Anda di halaman 1dari 40

Rumus / Formula Pada Excel 2007 Apa itu Rumus ?

Untuk menguasai Excel, tentunya tidak mungkin jika kita tidak memahami kumpulan rumus atau formula terdapat pada Excel. Pada kesempatan ini penulis mencoba membantu Anda memahami apa yang dinamakan rumus, apa komponen-komponennya, bagaimana memasukkan rumus di Excel, disertai beberapa link contoh untuk penggunaan yang lebih komprehensif. Jika bukan halaman ini yang Anda cari tetapi ingin belajar Excel dari awal, silahkan kunjungi halaman http://www.belajarexcel.info/2012/10/belajar-excel-bagi-pemula.html. Rumus atau formula adalah suatu gabungan dari beberapa elemen yang akan menghasilkan suatu nilai kembalian. Elemen-elemen tersebut adalah : fungsi operator referensi cell nilai konstan berupa angka atau teks

Contoh rumus dan hubungan dari tiap elemen tersebut ditunjukkan dengan ilustrasi berikut.

Penulisan Rumus pada Excel selalu dimulai dengan tanda sama dengan ( = )

Gambar Animasi : Memasukkan Rumus di Cell

Daftar Operator yang Dapat Digunakan


Selain fungsi, banyak juga yang menanyakan bagaimana penggunaan operator seperti tanda +, -, *, /, dan lain-lain. Berikut adalah kategori dan daftar operator yang ada pada Microsoft Excel 2007 dan keterangan untuk membantu menjelaskan penggunaannya :

Operator Aritmatika o + (tanda plus) : digunakan untuk menjumlahkan dua nilai. o - (tanda minus) : digunakan untuk mengurangi dua nilai, atau digunakan sebagai tanda negasi pada suatu angka konstanta. o * (tanda bintang) : digunakan untuk mengalikan dua nilai. o / (tanda garis miring) : digunakan untuk membagi suatu nilai dengan nilai lainnya. o % (tanda persen) : digunakan untuk merepresentasikan nilai persentase. o ^ (tanda sisipan) : digunakan sebagai tanda pangkat.

Gambar 1 : Contoh Penggunaan Operator Aritmatika

Operator Perbandingan Nilai o = (tanda sama dengan) : menunjukkan apakah nilai yang satu sama dengan nilai lainnya. o > (tanda lebih besar) : menunjukkan apakah nilai yang satu lebih besar dengan nilai lainnya. o < (tanda lebih kecil) : menunjukkan apakah nilai yang satu lebih kecil dengan nilai lainnya. o >= (tanda lebih besar sama dengan) : menunjukkan apakah nilai yang satu lebih besar atau sama dengan nilai lainnya. o <= (tanda lebih kecil sama dengan) : menunjukkan apakah nilai yang satu lebih kecil atau sama dengan nilai lainnya. o <> (tanda lebih kecil dan lebih besar) : menunjukkan ketidaksamaan antara dua nilai.

Gambar 2. Contoh Penggunaan Operator Perbandingan Nilai

Operator Penggabungan Teks o & (tanda dan / ampersand) : digunakan untuk menggabungkan dua atau lebih teks.

Gambar 3. Contoh Penggunaan Operator Penggabungan Teks

Operator Referensi o : (tanda titik dua) : operator range (rentang nilai) yang mengambil dua referensi sel sebagai awal dan akhir rentang nilai. o , (tanda koma) : operator union yang digunakan untuk menggabungkan dua atau lebih referensi menjadi satu referensi sel. o (tanda spasi) : operator irisan yang digunakan untuk menghasilkan perpotongan dari dua referensi atau lebih menjadi satu referensi sel.

Gambar 4. Sumber Data

Contoh 5. Contoh Penggunaan Operator Referensi (dibantu dengan fungsi SUM)

Daftar Artikel Contoh Penggunaan Rumus


Berikut adalah beberapa artikel BelajarExcel.info yang bisa membantu pemahaman Anda lebih lanjut mengenai penggunaan rumus di Excel.

IF, suatu fungsi kondisional yang menghitung nilai dengan kriteria tertentu INDEX dan MATCH, mengambil nilai dan referensi berdasarkan pencarian

INDIRECT, mengambil nilai berdasarkan teks referensi alamat MID, mengambil bagian dari teks (substring) AVERAGE, menghitung nilai rata-rata dari suatu range nilai SUMIF, melakukan penjumlahan dari suatu range dengan kriteria tertentu VLOOKUP, melakukan lookup dari suatu referensi range dengan suatu nilai, dan mengambil kembalian kolom lain dari range tersebut ARRAY FORMULA, penggunaan rumus array untuk tingkat lanjut ADDRESS, mengambil teks alamat berdasarkan posisi kolom dan baris cell

Penggunaan Fungsi IF pada Excel

If sebagai fungsi keputusan dari suatu kondisi Pada Excel 2007 dan versi sebelumnya, fungsi IF digunakan untuk mendapatkan nilai berdasarkan kondisi tertentu. Fungsi ini sering disebut sebagai fungsi keputusan, dimana kita menetapkan rule / aturan yang akan mengambil keputusan pengembalian nilai yang berbeda dari input yang masuk. Syntax dasar dari fungsi IF adalah sebagai berikut

IF(logical_test_value, value_if_true, value_if_false)


Contoh Penggunaan
Misalkan kita memiliki contoh data penjualan sederhaan berikut ini. Total Bayar pada kolom "Total Bayar" (G) akan diisi dengan potongan diskon 10% dari "Total" jika pada kolom "Diskon" terdapat nilai "Y".

Pemecahannya untuk cell G2 adalah sebagai berikut : =F2*IF(C2="Y",0.9,1) Penjelasan :


Nilai G2 (Total Bayar) didapat dari hasil perkalian F2 (Total) dengan 0.9 (diskon 10%) jika nilai C2 (Diskon) adalah "Y". Jika nilai C2 (Diskon) bukan "Y" maka tidak ada diskon, dan nilai G2 sama dengan nilai F2.

Penggunaan Fungsi Index dan Match pada Excel 2007

Pasangan Match dan Index sering digunakan untuk mencari data secara dinamis

Apa itu Fungsi Index dan Match ?


Dalam keseharian pengolahan data dalam Excel hampir dipastikan Anda akan terlibat dalam dua kondisi berikut :

Melakukan pencarian dari suatu nilai terhadap range data tertentu (referensi). Pencarian terhadap referensi tersebut harus cukup dinamis, ini dalam arti dapat mencari dan mengambil data dari kolom ataupun baris manapun yang kita tentukan.

Untuk keperluan hal tersebut, kita dapat melakukannya dengan mudah dari penggunaan dua fungsi Excel, yaitu INDEX dan MATCH.

Fungsi INDEX
Fungsi INDEX adalah fungsi yang cukup sederhana, digunakan untuk mendapatkan nilai dari suatu cell berdasarkan pencarian pada suatu definisi table / data range worksheet kita. Pencarian digunakan berdasarkan informasi posisi kolom dan baris, dengan acuan berupa kolom dan baris pertama table / data range tersebut. Syntax fungsi INDEX adalah sebagai berikut :

INDEX(array, row_num, [column_num])


Keterangan :

array : adalah table / range data yang terdiri dari satu atau beberapa kolom dan baris. row_num : adalah angka yang menunjukkan posisi baris dengan acuan dari cell pertama ( kolom / baris ujung kiri atas ) dari array. column_num : adalah angka yang menunjukkan posisi kolom dengan acuan dari kolom / baris pertama dari array. Argumen ini bersifat opsional (boleh digunakan atau tidak).

Penjelasan mengenai fungsi INDEX ini dapat diilustrasikan pada Gambar 1 di bawah ini.

Gambar 1. Ilustrasi Penggunaan Fungsi Index Dengan formula "=INDEX(B3:B8, 4, 2)", kita mengambil jarak data dari posisi acuan B3 sebesar 2 kolom ke kanan dan 4 baris ke bawah. Kenapa kita mengambil B3 sebagai acuan ? Karena B3 adalah cell pertama dari array / data range B3:D4. Hasil dari "navigasi cell" pada fungsi ini adalah nilai dari cell C6, yaitu angka 20.

Gambar berikutnya (gambar 2) menunjukkan hasil penggunaan fungsi INDEX pada worksheet Excel.

Gambar 2. Contoh Penggunaan Fungsi Index (klik untuk memperbesar)

Fungsi MATCH
Fungsi MATCH adalah fungsi yang digunakan untuk mencari suatu nilai dari suatu range yang terdapat pada suatu kolom atau baris, tapi tidak kedua-duanya. Syntax fungsi MATCH adalah sebagai berikut :

MATCH(lookup_value, lookup_array, [match_type])


Keterangan :

lookup_value : adalah nilai yang ingin dicari pada lookup_array. lookup_array : adalah range data dari suatu kolom ataupun baris. match_type : adalah angka yang menunjukkan tipe pencocokan sebagai berikut : o 1 : jenis pencocokan dimana lookup_array dalam keadaan terurut secara ascending (kecil ke besar). Pencocokan dilakukan dengan mengambil nilai terbesar dari range data yang lebih kecil atau sama dari lookup_value. o 0 : jenis pencocokan dimana pada lookup_array dicari data yang sama persis dengan lookup_value. Urutan data tidak menjadi masalah. Jika diketemukan lebih dari satu data yang sama, maka akan diambil data yang pertama kali diketemukan secara sekuensial. o -1 : jenis pencocokan dimana lookup_array dalam keadaan terurut secara descending (besar ke kecil). Pencocokan dilakukan dengan mengambil nilai terkecil dari range data yang lebih besar atau sama dari lookup_value.

Untuk kejelasan apa yang dimaksud dengan match_type ini, perhatikan ilustrasi pada Gambar 3 di bawah ini. Pada contoh tersebut nilai lookup adalah 3, yang kemudian dicari pada data array dengan tiga kelompok susunan data seperti tampak pada gambar.

Gambar 3. Ilustrasi Contoh Penggunaan Match Type - Skema Pertama Terlihat dengan pilhan match_type mulai dengan nilai -1, 0 dan 1 didapatkan hasil posisi yang berbeda dari fungsi match, masing-masing yaitu 5, 2, dan 4.

Contoh lainnya terlihat pada Gambar 4 di bawah ini. Pada kasus ini nilai lookupnya adalah 4 yang dicari pada data array dengan nilai 1, 2, 3, 3, 5, 5 dan 6 (sama dengan contoh sebelumnya). Dengan pilhan tiap tipe mulai dari -1, 0 dan 1 didapatkan posisi dari fungsi match masing-masing adalah 3, NA (Not Available / Tidak Ditemukan), dan 4.

Gambar 4. Ilustrasi Contoh Penggunaan Match Type - Skema Kedua Screenshot berikut menunjukkan beberapa contoh lebih lanjut penggunaan match pada Excel 2007 (klik pada gambar untuk memperbesar).

Gambar 5. Contoh Penggunaan Match pada Excel (1)

Gambar 6. Contoh Penggunaan Match pada Excel 2007 (2)

Gambar 7. Contoh Penggunaan Match pada Excel 2007 (3)

Penggunaan dari Gabungan Fungsi INDEX dan MATCH


Seperti dijelaskan sebelumnya, penggabungan fungsi INDEX dan MATCH akan menghasilkan solusi pencarian data yang cukup powerful dimana kita dapat mencari dari referensi berdasarkan kolom / baris yang kita inginkan. Syntax dari penggabungan fungsi ini tampak seperti berikut : INDEX(array, MATCH(lookup_value, lookup_array, [match_type]), column_num) jika yang dicari adalah data range baris pada suatu kolom, atau...

INDEX(array, row_num, MATCH(lookup_value, lookup_array, [match_type])) jika yang dicari adalah data range kolom pada suatu baris. Sekilas solusi ini mirip dengan fungsi VLOOKUP yang telah kita bahas sebelumnya. Namun dengan fungsi VLOOKUP kita terbatas pada pencarian pada kolom pertama pada data range referensi dan harus terurut, sedangkan dengan penggabungan fungsi ini kita bisa mencari dari kolom manapun dan tidak perlu dalam keadaan terurut (sesuai match_type tentunya). Berikut adalah dua gambar contoh penggunaan dari gabungan kedua fungsi INDEX dan MATCH.

Gambar 8. Contoh Penggunaan Index dan Match (1)

Gambar 9. Contoh Penggunaan Index dan Match (2)

Kesimpulan

Fungsi MATCH dan INDEX masing-masing merupakan fungsi untuk melakukan pencarian dan navigasi dari suatu table / data range. Bedanya fungsi MATCH mengembalikan nilai posisi sedangkan fungsi INDEX mengembalikan nilai dari suatu posisi cell. Penggabungan kedua fungsi tersebut menjadi solusi yang sangat baik sebagai alternatif dari fungsi VLOOKUP yang telah dikenali sebagai fungsi untuk mencari / lookup suatu nilai referensi.

Indirect : Mengambil Nilai berdasarkan Teks Alamat Pendahuluan


Indirect adalah fungsi pada Excel yang digunakan untuk mengambil nilai dari sel dengan menggunakan teks dari alamat dari suatu sel. Syntax dari indirect adalah sebagai berikut :

INDIRECT(alamat_cell)
Contoh format alamat_cell adalah sebagai berikut :

"A2" "H122" dan lain-lain

Contoh Penggunaan
Berikut adalah screenshot contoh penggunaan indirect. Dokumen Excel tersebut dapat juga Anda download pada bagian akhir dari artikel ini.

Contoh Penggunaan Indirect

Mengambil Bagian dari Teks (Substring)


Fungsi SUBSTRING terdapat di beberapa bahasa pemrograman yang digunakan untuk

mengambil sebagian dari string / teks. Bagaimana dengan di Excel ? Untuk ini kita menggunakan fungsi MID, syntaxnya sebagai berikut :

MID(text, start_num, num_of_chars)


dimana :

text : adalah teks / string yang akan diolah start_num : posisi indeks / karakter awal num_of_chars : jumlah karakter yang akan diambil

Contoh Penggunaan dan Hasil Output :


MID("belajarexcel.info", 1, 7) => belajar MID("belajarexcel.info", 13, 10) => .info

Menghitung Rata-rata dengan Average Pendahuluan


Function AVERAGE adalah fungsi yang bisa kita gunakan di Excel untuk menghitung ratarata dari suatu range nilai. Syntax dari AVERAGE adalah sebagai berikut : AVERAGE(range1, [range2], ...) Keterangan

range1 : adalah nilai tunggal atau range dari cell-cell yang ingin kita hitung nilai ratarata. range2 : adalah nilai tunggal atau range kedua dari cell-cell yang ingin kita hitung nilai rata-rata (opsional).

Objektif
Berikut adalah gambaran contoh perhitungan yang ingin kita lakukan.

Contoh Penggunaan Average (klik pada gambar untuk memperbesar)

Langkah Penggunaan AVERAGE


Buatlah satu file workbook baru pada Excel 2007. Pada sheet1, masukkan data dengan layout seperti berikut.

Data tersebut adalah data fiktif penjualan 4 kuartal dari suatu minimart. Kita akan menghitung rata-rata penjualan per kuartal. Contoh file dapat Anda download disini. Tempatkan cursor pada alamat B9. Masukkan rumus berikut dan tekan Enter : =AVERAGE(C5:C8)

Hasil perhitungan nilai rata-rata adalah 11,050 seperti terlihat pada gambar berikut.

Selesai.

Contoh Penggunaan Fungsi SumIF

Pendahuluan
SUMIF adalah fungsi penjumlahan nilai-nilai yang terdapat pada suatu range data, namun nilai yang diambil adalah berdasarkan pada satu pengkondisian atau filter yang ditentukan oleh kita. Syntax dari fungsi SUMIF adalah sebagai berikut :

SUMIF(range, criteria, [sum_range])


Keterangan :

range : adalah range dari cell-cell yang ingin kita evaluasi berdasarkan kriteria yang akan kita tentukan. criteria : kondisi atau aturan filter yang ingin kita gunakan. sum_range : jika ini disebutkan maka range ini yang akan jadi acuan untuk mengambil nilai, tetapi posisinya sesuai dengan kolom - baris dari range yang terfilter.

Contoh Penggunaan
1. Sebagai contoh, kita memiliki data range seperti terlihat di bawah ini (A2:D10). Yang ingin kita lakukan adalah mengambil total dari Kacang saja kemudian ditempatkan hasilnya pada D11.

2. Tempatkan cursor pada cell D11 dan ketikkan formula berikut : =SUMIF(D3:D10,"=Kacang",C3:C10) ini artinya dari range kriteria dari D3:D10, kita mengambil yang nilainya Kacang saja. Setelah itu ambil range nilai yang akan dijumlah yaitu C1:C10.

3. Hasilnya akan terlihat sebagai berikut. Nilai 15 didapatkan sebagai total jumlah untuk Kacang saja.

4. Selesai

Download Contoh
Klik disini untuk mendownload contoh worksheet yang berisi penggunaan SUMIF pada artikel ini.

Contoh Penggunaan Fungsi SumIF

Pendahuluan
SUMIF adalah fungsi penjumlahan nilai-nilai yang terdapat pada suatu range data, namun nilai yang diambil adalah berdasarkan pada satu pengkondisian atau filter yang ditentukan oleh kita. Syntax dari fungsi SUMIF adalah sebagai berikut :

SUMIF(range, criteria, [sum_range])


Keterangan :

range : adalah range dari cell-cell yang ingin kita evaluasi berdasarkan kriteria yang akan kita tentukan. criteria : kondisi atau aturan filter yang ingin kita gunakan. sum_range : jika ini disebutkan maka range ini yang akan jadi acuan untuk mengambil nilai, tetapi posisinya sesuai dengan kolom - baris dari range yang terfilter.

Contoh Penggunaan
1. Sebagai contoh, kita memiliki data range seperti terlihat di bawah ini (A2:D10). Yang ingin kita lakukan adalah mengambil total dari Kacang saja kemudian ditempatkan hasilnya pada D11.

2. Tempatkan cursor pada cell D11 dan ketikkan formula berikut : =SUMIF(D3:D10,"=Kacang",C3:C10) ini artinya dari range kriteria dari D3:D10, kita mengambil yang nilainya Kacang saja. Setelah itu ambil range nilai yang akan dijumlah yaitu C1:C10.

3. Hasilnya akan terlihat sebagai berikut. Nilai 15 didapatkan sebagai total jumlah untuk Kacang saja.

4. Selesai

Download Contoh
Klik disini untuk mendownload contoh worksheet yang berisi penggunaan SUMIF pada artikel ini.

Menggunakan Fungsi VLookup Pada Excel 2007 Apa itu VLOOKUP ?


VLOOKUP adalah fungsi pada Excel yang digunakan untuk melakukan pencarian nilai dari suatu table / range referensi.

VLOOKUP adalah salah satu fungsi pada Microsoft Excel yang sangat populer digunakan sejak versi awal sampai sekarang. Dan pada artikel tutorial ini, kami coba menjelaskan lookup function ini dengan gambar dan contoh penggunaan yang mudah dimengerti. Fungsi lookup value pada Excel ada dua, yaitu :

VLOOKUP (Vertical Lookup). HLOOKUP (Horizontal Lookup).

Sesuai namanya, VLOOKUP digunakan untuk mencari data pada baris demi baris (vertikal) pada tabel referensi. Sebaliknya, HLOOKUP digunakan untuk mencari data dengan referensi data kolom demi kolom (horisontal). Untuk memperjelas cara kerja dari VLOOKUP, perhatikan gambar ilustrasi berikut ini.

Ilustrasi Proses VLOOKUP (Vertical Lookup) Ilustrasi tersebut menggambarkan mekanisme pencarian VLOOKUP sebagai berikut : 1. suatu cell data dengan nilai "kode 3" (lookup value) akan digunakan sebagai kunci pencarian ke table referensi (table_array) . 2. data pada kolom pertama pada table_array (kode 1, kode 2, kode 3, dan kode 4) berfungsi sebagai kunci referensi. 3. dari proses ini, kita akan ketemu data yang dicari pada posisi di baris ke 3 table referensi. 4. tetap pada baris ke 3 tersebut, kita akan mengambil nilai dari kolom yang kita inginkan (col_index_num). Misalkan kita mengambil kolom ke 2, maka kita akan mendapatkan nilai 4 sebagai datanya. 5. selesai.

Syntax

VLOOKUP(lookup_value, table_array, col_index_num, range_lookup)


Keterangan :

lookup_value : nilai yang akan dicari ke table_array table_array : range nilai dimana terdapat nilai yang dicari col_index_num : indeks kolom yang dicari range_lookup : berisi nilai 0 atau 1. Nilai 1 artinya jika tidak ada nilai yang cocok, maka akan dicari pendekatannya.

Contoh Penggunaan
Kita akan mencoba menggunakan vlookup untuk mencari referensi nama produk dari kode produk dalam suatu daftar transaksi.

Download file contoh dari link berikut : http://contoh-spreadsheet.googlecode.com/files/data_vlookup.xlsx Jalankan aplikasi MS Excel 2007 dan buka file data_vlookup.xlsx tersebut File ini berisi dua sheet : o transaksi_penjualan : berisi contoh data transaksi penjualan o master_produk : berisi data lengkap referensi produk

Buka sheet transaksi_penjualan. Pada sheet ini tidak ada informasi nama produk, yang ada adalah data kode produk. Dan melalui nilai kode produk ini kita akan cari data nama produk yang terdapat pada sheet master_produk. Sisipkan 1 kolom kosong diantara kolom E (kode_produk) dan F (jumlah_pembelian) sehingga F bergeser ke G. Pada kolom F1 isikan nilai nama produk.

Insert kolom "nama produk" (klik pada gambar untuk memperbesar)

Cell-cell yang berada di bawah kolom F (nama produk) ini akan dicari dari sheet master_produk berdasarkan nilai cell pada kolom E (kode_produk) dengan penggunaan fungsi VLookup. Sebelumnya pastikan bahwa table data pada sheet master_produk sudah terurut pada kolom B (kode_produk). Pada kolom F2 masukkan fungsi vlookup sebagai berikut : =VLOOKUP(E2,master_produk!$B$2:$F$42,3) dimana E2 menunjukkan nilai dari kode produk, yang akan dicari ke tabel data dengan range B2 s/d F42 di sheet master_produk.

Dari range $B$2:$F$42 tersebut pastikan kolom pertama adalah kolom B (kode produk) sebagai referensi. Setelah itu kita ambil kolom ketiga dari range yang merupakan nama produk. Anda seharusnya mendapatkan nama produk "salak 1 kg" pada cell F2. Copy cell F2 ke seluruh baris di bawah. Anda seharusnya mendapatkan hasil sebagai berikut di bawah ini.

Selesa

Apa itu Array Formula pada Excel ? Pendahuluan


Array Formula adalah formula yang melibatkan formula untuk data range atau multi cell yang pada kondisi normal hanya untuk cell-cell tunggal. Hampir setiap operasi dasar dapat digunakan oleh array formula ini, namun notasi dan entrinya agak sedikit berbeda antara satu formula dengan formula lainnya. Pada beberapa literatur, array formula ini sering disebut dengan CSE Formula (Control+ Shift + Enter Formula) karena mengharuskan penggunaan kombinasi tiga tombol keyboard tersebut.

Jika Anda berasal dari dunia programming, maka konsep dan operasi penggunaan array sudah tidak asing lagi. Bahkan cenderung intensif digunakan pada beberapa bahasa pemrograman. Namun operasi Array Formula untuk Excel agak sedikit berbeda sehingga Anda perlu tahu konsep di balik formula ini dengan lebih baik. Pada kesempatan kali ini akan ditunjukkan ilustrasi konsep dan contoh penggunaan array formula sehingga Anda mendapatkan gambaran lengkap dan komprehensif akan manfaatnya dalam pekerjaan sehari-hari. Untuk memulai, marilah kita lihat satu contoh penggunaan berikut ini.

Contoh Awal
1. Jalankan Excel dan buat satu workbook baru. 2. Isilah worksheet dengan data seperti terlihat pada gambar berikut.

3. Dengan data tersebut, kita akan mengisi cell-cell pada kolom SubTotal - berdasarkan perkalian dari kolom Jumlah dan Harga. 4. Buatlah selection pada range alamat E2:E5 yang berada di bawah kolom SubTotal.

5. Dengan posisi tersebut di atas, ketik formula =C2:C5*D2:D5, jangan tekan tombol apapun setelah Anda melengkapi formula tersebut.

6. Sekarang eksekusi formula tersebut sebagai Array Formula dengan menekan tombol keyboard CONTROL + SHIFT + ENTER (CSE). Posisi tombol -tombol tersebut ditunjukkan pada highlight warna kuning dari gambar layout keyboard berikut ini.

7. Hasil eksekusi tombol CSE tersebut akan terlihat seperti gambar berikut.

Perhatikan bahwa formula yang kita masukkan tadi telah diapit oleh pasangan kurung kurawal { ... }. Ini menandakan bahwa range cell tersebut telah dianggap sebagai Array Formula.

8. Arahkan cursor ke setiap cell dari E2:E5, kita akan mendapatkan formula yang sama.

9. Sekarang cobalah pilih salah satu cell dari E2:E5 dan coba hapus dengan menekan tombol Delete. Akan terjadi error dengan pesan seperti berikut - "You cannot change part of an array".

Ini artinya range dari Array Formula adalah satu kesatuan dan tidak dapat dihapus secara individual. 10. Selesai.

Array pada Excel


Pengertian array pada Excel sangat sederhana, yaitu kumpulan dari beberapa cell yang tersebar pada suatu kolom, suatu baris atau pada beberapa baris dan kolom (multi columns and rows). Ilustrasinya dapat Anda lihat pada gambar berikut di bawah ini.

Single-Cell dan Multi-Cell

Pada contoh penggunaan array formula di atas, terlihat bahwa hasil atau output eksekusi formula berupa array atau terdiri dari beberapa cell - sebagai satu kesatuan. Untuk hasil demikian, kita namakan formula tersebut Multi-Cell Formula. Namun array formula tidak harus selalu menghasilkan multi-cell tetapi juga dapat menghasilkan satu cell saja, dan dengan demikian disebut Single-Cell Formula. Kedua jenis output tersebut tetap memiliki karakteristik yang sama, yaitu pada bagian formulanya terdapat array yang dijadikan sebagai parameter atau input bagi operator ataupun fungsi yang mengolahnya.

Contoh Lanjut : Single Cell


1. Melanjutkan contoh sebelumnya, tempatkan cursor pada cell E6. 2. Masukkan formula =SUM(C2:C5*D2:D5) pada cell tersebut dan tekan tombol Control + Shift + Enter.

3. Hasilnya tampak seperti pada gambar berikut. Terlihat bahwa formula diapit oleh kurung kurawal sebagai tanda itu adalah array formula. Perhatikan bahwa formula ini langsung menghitung berdasarkan hasil perkalian array C2:C5 dan D2:D5.

4. Selesai.

Contoh Lanjut : Conditional Average


1. Kembali kita lanjutkan contoh sebelumnya, lakukan perubahan pada worksheet sebelumnya sehingga tampak seperti pada gambar berikut.

(klik untuk memperbesar) 2. Pada worksheet ini kita akan menghitung rata-rata nilai subtotal untuk produk non telur. 3. Pada cell F7 masukkan formula berikut dan tekan tombol Control + Shift + Enter : =AVERAGE(IF(C2:C5="Tidak",D2:D5*E2:E5)). Formula ini akan menyaring kategori yang bukan telur (nilai "Tidak" pada kolom C), dan kemudian menghitung rata-rata dari sub total yang dihitung dari perkalian Jumlah dan Harga (kolom D dan E). 4. Hasilnya akan terlihat seperti pada gambar berikut.

5. Selesai.

Kesimpulan
Array pada Excel adalah rangkaian cell dari 1 kolom, 1 baris, maupun beberapa baris dan kolom. Array formula adalah formula yang beroperasi pada array tersebut, dan menghasilkan output 1 cell (Single-Cell) maupun beberapa cell (Multi-Cell). Dari contoh yang diberikan, beberapa keuntungan dari penggunaan array formula adalah sebagai berikut : 1. Konsistensi : Setiap cell dari hasil Multi-Cell memiliki formula yang sama. 2. Keamanan : Setiap cell dari hasil Multi-Cell tidak dapat dihapus atau diedit sebagian. Dengan demikian kita dapat melakukan proteksi terhadap formula yang diberikan. 3. Efisiensi ukuran file : Dari kedua contoh terakhir, kita dapat melihat bahwa untuk menghitung nilai total maupun rata-rata sebenarnya tidak diperlukan field SubTotal (intermediate field). Dengan demikian tidak ada penyimpanan tambahan yang diperlukan, dan akan membuat ukuran file menjadi lebih kecil.

ADDRESS: Mengambil Teks Alamat Cell berdasarkan Kolom dan Baris Fungsi ADDRESS
Address adalah function Excel yang digunakan untuk mengambil representasi teks dari referensi alamat cell berdasarkan posisi kolom dan baris. Tipe data dari nilai kolom dan baris adalah angka / integer. Syntax dari fungsi Address adalah sebagai berikut :

ADDRESS(row_num, column_num, [abs_num], [a1], [sheet_text])


dimana :

row_num : adalah posisi baris (harus diisi) column_num : adalah posisi kolom (harus diisi) abs_num : adalah isian yang menentukan tipe pengembalian alamat - nilai-nilainya adalah sebagai berikut : o 1 : alamat dalam format absolut (sama dengan jika nilai abs_num tidak diisi) o 2 : alamat dalam format absolut untuk baris / row, sedangkan kolom / column tetap relatif o 3 : alamat dalam format absolut untuk kolom / column, sedangkan baris / row tetap relatif o 4 : alamat dalam format relatif a1 : jika TRUE maka akan mengembalikan format kolom berdasarkan alfabet (A, B, C... AA, ...) dan baris berdasarkan angka (1,2,3,...). Sedangkan jika FALSE maka akan mengembalikan berdasarkan angka namun dengan prefix R untuk baris dan prefix C untuk kolom. sheet_text : penambahan teks di depan alamat

Contoh Penggunaan
Berikut adalah screenshot contoh penggunaan dari fungsi Address. Dokumen Excel contoh tersebut dapat didownload pada bagian akhir artikel ini.

Contoh Formula menggunakan Fungsi Address

Penggunaan ISBLANK pada Excel


Fungsi ISBLANK digunakan untuk melakukan pengecekan apakah suatu cell berisi nilai kosong atau null. Jika memang kosong atau null, maka akan mengembalikan nilai TRUE (BENAR), sebaliknya mengembalikan FALSE (SALAH). Sebagai contoh, pada Gambar.1 berikut cell C3 berisi rumus =ISBLANK(B3). Rumus ini digunakan untuk melakukan pengecekan apakah cell B3 kosong. Ternyata cell B3 berisi teks "Satu", dengan demikian tidak kosong dan fungsi ISBLANK(B3) akan mengembalikan nilai FALSE.

Gambar.1 Contoh Pengecekan ISBLANK yang mengembalikan nilai FALSE

Sedangkan pada Gambar.2 berikut cell C4 berisi rumus =ISBLANK(B4). Rumus ini digunakan untuk melakukan pengecekan apakah cell B4 kosong. Dan ternyata hasilnya memang kosong. Dengan demikian fungsi ISBLANK(B4) akan mengembalikan nilai TRUE.

Gambar.2 Contoh Pengecekan ISBLANK yang mengembalikan nilai TRUE Demikian contoh penggunaan sederhana dari ISBLANK. Semoga bisa bermanfaat bagi para pengunjung sekalian. Saran, kritik dan komentar apapun dengan senang hati kami terima demi kemajuan situs ini. Terima kasih.

Menggabungkan Teks di Excel Pendahuluan


Penggabungan teks di Excel sangat sering dilakukan, misalkan untuk tujuan pengkodean. Ada dua cara sederhana untuk menggabungkan teks yaitu dengan menggunakan operator & dan fungsi CONCATENATE. Sebagai contoh, kita menggunakan worksheet yang tampak sebagai berikut :

Kita akan menggabungkan cell A2, B2, C2, D2, dan E2 dengan kedua metode tersebut. Catatan : Klik pada gambar untuk memperjelas jika Anda rasakan terlalu kecil dan tidak jelas.

Menggunakan Operator &


1. Arahkan kursor Anda ke F2. 2. Ketik formula berikut dan tekan Enter. =A1 & B2 & C2 & D2 & E2 & F2

3. Hasilnya akan tampak sebagai berikut.

4. Selesai

Menggunakan Fungsi CONCATENATE


1. Arahkan kursor Anda ke G2. 2. Ketik formula berikut dan tekan Enter. =CONCATENATE(A2,B2,C2,D2,E2)

3. Hasilnya akan tampak seperti pada gambar berikut.

4. Selesai.

Penggunaan Rumus Pada Excel 2007


Rumus atau formula pada Excel 2007 adalah suatu persamaan matematika yang kita masukkan ke dalam suatu cell. Persamaan tersebut biasanya akan melibatkan cell / range lainnya. Artikel kita kali ini akan menunjukkan dasar penulisan formula yang dapat digunakan pada Excel 2007 maupun versi-versi sebelumnya. Jika bukan halaman ini yang Anda cari tetapi ingin belajar Excel dari awal, silahkan kunjungi halaman http://www.belajarexcel.info/2012/10/belajar-excel-bagi-pemula.html.

Persamaan dan Komponen Rumus


Penulisan rumus pada Excel selalu diawali dengan tanda sama dengan ( = ), diikuti oleh :

Angka atau huruf : misalkan nilai 1, 23, 'A', 'Halo', dll. Tanda Operator : misalkan +, -, *, / , dll.

Fungsi : misalkan sum( .. ), vlookup( .. ), dll. Referensi cell atau range : misalkan A1, C4, A1:B5, dll.

Struktur Rumus Excel (klik untuk memperbesar gambar)

Gambar Animasi Penggunaan Rumus Sederhana

Menggunakan Nilai Angka / Huruf (Literal) pada Rumus


1. Pada salah satu cell ketik rumus berikut dan tekan tombol Enter. = 8 * 8

2. Angka hasil perkalian 64 akan terlihat pada cell tersebut. Jika kita perhatikan pada bagian "formula bar", rumus cell tersebut akan tetap terlihat.

Menggunakan Referensi Cell pada Rumus


1. Cobalah masukkan angka 3 dan 4 pada posisi cell A1 dan B1.

2. Arahkan cell Anda ke posisi C1.

3. Ketik rumus berikut dan tekan tombol Enter. = 2 * (A1 + B1) Perhatikan tiap referensi cell (A1 dan B1) pada rumus ini memiliki warna teks dan higlight cell yang berbeda.

4. Hasil dari perhitungan rumus, yaitu 2 kali pertambahan A1 dan B1 adalah 14.

Menggunakan Function pada Rumus


Pada contoh ini, kita untuk melakukan operasi penambahan dengan menggunakan fungsi SUM(..). 1. Arahkan cell Anda ke posisi D1.

2. Pada cell tersebut ketik =SUM( seperti terlihat pada gambar berikut. Pada saat kita berhenti mengetik akan muncul suatu tooltips. Tooltips ini memberi informasi penggunaan syntax dari fungsi yang kita gunakan.

3. Pada posisi ini, kita bisa mengetikkan suatu nilai atau referensi yang kita inginkan. Tapi kita tidak akan melakukan hal itu, coba gerakkan saja cursor ke posisi A1. Terlihat bahwa di dalam function SUM akan terisi referensi A1, dan pada cell A1 sekarang juga terdapat garis-garis kotak seperti kumpulan semut berjalan (walking ants). Ini menandakan cell tersebut lagi menjadi suatu referensi input bagi cell lain.

4. Ketik : (tanda titik dua). Di dalam fungsi sum akan muncul tanda titik dua dan juga referensi A1 kembali. Ini artinya kita akan mengambil range nilai dari cell A1

kembali ke A1. Sebagai catatan : posis kursor sekarang untuk mengetik ada di D1 dan posisi untuk menggerakkan kursor ada pada A1.

5. Gerakkan kursor ke kanan 1 kali (posisi B1). Perhatikan perubahan pada isi dari fungsi SUM(...).

6. Tekan tombol Enter.

Terlihat hasil pada D1 adalah 7 - hasil penjumlahan nilai 3 dan 4, atau nilai cell A1 dan B1. Perhatikan Excel akan melengkapi sendiri tanda penutup kurung ) untuk fungsi SUM tersebut tanpa perlu kita ketikkan terlebih dahulu. 7. Selesai

Penutup
Demikian artikel penggunaan dasar rumus pada Excel terutama Excel 2007 dengan metode langkah demi langkah disertai gambar screenshot yang memadai. Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua dalam mempelajari Excel lebih lanjut.

Mengambil Bagian dari Teks (Substring)


Fungsi SUBSTRING terdapat di beberapa bahasa pemrograman yang digunakan untuk mengambil sebagian dari string / teks. Bagaimana dengan di Excel ? Untuk ini kita menggunakan fungsi MID, syntaxnya sebagai berikut :

MID(text, start_num, num_of_chars)


dimana :

text : adalah teks / string yang akan diolah start_num : posisi indeks / karakter awal num_of_chars : jumlah karakter yang akan diambil

Contoh Penggunaan dan Hasil Output :


MID("belajarexcel.info", 1, 7) => belajar MID("belajarexcel.info", 13, 10) => .info

Baca Juga

Rumus / Formula Pada Excel 2007

No comments: Links to this post Labels: Formula, Fungsi, Rumus

Tuesday, January 11, 2011

Membulatkan Angka di Excel 2007 Pendahuluan


Ketika "bermain" dengan pengolahan angka di Excel, kita pasti sering mendapatkan angka pecahan memiliki angka di belakang titik desimal. Contoh :

2200.3333 99.9999 10000.2145 dan lain-lain

Dan pada kebanyakan kasus, Anda ingin membulatkan angka tersebut dengan nilai terdekatkan. Atau dengan kata lain kita ingin melakukan rounding angka. Function apa yang kita bisa gunakan ? Berikut adalah daftar function tersebut dibagi dalam beberapa kategori pembulatan.

Pembulatan Dasar (Basic Rounding)

1. ROUND(number, number of digits) - digunakan untuk membulatkan angka sampai digit yang ditentukan. Contoh : o ROUND(1.3, 0) => 1 o ROUND(1.3, 1) => 1.3 o ROUND(1.5, 0) => 2 o ROUND(1.5, 1) => 1.5 o ROUND(12.456, 1) => 12.5 o ROUND(12.456, 2) => 12.46 2. ROUNDDOWN(number, number of digits) - digunakan untuk membulatkan angka ke bawah dari digit yang ditentukan. Contoh : o ROUNDDOWN(1.3, 0) => 1 o ROUNDDOWN(1.3, 1) => 1.3 o ROUNDDOWN(1.5, 0) => 1 o ROUNDDOWN(1.5, 1) => 1.5 o ROUNDDOWN(12.456, 1) => 12.4 o ROUNDDOWN(12.456, 2) => 12.45 3. ROUNDUP(number, number of digits) - digunakan untuk membulatkan angka ke atas dari digit yang ditentukan. Contoh : o ROUNDUP(1.3, 0) => 2 o ROUNDUP(1.3, 1) => 1.3 o ROUNDUP(1.5, 0) => 2 o ROUNDUP(1.5, 1) => 1.5 o ROUNDUP(12.456, 1) => 12.5 o ROUNDUP(12.456, 2) => 12.46

Pembulatan Lanjut (Advanced Rounding)

1. MROUND(number, multiple) - digunakan untuk membulatkan angka ke atas dari angka multiple yang digunakan. Contoh : o MROUND(11, 5) => 10 o MROUND(12, 5) => 10 o MROUND(12.5, 5) => 15 o MROUND(13, 5) => 15 2. FLOOR(number, significance) - digunakan untuk membulatkan ke bawah dari angka significance (multiple) yang digunakan. Contoh : o FLOOR(11, 5) => 10 o FLOOR(12, 5) => 10 o FLOOR(12.5, 5) => 10 o FLOOR(13, 5) => 10 3. CEILING(number, significance) - digunakan untuk membulatkan ke atas dari angka significance (multiple) yang digunakan. Contoh : o CEILING(11, 5) => 15 o CEILING(12, 5) => 15 o CEILING(12.5, 5) => 15 o CEILING(13, 5) => 15

Download Source
Anda dapat mengunduh contoh dokumen yang menggunakan rounding dari url berikut : http://contoh-spreadsheet.googlecode.com/files/rounding.xlsx.

Tanda $ (Absolute Reference) pada Excel

Simbol $ digunakan sebagai referensi absolut dari alamat cell (kolom ataupun baris) Bagi kita yang baru bekerja dengan Excel, tanda $ yang terdapat pada rumus-rumus Excel terasa membingungkan. Kenapa simbol ini kadang muncul, kadang malah tidak sama sekali. Artikel tutorial berikut ini mencoba menjawab hal tersebut denan memberikan contoh secara langsung, langkah demi langkah, apa dan bagaimana tanda $ atau absolute reference digunakan di dalam Excel 2007. Download contoh file dari http://belajarexcel.googlecode.com/files/penggunaan_simbol_dollar.xlsx. 1. Jalankan program Microsoft Excel 2007 dan bukalah file penggunaan_simbol_dollar.xlsx yang telah Anda download tersebut. 2. Tempatkan cell pada alamat E2, ketikkan rumus = C2 * D2, dan tekan Enter. Hasil perkalian yang didapatkan adalah nilai 1,500,000. 3. Tempatkan cell kembali pada alamat E2, klik fill handle pada cell tersebut dan tarik (drag) sampai ke E4.

Hasilnya adalah perkalian yang dinamis, dimana rumus yang di-copy dengan cara penarikan fill handle ke cell E3 dan E4 bukan berisi = C2 * D2, melainkan = C3 * D3 (pada cell E3) dan = C4 * D4 (pada cell E4).

Ini menunjukkan bahwa Excel akan menyesuaikan alamat cell, dimana setiap perpindahan baris akibat dari drag fill handle akan mengakibatkan perpindahan nomor baris alamat pada rumus cell. 4. Sekarang tempatkan cell pada alamat F2, ketikkan rumus = C$2 * D$2, dan tekan Enter.

Perhatikan kita memasukkan tanda $ pada alamat baris. Jika susah mengetik tanda dollar tersebut, tekan F4 dua kali sehingga tanda dollar akan berada pada posisi yang tepat. 5. Klik fill handle pada cell F2 dan tarik (drag) sampai ke F4.

Terlihat bahwa semua cell (F3 dan F4) mengandung rumus perkalian dengan alamat baris yang tidak berubah (C2 dan D2). Ini dimungkinkan karena adanya tanda dollar pada alamat baris tersebut, sehingga ketika kita copy formula tersebut dengan fill handle, maka perpindahan baris tidak menghasilkan perubahan. 6. Selesai. Berikut adalah keterangan sekaligus kesimpulan dari praktek di atas : 1. Tanpa penggunaan tanda dollar ($) pada alamat cell, maka duplikasi cell yang mengandung rumus dan alamat akan disesuaikan dengan perubahan baris (ataupun kolom). Penurunan 1 baris akan mengakibatkan penambahan alamat baris sebesar 1 cell, penurunan 2 baris akan mengakibatkan penambahan 2 cell, dan seterusnya. 2. Dengan penggunaan awalan tanda $ pada alamat cell, maka duplikasi cell tidak akan mengakibatkan perubahan alamat cell. Berikut adalah 3 contoh variasi penulisan prefix dan penjelasannya : o A$1 : alamat kolom A bisa berubah sesuai duplikasi, tetapi alamat baris 1 akan tetap (absolut). o $A1 : alamat kolom A tidak bisa berubah (absolut) tetapi alamat baris 1 bisa berubah.

$A$1 : alamat kolom A maupun baris 1 tidak akan mengalami perubahan ketika diduplikasi ke cell lain.

Demikian artikel tutorial singkat tapi cukup padat mengenai penggunaan tanda $. Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua.