Anda di halaman 1dari 15

PERENCANAAN TATA LETAK PABRIK

MODUL 5
MULTY PRODUCT PROCESS CHART

Dosen Ir. Fajar Kurniawan, M.Si

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS MERCU BUANA

MODUL 5 MULTY PRODUCT PROCESS CHART A. Tujuan Instruksional Setelah kuliah selesai mahasiswa diharapkan dapat membuat Multy Product Process Chart B. Materi Pembahasan 1. Terinologi MPPC 2. Studi Kasus MPPC

1. MULTY PRODUCT PROCESS CHART (MPPC) Beberapa teknik yang akan digunakan dalam merencanakan aliran proses produksi yaitu : Peta Produk Darab (Multi Product Process Chart = MPPC) Diagram Tali Menggambarkan aliran unsur pada tata letak daerah tertentu dengan menggunakan tali, benang untuk menunjukkan perpindahan elemen pada suatu daerah. Peta Proses Menggambarkan langkah-langkah proses pada suatu tabel. Merupakan teknik yang paling umum dalam perencanaan dan penganalisaan aliran barang. Untuk perencanaan diperlukan pengetahuan banyak tentang kegiatan yang akan dilaksanakan di bandingkan peta rakitan atau peta proses karena peta ini memberi ciri-ciri tentang langkah-langkah perpindahan barang. Diagram Aliran Suatu gambaran grafis dari langkah-langkah proses yang dibuat si atas tata letak suatu tempat yang sedang dikaji. Berguna sebagai pendukung peta proses.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir.Fajar Kurniawan, M.Si.

PERC. TATA LETAK PABRIK

Peta Proses Aliran Merupakan kombinasi antara peta proses oprasi (OPC) dan peta proses untuk tiap komponen produk atau rakitan. Digambarkan secara keseluruhan proses secara lengkap pada gambaran grafisnya. Peta Dari-Ke Teknik baru yang digunakan dalam pekerjaan tata letak dan material handling. Peta ini berguna apabila barang yang mengalir pada suatu wilayah sangat banyak. Selain itu, berguna jika keterkaitan terjadi antara beberapa kegiatan dan jika di inginkan adanya penyusunan kegiatan optimum. Peta Prosedur Teknik yang digunakan untuk menunjukkan aliran komunikasi lisan atau tertulis antara kegiatan, departemen, manusia, dan untuk menunjukkan aliran barang yang di ikat oleh komunikasi tersebut. Dengan adanya informasi, maka berpengaruh dalam menentukan efisiensi kegiatan. Jaringan Lintasan Kritis Merupakan pengembangan dari Gantt Chart, menggunakan bagan jaringan untuk memberi gambaran grafis hubungan antar tahap suatu proyek. Perkiraan penyelesaian setiap kegiatan dalam proyek digunakan untuk menentukan jalur kritis yaitu urutan dari kejadian yang menggambarkan waktu total minimum yang dibutuhkan proyek. Dengan teknik-teknik yang akan digunakan dalam merencanakan aliran proses produksi, maka pada bagian ini akan dibahas mangenai MPPC (Multi Product Process Chart) secara lebih detail. Multi Product Process Chart merupakan suatu peta yang digunakan untuk menganalisis aliran barang dalam pabrik yang sudah ada maupun untuk perencanaan pabrik baru dan mempunyai keterkaitan dengan Peta Proses Operasi (OPC). MPPC (Multi Product Process Chart) juga merupajan suatu diagram yang menunjukkan urutan-urutan proses untuk masing-masing komponen yang akan diproduksi. Fungsi dari peta ini yaitu untuk menunjukkan keterkaitan produksi antar komponen atau antar produk mandiri, bahan, bagian, pekerjaan, atau kegiatan. Selain itu, peta ini juga digunakan untuk membantu oparasi Job-Shop. Job Shop merupakan bagian dari

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir.Fajar Kurniawan, M.Si.

PERC. TATA LETAK PABRIK

diagram perancangan proses produksi. Dalam Process Design terdapat tiga tipe aliran dasar yaitu : Flow Shop, Job Shop dan Proyek. Flow Shop merupakan suatu pembuatan produk yang memiliki rancangan dasar yang cenderung tetap beberapa waktu lama dan dikehendaki memenuhi pangsa pasar yang besar. Definisi bengkel produksi berdasarkan Flow Shop bisa dinyatakan sebagai suatu pabrik dimana proses konversi input menjadi output akan terjadi dengan menggunakan langkah-langkah operasi yang sama dengan peralatan khusus dan biasanya berlangsung dalam posisi tetap selama lintasan produksi diselenggarakan. Salah satu bentuk ekstrim dari Flow Shop adalah continous process dimana disini material akan bergerak mengalir dari suatu proses ke proses lainnya secara konstan. Flow Shop memiliki dua tipe yaitu : Continous flow shop dan intermittent flow shop. Pada Continous flow shop proses produksi berjalan untuk menghasilkan satu jenis produk, contohnya gula, rokok, aspal, dll. Intermittent flow shop proses produksi bisa diinterupsi secara periodic untuk membuat model produk yang memiliki spesifikasi berbeda tetapi tetap memiliki urutan atau langkah proses yang sama, contohnya seperti : botol, mobil, dll. Job Shop didefinisikan sebagai proses konversi dimana unit-unit produk yang berasal dari order yang berbeda-beda dibuat mengikuti langkah-langkah yang berbeda dan melalui fasilitas produksi yang dikelompokkan sesuai dengan jenis atau fungsi kerjanya. Kebutuhan untuk bisa memiliki fleksibilitasdalam menangani berbagai macam desain produk tidak bisa tidak memerlukan penggunaan mesin, peralatan kerja atau tenaga kerja yang berubah. Hal ini berarti sangat diperlukan tenaga kerja yang memiliki skill yang tinggi dan mesin-mesin yang memiliki banyak fungsi. Konsekuensi adanya fleksibilitas yang di peroleh dari tipe job shop akan berakibat pada waktu pemrosesan yang lebih lama, kebutuhan untuk menyediakan area yang luas untuk menyimpan produk atau komponen setengah jadi. Hal tersebut berakibat waktu penyimpanan produk keluaran menjadi lambat, kualitas produk menjadi bervariasi dan biasanya poduksi menjadi lebih mahal dibandingkan dengan tipe lainnya yaitu Flow Shop dan Proyek. Proyek adalah suatu proses kerja yang menghasilkan produk (output) yang agak kompleks sifatnya dan biasanya hanya dibuat satu kali pada saat tertentu. Disini akan

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir.Fajar Kurniawan, M.Si.

PERC. TATA LETAK PABRIK

memerlukan sejumlah kegiatan yang menggunakan sumber-sumber terbatas yang harus dikoordinasikan secara ketat. Umumnya output dari kegiatan proyek tidak akan berulang pada saat dan lokasi yang sama dalam jangka waktu yang singkat. Kebutuhan untuk mengelola kegiatan proyek tidak hanya muncul dari organisasi usaha berorientasi pada proyek-proyek khusus semacam movie studio, jasa konstruksi atau jasa konsultasi. Ketiga proyek juga akan muncul dan berkaitan dengan sistem flow dan bilamana diperlukan desain, evaluasi serta produk baru. Diagram Perancangan Proses Produksi

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir.Fajar Kurniawan, M.Si.

PERC. TATA LETAK PABRIK

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir.Fajar Kurniawan, M.Si.

PERC. TATA LETAK PABRIK

Pembentukan Multi Product Process Chart (MPPC) yaitu : Menuruni sisi kertas, tulis daftar departemen atau bagian, proses dan mesin yang harus dilalui unsure-unsur atau komponen. Dapat diurut dari atas ke bawah dalam urutan geografis, sebagaimana yang terjadi pada peralatan atau dalam urutan logis, semua faktor diperhitungkan. Sepanjang baris atas, tulislah komponen, produk dsb yang sedang dikaji. Untuk perencanaan lebih dari 20 sampai 25 barang bagilah komponen menjadi kelompok komponen yang serupa dan bekerja dengan kelompok-kelompok itu, serta kerjakan unsur utama saja atau bisa digunakan Peta Dari-Ke. Barang harus disusun dalam urutan logis karena kesamaan operasi yang dibutuhkannya. Dalam hal ini pembentukan peta juga akan menunjukkan kekeliruan dalam penyusunan. Dari lintasan produksi catatlah operasi pada tiap barang, berhadapan dengan nama departemen, proses atau mesin yang sesuai di bawah barang yang sesuai dengan lingkaran yang mengandung nomor operasi dari lintasan produksi. Hubungkan lingkaran menurut urutannya, meski pun mungkin saja terjadi garis balik. Kaji peta yang dihasilkan untuk: langkah balik yang menunjukkan kemungkinan penyusunan ulang departemen. Kesamaan pola aliran yang menunjukkan kebutuhan akan proses yang sama pada wilayah yang sama, waktu yang sama. Pedoman penyusunan yang akan menghasilkan pola aliran yang efisien. Aliran produksi merupakan aliran yang diperlukan untuk memindahkan elemenelemen produksi mulai dari awal proses sampai akhir proses menurut lintasan yang dianggap paling efisien. Proses aliran material akan dapat diklasifikasikan menjadi tiga tahapan, yaitu : a. Gerakan perpindahan semua elemen mulai dari sumber asal menuju ke pabrik yang akan mengelolanya. b. Gerakan perpindahan dari material di dalam dan disekitar pabrik selama proses produksi berlangsung.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir.Fajar Kurniawan, M.Si.

PERC. TATA LETAK PABRIK

c. Gerakan perpindahan yang meliputi aktivitas distribusi daripada produk jadi yang dihasilkan menuju ke lokasi pemesanan. Beberapa keuntungan dari aliran material ini yaitu : a. menambah efisiensi dari proses produksi yang ada. b. Pendayagunaan dari floor space yagn lebih baik. c. Aktivitas material handling yang akan berlangsung secara lebih sederhana. d. Pendayagunaan segala fasilitas produksi secara lebih baik sehingga waktu menggangur akan dapar dikurangi. e. Mengurangi waktu pengerjaan dan in-process inventory. f. Pandayagunaan tenaga kerja lebih efisien. g. Mengurangi kemungkinan terjadinya kerusakan produk yang dihasilkan. h. Mengurangi jarak perpindahan material. i. j. Memudahkan aktivitas supervisi, mempermudah proses handling. Mengurangi terjadinya kecelakaan-kecelakaan saat operasi berlangsung.

Pola aliran bahan untuk proses produksi merupakan pola aliran yang dipakai untuk pengaturan aliran bahan dalam proses produksi yang mana disini akan dibedakan menurut : straight line, zig-zag, U-shaped, Circular, Odd angle.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir.Fajar Kurniawan, M.Si.

PERC. TATA LETAK PABRIK

Contoh gambar Multi Product Process Chart (MPPC) :

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir.Fajar Kurniawan, M.Si.

PERC. TATA LETAK PABRIK

Tujuan Multi Product Process Chart (MPPC) Tujuan dari pembuatan Multi Product Process Chart (MPPC) yaitu untuk dapat memahami aliran proses produksi suatu produk secara keseluruhan beserta dengan total waktu pengoperasian mesin yang digunakan. Berdasarkan Multi Product Process Chart (MPPC) tersebut akan dipelajari dan dianalisis dua hal yang memiliki pengaruh yagn cukup signifikasi dalam perencanaan layout seperti : Aliran balik (backtracking), dimana dalam hal ini ditunjukkan dengan adanya aliran balik akibat fasilitas produksi tidak ditempatkan sesuai dengan urutan prosesnya. Backtracking dalam proses perancangan layout merupakan indikator penting karena hal tersebut akan menunjukkan lamgkah pemindahan material yang sama sekali tidak efisien. Pengelompokkan pola aliran (flow pattern) yaitu pengelompokkan komponen yang memiliki urutan proses pengerjaan dan menggunakan mesin yang sama. Hal ini akan penting dalam penyusunan tata letak berdasarkan pengelompokkan proses produksi (Group Layout). Untuk lebih efisien lagi maka dapat pula diindikasikan proses-proses produksi pembuatan komponen yang melalui area yang sama dan pada saat yang bersamaan pula. Dengan pembuatan Multi Product Process Chart (MPPC) akan dapat memberikan semacam petunjuk pengaturan tata letak produksi yang mestinya akan menghasilkan pola aliran yang efisien. Input Multi Product Process Chart (MPPC) Input dari Multi Product Process Chart (MPPC) yaitu OPC (Operation Process Chart) dan Routing Sheet. OPC (Operation Process Chart) atau yang dikenal dengan peta proses operasi adalah salah satu teknik yang paling berguna dalam perencanaan produksi. Peta proses operasi adalah diagram tentang proses dan telah digunakan dalam berbagai cara sebagai alat perencanaan dan pengendalian. OPC (Operation Process Chart) menunjukkan langkah-langkah secara kronologis dari semua operasi inspeksi, waktu longgar dan bahan baku yang digunakan di dalam suatu proses manufacturing, yaitu mulai dari datangnya bahan baku sampai ke proses pengepakkan (packaging). Peta ini melukiskan peta operasi dari seluruh

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir.Fajar Kurniawan, M.Si.

PERC. TATA LETAK PABRIK

10

komponen dan sub assembly ke main assembly. Pembuatan OPC merupakan langkah awal dalam urutan langkah untuk merencanakan tata letak fasilitas dan pemindahan bahan. Beberapa kegunaan OPC (Operation Process Chart) : 1. Menunjukkan operasi yang harus dilakukan untuk tiap komponen. 2. Menunjukkan urutan operasi pada tiap komponen. 3. Menunjukkan urutan fabrikasi dan rakitan dari tiap komponen. 4. Menunjukkan hubungan antar komponen. 5. Menunjukkan sifat pola aliran bahan. 6. Untuk mengetahui kebutuhan akan mesin dan penganggarannya. 7. Memperkirakan kebutuhan akan bahan baku. 8. Sebagai alat untuk menentukan tata letak pabrik. 9. Sebagai alat untuk melakukan perbaikan cara kerja yang sedang dipakai. 10. Mengkombinasikan lintasan produksi dan peta rakitan sehingga memberi informasi yang lebih lengkap. 11. Menunjukkan sifat masalah penanganan bahan. 12. Menunjukkan kesulitan yang mungkin timbul dalam aliran produksi 13. Menunjukkan konsistensi mesin, peralatan dan pekerja. 14. Membedakan antara komponen yang dibuat dengan komponen yang dibeli. 15. Membantu perencanaan tempat kerja mandiri. 16. Menunjukkan titik tempat komponen memasuki proses. Routing Sheet Routing Sheet merupakan tabulasi langkah-langkah yang dicakup dalam memproduksi komponen tertentu dan rincian yang perlu diketahui dari hal-hal yang saling berkaitan. Routing Sheet berguna untuk menghitung jumlah mesin yang dibutuhkan dan untuk menghitung jumlah part yang harus dipersiapkan dalam usaha memperoleh sejumlah prosuk jadi yang diinginkan. Informasi Dalam Routing Sheet (pengurutan produksi) yaitu: 1. Nama dan jumlah komponen 2. Jumlah dan urutan operasi 3. Nama operasi 4. Keterangan operasi 5. Nama dan jumlah mesin 6. Jumlah dan besar perkakas serta alat bantu lain

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir.Fajar Kurniawan, M.Si.

PERC. TATA LETAK PABRIK

11

7. Jumlah departemen 8. Kebakuan produksi 9. Jumlah operator 10. Kebutuhan ruang 11. Kecepatan dan ingsut 12. Tanggal efektif 13. Klasifikasi buruh 14. Bahan baku Contoh pengurutan produksi yaitu:

Pengurutan Produksi Produk : Ragum Disiapkan oleh : AMJ No Uraian Operator Potong menurut 10 20 30 40 panjangnya Frais kedua ujung Gerek dasarnya Bor, 2 lb (poros 1) Lubangi bawah (poros 2) Gerek 2 lb (poros 3) Uliri 2 lb (poros 4) 50 Keraskan dan tarik Gerinda permukaan 60 70 80 depan Gerinda permukaan belakang Bersihkan lubang & pelapisan pelindung Komponen : Moncong ragum Tanggal : 6 April Peralatan Mesin Penunjang Gergaji logam bermesin Frais datar Penggerek Penggerak mesin bor Tanur tangki pendingin Pelat Gerinda permukaan Gerinda permukaan Gerinda tangan Sikat kawat genggam magnetik 0.4 0.2 0.15 0.025 0.0167 0.0083 40 60 120 0.5 0.015 200 Ragum Pisau Frais 0.25 0.5 0.3 0.4 0.004 0.0167 0.0083 0.0167 250 60 120 60 No komponen : 552 Lembaran : 1 Waktu persiapan Jam/sat. Dari : 1 Sat./jam

Kontak atau mal

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir.Fajar Kurniawan, M.Si.

PERC. TATA LETAK PABRIK

12

Salah satu gambaran tentang kerumitan dan luasnya pekerjaan rekayasawan proses dalam suatu industri produksi massal dapat diperoleh dari sebuah contoh yang didasarkan atas komponen mobil yaitu poros yang digunakan pada transmisi. Merupakan poros baja dengan panjang 20 cm, benda ini beralur pada salah satu ujungnya dengan dua roda gigi dekat pusatnya. Diperlukan 39 mesin untuk membuat poros ini termasuk palu bermesin, mesin pemusat, bubut, gerinda, pemotong gigi, pemoles gigi dan lebih banyak lagi. Di samping 39 mesin, diperlukan 194 cetakan, gigs, dan perkakas lain. Dan untuk semuanya, diperlukan 157 alat ukur presisi untuk meyakinkan bahwa pekerjaan dikerjakan dengan cermat. Poros itu merupakan salah satu komponen sederhana dari 10.000 komponen lebih yang membentuk sebuah mobil masa kini. Output Multi Product Process Chart (MPPC) Output dari Multi Product Process Chart (MPPC) ada dua, yaitu kita dapat mengetahui kebutuhan mesin dan juga jumlah total mesin yang digunakan untuk menghasilkan suatu unit barang jadi. MULTI PRODUCT PROCESS CHART (MPPC)

F A R I K A S I A A S

Komponen Peralatan Receiving MS. OB. Bending MS. Press MS. Mlt. Boring MS. Db. Pierching Bak Nikel

Fabrikasi 100 200

Jumlah ASSMB Jumlah Mesin 500 Mesin 6 6 11 9 6

Bangku 1 Storage Elektrik Saw Driver Storage Shipping OutPut : Jumlah Total Mesin

MPPC Komponen Peralatan Receiving F Fabrikasi 100 200 Jumlah mesin Assembly 500 Jmlh Mesin Total

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir.Fajar Kurniawan, M.Si.

PERC. TATA LETAK PABRIK

13

abrikasi

Mesin Ob.Bending Mesin Press Mesin Mlt.Boring Mesin Ob.Pierching Bak Nikel Bangku Storage Electric Scrw Driver Storage Shipping Output : Jumlah Total Mesin

2 2 4 3 2

4 4 7 6 4 1

6 6 11 9 6 1 2 2

6 11 9 6 1 1 2 41

3. DAFTAR PUSTAKA Wignjosoebroto,Sritomo.Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan. Edisi Ketiga. Surabaya : Prima Printing.Cetakan ke 3 tahun 2003 Apple, James M. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan. Edisi Ketiga. Bandung: ITB.1990

AAS

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir.Fajar Kurniawan, M.Si.

PERC. TATA LETAK PABRIK

14

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir.Fajar Kurniawan, M.Si.

PERC. TATA LETAK PABRIK

15