Anda di halaman 1dari 10

1. Kepribadian Unsur-unsur Kepribadian (1) o Temperamen (tabiat) : salah satu aspek kepribadian yg berhubungan erat dg konstitusi fisik, bawaan.

. Oleh karena itu sukar dipengaruhi => lebih menetap o 3 aspek temperamen: 1) Kelincahan (motilitas) => kondisi neuro-musculo-skeletal 2) Daya hidup (vitalitas) => kead hormonal, SSO 3) Daya rasa (emosionalitas) => kead SSP dan neurohormon Unsur-unsur Kepribadian (2) o Karakter/watak : keseluruhan kead dan cara bertindak thd suatu rangsangan; terus berkembang dlm masa kehidupan; berkaitan erat dg fungsi SSP dipengaruhi oleh faktor eksogen (lingkungan, pengalaman, pendidikan dan motivasi) o berwatak : kemauan yg teguh dan kukuh o tak berwatak : tak berpendirian, tanpa tujuan Unsur-unsur Kepribadian (3) o Mood (suasana perasaan) secara keseluruhan o kepercayaan diri, ambisi dan aspirasi o kerohanian dan moralitasnya o hub sosial dg keluarga, teman & lingkungan o pola perilaku yg cendrung menetap, berkem-bang sejak dini, sbg interaksi faktor konstitusi & pengalaman hidup Struktur Kepribadian (Sigmund Freud) o Id : pleasure principle , kepuasan, tak kenal waktu dan logika o Ego : reality principle bersifat sadar (proses intelektual), prasadar (daya ingat), nir-sadar (mekanisme pertahanan) o Superego : the source of conscience (hati nurani), berkaitan dg norma, etik, agama Tipologi Kepribadian (CG Jung) o Introvert : memikirkan diri sendiri, peka thd kritik, menahan ekspresi emosi, cepat tersinggung, membesarkan kesalahan diri o Extrovert : melihat kenyataan dan keharusan tak peka thd kritik, ekspresi emosi spontan, tak banyak menganalisis dan kritik diri Gangguan Kepribadian (1) o suatu proses perkembangan yg timbul pd masa kanak/remaja dan berlanjut pd masa dewasa (diatas usia 18 th) o bukan kead sekunder dari gangguan jiwa lain atau penyakit otak, meskipun dpt mendahului dan timbul bersamaan dg gangguan jiwa lain Gangguan Kepribadian (2) o Sikap dan perilaku yg amat tak serasi yg meliputi bbp bidang fungsi, mis: afek, kesadaran, pengendalian impuls, cara memandang dan berpikir, serta gaya berhubungan dg orang lain o berlangsung lama, tidak terbatas pada episode penyakit o pervasif dan jelas maladaptif thd berbagai kead pribadi dan sosial yg luas (norma sosial, peraturan dan kewajiban) o menjurus kepd penderitaan pribadi yg berarti Gangguan Kepribadian (3) o Deviasi ekstrim dari cara2 kebanyakan individu dari budaya tertentu dlm melakukan persepsi, berpikir, merasakan, dan berhubungan dg orang lain

Psikopatologi | 1

o o

respons yg tidak fleksibel thd sebagian besar situasi sosial dan personal, shg menimbulkan distres, gangguan kinerja dan fungsi sosial kepribadian yg sulit, shg mengganggu manajemen dari masalah keswa lain

2. Penampilan o Penampilan fisik : postur tubuh, rambut, kebersihan diri, cara berpakaian, raut wajah, kaca mata, gambaran lain yang mencolok Sikap (1) o Indifferent : tak ada kecendrungan, netral o Apatis : acuh tak acuh, masa bodo o Kooperatif : bersahabat, bekerja sama o Negativistik : menentang tanpa alasan yg obyektif o Dependen : menggantungkan diri pd orang lain o Curiga : tak percaya, ragu thd maksud baik org o Rigid : kaku, tak fleksibel Sikap (2) o Berubah-ubah : tak stabil, ada kegelisahan o Tegang : tak tenang, tak santai o Pasif : tanpa inisiatif, menurut saja, menyerah o Aktif : penuh inisiatif o Stereotipik : bertahan dalam satu posisi o Bermusuhan (hostile) : ingin menyerang o Infantil : kekanak-kanakan 3. Perilaku & Aktivitas Psikomotor Katatonia : anomali motorik pd gangguan non-organik: o Katalepsi : posisi tak bergerak yg dipertahankan o Furor Katatonik : agitasi, aktivitas motorik tanpa tujuan tanpa stimuli eksternal o Stupor Katatonik : aktivitas motorik yg melambat secara nyata => tak bergerak, tak sadar akan lingkungan o Sikap Katatonik : sikap/postur aneh, tak serasi yg volunter, dipertahankan utk bbp waktu yg lama o Fleksibilitas Cerea : pengaturan posisi tubuh yg dipertahankan utk bbp saat, spt lilin
o o o o o o o o

Negativisme : menentang tanpa motivasi segala perintah atau upaya utk menggerakkan Katapleksi : kehilangan sementara tonus otot dan kelemahan yg dicetuskan oleh kondisi emosional Stereotipi : gerakan fisik/pembicaraan yang berulang dan menetap, mis mencabuti rambut Manerisme : gerakan kebiasaan involunter yg melekat, shg menarik perhatian orang Otomatisme : gerakan otomatik yg biasanya merupakan aktivitas simbolik nirsadar Otomatisme perintah : mengikuti perintah Mutisme : tidak bersuara tanpa abnormalitas organ (struktur) Ekopraksi : mengikuti gerakan pemeriksa, imitasi patologik dari gerakan orang lain
Psikopatologi | 2

o o o o o o

Berkoordinasi : harmonis, luwes, fleksibel Mimikri : aktivitas motorik imitatif dan sederhana pd masa kanak Agresi : tindak kekerasan yg bertujuan (verbal/fisik), bagian motorik dari afek kegusaran Pemeranan (acting out) : ekspresi langsung dari keinginan Hipoaktivitas (hipokinesis) : penurunan aktivitas Hiperaktivitas : aktivitas berlebih: - Agitasi psikomotor : aktivitas motorik & kognitif yg berlbhan, tak produktif, krn ketegangan dalam - Hiperkinesis : aktivitas destruktif, agresif, tak kenal lelah, sering berkaitan dg patologi otak - Tik (tics) : gerakan motorik spasmodik, involunter - Somnambulisme : aktivitas motorik selama tidur - Akathisia : ketegangan otot sekunder krn obat antipsikotik (gelisah, bolakbalik) - Ataxia : kegagalan koordinasi otot, gerakan otot yg iregular Poliphagia : makan berlebihan secara patologik Kompulsi : tak dpt mengendalikan impuls untuk melakukan perbuatan berulang Dipsomnia : kompulsi minum alkohol Kleptomania : kompulsi mencuri Nymphomania : kebutuhan berlbh dan kompulsif utk koitus pada wanita Satyriasis : kebutuhan berlbh utk koitus pd laki-laki Trichotillomania : kompulsi mencabuti rambut Ritual : aktivitas otomatik, kompulsif, dg tujuan mengurangi anxietas

o o o o o o o o

4. Pembicaraan o Aspek fisik dari pembicaraan : kecepatan, volume, banyaknya informasi: cepat/lambat, monoton, keras/perlahan, pelo, berbisik, gagap, disprosodi (irama), disartria (artikulasi) dsb o Mutisme : membisu Gangguan Afasik o Afasia motorik (A Broca, A tak fasih, A ekspresif) : mengerti ucapan, tetapi tak dpt mengutarakan o A sensorik (A Wernicke, A fasih, A reseptif) : tak mengerti arti kata (ucapan), tapi dpt mengutarakan (bicara lancar, inkoheren) o A nominal (anomia, A amnestik) : tak mampu menemukan nama yg tepat dari suatu obyek o A sintaktis : tak mampu menyusun kata2 menurut urutan yg tepat o A logat khusus (jargon) : neologistik, diulang-ulang o A global : A motorik + A sensorik yg berat 5. Emosi
o o

Hypothym : murung, pedih, muram, sedih, melankolis, berkabung, putus asa, ditolak sampai depresi berat Hyperthym : bahagia, senang, gembira, puas, terhibur, kenikmatan inderawi, ekstase, hipoman sampai mania

Psikopatologi | 3

o o o o

Dysthym : marah, beringas, mengamuk, benci, jengkel, berang, tersinggung, bermusuhan sampai tindak kekerasan (agresi) atau kebencian patologis Ketakutan : cemas, takut, khawatir, waswas, waspada, ngeri sampai anxietas, fobia, panik, waham kejar Malu : sesal, hina, aib, rasa salah, malu hati, hati hancur, waham dosa Cinta : sayang, bakti, penerimaan, kepercayaan, dekat, persahabatan, hormat, kasmaran sampai kasih agape (positif), atau waham (negatif/patologik) - Erotomania, merasa dicintai oleh bintang film terkenal. - Eros, cinta berdasarkan birahi, fisik, kekayaan, jabatan, kekuasaan. - Filos, cinta persaudaraan, pertemanan, kelompok, suku. - Agape, cinta tampa pamrih, tulus, tanpa minta balasan. Alexithymia : tak bisa merasakan suasana perasaan diri sendiri dan orang lain (tak bisa empati) Affect (ekspresi afektif) respons emosional eksternal Stabil : stabil bila respons emosi menetap, labil bila respons emosi cepat berubah Dalam : bila respons emosinya mendalam, seperti sedih sekali atau senang sekali; dangkal/tumpul bila respons emosinya sedikit saja Datar : respons emosi yang tak ada Luas : bila respons emosi timbul oleh rangsang emosi tak langsung, misalnya timbul respons emosi (sedih), ketika membicarakan warna kesenangan isteri yang almarhumah; sempit/terbatas bila respons emosi sedikit dengan rangsang emosi yang langsung, respons emosi yang sedikit, walaupun melihat foto isteri yang almarhumah yang dicintainya Serasi/tak serasi : respons emosi sesuai/tak sesuai dg rangsang emosinya Empati (einfuhlung) : pemeriksa/pasien dapat meraba rasakan respons emosi pasien/pemeriksa Sungguh-sungguh (echt) bila respons emosinya tidak dibuat-buat atau berpurapura (unecht) Dramatisasi : respons emosi disertai dengan gerakan tubuh/anggota tubuh

o o o o o o

o o o o

6. Kesadaran Kesadaran Psikiatris o Kesadaran psikiatris tampak tak terganggu : - tampak biasa, wajar, tenang, tak ada sikap/perilaku yg aneh/kacau, tak tampak seperti orang yg tidak waras o Kesadaran psikiatris tampak terganggu : - perilaku yang kacau - perilaku katatonik o Tampak seperti orang yang tidak waras jiwanya Sensorium o Glasgow Coma Scale (Selhorst J.B. 1989) o Reaksi mata (E ) 1-4 o Reaksi bicara (V) 1-5 o Reaksi motorik (M) 1-6 o Nilai : 3 - 15 (koma soporous/stupor delirium/berkabut somnolent - apatis kompos mentis)
Psikopatologi | 4

Fungsi Kognitif (Intelektual) o Berkaitan dg GMO o Taraf pendidikan o Pengetahuan umum o Kecerdasan - rata-rata normal - di atas/d ibawah rata-rata o Perhatian o Konsentrasi o Orientasi - waktu, tempat, personal o Daya ingat - segera, jangka pendek, jangka panjang o Pikiran abstrak o Kreativitas o Kemampuan Visuospasial (melukis jam, mis. Pk 14.30) Taraf Kecerdasan (Inteligensi) Pengukuran Intelligence Quotient o MA o IQ = ------ X 100 o CA o IQ = intelligence quotient o MA = mental age (tes IQ) o CA = chronological age (max 15) o > 110 : superior o 81 - 110 : normal (rata2) o 71 - 80 : terbelakang o 50 - 70 : RM ringan o 35 - 49 : RM sedang o 20 - 34 : RM berat o < 20 : RM sangat berat (idiot) Kecerdasan multiple (Multiple Intelligences-MI) Teori tentang MI ini dikembangkan pada 1985 oleh Dr Howard Gardner, seorang professor pendidikan di Universitas Harvard. Dikatakan bahwa penilaian kecerdasan berdasarkan pengukuran IQ adalah sangat terbatas. Untuk menilai potensi pada anakanak dan dewasa yang lebih luas, Dr Gardner mengajukan delapan macam kecerdasan yang berbeda, yaitu :
o o o o o o o

Kecerdasan linguistik tentang kata-kata (Linguistic intelligence word smart ) Kecerdasan logis-matematis tentang angka dan logika (Logical-mathematical intelligence number/reasoning smart ) Kecerdasan spasial tentang lukisan (Spatial intelligence picture smart ) Kecerdasan kinestetik tubuh tentang pengalaman fisik (Bodily-Kinesthetic intelligence body smart ) Kecerdasan musikal tentang musik (Musical intelligence music smart ) Kecerdasan interpersonal tentang pengalaman sosial (Interpersonal intelligence people smart ) Kecerdasan intrapersonal tentang refleksi diri (Intrapersonal intelligence self smart )

Psikopatologi | 5

Kecerdasan naturalis tentang pengalaman dalam dunia alam (Naturalist intelligence nature smart )

Kecerdasan emosional (Emotional Intelligence-EI) Goleman (1995) sepaham dg pendapat Salovey (1990) ttg Lima Domain Utama dari Kecerdasan Emosional (Five Main Domain of Emotional Intelligence) o Menyadari emosi sendiri (self-awareness) : mengenali perasaan seperti apa adanya o Mengatur emosi : kemampuan menangani emosi diri dengan cara yang memadai (Self-management) o Memotivasi diri : mengatur emosi dalam mencapai tujuan (Self-management) o Mengenali emosi orang lain (empati dan social awareness) o Mengatur hubungan : keterampilan mengatur dan mengimbangi emosi pada orang lain ( elationship management ) Perhatian Gangguan Perhatian o Distraktibilitas : tak mampu memusatkan perhatian, perhatian tertuju pd stimulus eksternal yg tak penting dan tak relevan o Inatensi selektif : tak memperhatikan hal-hal yang membangkitkan anxietas o Kewaspadaan berlebih (hypervigilance) : perhatian berlbh pd stimuli internal & eksternal (sekunder dari waham paranoid) o Trance : perhatian terpusatkan, kesadaran berubah Konsentrasi dan Orientasi o Konsentrasi : kemampuan memusatkan pikiran dan perhatian terhadap sesuatu hal yg terdapat dlm bid. kesadaran individu o Orientasi : kemampuan utk mengetahui dan menjelaskan relasi & limitasi secara temporal, personal, spatial dan situasional (kemampuan untuk memahami lingkungan) o G. orientasi pd GMO & GMNO Daya Ingat (Memory) Macam-macam Daya Ingat o DI jangka panjang (remote memory) : ingatan ttg kejadian penting di masa lampau o DI jangka pendek (recent memory) : ingatan ttg kata2 yg tak berhub, sesudah perhatiannya dialihkan selama 5 - 15 menit o DI segera (immediate memory) : kemampuan mengulang 6 angka berurutan, segera sesdh diucapkan pemeriksa Proses Belajar & Ingatan o Proses belajar : proses perekaman (registrasi) o Proses ingatan : o proses pemeliharaan (retensi/keeping) o proses mengingat (recall/retrieval) o Hemisfer otak kiri : daya ingat verbal (logika, matematika) o Hemisfer otak kanan : daya ingat visual (seni) Gangguan Daya Ingat (dysmnesia) Amnesia o A retrograd : hal ikhwal seblm trauma o A anterograd : hal ikhwal sesdh trauma fisik atau mental o A epochal : akan masa lalu, spt baru lahir o A catathymic : akan satu peristiwa saja
Psikopatologi | 6

o o

Paramnesia o A . Illusion of doubles (Capgras syndrome) : o illusion of positive double : orang di sekitarnya dikatakan sbg teman / keluarga o illusion of negative double (Fregolis pheno-menon) : orang di sekitarnya dikatakan merubah wajahnya shg tidak dikenali o B. Retrospective falsification : DI terganggu secara tak disadari krn faktor emosional, kognitif, dan pengalaman saat ini
o

o o o o o o o o o o

C. Confabulation : pengisian lowongan (hiatus/gap) dlm ingatan yg terlupa secara tak sadar dg pengalaman yg dibayangkan tapa fakta yg jelas (patologi organik) D. dj vu (already seen) : ilusi pengenalan visual, di mana situasi baru dikatakan secara salah sbg pengulangan ingatan sebelumnya/situasi lama E. dj entendu (already heard) : ilusi auditorik F. dj pense (already thought) : ilusi bhw pikiran baru dikenal sbg pikiran yg pernah diutarakan G. jamais vu (never seen) : fenomena paramnestik di mana ps tak mengenali situasi nyata yg pernah dialami Gangguan daya ingat (DI) lainnya : Hypermnesia : proses ingatan yg berlebih; kemampuan mengingat materi yg tidak biasanya ada dlm proses ingatan Eidetic image : DI visual yg hampir sejelas hall Screen memory : DI yg dpt diterima secara sadar dg menutupi ingatan yg menyakitkan Represi : mekanisme defensif yg ditandai dg lupa secara nirsadar impuls yg tak dpt diterima Lethologica : ketidakmampuan sementara untuk mengingat suatu nama

7. Persepsi Gangguan Persepsi o 1. Halusinasi : persepsi sensoris palsu tanpa stimulus eksternal yg nyata o 2. Ilusi : persepsi/interpretasi yg salah ttg stimulus eksternal yg nyata o 3. Depersonalisasi : persepsi diri yg berubah, aneh o 4. Derealisasi : persepsi lingkungan yg berubah, tak nyata, aneh o 5. Agnosia : tak mengenali makna suatu impresi sensoris (gangguan kognitif) Halusinasi o H. hipnagogik : yg terjadi menjelang tidur (N) o H. hipnopompik : hall menjelang terjaga (N) o H. auditorik : hall pendengaran o H. visual : hall penglihatan o H. olfaktoris : hall penciuman o H. gustatoris : hall pengecapan o H. taktil / haptik : hall perabaan ( phantom limb, formication) o H. somatik : hall thd tubuh, visceral Agnosia o Anosognosia : Ag tentang penyakit o Somatopagnosia : Ag tentang tubuh o Agnosia visual : tak mengenali benda/orang
Psikopatologi | 7

o o o o o

Astereognosia : Ag obyek dg perabaan Prosopagnosia : Ag wajah Apraxia : tak mampu melakukan tugas tertentu Simultagnosia : Ag unsur2 pemandangan visual Adiadochokinesia : tak mampu melakukan gerakan-gerakan yg berubah dg cepat

8. Daya Nilai (Judgement)


o o o o o o o o

A. Pendapat global (universal) : ttg hal2 yg sdh diketahui umat manusia tanpa dipelajari secara khusus. Mis sopan santun, etika, norma sosial B. Norma Sosial (daya nilai sosial) : norma perilaku yg diterima dlm masyarakat C. Pendapat Khusus (spesifik) : ttg hal2 yg tak melibatkan individu secara langsung (uji daya nilai) D. Uji Daya Nilai : dimintakan pendapat khusus E. Critical Judgement : kemampuan menilai, membedakan & memilih berbagai kemungkinan pd suatu situasi F. Automatic Judgement : pendapat otomatik yg merupakan kinerja refleks dari tindakan G. Impaired Judgement : gangguan daya nilai, berkurangnya kemampuan utk mengerti & bertindak secara tepat pd suatu situasi H. Pendapat akan diri sendiri (discriminative insight) : pengertian akan diri sendiri, mengerti dan mengetahui ttg yang dialaminya (sakitnya) => berkaitan dengan tilikan I. Tilikan (insight) : kemampuan utk mengerti arti dan sebab yang benar dari suatu situasi (sindrom) Macam-macam Tilikan : Intellectual Insight : pengertian akan realitas obyektif dari suatu keadaan tanpa mampu mengatasinya True Insight : pengertian akan realitas obyektif dari suatu situasi disertai dg motivasi dan cetusan emosi utk mengatasinya Impaired Insight : berkurangnya kemampuan utk mengerti realitas obyektif dari suatu situasi

o o o o o

9. Proses Pikir Gangguan Umum Proses Pikir o Gg pikiran formal : gg proses pikir disertai gg isi pikiran o Pikiran tak logis : pikiran dg konklusi salah, bukan disebabkan nilai budaya/defisit mental o Pikiran autistik/dereistik : preokupasi pd dunia dlm pribadi, tak sesuai logika/pengalaman o Pikiran magis : pikiran yg mirip fase preopera-sional kanak o Pikiran proses primer : = dereistik, normal pd mimpi Gangguan Spesifik Bentuk Pikiran o Neologisme : kata-kata baru ciptaan pasien o Word salad : kumpulan kata yg tak dimengerti o Perseverasi : respons menetap thd stimulus sebelumnya, walaupun sdh ada stimulus baru
Psikopatologi | 8

o o o o o o o o o o o o

Verbigerasi : pengulangan tanpa arti kata-kata/frase Ekolali : latah, pengulangan secara psikopatologis kata2/frase seseorang Kondensasi : penggabungan bbp konsep jadi satu Terhalang (sperrung/blocking) : stop tanpa lanjut Terhambat (hemmung) : stop sejenak

Sirkumstansialitas : pembicaraan yg berputar-putar keluar dari topiknya Tangensialitas : tak pernah mulai dari titik awal Loncat gagasan (flight of ideas) : pembicaraan yg cepat dg perpindahan ide Jawaban tak relevan : dg pertanyaan yg diajukan Asosiasi bunyi : kata-kata yg mirip bunyinya Asosiasi longgar Derailment (keluar jalur) : penyimpangan tiba-tiba dari urutan pikiran tanpa hambatan o Inkoherensi : pikiran yg tak dimengerti, tanpa tata bahasa, disorganisasi Gangguan Spesifik Isi Pikiran o 1. Waham/delusi : keyakinan yg tak sesuai dg reali-tas, tak sejalan dg inteligensi dan latar belakang budaya ps, dipertahankan terus tak bisa dikoreksi: - W aneh (bizarre): mis elektrode dlm otak, alien - W sistematik : berdasarkan tema tertentu (mafia) - W serasi afek : depresi dg penyebab kehancuran - W nihilistik : merasa dirinya, dunia tak ada - W kemiskinan : merasa jatuh miskin, tanpa harta - W somatik : berkaitan dg fungsi tubuh (otak membusuk)

o o o o o o o o o

Waham paranoid : W presekutorik : dilecehkan, ditipu, disiksa dsb W kebesaran (grandiosa): orang penting/besar W rujukan (delusion of reference): perilaku or lain ditujukan kepd dirinya (biasanya yg negatif) W tuduhan diri (self accusation) : berdosa, sesal W pengendalian (d of control): dikendalikan oleh kekuatan dari luar: Thought withdrawal : penyedotan pikiran Thought insertion : penyisipan pikiran Thought broadcasting : penyiaran pikiran Thought control : pikiran dikendalikan

Delusion of infidelity/delusional jealousy : ketidaksetiaan, cemburu patologik Erotomania (delusion of love) : merasa orang lain jatuh cinta secara mendalam pada dirinya, lbh sering pd wanita (= Clerambault-Kandinski complex) Pseudologia phantastica : percaya akan realitas dari fantasinya dan melakukannya; berkaitan dg Munchausen Syndrome-G Buatan dg gejala fisik 2. Preokupasi dlm pikiran : kecendrungan pikiran pd ide tertentu 3. Egomania : preokupasi diri yg patologis 4. Monomania : preokupasi pd suatu obyek tunggal 5. Hipokondria : preokupasi pd peny dlm dirinya, secara tak realistik 6. Obsesi : pikiran yg menetap secara patologik dan tak tertahankan, disadari, berkaitan dg anxietas 7. Koprolalia : pengucapan kata-kata kotor terus
Psikopatologi | 9

o o o

8. Noesis : wahyu pencerahan, merasa dirinya terpilih 9. Unio mystica : kesatuan mistik dg kekuatan tak terbatas, sering berkaitan dg agama / budaya 10. Fobia : takut patologis yg persisten, irasional, berlebihan thd suatu stimulus spesifik / situasi ter-tentu, shg ada upaya menghindari stimulus itu - Fobia spesifik : pd suatu obyek/situasi yg jelas - Fobia sosial : takut dipermalukan di depan umum - Acrophobia : takut akan tempat tinggi - Agoraphobia : takut akan tempat terbuka - Algophobia : takut akan kesakitan - Ailurophobia : takut akan kucing - Claustrophobia : takut akan ruang tertutup - Zoophobia : takut akan binatang - Xenophobia: takut akan orang asing

10. Impuls o Dua Instink Utama: o 1. Eros/life instinct/libido - utk mempertahankan kehidupan, bersifat konstruktif - contoh : - impuls sex - impuls pemuasan organ - impuls pemeliharaan badan dan jiwa o 2. Thanatos/death or destruction instinct/aggressive or ego instinct/destrudo - impuls regresi - impuls merusak, mencederai diri (masochisme) - impuls merusak obyek luar individu (sadisme)
o o

o o o

Abulia : kehilangan atau berkurangnya dorongan kehendak, shg tidak mampu menyusun siasat atau kebijaksanaan praktis dlm menyelesaikan masalah Stupor : bekunya segala dorongan berbuat dan kebalnya hidup perasaan, shg hilang segala daya utk berbuat / merasakan, mati aktivitas fisik & mental => mutisme Raptus : serangan eksplosif dan tiba-tiba tanpa provokasi yg adekuat, dpt terjadi agitasi hebat Amentia = delirium = acute hallucinatoric confusion Amentia = kapasitas intelektual yg tak ada sejak lahir

Gejala Positif dan Gejala Negatif Skizofrenia o 1. Gejala Positif (Produktif) : peningkatan/distorsi dari fungsi normal (tak ada pd orang normal) o waham, halusinasi, inkoherensi, perilaku kacau o 2. Gejala Negatif (Defisit ): pengurangan/kehilangan fungsi normal (yg ada pd orang normal) o afek mendatar, inatensi o alogia : kemiskinan pembicaraan, bloking o avolition-apathy : tak mampu memulai & mempertahankan aktivitas yg bertujuan; tak ada kemauan bekerja, merawat diri, anergi fisik o anhedonia, asosialitas : hilangnya kesenangan sehari-hari, hilangnya aktivitas sosial
Psikopatologi | 10