Anda di halaman 1dari 1

ABSTRAKSI

Dalam proses kegiatan bongkar muat khususnya muatan LPG perlu dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, hal tersebut memerlukan persiapan yang matang, baik dari pihak kapal maupun pihak darat. Pada dasarnya penanganan hambatan bertujuan untuk mengatasi masalah agar dapat diselesaikan dengan baik pada saat proses bongkar muat. Permasalahan yang penulis ambil disini adalah hambatan apa yang terjadi saat proses bongkar muat LPG type-C dikapal MT. Gas Indonesia? Upaya-upaya apakah yang harus dilaksanakan untuk mengatasi hambatan-hambatan yang timbul saat proses bongkar muat dikapal MT. Gas Indonesia? Landasan yang digunakan disini adalah penanganan muatan, yaitu suatu pengetahuan tentang memuat dan membongkar muatan dari dan keatas kapal yang sedemikian rupa agar terwujud lima prinsip pemuatan yang baik. Bongkar muat adalah suatu kegiatan pelayaran memuat ataupun membongkar suatu muatan dari dermaga, tongkang, truck ke dalam palka atau geladak, dengan menggunakan derek kapal maupun darat atau dengan alat bongkar lainnya, dimana barang yang dipindahkan dari dan ke atas kapal. Dalam skripsi ini menggunakan metode penelitian secara diskriptif kualitatif yaitu mengumpulkan data-data melalui observasi dan wawancara secara langsung pada awak kapal dan pihak darat seperti loading master maupun agen tentang permasalahan yang terjadi. Berdasarkan hasil penelitian, kenaikan suhu tangki secara tiba-tiba disebabkan karena pengaruh suhu dari luar dan faktor pemuatan yang cepat. Agar tidak terjadi bahaya saat pemuatan berlangsung, maka kenaikan suhu tangki harus segera diturunkan dengan tindakan yang dilakukan yaitu dengan metode cooling down, mengurangi vapour dengan cargo compressor, menggunkan vapour return line dan cargo spray line. Terjadinya keadaan darurat atau kecelakaan dikarenakan kurangnya pengetahuan crew akan muatan LPG, inilah yang menjadi hambatan dan kendala dalam penelitian, penulis membahas masalah tersebut untuk meningkatkan kedisiplinan dan kesadaran awak kapal dalam menangani muatan LPG dengan memberikan penyuluhan, motivasi dan pengetahuan tentang muatan LPG, diantaranya dengan memberikan program sebagai berikut : safety meeting, memutar slide atau film dan menempelkan poster dan MSDS (Material Safety Data Sheet). Kesimpulan penelitian adalah mengetahui penanganan hambatan bongkar muat pada kapal tanker LPG/C, agar awak kapal mengerti tentang penanganan muatan LPG agar saat proses bongkar muat aman dan lancar, saran-saran yang diberikan yaitu sebaiknya awak kapal mengikuti program sertifikasi LGT (Liquid Gas Tanker) dasar untuk bekerja dikapal tanker gas, dengan harapan agar seluruh awak kapal dapat meningkatkan kesigapan apabila terjadi suatu permasalahan yang timbul saat proses bongkar muat. Kata kunci : bongkar muat, tanker LPG/C, vapour, awak kapal, temperatur xiii