Anda di halaman 1dari 13

BAB I PENDAHULUAN

Judul Buku Nama Pengarang Tempat Penerbit Penerbit Tahun Terbit Cetakan ke Jumlah Halaman Jumlah Bab

: Filsafat Pendidikan Islam : Dra. Zuhairini : Jakarta : Bumi Aksara : 2008 : IV : 208 halaman : XIII

Kemunculan dan perkembangan tradisi keilmuan, pemikiran, dan filsafat di dunia Islam tidak dapat dipisahkan dari kondisi lingkungan (kebudayaan dan peradaban ) yang mengitarinya. Dengan demikian filsafat pendidikan Islam

merupakan pemikiran tentang pendidikan islam, dimana dengan berfilsafat dapat memecahkan berbagai masalah yang dihadapi dalam pendidikan Islam. Buku yang dilaporkan ini terdiri dari 4 bagian judul besar, dimana setiap judul terdiri dari bab-bab yang berhubungan dengan judul besar tersebut. Adapun pada bagian pertama Kedudukan Filsafat dalam kajian Pendidikan,

bagian kedua Konsep Islam tentang Alam dan Kehidupan Manusia, bagian ketiga Filsafat Pendidikan sebagai Suatu Sistem, dan pada bagian keempat Konsep-konsep Gilosofis tentang pendidikan Islam. Semoga uraian tersebut mudah-mudahan bermanfaat untuk pembaca semuanya baik bagi calon pendidik, ataupun para pendidik.

BAB II PEMBAHASAN
Pada mulanya filsafat diakui sebagai induk ilmu pengetahuan (the mother of science). Namun dengan perkembangan zaman, perkembangan ilmu pengetahuan dalam bentuk disiplin ilmu pun semakin pesat. Akibatnya terjadi spesialisasi dan berubah fungsi dari sebagai induk ilmu pengetahuan menjadi semacam pendekatan dan menjadi alat dalam memecahkan permasalahan filosofis dalam ilmu pengetahuan dan kehidupan manusia. Dalam memecahkan masalah-masalahnya, pendidikan juga memerlukan analisa dan pemikiran yang mendalam yang disebut analisa filsafat. Analisa filsafat terhadap maslah yang dihadapi dengan berbagai pendekatannya akan menghasilkan pandanganpandangan atau aliran-aliran tertentu dan berbagai teori-teori pendidikan. Aliran-aliran dalam filsafat pendidikan terbagi atas lima aliran, antara lain aliran progressivisme, aliran esensialisme, aliran perennialisme, aliran

rekonstruksionalisme dan aliran eksistensialisme. Kata Islam mengandung arti menempuh jalan keselamatan. Pada hakikatnya islam itu bersifat universal dan eternal yang secara garis besar meliputi akidah, syariah, dan akhlak. Islam memiliki pandangan bahwa hakikat manusia ialah manusia itu yang merupakan perkaitan antara badan dan ruh. Allah menciptakan manusia di muka bumi ini desertai bekal dan potensi demi kelangsungan hidupnya yaitu segala sesuatu di alam ini diciptakan untuk

kepentingan manusia itu sendiri dan untuk dipelajari agar manusia dapat menjalankan fungsi dan kedudukannya sebagai khalifah di muka bumi. Manusia merupakan makhluk yang dapat dididik dan mendidik. Dalam dunia filsafat, filsafat pendidikan merupakan suatu bentuk filsafat khusus yaitu cabang dari filsafat islam yang mengkhususkan sasaran pembahasannya dalam bidang pendidikan. Dengan filsafat, pendidikan islam dapat diartikan sebagai studi tentang pandangan filosofis dari sistem dan aliran filsafat dalam islam terhadap masalah-masalah kependidikan dan bagaimana pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan perkembangan umat islam.

Disamping itu, filsafat pendidikan islam juga merupakan studi tentang penggunaan dan penerapan metode dan sistem filsafat islam dam

memecahkan masalah pendidikan umat islam. Metode yang digunakan yaitu metode spekulatif dan kontemplatif, pendekatan normatif, analisa konsep, pendekatan historis, pendekatan ilmiah dan pendekatan yang sifatnya komprehensif dan terpadu antara sumber naqli, aqli, dan imani. Dan bentuk dan sistem filsafat yang berkembang dalam dunia islam berasal dari pemikiranpemikiran falsafati dalam ilmu kalam, ilmu tasawuf, ilmu fiqh, dan ilmu-ilmu pengetahuan. Dalam perkembangannya filsafat islam telah melahirkan pemikiran-pemikiran baru dalam pendidikan islam. Filsafat pendidikan islam berperan dalam mengembangkan konsep-konsep filosofis dan perbaikan dan pembaharuan praktek dan pelaksaan pendidikan islam.

Islam memberikan garis-garis besar dan konsep-konsep tentang pendidikan islam dan manusia bertanggung jawab untuk mengaplikasikan

konsep-konsep tersebut dalam praktek kependidikan. Dasar-dasar pendidikan islam yaitu Al-quran dan sunnah. Sedangkan tujuan pendidikan islam adalah membentuk kepribadian muslim. Islam memiliki konsepsi tentang faktor-faktor pendidikan, antara lain : 1. Konsepsi islam tentang pendidikan Menurut islam, pendidikan merupakan bagian dari tugas kekhalifahan manusia. 2. Konsepsi islam tentang anak Agar pendidikan islam dapat berhasil dan haruslah menempuh jalan pendidikan yang sesuai dengan perkembangan anak didik. 3. Konsepsi islam tentang lingkungan Yaitu (a)lingkungan yang acuh tak acuh dengan agama, (b) lingkungan yang berpegang teguh kepada tradisi agama tapi tanpa keinsafan batin, (c) lingkungan yang mempunyai tradisi agama dengan sadar dan hidup dalam lingkungan agama. 4. Konsepsi islam tentang lembaga pendidikan Lembaga pendidikan terbagi atas 3 yakni keluarga, sekolah, dan masyarakat, dimana memegang peranan penting dalam membentuk kepribadian anak didik sesuai dengan tujuan pendidikan islam. 5. Konsepsi islam tentang alat pendidikan

Alat pendidikan merupakan hal-hal yang bisa menunjang kelancaran pendidikan, berupa tingkah laku/teladan, perintah, larangan, hukuman.

BAB III PENUTUP

Setelah membaca buku yang berjudul Filsafat Pendidikan Islam yang ditulis oleh Dra. Zuhairini, dkk diterbitkan oleh Bumi Aksara pada tahun 2008. Saya seakan sadar akan pentingnya Filsafat Pendidikan Islam dalam praktek dan pelaksanaan pendidikan Islam. Dengan bahasa ilmiah yang lugas dan mudah dicerna, penulis menjelaskan dengan mendalam tanpa ada kesan berpanjang lebar. Disinilah letak kelebihan dari buku ini. Pembaca baik itu dari kalangan mahasiswa atau umum tak akan bosan membaca karena uraian pada tiap bab sangat jelas, padat dan kaya makna. Buku ini digunakan sebagai bahan rujukan dan sumber-sumber kajian yang aktual dan relevan pada mata kuliah Filsafat Pendidikan Islam pada Fakultas Tarbiyah. Buku ini mengandalkan berbagai pendekatan historis tentang segala hal-hal yang berhubungan dengan Pendidikan Islam. Dan kehadiran buku ini sangat berguna dan dapat menambah pengetahuan pembaca terutama yang berkecimpung di dalam dunia pendidikan baik itu pendidik maupun peserta didik serta dapat merumuskan berbagai masalah kependidikan yang dihadapi. Buku ini juga didukung dengan penjelasan-

penjelasan dari Al-Quran dan hadits sehingga memperkuat konsep-konsep yang berhubungan dengan filsafat pendidikan islam. Dalam bukunya yang berjudul filsafat pendidikan islam, Zuhairini menyatakan bahwa filsafat pendidikan islam adalah studi tentang pandangan filosofis dari sistem dan aliran filsafat dalam islam terhadap masalah-masalah kependidikan dan bagaimana pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan perkembangan umat islam. Disamping itu, filsafat pendidikan islam juga merupakan studi tentang penggunaan dan penerapan metode dan sistem filsafat islam dam memecahkan masalah pendidikan umat islam. Sedangkan menurut Ahmad D. Marimba dalam bukunya yang berjudul pengantar filsafat pendidikan islam, bahwa yang dimaksud dengan filsafat pendidikan islam adalah perenungan-perenungan atau pemikiran-pemikiran

mengenai apa sesungguhnya pendidikan itu dan bagaimana usaha-usaha pendidikan dilakukan agar berhasil sesuai dengan hukum-hukum islam. Dari pengertian-pengertian mengenai filsafat pendidikan islam di atas, dapat disimpulkan bahwa filsafat pendidikan islam merupakan suatu

pandangan atau pemikiran-pemikiran mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan islam, apa itu pendidikan islam itu, bagaimana praktek dan usahausaha dalam pendidikan islam itu serta apa saja masalah yang timbul dalam pendidikan islam sehingga dalam pemecahannya memerlukan berbagai

metode,

pendekatan,

sistem,

serta

teori-teori

pendidikan

islam

demi

pertumbuhan dan kemajuan umat islam pada umumnya. Selanjutnya, kita mengetahui bahwa kata pendidikan berasal dari bahasa arab. Istilah pendidikan dalam konteks Islam pada umumnya mengacu pada altarbiyah, al-tadib, dan al-talim. Sehingga setiap para ahli pendidikan Islam mempunyai analisis dan argumentasi tersendiri mengenai pendidikan Islam. Menurut Muhammad Omar At-Toummy Al-Syaibaniy dalam bukunya yang berjudul Falsafah Pendidikan Islam, ia mengemukakan bahwa pendidikan islam adalah proses mengubah tingkah laku individu peserta didik pada kehidupan pribadi, masyarakat dan alam sekitarnya. Proses tersebut dilakukan denga cara pendidikan dan pengajaran sebagai suatu aktifitas asasi dan profesi di antara sekian banyak profesi asasi dalam masyarakat. Sedangkan menurut Muhammad Fadil al-Jamaly dalam bukunya yang berjudul Nahwa Tarbiyat Mukminan, pendidikan Islam itu merupakan suatu upaya pengembangan yang mendorong dan mengajak peserta didik hidup lebih dinamis dengan berdasarkan nilai-nilai yang tinggi dan kehidupan yang mulia. Dengan proses tersebut, diharapkan akan terbentuk pribadi peserta didik yang lebih sempurna, baik yang berkaitan dengan potensi akal,perasaan, maupun perbuatannya. Dan jika dibandingkan dengan pendapat Ahmad D. Marimba, ia memgemukakan bahwa pendidikan Islam adalah bimbingan atau pimpinan

secara sadar oleh pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani peserta didik menuju terbentuknya kepribadiannya yang utama ( insan kamil). Dan menurut Ahmad Tafsir, pendidikan Islam adalah suatu bimbingan yang diberikan oleh seseorang agar ia berkembang secara maksimal sesuai dengan ajaran Islam. Sedangkan menurut Zuhairini, pendidikan Islam berarti suatu usaha pengembangan potensi manusiawi menurut atau di bawah pengaruh hukum Allah, baik Al-Quran maupun Sunnatullah. Dengan demikian diharapkan dapat menghasilkan kebudayaan dan kemajuan-kemajuan bagi umat Islam. Dari penjelasan-penjelasan para ahli pendidikan Islam di atas, dapat disimpulkan bahwa pendidikan Islam adalah suatu sistem yang memungkinkan seseorang (peserta didik) dapat mengarahkan kehidupannya sesuai dengan nilai-nilai, dan hukum-hukum Islam. Dengan berpedoman kepada ajaran Islam, diharapkan peserta didik mempunyai kepribadian muslim yang sempurna sesuai Al-quran dan Hadits yang tak lain merupakan tujuan pendidikan Islam itu sendiri. Suatu usaha atau tindakan yang kita lakukan pasti memiliki tujuan mengapa kita melakukan tindakan tersebut. Begitu juga dengan pendidikan Islam. Jika kita telah mengetahui pengertian pendidikan islam, maka kita juga harus tahu apa tujuan dari pendidikan Islam tersebut. Adapun tujuan pendidikan menurut Zuhairini yaitu dalam menetapkan tujuan pendidikan, Islam akhir dari

mempertimbangkan posisi manusia sebagai ciptaan Tuhan yang terbaik dan sebagai khalifah di muka bumi. Ini terkandung dalam Firman Allah Q.S At-Tin 4 dan Q.S Yunus 14 sebagai berikut :

Artinya : Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya . (Q.S At-Tin 4)

Artinya : Kemudian Kami jadikan kamu pengganti-pengganti (mereka) di muka bumi sesudah mereka, supaya Kami memperhatikan bagaimana kamu berbuat . (Q.S Yunus 14)

Dengan demikian, tujuan pendidikan menurut Zuhairini berdasarkan ayat-ayat yang disebutkan di atas yakni terbentuknya kepribadian muslim atau terwujudnya masyarakat yang sebesar-besarnya, yang menjadi tugas akhir dari pendidikan Islam, secara normatif-filosofis ditetapkan atas keyakinan tentang nilai-nilai Islami yang bersumber dari Al-Quran dan Hadits. Sedangkan secara praktis, Muhammad Athiyah al-Abrasyi

menyimpulkan bahwa tujuan pendidikan Islam terdiri atas 5 sasaran yaitu 1) membentuk akhlak mulia, 2) mempersiapkan kehidupan dunia dan akhirat, 3)

10

persiapan untuk mencari rizki, 4) menumbuhkan semangat ilmiah di kalangan peserta didik dan 5) mempersiapkan tenaga profesional yang terampil. Dan menurut Muhammad Omar at-Toummy al-Syaibaniy, tujuan pendidikan Islam terbagi 2 yaitu tujuan tertinggi dan tujuan akhir. Adapun tujuan tertingginya ialah mempersiapkan kehidupan dunia dan akhirat. Sementara tujuan akhirnya adalah mengembangkan fitrah peserta didik (ruh, fisik, kemauan, akal) sehingga akan terbentuk pribadi yang utuh dan mendukung bagi pelaksanaan fungsinya sebagai khalifah fil ardh. Dari beberapa pendapat para ahli pendidikan Islam di atas tentang tujuan pendidikan Islam, semua argumentasi mereka betul karena mereka mempunyai pandangan tersendiri. Oleh karena itu dengan membandingkan argumen-argumen di atas, saya memiliki pandangan bahwasanya tujuan pendidikan Islam itu membimbing manusia menuju pembinaan pribadi muslim sejati secara maksimal dan bermuara pada terciptanya peserta didik sebagai muslim paripurna (insan al-kamil). Dengan demikian, jika terbentuk pribadi

muslim sejati diharapkan mereka dapat memadukan fungsi iman,ilmu, dan amal (Q.S Al-Mujadillah:11) secara integral bagi terbinanya kehidupan yang harmonis, baik di dunia dan di akhirat. Firman Allah Q.S Al-Mujadillah:11 yaitu :

11

Artinya : Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapanglapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Setiap buku ditulis dengan mempertimbangkan pendekatan yang menjadi tujuan dari penulisan buku tersebut. Buku ini juga menjelaskan beberapa aliran-aliran dan pendekatan-pendekatan filsafat pendidikan, yang tidak saya temui di buku Filsafat Pendidikan Islam karya Samsul Nizar dan karya Ahmad D. Marimba. Menurut buku ini, ada 5 aliran filsafat dalam filsafat yaitu aliran progressivisme, aliran esensialisme, aliran perennialisme, aliran rekonstruksionalisme dan aliran eksistensialisme ( lihat hal 20). Untuk itu, sebagai praktisi pendidikan memahami pendidikan dengan berfilosofis itu sangatlah penting, sehingga pelaksanaan pendidikan Islam dapat dipertanggungjawabkan dengan alasan bahwa pendidikan Islam merupakan

12

sistem yang membimbing dan mengarahkan manusia sesuai dengan nilai, hukum, dan syariat Islam.

13