Anda di halaman 1dari 21

MAKALAH PENGOBATAN SPIRITUAL

Nama : Vindy Dwi Novita Sari NIM : 201210300511026 Nama Kelompok : penisilin Nama Ilmiah : Corcasillin Pendamping : Ryan Achmad

FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG TAHUN AJARAN 2012-2013

KATA PENGANTAR

Dengan mengucap syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya sehingga makalah ini dapat tersusun dan terselesaikan. makalah ini disusun dengan maksud memenuhi kewajiban yang dibebankan oleh senior fikes UMM kepada setiap maba untuk dijadikan pengetahuan dimasyarakat, karena banyak hal-hal yang patut dijadikan pengetahuan serta observasi. Adapun judul makalah ini adalah pengobatan spiritual agama. Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini pasti ada kekurangannya, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran bagi pembaca yang sifatnya membangun. Penulis menantikan dengan senang hati, baik isinya maupun susunan katanya. Semoga makalah ini memberikan daya guna atau manfaat bagi para pembaca . Malang, 7 september 2012

Penulis

Firman Allah : Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku. (QS. 26:80) Dan katakan (wahai Muhammad) bahwa (Al Quran) itu adalah petunjuk dab menyembuhkan bagi orang-orang yang beriman. (QS 41:42) Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. (QS 16:19). Semua ajaran Nabi mengenai kesehatan fisik selalu menekankan pada usaha prefentif atau pencegahan. Nabi selalu berpesan agar berhati-hati dan mencari pengamanan terhadap penyakit yang menular maupun tidak. Dalam salah satu riwayat, Rosul bersabda "Jika terjadi sesuatu penyakit sedang menjalar, janganlah engkau keluar dari situ, dan jika engkau belum berada di dalamnya, janganlah engkau menuju ke sana." Bahkan, Islam senantiasa menekankan untuk memperhatikan kebersihan pribadi. Ada suatu ajaran yang populer, "Annadhofatu minal iman" yang artinya : "Kebersihan sebagian dari pada iman. Kebenaran sikap prefentif yang diajarkan nabi ternyata terbukti, sebab tatkala orang akan lalai menjaga kesehatannya maka ia akan mengalami kesakitan. Pengobatan di jaman modern ini bertumpu pada fisik tubuh saja, padahal seperti kita ketahui tubuh itu bukan monopoli fisik ada juga spiritual (ruh)nya. Penyembuhan fisik ini bertumpu dari luar ke dalam, sementara penyembuhan spiritual bertumpu dari dalam ke luar, dengan menggunakan energi Ilahiah. Dalam ilmu pengobatan para medis Islam tidak bisa dipandang hanya dengan sebelah mata. Ibnu Sina (Avicenna) adalah salah seorang Ilmuwan Islam yang ahli dibidang ilmu kedokteran, bahkan buku-buku karangannnya sebagai rujukan kalangan medis modern. Pengobatan ala nabi sangatlah luas, di dalamnya termasuk pengobatan psychis, pengobatan dengan makanan bergizi, berolah-raga, pengobatan dengan sesuatu yang tidak diharamkan, bekam dan pengobatan dengan cara tidur. Akan tetapi, dalam diskusi kali ini kita akan membahas pengobatan melalui energi spiritual.

Energi spiritual umumnya dilakukan melalui tehnik meditasi, melalui bacaanbacaan ayat Al Quran, dan doa-doa, yang umunya di ajarkan para Nabi, Rosul dan para Wali. Yang dimaksud pengobatan spiritual adalah penyembuhan dengan menyalurkan energi yang ada di sekitar kita. Caranya dengan menangani medan energi secara langsung, perlu kita ketahui bahwa semua benda memiliki energi elektromagnetik atau aura, yang memiliki dan saling menekan tubuh mereka. Dalam pengobatan spiritual, energi Ilahiah digunakan untuk memainkan polapola energi di dalam dan di sekitar tubuh. Meminjam ilmu energi menurut ahli fisika Einstein, E=MC2 , maksudnya energi ini menghasilkan peningkatan pangkat ketika diaktifkan, meningkatkan perluasan energi atom disekelilingnya, menyebarkan energi berantai dari pelepasan energi tersebut. Fenomena yang sama ini terlihat dalam reaksi atom, dimana kekuatan dahsyat dikeluarkan dengan mengeluarkan sejumlah massa fisika ke dalam sebuah energi yang besar. Penyembuhan spiritual menggunakan prinsip yang sama dengan cara memanfaatkan energi Ilahiah dan mengaktifkan kekuatan kehidupan di dalam tubuh pasien dan menyalurkan energi Ilahiah itu pada bagian tubuh yang memerlukannya. Untuk membahas lebih detail diperlukan kemampuan melihat warna aura masing-masing bagian tubuh. A. Pengobatan dengan Ruqyah dan Doa Yang menjadi nara sumber tulisan ini adalah dari Majlis Badurrahman, Ciputat. Menurut Ustadz Eddy, bahwa Ruqyah (jampi-jampi) itu ada dua, yaitu Ruqyah Syar'iyah dan Ruqyah Syirkiyah. Ruqyah syariyah itu pengobatan melalui ayat-ayat dan doa-doa yang diambil dari sumber Al Quran dan doa-doa yang sesuai dengan syariat dan pembacaannya sebagai ibadah dan dilakukan dengan penuh ikhlas serta dengan mengharapkan ridhaNya. Sementara ruqyah Syirkiyah adalah jampi-jampi melaui perantaraan dukun yang biasanya pengobatannya dengan syarat-syarat tertentu, seperti minyak zafaron, telor hitam, daun sirih, tanggal lahir, weton dan lain-lain Karena Ruqyah adalah ibarat senjata, maka kehebatan senjata akan tampak ketika yang mengendalikannya adalah ahlinya, dan mengetahui kekuatan musuhnya.

Walaupun musuh nampaknya kuat, bila sang ahli mengetahui kelemahannya dan tahu bagaimana menggunakan senjatanya maka menjadi nampak hebat dan dahsyat hasilnya, sehingga musuh mudah bertekuk lutut. Menurut ustadz, orang-orang yang membaca mantra-mantra syirik untuk mengundang setan, tidak ada apa-apanya ketika berhadapan dengan orang yang membacakan Ruqyah Syar'iyyah. Ibarat debu yang berhamburan disapu oleh badai. Apalagi pada saat ruqyah dibarengi dengan pukulan terhadap setan yang merasuk dalam tubuh, sehingga kekuatannya melemah dan hancur. Lebih hebat lagi bila ditambahkan dengan meminum air juice daun bidara, kemudian dibacakan kepada pasien, sehingga setan melemah dan pergi meninggalkan tubuh pasien. Keistimewaan Ruqyah Syar'iyyah Menghidupkan sunnah Rosul, apabila dilakukan dengan ikhlas akan membantu pasien terlepas dari setan manusia dan jin melalui kalimat Allah, pembacaan Ayat Alquran dan Doa adalah bernilai ibadah yang utama dan tinggi derajatnya disisiNya, maka akan mudah terkabulnya, walaupun tidak seketika sembuh, sesuai dengan kesiapan antara pasien yang diterapi maupun yang melakukan terapi. Ruqyah Syar'iyyah juga merupakan bukti pengaduan hambaNya yang lemah kepada Allah Yang Maha Kuat dan Perkasa, bagi yang terbebas dari jin atau sihir maka merupakan penguat benteng keimanan dan melalui pembacaan kalam Ilahi dan Dzikrullah. Melakukan Ruqyah Syar'iyyah juga berguna bagi yang mengalami sakit medis, tekanan kejiwaan, penyakit mental, pembentengan diri, terapi gangguan jin dan serangan sihir serta menghancurkan ilmu sihir yang pernah dipelajarinya. Untuk di-Ruqyah Syariyah, tidak ada persyaratan khusus selain ikhlas, bersedia untuk mendekatkan diri kepada Allah atau melemahkan setan. Sebelum diruqyah Syar'iyyah sebaiknya bertaubat, berwudhu, dan melakukannya dengan posisi yang nyaman, berbaring ataupun duduk. Persiapan Sebelum Ruqyah Syar'iyyah : 1. Bertaubat kepada Allah dari segola dosa, terutama : Dosa syirik, dosa Bid'ah, dosa mempercayai khurafat dalam keyakinan, dosa mengikuti hawa nafsu.

2. Membakar segala benda yang punya kekuatan ghaib, seperti jimat, rajah, pusaka dan lain-lain. 3. Membaca ayat-ayat perlindungan : Ayatul kursi, Al Ikhlas, Al Falaq, AnNas setelah shalat lima waktu, dan memperbanyak dzikir dengan kalimat thayyibah. 4. Berwudhu dengan sempurna, shalat sunnah dua rakaat untuk minta perlindungan dari kejahatan setan, memohon petunjuk dan kemudahan dalam menghadapi berbagai urusan. 5. Pasien bisa duduk atau berbaring dan dibantu oleh orang yang shalih untuk memegang kakinya dengan banyak dzikir dan bertawakal kepada Allah 6. Sampaikan peringatan yang tegas kepada jin yang didalam tubuh pasien, agar keluar dan bertaubat kepada Allah karena keberadaan jin dalam tubuh manusia adalah kedzaliman terhadap manusia, dan ingatkan bahwa tujuan Allah menciptakan jin dan manusia itu hanyalah untuk mengabdi kepada Allah. 7. Bacaan Ruqyah dan doa diarahkan ke telinga kanan pasien dengan suara keras dan dengan bacaan tartil agar bisa didengar dengan khusyu. 8. Apabila pada saat Ruqyah, muncul reaksi dari pasien berupa getaran pada anggota badan, atau gerakan-gerakan diluar kontrol, menangis, menjerit, marah-marah sambil menentang atau reaksi yang lain, janganlah takut..karena "Sesungguhnya tipu daya setan itu lemah". Tetaplah yakin bahwa Allah beserta kita, karena kita sedang menempuh jalan menuju ridhanya, kita hadapi musuh Allah dengan kekuatan iman dan tawakkal, dan ini pasti dimenangkan oleh Allah 9. Dengan kekuatan iman kita bacakan ayat-ayat Alquran dan doa-doa perlindungan kepada Allah dari gangguan setan adalah serangan dahsyat terhadap mereka. Apabila ada serangan balik dari mereka maka tidak ada artinya serangan itu bagi seorang yang beriman yang tengah dilindungi oleh Allah SWT. Maka kita tidak perlu khawatir dan takut, firman Allah "Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuri iman mereka dengan kemusyrikan, maka mereka itulah orang-orang yang mendapat jaminan keamanan dan mereka itulah hidayah". (Surat Al An'am:82) 10. Ruqyah dengan bacaaan ayat-ayat alQuran dan doa-doa pilihan dibutuhkan kesabaran, baik dari pasien ataupun Raqi (yang membaca Ruqyah). Apabila gangguan mulai berkurang secara berangsur-angsur atau seketika terus hilang, orang-orang yang mendapat jaminan

bersyukurlah kepada Allah dengan sujud syukur, karena atas ridhanya gangguan itu dihilangkan oleh Allah. Kemudian ucapkanlah terima kasih kepada Raqi "Semoga Allah membalas kebaikanmu dengan yang lebih baik". Tanda-tanda jin keluar adalah seperti menguap, bersendawa, batuk, bersin, muntah, buang air kecil dan buang air besar. B. Pengobatan dengan ayat suci Al Quran Diambil dari kitab " Al Iman fi Al istisyfa bil Qur'an" yang dihimpun oleh Sayid Haidar Al Araji, ternyata banyak faedah ayat-ayat Al Quran. 1. Untuk sakit kepala dan pusing Baca Surat at takatsur 2. Untuk Demam Baca surat al Ashr 3. Sakit mata Baca surat al ikhlas 4. Sakit mulas Baca surat al Masad 5. Gangguan jin dan waswas. Baca surat al falaq. Untuk anak kecil bisa dikalungkan Juga Surat AnNas. 6. Bisa Ular dan kalajengking Baca alfatihah dan al kafirun, al Falaq, dan an Nas pada semangkok air kemudian diminumkan pada orang yang terkena bisa ular, begitu juga garam yang telah dibacakan surat tersebut kemudian dioleskan pada luka yang terkena bisa kalajengking. 7. Pingsan Bacakan pada orang yang pingsan surat al lail. 8. Sakit hidung Masukkan bacaan surat Al balad ke dalam hidung untuk mengobati sakit hidung. 9. Sakit gigi Bacakan surat Al Qadr 10. Kesurupan Baca Surat Yasin Dan masih banyak lagi Dalam proses pengobatan rosul SAW sering membaca : 1. Membaca surat al fatihah 2. membaca empat ayat awal surat Al baqoroh, ayat ke 263 Al Baqoroh, lalu membaca 3 ayat terakhirnya dan ayat kursi. 3. membaca ayat 18 surat Ali Imran 4. Membaca QS AtThaha 114

5. Membaca QS Aj Jin ayat 3 6. Membaca 10 ayat dari awal surat AsShaffat. 7. Membaca surat Al Muawwidzatain dan S. Al Ikhlas

C. Pengobatan Dengan Dzikir "Hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenteram". (QS. Ar Rad : 28) Berdasarkan penelitian Dr. Herbert Benson dari Fakultas Kedokteran Harvard University menjelaskan bahwa ibadah dan keimanan kepada Allah memiliki lebih

pengaruh baik kepada manusia. Menurut Benson tidak ada keimanan yang banyak memberikan kedamaian jiwa sebagaimana keimanan kepada Allah. Menurutnya, bahwa jasmani dan ruhani manusia telah dikendalikan untuk percaya kepada Allah. Menurut penelitian David B. Larson dan timnya dari The American National Health Research, diantaranya perbandingan yang taat beragama dengan yang tidak taat beragama untuk sakit jantung 60% lebih rendah dan bunuh diri 100% lebih rendah dari pada yang tidak taat beragama. Sementara itu Prof. Dr. Dadang Hawari, dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menyatakan bahwa berdoa dan berdzikir merupakan bentuk komitmen keagamaan seseorang yang merupakan unsur penyembuh penyakit atau sebagai psikoterapeutik yang mendalam. Doa dan dzikir merupakan terapi psikoreligius yang dapat membangkitkan rasa percaya diri dan optimisme yang paling penting selain obat dan tindakan medis. Berkaitan dengan itu , doa dan dzikir merupakan komitmen keimanan seseorang. Doa adalah permohonan yang dimunajatkan ke kehadirat Allah SWT. Dzikir adalah mengingat Allah SWT dengan segala sifat-sifat-Nya. Secara umum dzikrullah adalah perbuatan mengingat Allah dan keagungannya dalam bentuk yang meliputi hampir semua ibadah, perbuatan baik, berdoa, membaca Al Quran, mematuhi orang tua, menolong teman yang dalam kesusahan dan menghindarkan diri dari kejahatan dan perbuatan dzalim. Dalam arti khusus dzikrullah

adalah menyebut nama Allah sebanyak-banyaknya dengan memenuhi tatatertib, metode, rukun dan syarat sesuai yang diperintah oleh Allah dan rosulnya. Dzikir dibagi tiga. Pertama, dzikir atas dzatnya, yakni pengucapan "laa ilaaha illallaah". Kalimat ini untuk menyeimbangkan dan menselaraskan hati dengan Sang Pencipta. Kedua dzikir atas ilmunya, yakni pengucapan Muhammadar Rosuulullah. Allah memberikan pengetahuan dengan perantaraan Rosul SAW. Melalui beliau dituturkan kepada yang berhak mendapatkan petunjuk. Ali R.A. adalah penghubungnya atau wasilah, sesuai hadits "Aku adalah kotanya ilmu, dan Ali adalah pintunya". Ketiga, dzikir atas af'al-Nya, yakni pengucapan "Fi kulli lamhatin wa nafasin Adada maa wasi'ahuu 'Ilmullah (sebanyak kedipan dan nafas mahluk, serta seluas Ilmu Allah). Pengungkapan dzikir tersebut merupakan kalimat tafakkur atas penciptaan Allah berupa gerak nafas dzikir seluruh mahluk-Nya baik yang tidak terlihat. Penghayatan dzikir ini sesuai dengan firman Allah "Yakni orang-orang yang berdzikir kepada Allah dengan berdiri, duduk dan berbaring dan bertafakkur tentang penciptaan langit dan bumi." (QS. Ali Imran: 191) Konsep penghayatan dzikir tidak berhenti pada pengucapan dan pelantunan dzikir semata, tetapi sentuhan jiwa kepada Allah Yang Rahman dan Rahim menjadi cermin utama dalam menyikapi berbagai keadaan dalam kehidupan. Allah SWT yang menjadi obyek pada saat kita dzikir akan berubah menjadi subyek, ketika perwujudan dan sifat-sifat Allah yang tampak pada setiap ciptaan-Nya mengambil tempat pada sikap dan perilaku yang berdzikir. Dengan bertafakkur pada kondisi demikian, kesadaran terhadap luasnya ilmu Allah akan tampak begitu nyata. Dzikir kepada Allah bukan hanya semata-mata mengucapkan Asma Allah didalam lisan atau di dalam pikiran dan hati. Akan tetapi dzikir kepada Allah adalah ingat kepada Asma, Dzat, Sifat dan Af'al-Nya. Kemudian memasrahkan kepada-Nya hidup dan mati, sehingga tidak ada lagi rasa khawatir, takut maupun gentar dalam menghadapi segala macam mara bahaya dan cobaan.

Berserah diri menjadi kata kunci dalam memasuki pengalaman untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Berserah diri tidak mungkin bila kita masih memiliki ego tentang diri kita masing-masing. Hati bagaikan cermin. Setiap kali kita melakukan dosa maka ibarat debu yang menempel pada cermin. Ketika hati kita sudah bersih, alampun menyambut dengan seluruh aliran energi yang ada di permukaannya. Pada akhirnya masalah bukan lagi hal yang menakutkan, akan tetapi justru menjadi bumbu yang harus diramu menjadi energi untuk hisup. Energi yang mengalir dengan benar maka akan membawa keselarasan dalam hidup kita. Energi yang kita alirkan pada arah yang keliru, akan menghasilkan kerusakan seluruh dimensi kehidupan kita. Psikoterapi Dzikir dan Doa Psikoterapi dzikir dan doa dapat dijadikan psikoterapi untuk pengobatan keguncangan jiwa, kecemasan dan gangguan mental. Dzikir dan doa adalah metode kesehatan mental. Dengan berdzikir dan berdoa orang akan merasa dekat dengan Allah SWT dan berada dalam perlindungan dan penjagaannya. Dengan demikian akan timbul rasa percaya diri, teguh, tenang, tenteram dan bahagia. Tahap Psikoterapi Doa 1. Tahap kesadaran Sebagai Hamba pada tahap ini adalah tahap pembangkitan kesadaran. Kesadaran sebagai hamba dan kesadaran kelemahan manusia. Sebelum berdoa seorang hamba diharuskan untuk merendahkan diri kepada Allah. Pada kesadaran ini seseorang disadarkan akan gangguan kejiwaan atau penyakit sebagai bagian diri kemudian dimintakan kesembuhan kepada Allah. 2. Tahap Kesadaran Akan Kekuasaan Allah Kesadaran akan kekuasan Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang, Yang memberi Kesembuhan akan sesuatu penyakit. Tahap ini menumbuhkan keyakinan kita kepada Allah atas kemampuan Allah dalam menyembuhkan. 3. Tahap Komunikasi

Berkomunikasi dengan Allah adalah suatu hal yang penting, tahap ini bisa berupa pengakuan dosa. Dengan hati yang bersih maka kontak dengan Allah akan lebih jernih. Pengungapan kegundahan hati dan kesulitan yang dihadapi akan

menumbuhkan rasa dekat dengan Allah. Permohonan doa kesembuhan terhadap apa yang dialami, jangan memaksakan kehendak agar Allah mengabulkan. Tahap menunggu dan diam, namun hati tetap mengadakan permohonan kepada Allah. Pada tahap ini kita pasrah kepada Allah dan mengikuti kemauannya Allah dan apa kehendak Allah. Maka dengan sikap ini diharapkan akan dapat menangkap jawaban Allah. Proses Terapi Doa 1. Tumbuhkan niat dalam diri untuk disembuhan oleh Allah. 2. Rilekskan tubuh, kendorkan dari mulai kaki hingga kepala, jangan ada ketegangan otot. 3. Sadari kesalahan yang dirasakan, amati keluhan itu, ikuti dengan kesadaran bahwa kita lemah, tidak berdaya dan tidak memiliki kemampuan apa-apa. 4. Sadari kebesaran Allah melalui alam ciptaan-Nya, Dia yang memberi hidup dan mati, Dia yang memberi sembuh dan sakit. 5. Ungkapkan seluruh keluhan yang dirasakan kepada Allah. 6. Mintakan kesembuhn kepada Allah 7. Tetap rilek dan masih pada posisi memohon kepada Allah 8. Pasrah kepada Allah sertai dengan keyakinan bahwa Allah menjawab doa yang dipanjatkan. 9. (Menunggu jawaban doa, diam namun tetap ingat memohon kepada Allah) Proses Relaksasi Dzikir untuk Mengobati Insomnia 1. Ambil posisi tidur telentang yang paling nyaman 2. Pejamkan mata dengan perlahan-lahan, jangan dipaksakan agar otot disekitar mata tidak tegang. 3. Lemaskan semua otot. Mulai dari kaki, betis, paha dan perut. Gerakkan bahu beberapa kali agar rileks.

4. Bernafas dengan wajar, dan ucapkan dalam hati frase yang akan diulang, umpamanya "Subhanallah". Pada saat mengambil nafas ucapkan "Subhanallah" dalam hati, setelah selesai keluarkan nafas dengan mengucapkan "Allah" dalam hati. Sambil terus melakukan no, 4, lemaskan seluruh tubuh disertai dengan sikap pasrah kepada Allah. Sikap ini menggambarkan sikap pasip yang diperlukan dalam relaksasi, dari sikap pasip ini akan memunculkan efek relaksasi ketenangan yang luar biasa.

MAKALAH TOKOH PERAWAT DAN TEORINYA

Nama : Vindy Dwi Novita Sari NIM : 201210300511026 Nama Kelompok : penisilin Nama Ilmiah : Corcasillin Pendamping : Ryan Achmad

FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG TAHUN AJARAN 2012-2013

KATA PENGANTAR

Dengan mengucap syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya sehingga makalah ini dapat tersusun dan terselesaikan. makalah ini disusun dengan maksud memenuhi kewajiban yang dibebankan oleh senior fikes UMM kepada setiap maba untuk dijadikan pengetahuan dimasyarakat, karena banyak hal-hal yang patut dijadikan pengetahuan serta observasi. Adapun judul makalah ini adalah pengobatan spiritual agama. Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini pasti ada kekurangannya, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran bagi pembaca yang sifatnya membangun. Penulis menantikan dengan senang hati, baik isinya maupun susunan katanya. Semoga makalah ini memberikan daya guna atau manfaat bagi para pembaca . Malang, 7 september 2012

Penulis

Tokoh Perawat didunia : 1. Florence Nightingale (lahir di Florence, Italia, 12 Mei 1820 meninggal di London, Inggris, 13 Agustus 1910 pada umur 90 tahun) adalah pelopor perawat modern, penulis dan ahli statistik. Ia dikenal dengan nama Bidadari Berlampu (bahasa Inggris The Lady With The Lamp) atas jasanya yang tanpa kenal takut mengumpulkan korban perang pada perang Krimea, di semenanjung Krimea, Rusia. Florence Nightingale menghidupkan kembali konsep penjagaan kebersihan rumah sakit dan kiat-kiat juru rawat. Ia memberikan penekanan kepada pemerhatian teliti terhadap keperluan pasien dan penyusunan laporan mendetil menggunakan statistik sebagai argumentasi perubahan ke arah yang lebih baik pada bidang keperawatan di hadapan pemerintahan Inggris.

Florence Nightingale lahir di Firenze, Italia pada tanggal 12 Mei 1820 dan dibesarkan dalam keluarga yang berada. Namanya diambil dari kota tempat ia dilahirkan. Nama depannya, Florence merujuk kepada kota kelahirannya, Firenze dalam bahasa Italia atau Florence dalam bahasa Inggris. Semasa kecilnya ia tinggal di Lea Hurst, sebuah rumah besar dan mewah milik ayahnya, William Nightingale yang merupakan seorang tuan tanah kaya di Derbyshire, London, Inggris. Sementara ibunya adalah keturunan ningrat dan keluarga Nightingale adalah keluarga terpandang. Florence Nightingale memiliki seorang saudara perempuan bernama Parthenope. Pada masa remaja mulai terlihat perilaku mereka yang kontras dan Parthenope hidup sesuai dengan martabatnya sebagai putri seorang tuan tanah. Pada masa itu wanita ningrat, kaya, dan berpendidikan aktivitasnya cenderung bersenang-senang saja dan malas, sementara Florence lebih banyak keluar rumah dan membantu warga sekitar yang membutuhkan.

2. Dorothy Johnson (1968) Dorothy Johnson lahir pada tanggal 19 Desember 1905 di McGregor Lowa USA. Dia adalah anak tunggal dari Eugene Johnson (20 Desember 1870

13 Desember 1915) dan Mary Louisa Johnson (ne Barlow 30 Desember 1879 28 Desember 1960). Pada Maret 1913 keluarganya pindah ke Whitefish di Montana barat laut. Dia selalu menganggap kota Whitefish sebagai rumahnya dan kemudian menulis sebuah memoir dari tahun-tahun awal di sana: "Ketika Anda dan saya Were Young, Whitefish," diterbitkan pada tahun 1982. Dia ditunjuk sebagai posisi kepala kehormatan seumur hidup Whitefish tentang polisi.

Pada saat itu ia masih menjadi mahasiswa di Whitefish High School dan ia memulai karir profesionalnya sebagai penulis. Dia bekerja sebagai wartawan untuk The Daily Inter Lake, sebuah surat kabar yang diterbitkan di Kalispell, Montana, empat belas kilometer di selatan Whitefish. Kehidupan karir

profesional sebagai penulis mulai lepas landas pada tahun 1930-an, ketika ia menjual artikel majalah pertamanya untuk The Saturday Evening Post dalam jumlah sebesar $ 400. Pada tahun 1935, ceritanya "Beulah Bunny" telah diterbitkan dan mulai serangkaian empat cerita.

Teori Dorothy Johnson tentang keperawatan (1968) berfokus pada bagaimana klien beradaptasi terhadap kondisi sakitya dan bagaimana stres aktual atau potensial dapat mempengaruhi kemampuan beradaptasi. Tujuan dari keperawatan adalah menurunkan stres sehingga klien dapat bergerak lebih mudah melewati masa penyembuhannya (Johnson, 1968). Teori Johnson berfokus pada kebutuhan dasar yang mengacu pada pengelompokan perilaku berikut: a. perilaku mencari keamanan b. perilaku mencari perawatan c. menguasai diri sendiri dan lingkungan sesuai dengan standar

internalisasi prestasi. d. mengakomodasi diet dengan cara yang diterima secara sosial dan cultural e. mengeluarkan sampah tubuh dengan cara yang diterima secara sosial cultural f. perilaku seksual dan identitas peran dan

g. perilaku melindungi diri sendiri.

3. Martha Rogers (1970) Ia dilahirkan di Dallas, Texas, yang tertua dari empat anak Bruce Taylor Rogers dan Lucy Mulholland Keener Rogers. Dia mulai kuliah di University of Tennessee, belajar pra-med (1931-1933) dan mengundurkan diri karena tekanan obat yang karir tidak cocok bagi seorang wanita. Dia terdaftar dalam Rumah Sakit Umum Knoxville Sekolah keperawatan dengan teman dan menerima diploma pada tahun 1936 dan tahun berikutnya ia menyelesaikan gelar BS di George Peabody College (Nashville, Tennessee). Teori nya juga difokuskan pada empat konsep keperawatan, yaitu orang, kesehatan, lingkungan dan juga keperawatan.Dia melanjutkan untuk spesialisasi dalam keperawatan kesehatan masyarakat, bekerja di Michigan, Connecticut, dan Arizona, di mana ia mendirikan Perawat Mengunjungi Dinas Phoenix, Arizona. Dia melanjutkan pendidikannya, menerima MA di perawatan kesehatan publik dari Teachers College, Columbia University tahun 1945, sebuah MPH pada tahun 1952 dan Sc.D. Dalam teorinya, Martha Rogers (1970) mempertimbangkan manusia (kesatuan manusia) sebagai sumber energi yang menyatu dengan alam semesta. Manusia berada dalam interaksi yang terus-menerus dengan lingkungan (Lutjens, 1995). Selain iu, manusia merupakan satu kesatuan utuh, memiliki integritas diri dan menunjukkan karakteristik yang lebih dari sekedar gabungan beberapa bagian (Rogers, 1970). 4. Dorothea Orem (1971) Elizabeth Dorothea Orem Lahir PADA years 1914 di Baltimore, Maryland.Dorothea E. Orem pendidikan sekolah perawatan di rumah sakit Providence di Washington DC. Lulus Sarjana Muda tahun 1930. Lulus Master tahun 1939 pendidikan keperawatan. Tahun 1945 bekerja di Universitas Katolik di Amerika selama perjalanan kariernya ia telah bekerja sebagai staf perawat, perawat tugas pribadi, pendidik, administrasi keperawatan dan sebagai konsultan(1970). Dorothea Orem (1971) mengembangkan definisi keperawatan yang menekankan pada kebutuhan klien tentang perawatan diri sendiri. Orem menggambarkan filosofi tentang keperawatan dengan cara seperti berikut: Keperawatan memilki perhatian tertentu pada kebutuhn manusia terhadap tindakan perawatan dirinya sendiri dan kondisi serta menatalaksanakannya secar terus-menerus dalam upaya mempertahankan

kehidupan dan kesehatan, penyembuhan dari penyakit atau cedera dan mengatasi hendaya yang ditimbulkannya. Perawatan diri sendiri dibutuhkan oleh setiap manusia, baik laki-laki, perempuan maupun anak-anak. Ketika perawatan diri tidak dapat dipertahankn, akn terjadi keskitan aau kematian. Keperawata kdng-kadang berupaya mengatur dan mempertahankan kebutuhan perawatan diri secar terus-menrus bagi mereka yang secara total tidak mampu melakukannya. Dalam situasi lain. Perawat membantu klien untuk mempertahankan kebutuhan perawatan diri dengan melakukannya sebagian tetapi tidak seluruh prosedur, melalui pengawasan pada orang yang membantu klien dan dengan memberikan instruksi dan pengarahan secara individual sehingga secara bertahap klien mampu melakukannya sendiri. 5. Imogene King (1971) Imogene King lahir pada tahun 1923. Dia lulus dari St John's Hospital School of Nursing tahun 1945 dengan gelar di bidang keperawatan dan memperoleh gelar Bachelor of Science dari St Louis University. Pada tahun 1948 dalam bidang keperawatan mendapat gelar Master of Scienc. Pada tahun 1961. Imogene lulus dengan gelar dokter pendidikan dari Teachers College, Columbia University. Imogene telah mengajar di banyak universitas termasuk Universitas Loyola di Chicago, Ohio State University, dan University of South Florida. Dia juga memiliki banyak pengalaman keperawatan termasuk keperawatan di rumahsakit, kantor, dokter dan sekolah. Kerangka konseptual yang dikembangkan Imogene melibatkan tiga set berinteraksi sistem. Pada tingkat terkecil adalah sistem pribadi, terdiri dari individu. Contoh sistem pribadi individu perawat dan pasien. Tingkat kedua dari sistem sistem interpersonal, atau kelompok. Ini adalah kelompok umumnya kecil. Sebuah keluarga adalah sebuah sistem interpersonal, dan ketika seorang perawat dan pasien berinteraksi mereka juga merupakan sistem interpersonal. Sistem terbesar adalah sistem sosial, atau masyarakat. Contoh dari sistem sosial adalah organisasi keagamaan, universitas, dan rumah sakit. 6. Rufaidah binti Saad Banyak perawat-perawat muslim tidak mengenal Rufaidah binti Sa ad, banyak dari mereka yang hanya mengenal tokoh keperawatan yang berasal dari dunia barat yaitu Florence Nighttingale seorang tokoh keperawatan yang berasal dari Inggris. Sesungguhnya apabila kita pingin menelaah lebih jauh lagi

ke belakang jauh sebelum agama Islam menyentuh dunia barat, dunia barat saat itu mengalami masa kegelapan dan kebodohan di karenakan pada waktu itu kebijakan dari pihak gereja yang lebih banyak menguntungkan mereka, tapi disisi lain di belahan dunia lainnya yaitu Jazirah Arab dimana Islam telah di ajarkan oleh Rasulullah ilmu pengetahuan mengalami kemajuan terutama dlm dunia keperawatan. Bukan berarti rasul menjadi seorang tabib tapi dalam ajaran Islam yang beliau sampaikan mengandung ajaran dan nilai- nilai kesehatan seperti: perilaku hidup bersih dan sehat, pentingnya menjaga kebersihan diri ( Personal Hygiene ), menjaga kebersihan makanan, mencuci tangan, ibadah puasa, berwudhu dan lain sebagainya. Menurut Prof. Dr. Omar Hasan Kasule, Sr, 1998 dalam studi Paper Presented at the 3rd International Nursing Conference Empowerment and Health: An Agenda for Nurses in the 21st Century yang diselenggarakan di Brunei Darussalam 1-4 Nopember 1998, menggambarkan Rufaidah adalah perawat profesional pertama dimasa sejarah islam. Beliau hidup di masa Nabi Muhammad SAW di abad pertama Hijriah /abad ke-8 Sesudah Masehi, dan diilustrasikan sebagai perawat teladan, baik dan bersifat empati. Rufaidah seorang pemimpin, organisatoris, mampu memobilisasi dan memotivasi orang lain. Dan digambarkan pula memiliki pengalaman klinik yang dapat ditularkan kepada perawat lain, yang dilatih dan bekerja dengannya. Dia tidak hanya melaksanakan peran perawat dalam aspek klinikal semata, namun juga melaksanakan peran komunitas dan memecahkan masalah sosial yang dapat mengakibatkan timbulnya berbagai macam penyakit. Rufaidah adalah public health nurse dan social worker, yang menjadi inspirasi bagi profesi perawat di dunia Islam. 7. Dr. Madeleine Leininger adalah guru besar yang terkenal di seluruh dunia, penulis, pengembang teori, peneliti, dan pembicara publik. Menjadi professor dari sekitar 70 perguruan tinggi, menulis 25 buku dan menerbitkan lebih dari 220 artikel yang sekarang bisa dilihat sebagai arsip di Wayne State University yang digunakan juga sebagai bahan penelitian. Beliau memberikan lebih dari 850 kuliah umum di seluruh dunia dan telah mengembangkan software sendiri untuk perawat. Bidang keahliannya adalah keperawatan transkultural, perawatan manusia komparatif, teori perawatan budaya, budaya di bidang keperawatan dan kesehatan, antropologi dan masa depan dunia keperawatan. Magnificent Achievement. Pada awal karirnya sebagai perawat, Leininger mengakui pentingnya konsep peduli dalam keperawatan. Teori peduli bertujuan untuk memberikan

budaya pelayanan keperawatan kongruen melalui tindakan bantu, mendukung, fasilitatif, atau memungkinkan kognitif berbasis atau keputusan yang sebagian besar dibuat khusus agar sesuai dengan individu, kelompok, atau lembaga budaya nilai-nilai, keyakinan, dan lifeways. Selama tahun 1950-an Leininger mengalami apa yang menggambarkan sebagai kejutan budaya ketika dia menyadari bahwa pola-pola perilaku berulang pada anak-anak tampaknya memiliki dasar budaya. Leininger mengidentifikasi kurangnya pengetahuan budaya dan perawatan sebagai rantai yang hilang untuk pemahaman keperawatan tentang banyak variasi yang diperlukan dalam perawatan pasien untuk mendukung kepatuhan, penyembuhan, dan kesehatan. Wawasan ini adalah awal yang baru membangun dan penomena terkait dengan pelayanan keperawatan disebut keperawatan transkultural. Leininger adalah pendiri gerakan keperawatan transkultural dalam pendidikan penelitian dan praktek. 8. Calista Roy Suster Calista Roy adalah seorang suster dari Saint Joseph of Carondelet. Roy dilahirkan pada tanggal 14 oktober 1939 di Los Angeles California. Roy menerima Bachelor of Art Nursing pada tahun 1963 dari Mount Saint Marys College dan Magister Saint in Pediatric Nursing pada tahun 1966 di University of California Los Angeles. Roy memulai pekerjaa dengan teori adaptasi keperawatan pada tahun 1964 ketika dia lulus dari University of California Los Angeles. Dalam Sebuah seminar dengan Dorrothy E. Johnson, Roy tertantang untuk mengembangkan sebuah model konsep keperawatan. Konsep adaptasi mempengaruhi Roy dalam kerangka konsepnya yang sesuai dengan keperawatan. Dimulai dengan pendekatan teori sistem. Roy menambahkan kerja adaptasi dari Helsen (1964) seorang ahli fisiologis psikologis. Untuk memulai membangun pengertian konsepnya. Helsen mengartikan respon adaptif sebagai fungsi dari datangnya stimulus sampai tercapainya derajat adaptasi yang di butuhkan individu. Derajat adaptasi dibentuk oleh dorongan tiga jenis stimulus yaitu : focal stimuli, konsektual stimuli dan residual stimuli. Roy mengkombinasikan teori adaptasi Helson dengan definisi dan pandangan terhadap manusia sebagai sistem yang adaptif. Selain konsepkonsep tersebut, Roy juga mengadaptasi nilai Humanisme dalam model konseptualnya berasal dari konsep A.H. Maslow untuk menggali keyakinan dan nilai dari manusia. Menurut Roy humanisme dalam keperawatan adalah keyakinan, terhadap kemampuan koping manusia dapat meningkatkan derajat kesehatan.

9. Dr. H Afif Muhammad dalam seminar perawat rohani Islam di Akper Aisyiyah, Bandung 31/8/2004 mengatakan, masalah sehat dan sakit adalah alami sebagai ujian dari Allah SWT, hingga manusia tidak akan bisa terbebas dari sakit. "Sehat kerap membuat orang lupa dan lalai baik dalam melaksanakan perintah-perintah Allah maupun mensyukuri nikmat sehatnya. Kita sering menyebut kondisi yang tidak menyenangkan seperti sakit sebagai musibah yang terkesan negatif, padahal musibah berkonotasi positif," jelasnya. 9) Tugas seorang perawat, menurut H. Afif, menekankan pasien agar tidak berputus asa apalagi menyatakan kepada pasiennya tidak memiliki harapan hidup lagi. "Pernyataan tidak memiliki harapan hidup untuk seorang muslim tidak dapat dibenarkan. Meski secara medis tidak lagi bisa menanganinya, tapi kalau Allah bisa saja menyembuhkannya dengan mengabaikan hukum sebab akibat," katanya. Perawat juga memandu pasiennya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT hingga kondisinya semakin saleh yang bisa mendatangkan "manjurnya" doa. 9)