksanaan pekerjaan. q) Hak dan Kewajiban Para Pihak Ketentuan mengenai hak-hak yang dimiliki serta kewajiban kewajiban yang harus dilaksanakan oleh PPK dan penyedia dalam melaksanakan Kontrak, meliputi: (1) hak dan kewajiban PPK: (a) mengawasi dan memeriksa pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia; (b) meminta laporan-laporan secara periodik mengenai pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh penyedia; (c) membayar pekerjaan sesuai dengan harga yang tercantum Kontrak yang telah ditetapkan kepada penyedia; dan (d) memberikan fasilitas berupa sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh penyedia untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan Kontrak. (2) hak dan kewajiban penyedia: (a) menerima pembayaran untuk pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan harga yang telah ditentukan dalam Kontrak; (b) berhak meminta fasilitas-fasilitas dalam bentuk sarana dan prasarana dari pihak PPK untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan Kontrak; (c) melaporkan pelaksanaan pekerjaan secara periodik kepada PPK;

LKPP | MODUL PELATIHAN PBJ PEMERINTAH UNTUK PPK

5 . 25

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

(d) melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan jadwal pelaksanaan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam Kontrak; (e) memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan untuk pemeriksaan pelaksanaan yang dilakukan PPK; (f) menyerahkan hasil pekerjaan sesuai dengan jadwal penyerahan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam Kontrak; dan (g) penyedia harus mengambil langkah-langkah yang memadai untuk melindungi lingkungan tempat kerja dan membatasi perusakan dan gangguan kepada masyarakat maupun miliknya akibat kegiatan penyedia. r) Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan (1) tanggal Kontrak mulai berlaku dan berakhir; (2) tanggal pekerjaan mulai dilaksanakan; dan (3) tanggal penyerahan hasil pekerjaan dari penyedia kepada PPK. s) Pengawasan dan Pemeriksaan Ketentuan tentang kewenangan PPK melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia. Apabila diperlukan, maka PPK dapat memerintahkan kepada pihak ketiga untuk melakukan pengawasan dan pemeriksaan atas semua pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia. t) Keterlambatan Pelaksanaan Pekerjaan (1) hal-hal yang berkaitan dengan keterlambatan dalam pelaksanaan pekerjaan oleh penyedia atau PPK dari jadwal yang ditentukan dalam Kontrak; (2) sanksi yang diberikan kepada penyedia atau PPK apabila terjadi keterlambatan pelaksanaan pekerjaan; (3) Pengecualian dari ketentuan pada angka (2) yang diakibatkan keadaan kahar. u) Keadaan Kahar Ketentuan mengenai keadaan kahar yang meliputi pengenaan sanksi dan perubahan kontrak serta tindakan yang diambil untuk mengatasi keadaan kahar. v) Itikad Baik (1) Para pihak bertindak berdasarkan asas saling percaya yang disesuaikan dengan hak-hak yang terdapat dalam Kontrak; (2) Para pihak setuju untuk melaksanakan perjanjian dengan jujur tanpa menonjolkan kepentingan masing-masing pihak. Apabila selama Kontrak, salah satu pihak merasa dirugikan, maka diupayakan tindakan yang terbaik untuk mengatasi keadaan tersebut. w) Pemutusan Kontrak Ketentuan mengenai kapan Kontrak dapat diputuskan, yaitu: (1) pemutusan Kontrak oleh penyedia; atau (2) pemutusan Kontrak oleh PPK. x) Penyelesaian Perselisihan Ketentuan mengenai cara penyelesaian perselisihan atau sengketa antara para pihak dalam Kontrak yang meliputi musyawarah, arbitrase, mediasi, konsiliasi atau pengadilan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. y) Bahasa dan Hukum

LKPP | MODUL PELATIHAN PBJ PEMERINTAH UNTUK PPK

5 . 26

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

Bahasa dan hukum adalah ketentuan mengenai bahasa dan hukum yang digunakan dalam Kontrak. Bahasa Kontrak harus dalam Bahasa Indonesia kecuali dalam rangka pinjaman/hibah luar negeri menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa nasional pemberi pinjaman/hibah tersebut dan/atau bahasa Inggris. Hukum yang digunakan adalah hukum yang berlaku di Indonesia, kecuali dalam rangka pinjaman/hibah luar negeri menggunakan hukum yang berlaku di Indonesia dan hukum yang berlaku di negara pemberi pinjaman/hibah (tergantung dimana lokasi perselisihan terjadi). z) Perpajakan Ketentuan mengenai perpajakan yang berlaku di Indonesia. aa) Korespondensi Ketentuan mengenai semua korespondensi yang dapat berbentuk surat, e-mail dan/atau faksimili dan alamat tujuan para pihak. bb) Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Koperasi Kecil (1) Apabila penyedia yang ditunjuk adalah penyedia usaha mikro, usaha kecil dan koperasi kecil, maka dalam Kontrak dimuat ketentuan bahwa pekerjaan tersebut harus dilaksanakan sendiri oleh penyedia yang ditunjuk dan dilarang diserahkan atau disubkontrakkan kepada pihak lain; (2) Apabila penyedia yang terpilih adalah penyedia bukan usaha mikro, usaha kecil dan koperasi kecil, maka dalam Kontrak dimuat: (a) penyedia wajib bekerja sama dengan penyedia usaha mikro, usaha kecil dan koperasi kecil, antara lain dengan mensubkontrakkan sebagian pekerjaannya; (b) dalam melaksanakan kewajiban di atas penyedia terpilih tetap bertanggung-jawab penuh atas keseluruhan pekerjaan tersebut; (c) bentuk kerjasama tersebut hanya untuk sebagian pekerjaan yang bukan pekerjaan utama; dan (d) membuat laporan periodik mengenai pelaksanaan ketetapan di atas. (3) Apabila ketentuan tersebut di atas dilanggar, maka akan dikenakan sanksi yang ditetapkan dalam Peraturan Presiden ini. 3) Syarat-syarat Khusus Kontrak Ketentuan yang merupakan perubahan, tambahan, dan/atau penjelasan dari ketentuan yang ada pada syarat-syarat umum Kontrak. 4) Dokumen Lainnya Yang Merupakan Bagian Dari Kontrak Dokumen berikut ini menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari Kontrak, yaitu: a) SPPBJ; b) Dokumen Penawaran; c) spesifikasi umum; d) spesifikasi khusus; e) gambar-gambar brosur; f) adendum Dokumen Pemilihan (apabila ada); g) daftar kuantitas dan harga; h) Jaminan Pelaksanaan; dan
LKPP | MODUL PELATIHAN PBJ PEMERINTAH UNTUK PPK 5 . 27

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

i) dokumen lainnya yang diperlukan. Penyusunan Rancangan Surat Perintah Kerja (SPK). 1) Untuk Penunjukan Langsung atau Pengadaan Langsung yang bernilai sampai dengan Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah) bentuk kontraknya adalah SPK. 2) SPK paling sedikit berisi: : a) judul SPK; b) nomor dan tanggal SPK; c) nomor dan tanggal Surat Permintaan Penawaran; d) nomor dan tanggal Berita Acara Hasil Negosiasi; e) sumber dana; f) waktu pelaksanaan; g) uraian pekerjaan yang dilaksanakan; h) nilai pekerjaan; i) tata cara pembayaran; j) sanksi; k) tanda tangan kedua belah pihak; dan l) standar ketentuan dan syarat umum SPK paling sedikit memuat: (1) Itikad Baik (a) Para pihak bertindak atas asas saling percaya yang saling disesuaikan dengan hak-hak yang terdapat dalam SPK (b) Para pihak setuju untuk melaksanakan SPK dengan jujur tanpa menonjolkan kepentingan masing-masing pihak. Apabila salah satu pihak merasa dirugikan, maka diupayakan tindakan yang terbaik untuk mengatasi keadaan tersebut. (2) Penyedia Mandiri Penyedia bertanggung jawab penuh terhadap pelaksanaan pekerjaan. (3) Penerimaan Barang PPK berhak untuk memeriksa barang setelah serah terima barang dan untuk menolak penerimaan barang yang tidak memenuhi spesifikasi dalam SPK ini. Pembayaran atas barang bukan merupakan bukti penerimaan barang tersebut. (4) Hak Kekayaan Intelektual Penyedia berkewajiban untuk memastikan bahwa barang yang dipasok tidak melanggar Hak Kekayaan Intelektual (HKI) pihak manapun dan dalam bentuk apapun. Penyedia berkewajiban untuk menanggung PPK dari atau atas semua tuntutan, tanggung jawab, kewajiban, kehilangan, kerugian, denda, gugatan atau tuntutan hukum, proses pemeriksaan hukum, dan biaya yang dikenakan terhadap PPK sehubungan dengan klaim atas pelanggaran HKI, termasuk pelanggaran hak cipta, merek dagang, hak paten, dan bentuk HKI lainnya yang dilakukan atau diduga dilakukan oleh Penyedia. (5) Jaminan Mutu dan Pengepakan Penyedia Barang menjamin bahwa barang, termasuk pengepakannya, memenuhi spesifikasi yang ditetapkan serta bebas dari cacat mutu. Penyedia Barang juga menjamin bahwa barang dikepak sedemikian rupa sehingga
LKPP | MODUL PELATIHAN PBJ PEMERINTAH UNTUK PPK 5 . 28

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

barang terhindar dan terlindungi dari resiko kerusakan atau kehilangan selama masa transportasi atau pada saat pengiriman dari tempat asal sampai serah terima. (6) Pemutusan Menyimpang dari Pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang- Undang Hukum Perdata, PPK dapat memutuskan SPK ini dengan pemberitahuan tertulis kepada Penyedia Barang. Apabila SPK diputuskan sebelum waktu pelaksanaan pengadaan berakhir dan pemutusan tersebut akibat Keadaan Kahar atau bukan karena kesalahan atau kelalaian penyedia maka penyedia berhak atas pembayaran pekerjaan sesuai dengan prestasi pengadaan yang dapat diterima oleh PPK. (7) Pemeliharaan Lingkungan Penyedia berkewajiban untuk mengambil langkah-langkah yang memadai untuk melindungi lingkungan selama pelaksanaan pengadaan barang serta membatasi gangguan lingkungan terhadap pihak ketiga dan harta bendanya sehubungan dengan pelaksanaan SPK ini. (8) Perpajakan Penyedia berkewajiban untuk membayar semua pajak, bea, retribusi, dan pungutan lain yang dibebankan oleh peraturan perundang-undangan atas pelaksanaan SPK. Semua pengeluaran perpajakan ini dianggap telah termasuk dalam nilai SPK. (9) Hukum Yang Berlaku Keabsahan, interpretasi, dan pelaksanaan SPK ini didasarkan kepada hukum Republik Indonesia. (10) Penyelesaian Perselisihan PPK dan Penyedia berkewajiban untuk berupaya sungguh sungguh menyelesaikan secara damai semua perselisihan yang timbul dari atau berhubungan dengan SPK ini atau interpretasinya selama atau setelah pelaksanaan pengadaan barang ini. Apabila perselisihan tidak dapat diselesaikan secara musyawarah maka perselisihan akan diselesaikan melalui arbitrase, mediasi, konsiliasi atau pengadilan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. (11) Perubahan SPK SPK ini tidak dapat diubah kecuali dibuat secara tertulis serta berlaku apabila disetujui oleh para pihak. (12) Pengalihan dan/atau Subkontrak Penyedia dilarang untuk mengalihkan dan/atau mensubkontrakkan sebagian atau seluruh pengadaan. Pengalihan seluruh pengadaan hanya diperbolehkan dalam hal pergantian nama penyedia, baik sebagai akibat peleburan, konsolidasi, pemisahan atau akibat lainnya. (13) Larangan Pemberian Komisi Penyedia menjamin tidak akan memberikan komisi dalam bentuk apapun (gratifikasi) kepada semua pihak terkait.

LKPP | MODUL PELATIHAN PBJ PEMERINTAH UNTUK PPK

5 . 29

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

2. Tata Cara Penyusunan Kontrak Pekerjaan Kostruksi


Rancangan Surat Perjanjian Surat Perjanjian terdiri dari: 1) Pokok Perjanjian: a) Pembukaan (1) Judul Kontrak (a) Menjelaskan tentang judul dari Kontrak yang akan ditandatangani. (b) Menjelaskan jenis pengadaan. (2) Nomor Kontrak (a) Menjelaskan nomor Kontrak yang akan ditandatangani. (b) Apabila Kontrak berupa perubahan Kontrak maka nomor Kontrak harus berurut sesuai dengan berapa kali mengalami perubahan. (3) Tanggal Kontrak Menjelaskan hari, tanggal, bulan dan tahun kontrak ditandatangani oleh para pihak. (4) Kalimat Pembuka Merupakan kalimat dalam kontrak yang menjelaskan bahwa para pihak pada hari, tanggal, bulan dan tahun membuat dan menandatangani kontrak. (5) Para Pihak dalam Kontrak (a) Menjelaskan identitas dari para pihak yang menandatangani kontrak. Identitas para pihak meliputi nama, jabatan dan alamat serta kedudukan para pihak dalam kontrak tersebut, apakah sebagai pihak pertama atau pihak kedua. (b) Para pihak dalam kontrak terdiri dari dua pihak yaitu: i. pihak pertama adalah pihak PPK; ii. pihak kedua adalah pihak penyedia yang telah ditunjuk untuk melaksanakan pekerjaan; iii. menjelaskan bahwa pihak-pihak tersebut bertindak untuk dan atas nama siapa dan dasar kewenangannya; iv. penjelasan mengenai identitas para pihak harus jelas dan terinci dan menerangkan hal yang sebenarnya; dan v. apabila pihak kedua dalam kontrak merupakan suatu konsorsium, kerja sama, atau bentuk kerja sama lainnya, maka harus dijelaskan nama bentuk kerjasamanya, siapa saja anggotanya dan siapa yang memimpin dan mewakili kerja sama tersebut. (6) Latar Belakang Bagian ini menjelaskan latar belakang ditandatanganinya kontrak yang meliputi informasi: (a) bahwa telah diadakan proses pemilihan penyedia yang telah sesuai dengan Dokumen Pemilihan; dan (b) bahwa pengguna telah menunjuk penyedia yang menjadi pihak dalam kontrak ini melalui suatu Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ).

LKPP | MODUL PELATIHAN PBJ PEMERINTAH UNTUK PPK

5 . 30

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

b) Isi (1) Pernyataan bahwa para pihak telah sepakat atau setuju untuk mengadakan kontrak mengenai obyek yang dikontrakkan sesua dengan jenis pekerjaannya. (2) Pernyataan bahwa para pihak telah menyetujui besarnya harga kontrak. Harga kontrak harus ditulis dengan angka dan huruf serta rincian sumber pembiayaannya. (3) Pernyataan bahwa ungkapan-ungkapan dalam perjanjian harus mempunyai arti dan makna yang sama seperti yang tercantum dalam kontrak. (4) Pernyataan bahwa kontrak yang dibuat ini meliputi beberapa dokumen dan merupakan satu kesatuan yang disebut kontrak. (5) Pernyataan bahwa apabila terjadi pertentangan antara ketentuan yang ada dalam dokumendokumen kontrak maka yang dipakai adalah dokumen yang urutannya lebih dulu sesuai dengan hirarkinya. (6) Pernyataan mengenai persetujuan para pihak untuk melaksanakan kewajiban masingmasing, yaitu pihak pertama membayar harga yang tercantum dalam Kontrak dan pihak kedua melaksanakan pekerjaan yang diperjanjikan dalam kontrak. (7) Pernyataan mengenai jangka waktu pelaksanaan pekerjaan, yaitu kapan dimulai dan diakhirinya pekerjaan tersebut. (8) Pernyataan mengenai kapan mulai efektif berlakunya kontrak. c) Penutup (1) Pernyataan bahwa para pihak dalam perjanjian ini telah menyetujui untuk melaksanakan perjanjian sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan di Indonesia. (2) Tanda tangan para pihak dalam surat perjanjian dengan dibubuhi materai. (3) Kontrak ditandatangani setelah ada penunjukan penyedia. Oleh karena itu, tanggal penandatanganan kontrak tidak boleh mendahului tanggal SPPBJ. 2) Syarat-syarat Umum Kontrak a) Definisi Definisi merupakan uraian atau pengertian mengenai istilah istilah yang digunakan dalam kontrak. Istilahistilah tersebut dijelaskan dan diberi arti atau tafsiran sehingga isi kontrak mudah dipahami oleh setiap orang yang membacanya dan tidak ditafsirkan atau diartikan lain. b) Penerapan Ketentuan bahwa syarat-syarat umum dalam kontrak ini diterapkan secara luas tetapi tidak boleh melanggar ketentuan-ketentuan yang ada dalam kontrak. c) Asal Material/Bahan dan/atau Jasa (1) Asal material/bahan dan/atau jasa adalah ketentuan mengenai penjelasan dari negara mana asal material/bahan atau jasa yang menjadi obyek perjanjian dalam Kontrak. (2) Asal material/bahan merupakan tempat material/bahan diperoleh, antara lain tempat material/bahan ditambang, tumbuh, atau diproduksi. (3) Dalam ketentuan ini juga harus dirinci komponen dalam negeri dan komponen impornya. Asal material/bahan harus dibedakan dengan negara penjual.

LKPP | MODUL PELATIHAN PBJ PEMERINTAH UNTUK PPK

5 . 31

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

d) Penggunaan Dokumen-Dokumen Kontrak dan Informasi Ketentuan mengenai penggunaan dokumen-dokumen Kontrak atau dokumen lainnya yang berhubungan dengan Kontrak oleh pihak lain, misalnya spesifikasi teknis, gambar-gambar, pola, serta informasi lain yang berkaitan dengan Kontrak dengan ijin tertulis dari PPK. e) Hak Kekayaan Intelektual Ketentuan yang mengatur kewajiban penyedia untuk melindungi PPK dari segala tuntutan atau klaim dari pihak ketiga atas pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual. f) Jaminan Ketentuan mengenai jaminan yang harus disediakan oleh penyedia yaitu: (1) Jaminan Uang Muka diberikan kepada PPK dalam rangka pengambilan uang muka dengan nilai minimal 100% (seratus perseratus) dari besarnya uang muka; (2) Nilai Jaminan Uang Muka dapat dikurangi secara proporsional sesuai dengan pengembalian uang muka; (3) Jaminan Pelaksanaan diberikan kepada PPK sebelum dilakukan penandatanganan kontrak dengan besar: (a) 5% (lima perseratus) dari nilai Kontrak; atau (b) 5% (lima perseratus) dari nilai total HPS bagi penawaran yang lebih kecil dari 80% (delapan puluh perseratus) HPS. (4) Jaminan Pelaksanaan dikembalikan setelah pekerjaan dinyatakan selesai 100% (seratus perseratus) dan diganti dengan Jaminan Pemeliharaan atau menahan uang retensi. (5) Jaminan Pemeliharaan diberikan kepada PPK setelah pekerjaan dinyatakan selesai 100% (seratus perseratus) atau PPK menahan uang retensi sebesar 5% (lima perseratus) dari nilai Kontrak; (6) Pengembalian Jaminan Pemeliharan dilakukan paling lambat 14 (empat belas) hari setelah masa pemeliharaan selesai dan pekerjaan diterima dengan baik sesuai dengan klausul dalam ketentuan kontrak; (7) Besarnya jaminan, bentuk dan masa berlakunya jaminanjaminan tersebut di atas disesuaikan dengan ketentuan dalam Dokumen Pemilihan. g) Asuransi Ketentuan mengenai asuransi yang harus disediakan oleh pihak penyedia dalam rangka pelaksanaan pekerjaan yaitu: (1) pihak penyedia harus mengasuransikan semua barang dan peralatan-peralatan yang mempunyai resiko tinggi terjadi kecelakaan, pelaksanaan pekerjaan, serta pekerja-pekerja untuk pelaksanaan pekerjaan, atas segala resiko yaitu kecelakaan, kerusakan-kerusakan, kehilangan, serta resiko lain yang tidak dapat diduga; (2) pihak penyedia harus mengasuransikan pihak ketiga sebagai akibat kecelakaan di tempat kerjanya; dan (3) hal-hal lain yang diperlukan berkaitan dengan asuransi. h) Pembayaran Ketentuan mengenai cara-cara dan tahapan pembayaran serta mata uang yang digunakan harus disesuaikan dengan ketentuan dalam dokumen anggaran. i) Harga Ketentuan mengenai harga yang harus dibayarkan oleh PPK kepada penyedia atas pelaksanaan pekerjaan dalam kontrak. Harga kontrak harus jelas, pasti dan dirinci sumber pembiayaannya.

LKPP | MODUL PELATIHAN PBJ PEMERINTAH UNTUK PPK

5 . 32

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

j) Personil Ketentuan mengenai PPK dapat menilai dan menyetujui penempatan/penggantian personil atau tenaga ahli menurut kualifikasi yang dibutuhkan. k) Penilaian Pekerjaan Sementara oleh PPK Ketentuan mengenai PPK dalam masa pelaksanaan pekerjaan dapat melakukan penilaian atas hasil pekerjaan yang dilakukan oleh penyedia. l) Penemuan-penemuan Ketentuan mengenai penemuan-penemuan benda/barang yang mempunyai nilai sejarah atau penemuan kekayaan yang menurut Undang-Undang dikuasai oleh negara di lokasi pekerjaan pada masa pelaksanaan kontrak. Penyedia wajib memberitahukan kepada PPK dan kepada pihak yang berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di Indonesia. m) Kompensasi Ketentuan mengenai kompensasi yang dapat diberikan kepada penyedia bilamana dapat dibuktikan merugikan penyedia dalam hal sebagai berikut: (1) PPK memodifikasi atau mengubah jadwal yang dapat mempengaruhi pekerjaan penyedia; (2) Keterlambatan pembayaran kepada penyedia; (3) PPK tidak memberikan gambar-gambar, spesifikasi dan/atau instruksi sesuai jadwal yang dibutuhkan; (4) Penyedia belum bisa masuk ke lokasi sebagaimana yang diperjanjikan dalam kontrak; (5) PPK menginstruksikan kepada pihak penyedia untuk melakukan pengujian tambahan yang setelah dilaksanakan pengujian ternyata tidak diketemukan kerusakan/ kegagalan/penyimpangan; (6) Kompensasi lain yang dirinci dalam syarat khusus kontrak. n) Penangguhan PPK secara tertulis memberitahukan kepada penyedia tentang penangguhan hak pembayaran sesuai dengan proporsi, apabila penyedia tidak melakukan kewajiban sebagaimana mestinya, disertai alasanalasan yang jelas mengenai penangguhan tersebut, dan diberi kesempatan kepada penyedia untuk memperbaiki dalam jangka waktu tertentu. o) Hari Kerja (1) Semua pekerja dibayar selama hari kerja dan datanya disimpan oleh penyedia. Daftar pembayaran ditandatangani oleh masingmasing pekerja dan dapat diperiksa oleh PPK; (2) Penyedia harus membayar upah hari kerja kepada tenaga kerjanya setelah formulir upah ditandatangani; (3) Jam kerja dan waktu cuti untuk pekerja harus dilampirkan. p) Pengambilalihan Ketentuan yang mengatur bahwa PPK akan mengambil alih lokas dan hasil pekerjaan dalam jangka waktu tertentu setelah dikeluarka surat keterangan selesai/pengakhiran pekerjaan. q) Pedoman Pengoperasian dan Perawatan (1) Penyedia diwajibkan memberikan petunjuk kepada PPK tentang pengoperasian dan petunjuk perawatan, sebagaimana yang ditetapkan dalam kontrak; (2) Apabila penyedia tidak melakukan hal tersebut pada butir (1), PPK dapat memperhitungkan denda dalam pembayaran kepada penyedia sesuai dengan ketentuan dalam kontrak. r) Penyesuaian Harga Ketentuan mengenai harga yang tercantum dalam Kontrak dapat berubah akibat adanya penyesuaian harga sesuai dengan peraturan yang berlaku.

LKPP | MODUL PELATIHAN PBJ PEMERINTAH UNTUK PPK

5 . 33

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

s) Perubahan Kontrak Perubahan Kontrak bisa dilaksanakan apabila disetujui oleh para pihak, meliputi: (1) perubahan pekerjaan disebabkan oleh sesuatu hal yang dilakukan oleh para pihak dalam kontrak sehingga mengubah lingkup pekerjaan dalam kontrak; (2) perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan akibat adanya perubahan pekerjaan; dan/atau (3) perubahan harga kontrak akibat adanya perubahan pekerjaan dan/atau perubahan pelaksanaan pekerjaan. t) Hak dan Kewajiban Para Pihak Ketentuan mengenai hak-hak yang dimiliki serta kewajibankewajiban yang harus dilaksanakan oleh PPK dan penyedia dalam melaksanakan Kontrak, meliputi: (1) hak dan kewajiban PPK: (a) mengawasi dan memeriksa pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia; (b) meminta laporan-laporan secara periodik mengenai pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh penyedia; (c) membayar pekerjaan sesuai dengan harga yang tercantum dalam Kontrak yang telah ditetapkan kepada penyedia; dan (d) memberikan fasilitas berupa sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh penyedia untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan Kontrak. (2) hak dan kewajiban penyedia: (a) menerima pembayaran untuk pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan harga yang telah ditentukan dalam Kontrak; (b) berhak meminta fasilitas-fasilitas dalam bentuk sarana dan prasarana dari PPK untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan Kontrak; (c) melaporkan pelaksanaan pekerjaan secara periodik kepada PPK; (d) melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan jadwal pelaksanaan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam Kontrak; (e) memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan untuk pemeriksaan pelaksanaan yang dilakukan PPK; (f) menyerahkan hasil pekerjaan sesuai dengan jadwal penyerahan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam Kontrak; dan (g) penyedia harus mengambil langkah-langkah yang cukup memadai untuk melindungi lingkungan tempat kerja dan membatasi perusakan dan gangguan kepada masyarakat maupun miliknya akibat kegiatan penyedia. u) Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan (1) tanggal kontrak mulai berlaku dan berakhir; (2) tanggal pekerjaan mulai dilaksanakan; dan (3) tanggal penyerahan hasil pekerjaan dari penyedia kepada PPK. v) Pengawasan dan Pemeriksaan Ketentuan tentang kewenangan PPK melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia. Apabila diperlukan, PPK dapat memerintahkan kepada pihak ketiga untuk melakukan pengawasan dan pemeriksaan atas semua pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia.

LKPP | MODUL PELATIHAN PBJ PEMERINTAH UNTUK PPK

5 . 34

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

w) Keterlambatan Pelaksanaan Pekerjaan (1) hal-hal yang berkaitan dengan keterlambatan dalam pelaksanaan pekerjaan oleh pihak penyedia atau PPK dari jadwal yang ditentukan dalam kontrak; (2) sanksi yang diberikan kepada pihak penyedia atau PPK apabila terjadi keterlambatan pelaksanaan pekerjaan; dan (3) pengecualian dari ketentuan pada angka (2) yang diakibatkan keadaan kahar. x) Keadaan Kahar Ketentuan mengenai keadaan kahar yang meliputi pengenaan sanksi dan perubahan kontrak serta tindakan yang diambil untuk mengatasi keadaan kahar. y) Itikad Baik (1) Para pihak bertindak berdasarkan asas saling percaya yang disesuaikan dengan hak-hak yang terdapat dalam kontrak. (2) Para pihak setuju untuk melaksanakan perjanjian dengan jujur tanpa menonjolkan kepentingan masing-masing pihak. Apabila selama kontrak, salah satu pihak merasa dirugikan, maka diupayakan tindakan yang terbaik untuk mengatasi keadaan tersebut. z) Pemutusan Kontrak Ketentuan mengenai kapan Kontrak dapat diputuskan, yaitu: (1) pemutusan kontrak oleh pihak penyedia; atau (2) pemutusan kontrak oleh pihak PPK. aa) Penyelesaian Perselisihan Ketentuan mengenai cara penyelesaian perselisihan atau sengketa antara para pihak dalam Kontrak yang meliputi musyawarah, arbitrase, mediasi, konsiliasi atau pengadilan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. bb) Bahasa dan Hukum (1) Bahasa kontrak harus dalam bahasa Indonesia kecuali dalam rangka pinjaman/hibah luar negeri menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa nasional pemberi pinjaman/hibah tersebut dan/atau bahasa Inggris. (2) Hukum yang digunakan adalah hukum yang berlaku di Indonesia, kecuali dalam rangka pinjaman/hibah luar negeri menggunakan hukum yang berlaku di Indonesia atau hukum yang berlaku di negara pemberi pinjaman/hibah (tergantung dimana lokasi perselisihan terjadi). cc) Perpajakan Ketentuan mengenai perpajakan yang berlaku di Indonesia. dd) Korespondensi Ketentuan mengenai semua korespondensi yang dapat berbentuk surat, e-mail dan/atau faksimili dan alamat tujuan para pihak. ee) Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Koperasi Kecil (1) Apabila penyedia yang ditunjuk adalah penyedia Usaha Mikro, Usaha Kecil dan koperasi kecil, maka dalam kontrak dimuat ketentuan bahwa pekerjaan tersebut harus dilaksanakan sendiri oleh penyedia yang ditunjuk dan dilarang diserahkan atau disubkontrakkan kepada pihak lain. (2) Apabila penyedia yang terpilih adalah penyedia bukan Usaha Mikro, Usaha Kecil dan koperasi kecil, maka dalam kontrak dimuat: (a) penyedia wajib bekerja sama dengan penyedia Usaha Mikro, Usaha Kecil dan koperasi kecil, antara lain dengan mensubkontrakkan sebagian pekerjaannya;

LKPP | MODUL PELATIHAN PBJ PEMERINTAH UNTUK PPK

5 . 35

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

(b) dalam melaksanakan kewajiban di atas penyedia terpilih tetap bertanggungjawab penuh atas keseluruhan pekerjaan tersebut; (c) bentuk kerjasama tersebut hanya untuk sebagian pekerjaan yang bukan pekerjaan utama; dan (d) membuat laporan periodik mengenai pelaksanaan ketetapan di atas. (3) Apabila ketentuan tersebut di atas dilanggar, maka penyedia dikenakan sanksi yang ditetapkan dalam Peraturan Presiden ini. 3) Syarat Khusus Kontrak Ketentuan yang merupakan perubahan, tambahan, dan/atau penjelasan dari ketentuan yang ada pada syarat-syarat umum kontrak. 4) Dokumen Lainnya Yang Merupakan Bagian Dari Kontrak Dokumen berikut ini menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari kontrak, yaitu: a) SPPBJ; b) Dokumen Penawaran; c) spesifikasi umum; d) spesifikasi khusus; e) gambar-gambar; f) adendum Dokumen Pemilihan (apabila ada); g) daftar kuantitas dan harga; h) Jaminan Pelaksanaan; dan i) dokumen lainnya yang diperlukan.

Penyusunan Rancangan Surat Perintah Kerja (SPK).


Untuk Penunjukan Langsung atau Pengadaan Langsung yang bernilai sampai dengan Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah) bentuk kontraknya adalah SPK. SPK paling sedikit berisi: a) judul SPK; b) nomor dan tanggal SPK; c) nomor dan tanggal Surat Permintaan Penawaran; d) nomor dan tanggal Berita Acara Hasil Negosiasi; e) sumber dana; f) waktu pelaksanaan; g) uraian pekerjaan yang dilaksanakan; h) nilai pekerjaan; i) tata cara pembayaran; j) sanksi; k) tanda tangan kedua belah pihak; dan l) standar ketentuan dan syarat umum SPK: (1) Itikad Baik

LKPP | MODUL PELATIHAN PBJ PEMERINTAH UNTUK PPK

5 . 36

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

(a) Para pihak bertindak berdasarkan asas saling percaya yang disesuaikan dengan hak-hak yang terdapat dalam SPK. (b) Para pihak setuju untuk melaksanakan SPK dengan jujur tanpa menonjolkan kepentingan masing-masing pihak. Apabila salah satu pihak merasa dirugikan, maka diupayakan tindakan yang terbaik untuk mengatasi keadaan tersebut. (2) Penyedia Mandiri Penyedia bertanggung jawab penuh terhadap pelaksanaan pekerjaan. (3) Hak Kepemilikan PPK berhak atas kepemilikan semua barang/bahan yang terkait langsung atau disediakan sehubungan dengan Pekerjaan Konstruksi yang diberikan oleh penyedia. Apabila diminta oleh PPK maka penyedia berkewajiban untuk membantu secara optimal pengalihan hak kepemilikan tersebut kepada PPK sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Hak kepemilikan atas peralatan dan/atau material/bahan yang disediakan oleh PPK tetap pada PPK dan semua peralatan tersebut harus dikembalikan kepada PPK pada saat SPK berakhir atau apabila tidak diperlukan lagi oleh penyedia. Semua peralatan tersebut harus dikembalikan dalam kondisi yang sama pada saat diberikan kepada penyedia dengan pengecualian keausan akibat pemakaian yang wajar. (4) Cacat Mutu PPK akan memeriksa setiap hasil pekerjaan penyedia dan memberitahukan secara tertulis kepada penyedia atas setiap cacat mutu yang ditemukan. PPK dapat memerintahkan penyedia untuk menemukan dan mengungkapkan cacat mutu, serta menguji pekerjaan yang dianggap oleh PPK mengandung cacat mutu. Penyedia bertanggung jawab atas cacat mutu selama waktu tertentu yang telah ditentukan dalam Dokumen Pemilihan. (5) Pemutusan Menyimpang dari Pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, PPK dapat memutuskan SPK ini dengan pemberitahuan tertulis kepada penyedia. Apabila SPK diputuskan sebelum waktu pelaksanaan pekerjaan berakhir dan pemutusan tersebut akibat keadaan kahar atau bukan karena kesalahan atau kelalaian penyedia maka penyedia berhak atas pembayaran pekerjaan sesuai dengan prestasi pekerjaan yang dapat diterima oleh PPK. (6) Penanggungan Penyedia berkewajiban untuk melindungi, membebaskan, dan menanggung tanpa batas PPK beserta instansinya terhadap semua bentuk tuntutan, tanggung jawab, kewajiban, kehilangan, kerugian, denda, gugatan atau tuntutan hukum, proses pemeriksaan hukum dan biaya yang dikenakan terhadap PPK beserta instansinya (kecuali kerugian yang mendasari tuntutan tersebut disebabkan kesalahan atau kelalaian berat PPK) sehubungan dengan klaim atas kehilangan atau kerusakan peralatan dan harta benda penyedia dan/atau cidera tubuh, sakit atau kematian personil penyedia dan/atau kehilangan atau kerusakan harta benda serta cidera tubuh, sakit atau kematian pihak ketiga yang timbul dari pelaksanaan SPK, terlepas dari bagaimana, kapan atau di mana kerugian tersebut terjadi.
LKPP | MODUL PELATIHAN PBJ PEMERINTAH UNTUK PPK 5 . 37

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

(7) Perpajakan Penyedia berkewajiban untuk membayar semua pajak, bea, retribusi dan pungutan lain yang dibebankan oleh peraturan perundang-undangan atas pelaksanaan SPK. Semua pengeluaran perpajakan ini dianggap telah termasuk dalam nilai SPK. (8) Hukum Yang Berlaku Keabsahan, interpretasi dan pelaksanaan SPK ini didasarkan kepada hukum Republik Indonesia. (9) Penyelesaian Perselisihan PPK dan penyedia berkewajiban untuk berupaya sungguhsungguh menyelesaikan secara damai semua perselisihan yang timbul dari atau berhubungan dengan SPK ini atau interpretasinya selama atau setelah pelaksanaan pekerjaan. Apabila perselisihan tidak dapat diselesaikan secara musyawarah maka perselisihan akan diselesaikan melalui arbitrase, mediasi, konsiliasi atau pengadilan sesuai dengan peraturan perundangundangan. (10) Perubahan SPK SPK ini tidak dapat diubah kecuali dibuat secara tertulis serta berlaku apabila disetujui oleh para pihak. (11) Pengalihan dan/atau Subkontrak Penyedia dilarang untuk mengalihkan dan/atau mensubkontrakkan sebagian atau seluruh pekerjaan. Pengalihan seluruh pekerjaan hanya diperbolehkan dalam hal pergantian nama penyedia, baik sebagai akibat peleburan, konsolidasi, pemisahan atau akibat lainnya. (12) Larangan Pemberian Komisi Penyedia menjamin tidak akan memberikan komisi dalam bentuk apapun (gratifikasi) kepada semua pihak terkait.

LKPP | MODUL PELATIHAN PBJ PEMERINTAH UNTUK PPK

5 . 38

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

3. Tata Cara Penyusunan Kontrak Pengadaan Jasa Konsultansi Untuk Kontrak Konsultan Badan Usaha
Rancangan Surat Perjanjian. Rancangan Surat Perjanjian yang disusun oleh PPK terdiri dari: 1) Pokok Perjanjian: a) Pembukaan (1) Judul Kontrak (a) menjelaskan tentang judul dari kontrak yang akan ditandatangani; (b) menjelaskan jenis pekerjaan. (2) Nomor Kontrak (a) menjelaskan nomor kontrak yang akan ditandatangani; (b) bilamana kontrak berupa perubahan kontrak maka nomor kontrak harus berurut sesuai dengan berapa kali mengalami perubahan. (3) Tanggal Kontrak menjelaskan hari, tanggal, bulan, dan tahun kontrak ditandatangani oleh para pihak. (4) Kalimat Pembuka merupakan kalimat pembuka dalam kontrak yang menjelaskan bahwa para pihak pada hari, tanggal, bulan, dan tahun mereka membuat dan menandatangani kontrak. (5) Para Pihak dalam Kontrak (a) menjelaskan identitas dari para pihak yang menandatangani kontrak. Identitas para pihak meliputi: nama, jabatan, dan alamat serta kedudukan para pihak dalam kontrak tersebut, apakah sebagai pihak pertama atau pihak kedua; (b) para pihak dalam kontrak terdiri dari dua pihak yaitu: i. pihak pertama adalah pihak PPK; ii. pihak kedua adalah pihak penyedia yang telah ditunjuk untuk melaksanakan pekerjaan; iii. menjelaskan bahwa pihak-pihak tersebut bertindak untuk dan atas nama siapa dan dasar kewenangannya; iv. penjelasan mengenai identitas para pihak harus jelas dan terinci dan menerangkan hal yang sebenarnya; dan v. apabila pihak kedua dalam kontrak merupakan suatu konsorsium, kerjasama, atau bentuk kerjasama lainnya, maka harus dijelaskan nama bentuk kerjasamanya, siapa saja anggotanya, dan siapa yang memimpin dan mewakili kerjasama tersebut. (6) Latar Belakang Bagian ini menjelaskan latar belakang ditandatanganinya kontrak yang meliputi informasi: (a) bahwa telah diadakan proses pemilihan telah sesuai dengan Dokumen Pemilihan; (b) bahwa pengguna jasa konsultansi telah menunjuk penyedia yang menjadi pihak dalam kontrak ini melalui Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ).

LKPP | MODUL PELATIHAN PBJ PEMERINTAH UNTUK PPK

5 . 39

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

b) Isi (1) Pernyataan bahwa para pihak telah sepakat atau setuju untuk mengadakan kontrak mengenai obyek yang dikontrakkan sesuai dengan jenis pekerjaannya. (2) Pernyataan bahwa para pihak telah menyetujui besarnya harga kontrak. Harga kontrak harus ditulis dengan angka dan huruf, serta rincian sumber pembiayaannya. (3) Pernyataan bahwa ungkapan-ungkapan dalam perjanjian harus mempunyai arti dan makna yang sama seperti yang tercantum dalam kontrak. (4) Pernyataan bahwa kontrak yang dibuat ini meliputi beberapa dokumen dan merupakan satu kesatuan yang disebut kontrak. (5) Pernyataan bahwa apabila terjadi pertentangan antara ketentuan yang ada dalam dokumen kontrak maka yang dipakai adalah dokumen yang urutannya lebih dulu sesuai dengan hirarkinya. (6) Pernyataan mengenai persetujuan para pihak untuk melaksanakan kewajiban masingmasing, yaitu pihak pertama membayar harga yang tercantum dalam kontrak dan pihak kedua melaksanakan pekerjaan yang diperjanjikan dalam kontrak. (7) Pernyataan mengenai jangka waktu pelaksanaan pekerjaan, yaitu kapan dimulai dan diakhirinya pekerjaan tersebut. (8) Pernyataan mengenai kapan mulai efektif berlakunya kontrak. c) Penutup (1) Pernyataan bahwa para pihak dalam perjanjian ini telah menyetujui untuk melaksanakan perjanjian sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan di Indonesia. (2) Tanda tangan para pihak dalam surat perjanjian dengan dibubuhi materai. (3) Kontrak ditandatangani setelah ada penunjukan penyedia barang/jasa. Oleh karena itu, tanggal penandatanganan kontrak tidak boleh mendahului tanggal SPPBJ. 2) Syarat-syarat Umum Kontrak a) Definisi Definisi merupakan uraian atau pengertian mengenai istilah-istilah yang digunakan dalam kontrak. Istilah-istilah tersebut dijelaskan dan diberi arti atau tafsiran sehingga isi kontrak mudah dipahami oleh setiap orang yang membacanya dan tidak ditafsirkan atau diartikan lain. b) Penerapan Ketentuan bahwa syarat-syarat umum dalam kontrak ini diterapkan secara luas tetapi tidak boleh melanggar ketentuan-ketentuan yang ada dalam kontrak. c) Asal Jasa Ketentuan mengenai penjelasan dari negara mana asal badan usaha dan/atau tenaga ahli/personil penyedia yang menjadi obyek perjanjia dalam Kontrak. d) Penggunaan Dokumen-Dokumen Kontrak dan Informasi Ketentuan mengenai penggunaan dokumen-dokumen kontrak atau dokumen lainnya yang berhubungan dengan kontrak oleh pihak lain, misalnya Kerangka Acuan Kerja, gambar-gambar, pola, serta informasi lain yang berkaitan dengan kontrak dengan ijin tertulis dari PPK. e) Hak Atas Kekayaan Intelektual Ketentuan yang mengatur kewajiban penyedia untuk melindungi PPK dari segala tuntutan atau klaim dari pihak ketiga atas pelanggaran Hak Atas Kekayaan Intelektual.

LKPP | MODUL PELATIHAN PBJ PEMERINTAH UNTUK PPK

5 . 40

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

f) Jaminan Ketentuan mengenai jaminan yang harus disediakan oleh penyedia yaitu: (1) jaminan Uang Muka diberikan kepada PPK dalam rangka pengambilan uang muka dengan nilai minimal 100% (seratus persen) dari besarnya uang muka; (2) nilai jaminan Uang Muka dapat dikurangi secara proporsional sesuai dengan pengembalian uang muka; (3) bentuk surat jaminan Uang Muka: memuat nama dan alamat PPK, penyedia yang ditunjuk, dan hak penjamin, nama paket kontrak, nilai jaminan uang muka dalam angka dan huruf, kewajiban pihak-pihak penjamin untuk mencairkan Surat Jaminan Uang Muka selambatlambatnya 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat kepada PPK, masa berlaku jaminan uang muka dan tanda tangan penjamin. g) Asuransi Ketentuan mengenai asuransi yang harus disediakan oleh pihak penyedia dalam rangka pelaksanaan pekerjaan yaitu: (1) pihak penyedia harus mengasuransikan semua barang dan peralatan-peralatan yang mempunyai resiko tinggi terjadi kecelakaan, pelaksanaan pekerjaan, serta pekerja-pekerja untuk pelaksanaan pekerjaan kontrak atas segala resiko yaitu kecelakaan, kerusakan-kerusakan, kehilangan, serta resiko lain yang tidak dapat diduga; (2) pihak penyedia harus mengasuransikan pihak ketiga sebagai akibat kecelakaan di tempat kerjanya; (3) hal-hal lain yang diperlukan berkaitan dengan asuransi. h) Pembayaran Ketentuan mengenai cara-cara dan tahapan pembayaran serta mata uang yang digunakan harus disesuaikan dengan ketentuan dalam dokumen anggaran. i) Harga Ketentuan mengenai harga yang harus dibayarkan oleh PPK kepada Penyedia atas pelaksanaan pekerjaan dalam kontrak. Harga kontrak harus jelas, pasti, dan dirinci sumber pembiayaannya. j) Perubahan Kontrak Perubahan kontrak bisa dilaksanakan apabila disetujui oleh para pihak, yang meliputi: (1) perubahan pekerjaan disebabkan oleh sesuatu hal yang dilakukan oleh para pihak dalam kontrak sehingga mengubah lingkup pekerjaan dalam kontrak; (2) perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan akibat adanya perubahan pekerjaan; dan/atau (3) perubahan harga kontrak akibat adanya perubahan pekerjaan dan/atau perubahan pelaksanaan pekerjaan. k) Hak dan Kewajiban Para Pihak Ketentuan mengenai hak-hak yang dimiliki serta kewajiban-kewajiban yang harus dilaksanakan oleh PPK dan penyedia dalam melaksanakan kontrak, meliputi: (1) Hak dan kewajiban pihak PPK (a) mengawasi dan memeriksa pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia; (b) meminta laporan-laporan secara periodik mengenai pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh pihak penyedia; (c) membayar pekerjaan sesuai dengan harga yang tercantum dalam kontrak yang telah ditetapkan kepada penyedia;
LKPP | MODUL PELATIHAN PBJ PEMERINTAH UNTUK PPK 5 . 41

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

(d) memberikan fasilitas berupa sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh pihak penyedia untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan kontrak. (e) ketentuan peralatan dan bahan yang disediakan oleh PPK untuk kebutuhan pelaksanaan pekerjaan oleh penyedia. Pada saat berakhirnya kontrak, Penyedia harus menyerahkan peralatan dan bahan sisa sesuai dengan instruksi PPK. (2) Kewenangan anggota penyedia Kewenangan anggota penyedia adalah ketentuan yang mengatur mengenai apabila penyedia adalah sebuah joint venture yang beranggotakan lebih dari satu penyedia, anggota joint venture tersebut memberi kuasa kepada salah satu anggota joint venture untuk bertindak dan mewakili hak-hak dan kewajiban anggota penyedia lainnya terhadap PPK. (3) Hak dan kewajiban pihak penyedia (a) menerima pembayaran untuk pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan harga yang telah ditentukan dalam kontrak; (b) berhak meminta fasilitas-fasilitas dalam bentuk sarana dan prasarana dari pihak PPK untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan kontrak; (c) melaporkan pelaksanaan pekerjaan secara periodik kepada pihak PPK; (d) melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan jadwal pelaksanaan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam kontrak; (e) memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan untuk pemeriksaan pelaksanaan yang dilakukan pihak PPK; (f) menyerahkan hasil pekerjaan sesuai dengan jadwal penyerahan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam kontrak; (g) penyedia harus mengambil langkah-langkah yang memadai untuk melindungi lingkungan tempat kerja dan membatasi perusakan dan gangguan kepada masyarakat maupun miliknya, akibat kegiatan penyedia; (h) melaksanakan perjanjian dan kewajiban-kewajiban yang dibebankan kepadanya dengan penuh tanggung-jawab, ketekunan, efisien dan ekonomis serta memenuhi kriteria teknik profesional dan melindungi secara efektif peralatanperalatan, mesin, material yang berkaitan dengan pekerjaan dalam kontrak. (i) melaksanakan jasa konsultansi sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia. PPK secara tertulis akan memberitahukan kepada penyedia mengenai kebiasaankebiasaan setempat. (j) Penyedia tidak akan menerima keuntungan untuk mereka sendiri dari komisi usaha (trade commision), rabat (discount) atau pembayaran-pembayaran lain yang berhubungan dengan kegiatan pelaksanaan jasa konsultansi. (k) Penyedia setuju bahwa selama pelaksanaan kontrak, penyedia dinyatakan tidak berwenang untuk melaksanakan jasa konsultansi maupun mengadakan barang yang tidak sesuai dengan kontrak. (l) Penyedia dilarang baik secara langsung atau tidak langsung melakukan kegiatan yang akan menimbulkan pertentangan kepentingan (conflict of interest) dengan kegiatan yang merupakan tugas penyedia. (m) Tanggungjawab penyedia adalah ketentuan mengenai hal-hal pertanggung-jawaban penyedia sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia.
LKPP | MODUL PELATIHAN PBJ PEMERINTAH UNTUK PPK 5 . 42

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

(n) Pemeriksaan keuangan adalah ketentuan mengenai kewajiban penyedia untuk merinci setiap biaya-biaya yang berhubungan dengan pelaksanaan perjanjian, sehingga dapat dilakukan pemeriksaan keuangan. Selain itu, dengan sepengetahuan penyedia atau kuasanya, PPK dapat memeriksa dan menggandakan dokumen pengeluaran yang telah diaudit sampai 1 (satu) tahun setelah berakhirnya kontrak. (o) Ketentuan mengenai tindakan yang perlu mendapat persetujuan PPK meliputi: i. memobilisasi personil yang terdapat dalam daftar; ii. membuat subkontrak dengan pengaturan : (i) cara seleksi, waktu, dan kualifikasi dari subkonsultan harus mendapat persetujuan tertulis sebelum pelaksanaan, (ii) Penyedia bertanggung-jawab penuh terhadap pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh subkonsultan dan personilnya. (p) Ketentuan mengenai dokumen-dokumen yang disiapkan oleh penyedia dan menjadi hak milik PPK: mengatur bahwa semua rancangan, gambar-gambar, spesifikasi, disain, laporan dan dokumen-dokumen lain serta software yang disiapkan oleh penyedia jasa menjadi hak milik PPK. Penyedia, segera setelah pekerjaan selesai atau berakhirnya kontrak harus menyerahkan seluruh dokumen dan data pendukung lainnya kepada PPK. Penyedia dapat menyimpan salinan dari dokumen-dokumen tersebut. l) Personil Konsultan dan Subkonsultan (1) Umum Ketentuan ini mengatur mengenai pernyataan penyedia akan mempekerjakan personil atau subkonsultan sesuai dengan kualifikasi dan pengalamannya. (2) Personil Inti Personil inti adalah ketentuan yang mengatur mengenai: (a) nama personil dan uraian pekerjaan, kualifikasi minimum, perkiraan waktu pelaksanaan; (b) penyesuaian terhadap perkiraan waktu pekerjaan personil akan dibuat oleh penyedia melalui pemberitahuan secara tertulis kepada PPK; (c) jika terdapat pekerjaan tambah, maka perkiraan waktu pelaksanaan harus ditentukan secara tertulis oleh para pihak. (3) Persetujuan Personil Persetujuan personil adalah ketentuan yang mengatur mengenai tenaga kerja inti dan subkonsultan yang telah disetujui oleh PPK harus memberikan data dirinya dan surat keterangan tidak mengidap penyakit berbahaya/menular (medical certificate) serta terdaftar atau tertera dalam daftar personalia penyedia jasa. (4) Waktu kerja dan lembur Waktu kerja dan lembur adalah ketentuan yang mengatur mengenai: (a) jam kerja dan waktu cuti untuk tenaga kerja inti ditentukan dalam dokumen kontrak; (b) waktu kerja tenaga kerja asing yang dimobilisasi ke Indonesia dihitung sejak kedatangannya di Indonesia sesuai denga surat perintah mobilisasi; (c) tenaga kerja tidak berhak untuk dibayar atas pekerjaan lembur atau sakit atau liburan, karena perhitungan upah sudah mencakup hal tersebut.

LKPP | MODUL PELATIHAN PBJ PEMERINTAH UNTUK PPK

5 . 43

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

(5) Penggantian dan Perpindahan Tenaga Kerja (a) penggantian dan perpindahan tenaga inti hanya dapat dilaksanakan dengan persetujuan PPK. Jika memang terdapat hal-hal penting yang mengharuskan penggantian, maka atas persetujuan PPK, dapat dilakukan penggantian tenaga kerja dengan tenaga kerja yang setara atau lebih baik tanpa menambah biaya; (b) jika PPK menemukan tenaga kerja yang melakukan kesalahan serius atau terlibat tindak kejahatan, atau mengabaikan pekerjaan yang menjadi tugasnya, maka PPK dapat secara tertulis mengajukan penggantian tenaga kerja tersebut. m) Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan (1) tanggal kontrak mulai berlaku dan berakhir; (2) tanggal pekerjaan mulai dilaksanakan; (3) tanggal penyerahan hasil pekerjaan dari penyedia kepada PPK. n) Pengawasan dan Pemeriksaan Ketentuan tentang kewenangan PPK melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia. Apabila diperlukan oleh PPK karena PPK tidak dapat melakukan pengawasan atau pemeriksaan, maka PPK dapat memerintahkan kepada pihak ketiga untuk melakukan pengawasan dan pemeriksaan atas semua pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh Penyedia. o) Keterlambatan Pelaksanaan Pekerjaan (1) hal-hal yang berkaitan dengan keterlambatan dalam pelaksanaan pekerjaan oleh penyedia atau PPK dari jadwal yang ditentukan dalam kontrak; (2) sanksi yang diberikan kepada penyedia atau PPK jika terjadi keterlambatan pelaksanaan pekerjaan; (3) pengecualian dari ketentuan angka (2) akibat keadaan kahar. p) Keadaan Kahar Ketentuan mengenai keadaan kahar yang meliputi pengenaan sanksi dan perubahan kontrak serta tindakan yang diambil untuk mengatasi keadaan kahar. q) Itikad Baik (1) para pihak bertindak berdasarkan asas saling percaya yang disesuaikan dengan hak-hak yang terdapat dalam kontrak; (2) para pihak setuju untuk melaksanakan perjanjian dengan jujur tanpa menonjolkan kepentingan masing-masing pihak. Jika selama kontrak, salah satu pihak merasa dirugikan, maka diupayakan tindakan yang terbaik untuk mengatasi keadaan tersebut. r) Pemutusan Kontrak Ketentuan mengenai kapan kontrak dapat diputuskan, dibagi dua yaitu: (1) pemutusan kontrak oleh pihak penyedia; (2) pemutusan kontrak oleh pihak PPK. s) Penyelesaian Perselisihan Ketentuan mengenai cara penyelesaian perselisihan atau sengketa antara para pihak dalam kontrak, yang meliputi; musyawarah, arbitrase, alternatif penyelesaian sengketa (mediasi, konsiliasi) atau pengadilan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

LKPP | MODUL PELATIHAN PBJ PEMERINTAH UNTUK PPK

5 . 44

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

t) Bahasa dan Hukum (1) Bahasa kontrak menggunakan Bahasa Indonesia kecuali dalam rangka pinjaman/hibah luar negeri menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa nasional pemberi pinjaman/hibah tersebut dan/atau bahasa Inggris. (2) Hukum yang digunakan adalah hukum yang berlaku di Indonesia, kecuali dalam rangka pinjaman/hibah luar negeri menggunakan hukum yang berlaku di Indonesia atau hukum yang berlaku di negara pemberi pinjaman/hibah (tergantung di mana lokasi perselisihan terjadi). u) Perpajakan Ketentuan mengenai perpajakan yang berlaku di Indonesia. v) Korespondensi Ketentuan mengenai semua korespondensi yang dapat berbentuk surat, e-mail, dan/atau faksimili dan alamat tujuan para pihak. w) Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Koperasi Kecil (1) apabila Penyedia yang ditunjuk adalah Penyedia Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Koperasi Kecil, maka dalam kontrak dimuat ketentuan bahwa pekerjaan tersebut harus dilaksanakan sendiri oleh penyedia yang ditunjuk dan dilarang diserahkan atau disubkontrakkan kepada pihak lain. (2) apabila penyedia yang terpilih adalah penyedia Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Koperasi Kecil, maka dalam kontrak dimuat: (a) penyedia wajib bekerja sama dengan penyedia Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Koperasi Kecil, antara lain dengan mensubkontrakkan sebagian pekerjaannya; (b) dalam melaksanakan kewajiban di atas, penyedia terpilih tetap bertanggung-jawab penuh atas keseluruhan pekerjaan tersebut; (c) bentuk kerjasama tersebut hanya untuk sebagian pekerjaan yang bukan pekerjaan utama; dan (d) membuat laporan periodik mengenai pelaksanaan ketetapan di atas. (3) apabila ketentuan tersebut di atas dilanggar, maka penyedian dikenakan sanksi yang ditetapkan dalam Peraturan Presiden ini. x) Layanan tambahan: pembuatan maket/model dari hasil desain. 3) Syarat-syarat Khusus Kontrak Ketentuan yang merupakan perubahan, tambahan dan/atau penjelasan dari ketentuan yang ada pada syarat-syarat umum kontrak. 4) Dokumen Lainnya Yang Merupakan Bagian Dari Kontrak Dokumen berikut ini menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari kontrak, yaitu: a) SPPBJ; b) hasil klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya; c) Dokumen Penawaran; d) Dokumen Pemilihan dan adendumnya (apabila ada); e) Kerangka Acuan Kerja; f) dokumen lainnya yang diperlukan.

LKPP | MODUL PELATIHAN PBJ PEMERINTAH UNTUK PPK

5 . 45

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

Penyusunan Rancangan Surat Perintah Kerja (SPK). 1) Untuk Penunjukan Langsung atau Pengadaan Langsung yang bernilai sampai dengan nilai Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) bentuk kontraknya adalah Surat Perintah Kerja (SPK). 2) SPK paling sedikit berisi : a) judul SPK; b) nomor dan tanggal SPK; c) nomor dan tanggal Surat Permintaan Penawaran; d) nomor dan tanggal Berita Acara Hasil Negosiasi; e) sumber dana; f) waktu pelaksanaan; g) uraian pekerjaan yang dilaksanakan; h) nilai pekerjaan; i) tata cara pembayaran; j) sanksi; k) tanda tangan kedua belah pihak; dan l) isi SPK sekurang-kurangnya terdiri dari: (1) Itikad baik (a) para pihak bertindak berdasarkan asas saling percaya yang disesuaikan dengan hak-hak yang terdapat dalam SPK; (b) para pihak setuju untuk melaksanakan SPK dengan jujur tanpa menonjolkan kepentingan masing-masing pihak. Jika salah satu pihak merasa dirugikan, maka diupayakan tindakan yang terbaik untuk mengatasi keadaan tersebut. (2) Penyedia Jasa Mandiri Penyedia bertanggung jawab penuh terhadap pelaksanaan pekerjaan. (3) Hak Kepemilikan PPK berhak atas kepemilikan semua barang/bahan yang terkait langsung atau disediakan sehubungan dengan jasa konsultansi yang diberikan oleh penyedia. Jika diminta oleh PPK maka penyedia berkewajiban untuk membantu secara optimal pengalihan hak kepemilikan tersebut kepada PPK sesuai dengan peraturan perundangundangan. Hak kepemilikan atas peralatan dan/atau barang/bahan yang disediakan oleh PPK tetap pada PPK, dan semua peralatan tersebut harus dikembalikan kepada PPK pada saat SPK berakhir atau jika tidak diperlukan lagi oleh penyedia. Semua peralatan tersebut harus dikembalikan dalam kondisi yang sama pada saat diberikan kepada penyedia dengan pengecualian keausan akibat pemakaian yang wajar. (4) Cacat Mutu PPK akan memeriksa setiap hasil pekerjaan penyedia dan memberitahukan secara tertulis penyedia atas setiap cacat mutu yang ditemukan. PPK dapat memerintahkan penyedia untuk menemukan dan mengungkapkan cacat mutu, serta menguji pekerjaan yang dianggap oleh PPK mengandung cacat mutu. Penyedia bertanggung jawab atas cacat mutu selama waktu tertentu yang telah ditentukan dalam Dokumen Pemilihan.

LKPP | MODUL PELATIHAN PBJ PEMERINTAH UNTUK PPK

5 . 46

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

(5) Pemutusan Menyimpang dari Pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, PPK dapat memutuskan SPK ini denga pemberitahuan tertulis kepada penyedia. Jika SPK diputuskan sebelum waktu pelaksanaan pekerjaan berakhir dan pemutusan tersebut akibat Keadaan Kahar atau bukan karena kesalahan atau kelalaian penyedia maka penyedia berhak atas pembayaran pekerjaan secara pro rata sesuai dengan prestasi pekerjaan yang dapat diterima oleh PPK. (6) Penugasan Personil Penyedia tidak diperbolehkan menugaskan personil selain personil yang telah disetujui oleh PPK untuk melaksanakan pekerjaan berdasarkan SPK ini. (7) Penanggungan Penyedia berkewajiban untuk melindungi, membebaskan, dan menanggung tanpa batas PPK beserta instansinya terhadap semua bentuk tuntutan, tanggung jawab, kewajiban, kehilangan, kerugian, denda, gugatan atau tuntutan hukum, proses pemeriksaan hukum, dan biaya yang dikenakan terhadap PPK beserta instansinya (kecuali kerugian yang mendasari tuntutan tersebut disebabkan kesalahan atau kelalaian berat PPK) sehubungan dengan klaim atas kehilangan atau kerusakan peralatan dan harta benda penyedia, dan/atau cidera tubuh, sakit atau kematian personil penyedia, dan/atau kehilangan atau kerusakan harta benda, serta cidera tubuh, sakit atau kematian pihak ketiga yang timbul dari pelaksanaan SPK, terlepas dari bagaimana, kapan, atau di mana kerugian tersebut terjadi. (8) Perpajakan Penyedia berkewajiban untuk membayar semua pajak, bea, retribusi, dan pungutan lain yang dibebankan oleh peraturan perundang-undangan atas pelaksanaan SPK. Semua pengeluaran perpajakan ini dianggap telah termasuk dalam nilai SPK. (9) Hukum Yang Berlaku Keabsahan, interpretasi, dan pelaksanaan SPK ini didasarkan kepada hukum Republik Indonesia. (10) Penyelesaian Perselisihan PPK dan penyedia berkewajiban untuk berupaya sungguhsungguh menyelesaikan secara damai semua perselisihan yang timbul dari atau berhubungan dengan SPK ini atau interpretasinya selama atau setelah pelaksanaan pekerjaan. Jika perselisihan tidak dapat diselesaikan secara musyawarah, maka perselisihan akan diselesaikan melalui arbitrase, mediasi, konsiliasi atau pengadilan sesuai dengan peraturan perundangundangan. (11) Perubahan SPK SPK ini tidak dapat diubah kecuali dibuat secara tertulis serta berlaku jika disetujui oleh para pihak. (12) Pengalihan Dan/Atau Subkontrak Penyedia dilarang untuk mengalihkan dan/atau mensubkontrakkan sebagian atau seluruh pekerjaan. Pengalihan seluruh pekerjaan hanya diperbolehkan dalam hal pergantian nama penyedia, baik sebagai akibat peleburan (merger) atau akibat lainnya.

LKPP | MODUL PELATIHAN PBJ PEMERINTAH UNTUK PPK

5 . 47

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

(13) Larangan Pemberian Komisi Penyedia menjamin tidak akan memberikan komisi dalam bentuk apapun (gratifikasi) kepada semua pihak terkait.

Untuk Kontrak Jasa Konsultan Perorangan


Rancangan Surat Perjanjian. Rancangan Surat Perjanjian yang disusun oleh PPK terdiri dari: 1) Pokok Perjanjian: a) Pembukaan (1) Judul Kontrak (a) menjelaskan tentang judul dari kontrak yang akan ditandatangani; (b) menjelaskan jenis pekerjaan. (2) Nomor Kontrak (a) menjelaskan nomor kontrak yang akan ditandatangani; (b) bilamana kontrak berupa perubahan kontrak maka nomor kontrak harus berurut sesuai dengan berapa kali mengalami perubahan. (3) Tanggal Kontrak menjelaskan hari, tanggal, bulan, dan tahun kontrak ditandatangani oleh para pihak. (4) Kalimat Pembuka merupakan kalimat dalam kontrak yang menjelaskan bahwa para pihak pada hari, tanggal, bulan, dan tahun mereka membuat dan menandatangani kontrak. (5) Para Pihak dalam Kontrak (a) menjelaskan identitas dari para pihak yang menandatangani kontrak. Identitas para pihak meliputi: nama, jabatan, dan alamat serta kedudukan para pihak dalam kontrak tersebut, apakah sebagai pihak pertama atau pihak kedua; (b) para pihak dalam kontrak terdiri dari dua pihak yaitu: i. pihak pertama adalah pihak PPK; ii. pihak kedua adalah pihak penyedia yang telah ditunjuk untuk melaksanakan pekerjaan; iii. menjelaskan bahwa pihak-pihak tersebut bertindak untuk dan atas nama siapa dan dasar kewenangannya; iv. penjelasan mengenai identitas para pihak harus jelas dan terinci dan menerangkan hal yang sebenarnya; dan v. apabila pihak kedua dalam kontrak merupakan suatu konsorsium, kerja sama, atau bentuk kerja sama lainnya, maka harus dijelaskan nama bentuk kerja samanya, siapa saja anggotanya, dan siapa yang memimpin dan mewakili kerjasama tersebut. (6) Latar Belakang Bagian ini menjelaskan latar belakang ditandatanganinya kontrak yang meliputi informasi:
LKPP | MODUL PELATIHAN PBJ PEMERINTAH UNTUK PPK 5 . 48

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

(a) bahwa telah diadakan proses pemilihan yang sesuai dengan Dokumen Pengadaan; (b) bahwa pengguna jasa konsultansi telah menunjuk penyedia yang menjadi pihak dalam kontrak ini melalui Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ). b) Isi (1) Pernyataan bahwa para pihak telah sepakat atau setuju untuk mengadakan kontrak mengenai obyek yang dikontrakkan sesuai dengan jenis pekerjaannya. (2) Pernyataan bahwa para pihak telah menyetujui besarnya harga kontrak. Harga kontrak harus ditulis dengan angka dan huruf, serta rincian sumber pembiayaannya. (3) Pernyataan bahwa ungkapan-ungkapan dalam perjanjian harus mempunyai arti dan makna yang sama seperti yang tercantum dalam kontrak. (4) Pernyataan bahwa kontrak yang dibuat ini meliputi beberapa dokumen dan merupakan satu kesatuan yang disebut kontrak. (5) Pernyataan bahwa apabila terjadi pertentangan antara ketentuan yang ada dalam dokumen kontrak maka yang dipakai adalah dokumen yang urutannya lebih dulu sesuai dengan hirarkinya. (6) Pernyataan mengenai persetujuan para pihak untuk melaksanakan kewajiban masingmasing, yaitu pihak pertama membayar harga yang tercantum dalam kontrak dan pihak kedua melaksanakan pekerjaan yang diperjanjikan dalam kontrak. (7) Pernyataan mengenai jangka waktu pelaksanaan pekerjaan, yaitu kapan dimulai dan diakhirinya pekerjaan tersebut. (8) Pernyataan mengenai kapan mulai efektif berlakunya kontrak. c) Penutup (1) Pernyataan bahwa para pihak dalam perjanjian ini telah menyetujui untuk melaksanakan perjanjian sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan di Indonesia. (2) Tanda tangan para pihak dalam surat perjanjian dengan dibubuhi materai. (3) Kontrak ditandatangani setelah ada penunjukan penyedia barang/jasa. Oleh karena itu, tanggal penandatanganan kontrak tidak boleh mendahului tanggal SPPBJ. 2) Syarat-syarat Umum Kontrak a) Definisi Definisi merupakan uraian atau pengertian mengenai istilah-istilah yang digunakan dalam kontrak. Istilahistilah tersebut dijelaskan dan diberi arti atau tafsiran sehingga isi kontrak mudah dipahami oleh setiap orang yang membacanya dan tidak ditafsirkan atau diartikan lain. b) Penerapan Ketentuan bahwa syarat-syarat umum dalam kontrak ini diterapkan secara luas tetapi tidak boleh melanggar ketentuan-ketentuan yang ada dalam kontrak. c) Asal Jasa Ketentuan mengenai penjelasan dari negara mana asal penyedia perorangan yang menjadi obyek perjanjian dalam Kontrak. d) Penggunaan Dokumen-Dokumen Kontrak dan Informasi Ketentuan mengenai penggunaan dokumen-dokumen kontrak atau dokumen lainnya yang berhubungan dengan kontrak oleh pihak lain, misalnya Kerangka Acuan Kerja, gambar-gambar, pola, serta informasi
LKPP | MODUL PELATIHAN PBJ PEMERINTAH UNTUK PPK 5 . 49

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

lain yang berkaitan dengan kontrak dengan ijin tertulis dari PPK. e) Hak Atas Kekayaan Intelektual Ketentuan yang mengatur kewajiban penyedia untuk melindungi PPK dari segala tuntutan atau klaim dari pihak ketiga atas pelanggaran Hak Atas Kekayaan Intelektual. f) Jaminan Ketentuan mengenai jaminan yang harus disediakan oleh penyedia yaitu: (1) jaminan Uang Muka diberikan kepada PPK dalam rangka pengambilan uang muka dengan nilai minimal 100% (seratus perseratus) dari besarnya uang muka; (2) nilai jaminan Uang Muka dapat dikurangi secara proporsional sesuai dengan pengembalian uang muka; (3) bentuk surat jaminan Uang Muka: memuat nama dan alamat PPK, penyedia yang ditunjuk, dan hak penjamin, nama paket kontrak, nilai jaminan uang muka dalam angka dan huruf, kewajiban pihak-pihak penjamin untuk mencairkan Surat Jaminan Uang Muka selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat kepada PPK, masa berlaku jaminan uang muka dan tanda tangan penjamin. g) Asuransi Ketentuan mengenai asuransi yang harus disediakan oleh pihak penyedia dalam rangka pelaksanaan pekerjaan yaitu: (1) pihak penyedia harus mengasuransikan semua barang dan peralatan-peralatan atas segala resiko yaitu kecelakaan, kerusakan-kerusakan, kehilangan, serta resiko lain yang tidak dapat diduga; (2) hal-hal lain yang diperlukan berkaitan dengan asuransi. h) Pembayaran Ketentuan mengenai cara-cara dan tahapan pembayaran serta mata uang yang digunakan harus disesuaikan dengan ketentuan dalam dokumen anggaran. i) Harga Ketentuan mengenai harga yang harus dibayarkan oleh PPK kepada penyedia atas pelaksanaan pekerjaan dalam kontrak. Harga kontrak harus jelas, pasti, dan dirinci sumber pembiayaannya. j) Perubahan Kontrak Perubahan kontrak bisa dilaksanakan apabila disetujui oleh para pihak, yang meliputi: (1) perubahan pekerjaan disebabkan oleh sesuatu hal yang dilakukan oleh para pihak dalam kontrak sehingga mengubah lingkup pekerjaan dalam kontrak; (2) perubahan jadual pelaksanaan pekerjaan akibat adanya perubahan pekerjaan; dan/atau (3) perubahan harga kontrak akibat adanya perubahan pekerjaan dan/atau perubahan pelaksanaan pekerjaan. k) Hak dan Kewajiban Para Pihak Ketentuan mengenai hak-hak yang dimiliki serta kewajiban-kewajiban yang harus dilaksanakan oleh PPK dan penyedia dalam melaksanakan kontrak, meliputi: (1) Hak dan kewajiban PPK (a) mengawasi dan memeriksa pekerjaan yang dilaksanakan oleh Penyedia; (b) meminta laporan-laporan secara periodik mengenai pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh penyedia; (c) membayar pekerjaan sesuai dengan harga yang tercantum dalam kontrak yang telah ditetapkan kepada penyedia; (d) memberikan fasilitas berupa sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh penyedia untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan kontrak.
LKPP | MODUL PELATIHAN PBJ PEMERINTAH UNTUK PPK 5 . 50

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

(e) mengatur mengenai peralatan dan bahan yang disediakan oleh PPK untuk kebutuhan pelaksanaan pekerjaan oleh Penyedia. Pada saat berakhirnya kontrak, penyedia haru menyerahkan peralatan dan bahan sisa sesuai dengan instruksi PPK. (2) Hak dan kewajiban penyedia (a) berhak menerima pembayaran untuk pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan harga yang telah ditentukan dalam kontrak; (b) berhak meminta fasilitas-fasilitas dalam bentuk sarana dan prasarana dari pihak PPK untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan kontrak; (c) wajib melaporkan pelaksanaan pekerjaan secara periodik kepada pihak PPK; (d) wajib melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan jadual pelaksanaan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam kontrak; (e) wajib memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan untuk pemeriksaan pelaksanaan yang dilakukan pihak PPK; (f) wajib menyerahkan hasil pekerjaan sesuai dengan jadual penyerahan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam kontrak; (g) penyedia harus mengambil langkah-langkah yang memadai untuk melindungi lingkungan tempat kerja dan membatasi perusakan dan gangguan kepada masyarakat maupun miliknya, akibat kegiatan penyedia. (h) Penyedia melaksanakan perjanjian dan kewajiban-kewajiban yang dibebankan kepadanya dengan penuh tanggung-jawab, ketekunan, efisien dan ekonomis serta memenuhi kriteria teknik profesional dan melindungi secara efektif peralatan peralatan, mesin, material yang berkaitan dengan pekerjaan dalam kontrak. (i) Penyedia dalam melaksanakan jasa konsultansi sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia. PPK secara tertulis akan memberitahukan kepada penyedia mengenai kebiasaan kebiasaan setempat. (j) Penyedia tidak akan menerima keuntungan untuk mereka sendiri dari komisi usaha (trade commision), rabat (discount) atau pembayaran-pembayaran lain yang berhubungan dengan kegiatan pelaksanaan jasa konsultansi. (k) Penyedia setuju bahwa selama pelaksanaan kontrak, penyedia dinyatakan tidak berwenang untuk melaksanakan jasa konsultansi maupun mengadakan barang yang tidak sesuai dengan kontrak. (l) Penyedia dilarang baik secara langsung atau tidak langsung melakukan kegiatan yang akan menimbulkan pertentangan kepentingan (conflict of interest) dengan kegiatan yang merupakan tugas penyedia. (m) Tanggungjawab penyedia merupakan ketentuan mengenai hal-hal pertanggung-jawaban penyedia sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia. (n) Pemeriksaan keuangan merupakan ketentuan mengenai kewajiban penyedia untuk merinci setiap biaya-biaya yang berhubungan dengan pelaksanaan perjanjian, sehingga dapat dilakukan pemeriksaan keuangan. Selain itu, dengan sepengetahuan penyedia atau kuasanya, PPK dapat memeriksa dan menggandakan dokumen pengeluaran yang telah diaudit sampai 1 (satu) tahun setelah berakhirnya kontrak. (o) Ketentuan mengenai dokumen-dokumen yang disiapkan oleh Penyedia dan menjadi hak milik PPK: mengatur bahwa semua rancangan, gambar-gambar, spesifikasi, disain, laporan dan dokumen-dokumen lain serta software yang disiapkan oleh penyedia jasa menjadi hak milik
LKPP | MODUL PELATIHAN PBJ PEMERINTAH UNTUK PPK 5 . 51

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

PPK. Penyedia, segera setelah pekerjaan selesai atau berakhirnya kontrak harus menyerahkan seluruh dokumen dan data pendukung lainnya kepada PPK. Penyedia dapat menyimpan salinan dari dokumen-dokumen tersebut. l) Jadual Pelaksanaan Pekerjaan (1) tanggal kontrak mulai berlaku dan berakhir; (2) tanggal pekerjaan mulai dilaksanakan; (3) tanggal penyerahan hasil pekerjaan dari penyedia kepada PPK. m) Pengawasan dan Pemeriksaan Ketentuan tentang kewenangan PPK melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia. Apabila diperlukan oleh PPK karena PPK tidak dapat melakukan pengawasan atau pemeriksaan, maka PPK dapat memerintahkan kepada pihak ketiga untuk melakukan pengawasan dan pemeriksaan atas semua pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia. n) Keterlambatan Pelaksanaan Pekerjaan (1) hal-hal yang berkaitan dengan keterlambatan dalam pelaksanaan pekerjaan oleh penyedia atau PPK dari jadual yang ditentukan dalam kontrak; (2) sanksi yang diberikan kepada penyedia atau PPK jika terjadi keterlambatan pelaksanaan pekerjaan; (3) pengecualian dari ketentuan angka (2) akibat keadaan kahar. o) Keadaan Kahar Ketentuan mengenai keadaan kahar yang meliputi pengenaan sanksi dan perubahan kontrak serta tindakan yang diambil untuk mengatasi keadaan kahar. p) Itikad Baik (1) para pihak bertindak berdasarkan asas saling percaya yang disesuaikan dengan hak-hak yang terdapat dalam kontrak; (2) para pihak setuju untuk melaksanakan perjanjian dengan jujur tanpa menonjolkan kepentingan masing-masing pihak. Jika selama kontrak, salah satu pihak merasa dirugikan, maka diupayakan tindakan yang terbaik untuk mengatasi keadaan tersebut. q) Pemutusan Kontrak Ketentuan mengenai kapan kontrak dapat diputuskan, dibagi dua yaitu: (1) pemutusan kontrak oleh pihak penyedia; (2) pemutusan kontrak oleh pihak PPK. r) Penyelesaian Perselisihan Ketentuan mengenai cara penyelesaian perselisihan atau sengketa antara para pihak dalam kontrak, yang meliputi; musyawarah, arbitrase, alternatif penyelesaian sengketa (mediasi, konsiliasi) atau pengadilan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. s) Bahasa dan Hukum (1) Bahasa kontrak menggunakan Bahasa Indonesia kecuali dalam rangka pinjaman/hibah luar negeri menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa nasional pemberi pinjaman/hibah tersebut dan/atau bahasa Inggris. (2) Hukum yang digunakan adalah hukum yang berlaku di Indonesia, kecuali dalam rangka pinjaman/hibah luar negeri menggunakan hukum yang berlaku di Indonesia atau
LKPP | MODUL PELATIHAN PBJ PEMERINTAH UNTUK PPK 5 . 52

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

hukum yang berlaku di negara pemberi pinjaman/hibah (tergantung di mana lokasi perselisihan terjadi). t) Perpajakan Ketentuan mengenai perpajakan yang berlaku di Indonesia. u) Korespondensi Ketentuan mengenai semua korespondensi yang dapat berbentuk surat, e-mail, dan/atau faksimili dan alamat tujuan para pihak. v) Persetujuan Tenaga Kerja Pendukung Ketentuan mengenai tenaga kerja pendukung yang disetujui oleh PPK. w) Waktu kerja dan lembur (1) jam kerja dan waktu cuti untuk tenaga kerja inti ditentukan dalam dokumen kontrak; (2) waktu kerja tenaga kerja asing yang dimobilisasi ke Indonesia dihitung sejak kedatangannya di Indonesia sesuai dengan surat perintah mobilisasi; (3) tenaga kerja tidak berhak untuk dibayar atas pekerjaan lembur atau sakit atau liburan, karena perhitungan upah sudah mencakup hal tersebut. x) Layanan tambahan: pembuatan maket/model dari hasil desain. 3) Syarat-syarat Khusus Kontrak Ketentuan yang merupakan perubahan, tambahan dan/atau penjelasan dari ketentuan yang ada pada syarat-syarat umum kontrak. 4) Dokumen Lainnya Yang Merupakan Bagian Dari Kontrak Dokumen berikut ini menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari kontrak, yaitu: a) SPPBJ; b) hasil klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya; c) Dokumen Penawaran; d) Dokumen Pemilihan dan adendumnya (apabila ada); e) Kerangka Acuan Kerja; f) dokumen lainnya yang diperlukan. Penyusunan Rancangan Surat Perintah Kerja (SPK). 1) Untuk Penunjukan Langsung atau Pengadaan Langsung yang bernila sampai dengan nilai Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) bentu kontraknya adalah Surat Perintah Kerja (SPK). 2) SPK paling sedikit berisi: a) judul SPK; b) nomor dan tanggal SPK; c) nomor dan tanggal Surat Permintaan Penawaran; d) nomor dan tanggal Berita Acara Hasil Negosiasi; e) sumber dana; f) waktu pelaksanaan; g) uraian pekerjaan yang dilaksanakan; h) nilai pekerjaan;
LKPP | MODUL PELATIHAN PBJ PEMERINTAH UNTUK PPK 5 . 53

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

i) tata cara pembayaran; j) sanksi; k) tanda tangan kedua belah pihak; dan l) isi SPK sekurang-kurangnya terdiri dari: (1) Itikad baik a. para pihak bertindak berdasarkan asas saling percaya yang disesuaikan dengan hakhak yang terdapat dalam SPK; b. para pihak setuju untuk melaksanakan SPK dengan jujur tanpa menonjolkan kepentingan masing-masing pihak. Jika salah satu pihak merasa dirugikan, maka diupayakan tindakan yang terbaik untuk mengatasi keadaan tersebut. (2) Penyedia Jasa Mandiri Penyedia bertanggung jawab penuh terhadap pelaksanaan pekerjaan. (3) Hak Kepemilikan PPK berhak atas kepemilikan semua barang/bahan yang terkait langsung atau disediakan sehubungan dengan jasa konsultansi yang diberikan oleh penyedia. Jika diminta oleh PPK maka penyedia berkewajiban untuk membantu secara optimal pengalihan hak kepemilikan tersebut kepada PPK sesuai dengan peraturan perundangundangan. Hak kepemilikan atas peralatan dan/atau barang/bahan yang disediakan oleh PPK tetap pada PPK, dan semua peralatan tersebut harus dikembalikan kepada PPK pada saat SPK berakhir atau jika tidak diperlukan lagi oleh penyedia. Semua peralatan tersebut harus dikembalikan dalam kondisi yang sama pada saat diberikan kepada penyedia dengan penegecualian keausan akibat pemakaian yang wajar. (4) Cacat Mutu PPK akan memeriksa setiap hasil pekerjaan penyedia dan memberitahukan secara tertulis penyedia atas setiap cacat mutu yang ditemukan. PPK dapat memerintahkan penyedia untuk menemukan dan mengungkapkan cacat mutu, serta menguji pekerjaan yang dianggap oleh PPK mengandung cacat mutu. Penyedia bertanggung jawab atas cacat mutu selama waktu tertentu yang telah ditentukan dalam Dokumen Pemilihan. (5) Pemutusan Menyimpang dari Pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, PPK dapat memutuskan SPK ini dengan pemberitahuan tertulis kepada penyedia. Jika SPK diputuskan sebelum waktu pelaksanaan pekerjaan berakhir dan pemutusan tersebut akibat Keadaan Kahar atau bukan karena kesalahan atau kelalaian penyedia maka penyedia berhak atas pembayaran pekerjaan secara pro rata sesuai dengan prestasi pekerjaan yang dapat diterima oleh PPK. (6) Penugasan Personil Penyedia tidak diperbolehkan menugaskan personil selain personil yang telah disetujui oleh PPK untuk melaksanakan pekerjaan berdasarkan SPK ini. (7) Penanggungan Penyedia berkewajiban untuk melindungi, membebaskan, dan menanggung tanpa batas PPK beserta instansinya terhadap semua bentuk tuntutan, tanggung jawab, kewajiban, kehilangan, kerugian, denda, gugatan atau tuntutan hukum, proses pemeriksaan hukum,
LKPP | MODUL PELATIHAN PBJ PEMERINTAH UNTUK PPK 5 . 54

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

dan biaya yang dikenakan terhadap PPK beserta instansinya (kecuali kerugian yang mendasari tuntutan tersebut disebabkan kesalahan atau kelalaian berat PPK) sehubungan dengan klaim atas kehilangan atau kerusakan peralatan dan harta benda penyedia, dan/atau cidera tubuh, sakit atau kematian personil penyedia, dan/atau kehilangan atau kerusakan harta benda, serta cidera tubuh, sakit atau kematian pihak ketiga yang timbul dari pelaksanaan SPK, terlepas dari bagaimana, kapan, atau di mana kerugian tersebut terjadi. (8) Perpajakan Penyedia berkewajiban untuk membayar semua pajak, bea, retribusi, dan pungutan lain yang dibebankan oleh peraturan perundang-undangan atas pelaksanaan SPK. Semua pengeluaran perpajakan ini dianggap telah termasuk dalam nilai SPK. (9) Hukum Yang Berlaku Keabsahan, interpretasi, dan pelaksanaan SPK ini didasarkan kepada hukum Republik Indonesia. (10) Penyelesaian Perselisihan PPK dan penyedia berkewajiban untuk berupaya sungguhsungguh menyelesaikan secara damai semua perselisihan yang timbul dari atau berhubungan dengan SPK ini atau interpretasinya selama atau setelah pelaksanaan pekerjaan Jika perselisihan tidak dapat diselesaikan secara musyawarah, maka perselisihan akan diselesaikan melalui arbitrase, mediasi, konsiliasi atau pengadilan sesuai dengan peraturan perundangundangan. (11) Perubahan SPK SPK ini tidak dapat diubah kecuali dibuat secara tertulis serta berlaku jika disetujui oleh para pihak. (12) Pengalihan Dan/Atau Subkontrak Penyedia dilarang untuk mengalihkan dan/atau mensubkontrakkan sebagian atau seluruh pekerjaan. (13) Larangan Pemberian Komisi Penyedia menjamin tidak akan memberikan komisi dalam bentuk apapun (gratifikasi) kepada semua pihak terkait.

LKPP | MODUL PELATIHAN PBJ PEMERINTAH UNTUK PPK

5 . 55

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

4. Tata Cara Penyusunan Kontrak pengadaan Jasa Lainnya


Rancangan Surat Perjanjian
Surat Perjanjian terdiri dari: 1) Pokok Perjanjian: a) Pembukaan (1) Judul Kontrak (a) Menjelaskan tentang judul dari Kontrak yang akan ditandatangani. (b) Menjelaskan jenis pengadaan. (2) Nomor Kontrak (a) Menjelaskan nomor Kontrak yang akan ditandatangani. (b) Apabila Kontrak berupa perubahan Kontrak maka nomor Kontrak harus berurut sesuai dengan berapa kali mengalami perubahan. (3) Tanggal Kontrak Menjelaskan hari, tanggal, bulan dan tahun Kontrak ditandatangani oleh para pihak. (4) Kalimat Pembuka Merupakan kalimat dalam Kontrak yang menjelaskan bahwa para pihak pada hari, tanggal, bulan dan tahun membuat dan menandatangani Kontrak. (5) Para Pihak dalam Kontrak (a) Menjelaskan identitas dari para pihak yang menandatangani Kontrak. Identitas para pihak meliputi nama, jabatan dan alamat serta kedudukan para pihak dalam Kontrak tersebut, apakah sebagai pihak pertama atau pihak kedua. (b) Para pihak dalam Kontrak terdiri dari dua pihak yaitu: i. pihak pertama adalah pihak PPK; ii. pihak kedua adalah pihak penyedia yang telah ditunjuk untuk melaksanakan pekerjaan; iii. menjelaskan bahwa pihak-pihak tersebut bertindak untuk dan atas nama siapa dan dasar kewenangannya; iv. penjelasan mengenai identitas para pihak harus jelas dan terinci dan menerangkan hal yang sebenarnya; dan v. apabila pihak kedua dalam Kontrak merupakan suatu konsorsium, kerja sama, atau bentuk kerja sama lainnya, maka harus dijelaskan nama bentuk kerja samanya, siapa saja anggotanya dan siapa yang memimpin dan mewakili kerja sama tersebut. (6) Latar Belakang Bagian ini menjelaskan latar belakang ditandatanganinya Kontrak yang meliputi informasi: (a) bahwa telah diadakan proses pemilihan penyedia yang sesuai dengan Dokumen Pemilihan; dan (b) bahwa PPK telah menunjuk penyedia yang menjadi pihak dalam Kontrak ini melalui suatu Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ).
LKPP | MODUL PELATIHAN PBJ PEMERINTAH UNTUK PPK 5 . 56

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

b) Isi (1) Pernyataan bahwa para pihak telah sepakat atau setuju untuk mengadakan Kontrak mengenai obyek yang dikontrakkan sesuai dengan jenis pekerjaannya. (2) Pernyataan bahwa para pihak telah menyetujui besarnya harga Kontrak. Harga Kontrak harus ditulis dengan angka dan huruf serta rincian sumber pembiayaannya. (3) Pernyataan bahwa ungkapan-ungkapan dalam perjanjian harus mempunyai arti dan makna yang sama seperti yang tercantum dalam Kontrak. (4) Pernyataan bahwa Kontrak yang dibuat ini meliputi beberapa dokumen dan merupakan satu kesatuan yang disebut Kontrak. (5) Pernyataan bahwa apabila terjadi pertentangan antara ketentuan yang ada dalam dokumendokumen Kontrak maka yang dipakai adalah dokumen yang urutannya lebih dulu sesuai dengan hirarkinya. (6) Pernyataan mengenai persetujuan para pihak untuk melaksanakan kewajiban masingmasing, yaitu pihak pertama membayar harga yang tercantum dalam Kontrak dan pihak kedua melaksanakan pekerjaan yang diperjanjikan dalam Kontrak. (7) Pernyataan mengenai jangka waktu pelaksanaan pekerjaan, yaitu kapan dimulai dan diakhirinya pekerjaan tersebut. (8) Pernyataan mengenai kapan mulai efektif berlakunya Kontrak. c) Penutup (1) Pernyataan bahwa para pihak dalam perjanjian ini telah menyetujui untuk melaksanakan perjanjian sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan di Indonesia. (2) Tanda tangan para pihak dalam surat perjanjian dengan dibubuhi materai. (3) Kontrak ditandatangani setelah ada penunjukan penyedia. Oleh karena itu, tanggal penandatanganan Kontrak tidak boleh mendahului tanggal SPPBJ. 2) Syarat-syarat Umum Kontrak a) Definisi Definisi merupakan uraian atau pengertian mengenai istilah-istilah yang digunakan dalam Kontrak. Istilah-istilah tersebut dijelaskan dan diberi arti atau tafsiran sehingga isi Kontrak mudah dipahami oleh setiap orang yang membacanya dan tidak ditafsirkan atau diartikan lain. b) Penerapan Ketentuan bahwa syarat-syarat umum dalam Kontrak ini diterapkan secara luas tetapi tidak boleh melanggar ketentuan-ketentuan yang ada dalam Kontrak. c) Standar Ketentuan mengenai Jasa Lainnya yang disediakan oleh penyedia harus sesuai dengan standar dalam spesifikasi teknis. d) Asal Material/Bahan dan/atau Jasa (1) Asal material/bahan dan/atau jasa merupakan ketentuan mengenai penjelasan dari negara mana asal material/bahan dan/atau jasa yang menjadi obyek perjanjian dalam Kontrak. (2) Asal material/bahan merupakan tempat material/bahan diperoleh, antara lain tempat material/bahan ditambang, tumbuh, atau diproduksi. (3) Dalam ketentuan ini juga harus dirinci komponen dalam negeri dan komponen impornya. Asal material/bahan harus dibedakan dengan negara penjual.
LKPP | MODUL PELATIHAN PBJ PEMERINTAH UNTUK PPK 5 . 57

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

e) Pengepakan (jika diperlukan) Ketentuan mengenai kewajiban penyedia untuk melakukan pengepakan atas barang-barang yang dikirim dari asal barang sampai ke tujuan akhir yang telah ditentukan dalam Kontrak. Tujuan ketentuan pengepakan ini adalah supaya barang-barang yang dikirimkan terlindungi dari resiko kerusakan atau kehilangan pada saat pengiriman dari tempat asal barang sampai ke tujuan akhir yang telah dicantumkan dalam Kontrak. f) Pengiriman Ketentuan mengenai pengiriman barang yang dilakukan penyedia sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. g) Transportasi Ketentuan mengenai transportasi yang digunakan untuk pengiriman barang melalui laut, darat atau udara. Biaya transportasi pengiriman barang dimasukkan dalam harga yang tercantum Kontrak. h) Pemeriksaan dan Pengujian Ketentuan tentang hak PPK untuk melakukan pemeriksaan dan pengujian atas pekerjaan untuk memastikan kecocokannya dengan spesifikasi dan persyaratan yang telah ditentukan dalam Kontrak. Pemeriksaan dan pengujian dapat dilakukan sendiri oleh penyedia dan disaksikan oleh PPK atau diwakilkan kepada pihak ketiga. i) Layanan Tambahan Ketentuan mengenai penyedia diminta untuk melaksanakan beberapa atau semua layanan lanjutan. j) Personil Ketentuan mengenai PPK dapat menilai dan menyetujui penempatan/penggantian personil atau tenaga ahli menurut kualifikasi yang dibutuhkan. k) Penilaian Pekerjaan Sementara oleh PPK Ketentuan mengenai PPK dalam masa pelaksanaan pekerjaan dapat melakukan penilaian atas hasil pekerjaan yang dilakukan oleh penyedia. l) Penemuan-penemuan Ketentuan mengenai penemuan-penemuan benda/barang yang mempunyai nilai sejarah atau penemuan kekayaan yang menurut Undang-Undang dikuasai oleh negara di lokasi pekerjaan pada masa pelaksanaan kontrak. Penyedia wajib memberitahukan kepada PPK dan kepada pihak yang berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di Indonesia. m) Kompensasi Ketentuan mengenai kompensasi yang dapat diberikan kepada penyedia bilamana dapat dibuktikan merugikan penyedia dalam hal sebagai berikut: (1) PPK memodifikasi atau mengubah jadual yang dapat mempengaruhi pekerjaan penyedia; (2) Keterlambatan pembayaran kepada penyedia; (3) PPK tidak memberikan gambar-gambar, spesifikasi dan/atau instruksi sesuai jadual yang dibutuhkan; (4) Penyedia belum bisa masuk ke lokasi sebagaimana yang diperjanjikan dalam kontrak; (5) PPK menginstruksikan kepada pihak penyedia untuk melakuka pengujian tambahan yang setelah dilaksanakan pengujian ternyata tidak diketemukan kerusakan/ kegagalan/penyimpangan; (6) Kompensasi lain yang dirinci dalam syarat khusus kontrak. n) Hari Kerja (1) Semua pekerja dibayar selama hari kerja dan datanya disimpan oleh penyedia. Daftar pembayaran ditandatangani oleh masing-masing pekerja dan dapat diperiksa oleh PPK;

LKPP | MODUL PELATIHAN PBJ PEMERINTAH UNTUK PPK

5 . 58

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

(2) Penyedia harus membayar upah hari kerja kepada tenaga kerjanya setelah formulir upah ditandatangani; (3) Jam kerja dan waktu cuti untuk pekerja harus dilampirkan. o) Pedoman Pengoperasian dan Perawatan (1) Penyedia diwajibkan memberikan petunjuk kepada PPK tentang pengoperasian dan petunjuk perawatan, sebagaimana yang ditetapkan dalam kontrak; (2) Jika penyedia tidak melakukan hal tersebut pada butir (1), PPK dapat memperhitungkan denda dalam pembayaran kepada penyedia sesuai dengan ketentuan dalam kontrak. p) Penangguhan PPK secara tertulis memberitahukan kepada penyedia tentang penangguhan hak pembayaran sesuai dengan proporsi, jika penyedia tidak melakukan kewajiban sebagaimana mestinya, disertai alasanalasan yang jelas mengenai penangguhan tersebut, dan diberi kesempatan kepada penyedia untuk memperbaiki dalam jangka waktu tertentu. q) Penggunaan Dokumen-Dokumen Kontrak dan Informasi Ketentuan mengenai penggunaan dokumen-dokumen Kontrak atau dokumen lainnya yang berhubungan dengan Kontrak oleh pihak lain, misalnya spesifikasi teknis, gambar-gambar, pola, serta informasi lain yang berkaitan dengan Kontrak dengan ijin tertulis dari PPK. r) Hak Kekayaan Intelektual Ketentuan yang mengatur kewajiban penyedia untuk melindungi PPK dari segala tuntutan atau klaim dari pihak ketiga atas pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual. s) Jaminan Ketentuan mengenai jaminan yang harus disediakan oleh penyedia yaitu: (1) Jaminan Uang Muka diberikan kepada PPK dalam rangka pengambilan uang muka dengan nilai minimal 100% (seratus perseratus) dari besarnya uang muka; (2) Nilai Jaminan Uang Muka dapat dikurangi secara proporsional sesuai dengan pengembalian uang muka; (3) Jaminan Pelaksanaan diberikan kepada PPK sebelum dilakukan penandatanganan Kontrak dengan besar: (a) 5% (lima perseratus) dari nilai Kontrak; atau (b) 5% (lima perseratus) dari nilai total HPS bagi penawaran yang lebih kecil dari 80% (delapan puluh perseratus) HPS. (4) Jaminan Pelaksanaan dikembalikan setelah pekerjaan dinyatakan selesai 100% (seratus perseratus) dan diganti dengan Jaminan Pemeliharaan atau menahan uang retensi. (5) Jaminan Pemeliharaan diberikan kepada PPK setelah pekerjaan dinyatakan selesai 100% (seratus perseratus) atau PPK menahan uang retensi sebesar 5% (lima perseratus) dari nilai Kontrak; (6) Pengembalian Jaminan Pemeliharaan dilakukan paling lambat 14 (empat belas) hari setelah masa pemeliharaan selesai dan pekerjaa diterima dengan baik sesuai dengan klausul dalam Kontrak; dan (7) Besarnya jaminan, bentuk dan masa berlakunya jaminan-jaminan tersebut di atas disesuaikan dengan ketentuan dalam Dokumen Pemilihan. t) Asuransi Ketentuan mengenai asuransi yang harus disediakan oleh pihak penyedia dalam rangka pelaksanaan pekerjaan yaitu: (1) pihak penyedia harus mengasuransikan semua barang dan peralatan-peralatan yang mempunyai resiko tinggi terjadi kecelakaan, pelaksanaan pekerjaan, serta pekerja-pekerja untuk pelaksanaan
LKPP | MODUL PELATIHAN PBJ PEMERINTAH UNTUK PPK 5 . 59

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

pekerjaan, atas segala resiko yaitu kecelakaan, kerusakan-kerusakan, kehilangan, serta resiko lain yang tidak dapat diduga; (2) pihak penyedia harus mengasuransikan pihak ketiga sebagai akibat kecelakaan di tempat kerjanya; dan (3) hal-hal lain yang diperlukan berkaitan dengan asuransi. u) Pembayaran Ketentuan mengenai cara-cara dan tahapan pembayaran serta mata uang yang digunakan harus disesuaikan dengan ketentuan dalam dokumen anggaran. v) Harga Ketentuan mengenai harga yang harus dibayarkan oleh PPK kepada penyedia atas pelaksanaan pekerjaan dalam Kontrak. Harga yang tercantum dalam Kontrak harus jelas, pasti dan dirinci sumber pembiayaannya. w) Perubahan Kontrak Perubahan Kontrak bisa dilaksanakan apabila disetujui oleh para pihak, meliputi: (1) perubahan pekerjaan disebabkan oleh sesuatu hal yang dilakukan oleh para pihak dalam Kontrak sehingga mengubah lingkup pekerjaan dalam Kontrak; (2) perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan akibat adanya perubahan pekerjaan; dan/atau (3) perubahan harga yang tercantum dalam kontrak akibat adanya perubahan pekerjaan dan/atau perubahan pelaksanaan pekerjaan. x) Penyesuaian Harga Ketentuan mengenai harga yang tercantum dalam kontrak dapat berubah akibat adanya penyesuaian harga sesuai dengan peraturan yang berlaku. y) Hak dan Kewajiban Para Pihak Ketentuan mengenai hak-hak yang dimiliki serta kewajiban-kewajiban yang harus dilaksanakan oleh PPK dan penyedia dalam melaksanakan Kontrak, meliputi: (1) hak dan kewajiban PPK: (a) mengawasi dan memeriksa pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia; (b) meminta laporan-laporan secara periodik mengenai pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh penyedia; (c) membayar pekerjaan sesuai dengan harga yang tercantum dalam Kontrak yang telah ditetapkan kepada penyedia; dan (d) memberikan fasilitas berupa sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh penyedia untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan Kontrak. (2) hak dan kewajiban penyedia: (a) menerima pembayaran untuk pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan harga yang telah ditentukan dalam Kontrak; (b) berhak meminta fasilitas-fasilitas dalam bentuk sarana dan prasarana dari PPK untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaa sesuai ketentuan Kontrak; (c) melaporkan pelaksanaan pekerjaan secara periodik kepada PPK; (d) melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan jadwal pelaksanaan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam Kontrak; (e) memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan untuk pemeriksaan pelaksanaan yang dilakukan PPK;
LKPP | MODUL PELATIHAN PBJ PEMERINTAH UNTUK PPK 5 . 60

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

(f) menyerahkan hasil pekerjaan sesuai dengan jadwal penyerahan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam Kontrak; dan (g) penyedia harus mengambil langkah-langkah yang memadai untuk melindungi lingkungan tempat kerja dan membatas perusakan dan gangguan kepada masyarakat maupun miliknya akibat kegiatan penyedia. z) Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan (1) tanggal Kontrak mulai berlaku dan berakhir; (2) tanggal pekerjaan mulai dilaksanakan; dan (3) tanggal penyerahan hasil pekerjaan dari penyedia kepada PPK. aa) Pengawasan dan Pemeriksaan Ketentuan tentang kewenangan PPK melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia. apabila diperlukan, PPK dapat memerintahkan kepada pihak ketiga untuk melakukan pengawasan dan pemeriksaan atas semua pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia. bb) Keterlambatan Pelaksanaan Pekerjaan (1) hal-hal yang berkaitan dengan keterlambatan dalam pelaksanaan pekerjaan oleh penyedia atau PPK dari jadwal yang ditentukan dalam Kontrak; (2) sanksi yang diberikan kepada penyedia atau PPK jika terjadi keterlambatan pelaksanaan pekerjaan; dan (3) pengecualian dari ketentuan pada angka (2) yang diakibatkan keadaan kahar. cc) Itikad Baik (1) Para pihak bertindak berdasarkan asas saling percaya yang disesuaikan dengan hak-hak yang terdapat dalam Kontrak. (2) Para pihak setuju untuk melaksanakan perjanjian dengan jujur tanpa menonjolkan kepentingan masing-masing pihak. Jika selama Kontrak, salah satu pihak merasa dirugikan, maka diupayakan tindakan yang terbaik untuk mengatasi keadaan tersebut. dd) Pemutusan Kontrak Ketentuan mengenai kapan Kontrak dapat diputuskan, yaitu: (1) pemutusan Kontrak oleh penyedia; atau (2) pemutusan Kontrak oleh PPK. ee) Penyelesaian Perselisihan Ketentuan mengenai cara penyelesaian perselisihan atau sengketa antara para pihak dalam Kontrak, meliputi musyawarah, arbitrase, mediasi, konsiliasi atau pengadilan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. ff) Bahasa dan Hukum (1) Bahasa Kontrak harus dalam bahasa Indonesia kecuali dalam rangka pinjaman/hibah luar negeri menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa nasional pemberi pinjaman/hibah tersebut dan/atau bahasa Inggris. (2) Hukum yang digunakan adalah hukum yang berlaku di Indonesia, kecuali dalam rangka pinjaman/hibah luar negeri menggunakan hukum yang berlaku di Indonesia atau hukum yang berlaku di negara pemberi pinjaman/hibah (tergantung dimana lokasi perselisihan terjadi). gg) Perpajakan Ketentuan mengenai perpajakan yang berlaku di Indonesia. hh) Korespondensi
LKPP | MODUL PELATIHAN PBJ PEMERINTAH UNTUK PPK 5 . 61

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

Ketentuan mengenai semua korespondensi yang dapat berbentuk surat, e-mail dan/atau faksimili dan alamat tujuan para pihak. ii) Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Koperasi Kecil (1) Apabila penyedia yang ditunjuk adalah penyedia Usaha Mikro, Usaha Kecil dan koperasi kecil, maka dalam Kontrak dimuat ketentuan bahwa pekerjaan tersebut harus dilaksanakan sendiri oleh penyedia yang ditunjuk dan dilarang diserahkan atau disubkontrakkan kepada pihak lain. (2) Apabila penyedia yang terpilih adalah penyedia bukan Usaha Mikro, Usaha Kecil dan koperasi kecil, maka dalam Kontrak dimuat: (a) penyedia wajib bekerja sama dengan penyedia Usaha Mikro, Usaha Kecil dan/atau koperasi kecil, antara lain dengan mensubkontrakkan sebagian pekerjaannya; (b) dalam melaksanakan kewajiban di atas penyedia terpilih tetap bertanggungjawab penuh atas keseluruhan pekerjaan tersebut; (c) bentuk kerjasama tersebut hanya untuk sebagian pekerjaan yang bukan pekerjaan utama; dan (d) membuat laporan periodik mengenai pelaksanaan ketetapan di atas. (3) Apabila ketentuan tersebut di atas dilanggar, maka penyedia dikenakan sanksi yang ditetapkan dalam Peraturan Presiden ini. jj) Pengambilalihan Ketentuan yang mengatur bahwa PPK akan mengambil alih lokasi dan hasil pekerjaan dalam jangka waktu tertentu setelah dikeluarkan surat keterangan selesai/pengakhiran pekerjaan. kk) Keadaan Kahar Ketentuan mengenai keadaan kahar yang meliputi pengenaan sanksi dan perubahan kontrak serta tindakan yang diambil untuk mengatasi keadaan kahar. 3) Syarat-syarat Khusus Kontrak Ketentuan yang merupakan perubahan, tambahan dan/atau penjelasan dari ketentuan yang ada pada syarat-syarat umum Kontrak. 4) Dokumen Lainnya Yang Merupakan Bagian Dari Kontrak Dokumen berikut ini menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari Kontrak, yaitu: a) SPPBJ; b) Dokumen Penawaran; c) spesifikasi umum; d) spesifikasi khusus; e) gambar-gambar; f) adendum Dokumen Pemilihan (apabila ada); g) daftar kuantitas dan harga; h) Jaminan Pelaksanaan (apabila diperlukan); dan i) dokumen lainnya yang diperlukan. Penyusunan Rancangan Surat Perintah Kerja (SPK). 1) Untuk Penunjukan Langsung atau Pengadaan Langsung yang bernilai sampai dengan Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah) bentuk kontraknya adalah SPK. 2) SPK paling sedikit berisi:
LKPP | MODUL PELATIHAN PBJ PEMERINTAH UNTUK PPK 5 . 62

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

a) judul SPK; b) nomor dan tanggal SPK; c) nomor dan tanggal Surat Permintaan Penawaran; d) nomor dan tanggal Berita Acara Hasil Negosiasi; e) sumber dana; f) waktu pelaksanaan; g) uraian pekerjaan yang dilaksanakan; h) nilai pekerjaan; i) tata cara pembayaran; j) sanksi; k) tanda tangan kedua belah pihak; dan l) standar ketentuan dan syarat umum SPK: (1) Itikad Baik (a) Para pihak bertindak berdasarkan asas saling percaya yang disesuaikan dengan hak-hak yang terdapat dalam SPK. (b) Para pihak setuju untuk melaksanakan SPK dengan jujur tanpa menonjolkan kepentingan masing-masing pihak. Jika salah satu pihak merasa dirugikan, maka diupayakan tindakan yang terbaik untuk mengatasi keadaan tersebut. (2) Penyedia Mandiri Penyedia bertanggung jawab penuh terhadap pelaksanaan pekerjaan. (3) Hak Kepemilikan PPK berhak atas kepemilikan semua barang/bahan yang terkait langsung atau disediakan sehubungan dengan jasa yang diberikan oleh penyedia kepada PPK. Jika diminta oleh PPK maka penyedia berkewajiban untuk membantu secara optimal pengalihan hak kepemilikan tersebut kepada PPK sesuai dengan peraturan perundangundangan. Hak kepemilikan atas peralatan dan/atau material/bahan yang disediakan oleh PPK tetap pada PPK dan semua peralatan tersebut harus dikembalikan kepada PPK pada saat SPK berakhir atau jika tidak diperlukan lagi oleh penyedia. Semua peralatan tersebut harus dikembalikan dalam kondisi yang sama pada saat diberikan kepada penyedia dengan pengecualian keausan akibat pemakaian yang wajar. (4) Cacat Mutu PPK akan memeriksa setiap hasil pekerjaan penyedia dan memberitahukan secara tertulis kepada penyedia atas setiap cacat mutu yang ditemukan. PPK dapat memerintahkan penyedia untuk menemukan dan mengungkapkan cacat mutu, serta menguji pekerjaan yang dianggap oleh PPK mengandung cacat mutu. penyedia bertanggungjawab atas cacat mutu selama selama waktu tertentu yang telah ditentukan dalam Dokumen Pemilihan. (5) Pemutusan Menyimpang dari Pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, PPK dapat memutuskan SPK ini dengan pemberitahuan tertulis kepada penyedia. Jika SPK diputuskan sebelum waktu pelaksanaan pekerjaan berakhir dan pemutusan tersebut akibat keadaan kahar atau bukan karena kesalahan atau kelalaian penyedia

LKPP | MODUL PELATIHAN PBJ PEMERINTAH UNTUK PPK

5 . 63

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

LKPP

maka penyedia berhak atas pembayaran pekerjaan sesuai dengan prestasi pekerjaan yang dapat diterima oleh PPK. (6) Penanggungan Penyedia berkewajiban untuk melindungi, membebaskan dan menanggung tanpa batas PPK beserta instansinya terhadap semua bentuk tuntutan, tanggung jawab, kewajiban, kehilangan, kerugian, denda, gugatan atau tuntutan hukum, proses pemeriksaan hukum dan biaya yang dikenakan terhadap PPK beserta instansinya (kecuali kerugian yang mendasari tuntutan tersebut disebabkan kesalahan atau kelalaian berat PPK), sehubungan dengan klaim atas kehilangan atau kerusakan peralatan dan harta benda penyedia dan/atau cidera tubuh, sakit atau kematian personil penyedia dan/atau kehilangan atau kerusakan harta benda serta cidera tubuh, sakit atau kematian pihak ketiga yang timbul dari pelaksanaan SPK, terlepas dari bagaimana, kapan atau di mana kerugian tersebut terjadi. (7) Perpajakan Penyedia berkewajiban untuk membayar semua pajak, bea, retribusi dan pungutan lain yang dibebankan oleh peraturan perundang-undangan atas pelaksanaan SPK. Semua pengeluaran perpajakan ini dianggap telah termasuk dalam nilai SPK. (8) Hukum Yang Berlaku Keabsahan, interpretasi, dan pelaksanaan SPK ini didasarkan kepada hukum Republik Indonesia. (9) Penyelesaian Perselisihan PPK dan penyedia berkewajiban untuk berupaya sungguh sungguh menyelesaikan secara damai semua perselisihan yang timbul dari atau berhubungan dengan SPK ini atau interpretasinya selama atau setelah pelaksanaan pekerjaan. Jika perselisihan tidak dapat diselesaikan secara musyawarah maka perselisihan akan diselesaikan melalui arbitrase, mediasi, konsiliasi atau pengadilan sesuai dengan peraturan perundangundangan. (10) Perubahan SPK SPK ini tidak dapat diubah kecuali dibuat secara tertulis serta berlaku jika disetujui oleh para pihak. (11) Pengalihan dan/atau Subkontrak Penyedia dilarang untuk mengalihkan dan/atau mensubkontrakkan sebagian atau seluruh pekerjaan. Pengalihan seluruh pekerjaan hanya diperbolehkan dalam hal pergantian nama penyedia, baik sebagai akibat peleburan, konsolidasi, pemisahan atau akibat lainnya. (12) Larangan Pemberian Komisi Penyedia menjamin tidak akan memberikan komisi dalam bentuk apapun (gratifikasi) kepada semua pihak terkait.

LKPP | MODUL PELATIHAN PBJ PEMERINTAH UNTUK PPK

5 . 64