Anda di halaman 1dari 57

Laporan Penelitian Ekologi Industri

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pada dewasa ini yang menjadi bahan perdebatan adalah bagaimana menyusun suatu pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Semakin meningkatnya populasi manusia mengakibatkan tingkat konsumsi produk dan energi meningkat juga. Permasalahan ini ditambah dengan ketergantungan penggunaan energi dan bahan baku yang tidak dapat diperbarui. Pada awal perkembangan pembangunan, industri dibangun sebagai suatu unit proses yang tersendiri, terpisah dengan industri lain dan lingkungan. Proses industri ini menghasilkan produk, produk samping dan limbah yang dibuang ke lingkungan. Salah satu yang melatar belakangi permasalahan ini adalah limbah dari pabrik tahu yang menggunakan kedelai sebagai bahan baku utama.

Kedelai merupakan komoditas strategis di Indonesia karena kedelai merupakan salah satu tanamn pangan penting di Indonesia setelah beras dan jagung. Tanaman kedelai dapat digunakan sebagai bahan baku berbagai industri makan, minuman, pupuk hijau dan pakan ternak serta untuk di ambil minyaknya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi kedelai pada periode 1978-2008 meningkat rata-rata sebesar 2,08% per tahun. Peningkatan produksi kedelai disebabkan karena meningkatnya produktivitas kedelai rata-rata sebesar 1,49% per tahun, serta meningkatnya luas areal panen kedelai rata-rata sebesar 0,56% per tahun. Permintaan produk-produk berbahan dasar kedelai masih terus meningkat baik untuk ekspor maupun pasar dalam negeri .

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro 2012

Laporan Penelitian Ekologi Industri

Pada kajian ini membahas penerapan ekologi industri tahu yang dapat dimaksimalkan pengolahannya dengan prinsip integrasi. Dengan pertimbangan di atas, diputuskan untuk melakukan telaah pada integrasi tahu dimana dapat dimaksimalkan pengolahannya sehingga dapat menghasilkan produksi yang efisien. Yang di manfaatkan dalam produksi ini adalah kedelai. Kedelai ini di olah menjadi tahu dimana dalam pengolahannya akan menghasilkan limbah berupa ampas tahu . yang kemudian di manfaatkan menjadi pakan ternak. Selain itu, produk yang dapat di hasilkan dari pengolahan kedelai adalah susu kedelai yang memiliki protein tinggi. Produk yang dihasilkan dari industri ini bukanlah produk asing bagi masyarakat. Sehingga untuk penjualannya pun, dapat dilakukan dengan mudah tanpa perlu dilakukan promosi yang terlalu gencar karena produk-produk yang dihasilkan dari industri ini sudah memiliki konsumen sendiri.

1.2 Rumusan Masalah 1. Apa saja input material dari industri Yun Yi ? 2. Berapa jumlah material input yang dibutuhkan dalam 1 kali produksi ? 3. Produk apa saja yang dihasilkan oleh Yun Yi ? 4. Bagaimana proses produksinya untuk setiap produk ? 5. Berapa jumlah hari efektif dalam proses produksi ? 6. Apa saja limbah yang di hasilkan ? 7. Limbah apa saja yang dihasilkan oleh Yun Yi ? 8. Bagaimana aliran pembuangan limbah yang dilakukan oleh Yun Yi ? 9. Berapa volume ( jumlah ) limbah yang dihasilkan dalam 1 kali produksi ? 10. Bagaimana cara pengolahan limbah tersebut ? 11. Berapa harga per kg untuk penjualan masing-masing limbah ?

1.3 Tujuan Penelitian

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro 2012

Laporan Penelitian Ekologi Industri

1. Untuk menentukan industri yang termasuk dalam sistem close-loop. 2. Untuk mengetahui konsep Eco Industrial Park 3. Untuk mengetahui input material yang masuk ke dalam Yun Yi ini. 4. Untuk mengetahui besar volume (jumlah) material input yang diperlukan untuk proses produksi pada Yun Yi. 5. Untuk mengetahui proses produksi dalam industri Tahu 6. Untuk mengetahui volume limbah industri yang dapat dimanfaatkan. 7. Untuk mengetahui jenis limbah yang dihasilkan dalam proses produksi di Yun Yi

1.4 Manfaat Penelitian

Dari hasil penelitian ini, diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi pabrik Yun Yi dalam melakukan proses produksi tahu yang tepat. Khususnya untuk mendapatkan gambaran mengenai faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi lingkungan sekitar pabrik Yun Yi. Serta dapat menjadi solusi dalam pengolahan limbah yang dihasilkan oleh Pabrik tahu Yun Yi. sehingga nantinya diharapkan limbah yang dihasilkan adalah zero waste sesuai dengan konsep ekologi industri.

1.5 Hipotesis Penelitian Hipotesi yang di duga pada penelitian ini adalah : 1. Jumlah bahan baku produksi berpengaruh pada jumlah produksi yang dihasilkan 2. Hari produktif pabrik Yun Yi berpengaruh pada jumlah limbah yang di keluarkan

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro 2012

Laporan Penelitian Ekologi Industri

3. Harga limbah ampas tahu berpengaruh pada pendapatan pabrik Yun Yi 4. Sistem close loop atau open loop berpengaruh pada lingkungan sekitar pabrik

1.6 Ruang Lingkup Penelitian Beberapa hal yang menjadi ruang lingkup dan batasan dalam penelitian ini adalah : 1. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan volume limbah 2. Analisis pengklasifikasian jenis-jenis limbah 3. Analisis faktor-faktor yang dapat mencemari lingkungan 4. Analisis perbedaan sistem open loop maupun close loop

1.7 Sistematika Pembahasan Sistematika pembahasan merupakan isi penjabaran dari penelitian yang akan dibuat, yakni suatu gambaran tentang isi makalah penelitian secara keseluruhan . Secara berurutan dalam sistematika pembahasan ini adalah sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN Dalam bab pendahuluan ini dikemukakan tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, hipotesis penelitian, ruang lingkup dan keterbatasan penelitian, dan sistematika pembahasan. BAB II KAJIAN PUSTAKA Dalam bab kajian pustaka ini dikemukakan tentang kajian tentang Peranan Clean Technology, sistem Close-Loop dan peranan eco-industrial park bagi perusahaan. Dalam bab ini juga dibahas tentang cara menanggulangi limbah pembuangan dari suatu industri hingga limbah tersebut dapat bermanfaat dan digunakan bagi industri sekitar BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro 2012

Laporan Penelitian Ekologi Industri

Berisi tentang metode pengumpulan data dan alur penelitian yang digunakan dalam penelitian pabrik Yun Yimaupun lingkungan masyarakat sekitarnya. BAB III HASIL PENELITIAN Bab ini menjelaskan tentang deskripsi data yang terdiri dari limbah yang dihasilkan, cara pengolahannya, hingga perhitungan data limbah yang dihasikan oleh Industri Mebel Cambium Furniture di Jepara. Selanjutnya akan dijelaskan tentang penyajian data, analisis data dan terakhir diskusi dan interpretasi. BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN Dalam bab terakhir ini akan disajikan tentang kesimpulan sebagai hasil dari penelitian dan dilanjutkan dengan saran-saran yang sekiranya dapat dijadikan bahan pemikiran bagi peneliti, industri yang terkait, serta yang pembaca makalah ini.

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro 2012

Laporan Penelitian Ekologi Industri

BAB II KAJIAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Ekologi Industri Ekologi Industri adalah bidang ilmu yang difokuskan pada dua tujuan yaitu peningkatan ekonomi dan peningkatan kualitas lingkungan. Pada konsep ekologi industri, sistem industri dipandang bukan sebagai suatu sistem yang terisolasi dari sistem dan lingkungan disekelilingnya, melainkan merupakan satu kesatuan. Didalam sistem ini dioptimalkan siklus material, dari mulai bahan mentah hingga menjadi bahan jadi, komponen, produksi dan pembuangan akhir. Faktor-faktor yang dioptimalkan termasuk sumber daya, energi dan modal. Konsep dalam Ekologi Industri mengadaptasi analogi ekosistem alam kedalam sistem industri. Tingkatan-tingkatan organisme dalam ekosistem saling berinteraksi, saling mempengaruhi membentuk suatu sistem yang menunjukkan kesatuan. Tingkatan organisasi dalam dunia industri adalah industri tunggal, industri kawasan, industri global dan ekosistem industri. Antara komunitas industri dan lingkungannya selalu terjadi interaksi. Interaksi ini menciptakan kesatuan ekologi yang disebut ekosistem. Komponen penyusun ekosistem adalah produsen, konsumen, dandekomposer/pengurai. Ekologi industri adalah suatu yang ditandai dengan banyak ragam kelompok hubungan antar produksi dan konsumsi. Dari perspektif suatu institusi, keragaman ini dapat dikelompokkan berdasarkan batasan sistem. Salah satu bagian dari ekologi industri adalah simbiosis industri. Pada prinsipnya ekologi industri berhubungan dengan aliran bahan / material dan energi pada sistem dalam skala berbeda, mulai dari produksi ke pabrik hingga ke tingkat masional dan tingkat global. Simbiosis (hubungan yang saling menguntungkan / mutually benefial relationship) industri difokuskan pada aliran-aliran jaringan bisnis dengan organisasi lainnya baik dalam peta ekonomi local maupun regional sebagai suatu pendekatan ekologi dari pembangunan industri yang berkelanjutan.

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro 2012

Laporan Penelitian Ekologi Industri

2.2 Pengertian Simbiosis Industri Simbiosis industri merupakan suatu bentuk kerja sama diantara industri-industri yang berbeda. Bentuk kerja sama ini dapat meningkatkan keuntungan masing-masing industri dan pada akhirnya berdampak positif pada lingkungan. Dalam proses simbiosis ini limbah suatu industri diolah menjadi bahan baku industri lain. Proses simbiosis ini akan sangat efektif jika komponen-komponen industri tersebut tertata dalam suatu kawasan industri terpadu (eco-industrial park). Simbiosis industri terdiri dari pertukaran antar entitas yang berbeda yang menghasilkan keuntungan kolektif yang lebih besar dibandingkan keuntungan yang diperoleh dari kegiatan tunggal. Kolaborasi ini juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat (social capital) yang berpartisipasi. Simbiosis itu sendiri tidak harus berada di dalam batasan kompleks kawasan industri, sebaliknya menggambarkan semua organisasi yang terlibat dalam pertukaran. Kunci dari simbiosis industri adalah kolaborasi dan semua kemungkinan sinergis yang dimungkinkan dalam suatu areal kawasan industri. Secara bersamaan, perhatian juga mulai dikembangkan pada simbiosis industri dan kawasan eko-industri, sejumlah kawasan eko-industri lain yang mungkin terbentuk secara lebih luas, yang merupakan pembangunan hijau (green development), termasuk di dalamnya pemukiman, perniagaan, dan pembangunan komunitas yang ditangkap dalam terminology semisal arsitektur berkelanjutan, bangunan hijau, komunitas berkelanjutan dan pertumbuhan cerdas (smart growth). Pembangunan eko-industri atau pembangunan industri yang berkelanjutan mempersempit kemungkinan dominasi industri dan aktifitas komersial; tetapi meningkatkan pertanian. Kerjasama bisnis yang melibatkan pertukaran material/ bahan/ air/ energi atau sharing komponen meningkatkan kualitas kegiatan sebagai simbiosis industri. Terdapat 3 peluang utama untuk saling tukar sumber daya yaitu: 1. Penggunaan ulang produk pertukaran material khusus perusahaan antara dua atau lebih perusahaan / kelompok untuk digunakan sebagai substitusi untuk produk komersil atau bahan baku. Saling tukar komponen material juga merujuk kepada pertukaran sebagian produk, sinergi, atau pertukaran limbah dan dapat juga sebagai jaringan daur ulang industri.

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro 2012

Laporan Penelitian Ekologi Industri

2. Penggunaan bersama (sharing) utilitas/infrastruktur seperti penggunaan tempat mencuci alat2 dan pengelolaan sumber daya yang umum seperti energi, air dan limbah cair. 3. Penggabungan pengadaan jasa / service yaitu menghasilkan kebutuhan umum perusahaan untuk aktifitas yang lebih kecil misalnya transportasi, supply makanan dan pencegahan kebakaran. Pemahaman tentang jaringan eko-industri dapat juga menjadi luas sebagai daerah lingkungan dan aktifitas ekonomi diantara kegiatan bisnis. Hanya sebagai kluster ekonomi yang berupa kelompok dalam sektor bisnis yang sama yang berhubungan dengan produk yang dihasilkan dan digunakan misalnya kelompok bisnis furniture disebut juga eco-industrial-cluster- adakalanya digunakan untuk menggambarkan interaksi antara perusahaan dalam industri yang sejenis. Ekologi industri merujuk kepada pertukaran / saling bertukar antara sektor industri dimana pembuangan dari satu industri menjadi sumber bahan baku dari industri lainnya. Sebagai contoh : uap panas yang dihasilkan dari pembangkit tenaga listrik dapat digunakan sebagai sumber panas untuk pabrik bahan kimia disekitarnya. Debu terbang dari pembakaran batu bara pada stasiun pembangkit dapat digunakan sebagai bahan untuk industri semen. Ekosistem alam tidak menghasilkan sisa atau limbah, karena limbah dari suatu organisme merupakan makanan bagi organisme lainnya. Sistem alam tidak menghasilkan kandungan persitensi toxic yang tidak dapat dimanfaatkan organisme lain dalam sistem. Hipotesisnya adalah dalam memfungsikan efisiensi ekonomi yang harmonis dengan ekosistem, tidak akan ada limbah atau sisa yang tidak terpakai. Ekologi industri melibatkan antara lain analisis siklus, lingkaran suatu proses, pemanfaatan kembali (reusing) dan daur ulang (recycling), rancangan untuk lingkungan dan pertukaran / saling menukar sisa atau limbah (waste exchange). Sedangkan teknologi dan proses yang memaksimumkan efisiensi ekonomi dan lingkungan merupakan eco-efisien

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro 2012

Laporan Penelitian Ekologi Industri

Pada eco-industri berlaku 4 ciri yang analog dengan ciri dalam ekosistem, yaitu adanya siklus material, keragaman, kawasan, serta perubahan secara perlahan-lahan.

Siklus material dan bahan baku Dalam ekosistem, limbah/sisa dari suatu organisme merupakan makanan bagi organisme lain; daur ulang terjadi dan energi mengalir dalam rantai makanan. Analog dalam sistem industri, terdapat rantai operasi dalam arah keseluruhan, misalnya dari bahan mentah diproses, kemudian menghasilkan produk, selanjutnya proses produksi menhasilkan limbah / sisa. Tujuan utama dalam ekologi industri selanjutnya adalah mempelajari rantai bahan atau material bagi suatu produk, untuk menghasilkan tingkat ketergantungan yang besar pada material sisa / limbah

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro 2012

Laporan Penelitian Ekologi Industri

yang dapat di daur ulang dan pengaliran energi pada setiap tahapan; yaitu mengadopsi sistem industri atau subsistem industri kedalam suatu ekosistem.

Keragaman Biodiversity atau keragaman species, baik itu dalam konteks organisme, informasi, dan semua komponen dalam ekosistem yang mempunyai ketergantungan atau kerjasama satu sama lain merupakan faktor penting dalam keberlanjutan dan ketahahan ekosistem. Dalam ekosistem industri, keragaman dapat dipahami sebagai keragaman pelaku atau keragaman dalam kebergantungan, dan dalam kerjasama dalam suatu industri. Pemanfaatan limbah kemungkinan terjadi jika terdapat kerjasama antara beberapa pelaku, misalnya inter perusahaan dan antar industri. Keragaman metafora dalam masalah produk output dari aktivitas industri dapat juga menguntungkan jenis kegiatan ekologi industri. Dalam ekosistem industri, untuk memampukan kerjasama beragam yang berdasarkan pemanfaatan material dan aliran energi antar pelaku yang terlibat, keragaman output dapat berarti bahwa limbah dari suatu perusahaan, misalnya limbah energi atau panas dari tanaman, dipahami sebagai produk yang bernilai. Disini supply output dipahami dari berbagai sudut pandang, sehingga limbah diinterpretasikan sebagai sesuatu yang berharga dan dapat dimanfaatkan, daripada dibuang ke udara atau ke air.

Kawasan Ekosistem global harus mempertimbangkan factor keterbatasan alam suatu kawasan. Dalam ekosistem, suatu organisme harus menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan bekerjasama dengan organisme lain dalam kawasannya. Dalam industri, bahan baku bisa di import dari daerah lain, bahkan dari negara lain. Ekosistem kawasan industri dengan usaha mengurangi bahan dasar / virgin material dan input energi, demikian juga dengan output limbah dan emisi dari sistem kawasan industri, adalah visi yang dijalankan untuk mengontrol atau mengurangi Footprint Ekologi kawasan (Wackenagel dan Rees, 1997 dalam [10]). Kawasan dalam pengembangan sistem ekologi industri adalah pemanfaatan material dan sumber energi, limbah dan energi kawasan, menghargai factor keterbatasan alam

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro 2012

10

Laporan Penelitian Ekologi Industri

kawasan dengan mengontrol skala beban aktifitas industri pada lingkungan, dan merupakan kegiatan kerjasama antara para pelaku dalam areal yang berdekatan satu sama lain.

Perubahan secara perlahan-lahan / gradual change Proses alam dicirikan oleh perubahan secara perlahan-lahan. Misalnya, generasi dan regenerasi minyak bumi dan air tanah berlangsung setelah ratusan bahkan ribuan tahun. Demikian juga dengan evolusi biologi dan genetic terjadi secara perlahan. Kenyataan bahwa evolusi industri terjadi lebih cepat maka media penyimpan informasi seperti budaya, buku, film, internet, cellular phone dan advertisement dinyatakan sebagai factor yang mempercepat kerusakan lingkungan. Sebagai contoh, bahan mentah diperlukan untuk memproduksi suatu produk dimana permintaan berkembang pesat, dapat menjadi sesuatu yang mengkhawatirkan dalam konteks masa tersedianya bahan baku. Tambahan pula, alam bergantung pada aliran sumber yang dapat diperbaharui (renewable flow resource), misalnya energi matahari, sementara kegiatan industri berdasarkan pada cadangan alam yang tak terbaharui (non renewable), misalnya dari fosil sehingga tidak mempetimbangkan waktu reproduksi / renewable sumber daya alam yang terjadi secara sangat perlahan-lahan. Metafora perubahan perlahan-lahan dapat membantu kita dalam memahami ekosistem kawasan industri. Setiap sistem industri, misalnya sistem kawasan industri merupakan sistem yang unik. Ekonomi, social, budaya dan dimensi ekologi termasuk dalam keragaman sistem. Perubahan keragaman sistem dan peningkatan kebergantungan pada sumber yang dapat diperbaharui / renewable source, material sisa, limbah dan energi, jika dapat bergerak perlahan mengikuti waktu / masa siklus alam, akan mengurangi beban lingkungan. Hardin Tibbs dalam artikelnya yang berjudul Industrial Ecology : An Agenda for Industry menekankan 6 komponen prinsip dalam ekologi industri, yaitu : 1. Ekosistem Industri : merupakan kerjasama antara beragam industri dimana limbah darisuatu industri merupakan bahan material bagi industri lainnya

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro 2012

11

Laporan Penelitian Ekologi Industri

2. Keseimbangan input dan output industri yang mengacu pada keterbatasan system alam. 3. Pengurangan intensitas material dan energi dalam produksi 4. Peningkatan efisiensi dalam proses industri 5. Pengembangan supply energi yang dapat diperbaharui untuk keperluan industri 6. Adopsi kebijaksanaan baru, baik kebijakan nasional maupun internasional dalam pengembangan ekonomi. Simbiosis industri mempekerjasamakan antar banyak komponen yang penekanannya pada siklus dan penggunaan ulang dari material dalam perpektif sistem yang lebih luas. Komponen ini termasuk energi dan material yang solid, perpective siklus hidup, pengaliran, lingkaran tertutup dari aliran-aliran material. Masing-masing pertukaran dikembangkan sebagai pengelolaan bisnis yang menarik secara ekonomi antara perusahaan yang berpartisipasi melalui kontrak bilateral. Hal ini menunjukkan bahwa simbiosis tidak bergantung pada proses perencanaan dan secara kontinu akan berkembang. Regulasi / kebijakan berperan secara tidak langsung selama bertahuntahun. Sumber daya digunakan untuk menghasilkan material, transportasi, pabrikasi primer dan sekunder serta distribusi. Jumlah total energi dan material yang digunakan adalah yang bersatu dalam produk. Dengan menggunakan ulang (reusing) bagian dari produk, simbiosis industri dapat menjaga kelangsungan material dan energi yang bersatu itu, untuk jangka waktu yang lebih panjang didalam sistem industri. Misalnya menggunakan energi panas yang terbuang untuk menghasilkan energi listrik; atau menggunakan uap dari pembangkit listrik tenaga uap sebagai sumber panas. Simbiosis Industri, yaitu hubungan antar utilitas, produk sisa dan/atau limbah penggunaan bahan dan energi eksternal, serta diagram alir input, proses dan output dalam suatu kawasan industri dapat dilihat pada gambar berikut :

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro 2012

12

Laporan Penelitian Ekologi Industri

1. Sistem Kontrol Open Loop Open loop control atau kontrol lup terbuka adalah suatu sistem yang keluarannya tidak mempunyai pengaruh terhadap aksi kontrol. Artinya, sistem kontro terbuka keluarannya tidak dapat digunakan sebagai umpan balik dalam masukan

Dari gambar 1 di atas dapat diketahui persamaan untuk sistem lup terbuka :

Dalam suatu sistem kontrol terbuka, keluaran tidak dapat dibandingkan dengan masukan acuan. Jadi, untuk setiap masukan acuan berhubungan dengan operasi tertentu, sebagai akibat ketetapan dari sistem tergantung kalibrasi. Dengan adanya gangguan, system control open loop tidak dapat melaksanakan tugas sesuai yang diharapkan. System control open loop dapat digunakan hanya jika hubungan antara masukan dan keluaran diketahui dan tidak terdapat gangguan internal maupun eksternal. Contoh Aplikasi Loop terbuka
Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro 2012 13

Laporan Penelitian Ekologi Industri

- pengontrol lalu lintas berbasis waktu - mesin cuci - oven listrik - Tangga berjalan - Rolling detektor pada Bandara

2 Sistem kontrol lup tertutup (Close Loop) Sistem kontrol lup tertutup adalah sistem kontrol yang sinyal keluarannya mempunyai pengaruh langsung pada aksi pengontrolan, sistem kontrol lup tertutup juga merupakan sistem kontrol berumpan balik. Sinyal kesalahan penggerak, yang merupakan selisih antara sinyal masukan dan sinyal umpan balik (yang dapat berupa sinyal keluaran atau suatu fungsi sinyal keluaran atau turunannya, diumpankan ke kontroler untuk memperkecil kesalahan dan membuat agar keluaran sistem mendekati harga yang diinginkan. Dengan kata lain, istilah lup tertutup berarti menggunakan aksi umpan balik untuk memperkecil kesalahan sistem.

Dari gambar 2 di atas dapat diketahui persamaan yang digunakan dalam close loop sistem:

Pada Gambar 2 menunjukkan hubungan masukan dan keluaran dari sistem kontrol lup tertutup. Jika dalam hal ini manusia bekerja sebagai operator, maka manusia ini akan menjaga sistem agar tetap pada keadaan yang diinginkan, ketika terjadi perubahan pada sistem maka manusia akan melakukan langkah langkah awal pengaturan sehingga sistem kembali bekerja pada keadaan yang diinginkan.
Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro 2012 14

Laporan Penelitian Ekologi Industri

Dalam hal lain jika kontroler otomatik digunakan untuk menggantikan operator manusia, sistem kontrol tersebut menjadi otomatik, yang biasa disebut sistem kontrol otomatik berumpan balik atau sistem kontrol lup tertutup, sebagai contoh adalah pengaturan temperatur. Sistem kontrol manual berumpan-balik dalam hal ini manusia bekerja dengan cara yang sama dengan sistem kontrol otomatik. Mata operator adalah analog dengan alat ukur kesalahan, otak analog dengan kontroler otomatik dan otot ototnya analog dengan akuator. Hal inilah yang membedakan dengan sistem kontrol lup terbuka yang keluarannya tidak berpengaruh pada aksi pengontrolan, dimana keluaran tidak diukur atau diumpanbalikkan untuk dibandingkan dengan masukan. Sistem kontrol lup tertutup mempunyai kelebihan dari sistem kontrol lup terbuka yaitu penggunaan umpanbalik yang membuat respon sistem relatif kurang peka terhadap gangguan eksternal dan perubahan internal pada parameter sistem dan mudah untuk mendapatkan pengontrolan Plant dengan teliti, meskipun sistem lup terbuka mempunyai kelebihan yaitu kestabilan yang tak dimiliki pada sistem lup tertutup, kombinasi keduanya dapat memberikan performansi yang sempurna pada sistem.

2.3 Pengertian Teknologi Bersih Memahami teknologi rancang bangun yang berwawasan lingkungan sebagai suatu konsep harus didahului dengan pemahaman tentang wawasan lingkungan itu sendiri. Artinya bahwa sistem pendekatannya harus didasarkan pada masalah lingkungan yang ada sebab tujuannya adalah untuk meminimalkan dampak yang ditimbulkan sebagai akibat dari aktivitas penggunaan teknologi tersebut. Dengan demikian, orientasi teknologi yang dimaksud menjadi selaras dengan sistem lingkungan dalam proses pembangunan secara menyeluruh. Karena itulah, perlu kembali ditinjau kembali falsafah yang melatarbelakangi timbulnya konsep teknologi yang berwawasan lingkungan ini dengan melihatnya dalam perpektif pembangunan secara umum: Menurut Emil Salim (1993), terdapat empat pendekatan masalah lingkungan yang dapat dilaksanakan dalam proses pembangunan, yaitu:

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro 2012

15

Laporan Penelitian Ekologi Industri

1. Pendekatan masalah lingkungan dari sudut kependudukan. Pertambahan penduduk Indonesia memberi pengaruh negatif besar kepada lingkungan terutama terhadap lingkungan pemukiman. 2. Pendekatan masalah lingkungan dari sudut sektoral. Pendekatan ini dilakukan dengan mengendalikan efek negatif pengembangan sektoral terhadap lingkungan. Misalnya, pembangunan sektor pertanian dengan penggunaan pupuk dan pestisida menimbulkan pengaruh sampingan yang perlu dikendalikan. 3. Pendekatan masalah lingkungan dari sudut media lingkungan seperti tanah, air, ruang, pesisir dan lautan. Perencanaan tata guna media ini secara tepat dengan mengindahkan kelestarian sumber alam dalam proses pemanfaatannya merupakan inti dari pendekatan ini. 4. Pendekatan masalah lingkungan dari sudut unsur-unsur penunjang, seperti pendidikan, pengembangan ilmu dan teknologi, pembinaan hukum dan aparatur serta pengaturan biaya pembangunan lingkungan hidup. Dalam sistem pendidikan maka lingkungan hidup ingin dimasukkan dalam pendekatan pengajaran ilmu, ilmu alam, sosial dan lain-lain tanpa menambah kurikulum.

Berpangkal pada pendekatan tersebut maka Garis-garis Besar Haluan Negara menggariskan pokok-pokok pengarahan kebijaksanaan pembangunan dengan pengembangan lingkungan bagi pengelolaan sumber alam dan lingkungan hidup
Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro 2012 16

Laporan Penelitian Ekologi Industri

sebagai berikut: a. Kegiatan inventarisasi dan evaluasi sumber alam perlu lebih ditingkatkan dengan tujuan lebih mengenal sumber alam hutan, tanah, air dan energi yang diperlukan bagi pembangunan; b. Dalam penggalian, pengolahan dan pemanfaatan sumber-sumber alam dan pembinaan lingkungan hidup perlu digunakan teknologi yang sesuai sehingga mutu dan kelestarian sumber alam dan lingkungan hidup dapat dipertahankan; c. Dalam pelaksanaan pembangunan perlu diadakan penilaian seksama terhadap pengaruhnya bagi lingkungan hidup, sehingga pengamanan terhadap pelaksanaan pembangunan dan lingkungan hidupnya dapat dilakukan sebaik-baiknya. Penilaian ini perlu dilakukan secara sektoral dan regional. Untuk ini perlu dikembangkan kriteria mutu baku lingkungan hidup; d. Rehabilitasi sumber alam berupa tanah dan air yang rusak perlu lebih ditingkatkan melalui pendekatan terpadu daerah aliran sungai dan wilayah. Sehingga program penyelamatan hutan, tanah dan air perlu lebih disempurnakan dan ditingkatkan; e. Pendayagunaan daerah pantai dan laut perlu ditingkatkan tanpa merusak mutu dan kelestarian lingkungan hidup; f. Dalam pembangunan pemukiman diberi prioritas kepada perhatian lingkungan hidup bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Demikianlah enam pokok garis kebijaksanaan pokok pengelolaan sumber alam dan lingkungan hidup, mencakup pertama, pengenalan garis awal (base line) lingkungan; kedua, pilihan teknologi yang sesuai dan tidak merusak; ketiga, penerapan analisa-dampak-lingkungan dalam proses pembangunan; keempat, pendekatan terpadu untuk mengatasi atau mencegah kerusakan lingkungan; kelima, perhatian khusus kepada pendayagunaan daerah pantai dan laut; keenam, orientasi perbaikan lingkungan hidup bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

2.4 Perkembangan Teknologi Dan Dampaknya Terhadap Lingkungan Teknologi berkembangan pesat sejak Revolusi Industri dimulai sekitar abad ke 18 yang lalu. Hal ini ditandai dengan tingkat eksploitasi sumberdaya alam yang tinggi

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro 2012

17

Laporan Penelitian Ekologi Industri

sebagai

upaya

untuk

memenuhi

kebutuhan

hidup

manusia.

Dalam

proses

perkembangannya revolusi ini juga membawa dampak yang besar terhadap lingkungan. Kerusakan yang ditimbulkan kemudian terhadap sistem biologis, estetika maupun terhadap sistem planet secara global dapat dilihat pada Tabel berikut ini: Dampak kerusakan lingkungan akibat aplikasi sistem teknologi ditinjau dari beberapa dimensi

Adanya dampak lingkungan ini tidak lepas dari sifat teknologi saat itu yang cenderung lebih bersifat reaktif terhadap pemenuhan kebutuhan yang sesaat sehingga tidak memperkirakan dampak yang timbul kemudian. Sebagai contoh, beberapa masalah lingkungan yang timbul saat ini adalah merupakan respon dari kebutuhan saat lalu yang diatasi dengan solusi yang tidak diperkirakan dampaknya (Tabel 3.2). Timbulnya berbagai masalah lingkungan menyebabkan reaksi yang berbeda-beda dalam menyikapi teknologi. Berbagai pendekatan dilakukan sebagai upaya untuk

menyelamatkan lingkungan dari kehancuran. Analisis terhadap pendekatan yang


Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro 2012 18

Laporan Penelitian Ekologi Industri

berbeda ini beserta implikasinya, seperti tampak pada Tabel 3.3 memaksa kita untuk menentukan pilihan yang tepat dalam merancang maupun menggunakan teknologi bagi pembangunan. Masalah Lingkungan saat ini sebagai dampak dari respons kebutuhan saat yang lalu

2.5 Trend Teknologi Dalam perkembangan selanjutnya, teknologi sendiri berkembang dengan

kecenderungan yang dapat dikategorikan, menurut Graedel dan Allenby (1995), adalah sebagai berikut: 1. Dematerialisasi, yaitu teknologi yang berupaya memanfaatkan lebih sedikit bahan baku untuk menghasilkan kegunaan atau fungsi yang sama bahkan lebih baik, 2. Substitusi, penggunaan bahan baku yang cenderung lebih bersahabat dengan lingkungan untuk mengganti bahan baku yang kurang bersahabat. 3. Dekarbonisasi, yaitu perubahan dalam pola penggunaan energi yang lebih efisien. Di negara maju, intensitas energi telah berhasil dikurangi lebih dari setengahnya, sehingga hal ini akan mengurangi tingkat polusi terhadap lingkungan.

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro 2012

19

Laporan Penelitian Ekologi Industri

4. Komputerisasi, sistem ini mencegah berkembangnya hal-hal yang berada diluar kontrol manusia, sehingga pengendalian proses dapat terjamin dengan baik. Berbagai pendekatan ekologi dalam menyikapi dampak lingkungan yang ditimbulkan teknologi

Walaupun begitu, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan karena dapat menentukan perkembangan kencenderungan teknologi di atas, yaitu: 1. Laju perkembangan teknologi sendiri yang tidak dapat diduga dan sangat tak teratur 2. Proses difusi teknologi yang sangat ditentukan pelaksanaannya oleh adanya kehendak politik pemerintah maupun masyarakat 3. Tingkat kesulitan dalam penetapan kebijakan untuk teknologi ramah lingkungan yang harus dipilih padahal sangat tidak mungkin memprediksi teknologi mana yang terbaik dan paling kecil dampak lingkungannya.

Kontradiksi Negara Maju vs. Negara Berkembang Perkembangan teknologi yang didasarkan pada negara maju ini, memang disebabkan oleh adanya perbedaan dalam status kondisi pembangunan yang berbeda dengan negara berkembang, sehingga hal ini menyebabkan pola penggunaan sumberdaya alam yang berbeda pula. Pada negara maju, laju penggunaan sumberdaya
Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro 2012 20

Laporan Penelitian Ekologi Industri

alam sudah pada tahap endogenous atau penurunan. Sedangkan pada negara-negara berkembang justru pada tahap yang meningkat seperti negara maju saat dimulainya revolusi industri beberapa abad yang lalu. Melesatnya penggunaan sumberdaya alam pada negara berkembang adalah karena dalam abad terakhir ini, pertumbuhan kesadaran akan hak hidup dan hak azasi telah berkembang sedemikian cepatnya sehingga bisa dihitung ada hampir 200 negara di dunia yang menyatakan merdeka menjelang abad 21 ini. Kesadaran akan kebutuhan persamaan hak sebagai bangsa ini kemudian dibarengi dengan upaya peningkatan taraf hidup dengan mengeksploitasi sumberdaya alam.

Dengan fakta semakin menipisnya sumberdaya alam dibandingkan dengan lajupertumbuhan ekonomi dan pembangunan, manusia di muka bumi semakin kritis terhadap satu sama lain untuk mempertahankan eksistensinya. Negara maju yang sudah berkecukupan dengan taraf hidup yang dicapai, merasa perlu untuk berkonsentrasi pada pemulihan kondisi lingkungan dengan integritas preservasi lingkungan. Sedangkan negara berkembang, yang baru memulai aktivitas pembangunan industrinya, merasa bahwa prioritas utama adalah peningkatan taraf hidup dari batas kemiskinan sehingga masalah pencemaran lingkungan menjadi prioritas yang kesekian. Lagipula, selama ini mereka merasa bahwa kualitas lingkungan yang memburuk adalah akibat aktivitas industri negara maju yang telah mengekspor industri dan teknologinya di negara berkembang yang relatif lebih rendah standar peraturan lingkungannya. Adanya perbedaan persepsi dalam pendekatan terhadap masalah lingkungan ini menyebabkan perdebatan yang panjang dalam penetapan konsep penyelamatan lingkungan melalui teknologi dan pembangunan yang berwawasan lingkungan tersebut.

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro 2012

21

Laporan Penelitian Ekologi Industri

2.6 Hubungan Antara Teknologi Dan Lingkungan

Pembakaran biomassa Pembakaran sumber biomassa merupakan sumber utama pencemaran atmosfir.

Spesies yang diemisikan adalah karbondioksida, karbon monoksida, nitrogen oksida, methana, methyl klorida, beberapa jenis hidrokarbon dan partikulat. Tingkat komposisi gas bergantung pada jenis material dan proses yang digunakan. Sumbernya dapat berasal dari proses alami (seperti kebakaran hutan) maupun kegiatan manusia (anthropogenic). Saat ini perkiraan pembakaran biomassa adalah sekitar 2 - 5 x 1015 gC/tahun, yang terutama berasal kawasan tropis.

Produksi Crop/Benih Produksi benih berhubungan dengan perubahan tataguna lahan dan kimia tanah,

sehingga berpotensi untuk mempengaruhi atmosfir. Yang paling banyak berpengaruh adalah karbondioksida saat terjadi oksidasi bahan organik dalam tanah. Sedangkan padi, misalnya, tumbuh dalam kondisi anaerobik sehingga menghasilkan gas methana yang cukup besar. Apalagi dengan adanya program intensifikasi maupun ekstensifikasi produksi padi. Hal ini menyebabkan sawah menjadi salah satu kontributor gas methan yang besar. Dilain pihak transformasi lahan subur menjadi lahan kering juga menjadi hal yang serius. Setidaknya selama kurun waktu 45 tahun terakhir, telah terjadi degradasi lahan subur sekitar 2000 juta hektar. Penyebabnya adalah proses degradasi kimia (kehilangan nutrien, salinisasi, polusi) dan kerusakan fisik (kompaksi, genangan air, dan larian air hujan). Luas area lahan yang digunakan per penduduk untuk produksi hasil pertanian menjadi turun akibat kenaikan jumlah penduduk dan peningkatan efisiensi pertanian, namun penggunaan pupuk dan energi per satuan produksi justru meningkat sangat tajam.

Binatang Ternak Binatang ternak dapat menyebabkan timbulnya beberapa jenis gas ke atmosfir.

Gas methane merupakan hasil dari fermentasi dari pencernaan binatang ternak, yang walaupun sulit diestimasi tetapi diperkirakan menyumbang 15% dari sumber produksi methan total. Hal ini diperkirakan akan terus berlangsung sejalan dengan tingginya kebutuhan akan konsumsi daging akibat pertumbuhan penduduk yang tinggi.
Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro 2012 22

Laporan Penelitian Ekologi Industri

Produksi dan Penggunaan Batubara Batubara adalah sumber energi yang relatif murah dan banyak tersedia di alam

dibandingkan dengan cadangan minyak dan gas bumi. Namun di lain pihak, batubara juga merupakan sumber emisi gas pencemar yang besar ke atmosfir. Sehingga kondisi yang kontradiktif ini menyebabkan sulitnya menggunakan batubara di masa yang akan datang sebagi alternatif energi yang dapat menunjang pembangunan yang berkelanjutan. Pada saat proses penambangan, batubara dapat mengeluarkan methan yang telah lama terperangkap. Pada saat proses pembakaran, batubara menghasilkan gas-gas CO2, CO, HC, NOX, SO2, dan jelaga. Diduga pula dapat mengemisikan HCl, NH3, dan beberapa jenis logam berat, seperi Hg. Secara umum, kandungan energi persatuan beratnya lebih rendah daripada minyak atau gas bumi, sedangkan jumlah emisi pencemarnya relatif lebih tinggi.

Penggunaan minyak bumi Sejak awal abad ke 20, penggunaan minyak bumi sebagai energi meningkat

sangat pesat terutama untuk kendaraan bermotor. Bahkan pada tahun 1975, emisi CO2 yang berasal dari sumber minyak bumi ini untuk pertama kali menyusul sumber batubara. Hal ini diperkirakan akan terus berlanjut sampai abad ke 21 ini. Ekstraksi minyak bumi menghasilkan emisi gas juga, namun bagian terbesar dihasilkan saat pembakarannya. Berbagai jenis gas hidrokarbon dihasilkan disamping CO2, atau dalam bentuk CO bila pembakaran terjadi secara tidak sempurna.

Produksi Gas Alam dan Penggunaannya Gas alam mempunyai kadar pencemaran yang lebih rendah dibandingkan

dengan minyak bumi. Kadar pencemar terbesar yang dihasilkan adalah dan sedikit methan. Diperkirakan cadangan gas bumi ini tidak banyak sehingga sampai pertengah abad mendatang, penggunaannya sudah akan dihentikan.

Residu Buangan Pembuangan limbah secara tradisional dilakukan ke dalam tanah, yang

kemudian dikembangkan dengan menggunakan sistem penutup untuk mencegah timbulnya bau dan penyebaran sampahnya. Di negara maju, problem leaching pun dapat diatasi dengan menggunakan sistem lining, sehingga pencemaran terhadap air
Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro 2012 23

Laporan Penelitian Ekologi Industri

tanah dapat dihindari. Namun kedua persoalan pencemaran tersebut, di Indonesia, belum dapat diatasi secara baik mengingat mahalnya biaya penutupan maupun pelapisan liner, sehingga masalah pencemaran dari sektor ini masih merupakan hal yang serius. Pencemaran atmosferik ditandai dengan produksi methan yang relatif tinggi (diduga menyumbang 6-15% dari total emisi methan. Bentuk penanganan alternatif untuk limbah pada ini adalah dengan menggunakan sistem pembakaran, yaitu insinerator. Bentuk pencemaran yang utama adalah karbondioksida sehingga mempunyai efek yang lebih rendah dibandingkan methan. Namun pada sistem pencemaran yang tidak sempurna akan dihasilkan gas yang relatif berbahaya yaitu dioksin, logam berat, HCl dan bahan kimia lainnya.

Proses Industri Manufaktur Proses emisi pencemar juga berasal dari proses industri manufaktur yang

mempunyai polutan yang dapat berbahaya bagi badan air permukaan maupun air tanah. Misalnya logam berat dari industri pelapisan logam, pestisida dan herbisida dari industri pertanian, pelarut organik dari industri pembersih dan asam kuat dari industri kimia, dan sebagainya. Berbahaya karena disamping kadar toksisitasnya juga umur tinggalnya yang relatif lama. Sedangkan emisi polutan ke atmosfir, ada 3 ciri yaitu: - Emisi yang sejenis dengan freon (CFC) dan turunannya - Emisi yang berupa CO2 - Emisi yang berupa partikel atmosferik (termasuk trace metals) 2.7 Teknologi Rancang Bangun Yang Berwawasan Lingkungan Teknologi rancang bangun yang berwawasan lingkungan, secara ideal harus dapat mengantisipasi dampak yang ditimbulkan sebagai hasil interaksi dengan lingkungan sebagaimana yang telah dijelaskan di atas. Strategi pemerintah kita dalam mengantisipasi masalah lingkungan selama ini adalah dengan mengeluarkan regulasi/kebijaksanaan yang diadaptasi dari negara maju. Misalnya dalam masalah pengendalian pencemaran; teknis penyusunan dokumen Amdal, ambang batas air limbah industri maupun badan air, telah diadaptasi dari peraturan-peraturan yang berlaku di Canada dan Amerika Serikat. Konsekuensi dari kiat ini adalah bahwa bukan tidak mungkin trend penerapan kebijakan dalam masalah pengendalian pencemaran
Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro 2012 24

Laporan Penelitian Ekologi Industri

lingkungan hidup di Indonesia, juga akan mengikuti alur perubahan yang berlaku di Amerika Utara tersebut. Kita mungkin mencatat bahwa pada tahun 80-an, di Amerika Serikat dicanangkan target agar setiap industri dapat mengolah limbahnya sedemikian rupa sehingga tidak dihasilkan limbah sama sekali yang dibuang ke lingkungan (zero waste production growth). Pada dekade ini, perkembangan teknologi pengolahan limbah menganut azas 4-R, yaitu recycle, reuse, recovery, dan recuperacy. Namun pada awal tahun 90-an terbukti bahwa hal tersebut lebih merupakan sebuah utopia daripada kenyataan; mengingat keterbatasan perkembangan teknologi pengolahan limbah sendiri maupun semakin tingginya kualitas pencemaran. Strategi berikutnya - karena tidak atau belum mungkinnya menghilangkan limbah sama sekali dari suatu proses industri adalah berusaha meminimalkan limbah, yang kemudian kita kenal dengan istilah waste minimization. Secara teknis, aspek ini menitik beratkan pengendalian lingkungan pada bagian hulunya bukan bagian hilir (the end-pipe technology). Hal ini dilandasi pada assumsi bahwa pemilihan bahan baku yang tepat (environmentally friendly), akan menghasilkan limbah yang seminimal mungkin, sehingga otomatis pengolahannya pun relatif akan lebih mudah dan ekonomis. Perkembangan ini kemudian menghasilkan pengklasifikasian produkproduk bahan baku industri yang bersahabat dan tidak bersahabat terhadap lingkungan. Pihak industri dihimbau untuk menggunakan bahanbahan yang bersahabat lingkungan tersebut, dari pada harus memikirkan jenis teknologi canggih apa lagi yang harus digunakan untuk mengolah limbahnya agar memenuhi baku mutu yang ditetapkan. Hal yang kemudian kita adaptasi dari strategi tersebut adalah 'kembangnya' kiat di atas yaitu pemberian label warna kepada perusahaan dan industri berdasarkan tingkat pencemarannya terhadap lingkungan, penyempurnaan dokumen Amdal yang lebih bersifat teknis, dan yang masih hangat adalah penerapan Sistem Manajemen Lingkungan ISO seri 14000 bagi perusahaan dan industri di Indonesia.

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro 2012

25

Laporan Penelitian Ekologi Industri

2.8 Proses Pembuatan Tahu

Berdasarkan diagram alir di atas, dapat diuraiakan proses pembuatan tahu sebagai berikut: 1. Merendam kedelai dalam air selama 3 jam untuk memudahkan penggilingan 2. Merendam kembali selama 30-45 menit untuk menghilangkan kulit dn kotoran lainnya. 3. Melakukan pemecahan dan penggilingankedelai dengan penambahan air selama 10 menit.

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro 2012

26

Laporan Penelitian Ekologi Industri

4. Mendidihkan kedelai yang sudah halus selama 30-45 menit dan dilakukan penambahan air secara bertahap sebanyak 8-10 kali volume kedelai. 5. Menyaring kedelai yang telah didihkan, ampasnya dibuat oncom atau makanan ternak dan filtratnya dikoagulasi dengan asam cuka, dibungkus dengankain tipis dan diproses untuk meniriskan air dan memadatkan tahu. 6. Setelah tiris dan padat, tahu dipotong-potong dan siap dipasarkan. Berdasarkan proses pembuatan tahu di atas, dapat diketahui bahwa sumber-sumber air limbah berasal dari perendaman, pengulitan dan air pembuatan tahu. Air bekas pembuatan tahu suhunya cukup tinggi (30-40OC) dan warnanya keruh seperti putih susu. Sedangkan karakteristik tahu dapat dilihat pada tabel berikut.

2.9 Pengertian Limbah Limbah didefinisikan sebagai sisa atau buangan dari suatu usaha dan/atau kegiatan manusia. Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia. Tingkat bahaya yang ditimbulkan oleh limbah tergantung pada jenis dan karakteristik limbah itu sendiri. Karakteristik limbah: 1. Berukuran mikro 2. Dinamis

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro 2012

27

Laporan Penelitian Ekologi Industri

3. Berdampak luas (penyebarannya) 4. Berdampak jangka panjang (antar generasi) Faktor yang mempengaruhi kualitas limbah adalah: 1. Volume limbah 2. Kandungan bahan pencemar 3. Frekuensi pembuangan limbah Limbah dapat diklasifikasikan berdasarkan cara pengklasifikasiannya.

Berdasarkan jenisnya, limbah dapat dibagi menjadi lima, yaitu:

Limbah Beracun Suatu limbah digolongkan sebagai limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)

bila mengandung bahan berbahaya atau beracun yang sifat dan konsentrasinya, baik langsung maupun tidak langsung, dapat merusak atau mencemarkan lingkungan hidup atau membahayakan kesehatan manusia.Yang termasuk limbah B3 antara lain adalah bahan baku yang berbahaya dan beracun yang tidak digunakan lagi karena rusak, sisa kemasan, tumpahan, sisa proses, dan oli bekas kapal yang memerlukan penanganan dan pengolahan khusus. Bahan-bahan ini termasuk limbah B3 bila memiliki salah satu atau lebih karakteristik berikut: mudah meledak, mudah terbakar, bersifat reaktif, beracun, menyebabkan infeksi, bersifat korosif, dan lainlain, yang bila diuji dengan toksikologi dapat diketahui termasuk limbah B3.

Limbah mudah meledak Adalah limbah yang melalui reaksi kimia dapat menghasilkan gas dengan suhu

dan tekanan tinggi yang dengan cepat dapat merusak lingkungan.

Limbah mudah terbakar Adalah limbah yang bila berdekatan dengan api, percikan api, gesekan atau

sumber nyala lain akan mudah menyala atau terbakar dan bila telah menyala akan terus terbakar hebat dalam waktu lama.

Limbah reaktif

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro 2012

28

Laporan Penelitian Ekologi Industri

Adalah limbah yang menyebabkan kebakaran karena melepaskan atau menerima oksigen atau limbah organik peroksida yang tidak stabil dalam suhu tinggi. Limbah beracun adalah limbah yang mengandung racun yang berbahaya bagi manusia dan lingkungan. Limbah B3 dapat menimbulkan kematian atau sakit bila masuk ke dalam tubuh melalui pernapasan, kulit atau mulut.

Limbah penyebab infeksi adalah limbah laboratorium yang terinfeksi penyakit atau limbah yang mengandung kuman penyakit, seperti bagian tubuh manusia yang diamputasi dan cairan tubuh manusia yang terkena infeksi.

Limbah yang bersifat korosif adalah limbah yang menyebabkan iritasi pada kulit atau mengkorosikan baja, yaitu memiliki PH sama atau kurang dari 2,0 untuk limbah yang bersifat asam dan lebih besar dari 12,5 untuk yang bersifat basa.

Limbah Hitam Limbah hitam (bahasa Inggris: blackwater) adalah air limbah yang berasal dari

buangan biologis seperti kakus, berbentuk tinja manusia, maupun buangan lainnya berupa cairan ataupun buangan biologis lainnya yang terbawa oleh air limbah rumah tangga bekas cuci piring, maupun limbah cairan dari dapur.

Limbah Medis Limbah medis adalah hasil buangan dari suatu aktivitas medis. Menurut WHO (2005) klasifikasi limbah berbahaya yang berasal dari layanan

kesehatan meliputi, antra lain :

Limbah Infeksius: Limbah infeksius adalah limbah yang diduga mengandung bahan patogen (bakteri, virus, parasit atau jamur) dalam konsentrasi atau jumlah yang cukup untuk menyebabkan penyakit pada penjamu yang rentan. Kultur dan persediaan agens infeksius, limbah dari otopsi, bangkai hewan dan limbah lain yang terkontaminasi, terinfeksi atau terkena agens semacam itu disebut limbah yang sangat infeksius. Dalam kategori ini antara lain tercakup :

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro 2012

29

Laporan Penelitian Ekologi Industri

1. 2.

Kultur dan stok agen infeksius dari aktivitas di laboratorium . Limbah buangan hasil operasi dan otopsi pasien yang menderita penyakit menular (misalnya: jaringan dan materi atau peralatan yang terkena darah atau cairan tubuh yang lain).

3.

Limbah pasien yang menderita penyakit menular dari bangsal isolasi (misalnya: ekskreta, pembalut luka bedah atau luka yang terinfeksi, pakaian yang terkena darah pasien, atau cairan tubuh yang lain).

4.

Limbah yang sudah tersentuh pasien yang menjalani hemodialisis (misalnya: peralatan dialisi seperti selang dan filter, handuk, baju RS, apron, sarung tangan sekali pakai dan baju laboratorium).

5. 6.

Hewan yang terinfeksi dari laboratorium. Instrument atau materi lain yang tersentuh orang atau hewan sakit.

Limbah Patologis: Limbah patologis terdiri dari jaringan, organ, bagian tubuh, janin manusia dan bangkai hewan, darah dan cairan tubuh (limbah anatomis) atau subkategori dari limbah infeksius. Limbah Benda Tajam: Benda tajam merupakan materi yang dapat menyebabkan luka (baik iris atau luka tusuk), antara lain jarum, jarum suntik, scalpel dan jenis belati, pisau, peralatan infuse, gergaji, pecahan kaca dan paku. Baik terkontaminasi maupun tidak, benda semacam itu biasanya dipandang sebagai limbah layanan kesehatan yang sangat berbahaya. Limbah Farmasi: Limbah farmasi mencakup produk farmasi, obat-obatan, vaksin dan serum yang sudah kedaluwarsa, tidak digunakan, tumpah, dan terkontaminasi yang tidak diperlukan lagi dan harus dibuang dengan tepat. Kategori ini juga mencakup barang yang akan dibuang setelah digunakan untuk menangani produk farmasi, misalnya botol atau kotak yang berisi residu, sarung tangan, masker, selang penghubung dan ampul obat.

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro 2012

30

Laporan Penelitian Ekologi Industri

Limbah Genotoksik: Limbah genotoksik sangat berbahaya dan bersifat mutagenik, tetratogenik atau karsinogenik. Limbah ini menimbulkan persoalan pelik, baik di dalam area instalasi kesehatan itu sendiri maupun setelah pembuangan sehingga membutuhkan perhatian khusus. Limbah genotoksik dapat mencakup obat-obatan sitostatik tertentu, muntahan, urine atau tinja pasien yang diterapi dengan obat-obatan sitostasik, zat kimia, maupun radioaktif. Obat-obatan sitotoksik (atau antineoplastik), sebagai subtansi pokok di dalam kategori ini, memiliki kemampuan untuk membunuh atau menghentikan pertumbuhan sel tertentu dan digunakan dalam kemoterapi kanker. Selain memainkan peranan penting di dalam terapi berbagai penyakit neoplastik, obat-obatan ini juga banyak digunakan sebagai agens imunosupresif dalam transplantasi organ atau dalam mengobati berbagai penyakit imunologis. Obat-obatan sitotoksik ini kebanyakan digunakan di unit spesialisasi seperti unit kanker dan unit radioterapi, yang fungsi pokoknya adalah mengobati kanker. Pada Rumah Sakit khusus kanker, limbah genotoksik (yang mengandung zat sitostatik atau radioaktif) diperkirakan mencapai 1% dari keseluruhan limbah pelayanan kesehatan. Limbah yang Mengandung Logam Berat: Limbah yang mengandung logam berat dalam konsentrasi tinggi termasuk dalam subkategori limbah kimia berbahaya dan biasanya sangat toksik. Contohnya adalah limbah merkuri yang berasal dari bocoran peralatan kedokteran yang rusak (misalnya, termometer, dan alat pengukur tekanan darah). Dengan demikian, tetesan merkuri yang tertumpah itu sedapatnya ditutup. Residu yang berasal dari ruang pemeriksaan gigi kemungkinan juga mengandung merkuri dalam kadar yang tinggi. Limbah kadmium kebanyakan berasal dari baterai bekas, panel kayu tertentu yang mengandung tmbal masih digunakan dalam pembatasan radiasi sinar X dan di bagian diasnogtik. Serta sejumlah obatobatan yang mengandung logam berat arsen, tetapi dikategorikan sebagai limbah farmasi. Limbah Kemasan Bertekanan: Berbagai jenis gas digunakan dalam kegiatan di instalasi kesehatan dan kerap dikemas dalam tabung, cartridge, dan kaleng aerosol. Banyak di antaranya begitu kosong dan tidak terpakai lagi dapat dipergunakan kembali
Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro 2012 31

Laporan Penelitian Ekologi Industri

tetapi ada beberapa jenis yang harus dibuang, misalnya kaleng aerosol. Baik gas mulia maupun yang berpotensi membahayakan, pengunaan gas di dalam kontainer bertekanan harus dilakukan dengan sangat hati-hati karena container dapat meledak jika terbakar atau tanpa sengaja bocor. Limbah Radioaktif: Limbah radioaktif mencakup benda padat, cair dan gas yang terkontaminasi radionuklida. Limbah ini terbentuk akibat pelaksanaan prosedur seperti analisis in-vitro pada jaringan dan cairan tubuh, pencitraan organ dan lokalisasi tumor secara in-vivo, dan berbagai jenis metode investigasi dan terapi lainnya. Radionuklida yang digunakan di dalam layanan kesehatan biasanya berada dalam sumber yang tidak tersegel (terbuka) atau sumber yang tersegel (tertutup rapat). Sumber yang tidak tertutup biasanya berupa cairan siap pakai dan tidak ditutup lagi selama penggunaannya; sumber yang tertutup misalnya zat radioaktif yang terkandung dalam bagian perlengkapan atau peralatan atau terbungkus dalam kemasan antipecah atau kedap air seperti seeds dan jarum. Limbah Minyak Limbah minyak adalah buangan yang berasal dari hasil eksplorasi produksi minyak, pemeliharaan fasilitas produksi, fasilitas penyimpanan, pemrosesan, dan tangki penyimpanan minyak pada kapal laut. Limbah minyak bersifat mudah meledak, mudah terbakar, bersifat reaktif, beracun, menyebabkan infeksi, dan bersifat korosif. Limbah minyak merupakan bahan berbahaya dan beracun (B3), karena sifatnya, konsentrasi maupun jumlahnya dapat mencemarkan dan membahayakan lingkungan hidup, serta kelangsungan hidup manusia dan mahluk hidup lainnya.

Limbah Radioaktif Limbah radioaktif adalah jenis limbah yang mengandung atau terkontaminasi radionuklida pada konsentrasi atau aktivitas yang melebihi batas yang diijinkan (Clearance level) yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir. Definisi tersebut digunakan di dalam peraturan perundang-undangan. Pengertian limbah radioaktif yang lain mendefinisikan sebagai zat radioaktif yang sudah tidak dapat digunakan lagi, dan/atau bahan serta peralatan yang terkena zat radioaktif atau menjadi
Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro 2012 32

Laporan Penelitian Ekologi Industri

radioaktif dan sudah tidak dapat difungsikan/dimanfaatkan. Bahan atau peralatan tersebut terkena atau menjadi radioaktif kemungkinan karena pengoperasian instalasi nuklir atau instalasi yang memanfaatkan radiasi pengion. Berdasarkan sifatnya, limbah dibedakan menjadi dua golongan :

Limbah yang dapat mengalami perubahan secara alami (degradable waste =

mudah terurai). Yaitu limbah yang dapat mengalami dekomposisi oleh bakteri dan jamur, seperti daun-daun, sisa makanan, kotoran, dan lain-lain.

Limbah yang tidak akan / sangat lambat mengalami perubahan secara alami

(nondegradable waste = tidak dapat terurai). Misalnya, plastik, kaca, kaleng, dan sampah sejenisnya.

Berdasarkan karakteristiknya, limbah dapat digolongkan menjadi 4 macam, yaitu : 1. Limbah cair 2. Limbah padat 3. Limbah gas dan partikel 4. Limbah B3 (Bahan Brebahaya dan Beracun)

Jenis-jenis limbah cair dapat digolongkan berdasarkan pada : 1. Sifat fisika dan sifat agregat. Keasaman sebagai salah satu contoh sifat limbah dapat diukur dengan menggunakan metoda Titrimetrik. 2. Parameter logam. Contohnya, Arsenik (As) dengan metoda SSA 3. anorganik dan metelik Contohnya, Amonia (NH3-N) dengan metoda Biru Indofenol 4. Organik Agregat. Contohnya, Biological Oxygen Demand (BOD) 5. Mikroorganisme contohnya E coli dengan metoda MPN

6. Sifat khusus contohnya Asam Borat (H3BO3) dengan metoda Titrimetrik 7. Air laut contohnya Tembaga (Cu) dengan metoda SPR-IDA-SSA

Berdasarkan sumbernya, limbah B3 dapat diklasifikasikan menjadi :

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro 2012

33

Laporan Penelitian Ekologi Industri

Primary sludge, yaitu limbah yang berasal dari tangki sedimentasi pada

pemisahan awal dan banyak mengandung biomassa senyawa organik yang stabil dan mudah menguap.

Chemical sludge, yaitu limbah yang dihasilkan dari proses koagulasi dan

flokulasi.

Excess activated sludge, yaitu limbah yang berasal dari proses pengolahan

dengan lumpur aktif sehingga banyak mengandung padatan organik berupa lumpur dari hasil proses tersebut.

Digested sludge, yaitu limbah yang berasal dari pengolahan biologi dengan

digested aerobicdi mana padatan/lumpur yang dihasilkan cukup stabil dan banyak mengandung padatan organik.

Macam Macam Limbah Beracun

Limbah mudah meledak, adalah limbah yang melalui reaksi kimia dapat

menghasilkan gas dengan suhu dan tekanan tinggi yang dengan cepat dapat merusak lingkungan.

Limbah mudah terbakar adalah limbah yang bila berdekatan dengan api,

percikan api, gesekan atau sumber nyala lain akan mudah menyala atau terbakar dan bila telah menyala akan terus terbakar hebat dalam waktu lama.

Limbah reaktif, adalah limbah yang menyebabkan kebakaran karena melepaskan

atau menerima oksigen atau limbah organik peroksida yang tidak stabil dalam suhu tinggi.

Limbah beracun, adalah limbah yang mengandung racun yang berbahaya bagi

manusia dan lingkungan. Limbah B3 dapat menimbulkan kematian atau sakit bila masuk ke dalam tubuh melalui pernapasan, kulit atau mulut.

Limbah yang menyebabkan infeksi adalah limbah laboratorium yang terinfeksi

penyakit atau limbah yang mengandung kuman penyakit, seperti bagian tubuh manusia yang diamputasi dan cairan tubuh manusia yang terkena infeksi.

Limbah yang bersifat korosif adalah limbah yang menyebabkan iritasi pada kulit

atau mengkorosi baja, yaitu memiliki pH sama atau kurang dari 2,0 untuk limbah yang bersifat asam dan lebih besar dari 12,5 untuk yang bersifat basa.
Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro 2012 34

Laporan Penelitian Ekologi Industri

Sesuai dengan kriteria yang tercantum dalam peraturan pemerintah No.18 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun, limbah B3 terbagi atas dua macam yaitu yang spesifik dan yang tidak spesifik.

2.10 Daur Ulang Limbah Dan Pemanfaatan Ulang Limbah Daur ulang adalah penggunaan kembali material atau barang yang sudah tidak digunakan, menjadi bentuk lain.

A.

Tujuan Daur Ulang dan Pemanfaatan Ulang

Daur ulang dan pemanfatan ulang mempunyai beberapa tujuan, antara lain sebagai berikut : 1. Mengurangi jumlah limbah untuk mengurangi pencemaran atau kerusakan lingkungan. 2. Mengurangi penggunaan bahan atau sumber daya alam. 3. Mendapatkan penghasilan karena dapat dijual ke masyarakat . 4. Melestarikan kehidupan makhluk yang terdapat di suatu lingkungan tertentu. 5. Menjaga keseimbangan ekosistem makhluk hidup yang terdapat di dalam lingkungan. 6. Mengurangi sampah anorganik karena sampah anorganik ada yang dapat bertahan hingga 300 tahun ke depan.

B.

Langkah Daur Ulang atau Pemanfaatan Ulang

Untuk memudahkan proses daur ulang dan pemanfaatan ulang, langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut, 1. Pemisahan Limbah yang akan didaur ulang atau dimanfaatkan ulang dipisahkan dengan limbah yang harus dibuang ke tempat pembuangan. 2. Penyimpanan Limbah yang sudah dipisahkan tadi disimpan dalam kotak yang tertutup. Usahakan

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro 2012

35

Laporan Penelitian Ekologi Industri

setiap kotak yang tertutup hanya berisi satu jenis material limbah tertentu, misalnya kertas bekas atau botol bekas. 3. penjualan Barang-barang yang sudah terkumpul dapat dijual ke pabrik yang membutuhkan material bekas sebagai bahan baku atau dapat dijual atau diberikan ke pemulung. C. Macam-macam limbah yang dapat didaur ulang

Berikut adalah beberapa jenis limbah atau material yang dapat dimanfaatkan melalui daur ulang. 1. Kertas. Semuajenis kertas dapat didaur ulang, seperti kertas koran dan kardus. 2. Gelas. Botol kecap, botol sirup, dan gelas / piring pecah dapat digunakan untuk membuat botol, gelas, atau piring yang baru. 3. Aluminium. Kaleng bekas makanan dan minuman dapat dimanfaatkan kembali sebagai kaleng pengemas. 4. Baja. Baja sisa kontruksi bangunan akan berguna sebagai bahan baku pembuatan baja baru. 5. Plastik. Limbah plastik dapat dilarutkan dan diproses lagi menjadi bahan pembungkus (pengepakan) untuk berbagai keperluan. Misalnya, dijadikan tas, botol minyak pelumas, botol minuman, dan botol sampo.

D.

Macam-macam limbah yang dapat dimanfaatkan tanpa proses daur ulang

Beberapa jenis limbah ada yang dapat dimanfaatkan secara langsung atau pun dilakukan melalui proses daur ulang. Berikut ini beberapa macam limbah yang dapat dirasakan atau dimanfaatkan secara langsung.

1. ampas tahu Ampas tahu bisa digunakan untuk bahan makanan ternak. Limbah tersebut biasanya mengandung gizi tinggi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan hewan ternak.

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro 2012

36

Laporan Penelitian Ekologi Industri

2. Eceng gondok Eceng gondok dapat menjadi limbah perairan jika populasinya terlalu banyak. Eceng gondok dapat dimanfaatkan untuk membuat barang kerajinan, seperti tas.

3. Sampah organik Contohnya daun-daunan dan kotoran ternak. Kedua jenis sampah itu dapat dimanfaatkan sebagai pupuk alami bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Keuntungan menggunakan pupuk organik yaitu tidak merusak kesuburan tanah.

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro 2012

37

Laporan Penelitian Ekologi Industri

BAB III METODE PENELITIAN

Metode penelitian disusun untuk membuat sebuah kerangka penguraian dari tahap-tahap penelitian yang telah dilakukan. Metode penelitian tersebut disusun dengan sistematis, terstruktur dan sesuai dengan aliran objek penelitian yang diamati. Metode penelitian tersebut nantinya akan membahas mengenai bagaimana penelitian dijalankan serta pemecahan konsep untuk penyelesaian masalah yang diangkat dalam penelitian ini. Diharapkan dengan pembahasan metode penelitian yang lebih lanjut akan menghasilkan penyelesaian yang terbaik. 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian yang telah dilakukan telah diadakan di Pabrik tahu Yun Yi di Ungaran, Jawa tengah. Waktu dari pelaksanaan penelitian ini adalah pada hari Senin 3 Desember 2012. Penelitian dilakukan pada pukul 9.00 WIB.

3.2

Desain Penelitian Pada penelitian yang dilakukan ini, penulis akan melakukan studi literatur dan

studi pendahuluan untuk mengetahui proses kegiatan yang dilakukan pada Pabrik tahu Yun Yi mengenai siklus limbah yang ada. Desain penelitian yang dirancang tersebut mengikuti dengan permasalahan yang ada pada Pabrik tahu Yun Yi, dan beberapa masalah yang ada adalah sebagai berikut: Pabrik tahu Yun Yi memiliki beberapa jenis limbah yang dikeluarkan. Maka bagaimana pengelolaan limbah yang baik agar tidak menjadikan kerugian pada perusahaan taupun lingkungan. Dari limbah yang dikeluarkan, Diperlukan jumlah yang pasti mengenai berapa volume limbah yang dikeluarkan. Bagaimana Pabrik tahu Yun Yi melakukan proese produksinya sesuai dengan keberlangsungan lingkungan sekitar.

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro 2012

38

Laporan Penelitian Ekologi Industri

3.3

Kerangka Pikir Dari permasalahan yang telah diketahui maka tahapan yang dapat dilakukan

selanjutnya adalah melakukan pembahasan yang lebih lanjut. Seberapa besar peran Pabrik tahu Yun Yiterhadap keberlangsungan lingkunngan. Hal ini dapat dilihat pada proses produksi dan jenis limbah yang dihasilkan. Dari penelitian yang telah dilakukan Pabrik tahu Yun Yisendiri telah melakukan inovasi-inovasi untuk penanggulangan limbahnya. Maka diperlukan penggelolaan lanjut untuk limbah yang ada agar penambah peningkatan pengelolaan.

3.4

Alur Penelitian Alur penelitian yang dibuat adalah dengan penyusunan masalah yang akan

dibahas dalam penelitian. Kemudian penentuan objek dari penelitian yaitu Pabrik tahu Yun Yi. Dari data-data yang didapatkan, kemudian dilakukan pengolahan data untuk memecahkan masalah yang ada. Kemudian dilakukan penyimpulan dari pemecahan masalah mengenai solusi yang dapat digunakan dan manfaat apa yang didapatkan dalam penerapan metode pemecahan tersebut.

3.5

Studi Pendahuluan Studi pendahuluan dilakukan untuk mengetahui bahasan-bahasan yang dapat

digunakan dalam melakukan pemecahan masalah pada tahap awal. Studi tersebut masih bersifat pendahuluan karena hanya mencari hal-hal yang dapat diterapkan pada permasalahan Pabrik tahu Yun Yi.

3.6

Studi Literatur Pemberian dasar-dasar teori pada penelitian juga merupakan hal yang

terpenting untuk dilakukan. Penelitian tentu harus sesuai dengan konteks bahasan yang akan diangkat. Eco industrial park tersebut meruapakan salah satu bahasan yang menjadi pokok permasalahan. Dasar teori ter sebut digunakan juga untuk pedoman dalam merancang pemecahan pengelolaan limbah ini. Sebagai awal studi litelatur didapatkan dari buku-buku ekologi dan situs-situs web yang ada. Semakin banyaknya

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro 2012

39

Laporan Penelitian Ekologi Industri

literatur yang dimuat dan di jadikan pedoman maka semakin kuat penelitian yang dilakukan.

3.7

Studi Literatur Lanjutan Dari adanya litetarur yang dipakai untuk sebagai landasan maka lanjutan untuk

tahap selanjutnya adalah dengan cara mengaplikasikannya ke masalah yang sedang dihadapi oleh Pabrik tahu Yun Yi. Dari bahasan-bahasan yang ada kemudian dilakukan proses penerapan disesuaikan dengan permasalahan yang paling cocok dan mengahasilkan keuntungan dari masalah yang ada.

3.8

Model Penelitian Model yang digunakan adalah penerapan model eco-industrial. Model eco-

industrial merupakan suatu sistem industri dimana terjadi pertukaran material dan energi secara terencana dan berupaya untuk menurunkan penggunaan bahan baku dan energi, menurunkan limbah dan membangun hubungan keberlajutan antara ekonomi, ekologi dan sosial.

3.9

Model Pengembangan Dari model yang telah ada di Pabrik tahu Yun Yi, model pengembangan yang

dilakukan adalah dengan melakukan pendekatan mengenai industri yang saling memiliki keterkaitan satu dengan yang lain dalam segi bahan baku ataupun kebutuhan produksi lainnya.

3.10

Identifikasi dan Hubungan antara Variabel Ada beberapa variabel yang terdapat pada penelitian yang dilakukan ini.

Variabel yang digunakan adalah antara lainnya variabel bebas, tergantung dan pengaruh. Untuk variabel bebas tersebut adalah produksi yang dilakukan oleh Pabrik tahu Yun Yi. Produksi ini bebas karena tidak mempengaruhi atau tergantung pada aspek-aspek lainnya. Sedangkan untuk variabel tergantung adalah pada limbah yang dihasilkan. Dikatakan tergantung dikarenakan hasil limbah ini tergantung seberapa besar produksi dilakuakn. Tentu semakin banyak maka limbah yang dihasilkan akan
Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro 2012 40

Laporan Penelitian Ekologi Industri

lebih banyak. Dan utnuk variabel pengaruh ini yaitu input dari industri lainnya yang mengguankan bahan baku dari limbah Pabrik tahu Yun Yi.

3.10.1 Identifikasi Variabel a. Variabel bebas b. Variabel tergantung : Produksi dari Pabrik tahu Yun Yi : hasil limbah Pabrik tahu Yun Yi

3.10.2 Hubungan antara Variabel Hubunagn antara variabel yang telah diterangkan sebelumnya menggambarkan bahwa variabel bebas meruoakan faktor pemiicu utama untuk dapat terjadi variabel yang lain. hasil limbah akan dapat tergantung dari proses produksi. Dan selanjutk=nya input material industri lain akan pula dipengaruhi dari hasil limbah yang dihasilkan sehingga perusahaan bisa mengestimasikan produksi yang akan dilakukan.

3.11

Metode Pengumpulan data Metode pengumpulan yang dilakukan adalah dengan pengambilan data dari

narasumber dari Pabrik tahu Yun Yi. Pengambilan data ini sendiri digunakan dengan cara melakukan wawancara langsung dengan narasumber. Wawancara ini dinilai adalah metode yang terbaik yang dapat digunakan. Penelitian akan lebih bersifat valid dikarenakan data yang diambil adalah berasal dari bagian pekerja dan pemilik Pabrik tahu Yun Yi itu sendiri.

3.12

Pengolahan Data Pengolahan data yang dilakukan adalah dengan cara mengelompokkan hasil

limbah yang ada pada Pabrik tahu Yun Yi. Dari pengelompkkan tersebut kemudian dicari berapakah masing-masing limbah tersebut dapat diproduksi untuk tiap periodenya. Darihasil yang didapatkan maka dapat diketahui berapa banyakkah limbah yang menjadi bahan baku pada industri lain. sehingga dapat mengetahui apakah sudah seimbang hubungan satu dengan yang lainnya. Pengalokasian jumlah limbah tersebut juga perlu diseimbangkan dengan produksi yang terjadi. Pengolahan yang ada pula juga

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro 2012

41

Laporan Penelitian Ekologi Industri

melakukan pemberian usulan untuk industri yang dapat digunakan agar terciptanya eco industrial park yang saling menguntungkan.

3.13

Analisis Hasil Dari analisis hasil yang didapatkan, bahwa diketahui berapa jumlah limbah

yang dikeluarkan pada tiap periode tertentu.hal ini akan berdsampak pada perusahaan industri lain yang membtuhkan limbah sebagai bahan baku untuk dapat menyesuaikan penggunakan bahan baku tersebut. Limbah dari Pabrik tahu Yun Yi tersebut bersifat ramah lingkungan dan juga mampu memiliki manfaat secara ekonomi dan ekologi.

3.14

Kesimpulan dan Saran Pemanfaatan dari limbah Pabrik tahu Yun Yi dapat digunakan dengan cara

pengelolaan bersama dengan industri lainnya. Dimana dengan volume limbah yang dihasilkan untuk setiap jenisnya dapat diketahui sehingga akan membuat patokan baru bagi perusahaan.

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro 2012

42

Laporan Penelitian Ekologi Industri

BAB IV HASIL PENELITIAN

4.1

Gambaran Umum Hasil Wawancara Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan pada Ibu Aryadevi sebagai

pemilik dari Pabrik tahu Yun Yi Ungaran. Pabrik Tahu Yun Yi adalah pabrik dengan produksi utamanya adalah tahu dan hasil produksinya di jual ke pasar-pasar yang ada di Semarang dan Salatiga. Dengan bahan baku 250 kg kedelai per harinya, Pabrik Tahu Yun Yi mampumenghasilkan sekitar 1000 tahu per harinya. Tahu yang dihasilkanpun ada dua jenis yaitu tahu putih dan tahu kuning. Untuk tahu kuning mendapat tambahan warna kunyit. Selain mengahasilkan tahu, Pabrik Tahu Yun Yi juga menghasilkan produk sampingan yang berupa susu kedelai dan kembang tahu. Proses produksi dilakukan pada hari Minggu hingga Jumat. Produk yang dihasilkan Pabrik Tahu Yun Yi semuanya bebas pengawet dan pewarna. Limbah yang dihasilkan berupa ampas tahu dan air tahu. Pabrik Tahu Yun Yi sebenarnya sudah berusaha untuk menerapkan eco industrial park, yaitu dengan limbah ampas tahu untuk menjadi makanan ternak tetapi belum dapat mengolah limbah air tahu untuk menjadi biogas. 4.2 Proses Pembuatan Tahu

Berikut adalah proses pembuatan Tahu Yun Yi: 1. Kacang kedelai direndam.

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro 2012

43

Laporan Penelitian Ekologi Industri

2. Kacang kedelai yang telah direndam digiling dengan mesin penggiling dan dihaluskan.

3. Melakukan proses penyaringan untuk menghilangkan ampas tahu.

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro 2012

44

Laporan Penelitian Ekologi Industri

4. Memasak air perasan sampai mendidih.

5.

Mencampurkan bibit air tahu lalu didiamkan sampai mengendap. Kemudian diaduk agar tercampur rata.

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro 2012

45

Laporan Penelitian Ekologi Industri

6.

Membuang air dari gumpalan tahu.

7.

Mencetak tahu.

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro 2012

46

Laporan Penelitian Ekologi Industri

8.

Mengepres tahu yang telah dicetak.

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro 2012

47

Laporan Penelitian Ekologi Industri

9.

Memasak tahu.

10. Melakukan pengepakan.

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro 2012

48

Laporan Penelitian Ekologi Industri

4.3 Usulan Pengembangan Close Loop Berikut adalah usulan pengembangan close loop pada Pabrik Tahu Yun Yi

Penanaman Rumput Gajah

Kotoran Sapi Padat

Rumput Konsentrat Peternakan Sapi Kotoran Sapi Cair

Kedelai Pabrik Tahu Yun-Yi Tahu Air Tahu Konsumen Tahu

Ampas Tahu

Biogas

Gas

Dengan Close Loop ini diharapkan agar limbah yang dibuang PT. Yun Yi dapat digunakan oleh industri lain sehingga dapat meminimkan limbah dan pencemaran yang disebabkan karena pembuangan limbah. Berikut adalah input dan output untuk masing-masing industri: Pabrik Tahu Yun Yi
Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro 2012 49

Laporan Penelitian Ekologi Industri

Input : o Kedelai = K Output: o Tahu , Susu Kedelai, Kembang Tahu = T o Ampas Tahu = A o Air Tahu = AR

Rumus : K = T + A + AR

Peternakan Sapi Input: o Sapi = S o Rumput = R o Konsentrat = K Output: o Daging sapi = DS o Kotoran sapi padat = KP o Kotoran sapi cair = KR Rumus : S + R + K = DS + KP + KR

Pertanian Rumput Gajah Input: o Bibit rumput gajah = BR o Pupuk = P Output: Tumput Gajah = RG

Rumus : BR + P = RG

Pengolahan Biogas Input:


50

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro 2012

Laporan Penelitian Ekologi Industri

o Air Tahu = AR o Kotoran sapi cair = KR Output : o Gas = G Rumus : AR + KR = G

4.4 Perhitungan Keseimbangan Pabrik Tahu Yun Yi Input : o Kedelai = K o K = 250 kg Output: o Tahu , Susu Kedelai, Kembang Tahu = T o Ampas Tahu = A o Air Tahu o A = 100 kg o AR = 50 kg Rumus : K = T + A + AR = AR o T = 1000 tahu

Peternakan Sapi Input: o Sapi = S o Rumput = R o Konsentrat = K o Ampas Tahu = A o @sapi = 4 kg ampas tahu padat per hari o @sapi = 5 kg konsentrat
o @sapi = 0.00014 hektar rumput (1 hektar untuk 20 sapi dalam setahun)

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro 2012

51

Laporan Penelitian Ekologi Industri

Output: o Daging sapi = DS o Kotoran sapi padat = KP o Kotoran sapi cair = KR o KP = 25 kg per hari o KR = 250 liter per hari (http://nationalgeographic.co.id/berita/2012/10/biogas-dari-kotoran-sapi)

Kunci : Ampas Tahu Ampas tahu per hari = 100 kg

Jadi, dengan ampas tahu 100 kg per hari dapat untuk pakan sapi sebanyak 25 ekor. Dengan 25 ekor sapi maka dapat dihitung kebutuhan konsentrat

Kebutuhan rumput gajah

Karena rumput gajah dipanen tiap 50 hari sekali maka dalam setahun dengan umur 55 hari tanam maka waktu total tanam sampai panen adalah 105 hari. Dalam setahun 1 petak tanah dapat digunakan untuk 3 kali panen. Maka dibutuhkan 0,3675 hektar rumput gajah. ( ) hektar.

Namun jika digunakan asumsi kebutuhan rumput gajah adalah 0.0035 hektar per hari, untuk kebutuhan pupuk pada rumput gajah tidak akan terpenuhi. Mka dari itu asumsi dirubah menjadi, jumlah rumput gajah yang dikonsumsi perhari ditentukan oleh kemampuan kotoran sapi padat yang digunakan untuk pupuk rumput gajah. Yaitu 0.0001 hektar per hari per 1 ekor sapi. Perhitungan akan dijelaskan pada point pertanian rumput gajah. Rumus : R + K + A = DS + KP + KR Maka :
Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro 2012 52

Laporan Penelitian Ekologi Industri

Dengan 25 ekor sapi. Pertanian Rumput Gajah Input: o Bibit rumput gajah = BR o Pupuk = P Output: Rumput Gajah = RG

Rumput gajah dihitung dalam satuan hektar beserta bibitnya. Karena dalam 1 tahun 1 hektar rumput gajah memerlukan 800 kwintal kotoran sapi padat, maka : ( )

Rumus : BR + P = RG

Pengolahan Biogas Input: o Air Tahu = AR o Kotoran sapi cair = KR

Output : o Gas = G

Rumus : AR + KR = G

Asumsi 1 ekor sapi dapat memproduksi 2 meter kibik bio gas. Karena terdapat 25 ekor sapi maka dapat memproduksi 50 meter kibik bio gas per harinya.

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro 2012

53

Laporan Penelitian Ekologi Industri

Bio gas dengan air tahu 250 liter air tahu dapat menghasilkan 4.5 meter kibik per hari. Dengan 50 liter air tahu per hari maka bio gas yang dihasilkan adalah 0.9 meter kibik per hari.

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro 2012

54

Laporan Penelitian Ekologi Industri

BAB V PENUTUP

Kesimpulan dari laporan penelitian PT Yun-yi antara lain: 1. Input dari Pabrik Tahu Yun Yi adalah Kedelai. Pabrik Tahu Yun Yi adalah pabrik dengan produksi utamanya adalah tahu dan hasil produksinya di jual ke pasar-pasar yang ada di Semarang dan Salatiga. Tahu yang dihasilkanpun ada dua jenis yaitu tahu putih dan tahu kuning. Untuk tahu kuning mendapat tambahan warna kunyit. 2. Dengan bahan baku 250 kg kedelai per harinya, Pabrik Tahu Yun Yi mampumenghasilkan sekitar 1000 tahu per harinya. 3. Selain mengahasilkan tahu, Pabrik Tahu Yun Yi juga menghasilkan produk sampingan yang berupa susu kedelai dan kembang tahu. Produk yang dihasilkan Pabrik Tahu Yun Yi semuanya bebas pengawet dan pewarna. 4. Proses pembuatan tahu yun yi adalah: a. Kacang kedelai direndam b. Kacang kedelai yang telah direndam digiling dengan mesin penggiling dan dihaluskan. c. Melakukan proses penyaringan untuk menghilangkan ampas tahu. d. Memasak air perasan sampai mendidih e. Mencampurkan bibit air tahu lalu didiamkan sampai mengendap. Kemudian diaduk agar tercampur rata. f. Membuang air dari gumpalan tahu. g. Mencetak tahu. h. Mengepres tahu yang telah dicetak. i. Memasak tahu j. Melakukan pengepakan. 5. Limbah yang dihasilkan berupa ampas tahu dan air tahu. Pabrik Tahu Yun Yi sebenarnya sudah berusaha untuk menerapkan eco industrial park, yaitu dengan

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro 2012

55

Laporan Penelitian Ekologi Industri

limbah ampas tahu untuk menjadi makanan ternak tetapi belum dapat mengolah limbah air tahu untuk menjadi biogas. 6. Untuk mengatasi limbah yang dihasilkan oleh Pabrik Tahu Yun Yi adalah seperti yang digambarkan dari usulan close loop dari Pabrik Tahu Yun Yi di Bab 4 diatas yaitu: Input dari Pabrik Tahu Yun Yi: Kedelai dan gas yg dihasilkan oleh biogas dari hasil output Pabrik Tahu Yun Yi Output dari Pabrik Tahu Yun Yi: memberikan produk hasil Tahu kepada konsumen, mengolah limbah air tahu untuk menjadi biogas, ampas tahu yg selanjutnyadiolah oleh peternak sapi. Peternakan sapi mendapatkan input Konsentrat, Ampas tahu dari pabrik Tahu Yun Yi dan Rumput dari Penanaman Rumput Gajah. Hasil dari

peternakan sapi yaitu kotoran sapi cair akan diolah oleh biogas dan kotoran sapi padat akan diolah oleh Penanaman Rumput Gajah. 7. Berdasarkan perhitungan keseimbangan besar volume (jumlah) material input yang diperlukan untuk proses produksi pada Yun Yi yaitu: Ampas tahu per hari = 100 kg, dengan ampas tahu 100 kg per hari dapat untuk pakan sapi sebanyak 25 ekor. Dengan 25 ekor sapi maka dapat dihitung kebutuhan konsentrat sebanyak

Kebutuhan rumput gajah

Karena rumput gajah dipanen tiap 50 hari sekali maka dalam setahun dengan umur 55 hari tanam maka waktu total tanam sampai panen adalah 105 hari. Dalam setahun 1 petak tanah dapat digunakan untuk 3 kali panen. Maka dibutuhkan 0,3675 hektar rumput gajah. ( ) hektar.

Namun jika digunakan asumsi kebutuhan rumput gajah adalah 0.0035 hektar per hari, untuk kebutuhan pupuk pada rumput gajah tidak akan terpenuhi. Maka dari itu asumsi dirubah menjadi, jumlah rumput gajah yang dikonsumsi perhari ditentukan oleh kemampuan kotoran sapi padat yang
Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro 2012 56

Laporan Penelitian Ekologi Industri

digunakan untuk pupuk rumput gajah. Yaitu 0.0001 hektar per hari per 1 ekor sapi. Perhitungan akan dijelaskan pada point pertanian rumput gajah. Rumput gajah dihitung dalam satuan hektar beserta bibitnya. Karena dalam 1 tahun 1 hektar rumput gajah memerlukan 800 kwintal kotoran sapi padat, maka : ( )

Asumsi 1 ekor sapi dapat memproduksi 2 meter kibik bio gas. Karena terdapat 25 ekor sapi maka dapat memproduksi 50 meter kibik bio gas per harinya.

Bio gas dengan air tahu 250 liter air tahu dapat menghasilkan 4.5 meter kibik per hari. Dengan 50 liter air tahu per hari maka bio gas yang dihasilkan adalah 0.9 meter kibik per hari.

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro 2012

57