BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Setiap hal didalam kehidupan kita, pasti perlu adanya suatu aturan untuk mengatur atau menata segala sesuatunya agar nampak tersusun dan terarah. Apalagi didalam suatu lingkup yang sangat luas seperti negara. Perlu adanya aturan untuk mengatur masyarakat yang ada didalamnya. Tiap individu punya pemikiran yang berbeda – beda. Dan pastinya, tiap daerah mempunyai sistem adatnya masing – masing dan tentunya berbeda karena pola pemikiran yang berbeda – beda itu tadi. Sistem hukum adat bersendi atas dasar – dasar alam pikiran bangsa Indonesia, yang tidak sama dengan alam pikiran yang menguasai sistem hukum Barat. Dan untuk dapat memahami serta sadar akan hukum adat, orang harus menyelami dasar – dasar alam pikiran yang hidup didalam masyarakat Indonesia. Ada beberapa pengertian mengenai Hukum Adat menurutb para ahli. Menurut M.M. Djojodiguno Hukum Adat adalah suatu karya masyarakat tertentu yang bertujuan tata yang adil dalam tingkah laku dan perbuatan di dalam masyarakat demi kesejahteraan masyarakat sendiri. Menurut R. Soepomo, Hukum Adat adalah hukum yang tidak tertulis yang meliputi peraturan hidup yang tidak ditetapkan oleh pihak yang berwajib, tetapi ditaati masyarakat berdasar keyakinan bahwa peraturan tersebut mempunyai kekuatan hukum. Menurut Van Vollenhoven Hukum Adat adalah keseluruhan aturan tingkah laku positif dimana di satu pihak mempunyai sanksi sedangkan di pihak lain tidak dikodifikasi. Sedangkan Surojo Wignyodipuro memberikan definisi Hukum Adat pada umumnya belum atau tidak tertulis yaitu kompleks norma-norma yang bersumber pada perasaan keadilan rakyat yang selalu berkembang meliputi peraturan tingkah laku manusia dalam kehidupan sehari-hari, senantiasa ditaati dan dihormati karena mempunyai akibat hukum atau sanksi. Dari empat definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa Hukum Adat merupakan sebuah aturan yang tidak tertulis dan tidak dikodifikasikan, namun tetap ditaati dalam masyarakat karena mempunyai suatu sanksi tertentu bila tidak ditaati. Dari pengertian Hukum Adat yang diungkapkan diatas, bentuk
1

Hukum Adat sebagian besar adalah tidak tertulis. Apakah perbedaan fundamental antara sistem hukum adat dan sistem hukum Barat? 1. Untuk mengetahui dan memahami bagaimana bentuk dan sifat dari hukum adat.2 Tujuan 1.2 Rumusan Masalah 1. Hukum Adat yang hidup dalam masyarakat ini bagi masyarakat yang masih kental budaya aslinya akan sangat terasa. jika ia menghadapi sebuah perkara dan ia tidak dapat menemukannya dalam hukum tertulis. Padahal. Artinya hakim juga ha rus mengerti perihal Hukum Adat. Hukum Adat dapat dikatakan sebagai hukum perdata-nya masyarakat Indonesia. Bahkan seorang hakim. berlaku sebuah asas yaitu asas legalitas. Hukum adat merupakan nilai-nilai yang hidup dan berkembang di dalam masyarakat suatu daerah. 1. Hal ini untuk menjamin kepastian hukum. 2 . Diakui atau tidak. namun ia mempunyai daya ikat yang kuat dalam masyarakat. namun Hukum Adat juga mempunyai peran dalam Sistem Hukum Nasional di Indonesia. Penerapan hukum adat dalam kehidupan sehari-hari juga sering diterapkan oleh masyarakat. ia harus dapat menemukan hukumnya dalam aturan yang hidup dalam masyarakat. Walaupun sebagian besar Hukum Adat tidak tertulis. Bagaimanakah sistem hukum adat di indonesia? 2. Untuk memenuhi tugas hukum adat dari dosen pengajar Hukum Adat. Asas legalitas menyatakan bahwa tidak ada hukum selain yang dituliskan di dalam hukum. seorang hakim harus dapat menemukan hukumnya dalam aturan yang hidup dalam masyarakat. dalam sebuah negara hukum. Namun di suatu sisi bila hakim tidak dapat menemukan hukumnya dalam hukum tertulis. Ada sanksi tersendiri dari masyarakat jika melanggar aturan hukum adat. 2.

Hukum Barat mengenal perbedaan antara publiek recht (hukum umum) dan privaatrecht (hukum privat). misalnya : a. c. dari bermacam – macam hubungan hukum serta bermacam – macam perbuatan hukum di dalam lingkungan hukum adat. Persoonlijk recht adalah hak orang seseorang atas suatu objek yang hanya berlaku terhadap sesuatu orang lain yang tertentu. dan pelanggaran – pelanggaran yang hanya mempunyai akibat dalam lapangan perdata. Hukum adat tidak mengenal perbedaan demikian. Misalnya. apabila seseorang bukan pemilik sawah menjual lepas sawah itu kepada orang yang bersangka baik. Perlindungan hak – hak menurut sistem hukum adat adalah di tangan hakim. b. Di dalam persengketaan di muka pengadilan. hakim menimbang berat – ringannya kepentingan – kepentingan hukum yang saling bertentangan.BAB II PEMBAHASAN 2. dan kemudian pemilik sawah menuntut supaya sawah itu dikembalikan kepadanya. maka batas – batas antara kedua lapangan itu di dalam hukum adat adalah berlainan dari batas – batas antara lapangan publik dan lapangan privaatrecht pada hukum Barat. atau jika hendak mengadakan perbedaan antara peraturan – peraturan hukum adat yang bersifat publik dan peraturan – peraturan yang hanya mengenai lapangan privat. terdapat perbedaan fundamental. maka hakim akan menimbang kepentingannya siapa yang lebih berat di dalam perkara konkret yang di adili itu. Hukum adat tidak mengenal perbedaan demikian. Hukum Barat mengenal zakelijke rechten dan persoonlijke rechten.1 Sendi – sendi Hukum Adat Yang Merupakan Landasan (Fundamental) Ter Haar menguraikan dalam bukunya “Beginselen en Stelsen van het Adarrecht” bagaimana sifat dasar – dasar hukum dan bagaimana bentuk sistem hukum yang merupakan latar belakang dari segala lembaga – lembaga. Antara sistem hukum adat dan sistem hukum Barat. Pelanggaran – pelanggaran hukum menurut sistem hukum Barat dibagi – bagi dalam golongan pelanggaran yang bersifat pidana dan harus di periksa oleh hakim pidana. yang bersifat zakelijk. kepentingan pemilik atau kepentingan pembeli yang bersangka baik. Zakelijk recht adalah hak atas sesuatu barang. sehingga pelanggaran – pelanggaran itu harus di adili oleh hakim perdata. yaitu yang berlaku terhadap tiap – tiap orang. Tiap – 3 . Hukum adat tidak mengenal pembagian hak – hak dalam dua golongan seperti yang tersebut diatas.

Apa yang sebagai perasaan hukum dalam hati nurani rakyat serta apa yang diketemukan dalam keputusan – keputusan kepala/hakim adat sebagai hukum yang berlaku tetapi tetapi yang belum dituangkan dalam rumusan bahasa hukum yang tertulis secara tajam dan pasti. Van Vollenhoven dan Ter Haar menguraikan betapa pentingnya soal bahasa hukum adat bagi pelajaran dan pengertian sistem hukum adat dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan hukum adat selanjutnya. artinya manusia menurut hukum adat merupakan mahluk dalam ikatan kemasyarakatan yang erat. Hukum adat mempunyai sifat yang visual. tetapi harus melalui suatu proses yang cukup lama. hukum adat memilik corak – corak sebagai berikut : a. oleh para sarjana – hukum. Bagi hukum adat. d. rasa kebersamaan ini meliputi seluruh lapangan hukum adat. artinya hukum adat sangat memperhatikan banyaknya dan berulang – ulangnya perhubungan – perhubungan hidup yang konkrit. 2. Bahasa hukum adalah bukan sesuatu yang dapat diciptakan dalam waktu dua hari saja. oleh karena ditetapkan dengan suatu ikatan yang dapat dilihat (tanda yang kelihatan). para hakim dan oleh pembentuk undang – undang. para hakim. Mempunyai sifat kebersamaan atau komunal yang kuat. Mempunyai corak religio – magis yang berhubungan dengan pandangan hidup alam Indonesia. dimengerti untuk kemudian 4 . pengundang – undangan dan ilmu pengetahuan wajib direnungkan. c. Menyimpang ataupun lebih tepat berlainan dengan hukum Barat yang individualistis – liberalistis sifatnya itu. sehingga maknanya dapat terlukis secara tajam.2 Bahasa Hukum Lukisan sesuatu sistem hukum memerlukan pemakaian bahasa hukum teknis secara konsekuen. Hukum Barat mempunyai istilah – istilah hukum teknis yang dibina berabad – abad oleh para ahli hukum. b. Istilah – istilah adat di berbagai lingkaran hukum adat mempunyai isi tertentu. Bentuk – bentuk istilah itu adalah demikian. artinya perhubungan hukum dianggap hanya terjadi. Hukum adat diliputi oleh pikiran penataan serba konkrit.tiap pelanggaran hukum adat membutuhkan pembetulan hukum kembali dan hakim (kepala adat) memutuskan supaya adat apa yang harus digunakan untuk membetulkan hukum yang dilanggar itu. pembinaan bahasa hukum adalah soal yang minta perhatian khusus kepada para ahli hukum Indonesia.

Pepatah adat memerlukan suatu keterangan. Biasanya suatu pepatah adat dikemukakan untuk memperkuat suatu anggapan di dalam perdebatan suatu diskusi. Istilah jual itu mengenai pengoperan hak dari sesuatu orang kepada orang lain. melainkan mencerminkan dasar hukum yang tidak dibatasi. bahwa dapat pulang kembali kepada si penjual lagi asalkan uang pembayaran yang dahulu ia terima dikembalikan kepada pembeli lagi. akan tetapi pepatah adat itu tidak boleh dipandang sebagai pasal – pasal kitab undang – undang. maka istilah yang dipergunakan adalah “jual gadai”.dirumuskan dan dituangkan secara tepat di dalam bahasa hukum yang dapat menggambarkan maknanya. harus diberi interpretasi yang tepat.3 Pepatah Adat Pepatah adat adalah berguna sebagai petunjuk tentang adanya sesuatu peraturan hukum adat. misalnya satu tahun. Ketiga jenis pengoperan tersebut. bahwa pepatah adat tidak boleh dianggap sebagai sumber atau sebagai dasar hukum adat. Ter Haar mengatakan. 5 . bahwa pepatah adat bukan merupakan sumber hukum adat. Apabila pengoperan itu dilakukan untuk selama – lamanya. Contoh: Istilah jual dalam hukum adat disalin dengan verkopen dalam hukum Belanda. Vergouwen dalam bukunya menuliskan bahwa. Snouch Hurgronye. maka dipakailah istilah “jual lepas” atau “jual mutlak”. disertai dengan pembayaran kontan oleh si pembeli. maka sudah dengan sendirinya. Dan oleh karena itulah pada zaman kolonial Belanda dahulu terjemahan istilah – istilah hukum adat dalam bahasa belanda yang pada zaman itu orang menganggap seolah – olah isi serta artinya sudah sama. sesungguhnya merupakan suatu kesalahan. Pepatah itu hanya mengandung aliran hukum dalam bentuk yang mencolok. 2. Dengan demikian. dipergunakan istilah “jual tahunan” dan apabila pengoperan itu disertai syarat. sedangkan kalau pengoperan itu hanya untuk waktu yang tertentu saja. Pepatah adat tidak memuat peraturan hukum positif. pepatah adat tidak mempunyai sifat normatif seperti pasal – pasal dari suatu undang – undang. bahwa bahasa rakyat yang bersangkutanlah merupakan bahasa yang pertama – tama yang sanggup melukiskan perasaan rakyat dimaksud secara tepat. Pepatah adat memang baik untuk diketahui dan disebut. sebab istilah – istilah dalam bahasa Asing dimaksud ternyata tidak dapat melukiskan makna yang terkandung dalam istilah – istilah bahasa aslinya. supaya terang maknanya. Benar kata Prof.

Yang menentukan dalam penyelidikan hukum adat secara demikian ini bukannya banyaknya jumlah perbuatan – perbuatan yang terjadi. apakah memang ada atau masih ada suatu peraturan hukum adat positif yang mencerminkan aliran hukum sebagai terkandung didalam suatu pepatah adat. wajib pula diindahkan serta dipahami. Perasaan inilah yang memberi kesimpulan 6 . b. para cendekiawan dan orang terkemuka didaerah yang bersangkutan. putusan pegawai agama dan sebagainy. orang harus menanyakan apakah ada atau masih ada putusan – putusan ( penetapan – penetapan ) petugas hukum yang dapat memberikan kesimpulan ada atau masih adanya peraturan hukum adat itu. Jadi intinya untuk mendapatkan hasil penyelidikan sebagaimana mestinya. tetapi ya atau tidaknya tingkah – laku itu dirasakan oleh masyarakat yang bersangkutan sebagai hal yang memang sudah seharusnya. Research tentang putusan – putusan petugas hukum ditempat / didaerah yang bersangkutan. misalnya putusan kepala adat. Dengan cara ini dapat diperoleh keterangan tentang peraturan – peraturan yang benar – benar berlaku didalam hidup bersama didaerah yang sedang diselidiki serta selanjutnya dapat dilukiskan hukum adat yang telah nyata hidup didaerah itu. masing – masing dalam lapangan kompetensinya sendiri – sendiri). Dan yang diartikan dengan putusan disini adalah perbuatan atau penolakan perbuatan dari pihak petugas hukum dengan tujuan untuk memelihara atau untuk menegakkan hukum. serta menanyakan fakta – fakta yang telah dialami atau diketahui sendiri oleh mereka itu. Bagaimanakah caranya melakukan “field research?” wajib menemui para pejabat desa. Apabila berkehendak melakukan penyelidikan setempat. putusan hakim perdamaian desa. maka agar memperolah bahan – bahan yang tepat serta berharga tentang hukum adat perhatian harus diarahkan kepada yang berikut : a. orang tua. Sikap penduduk dalam hidupnya sehari – hari terhadap hal – hal yang disoroti dan diinginkan mendapat keterangan dengan melakukan “field research” itu.4 Penyelidikan Hukum Adat Berlakunya sesuatu peraturan hukum adat adalah tampak dalam penetapan – penetapan (putusan – putusan petugas hukum. 2. Untuk mengetahui.Pepatah adat memberi lukisan tentang adanya aliran hukum yang tertentu. kenyataan sosial (“social reality”) yang merupakan dasar bagi para petugas hukum untuk menentukan putusan – putusannya.

Tidak mungkin suatu hukum yang asing bagi masyarakat itu dipaksakan atau dibuat. Ketertiban yang dipertahankan oleh Hukum Adat itu baik bersifat batiniah maupun jasmaniah. Dimana ada masyarakat. supaya dengan demikian dapat dihindarkan segala bencana dan bahaya yang mungkin atau telah mengancam.5 Hukum Adat Sebagai Aspek Kebudayaan Penyelidikan Van Vollenhoven dan sarjana – sarjana lain membuktikan bahwa wilayah Hukum Adat Indonesia itu tidak hanya terbatas pada daerah – daerah hukum Republik Indonesia yaitu terbatas pada daerah kepulauan Nusantara kita.adanya suatu norma hukum. tetapi diyakini dan dipercayai sejak kecil sampai berkubur berkalang tanah. 2. dianut dan dipertahankan oleh orang Indonesia yang termasuk golongan orang Indonesia dalam arti ethnis. kelihatan dan tak kelihatan. Begitu pula halnya dengan Hukum Adat di Indonesia. mempunyai struktur alam pikiran sendiri (“geestesstructuur”). atau tidak memenuhi rasa keadilan rakyat yang bersangkutan: pendek kata. sebagai salah satu penjelamaan “geestesstructuur” daripada masyarakat yang bersangkutan. Von Savigny mengajarkan bahwa hukum mengikuti “Volksgeist” (jiwa/semangat rakyat) dari masyarakat tempat hukum itu berlaku. apabila hukum yang asing itu bertentangan dengan kemauan orang terbanyak dalam masyarakat yang bersangkutan. 7 . di pulau Malagasi (Madagaskar) dan berbatas di sebelah Timur sampai di kepulauan Paska. Karena Volksgeist masing . Hukum Adat Indonesia tidak hanya bersemayam dalam hati nurani orang Indonesia yang menjadi warga negara Republik Indonesia di segala penjuru Nusantara kita. dianut dan dipertahankan sebagai peraturan penjaga tata – tertib sosial dan tata – tertib hukum di antara manusia. maka juga hukum masyarakat itu berlainan pula. tetapi tersebar meluas sampai kegugusan kepulauan Philipina dan Taiwan di sebelah Utara. mempunyai corak dan sifatnya sendiri. Dalam wilayah yang sangat luas ini Hukum Adat tumbuh. yang bergaul di dalam suatu masyarakat. betapa sederhana dan kecil pun masyarakat itu. disitu ada Hukum (Adat). tiap rakyat. Hukum yang terdapat di dalam masyarakat manusia. Karena tiap masyarakat. cara hidup dan pandangan hidup yang keseluruhannya merupakan kebudayaan masyarakat tempat hukum adat itu berlaku. Suatu norma hukum adat berlaku didalam daerah hukum yang merupakan kesatuan sosiologis. menjadi cerminnya. yaitu: hukum dari masyarakat masing – masing berlainan. Hukum Adat itu senantiasa tumbuh dari sesuatu kebutuhan hidup yang nyata.masing masyarakat berlainan. maka hukum didalam tiap masyarakat. mempunyai kebudayaan sendiri dengan corak dan sifatnya sendiri.

sebagai penjelmaan kepribadian Indonesia. “grondstructuur” masyarakat Indonesia. Jadi kita tak boleh meninjau Hukum Adat Indonesia terlepas dari “Volksgeist”.bertentangan dengan kebudayaan rakyat yang bersangkutan. Untuk itu perlu diperhatikan pula bahwa tidak semua perubahan dalam jiwa dan struktur masyarakat merupakan perubahan fundamental yang melahirkan suatu jiwa dan struktur yang baru. khusus berhubung dengan bidang hukum? Terlebih dahulu kita harus memperhatikan bahwa masyarakat Indonesia sedang mengalami masa peralihan dan bergolak terus. maka perlulah terlebih dahulu menjawab pertanyaan: Bagaimana struktur berpikir. Jadi didalam sesuatu masyarakat terdapatlah realitas bahwa sesuatu proses perkembangan mengatur kembali yang lama serta menghasilkan synthese dari yang lama dan yang baru. cara hidup dan pandangan hidup sesuatu rakyat. corak dan sifat masyarakat Indonesia. Untuk dapat mengerti benar – benar hukum Adat itu sebagai suatu segi kebudayaan Indonesia. 8 . dari sudut alam pikiran yang khas orang Indonesia yang terjelma dalam Hukum Adat itu. sebab masyarakat adala sesuatu yang kontinu (berjalan terus/tidak berhenti). kebutuhan. “geestesstructuur”. sesuai dengan kehendak. Masyarakat berubah tetapi tidak sekaligus meninggalkan yang lama.

Hukum adat tidak mengenal pembagian hak – hak dalam dua golongan seperti yang tersebut diatas. Persoonlijk recht adalah hak orang seseorang atas suatu objek yang hanya berlaku terhadap sesuatu orang lain yang tertentu. Pelanggaran – pelanggaran hukum menurut sistem hukum Barat dibagi – bagi dalam golongan pelanggaran yang bersifat pidana dan harus di periksa oleh hakim pidana.2 Saran Dari makalah ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan hukum adat selanjutnya. maupun dalam putusan hakim. dalam perundang-undangan. yaitu yang berlaku terhadap tiap – tiap orang. sehingga pelanggaran – pelanggaran itu harus di adili oleh hakim perdata. Hukum adat tidak mengenal perbedaan demikian. Penyelidikan hukum adat 4. Tiap – tiap pelanggaran hukum adat membutuhkan pembetulan hukum kembali dan hakim (kepala adat) memutuskan supaya adat apa yang harus digunakan untuk membetulkan hukum yang dilanggar itu. Pepatah adat 3. Hukum adat tidak mengenal perbedaan demikian. 9 . dan pelanggaran – pelanggaran yang hanya mempunyai akibat dalam lapangan perdata. yaitu: 1. 3. yang bersifat zakelijk. Bahasa hukum 2.BAB III PENUTUP 3. b) Perbedaan fundamental antara sistem hukum adat dan sistem hukum Barat. 3. Hukum Barat mengenal perbedaan antara publiek recht (hukum umum) dan privaatrecht (hukum privat). Perlindungan hak – hak menurut sistem hukum adat adalah di tangan hakim. mengingat kedudukan hukum adat dalam tata hukum nasional di Indonesia sangat penting dan mempunyai peranan baik dalam sistem hukum nasional di Indonesia. Hukum Barat mengenal zakelijke rechten dan persoonlijke rechten. 2. Zakelijk recht adalah hak atas sesuatu barang. Hukum adat sebagai aspek kebudayaan.1 Kesimpulan a) Sistem hukum adat Indonesia itu terbagi atas 4 bagian : 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful