Anda di halaman 1dari 6

18

BAB 5 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 5.1. Hasil Penelitian

5.1.1. Deskripsi Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Pirngadi Medan yang terletak dijalan Prof. H.M. Yamin S. H. no 47 Medan Sumatera Utara. Rumah Sakit Umum Daerah ini milik Pemerintah kota Medan yang merupakan Rumah Sakit pendidikan dan terakreditasi B. Rumah Sakit ini juga merupakan salah satu Rumah sakit rujukan provinsi Sumatera Utara. Data penelitian ini diambil dari bagian instalasi rekam medis yang terletak dilantai dua. 5.1.2. Deskripsi Karakteristik Sample Sampel penelitian adalah semua ibu yang melahirkan bayi dengan letak sungsang, baik secara pervaginam maupun perabdominal di RSUD DR. Pirngadi, Medan. Jumlah sample yang tercatat pada rekam medis tahun 2008-2010 sebanyak 52 kasus. Distribusi frekuensi dari keseluruhan sample meliputi jumlah kasus, usia ibu, usia kandungan, paritas, gravida, jenis persalinan, dan berat badan janin.

19

5.1.3. Deskripsi usia ibu pada persalinan letak sungsang tahun 2008-2010 Tabel 5.1 No 1 2 3 4 5 Distribusi Usia Ibu pada Persalinan Letak Sungsang Kelompok usia 18-20 21-25 26-30 31-35 36-40 Total Frekuensi 2 10 22 12 6 52 Persen (%) 3.8 19.2 42.3 23.1 11.5 100.0

Dari tabel diatas, jumlah kasus ibu yang melahirkan bayi letak sungsang pada kelompok usia 18-20 tahun sebanyak 2 kelahiran (3,8%), pada kelompok usia 21-25 tahun sebanyak 10 kelahiran (19,2%), pada kelompok usia 26-30 tahun sebanyak 22 kelahiran (42,3%), pada kelompok usia 31-35 tahun sebanyak 12 kelahiran (23,1%), sedangkan pada kelompok usia 36-40 tahun terdapat 6 kelahiran (11,5%).

5.1.4. Deskripsi usia kandungan pada persalinan letak sungsang tahun 2008-2010 Tabel 5.2 Distribusi Usia Kandungan pada Persalinan Letak Sungsang No 1 2 3 Usia Kehamilan Preterm Aterm Postterm Total Frekuensi 9 39 4 52 Persen (%) 17,3 75,0 7,7 100.0

Berdasarkan tabel diatas, didapatkan ibu yang melahirkan dengan kurang bulan adalah 9 kelahiran (17,3%), dan ibu yang melahirkan dengan cukup bulan

20

adalah 39 kelahiran (75%), sedangkan ibu yang melahirkan lewat bulan sebanyak 4 kelahiran (7,7%). 5.1.5. Deskripsi Gravida dan paritas ibu dengan persalinan letak sungsang pada tahun 2008-2010 Tabel 5.3 Distribusi Gravida dan Paritas Ibu dengan Persalinan Letak Sungsang No 1 2 3 4 5 Gravida dan Paritas G1P0 G2P1 G3P2 G4P3 G5P4 TOTAL Frekuensi 27 12 4 5 4 52 Persen 51,9% 23,1% 7,7% 9,6% 7,7% 100%

Berdasarkan tabel diatas didapatkan ibu dengan gravida 1 dan paritas 0 sebanyak 27 orang (51,9%), Ibu dengan gravid 2 dan paritas 1 sebanyak 12 orang (23,1%), Ibu dengan gravida 3 dan paritas 2 sebanyak 4 orang (7,7%), Ibu dengan gravida 4 dan paritas 3 sebanyak 5 orang (9,6%), Ibu dengan gravida 5 dan paritas 4 sebanyak 4 orang (7,7%). 5.1.6. Deskripsi Berat Badan Lahir dan jenis persalinan letak sungsang pada tahun 2008-2010 Tabel 5.4 Distribusi Berat Badan Lahir dan Jenis Persalinan Letak Sungsang Jenis Persalinan Pervaginam 3 5 Seksio sesaria 2 30 5 35

No

Berat badan lahir (gram)

Total

1 2

< 2500 2500-3500

21

>3500 Total

2 10

10 42

12 52

Berdasarkan tabel diatas bayi letak sungsang yang lahir dengan kategori berat badan lahir rendah dengan persalinan pervaginam sebanyak 3 orang (30%), Sedangkan dengan persalinan seksio sesarea sebanyak 2 orang (4,8%). Bayi letak sungsang yang lahir dengan kategori berat badan lahir normal dengan persalinan pervaginam sebanyak 5 orang (50%), Sedangkan dengan persalinan seksio sesarea sebanyak 30 orang (71,4%). Bayi letak sungsang yang lahir dengan kategori bayi besar dengan persalinan pervaginam adalah sebanyak 2 kelahiran (20%), Sedangkan dengan persalinan seksio sesarea sebanyak 10 orang (23,8%). 5.1.7. Deskripsi Usia Kehamilan dan Jenis Persalinan Letak Sungsang pada Tahun 2008-2010 Tabel 5.5 Distribusi Usia Kehamilan dan Jenis Persalinan Letak Sungsang Jenis Persalinan Pervaginam 2 8 0 10 Seksio sesaria 7 31 4 42 9 39 4 52

No

Usia Kehamilan (minggu)

Total

1 2 3

Preterm Aterm Postterm Total

Berdasarkan tabel diatas untuk kelompok usia kehamilan preterm (<37 minggu) yang dilakukan persalinan secara pervaginam sebanyak 2 orang (20%) dan secara seksio sesarea sebanyak 7 orang (16,7%). Untuk kelompok usia kehamilan aterm (37-40 minggu) yang dilakukan persalinan secara pervaginam sebanyak 8 orang (80%) dan secara seksio sesarea sebanyak 31 orang (73,8%).

22

Sedangkan untuk kelompok usia kehamilan post-term (>40 minggu) sebanyak 4 kelahiran (9,5%) secara seksio.

5.2.

Pembahasan

Kelompok usia 26-30 tahun merupakan kelompok usia terbanyak dalam kejadian letak sungsang dalam hasil penelitian ini. Ini sesuai dengan hasil penelitian sebelumnya mengenai Beberapa Aspek Persalinan Letak Sungsang di Rumah Sakit Dr. Pirngadi Medan (1990-1994), bahwa umur ibu yang paling banyak dijumpai adalah kelompok umur 25-29 tahun. (Kaban RF, 1996). Ini berkaitan dengan masa subur wanita yang berlangsung dari usia 20 sampai 35 tahun (Manuaba IBG, 1998).

Sebanyak 39 kelahiran (75%) pada usia kehamilan cukup bulan (37-40 minggu) adalah usia kehamilan yang paling banyak dijumpai pada persalinan letak sungsang dalam hasil penelitian ini. Dalam buku Williams Obstetrics menyatakan bahwa pada kehamilan di bawah 32 minggu kejadian letak sungsang lebih besar terjadi, Namun berdasarkan literatur (Royal Collage of Obstetricians and Gynaecologists). mengatakan bahwa sebagian besar bayi dapat mengalami putaran spontan menjadi persentasi kepala mulai usia kehamilan 28 minggu Sehingga angka kejadian persalinan letak sungsang pada usia kandungan kurang bulan menjadi lebih sedikit.

Gravida dan paritas

tersering terjadi letak sungsang adalah G1P0

sebanyak 27 kelahiran (51,9%) dari hasil penelitian ini. Ini sesuai dengan literatur yang mengatakan bahwa pada kehamilan primigravida, malpresentasi yang paling sering terjadi adalah presentasi bokong (Prawirohardjo, 2008). Namun beberapa studi menyatakan kejadian letak sungsang lebih banyak pada multiparitas yang menyebabkan melemahnya otot dinding rahim sehingga janin lebih mudah untuk bergerak..(www.americanpregnancy.org)

23

Ciblis dkk (1994) di Chicago Lying-in Hospital (Cunningham FG et al, 2005) menyatakan jumlah persentase persalinan pervaginam pada berat janin <2500g lebih tinggi dibandingkan persalinan secara seksio sesarea. Ini sesuai dengan hasil penelitian yang mendapatkan 3 kelahiran untuk persalinan pervaginam dan 2 kelahiran untuk seksio sesarea pada berat janin <2500g. Dan pada bayi lahir dengan berat normal di dapatkan 5 kelahiran dengan metode persalinan pervaginam dan 30 kelahiran dengan metode seksio sesarea. Berdasarkan penelitian di Parkland Hospital, Dallas menyatakan 81% metode persalinan untuk semua golongan berat badan janin dilakukan dengan metode seksio sesarea, jumlah ini lebih tinggi dibandingkan persalinan secara pervaginam. Dan pada bayi besar didapatkan 2 kelahiran dengan persalinan pervaginam dan 10 kelahiran dengan persalinan seksio sesarea. Berdasarkan penelitian Brown dkk, 1994 di Chicago Lying-in Hospital (Cunningham FG et al, 2005) persentase persalinan seksio sesarea pada bayi besar lebih lebih tinggi dibandingkan persentase persalinan pervaginam.

Berdasarkan hasil penelitian kelompok usia kehamilan dengan jenis persalinan didapatkan usia kehamilan <37 minggu (preterm) adalah sebanyak 2 kelahiran dengan metode persalinan pervaginam dan 7 kelahiran dengan metode seksio sesarea. Berdasarkan literature yang menyatakan indikasi untuk dilakukannya seksio sesarea pada letak sungsang salah satunya adalah prematuritas, ini dilakukan untuk menghindari komplikasi yang terjadi pada bayi di saat lahir. Begitu juga untuk kehamilan 37-40 minggu (aterm) didapatkan sebanyak 8 kelahiran dengan metode persalinan pervaginam dan 31 kelahiran untuk metode seksio sesarea. Ini sesuai dengan literatur yang mengatakan lebih mempertimbangkan persalinan secara seksio sesarea pada persalinan letak sungsang. (Royal Collage of Obstetricians and Gynaecologists)