Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN AWAL

PRAKTIKUM EKSPERIMEN IIB


RESONANSI GAS



Nama : Rizandi Wirmandani
NPM : 140310100009
Hari/Tgl Praktikum : Selasa, 19 Maret 2013
Waktu Praktikum : 12.00 14.30
Asisten :



















Laboratorium Fisika Eksperimen
Jurusan Fisika
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Padjadjaran
2013

LEMBAR PENGESAHAN
RESONANSI GAS


Nama : Rizandi Wirmandani
NPM : 140310100009
Hari/Tgl Praktikum : Selasa, 19 Maret 2013
Waktu Praktikum : 12.00 14.30
Asisten :





Nilai Jatinangor, 19 Maret 2013
Asisten,





(.)













BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Suatu gas mempunyai sifat termal, salah satunya yaitu kapasitas kalor jenis (C)
yang didefinisikan sebagai jumlah kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu satu Kg
massa gas dengan kenaikan suhu 1
o
C. Terdapat dua jenis kapasitas kalor jenis yaitu c
v

kapasitas kalor jenis pada saat volume tetap dan c
p
kapasitas kalor jenis pada saat
tekanan tetap.
Dengan menempatkan piston dalam tabung yang berisi udara, sifat getaran piston
dapat diterangkan dengan menggunakan analogi getaran benda diantara dua pegas pada
tabung gelas tutup tutup dan analogi satu pegas pada tabung gelas buka-tutup. Dengan
menggunakan frekuensi getaran piston dalam tabung, maka dapat ditentukkan konstanta
perbandingan panas jenis Cp dan Cv gas ( konstanta ).

1.2. Tujuan Percobaan
Menentukan perbandingan panas jenis Cp dan Cv gas (konstanta ).

1.3. Identifikasi Masalah
Dalam eksperimen kali ini masalah yang akan dipecahkan adalah nilai yang
diperoleh dari metode buka-tutup dan metode tutup-tutup. Pada metode buka-tutup nilai
diperoleh dari persamaan
T Pr
mV 4

2
1
4
= , sementara metode tutup-tutup diperoleh dari
persamaan |
.
|

\
|
+
=
2 1
2 . 1 4
2 2
2
V V
V V
P A T
m t











BAB II
TEORI DASAR

Resonansi merupakan suatu peristiwa dimana ikut bergetarnya suatu benda
terhadap benda lain. Pada suatu sistem yang kita buat pada percobaan ini resonansi
ditunjukkan pada piston dan gas yang berada di dalam tabung, piston magnetik
digerakkan periodik oleh medan magnet sehingga gas dapat ditekan secara adiabatis oleh
piston, dimana proses ini dapat diartikan tidak ada kalor yang masuk atau yang keluar
dari sistem.
Hukum Keadaan Standar
Untuk melakukan pengukuran terhadap volume gas, diperlukan suatu keadaan
standar untuk digunakan sebagai titik acuan. Keadaan ini yang juga dikenal sebagai STP
(Standart Temperature and Pressure) yaitu keadaan dimana gas mempunyai tekanan
sebesar 1 atm (760 mmHg) dan suhu C (273,15 K). Satu mol gas ideal, yaitu gas yang
memenuhi ketentuan semua hukum-hukum gas akan mempunyai volume sebanyak
22,414 liter pada keadaan standar ini.
Hukum Gas Ideal
Definisi mikroskopik gas ideal, antara lain:
1. Suatu gas yang terdiri dari partikel-partikel yang dinamakan molekul.
2. Molekul-molekul bergerak secara serampangan dan memenuhi hukum-hukum
gerak Newton.
3. Jumlah seluruh molekul adalah besar.
4. Volume molekul adalah pecahan kecil yang diabaikan dari volume yang
ditempati oleh gas tersebut.
5. Tidak ada gaya yang cukup besar yang beraksi pada molekul tersebut kecuali
selama tumbukan.
6. Tumbukannya elastik (sempurna) dan terjadi dalam waktu yang sangat singkat.







Apabila jumlah gas dinyatakan dalam mol (n), maka suatu bentuk persamaan
umum mengenai sifat-sifat gas dapat diformasikan. Sebenarnya hukum Avogadro
menyatakan bahwa 1 mol gas ideal mempunyai volume yang sama apabila suhu dan
tekanannya sama. Dengan menggabungkan persamaan Boyle, Charles dan persamaan
Avogadro akan didapat sebuah persamaan umum yang dikenal sebagai persamaan gas
ideal.
T
V n
P
~ atau
T
V Rn
P
= atau PV nRT =
R adalah konstanta kesebandingan dan mempunyai suatu nilai tunggal yang
berlaku untuk semua gas yang bersifat ideal. Persamaan di atas akan sangat berguna
dalam perhitungan-perhitungan volume gas.
Percobaan resonansi Elastis Gas ini didasarkan pada hukum Hooke. Dimana sifat
kemolekulan zat tidak akan berguna apabila hanya mensyaratkan bahwa sifat molekul
suatu zat sama dengan sifat yang dimiliki zat tersebut. Teori kemolekulan zat
membuktikan bahwa sifat-sifat kompleks zat dalam jumlah besar merupakan
konsekuensi sifat-sifat sederhana yang dimiliki molekulnya. Dalam keadaan tekanan
tetap, gas memiliki harga kapasitas panas. Kapasitas panas (heat capacity) merupakan
banyaknya energi kalor yang diperlukan untuk menaikan 1
0
satuan suhu pada suatu
benda. Kapasitas panas mempunyai harga tertentu hanya untuk proses tertentu. Dalam
hal sistem hidrostatik, hasil bagi dQ/dT memiliki harga yang unik bila tekanan dijaga
tetap. Dalam kondisi ini C disebut kapasitas panas pada tekanan tetap dan diberi
lambang C
p
, dengan
p
p
dT
dQ
C
|
.
|

\
|
= ; C
p
disebut kapasitas panas pada tekanan tetap
Demikian juga kapasitas panas pada volum tetap dan diberi lambang C
v
ialah
v
v
dT
dQ
C
|
.
|

\
|
= ; C
v
disebut kapasitas panas pada volume tetap
Sehingga dapat diketahui harga-harga kapasitas panas (Cp dan Cv) ataupun
= Cp/Cv.
Untuk mengukur nilai , digunakan metoda Riichardt yang dikembangkan dengan
mekanika dasar. Gas ditempatkan dalam bejana besar bervolume V. Pada bejana itu
dipasang tabung gelas dengan berpenampang sama dengan luas A. Kedalam lubang itu
dimasukkan bola logam bermassa m yang menutupi lubang tapi masih dapat bergerak
bebas sehingga berlaku seperti piston. Karena gas agak tertekan oleh bola baja yang ada
dalam kedudukan kesetimbangan, tekanan gas sedikit lebih besar daripada tekanan
atmosfer Po. Jadi dengan mengabaikan gesekan, didapat :
P = Po + mg/A








Andaikan simpangan bola dari kedudukan setimbang pada setiap saat adalah y,
Simpangan positif kecil yang terjadi jika bola berada diatas kedudukan setimbang, akan
menyebabkan pertambahan volume yang sangat kecil dibandingkan dengan volume
setimbang V, sehingga dapat dinyatakan sebagai dV, dengan :
dV = yA
Simpangan positif kecil ini menimbulkan penurunan tekanan yang sangat kecil
dibandingkan dengan tekanan setimbang P, sehingga dapat dinyatakan sebagai dP,
dengan dP merupakan kuantitas yang negatif. Gaya resultan F yang bereaksi pada bola
sama dengan A dP jika mengabaikan gesekan, atau :
dP = F/A
Karena bola bergetar cukup cepat, perubahan P dan V berlangsung secara adiabatik.
Persamaan yang menyatakan lengkung adiabatik diantara tekanan beserta volume awal
(p
1
,V
1
) dan tekanan beserta volume akhir (p
2
,V
2
) adalah :
p
1
V
1

= p
2
V
2


P V
-1
dV + V

dP = 0.
V
dV
P dP
P
dV
dp
V

=
=

Kita ketahui gaya pemulih dari benda magnetik yang berosilasi adalah AdP F =
dan perubahan volume sekecil-kecilnya dapat dinyatakan dalam simpangan dV = y A.

Pada percobaan ini kolom gas dapat kita analogikan sebagai pegas.
Metode buka tutup
F=ma

;
2
a y e = ;
2
PA
k
V

=
2
2
2
2
2
2
d y
m F
dt
d y
m AdP
dt
d y dV
m P A
dt V

=
=
=

2 2
2
2
2
2 2
2
d y yA
m P
dt V
d y P yA
dt l V
d y PA
y
dt mV

=
=
=


Persamaan gerak harmonik gas, metode buka-tutup:
0
2
2
2
= + y
mV
PA
dt
y d

dengan
mV
PA
2
2

e = , kita ketahui bahwa
T
t
e
2
= , maka:

P
mV
A
2
T = atau V
P A
m 4
T
2
2
2
=

karena A = tr
2
, maka :

T Pr
mV 4

2
1
4
=
Metode tutup tutup
k ;
) k (k
m
4 T
y m k2)y (k1
ma F
2
2 1
2 2
2
2
V
PA
=
+
=
= +
=


Persamaan gerak harmonic gas, metode tutup- tutup
0
2
2
1
1
2
2
2
=
|
.
|

\
|
+ + y
V
P
V
P
m
A
dt
y d
..
dengan |
.
|

\
|
+ =
2
2
1
1
2
2
V
P
V
P
m
A
e , karena sistem dalam keadaan adiabatik kuasi-statik maka,
P
1
= P
2
, sehingga : |
.
|

\
| +
=
2 1
2 1
2
2
V V
V V
P
m
A
e , kita ketahui
T
t
e
2
= , maka:
2 2
2
2
2 2
4 1 2
1 2
2 1 2
1 2
4 1 2
1 2
A P V V
T m V V
m V V
T
A P V V
m V V
T A P V V
t
t

+ | |
=
|
\ .
| |
=
|
+
\ .
| |
=
|
+
\ .

BAB III
PROSEDUR PERCOBAAN

3.1. Alat alat Percobaan
1. Tabung gelas berskala dilengkapi pemegang tabung, kran pembuka/penutup
tabung dan statif.
2. Piston magnetik
3. Kumparan dan pegangannya
4. Osilator RC
5. Amperemeter dan kabel-kabel penghubung
6. Pembersih tabung dan piston magnetik
7. Beberapa jenis gas dan peralatan untuk memasukkan gas ke dalam tabung.
3.2. Prosedur Percobaan
1. Persiapan
a. Membersihkan tabung gelas dan piston magnetik menggunakan peralatan
yang tersedia.
b. Membersihkan kran pembuka/penutup tabung dan olesi dengan silicon gel
sehingga mudah diputar.
c. Merangkai peralatan percobaan sesuai dengan gambar
2. Pengamatan dan Pengukuran
Tabung Vertikal
a. Memasukkan satu buah piston magnetik ke dalam tabung dengan hati-hati
(posisi kedua kran pembuka/penutup tabung dalam kondisi terbuka).
b. Memposisikan piston magnetik pada skala 70, menggunakan alat pendorong,
kemudian menutup kedua kran tersebut.
c. Meletakkan kumparan sedemikian hingga ujung bawah piston bersesuaian
dengan ujung atas kumparan.
d. Menghidupkan osilator RC, dan mengatur frekuensinya sehingga diperoleh
osilasi dengan amplitudo yang maksimum. Mencatat harga frekuensi tersebut.
e. Melakukan langkah a, b, c, dan d untuk variasi posisi piston yang berbeda
(paling sedikit 6 variasi).
f. Melakukan paling tidak 3 kali percobaan untuk masing-masing volume.
g. Melakukan percobaan b s/d f dengan jumlah piston yang berbeda.
Tabung Horizontal
Melakukan tahapan-tahapan seperti pada tabung vertikal tetapi kali ini tabung
diletakkan secara horizontal.































DAFTAR PUSTAKA

1. http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia_dasar/gas1/hukum-gas-ideal/,
diambil pada tanggal 18 maret 2013 pukul 13.25 WIB.
2. http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia_dasar/gas1/hukum-keadaan-standar
dan hukum-gas-ideal/, diambil pada tanggal 18 maret 2013 pukul 13.30 WIB.
3. Petunjuk Praktikum Fisika Eksperimen IIB, Laboratorium Fisika Lanjutan, Jurusan
Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Padjadjaran,
Jatinangor, 2008.
4. Tipler, P. A., 1998, Fisika untuk Sains dan Teknik Jilid 1, Jakarta: Erlangga.