Anda di halaman 1dari 6

KARDIOMEGALI Kardiomegali (cardiomegaly) berarti pembesaran jantung (enlarged heart).

Penyebabnya antara lain: tekanan darah tinggi, penyakit jantung koroner (coronary artery disease), penyakit katub jantung (heart valve disease), dan emfisema jangka panjang dengan gagal jantung yang progresif. Penyalahgunaan zat dan alkohol juga memicu pembesaran jantung. Sekadar tambahan, emfisema adalah penyakit paru-paru menahun dengan gejala utama penyempitan (obstruksi) saluran napas, karena kantung udara di paru-paru menggelembung secara berlebihan dan mengalami kerusakan yang luas. Juga disertai dengan kerusakan jaringan di paru-paru. Riset terbaru menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara penyakit ginjal kronis (menahun) dengan kardiomegali. Gejala kardiomegali: 1. Tergantung dari derajat keparahannya. Tampak gejala yang berhubungan dengan kegagalan pompa jantung untuk bekerja dengan baik 2. Dapat disertai nggeliyer, pusing, atau sensasi mau jatuh. Orang awam menyebutnya vertigo. Dalam istilah asingnya disebut dizziness. 3. Sesak nafas, seperti orang yang terengah-engah. 4. Terdapat cairan di rongga perut (ascites)

5. Kaki (tungkai, pergelangan kaki) membengkak Terapi kardiomegali: 1. Sesuai dengan penyebab yang mendasarinya (underlying causes). 2. Obat golongan diuretik 3. Obat golongan ACE inhibitor 4. Obat golongan beta blocker 5. Golongan nitrat 6. Mengurangi/menurunkan berat badan 7. Diet rendah garam 8. Pembatasan (asupan) cairan 9. Berolahraga

Jika Anda didiagnosis kardiomegali, bertanyalah pada dokter Anda hal-hal berikut ini: 1. Apakah dokter mendengar murmur (detak jantung abnormal)? Jika iya, maka kemungkinan besar Anda menderita penyakit katub (valvular disease), atau gagal jantung kongestif (congestive heart failure), atau advanced myocardiopathies. Dokter perlu membedakan suara murmur dengan suara pericardial friction rub. 2. Apakah dokter mengetahui adanya pembesaran hati (hepatomegaly) melalui pemeriksaan fisik? Kardiomegali dan hepatomegali berati menandakan congestive heart failure. Hepatomegali juga menandakan adanya penyakit sistemik yang menyebabkan myocardiopathy, seperti: amyloidosis. Perlu juga Anda sampaikan kepada dokter secara jujur/terus terang, jika Anda: 1. Disertai demam Demam yang disertai kardiomegali mengindikasikan penyakit jantung rematik (rheumatic heart disease) dan bacterial endocarditis. Atau juga mengindikasikan penyakit otot jantung akut (acute myocarditis) atau acute pericarditis. 2. Disertai nyeri dada. Kardiomegali dengan nyeri dada mengindikasikan adanya infark miokard (myocardial infarction), dan juga acute pericarditis. 3. Disertai bengkak (edema) Adanya peripheral edema berarti mengindikasikan congestive heart failure. Jika jenis edema-nya nonpitting maka kemungkinannya menderita myxedema. Untuk lebih jelasnya, bertanyalah kepada dokter Anda tentang edema ini. 4. Disertai hipertensi (tekanan darah tinggi) Jika disertai hipertensi, maka berarti kardiomegali yang terjadi disebabkan oleh karena pembesaran bilik jantung kiri (left ventricular enlargement) akibat hipertensi kronis (menahun). 5. Disertai kebiruan di mukosa kulit (cyanosis) Kardiomegali dengan cyanosis, terutama jika disertai associated murmur, maka mengindikasikan penyakit jantung bawaan tipe sianotik (congenital heart disease of the cyanotic type).

Pemeriksaan Penunjang Idealnya, pemeriksaan laboratorium pada penderita kardiomegali meliputi: hitung darah lengkap, sedimentation rate, ANA, chemistry panel, tes VDRL, profil tiroid, EKG, dan rontgen dada (chest x-ray). Pemeriksaan dengan echocardiogram akan membantu menegakkan diagnosis valvular disease, myocardiopathies, congestive heart failure, dan pericardial effusion. Jika curiga gagal jantung kongestif (congestive heart failure), maka perlu diukur waktu sirkulasi, tekanan vena, dan perlu tes fungsi paru-paru. Jika disertai demam, maka penderita kardiomegali perlu melakukan tes streptozyme, ASO titer, dan kultur darah serial. Ibu Zee Yth, faktor kardiomegali saja tidak menyebabkan kematian, terutama bila masih ringan. Biasanya kematian disebabkan oleh penyakit yang menyertai atau komplikasi yang dialami penderita kardiomegalI.

Pencegahan Batu Empedu Melalui Diet Sebagian besar kasus batu empedu disebabkan oleh diet yang tidak sehat atau pola makan yang buruk. Itu sebab, batu empedu bisa dicegah dengan mengubah pola makan antara lain dengan memperbanyak asupan diet kaya serat dan rendah lemak jenuh. Makanan yang Harus Dihindari Makanan yang akan menyebabkan batu empedu umumnya berasal dari hewan atau makanan hewani. Berikut adalah daftar makanan yang harus dihindari: makanan cepat saji, makanan berminyak, makanan pedas, daging merah, telur, daging babi, bawang, unggas, susu, jagung, dan kacang-kacangan. Makanan yang Direkomendasikan Batu empedu bisa dicegah dengan meningkatkan asupan serat serta memperbanyak konsumsi buah-buahan dan sayuran (serat larut air). Berikut ini adalah daftar makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi: alfalfa, apel, artichoke, barley, bit, brokoli, wortel, seledri, adas, jeruk, lobak, lemon, sawi, bayam, chestnut, semangka, dan bawang putih.

Namun, kebanyakan orang bukanlah vegetarian dan membutuhkan daging! Jika hal ini yang terjadi, penderita dapat mengkonsumsi daging yang lebih sehat seperti ayam, kalkun, dan ikan. Daging tersebut sangat rendah kolesterol. Meskipun demikian, konsumsi daging tetap harus diiringi dengan konsumsi buah-buahan dan sayuran (serat). Akhirnya, penderita batu empedu harus selalu minum 10-12 gelas air per hari untuk membantu melarutkan batu empedu.[]

Salah satu kunci untuk menghilangkan rasa nyeri akibat batu empedu adalah dengan mengubah diet. Lima makanan berikut dapat meringankan derita karena batu empedu.

1. Apel
Selain banyak mengandung vitamin, apel juga bisa menyehatkan kantong empedu. Apel mengandung asam malat dan tartarat yang dapat memecah kolesterol. Sebagaimana diketahui, 80% batu empedu terutama terbentuk dari kolesterol. Itu sebab, apel segar dan jus apel alami sangat baik untuk perawatan batu empedu.

2. Artichoke
Artichoke amat bagus untuk kesehatan kantong empedu. Artichoke mampu mendorong produksi empedu lebih banyak yang pada gilirannya akan menurunkan konsentrasi kolesterol dalam kantong empedu sehingga membantu melarutkan batu empedu. Artichoke juga bisa mengurangi produksi kolesterol oleh hati. Selain dikonsumsi segar, artichoke dapat diperoleh dalam bentuk suplemen.

3. Lobak
Seperti artichoke, lobak merangsang produksi empedu dan membantu memecah lemak. Kedua fungsi tersebut dapat membantu mengenyahkan batu empedu.

4. Kunyit
Kunyit umumnya digunakan dalam berbagai makanan dan memberikan warna kuning yang menarik. Kurkumin merupakan komponen bermanfaat dari kunyit yang mampu menurunkan peradangan, menghancurkan sel-sel kanker hati, dan melarutkan batu empedu.

Khasiat kunyit akan dimanfaatkan tubuh secara maksimal jika dikonsumsi bersama dengan lada hitam.

5. Sayuran berdaun hijau


Bukan tanpa alasan para ibu menyuruh anak mereka memakan banyak sayuran. Sayuran hijau seperti bayam memiliki manfaat luar biasa untuk hati dan kantong empedu. Selain bayam, sayuran hijau seperti sawi, collard hijau, dan kangkung juga bisa dijadikan alternatif.Sayuran hijau yang mengandung klorofil akan membantu membuat tubuh lebih basa. Makanan yang bersifat asam seperti produk daging, susu, gula, biji-bijian, dan alkohol, umumnya meninggalkan residu asam di dalam tubuh yang harus dibuang. Makan sayuran akan mengurangi residu, mengurangi beban pada hati, dan ujungnya menyehatkan kantong empedu serta melarutkan batu empedu.

Bagi penderita batu empedu, prinsip utama perawatannya yaitu mengistirahatkan kandung empedu. Hindari makanan berlemak karena lemak merangsang kandung empedu untuk bekerja keras. Kandungan protein dalam diet cukup 1 - 1 gram per berat badan setiap hari. Kalori perlu pula dibatasi, karena kebanyakan penderita batu empedu juga penderita obesitas. Bahan makanan yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan juga harus dihindari. Cara alamiah yang dapat digunakan untuk mengatasi batu empedu yaitu :

30 gram daun keji beling segar + 30 gram sambiloto segar + 60 gram rambut jagung direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, airnya disaring, diminum hangat-hangat. 60 gram herba kumis kucing segar + 30 gram tongkol jagung + 30 gram daun meniran segar direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, airnya disaring, diminum hangat-hangat. 30 gram daun sendok segar + 30 gram daun kembang pukul empat segar + 100 gram akar alang-alang direbus dengan 700 ccc air hingga tersisa 300 cc, airnya disaring, diminum hangat-hangat. Minum jus apel sebanyak 4 gelas setiap hari selama 5 hari. Pada hari ke-6 lakukan puasa, dan pada saat berbuka puasa minum air putih + 30 gram garam inggris, pada pukul 20.00 minum gelas air lemon + gelas

minyak

zaitun,

aduk

lalu

diminum.

Catatan : anda dapat menggunakan salah satu cara tradisional di atas, lakukan secara teratur sehari 2 kali. Dalam melakukan perebusan gunakan panci enamel atau periuk tanah. Tetep konsultasi ke dokter.