Anda di halaman 1dari 14

ACARA UJI

3 KUALITATIF PROTEIN

A.TUJUAN PRAKTIKUM Praktikum ini bertujuan untuk dengan mengenal sifat pengendapan dan ditambahkan dengan senyawa kimia. B.LANDASAN TEORI Protein termasuk dalam yaitu proteios yang artinya hidrolisis protein menghasilkan asamdapat digabungkan menurut berbagai kelompok senyawa yang terpenting dalam pertama . Protein adalah poliamida, dan asam amino.Hanya 20 asam amino yang cara, membentuk otot, kuku, urat, bulu, organisme hewan. Sesuai dengan peran ini, kata protein berasal dari kata yunani mengidentifikasi protein secara kimia perubahan warna yang terjadi bila

lazim dijumpai dalam protein tumbuhan dan hewan, namun dua puluh asam amino ini sutera, hemoglobin, enzim, antibodi, dan banyak hormone( Fessenden, 1986: 363 ). Protein adalah senyawa yang terdiri dari satu atau beberapa rantai polipeptida yang tersusun dalam L alfa amino. Sifat fisik dan kimia protein bergantung kepada urutan, macam, dan banyaknya asam amino penyusunnya. Jika ditinjau dari strukturnya dikenal empat macam protein, yaitu primer, skunder, tersier dan kwartener.struktur primer adalah struktur yang dibentuk oleh ikatan peptida dalam satu rantai polipeptida, sedangkan struktur primer adalah terjadinya karena adanya alfa heliks yang memutar sepanjang sumbunya. Struktur tersier terjadi karena disebabkan oleh adanya ikatan disulfida S S maupun ikatan Van Der Waals sedngkan struktur kwartener terjadi karena beberapa rantai polipeptida yang bergabung menjai satu. Uji kualitatif protein dapat dilakukan dengan cara pengendapan, penggumpalan, dan uju warna. Pengendapan dapat dilakukan dengan garam amonium sulfat , kation logam berat ( Cu, Fe, Hg, dan Zn ), alkohol pekat reagen alkaloid dan lain-lain. Uji warna dilakukan untuk menunjukkan adanya ikatan peptida dan beberapa sifat-sifat tertentu asam amino yang dikandungannya

Dengan demikian uji warna dapat bersifat umum( ikatan peptida) dan bersifat khusus( Anonim, 2008 : 14 ). Karena banyaknya jenis protein dan rumitnya struktur kimianya, maka tidak mudah mengolongkan protein.Secara garis besarnya protein dikelompokkan dengan sederhana yaitu: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Albumen : protein yang larut dalam air. Globulin : protein yang tidak larut dalam air, tetapi larut dalam garam encer. Prolamin : protein yang larut dalam etanol 70-80%, tak larut dalam air dan tak larut dalam garam ataupun etanol murni. Glutelin : protein yang tak larut dalam air, larut dalam garam dan etanol, tetapi dapat dalam larutan alkalis atau larutan asam encer. Sceloprotein : protein yang tak larut dalam air, larut dalam garam encer dan solven organik. Protamin dan histon : protein yang bersifat alkalis, larut dalam air dan larutan garam. Cairan sel merupakan saran penggangkutan nutrien kejaringan atau organ tubuh dan menggangkut kembali sisa metabolisme untuk dieksresikan ( ginjal dan paru-paru ). Cairan tubuh termasuk , 1) plasma darah, 2) cairan antar sel, 3) dan cairan sel.Plasma darah dan limfa mengandung protein albumin-albumin dan globulin-globulin. Darah yang diambil dari tubuh akan menggumpal dalam beberapa menit. Bagian padat yang menggumpal berwarna merah tua akan terpisah dngan cairan kekuningnya yang disebut serum darah. Apabila kalsium klorida cukup banyak ditambahkan ke dalam darah yang distabilkan dengan oksalat maka darah akan mengalami penngumpalan ( clotting ). Cairan yang tertinggal disebut serum darah.Plasma darah menggandung protein yang disebut dengan fibrin yang tak larut, tetapi terbentuk dari protein yang terlarut dalam plasma yang disebut fibrinogen. Jadi plasma darah adalah darah yang telah dipisahkan antara sel darah merah dan sel darah putihnya. Sedangkan serum darah adalah plasma darah yang telah kehilangan fibrinogennya. Plasma darah mengandung beberapa protein-protein ini dapat dipisahkan dengan cara fraksionasi dengan ammonium sulfat atau natrium sulfat. Dapat juga dilakukan dengan etanol dalam suhu rendah( Haryono, 1989 : 126-128 )

C.ALAT DAN BAHAN Alat-alat: - tabung reaksi - gelas ukur - gelas kimia - erlenmeyer - pengaduk - penangas air - pipet - rak tabung reaksi Bahan-bahan: putih telur serum darah tissue ZnSO4(l) CuSO4 0,5% PbSO4(l) HNO3(l) CH3COOH(l) Pereaksi millon NaOH 40%

D.SKEMA PERCOBAAN a. uji protein dengan pengendapan 1. Pengendapan dengan logam Protein encer

+ ZnSO4 (tetes) Larutan protein

ada endapan pisahkan dalam 2 tabung

Tabung 1 Tabung 2

+ ZnSO4 Hasil

Ulangi percobaan diatas dengan penambahan garam dari Fe, Cu, Zn, Hg, dan Pb.

2. Pengendapan dengan Asam 3 mL asam nitrat

+ 3 mL larutan protein Hasil

5 mL larutan protein

+ 2 tetes asam cuka 1 N - ( 5 menit ) - amati apakah ada endapan Endapan

* uji pereaksi Millon Nasse ( ggs hidroksi jenuh ) Hasil

Uji Warna protein 1.Reaksi biuret ( untuk ikatan peptida ) 1 mL NaOH 40 %

+ 3 mL larutan protein Larutan

Hasil + CuSO4 0,5 % (1 tetes hingga ungu/merah muda )

2. Reaksi Xantoprotein ( untuk asam amino dengan inti benzena ) 3 mL protein

+ 1 mL NO3(l) pekat * Panaskan ( T=100oC ) kuning Larutan kuning

* Dinginkan dengan air ledeng * bagi menjadi dua tabung

Tabung 2 Tabung 1

+ NH3 Kuning / orange dibanding tabung tanpa amonia

3.Reaksi Uji sulfur 1 mL serum darah + 1 mL NaOH 40 % 6

( 1 menit untuk mengubah S organik S organik ( Na-Sulfida) Larutan

* Pb asetat 1 tetes Pbs ( warna coklat / hitam )

4. Reaksi Molish 1 mL protein + 2 mL alfa naftol + kocok Larutan

* alirkan 1 mL H2SO4 pekat dari dinding tabung Hasil

E. HASIL PENGAMATAN 1. Pengendapan dengan logam berat Langkah kerja Pengamatan ( Perubahan Warna ) 7

Tabung 1

Terbentuk dua lapisan : - endapan : putih - cairan : putih

Larutan protein encer + setetes ZnSO4 terjadi endapan (bagi menjadi 2 tabung ) Tabung 2 Endapan 1 + larutan ZnSO4 berlebih Tabung 3 Endapan ditambah CuSO4

- Putih padat menyatu menjadi padatan putih yang memisah Terbentuk dua lapisan : - cairan : putih -kuning - endapan : -hijau -bening Terbentuk dua lapisan : -cairan : putih -padatan :putih bening Terbentuk dua lapisan : -cairan : putih -padatan (atas ) : putih

Tabung 4 Endapan ditambahkan HgSO4

Tabung 5 Endapan ditambahkan PbSO4

2. Pengendapan dengan Asam Langkah kerja a. 3 mL larutan asam nitrat pekat + 3 mL larutan protein lewat dinding tabung dengan memiringkan tabung b.5 mL larutan protein + 2 tetes larutan 1 N asam cuka .Panaskan tabung reaksi tersebut dipenangas air ( 5 menit ) c.Ujilah endapan dengan pereaksi millon Pengamatan (Perubahan Warna ) Terbentuk tiga lapisan : -putih : endapan -kuning -bening Terbentuk dua lapisan : -endapan : putih -cairan : putih -bagian atas mencair dan berwarna coklat -bagian bawah bewarana putih, namun setelah didiamkan menjadi beku kembali

3.Uji Warna Protein Langkah kerja Pengamatan 8

a.Reaksi Biuret -3 mL larutan protein + 1 mL larutan NaOH 40 % -tambahkan satu tetes CuSO4 0,5% -endapan ( ungu ) ungu - putih - bening b.Reaksi Xantoprotein 3 mL protein dan 1 mL larutan asam nitrat pekat dipanaskan dengan penangas air Terbentuk tiga lapisan : -bening -krem -kuning Dingin dan bagi menjadi dua tabung Tabung 1 ditambahkan amonia ( kuning / orange ) Tabung 2 tanpa amonia c.Reaksi Uji Sulfur 1 mL larutan protein (serum darah ) + 1mL larutan NaOH 40% -tabung 1 : dari kuning padat menjadi encer -tabung 2 : kuning padat Terbentuk dua lapisan : -endapan : putih -cairan Masak selama 1 menit Tambahkan satu tetes larutan Pb asetat : kuning -endapan kuning -endapan putih

-Endapan hitam -cairan coklat kehitaman

F. PEMBAHASAN

Protein merupakan bahan penting untuk pembentukan jaringan jaringan organisme yang paling utama. Sel-sel hewan dan tumbuhan, Bakteri, Virus selalu mengandung protein sebagai bahan penyusun kerngka struktural sel maupun senyawa biomolekulnya. Karena pada sel hewan, tumbuhan, bakteri, vitus mengandung protein, oleh karena itu perlu dilakukan identifikasi untuk mengetahui adanya protein atau uji kualitatif protein yang terdapat pada sel hewan, tumbuhan, bakteri, virus. Namun pada praktik ini yang diuji hanya dari sel hewan dan manusia. Pada praktikum ini uji kualitatif dilakukan dengan cara pengendapan dan uji warna protein. Pengendapan protein dilakukan dengan penambahan logam berat dan asam. Logam berat yang digunakan adalah Hg, Pb, Cu dan Zn. Sedangkan asam digunakan asam cuka dan asam nitrat pekat. Hasil yang didapatkan pada pengendapan dengan menggunakan logam adalah rata-rata menghasilkan endapan yang berwarana putih dan hanya satu tabung yang menghasilkan warna hijau dan krem.terbentuk pula cairan yang berwarna bening. Jika ditambahkan larutan berlebih maka padatan putih menyatu akan berubah menjadi padatan putih yang memisah, hal ini terjadi pada penambahan ZnSO4 berlebih. Pengendapan protein yang terdapat pada putih telur disebabkan oleh pengendapan oleh garam, yaitu berupa logam berat. Protein telur atau bagian putih telur jika ditambahkan ion-ion positif yang berasal dari logam ( garam ), maka globulin atau Ova-globulinnya akan mengalami salting out ( terjadinya endapan karena adanya garam )( Haryono, 1989). Peristiwa pengendapan ( penggumpalan ) protein biasanya diawali oleh denaturasi ( rusaknya sruktur protein ) yang berlangsung pada titik isolistrik protein tersebut. Koagulasi yang terjadi pada protein juga dapat sebabkan oleh pemanasan,poedjiadi dan Suprianti) pH, deterjen dan ion logam berat yang sepeti yang kita lakukan dalam praktikum ini. Hasil yang didapatkan pada pengendapan protein yang menggunakan asam adalah semunya menghasilkan endapan. Padatan yang didapatkan akan berubah warna dan bentuk menjadi warna coklat dan bebentuk cair pada saat padatan dari protein itu ditambahkan dengan pereaksi millon, yang dimana sebelumnya padatan tersebut sudah direaksikan dengan asam cuka. Tetapi setelah didiamkan beberapa saat bentuknya menjadi padat kembali dengan warna yang tetap coklat. Hal ini membuktikan bahwa adanya gugus hidroksil jenuh pada struktur protein yang dimana hasilnya positif untuk protein. Pada reaksi Xantoprotein warna larutan yang

10

didapatkan adalah warna kuning. Reaksi yang terjadi adalah reaksi nitrasi pada inti benzena yang terdapat pada inti protein. Berdasarkan sifat-sifat protein diatas,protein yang terdapat pada putih telur dapat digunakan sebagai antidotun atau penawar racun jika tubuh terkena logam berat.

G. SIMPULAN Pada uji kualitatif protein ini dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1.Dengan reaksi Biuret, Xantoprotein dan uji sulfur reaksi warna protein dapat diidentifikasi. 2.Jika protein terkena logam berat atau garam dari logam seperti Zn, Cu, Hg dan Pb akan mengalami koagulasi atau penggumpalan. 3.Berdasarkan sifat protein,protein yang terdapat pada putih telur dapat digunakan sebagai antidotun atau penawar racun. DAFTAR PUSTAKA Anonim. 2008. Petunjuk Praktikum Biokimia. Mataram : Mataram Press. Fessenden, Ralp. J dan Fessenden, Joan S. 1986. Kimia Organik. Jakarta : Erlangga. Poedjiadi,Anna dan Suprianti, Titin.F.M. 2007. Dasar- Dasar Biokimia. Jakarta : UI Press. Haryono, Bambang. 1989.Analisis Makanan dan Pertaniaan. Liberty Yogyakarta dan Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi UGM : Yogyakarta.

11

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA UJI KUALITATIF PROTEIN

12

Oleh : SITI LU LUIL MAKNUN NIM : G1C OO6 052 PROGRAM STUDI KIMIA FAKULTAS MATIMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNRAM 2008

UNSUR-UNSUR LOGAM TRANSISI DERET PERTAMA

13

OLEH: AHMAD WIRAHADI (G1C006001) AGUSTINA (G1C 006 002) BAIQ MARIANA (G1C 006 008) EMY PUJIANI (G1C 006 013) FIHA RAHMATULLAILI (G1C 006 018) LALU SYAMSUL HAK ELSANI (G1C 006 030) NURMALA YUDASARI (G1C 006 041) ROUSHANDY ASRI FARDANI (G1C 006 048) SRI HANDAYANI (G1C 006 055)

JURUSAN KIMIA FMIPA-UNRAM 2008

14

Anda mungkin juga menyukai