Anda di halaman 1dari 3

Tanggapan sejawat dokter internsip mengenai intersip Daerah 1 (Meulaboh) 1.

Penyesuaian jumlah bantuan hidup dasar (BHD ) dengan upah minimum regional (UMR) masingmasing daerah, mengingat tingkat kebutuhan, harga, dan pengeluaran yang tidak sama di seluruh Indonesia. 2. Setiap tindak profesi menjadi tanggung jawab peserta internsip, namun hak atas tindak profesi seharusnya menjadi hak peserta internsip (sama seperti layaknya hak pegawai definitif mendapat jasa medis) 3. Peserta internsip bekerja menghadapi resiko tertularnya penyakit dari pasien, namun jaminan kesehatan tidak diberikan. 4. IDI Pusat terkesan apatis atas internsip, tampak berpihak kepada kebijakan kementrian kesehatan tanpa mempertimbangkan kerugian dokter internsip yang notabene adalah dokter umum yang memiliki kompetensi (lulus UKDI) yang sama. dr. Mahyal Habibi (085277752310) Daerah 2 (Bireuen) 1. Tidak tersedianya tempat tinggal, sehingga intersiper perlu menyewa atau ngekos sendiri 2. Dokter internship seakan tidak punya arti akan kepemilikan SIP dan STR yang ada, dikarenakan setelah memeriksa pasien tidak boleh mencantumkan nama sendiri ( IGD RSU fauziah ), namun harus nama dokter yg jaga. 3. Ketidakcukupan jadup dengan jasa yang diberikan, mengingat uang jadup yg ada dibayar 3 bulan sekali namun internship tidak diberikan fasilitas apa2, baik makan gratis atau apapun, sehingga harus menanggung semua sendiri. Minimal jadup yang dibawah upah minimum ini dibayar setara UPAH BURUH, dan dibayar 1 bulan sekali. dr. T Yusrizal (085277114848) Daerah 3 (Sigli) 1. Terlalu sedikit jadup yang diberikan oleh kemenkes,1,2 juta tidak sebanding dengan apa yang telah internsip berikan untuk rumah sakit 2. Pembagian jadup terlalu lama yaitu 3 bulan sekali,sebaiknya jadup diberikan 1 bulan sekali

3. Beberapa janji yang diberikan oleh pihak rumah sakit seperti memfasilitasi tempat tinggal tidak terlaksana sampai sekarang,kami harus menyewa rumah dengan uang kami sendiri dari gaji 1,2 juta itu. 4. Beban kerja yang terlalu besar,pihak RS berlebihan dalam memanfaatkan internsip..bahkan ada si satu wahana memerintahkan masing-masing 1 orang internsip dari 5 orang yang bertugas di puskesmas,ke puskesmas-puskesmas lain yang tidak mendapat pelatihan dari KIDI. dr. T Syahrizal Fahmi (085277777897) Daerah 4 (Takengon) 1. Biaya hidup bagi internsip disesuaikan dengan UMR daerah penempatan, mengingat adanya perbedaan biaya hidup yang dibutuhkan perbulan antar satu daerah dan lainnya. dr. Muhammad Zia (085276164724) Daerah 5 (Aceh Utara) 1. Sosialisasi mengenai dokter internsip harusnya lebih menyeluruh di kalangan kesehatan 2. Biaya hidup sebaiknya diberikan perbulan, dan lebih dari yang telah ditetapkan oleh kemenkes (1,2 juta), menyesuaikan dengan UMR daerah dr. T Ziaul M (085260401887) Daerah 6 (Aceh Timur) 1. Masalahnya adalah kerjanya sama kayak dr. Umum defenitif di wahana tersebut, jaganya juga sama. Capek nya juga sama. Tp uang jaga tidak ada untuk dr. Intrensip, uang puding ga ada, sementara jaga 24 jam, bagaimana dgn kemampuan tubuh dan kesehatan tubuh dr. Internsip. Sementara perkerjaan tetep di tuntut hrs melayani masyarakat dengan maximal. Maunya, klo mmg mentri kesehatan tidak bisa menaikkan gaji, buat peraturan, pekerjaan dr. Internsip hanya di jam kerja saja.. 8-2 siang... 5 hr kerja... Klo mmg mau 24 jam, ya hrs di berikan fasilitas yg setimpal. 2. Sebaiknya diterapkan peraturan wajib bagi tiap wahana untuk menyediakan tempat tinggal, baik stase Rumah Sakit atau Puskesmas, sehingga dokter internship tidak mengeluarkan biaya tambahan untuk tempat tinggal. Saat ini daerah Aceh Timur telah menyediakan tempat tinggal bagi dokter internsip yang bertugas di Puskesmas

3. Pembayaran biaya hidup sebaiknya dilakukan perbulan mengingat beban hidup akan masih memberatkan orang tua dokter internsip apabila dibayarkan per 3 bulan. dr. Adrian Almahmudi (085261414400) Daerah 7 (Tamiang) 1. Berikan gaji yg layak utk dokter internsip bukan bantuan hidup/jatah hidup 2. Jika dokter internsip mempunyai kewajiban yg sama dengan dokter umum di wahana penempatan, kenapa hak nya masih dibeda-bedakan 3. Pembiayaan kalau bisa diberikan perbulan. dr. Yahdi Wanda SS (085266174488)

Daerah 8 (Sabang) Daerah 9 (Aceh Selatan) Daerah 10 (Langsa)