Anda di halaman 1dari 8

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. DEFINISI Demam thypoid adalah penyakit infeksi akut yang menyerang manusia khususnya pada saluran cerna yaitu pada usus halus yang disebabkan oleh salmonella thypi.

B. Epidemiologi Demam thypoid masih merupakan penyakit endemik di Indonesia, dan merupakan penyakit yang menular. Kejadian demam thypoid di Indonesia sangat besar, insidensinya bervariasi di tiap daerah dan biasanya terkait dengan sanitasi lingkungan; di daerah rural ( Jawa Barat) 157 kasus per 100.000 penduduk, sedangkan di daerah urban ditemukan 760 810 per 100.00 penduduk. Perbedaan insidens di perkotaan berhubungan erat dengan penyediaan air bersih yang elum memadai serta sanitasi lingkungan dengan pembuangan sampah yang kurang memenuhi syarat kesehatan lingkungan.

C. Etiologi Penyakit ini disebabkan oleh infeksi kuman Salmonella Thypi. Sumber penularan Salmonella thypi berasal dari : a. Penderita Demam Thypoid

Sumber penularan utama adalah penderita demam thypoid, dimana individu tersebut dapat mengeluarkan berjuta juta kuman Salmonella Thypi dalam fesesnya. b. Makanan dan minuman yang terkontaminasi

D. Patogenesis Salmonella Thypi masuk kedalam tubuh manusia melalui mulut bersama dengan makanan/minuman yang tercemar oleh Salmonella Thypi. Sebagian kuman dimusnahkan didalam lambung, sebagian lagi masuk kedalam usus halus dan selanjutnya berkembang biak dan menembus sel sel epitel dan ke lamina propia. Di lamina propia kuman berkembang dan difagosit oleh sel sel fagosit terutama makrofag. Kuman dapat hidup dan berkembang biak didalam makrofag dan melalui duktus toraksikus kuman akan masuk kedalam peredaran darah melalui limfe dan menimbulkan bakterimia. Selanjutnya kuman menyebar keseluruh tubuh terutama di usus, dan kandung empedu. Kuman akan menyerang pada daerah usus ileum bagian distal, dimana pada minggu pertama dapat terjadi hiperflasi plak player, kemudian pada minggu kedua dapat terjadi nekrosis dan pada minggu ketiga akan terjadi ulserasi plak player. Pada minggu keempat terjadi penyembuhan ulkus yang dapat meninggalkan sikatrik yang memudahkan terjadi perdarahan hingga perforasi. Selain itu hepar, kelenjar kelenjar mesenterial dan limpa akan membesar.

E. DIAGNOSIS

Penegakan diagnosis sedini mungkin sangat bermanfaat agar bisa diberikan terapi yang tepat dan meminimalkan komplikasi. Pengetahuan gambaran klinis penyakit ini sangat penting untuk membantu mendeteksi secara dini. Walaupun pada kasus tertentu dibutuhkan pemeriksaan tambahan untuk membantu menegakkan diagnosis.

F. MANIFESTASI KLINIS Masa tunas demam thypoid berlangsung antara 10 14 hari. gejala klinis yang timbul sangat bervariasi dari ringan sampai berat, dari asimtomatik hingga gambaran penyakit yang khas disertai komplikasi hingga kematian. Pada minggu pertama gejala klinis penyakit ini ditemukan keluhan dan gejala serupa dengan penyakit akut pada umumnya yaitu demam, nyeri kepala, pusing, nyeri otot, anoreksia, mual, muntah, diare atau obstipasi, perasaan tidak enak diperut. Pada pemeriksaan fisik hanya didapatkan suhu badan yang meningkat. Sifat demam adalah meningkat secara perlahan lahan dan terutama pada sore hari hingga malam hari. Dalam minggu kedua gejala gejala menjadi lebih jelas beruapa demam, brakikardia relative, lidah berselaput dan kotor ditengah, hepatomegali, splenomegali, stupor,delirium. meteroismus, gangguan mental berupa somnolen,

G. PEMERIKSAAN PENUNJANG

1. Pemeriksaan Laboratorium a. Pemeriksaan Rutin Walaupun pada pemeriksaan darah perifer lengkap sering ditemukan leukopenia, dapat pula terjadi kadar leukosit normal atau leukositosis. Leukositosis dapat terjadi walaupun tanpa disertai infeksi sekunder. Selain itu juga dapat ditemukan anemia ringan dan trombositopenia. Pada pemeriksaan hitung jenis leukosit dapat terjadi aneosinofilia maupun limfopenia. Laju endap darah pada demam thypoid dapat meingkat. SGOT dan SGPT seingkali meningkat, tetapi akan kembali menjadi normal setelah sembuh. Kenaikan SGOT dan SGPT tidak memerlukan penanganan khusus.

b. Uji Widal Uji widal dilakukan untuk deteksi antibody terhadap kuman S.thypi. pada uji Widaterjadi suatu reaksi aglutinasi antara antigen kuman S.thypi dengan antibody yang disebut agglutinin. Antigen yang digunakan pada uji Widal adalah suspense Salmonella yang sudah dimatikan. Agglutinin dalam serum penderita tersangka demam thypoid yaitu : a) Aglutinin O ( dari tubuh kuman) b) Aglutinin H ( flagella kuman) c) Aglutinin Vi (simpai kuman)

Dari ketiga aglutinin tersebut hanya aglutinin O dan H yang digunakan untuk diagnosis demam thypoid. Semakin tinggi titernya maka semakin besar kemungkinan terinfeksi kuman tersebut. c. Kultur Darah Hasil biakan darah yang positif memastikan demam thypoid, akan tetapi hasil negative tidak menyingkirkan thypoid, karena mungkin disebabkan beberapa hal sebagai berikut : a) Telah mendapat terapi antibiotic b) Volume darah yang kurang c) Riwayat vaksinasi d) Saat pengambilan darah setelah minggu pertama, pada saat aglutinin semakin menigkat.

H. PENATALAKSANAAN Pengobatan demam thypoid terdiri atas 3 bagian, yaitu perawatan, diet dan obat. a. Perawatan

Penderita demam thypoid perlu dirawat dirumah sakit untuk isolasi, observasi, dan pengobatan. Penderita harus tirah baring absolut minimal 7 hari bebas demam dan kurang lebih selama 14 hari. maksud tirah baring adalah untuk mencegah terjadinya komplikasi perdarahan usus atau perforasi usus. Penderita dengan kesadaran menurun, posisi tubuhnya harus diubah pada waktu waktu tertentu untuk menghindari komplikasi decubitus. Defekasi dan buang air kecil perlu diperhatikan. b. Diet Makanan yang diberikan pada penderita demam thypoid mengandung cukup cairan , kalori dan protein tinggi. Bahan makanan tidak boleh mengandung banyak serat, tidak merangsang dan tidak menimbulkan gas. c. Obat obatan Obat obatan antimikroba yang sering digunakan adalah; kloramfenikol, tiamfenikol, kortimoksazol, ampisilin, amoksisilin, fluorokinolon. Pengobatan pada penderita demam thypoid biasanya diberikan kloramfenikol atau kortimoksazol. Di Indonesia kloramfenikol merupakan obat pilihan untuk penyakit demam thypoid., obat ini sangat efektif untuk menurunkan demam.

BAB III KESIMPULAN 1. Demam thypoid adalah penyakit infeksi akut yang menyerang manusia khususnya pada saluran cerna yaitu pada usus halus yang disebabkan oleh salmonella thypi. 2. Sumber penularan demam thypoid terdiri dari penularan melalui pendertia demam thypoid, dan makanan serta minuman yang telah terkontaminasi Salmonella Thypii. 3. Penegakan diagnosis sedini mungkin sangat bermanfaat agar is diberikan terapi yang tepat dan dapat meminimalkan komplikasi. Pemeriksaan untuk menegakan diagnosis demam thypoid dengan : Pemeriksaan gejala klinis Pemeriksaan laboratorium Uji widal

4. Sampai saat ini pengobatan demam thypoid menganut pada trilogy penatalaksanaan, yaitu : Istirahat dan perawatan Diet dan terapi penunjang Pemberian antimikroba

5. Obat obatan antimikroba yang sering digunakan adalah; kloramfenikol, tiamfenikol, kortimoksazol, ampisilin, amoksisilin, fluorokinolon. 6. Di Indonesia kloramfenikol merupakan obat pilihan untuk penyakit demam thypoid., obat ini sangat efektif untuk menurunkan demam.