Anda di halaman 1dari 4

A.

Tangki Pendatar (Surge Tank)

Surge Tank direncanakan dengan struktur beton bertulang, yaitu berupa sumuran dengan diameter 7.50 m yang sebagian di timbun dalam tanah dan sebagian lagi terbuka di atas permukaan tanah (vertical shaft). Pertemuan Surge Tank dengan headrace dibuat berbentuk lingkaran (orivise) di bagian atas sehingga apabila ada penutupan katup inlet (inlet valve) pada unit pembangkit listrik, tekanan air dari pipa pesat dapat diredam oleh Surge Tank melalui orivise. Surge Tank ini didisain dengan mempertimbangkan upper surging pada saat air naik maksimum dan lower surging pada saat air turun sampai level terendah, dan kedua kondisi ini harus masih berada di dalam sumuran, artinya pada saat lower surging muka air tidak boleh terlalu dekat dengan permukaan atas headrace. Dengan debit rencana 19.60 m 3/det dan tinggi jatuh statik (gross head) 43.0 m, tinggi Surge Tank ditetapkan berdasarkan elevasi upper surging ditambah tinggi jagaan, dan elevasi lower surging minimal berada pada 2.00 m di atas permukaan luar headrace. Fungsi Surge Tank adalah: a) Menyediakan sebuah reservoir dengan permukaan bebas yang dekat dengan mekanisme pengaturan debit. Hal ini akan memotong panjang konduit yang diperlukan untuk menahan tekanan water hammer. Menyuplai tambahan air yang dibutuhkan selama naiknya kebutuhan beban hingga kecepatan aliran di konduit meningkat sampai kondisi yang tetap (steady). Menyimpan air selama terjadi pengurangan beban hingga kecepatan aliran di konduit menurun sampai kondisi yang tetap (steady) Menjamin modulasi muka air akibat perubahan beban baik dengan nilai yang besar maupun kecil
Unsteady Up Surge Z Hydrostatic level Zo=- Vo Steady State RESERVOIR Surge Tank As V At Ap Penstock H Ho

b) c) d)

L=Pressure Tunnel Length

Gambar 5.3.1 Tangki Pendatar

Kondisi Perencanaan

a. Debit rencana c. Terowong hantar Diameter Panjang L

= = =

19.60 m3/dt El. 152.0 m 3.6 m

b. Full supply water level (FSL) D =

5.425 m

i. Perhitungan Estimasi Penampang Surege Tank Untuk memperoleh luas penampang tangki pendatar digunakan rumus berikut : As di mana : As Hloss L1 At1 V FSL TWL = Luas tangki pendatar = Total kehilangan tinggi hingga akhir headrace (=5.045 m) = = = Panjang headrace (=5425 m) Luas penampang headrace (=10.173 m2) Kecepatan aliran dalam headrace (=1.927 m/det)

(L 1 x At 1 ) V2 x = 2.g H total x (H g H total )

= Full service level (= EL 152.00 m) = EL 109.0 m

Hgross = Tinggi statis, besarnya HWL TWL (=43.0 m) Luas penampang tangki pendatar : As =

(5425 x10.173) (1.93) 2 x 2 x 9.81 5.045 x( 47.0 5.045)

= 54.58 m2 Diameter tangki pendatar : D


As = 1 x 4
0,5

8.33 m

Direncanakan diameter tangki pendatar, D = 7.5 m dengan As = 44.156 m 2

ii. Stabilitas Elevasi Air 1. Stabilitas statik Stabilitas statis harus dikontrol dengan rumus sebagai berikut : ho < Hg/3 ~ Hg/6

dimana : Hg ho = tinggi statis (47.0 m) = total kehilangan tinggi tekan pada headrace pada debit maks (5.045 m) Hg/3 = 47.0/3 = 15.66 m Hg/6 = 47.0/6 = 7.83 m Perbedaan tinggi air antara reservoir dan tangki pendatar sebesar ho = 5.045 m, dinilai cukup stabil, karena lebih kecil dari 7.83 m dan 15.66 m. 2. Stabilitas dinamik Stabilitas dinamik harus dikontrol dengan rumus ThomaSchuller sebagai berikut: L x At L x At As > ~ c x (1 +T ) x g x Hg c x (1 +T ) x a x g x (Hg Zm) dimana, As V L At c t ko = Luas penampang tangki pendatar (m2) = Kecepatan aliran di headrace (1.927 m/dt) = Panjang headrace (5,425 m) = Luas penampang headrace (10.173 m2) ho = Koefisien kehilangan tinggi tekan ( 2 =1.358) V = Waktu rambatan air ke hulu hingga mencapai tangki pendatar ( = tahanan maksimum karena orifice = 2g ( CdFp ) , dimana Cd Fp a Zm = Coefisien debit pada lubang orifice (= 0.88) = Luas penampang orifice = 1+
1 Qo
2

Kontrol ho,

ko ho

(1 t ) (1 + t )

= maksimum up surging di atas FSL

Besarnya luas penampang orifice (port area) mempengaruhi kecepatan naikturunnya air didalam surge tank. Dicoba orifice dengan diameter 3.00 m, sehingga luas penampangnya : Fp = . . D2 = x 3.14 x (2.0)2 = 3.14 m2 ko =
1 19.6 ( )2 2 x 9.81 0.50 x 3.14

= 7.943 m Kecepatan air naik atau turun di tangki pendatar (Vpo) =

Vpo = (2 x g x ko) = (2 x 9.81 x 7.943) = 12.484 m/detik Tinggi muka air kondisi Upper Surging Level Zm = ko ho = 7.943 5.045 = 2.898 m Tinggi muka air kondisi Lower Surging Level dianggap sama dengan USWL Zm = ko ho = 7.943 5.045 = 2.898 m Elevasi air kondisi Upper min = HWL + Zm = 152.00 + 2.898 = 154.898 m 155.0 m (USWL) Elevasi air kondisi Lower min = HWL - Zm = 152.00 - 2.898 = 149.102 m 149.0 m (LSWL) Elevasi surge tank min = El. 157.0 m Elevasi ambang terowong min = El. 149 2.0 0.5 3.6 = El. 142.90 m Waktu rambatan, T =
ko 19.11 = = 3.73 dt ho 5.12

El. 155.0 + 2.00

Kontrol penampang tangki pendatar, As = 44.156 m2 =


2,217.00 x 33.18 =28.47 0.25 x(1 +3.73) x 9.81x 330.00 L.At c.(1 + T ).g.Hg

28.47 m2

L.At = c.(1 +T ).a.g.(Hg Zm) 2,217.00 x 33.18 0.25 x(1 +3.73) x 0.42 x 9.81x( 330.00 13.99)

69.15 m2

Luas penampang surge tank, As = 44.156 m2 > 28.47 m2 . Ok