Anda di halaman 1dari 8

PENGARUH BEBAN SUMBU KENDARAAN TERHADAP LENDUTAN BALIK PADA KONSTRUKSI PERKERASAN LENTUR (AC) DENGAN BEBAN YANG

TIDAK STANDART DENGAN MEMAKAI ALAT BENKELMEN BEAM (LENDUTAN BALIK) Supiyono1
Abstrak: Penggunaan alat Benkelman beam di lingkungan Politeknik sangat kurang dan dikarenakan beban pada sumbu kendaraan yang berlebihan dapat mengakibatkan jalan akan cepat rusak. Penelitian ini berguna untuk mengetahui berapa lendutan yang terjadi akibat penggunaan beban yang berlebihan. Untuk penggunaan alat ini dapat digunakan untuk lapis tambahan (OVERLAY). Hasil dari penelitian ini di harapkan dapat mendapatkan nilai lendutan akibat beban yang tidak standart dan dapat mengetahui besar koefisien lendutan balik yang terjadi dengan rumus: Pembacaan awal - y = 0.0534x2 - 0.1793x + 0.5789 R2 = 0.8602 Pembacaan akhir - y = 0.0862x2 - 0.4247x + 1.1829 R2 = 0.8276 Abstract: Using Benkelman beam in the state Polytechnic of malang because the load on the axle of the vehicle can easily destroy the road. This research is used to know how much elasticity caused by overload this can be used as an addition overlay. The result of this research is expected to get the elasticity caused by non standart load and to know the back elasticity.an can to know bigly coefficient that happened with formula: Read early - y = 0.0534x2 - 0.1793x + 0.5789 R2 = 0.8602 Final read - y = 0.0862x2 - 0.4247x + 1.1829 R2 = 0.8276 Kata Kunci: Beban Sumbu, Lendutan Balik, Alat Benkelmen Beam.

Alat Benkelmen Beam adalah salah satu alat yang dapat digunakan untuk menguji kondisi perkerasan lentur jalan, guna keperluan penilaian struktur perkerasan, memperkirakan perwujudan/perfomance perkerasan dan perencanaan lapis tambahan (Overlay). Meskipun peralatan ini sangat bermanfaat, namun dalam hal penggunaanya dilapangan masih belum maksimal. Hal ini selain disebabkan tingkat kepemilikanya yang masih sedikit, juga dalam pemakaianya diperlukan syarat-syarat yang tidak mudah untuk dipenuhi dan dianggap tidak praktis, misalnya dalam hal penerapan beban sumbu yang harus dipenuhi yaitu sebesar 4,08 ton pada tiap roda ganda belakang. LENDUTAN BALIK (REBAUND DEFLECTION) Benkelmen Beam adalah suatu alat yang dipergunakan untuk menguji kondisi permukaan jalan, guna keperluan penilaian struktur perkerasan, membandingkan
Supiyono adalah Dosen Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

23
JURNAL ILMU-ILMU TEKNIK - SISTEM , Vol. 6 No.1

sifat-sifat struktur perkerasan yang berlainan, memprediksi perwujudan (performance) perkerasan dan perencanaan teknik perkerasan baru atau lapis tambahan (overlay) diatas perkerasan lama. Dari pengujian ini akan didapatkan data lendutan balik (Rebaund deflection) permukaan jalan, setelah menerima beban dari sumbu kendaraan yang disalurkan melalui roda. Pada perencanaan tebal perkerasan jalan type lentur (flexibel pavement), bentuk hubungan antara besarnya lendutan balik yang diizinkan, dengan akumulatif ekivalent beban sumbu tunggal kendaraan standart, ditunjukkan dalam persamaan berikut: Untuk permukaan jalan dari bahan Asphal Concrete (AC) Y 8,6685 * e 0, 2769 *log X Dimana: Y = Besarnya lendutan balik yang diizinkan dari segmen jalan yang dievaluasi. X = Akumulatif ekivalen beban sumbu tunggal kendaraan standart. Besar lendutan balik (Rebaund deflection) ditunjukkan dalam rumus berikut: Rebaund deflection (rd) = (1,5*q*a)/E Dimana: q = beban merata sepanjang bidang kontak roda dengan permukaan jalan (kg/cm2) a = Jari-jari ekivalen dari roda tunggal (cm) E = Modulus elastisitas bahan (kg/cm2) 1,5 = Faktor lendutan. LENDUTAN DENGAN BENKELMEN BEAM (BB) Lendutan yang digunakan untuk perencanaan adalah lendutan balik. Nilai lendutan tersebut harus dikoreksi dengan, faktor muka air tanah (faktor musim) dan koreksi temperatur serta faktor koreksi beban uji (bila beban uji tidak tepat sebesar 8,16 ton. Besarnya lendutan balik adalah sesuai Rumus: dB = 2 x (d3 d1) x Ft x Ca x FKB-BB dengan pengertian: dB = lendutan balik (mm) d1 = lendutan pada saat beban tepat pada titik pengukuran d3 = lendutan pada saat beban berada pada jarak 6 meter dari titik pengukuran Ft = faktor penyesuaian lendutan terhadap temperatur standar 35C, sesuai tebal lapis beraspal (HL) lebih kecil 10 cm atau, untuk tebal lapis beraspal (HL) lebih besar atau sama dengan 10 cm atau menggunakan Tabel 5 atau pada Gambar 1 (Kurva A untuk HL<10 cm dan Kurva B untuk HL>10 cm). FKB-BB = faktor koreksi beban uji Benkelman Beam (BB) = 77,343 x (Beban Uji dalam ton)(-2,0715)

Pengaruh Beban Sumbu Kendaraan Terhadap Lendutan Balik Pada Konstruksi Perkerasan Lentur (AC) Dengan Beban yang Tidak Standart Dengan Memakai Alat Benkelmen Beam (Lendutan Balik)

24
JURNAL ILMU-ILMU TEKNIK - SISTEM , Vol. 6 No.1

METODE PENELITIAN Waktu dan tempat Pelaksanaan penelitian dengan menggunakan alat benkelman beam ini dilakukan selama 6 hari (dari tanggal 26 Pebruari 2007 sampai tanggal 3 Pebruari 2007) atau dilakukan tidak secara berurutan dikarenakan faktor cuaca yang tidak menentu. Tempat dilakukannya pengujian ini yaitu jalan di depan bengkel sipil baru. Alat Analisis dan Bahan Alat Benkelment Beam (1 set) Meteran Kendaraan (Truck 2 as, roda ganda) Balok beton (untuk penambahan variasi beban) Termometer Minyak arloji/oli untuk membersihkan batang arloji pengukur Formulir-formulir lapangan dan hardboard Jumlah Data Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah Penelitian Eskperimental, dimana perlakuanya adalah variasi beban sumbu kendaaraan, dan setiap perlakuan dibuat 3 (tiga) pengulangan, seperti diperlihatkan pada tabel berikut: Tabel 1. Rancangan Penelitian Perlakuan Beban (Ton) Pengulangan 4T 3.08 T 2T 6T 6.5 T 5T 1 X11 X12 X13 X14 X15 X16 2 3 X21 X31 X22 X32 X23 X33 X24 X25 X25 X35 X26 X36

Jumlah Sampel Dalam penelitian ini keseluruhan sample/benda uji berjumlah 18, dengan rincian sebagai berikut: Tabel 2. Jumlah Sampel Variasi Beban No. AC Variable Penelitian Sumbu 1 4 3x Variabel bebas 2 3.08 3x (Independent Variable) adalah 3 2 3x variasi beban sumbu kendaraan (4T, 3.08T, 6T, 6.5T, 2T, 5T). 4 6 3x Variabel tak bebas (Dependent 5 6.5 3x Variable) adalah besarnya lendutan 6 5 3x balik yang terjadi pada Jumlah Pengujian 18x permukaaan jalan.

Diagram Alir Penelitian

Pengaruh Beban Sumbu Kendaraan Terhadap Lendutan Balik Pada Konstruksi Perkerasan Lentur (AC) Dengan Beban yang Tidak Standart Dengan Memakai Alat Benkelmen Beam (Lendutan Balik)

25
JURNAL ILMU-ILMU TEKNIK - SISTEM , Vol. 6 No.1

Mulai

Studi Literatur

Pemilihan Lokasi Pengujian

Pengujian

Analisis Data

Penetapan Faktor Penyesuaian

Kesimpulan

Selesai

Metode Pengukuran Lendutan Balik 1. Menentukan titik-titik pada jalan yang akan diperiksa dan diberi tanda dengan cat. 2. Pusatkan salah satu ban ganda pada titik yang telah ditentukan tersebut. Apabila yang diperiksa adalah sebelah kiri sebuah jalur maka yang dipusatkan ialah ban ganda kiri. 3. Tumit batang (beam toe) Benkelman beam diselipkan di tengah tengah ban ganda tersebut, sehingga tepat di bawah pusat muatan sumbu ganda, dan batang Benkelman beam sejajar dengan arah truck. Benkelman masih dalam keadaan terkunci. 4. Atur ketiga kaki sehingga Benkelman beam dalam keadaan mendatar (water pass). 5. Lepaskan kunci Benkelman beam, sehingga batang Benkelman beam dapat digerakkan turun naik. 6. Atur batang arloji pengukur sehingga bersinggung dengan bagian atas dari batang belakang. 7. Hidupkan penggetar untuk memeriksa kestabilan jarum arloji pengukur. Dalam pengujian ini penggetar tidak dapat berfungsi sehingga tidak memakai penggetar. 8. Setelah jarum pengukur arloji stabil, atur jarum pada angka nol, sehingga kecepatan perubahan jarum lebih kecil atau sama dengan 0.01 mm/menit atau setelah 3 menit.(catat sebagai pembacaan awal).
Pengaruh Beban Sumbu Kendaraan Terhadap Lendutan Balik Pada Konstruksi Perkerasan Lentur (AC) Dengan Beban yang Tidak Standart Dengan Memakai Alat Benkelmen Beam (Lendutan Balik)

26
JURNAL ILMU-ILMU TEKNIK - SISTEM , Vol. 6 No.1

9. Jalankan truk perlahan lahan maju ke depan dengan kecepatan maksimum 5 km/jam sejauh 6 meter. Setelah truck berhenti,arloji di baca setiap menit, sampai kecepatan perubahan jarum lebih kecil atau sama dengan 0.01 mm/menit atau setelah 3 menit.(catat sebagai pembacaan akhir ). 10. Catat suhu permukaan jalan (tp) dan suhu udara (tu) tiap titik pemeriksaan. Suhu tengah (tt) dan suhu bawah (tb) bila perlu catat setiap 2 jam. 11. Tekanan angin pada ban selalu diperiksa bila dianggap perlu setiap 4 jam dan dibuat selalu (5.5 0.07) kg / cm2. 12. Periksa dan catat tebal lapisan aspal. 13. Hindari penempatan tumit batang dan kaki-kaki Benkelman beam pada tempat yang diperkirakan terjadi pelelehan aspal (bleeding). Metode Pengambilan Sample Dengan Cord Drill 1. Tandai titik yang akan diambil sampelnya. 2. Tempatkan mesin cord drill tepat di atas titik tersebut. 3. Hidupkan mesin tersebut dengan di iringi keluarnya air untuk memperkecil gesekan yang terjadi pada alat dan aspal. 4. Lanjutkan sampai pada kedalaman tertentu. 5. Matikan mesin cord drill, lalu ambil sampel dengan menggunakan obeng. 6. Ukur tebal lapisan perkerasan tersebut. HASIL DAN PEMBAHASAN
Grafik Hubungan Bacaan Awal Dengan Beban 2.5
y = 0.0534x2 - 0.1793x + 0.5789

R = 0.8602

Bacaan Awal

1.5 1

0.5 0

Gambar 1. Grafik Hubungan Bacaan awal dengan Beban (Tipe Polynomial)


Grafik Hubungan Bacaan Awal Dengan Beban
2.5 y = 1.0917Ln(x) - 0.591 2 R = 0.728
2

0
Bacaan Awal
1.5 1 0.5 0

0.5

1.5

2.5

3.5

Beban

4.5

5.5

6.5

Gambar 2. Grafik Hubungan Bacaan Awal dengan Beban (Tipe logarithmic)

Dari Gambar 1 (Tipe Polynomial) dan gambar 2 (Tipe logarithmic) dapat diambil perbandingan antara kedua grafik tersebut. Dalam hal ini grafik 1 yang di pakai dalam perhitungan dikarenakan grafik 1 mempunyai nilai R2 mendekati 1.
Pengaruh Beban Sumbu Kendaraan Terhadap Lendutan Balik Pada Konstruksi Perkerasan Lentur (AC) Dengan Beban yang Tidak Standart Dengan Memakai Alat Benkelmen Beam (Lendutan Balik)

0.5

1.5 1

2.5

3.5 3

Beban

4.5

6 5.5

6.5

27
JURNAL ILMU-ILMU TEKNIK - SISTEM , Vol. 6 No.1

Nilai R2 antara 0 sampai dengan 1, jika nilai R mendekati angka 1 maka model yang digunakan semakin tinggi keterandalanya.Oleh karena itu nilai R (Keterandalan model/koefisien determinasi) yang paling besarlah yang diambil, maka nilai 0.8602 yang mendekati 1.
Grafik Hubungan Bacaan Akhir Dengan Beban
3 y = 0.0862x - 0.4247x + 1.1829 2.5 R = 0.8276
2 2

Bacaan Akhir

2 1.5 1 0.5 0

Gambar 3. Grafik Hubungan Bacaan akhir dengan Beban (Tipe Polynomial)


Grafik Hubungan Bacaan Akhir Dengan Beban
3 2.5 y = 1.1338Ln(x) - 0.3936 R = 0.6304 2 1.5 1 0.5 0
2

0
Bacaan Akhir

Gambar 4. Grafik Hubungan Bacaan akhir dengan Beban (Tipe logarithmic) Dari gambar 3 (Tipe Polynomial) dan gambar 4 (Tipe logarithmic) dapat diambil perbandingan antara kedua grafik tersebut. Dalam hal ini grafik 3 yang di pakai dalam perhitungan di karenakan grafik 3 mempunyai nilai R2 yang mendekati atau kurang dari 1. Besarnya nilai R2 berkisar antara 0 sampai dengan 1. Oleh karena itu nilai R (Keterandalan model/koefisien determinasi) yang paling besarlah yang diambil yang memiliki keterandalan model yang tinggi. Dengan nilai Y (lendutan) yang berbentuk persamaan kuadrat yang memiliki hubungan antara X (beban). Dari Analisa Regresi kedua grafik digunakan untuk mendapatkan bentuk hubungan beban sumbu terhadap lendutan, bentuk hubungan tersebut adalah berupa persamaan sebagai berikut: 1. Hubungan antara beban terhadap lendutan pada bacaan awal pada gambar 1 dirumuskan dalam persamaan sebagai berikut: y = 0.0534x2 0.1793x + 0.5789 dengan derajat keandalan (R2) = 0,8602 Dimana: y = Nilai lendutan
Pengaruh Beban Sumbu Kendaraan Terhadap Lendutan Balik Pada Konstruksi Perkerasan Lentur (AC) Dengan Beban yang Tidak Standart Dengan Memakai Alat Benkelmen Beam (Lendutan Balik)

0.5
0 0.5

1
1

1.5
1.5

2
2

2.5
2.5

3
3

Beban

Beban

3.5
3.5

4
4

4.5
4.5

5
5 5.5

5.5
6

6
6.5

6.5
7

28
JURNAL ILMU-ILMU TEKNIK - SISTEM , Vol. 6 No.1

x = Nilai beban sumbu kendaraan R2 = Derajat keandalan Hal ini membuktikan bahwa besarnya bacaan awal = 86.02% dipengaruhi oleh faktor besarnya beban sumbu kendaraan dan nilai 13.98 dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diketahui pada penelitian ini. 2. Hubungan antara beban terhadap lendutan pada bacaan akhir dirumuskan dalam persamaan sebagai berikut: y = 0.0862x 0.4247x2 + 1.1829 dengan derajat keandalan (R2) = 0,8276 Dimana: y = Nilai lendutan x = Nilai beban sumbu kendaraan R2 = Derajat keandalan Hal ini membuktikan bahwa besarnya bacaan awal = 82,76% dipengaruhi oleh faktor besarnya beban sumbu kendaraan dan nilai 17,24% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diketahui pada penelitian ini. PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan dari hasil penelitian yang telah di dapatkan beberapa hasil dan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Dari hasil penelitian didapatkan data antara hubungan penggunaan beban yang tidak standart pada permukaan jalan. 2. Dari hasil penelitian didapatkan semakin besar beban sumbu kendaraan semakin besar pula lendutan yang terjadi. 3. Faktor penyesuaian lendutan balik akibat penerapan beban yang tidak sesuai dengan standart diambil bacaan awal dan akhir persamaan kuadratik Pembacaan awal dengan faktor penyesuaian sebesar 0,0534 dan 0,1793 Pembacaan akhir dengan faktor penyesuaian sebesar 0,0862 dan 0,4247 Saran 1. Penggunaan beban yang tidak standart pada permukaan jalan yang sering terjadi di lapangan. 2. Dengan didapatkan faktor penyesuaian lendutan balik, akibat beban yang tidak standart maka dapat dilanjutkanmencari lendutan dengan beban yang standart dan kendaraan yang standart. DAFTAR RUJUKAN AASHTO. 1972. Intern Guide For Design of Pavement Structures. Publised By The American Association of State Higway and Transportation Official. Anonim. 1997. Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI). PU Binamarga, Jakarta. Anonim. 1999. Manajemen Lalulintas. Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Jakarta. Fachrurrozi. 1996. Manajemen Lalulintas. Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Fachrurrozi. 1996. Teknik Lalulintas. Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. SNI 03-1732-18-989. Perencanaan Tebal Perkerasan Dengan Analisa Komponen. SNI 03-2416-1991. Metoda Pengujian Lendutan Perkerasan Lentur Dengan Alat Benkelman Beam.

Pengaruh Beban Sumbu Kendaraan Terhadap Lendutan Balik Pada Konstruksi Perkerasan Lentur (AC) Dengan Beban yang Tidak Standart Dengan Memakai Alat Benkelmen Beam (Lendutan Balik)