Anda di halaman 1dari 12

1.

Jelaskan kerangka konseptual (conceptual framework) menurut saudara, dan sebutkan pula publikasi apa saja yang termasuk kerangka konseptual tersebut! Jadi, menurut saya kerangka konseptual adalah struktur teori akuntansi yang didasarkan pada penalaran logis yang menjelaskan kenyataan yang terjadi dan menjelaskan apa yang harus dilakukan apabila ada fakta atau fenomena baru. Kerangka konseptual digambarkan dalam bentuk hirarki yang memiliki beberapa tingkatan. Pada tingkatan teori yang tinggi, kerangka konseptual mengindentifikasi ruang lingkup dan tujuan pelaporan keuangan. Pada tingkatan selanjutnya, karakteristik kualitatif dari informasi keuangan dan elemen keuangan didefinisikan. Pada tingkatan operasional, kerangka operasional berkaitan dengan prinsip-prinsip dan aturan-aturan tentang pengakuan dan pengukuran elemen laporan keuangan. Artinya perumusan kerangka konseptual dimulai dengan penentuan tujuan yang menjadi landasan untuk menyusun elemen lain seperti karakteristik kualitatif dari informasi dan pengakuan serta pengukuran elemen laporan keuangan. Banyak upaya yang dilakukan sebelum dihasilkan kerangka konseptual yang diterima secara luas. Hal ini dapat dilihat dari berbagai publikasi: A Statement of Basic Accounting Theory (ASOBAT) pada tahun 1966, Basic Concept and Accounting Principles Underlying Financial Statement (APB Opinion no 4) pada tahun 1970, Objectives of Financial Statement (Trueblood Report) pada tahun 1973, Statement of Accounting Thery and Theory Acceptance (SATTA) pada tahun 1977. Financial Accounting Standard Board (FASB) selama periode 1978-1985 menerbitkan Conceptual Framework for Financial Accounting and Reporting, yang terdiri dari enam komponen kerangka konseptual yang diberi nama Statement Of Financial Accounting Concept No 1- 6, yang terdiri dari : Objectives of Financial Reporting by Business Enterprises, Qualitative Characteristics of Accounting Information, Elements of Financial Statements of Business Enterprises, Objectives of Financial Reporting by Nonbusiness Enterprises, Recognition and Measurement in Financial Statements of Business Enterprises, Elements of Financial Statements: A Replacement FASB Concept Statement No. 3.

2. Di dalam pendekatan tradisional untuk merumuskan teori akuntansi dikenal pendekatan nonteoritis. Jelaskan menurut pendapat saudara! Menurut saya, teori akuntansi deskriptif menggunakan metodologi secara tradisional dalam penyusunan teori akuntansi dan merupakan sebuah upaya untuk menilai apa yang terjadi melalui penyusunan praktek-praktek akuntansi sedangkan teori akunatansi normative merupakan sebuah upaya untuk menilai sejumlah praktek yang seharusnya dapat digunakan. Inventory of Generally Accepted Accounting Principles for Bussiness Enterprise (Paul Grady), Accounting Priciples Board (APB) Statement No 4 merupakan bentuk pendekatan deskriptif dalam akuntansi. A Statement of Basic Accounting Theory

(American Accounting Association) merupakan bentuk pendekatan normative dari akuntansi. Jadi, menurut saya pendekatan tradisional untuk menyusun teori akuntansi antara lain adalah pendekatan non teoritis yang berupa pendekatan pragmatis dan pendekatan otoriter. Pendekatan pragmatis terdiri dari penyusunan teori yang ditandai dengan penyesuaian terhadap praktik sesungguhnya, yang bermanfaat untuk memberi saran solusi praktis. Pendekatan otoriter dalam penyusunan teori akuntansi yang umumnya digunakan oleh organisasi profesi terdiri dari penyajian sejumlah peraturan praktik-praktik akuntansi.

3. Pengungkapan informasi akuntansi dapat dikelompokkan ke dalam pengungkapan wajib (mandatory) dan sukarela (voluntary). Jelaskan menurut pendapat saudara! Menurut saya, informasi yang diungkapkan dalam laporan keuangan dapat dikelompokkan menjadi pengungkapan wajib (mandatory disclosure) dan pengungkapan sukarela (voluntary disclosure). Pengungkapan wajib merupakan pengungkapan informasi yang diharuskan oleh peraturan yang berlaku. Peraturan mengenai pengungkapan informasi dalam laporan keuangan di Indonesia dikeluarkan oleh pemerintah melalui keputusan ketua BAPEPAM No:Kep-40/PM/2003. sedangkan pengungkapan sukarela adalah pengungkapan yang melebihi yang diwajibkan. Pengungkapan wajib (mandatory disclosure) Pengungkapan wajib adalah informasi yang harus diungkapkan oleh emiten yang diatur oleh peraturan pasar modal suatu negara. Setiap emiten atau perusahaan publik yang terdaftar di bursa efek wajib menyampaikan laporan tahunan secara berkala dan informasi material lainnya kepada Bapepam dan publik. Ketentuan mengenai Kewajiban Penyampaian Laporan Tahunan Bagi Emiten dan Perusahaan Publik diatur dalam peraturan nomor X.K.6. Laporan tahunan wajib memuat ikhtisar data keuangan penting, laporan dewan komisaris, laporan dewan direksi, profit perusahaan, analisis dan pembahasan manajemen, tata kelola perusahaan, tanggung jawab direksi atas laporan keuangan, dan laporan keuangan yang telah diaudit. Ikhtisar data keuangan penting meliputi sekurang-kurangnya: a. b. c. d. e. f. g. penjualan / pendapatan usaha; laba (rugi) kotor laba (rugi) usaha; laba (rugi) bersih; l. m n. o. jumlah investasi; jumlah kewajiban; jumlah ekuitas; rasio laba (rugi) terhadap jumlah aktiva; rasio laba (rugi) terhadap ekuitas; rasio lancar; rasio kewajiban terhadap ekuitas;
2

jumlah saham yang beredar p. laba (rugi) bersih per saham; q. proforma penjualan / pend r.

h. i.

apatan usaha (jika ada) proforma laba (rugi) bersih (jika s. ada) proforma laba (rugi) bersih per t. saham (jika ada) modal kerja bersih jumlah aktiva u. v.

j. k.

rasio kewajiban terhadap jumlah aktiva; rasio kredit yang diberikan terhadap jumlah simpanan (khusus untuk perbankan); rasio kecukupan modal (khusus untuk perbankan); dan informasi keuangan perbandingan lainnya yang relevan dengan perusahaan.

Pengungkapan wajib (mandatory disclosure) Pengungkapan sukarela yaitu penyampaian informasi yang diberikan secara sukarela oleh perusahaan di luar pengungkapan wajib. Pengungkapan sukarela merupakan pengungkapan informasi yang melebihi persyaratan minimum dari peraturan pasar modal yang berlaku. Perusahaan memiliki keleluasaan dalam melakukan pengungkapan sukarela dalam laporan tahunan sehingga menimbulkan adanya keragaman atau variasi luas pengungkapan sukarela antar perusahaan. Pengungkapan sukarela merupakan salah satu cara meningkatkan kredibilitas pelaporan keuangan perusahaan dan untuk membantu investor dalam memahami strategi bisnis perusahaan (Healy, Palepu, 1993 dalam Sotomo, 2004). Dalam konteks pengungkapan sukarela manajemen perusahaan bebas memilih untuk memberikan informasi akuntansi lainnya yang dianggap relevan dalam mendukung pengambilan keputusan oleh pemakai laporan tahunan (Meek, Gary K, Clare B. Robert dan Sidney J. Gray, 1995 dalam Sutomo, 2004). Pertimbangan manajemen untuk mengungkapkan informasi secara sukarela dipengaruhi oleh faktor biaya dan manfaat. Manajemen akan mengungkapkan informasi secara sukarela jika manfaat yang diperoleh lebih besar daripada biayanya. Manfaat utama yang diperoleh perusahaan dari pengungkapan sukarela adalah biaya modal yang rendah (Elliot, Robert K. dan Jacobson, Peter D, 1994 dalam Sutomo, 1994). Pengungkapan informasi oleh perusahaan diharapkan akan membantu investor dan kreditor memahami risiko investasi. Manajer menyediakan item-item pengungkapan sukarela dalam laporan tahunan perusahaan karena mereka mempersepsikan bahwa item-item tersebut penting untuk diungkap. Ada beberapa kelompok user yang masing-masing memiliki persepsi berkenaan dengan item-item pengungkapan sukarela. Satu kelompok user mungkin mempersepsikan item A lebih penting daripada item B. Sebaliknya mungkin kelompok user lain mempersepsikan item B lebih penting daripada item A. Perbedaan persepsi ini di antara group users mungkin disebabkan oleh perbedaan kebutuhan informasi untuk memenuhi tujuan spesifik mereka. Situasi ini memunculkan penelitian yang bertujuan:
3

- Mengidentifikasi item-item pengungkapan sukarela yang biasanya disajikan dalam laporan tahunan perusahaan yang terdaftar di bursa efek. - Menentukan item-item pengungkapan sukarela yang penting dari persepsi users dan prepares (penyedia laporan keuangan). - Menentukan tingkat konsensus antara users dan prepares atas pengungkapan sukarela yang penting. 4. Seperti dalam studi Ball dan Brown (1968) mengapa reaksi pasar terjadi sebelum pengumuman (laba) itu sendiri dilakukan. Di dalam short window dan long window dalam pengujian reaksi pasar, mana yang memberi bukti yang lebih kuat atau usefulness informasi akuntansi. Disini menurut pendapat saya, penelitian mengenai pengaruh kandungan informasi terhadap harga saham pertama kali dilakukan oleh Ball dan Brown (1968). Penelitian tersebut menguji apakah pengumuman laba (earnings announcement) mempunyai hubungan positif dengan harga saham. Hasilnya menunjukkan adanya abnormal return positif akibat pengumuman. Sejalan dengan penelitian tersebut, Beaver (1968) menemukan bukti bahwa pengumuman laba mempunyai kandungan informasi yang mempengaruhi reaksi investor yang tercermin pada perubahan harga dan volume saham perusahaan bersangkutan. Bamber (1986) yang meneliti pengaruh kandungan informasi pengumuman laba tahunan juga menyimpulkan adanya reaksi pasar yang positif, yang tercermin dari harga dan volume saham yang diperdagangkan meningkatkan setelah pengumuman laba tersebut. Beza (1997) membuktikan bahwa perusahaan yang mengumumkan laba tahunannya secara signifikan akan mengalami peningkatan volume perdagangan dibanding sebelum pengumuman laba tersebut. Choi (2002) juga menemukan pengaruh (implikasi) pengumuman earnings terhadap subsequent return perusahaan yang melakukan publikasi tersebut. Hal ini mengindikasikan bahwa pasar merespon secara positif pengumuman tersebut. Sampel yang diambil dalam penelitian Ball dan Brown (1968), adalah perusahaanperusahaan yang listing di NYSE dan berfokus pada informasi tentang pendapatan. Pendapatan untuk perusahaan NYSE secara khusus dipublikasikan melalui media sebelum dilakukannya penerbitan aktual atas laporan tahunan. jadi hal tersebut relatif lebih mudah bagi investor untuk memutuskan ketika informasi tersebut pertama kali dikeluarkan menjadi konsumsi public.Hal ini akan membuat pasar segera bereaksi atas adanya informasi pendapatan yang dipublikasikan tersebut, walaupun informasi tersebut bukan diterbitkan secara resmi oleh perusahaan yang bersangkutan. Bila informasi tersebut good news, dapat dipastikan bahwa pasar akan bereaksi positif atas saham perusahaan yang bersangkutan. Namun apabila yang terjadi adalah bad news, maka yang akan terjadi adalah sebaliknya, yaiu reaksi pasar yang sifatnya negatif. Usefullness dari informasi akuntansi akan jauh lebih kuat dalam short window atau observasi yang dilakukan beberapa hari sebelum pengumuman earning. Alasannya yaitu dalam short window faktor-faktor lain yang mempengaruhi laba relatif lebih sedikit. Sehingga informasi akuntansi akan sangat berpengaruh bagi pengguna informasi untuk kepentingan pembuatan keputusan. Hubungan dalam short window memberikan dukungan
4

yang kuat terhadap decision usefulness karena memberikan usulan bahwa informasi akuntansi yang secara aktual mendorong revisi kepercayaan investor dan juga return sekuritas. Short window dapat memberi bukti lebih kuat atas usefulness informasi akuntansi karena selama short window ada beberapa kejadian spesifik perusahaan yang relative terjadi dari pada laba bersih yang mempengaruhi pengembalian saham. Selain itu, jika kejadian lain terjadi, seperti stock splits atau pengumuman dividen, hal tersebut dapat mempengaruhi perusahaan. Sebuah gabungan short window diantara pengembalian sekuritas dan informasi akuntansi menyarankan bahwa pengungkapan akuntansi merupakan sumber informasi baru untuk investor. Sedangkan evaluasi return dalam longwindow bagaimanapun membuka kemungkinan adanya return yang diperoleh melalui faktor yang lain selain earnings. 5. Dalam EMH seharusnya tidak ada reaksi pasar atas perubahan prosedur akuntansi, tetapi mengapa manajer masih melakukan manajemen laba. Menurut saya, Manajer yang rasional akan mempertimbangkan terjadinya konsekuensi ekonomi yang menyatakan bahwa pemilihan kebijakan akuntansi akan mempengaruhi tidak hanya tehadap teori pasar sekuritas efisien, tetapi juga terhadap nilai perusahaan. Jika kebijakan tersebut penting bagi manajemen, maka kebijakan akuntansi juga penting bagi investor yang mempunyai kepemilikan atas perusahaan tersebut. Hal ini dikarenakan manajer mungkin akan mengubah operasional perusahaan yang terjadi karena perubahan kebijakan akuntansi. Dengan kata lain bahwa pelaporan akuntansi dapat mempengaruhi keputusan sebenarnya yang dibuat oleh manajer dan pihak lainnya daripada hanya mencerminkan hasil dari keputusan. Pasar dapat menggunakan earnings management untuk menduga atau mengambil kesimpulan mengenai informasi dari dalam. Dan juga, ketika tingkat dari earnings management itu baik, maka penentuan standar yang merupakan keterbatasan dari pilihan akuntansi akan menurunkan kemampuan pelaporan keuangan untuk mengungkapkan informasi dari dalam. Selain itu, Manajemen laba dapat meningkatkan kepercayaan pemegang saham terhadap manajer. Manajemen laba berhubungan erat dengan tingkat perolehan laba atau prestasi usaha suatu organisasi, hal ini karena tingkat keuntungan atau laba dikaitkan dengan prestasi manajemen dan juga besar kecilnya bonus yang akan diterima oleh manajer. Manajemen laba juga dapat memperbaiki hubungan dengan pihak kreditor. Perusahaan yang terancam default yaitu tidak dapat memenuhi kewajiban pembayaran utang pada waktunya, perusahaan berusaha menghindarinya dengan membuat kebijakan yang dapat meningkatkan pendapatan maupun laba. Dengan demikian akan memberi posisi bargaining yang relatif baik dalam negoisasi atau penjadwalan ulang utang antara pihak kreditor dengan perusahaan. Selain itu manajemen laba dapat menarik investor untuk menanamkan modalnya terutama pada perusahaan go publik pada saat IPO.
5

6. Konsep historical cost sering mendapat kritik tajam karna dianggap sudah dianggap ketinggalan jaman dan tidak relevan dalam menyajikan informasi akuntansi. Jelaskan pendapat saudara baik setuju maupun yang tidak setuju! Saya setuju dengan pendapat di atas. Karena Historical Cost Principle adalah prinsip akuntansi yang mengakui harta atau utang dicatat pada nilai historisnya atau harga perolehan, historical cost (HC) selama ini menggunakan perspektif informasi lama kelamaan akan ditinggalkan oleh pemakainya. Memang informasi yang disajikan oleh historical cost merupakan informasi yang reliable karena didukung oleh transaksi yang benar-benar real dan akurat pencatatannya. Hanya saja, investor ternyata membutuhkan informasi yang lebih relevan dalam pengambilan keputusan. Karena data yang digunakan oleh historical cost adalah data lama yang sudah tidak sesuai dengan kondisi saat ini dan tidak menggambarkan perusahaan yang sebenarnya, maka HC tidak dapat memberikan informasi yang berdaya tambah kepada pihak yang membutuhkan informasi. Jadi menurut saya konsep historical cost ini sudah ketinggalan jaman, Dalam perkembangannya saya rasa historical cost akan beralih pada fair value accounting (FVA) yang menggunakan perpektif pengukuran. 7. Isu tentang IFRS, IAS, harmonisasi dan konvergensi terkait erat dengan faktor budaya (culture) antarnegara. Berikan penjelasan terkait isu-isu tersebut. Menurut saya, memang tidak bisa dipungkiri bahwa perkembangan jaman turut membawa perubahan yang cukup besar dalam dunia akuntansi, dimana diantaranya adalah wacana mengenai implementasi IFRS dalam proses akuntansi secara global. International Accounting Standards, yang lebih dikenal sebagai International Financial Reporting Standards (IFRS), merupakan standar tunggal pelaporan akuntansi yang memberikan penekanan pada penilaian (revaluation) profesional dengan disclosures yang jelas dan transparan mengenai substansi ekonomis transaksi, penjelasan hingga mencapai kesimpulan tertentu. Standar ini muncul akibat tuntutan globalisasi yang mengharuskan para pelaku bisnis di suatu Negara ikut serta dalam bisnis lintas negara. Untuk itu diperlukan suatu standar internasional yang berlaku sama di semua Negara untuk memudahkan proses rekonsiliasi bisnis. Popularitas IFRS di tingkat global semakin meningkat dari waktu ke waktu. Kesepakatan G-20 di Pittsburg pada tanggal 24-25 September 2009, misalnya, menyatakan bahwa otoritas yang mengawasi aturan akuntansi internasional harus meningkatkan standar global pada Juni 2011 untuk mengurangi kesenjangan aturan di antara negara-negara anggota G-20. Hal ini cukup baik dimana dunia akuntansi secara global mempunyai satu pedoman inti mengenai prinsip-prinsip akuntansi sehingga terdapat keselarasan diantara satu negara dengan negara lainnya. Namun hal ini tidak mudah diterapkan dalam waktu yang singkat. Menurut saya, terdapat 2 hal pokok yang mendasari pernyataan tersebut. Faktor pertama yang menjadi hambatan dalam penerapan standard ini (IFRS) di negara Indonesia adalah faktor budaya (culture), karena kebiasaan menggunakan standard akuntasi domestik yang sudah menjadi budaya akan sangat sulit mengubah cara/metode itu untuk menerapkan standard international tersebut, kalaupun standard ini diterapkan maka akan membutuhkan waktu yang lama untuk
6

penyesuaian dan kemungkinan adanya sedikit perbedaan dalam implementasinya. Faktor kedua adalah proses terjemahan bahasa akan menjadi faktor kendala dalam proses penerapannya, karena proses penafsiran bahasa sedikitnya membawa arti yang berbeda dalam konteks pemahaman inti/isi standard international tersebut. Faktor budaya menjadi salah satu isu yang cukup rentang dari konvergensi PSAK ke IFRS karena adanya karesteristik dan tingkat yang berbeda antara negara merupakan hambatan yang dihadapai dalam proses harmonisasi standar akuntansi keuangan, kebutuhan dan keinginan antara negara maju dan yang belum maju dan antara Negara yang tingkat pertumbuhan ekonominya sangat tinggi dan Negara dengan tingkat pertumbuhan ekonomi lebih rendah bahkan sangat rendah. Apa yang tepat diterapkan di Amerika Serikat, belum tentu cocok diterapkan di negara lain dengan karakteristik lingkungan dan perkembangan ekonomi yang berbeda. 8. Jelaskan perkembangan teori akuntansi akuntansi positif dan hubungannya dengan kemajuan riset akuntansi, dan pasar modal! Jadi, menurut referensi yang saya ketahui dalam buku scott (2000) dijelaskan pada Akhir Abad 19 dan Awal Abad 20 para penulis akuntansi terutama memfokuskan pada penjelasan tentang praktik akuntansi yang dapat diobservasi, dengan menyediakan aturan pedagogik untuk tujuan pengklasifikasian terhadap praktik. Teoritisi akuntansi pada saat itu (US Securities Act 1933-1934) memusatkan perhatiannya kepada usaha penetapan pelaporan keuangan sebagaimana yang seharusnya (pendekatan normatif). Pengenalan konsep teori yang digunakan di dalam buku ini merupakan hasil pengembangan di dalam bidang Finance. Pendekatan positif telah memberikan sumbangan yang berarti bagi pengembangan riset akuntansi menurut Watt Zimmerman (1986), di antaranya: a. Menghasilkan pola sistematik dalam pilihan akuntansi dan memberikan b. penjelasan spesifik. c. Memberikan kerangka yang jelas dalam memahami akuntansi d. Menunjukkan peran utama contracting cost dalam teori akuntansi. e. Menjelaskan mengapa akuntansi digunakan dan memberikan kerangka dalam memprediksi pilihan akuntansi. f. Mendorong riset yang relevan dengan akuntansi dan menekankan pada prediksi serta penjelasan terhadap fenomena, Setelah periode ini, mulailah dikenal pengujian empiris dengan didukung oleh penggunaan data base yang berasal dari CRSP (Center for Research in Security Prices). Pengkombinasian data dengan menggunakan komputer banyak menghasilkan penelitian mengenai perilaku harga saham dan pengaruh informasi terhadap harga saham (misal: Fama, 1976). Hasil penelitian empiris ini membawa kepada pengembangan tentang EMH (efficient markets hypothesis). Dalam teori akuntansi positif, tidak dijelaskan tentang praktek akuntansi, tetapi dilakukan penelitian terhadap hubungan pengumuman laba dengan reaksi harga saham. Untuk melakukan penelitian dalam tahap ini digunakan Hipotesis Pasar Efisien (Efficiency Market Hyphothesis) (Scott,2000). Pasar modal efisien adalah pasar modal dimana harga surat-surat berharga yang diperdagangkn setiap waktu
7

secara wajar dan merefleksikan semua informasi yang diketahui publik berkaitan dengan surat berharga dan Capital Asset Pricing Model (CAPM). 9. Apa arti pentingnya asimetri informasi, adverse selection, dan moral hazard? Jadi, menurut saya dalam buku Scott (2000), terdapat dua macam asimetri informasi yaitu: a. Adverse selection, yaitu bahwa para manajer serta orang-orang dalam lainnya biasanya mengetahui lebih banyak tentang keadaan dan prospek perusahaan dibandingkan investor pihak luar. Dan fakta yang mungkin dapat mempengaruhi keputusan yang akan diambil oleh pemegang saham tersebut tidak disampaikan informasinya kepada pemegang saham. b. Moral hazard, yaitu bahwa kegiatan yang dilakukan oleh seorang manajer tidak seluruhnya diketahui oleh pemegang saham maupun pemberi pinjaman. Sehingga manajer dapat melakukan tindakan diluar pengetahuan pemegang saham yang melanggar kontrak dan sebenarnya secara etika atau norma mungkin tidak layak dilakukan. Adanya asimetri informasi memungkinkan adanya konflik yang terjadi antara principal dan agent untuk saling mencoba memanfatkan pihak lain untuk kepentingan sendiri. Eisenhardt (1989) mengemukakan tiga asumsi sifat dasar manusia yaitu: (1) manusia pada umunya mementingkan diri sendiri (self interest), (2) manusia memiliki daya pikir terbatas mengenai persepsi masa mendatang (bounded rationality), dan (3) manusia selalu menghindari resiko (risk adverse). Berdasarkan asumsi sifat dasar manusia tersebut menyebabkan bahwa informasi yang dihasilkan manusia untuk manusia lain selalu dipertanyakan reliabilitasnya dan dapat dipercaya tidaknya informasi yang disampaikan. Informasi akuntansi yang reliable dan dapat dipercaya dapat mengatasi adverse selection, karena dengan informasi akuntansi yang reliable dan dapat dipercaya, investor dan pihak eksternal lain dapat mengetahui tentang fakta-fakta yang terjadi di perusahaan dan langkah-langkah yang telah ditempuh oleh manajer dalam menjalankan bisnis perusahaan. 10. Jelaskan pengertian dari pendekatan kebermanfaatan keputusan terhadap pelaporan keuangan (the decision usefulness approach to financial reporting)! Menurut saya, The decision usefulness approach untuk teori akuntansi memiliki pandangan bahwa jika kita tidak bisa mempersiapkan laporan keuangan yang secara teori benar, setidaknya kita berusaha membuat laporan keuangan lebih berguna. Dalam mengadopsi The decision usefulness approach, dua pertanyaan utama harus dijelaskan. Yang pertama, siapa pengguna laporan keuangan? Jelasnya banyak sekali pengguna laporan keuangan. Lebih mudah membaginya ke beberapa grup, seperti investor, kreditur, manajer dan pemerintah. Yang kedua, masalah keputusan apa yang dialami pengguna laporan keuangan? Dengan memahami masalah keputusan tersebut,
8

akuntan dapat lebih mempersiapkan untuk memenuhi informasi yang dibutuhkan para pengguna. 11. Saat ini sedang terjadi pergeseran pelaporan keuangan menuju ke arah paradigma perspektif pengukuran (measurement perspective). Di samping itu, perspektif pengukuran dan perspektif informasi (measurement information) dibahas secara terpisah dalam literatur akuntansi. Setiap perspektif tidak mempertimbangkan aspek yang ditawarkan oleh perspektif yang lainnya. Setujukah saudara? Berikan komentar saudara! Saya setuju dengan peryataan tersebut. Saat ini memang sedang terjadi pergeseran pelaporan keuangan menuju ke arah paradigm perspektif pengukuran. Walau ada tekanan, praktik pelaporan keuangan dalam praktik akuntansi ke arah perspektif pengukuran menemui dua permasalahan yang mencemaskan: 1. Reliabilitas kemanfaatan keputusan atas laporan keuangan berbasis nilai wajar dikompromikan jika terlalu banyak reliabilitas dikorbankan untuk relevansi yang lebih besar. 2. Skeptikisme manajemen tentang RRA jika ada untung atau rugi belum terealisasi dari perubahan nilai wajar yang terkandung di laba bersih. Pengukuran dan perspektif informasi dibahas secara terpisah dalam literature akuntansi. Perspektif pengukuran menekankan peran fundamental dari informasi (angka) akuntansi untuk menentukan nilai perusahaan. Sedangkan perspektif informasi lebih menekankan penyediaan informasi sebanyak-banyaknya (pengungkapan penuh) bagi investor. Perspektif informasi lebih menekankan pengungkapan penuh apapun bentuknya, meningkatkan kegunaan informasi akuntansi bagi investor. Akuntan dapat meningkatkan posisi kompetitif dalam informasi dengan cara menyediakan informasi yang berguna. Perspektif pengukuran lebih menekankan peran fundamental dari informasi akuntansi keuangan untuk menentukan nilai perusahaan. Perspektif pengukuran ini di dorong oleh pengembangan teori yamg lebih peran dasar bagi laporan keuangan dalam melaporkan nilai perusahaan. Menyatakan gagasan fundamental yang mendasari perspektif pengukuran adalah bahwa akuntansi seharusnya mengukur secara langsung dan melaporkan informasi dasar yang diperlukan oleh investor yaitu nilai perusahaan. SOAL BONUS 12. Saat ini topik CSR semakin banyak dibahas dan semakin banyak juga perusahaan yang melaksanakan tanggungjawab sosialnya. Berikan penjelasan singkat tentang isu CSR dan keterkaitannya dengan GCG (Good Corporate Government) yang saudara pahami! Menurut pendapat saya, CSR sangat penting dalam penerapan GCG, hal ini terjadi karena dalam tata kelola perusahaan, perusahaan mempunyai tanggung jawab terhadap para pemangku kepentingan baik itu karyawan dan keluarganya, komunitas lokal dan
9

masyarakat luas. Selain itu perusahaan perlu melibatkan diri dalam kegiatan-kegiatan yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat diluar kegiatan-kegiatan ekonomi yang memang menjadi tujuan perusahaan. Terdapat lima prinsip GCG yang dapat dijadikan pedoman bagi para pelaku bisnis, yaitu Transprency (Keterbukaan Informasi), Accountability (Akuntabilitas), Responsibility (Pertanggungjawaban), Indepadency (Kemandirian), Fairness (Kesetaraan dan Kewajiban). Prinsip Responsibilty (Pertanggungjawaban) merupakan prinsip yang mempunyai hubungan paling dekat dengan CSR. Dalam prinsip ini, penekanan yang signifikan diberikan kepada stakeholders perusahaan. Melalui penerapan prinsip ini diharapkan perusahaan dapat menyadari bahwa kegiatan operasionalnya seringkali menghasilkan dampak eksternal yang harus ditanggung oleh stakeholders. Oleh karena itu, wajar bila perusahaan juga memperhatikan kepentingan dan nilai tambah bagi stakholders-nya. Penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) di berbagai perusahaan di Indonesia menunjukkan perkembangan menggembirakan. Timbulnya kesadaran untuk menerapkan prinsip Good Corporate Governance (itu tidak terlepas dari tuntutan perekonomian modern yang mengharuskan setiap perusahaan dikelola secara baik dan bertanggung jawab dengan mengetahui hak dan kewajibannya masing-masing, meliputi pemegang saham, direksi, dewan komisaris serta pihak-pihak lain. Sebagai salah satu komponen kritikal dalam perekonomian, perusahaan-perusahaan di Indonesia, swasta maupun BUMN, sebagai pemegang memiliki peran penting untuk memacu pertumbahan pertumbuhan ekonomi, termasuk ekonomi masyarakat. Hal ini sejalan dengan penerapan prinsip GCG yang menghendaki terakomodasinya kepentingan stakeholders dalam pengelolaan bisnis. Aktivitas ekonomi yang dijalankan perusahaan sebagaimana prinsip etika bisnis diharapkan bermanfaat tidak hanya bagi perusahaan itu sendiri, tetapi juga bagi masyarakat. Penerapan etika bisnis tersebut merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial-moral suatu institusi bisnis dan para pelaku dunia usaha terhadap masyarakat dan lingkungannya. Menerapkan Penerapan tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan (Corporate Social Responsibility CSR) secara benar berarti juga memenuhi prinsip responsibilitas yang diusung GCG. Penerapan CSR secara konsisten merupakan bagian dari upaya memaksimalkan nilai perusahaan. CSR merupakan komitmen perusahaan berperilaku etis dan berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi berkelanjutan dengan tetap mengedepankan peningkatan kualitas hidup karyawan beserta keluarganya, komunitas lokal dan masyarakat luas. Jadi, salah satu implementasi GCG di perusahaan adalah penerapan corporate social responsibility (CSR).

13. Sebutkan sisi baik dan buruknya earnings management, dan jelaskan perbedaan earnings management dengan kecurangan akuntansi (fraud) yang anda ketahui! Menurut saya, memang ada perbedaan yang dilakukan perusahaan terkait earnings management itu sendiri. Adapun sisi baik dan buruk dari earnings management yaitu :
10

Sisi baik earnings management - Earnings management adalah produk yang legitimate. - Earnings management dapat memanfaatkan peluang untuk membuat estimasi akuntansi, melakukan perubahan metode akuntansi, dan menggeser periode pendapatan atau biaya yang tidak bertentangan dengan aturan pelaporan keuangan dalam PABU. - Dari perspektif kontrak sejauh mana earning management bisa berhubungan baik dengan kontrak yang efisien versus oportunistik bentuk teori akuntansi positif. Berdasarkan kontrak yang efisien, maka diinginkan untuk memberikan manajer beberapa kemampuan untuk mengelola pendapatan di dalam menghadapi kontak lengkap dan kaku. Kita harus berhati-hati untuk tidak selalu menafsirkan bukti manajemen laba untuk bonus, perjanjian hutang, dan alasan-alasan politik sebagai buruk. Earnings management bisa menjadi alat untuk menyampaikan informasi kepada pasar, sehingga harga saham dapat lebih mencerminkan prospek masa depan perusahaan. Sisi buruk earnings management - Menurut Healy (1999), earnings management mengaburkan informasi kinerja ekonomis perusahaan karena ada kondisi dimana manajer perusahaan memiliki akses informasi secara langsung sementara sebagian stakeholder tidak. Ada sebagian informasi yang tidak tersampaikan ke stakeholder. Manajer disisi lain, memang dapat menggunakan kebijakan untuk membuat laporan keuangan lebih informatif, mencerminkan kinerja perusahaan sesungguhnya, misalnya melalui pemilihan metode akuntansi atau estimasi untuk memberikan sinyal yang memadai agi penilaian kinerja perusahaan. Akan tetapi kebijakan akuntansi untuk membuat laporan keuangan lebih informatif kepada pengguna tidak masuk dalam definisi. - Kontroversi muncul ketika earnings management dikaitkan dengan moral/etika, apakah tindakan manajer melakukan earnings management tidak akan menyesatkan pemakai laporan keuangan. Apalagi karena laba merupakan komponen penting yang dipantau para pemakai laporan keuangan. Ditinjau dari legalitas, tidak ada yang dilanggar karena pemilihan metode akuntansi tidak melanggar standar akuntansi yang berlaku di samping merupakan kewenangan manajer untuk memilih metode akuntansi yang akan dipakai. Menilai etis atau tidaknya manajemen laba dapat dilihat dari sudut pandang pencapaian keseimbangan antara kepentingan individu (manajer) dengan kewajiban terhadap pihak-pihak yang terkait dengan perusahaan (stakeholder). Yang dimaksud dengan stakeholder adalah pemegang saham, karyawan, pelanggan, pemasok, kreditur dan investor. Penilaian tersebut hanya dapat dilakukan kalau manajer melakukannya secara sadar, artinya menyadari implikasi jangka panjang yang ditimbulkan. Tekanan persaingan untuk menghasilkan laba yang tinggi bisa menyebabkan perilaku tidak etis, terutama untuk perusahaan yang menggunakan angka akuntansi untuk penilaian kinerja secara mutlak. Manajer dengan kinerja keuangan yangburuk dan perusahaan dengan laba rendah lebih mudah melakukan tindakan tidak etis dibandingkan manajer dengan kinerjakeuangan baik dan perusahaan dengan laba.

11

Perbedaan earnings management dengan akuntansi kecurangan (fraud) Pilihan Metode Akuntansi Sesuai PSAK Pengakuan yang agresif dari provisi atau cadangan. Penilaian berlebihan atas akuisisi pembelian R&D. Pernyataan yang berlebihan dari restrukturisasi dan penghapusan asset. Laba yang dihasilkan dari proses operasi netral perusahaan. Pernyataan yang terlalu rendah dari provisi untuk bad debts. Menurunkan provisi atau cadangan dalam cara-cara yang terlalu agresif. Pelanggaran PSAK Pencatatan penjualan sebelum dapat direalisasi. Pencatatan penjualan fiktif. Penundaan tanggal faktur penjualan. Pernyataan persediaan yang berlebihan dengan mencatat persediaan fiktif. Transaksi Arus Kas Sesungguhnya Penundaan Penjualan. Akselerasi pengeluaran R&D atau iklan.

Conservative Accounting (income decreasing earnings management)

Neutral Earnings

AggresiveAccounting (income increasing earnings management)

Penundaan pengeluaran R&D atau iklan. Percepatan penjualan.

Fraudulent Accounting

12