Anda di halaman 1dari 16

KATA PENGANTAR Penggunaan pestisida tanpa aturan yang telah ada dapat membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan,

serta juga dapat merusak ekosistem. Disamping itu yang cukup meresahkan petani adalah beredarnya pestisida palsu dan illegal dengan harga yang lebih terjangkau. Evaluasi atau kajian terhadap mutu pestisida yang beredar perlu

DAFTAR ISI
Hal KATA PENGANTAR ...................................................... DAFTAR ISI ....................................................... I. PENDAHULUAN ....................................................... 1.1. Latar belakang .................................................... 1.2. Tujuan ....................................................... 1.3. Sasaran ....................................................... II. PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP .......................... 2.1. Pengertian ....................................................... 2.2. Ruang lingkup .................................................... III. METODE PELAKSANAAN KAJIAN PESTISIDA TERDAFTAR DAN BEREDAR ....................................................... 3.1. Metodologi Pelaksanaan ..................................... 3.2. Kualifikasi Tenaga Ahli Yang Diperlukan .............. IV. INDIKATOR KINERJA .................................................. 4.1. Indikator Masukan (Input) .................................. 4.2. Indikator Keluaran (output) ................................ 4.3. Indikator Hasil (Outcome) .................................. 4.4. Indikator Manfaat (Benefit) ................................ V. PEMBIAYAAN ............................................................. i ii 1 1 6 6 6 6 9

ditingkatkan. Berdasarkan hal tersebut diatas perlu untuk melakukan kajian pestisida terdaftar dan beredar dilokasi yang sudah ditentukan yaitu di 10 propinsi. Dengan diterbitkannya buku pedoman teknis Kajian Pestisida Terdaftar dan Beredar ini diharapkan petugas di daerah dapat melakukan kajian pestisida dengan baik sehingga ditemukan jenis pestisida yang sudah layak beredar di petani. Kritik dan saran dari berbagai pihak sangat diharapkan guna perbaikan selanjutnya dan mudahmudahan buku pedoman ini dapat bermanfaat bagi berbagai pihak yang memerlukannya.

Direktur,

10 10 11 12 12 12 12 13 14

Ir. Suprapti NIP. 195710241984032001

ii

LAMPIRAN 1. 2. 3. 4. 5. 6. Alokasi Kegiatan Kajian Pestisida di 10 Provins ........................ 15 Daftar Nama Laboratorium Pelaksana Pengujian Mutu Pestisida ..................................................................... 16 Bahan Aktif Yang Dilarang Untuk Semua Bidang Penggunaan Pestisida ........................................................... 18 Bahan Aktif Pestisida Yang Ditetapkan Sebagai Pestisida Terbatas ................................................................ 21 Bahan Tambahan Dalam Pestisida Yang Ditetapkan Sebagai Bahan Tambahan Yang Dilarang ............................... 22 Batas Toleransi Hasil Pengujian Pestisida ............................... 23

iii

I. PENDAHULUAN

4. Pestisida mudah diperoleh dan dapat dijumpai bahkan sampai di kios-kios pedesaan. Disamping memiliki kelebihan tersebut di atas, pestisida harus diwaspadai karena dapat memberikan dampak negatif, baik secara langsung maupun tidak langsung, antara lain: 1. Keracunan dan kematian pada manusia, ternak dan hewan piaraan, satwa liar, ikan dan biota air lainnya, biota tanah, tanaman, musuh alami, OPT bukan sasaran; 2. Terjadinya resistensi, resurjensi, dan perubahan status OPT; 3. Pencemaran lingkungan hidup; 4. Residu pestisida yang berdampak negatif terhadap konsumen; dan 5. Terhambatnya perdagangan hasil pertanian. Pestisida secara umum diartikan sebagai bahan kimia beracun yang digunakan untuk mengendalikan jasad pengganggu yang merugikan manusia. Dalam sejarah peradaban manusia, pestisida telah cukup lama digunakan terutama di bidang pertanian (pengelolaan tanaman) dan kesehatan (bidang permukiman dan rumah tangga).

1.1. Latar Belakang Penggunaan pestisida di bidang pertanian (pengelolaan tanaman) meningkat sejak program intensifikasi pertanian dicanangkan oleh pemerintah pada tahun 1970-an. Bahkan sebagian besar petani sudah tergantung pada pestisida. Mereka beranggapan bahwa pestisida adalah penyelamat dari serangan hama. Usaha petani untuk mengendalikan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) dengan menggunakan pestisida dikarenakan pestisida mempunyai kelebihan dibandingkan dengan cara pengendalian yang lain, misalnya: 1. Pestisida dapat diaplikasikan secara mudah hampir di setiap waktu dan tempat; 2. Pengendalian dengan pestisida hasilnya dapat dilihat dalam waktu singkat; 3. Pestisida dapat diaplikasikan dalam areal yang luas dan dalam waktu yang relatif tidak terlalu lama; dan

Penggunaan pestisida di bidang permukiman dan rumah tangga selama ini cukup tinggi untuk mengendalikan organisme pengganggu seperti nyamuk, lalat, dan kecoa baik yang secara langsung merugikan manusia ataupun tidak langsung sebagai vektor penyakit pada manusia seperti penyakit malaria, demam berdarah, dan penyakit kaki gajah. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman, pestisida yang akan diedarkan di Indonesia wajib terdaftar, memenuhi standar mutu, terjamin efektivitasnya, aman bagi manusia dan lingkungan hidup serta diberi label. Selanjutnya dalam Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1973 ditegaskan bahwa pestisida harus didaftarkan dan memperoleh izin Menteri Pertanian. Hal ini berarti bahwa hanya pestisida yang telah tedaftar dan memperoleh izin Menteri Pertanian yang diperoleh untuk diedarkan, disimpan, dan digunakan dalam wilayah Republik Indonesia.

Beberapa aspek yang mendapat perhatian dalam pendaftaran pestisida adalah: 1. Apek mutu yang berarti kadar bahan aktif pestisida yang didaftarkan harus memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan; 2. Aspek toksisitas yang berarti pestisida yang didaftarkan tidak berpotensi menimbulkan bahaya terhadap kesehatan manusia dan lingkungan; 3. Aspek efektivitas yang berarti pestisida yang didaftarkan efektif terhadap organisme sasaran. Sesuai Pasal 17 Peraturan Menteri Pertanian Nomor 24/Permentan/SR.140/4/2011 tentang Syarat dan Tatacara Pendaftaran Pestisida, apabila pestisida yang telah mendapat izin sementara, izin tetap atau izin perluasan penggunaan, terbukti menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan manusia dan atau kelestarian lingkungan, izin pestisida dapat ditinjau kembali atau dicabut. Pestisida yang terdaftar dan memperoleh izin Menteri Pertanian hingga bulan Oktober 2011 berjumlah 2681 formulasi pestisida dengan jumlah pemegang pendaftaran sejumlah 354 perusahaan.

Banyaknya pestisida yang terdaftar, di satu sisi memberikan banyak pilihan kepada pengguna khususnya petani tetapi di sisi lain dapat menimbulkan kebingungan dikalangan petani. Petani sulit menentukan jenis pestisida yang tepat untuk mengendalikan OPT. Hal lain yang cukup meresahkan petani adalah beredarnya pestisida palsu dan illegal dengan harga yang lebih terjangkau dan sulitnya pengawasan terhadap mutu pestisida yang beredar. Mengingat hal tersebut diatas, maka pemerintah dalam hal ini Direktorat Pupuk dan Pestisida bermaksud melakukan kajian pestisida yang terdaftar dan beredar di lapangan. Kegiatan kajian pestisida terdaftar dan beredar dilakukan di Propinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan. Lokasi tersebut ditetapkan berdasarkan sentra produksi padi di Indonesia dan penggunaan pestisida yang dinilai cukup banyak.

1.2. Tujuan Tujuan kegiatan Kajian Pestisida yang Terdaftar dan Beredar adalah untuk mengidentifikasi jenis pestisida yang beredar di tingkat petani di 10 (sepuluh) propinsi yang menjadi sampel. 1.3. Sasaran Sasaran yang ingin dicapai dari kegiatan Kajian Pestisida yang Terdaftar dan Beredar adalah tersedianya data jumlah, jenis pestisida, dan kesesuian mutu pestisida yang terdaftar dan beredar khususnya di 10 (sepuluh) propinsi yang menjadi sampel. II. PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP 2.1 Pengertian 1. Pestisida adalah semua zat kmia dan bahan lain serta jasad renik dan virus yang dipergunakan untuk: a. memberantas atau mencegah hamahama dan penyakit yang merusak

b. c. d.

e.

f. g.

h.

tanaman, bagian-bagian tanaman atau hasil-hasil pertanian; memberantas rerumputan; mematikan daun dan menegah pertumbuhan yang tidak diinginkan; mengatur atau merangsang pertumbuhan tanaman atau bagianbagian tanaman tidak termasuk pupuk; memberantas atau mencegah hamahama luar pada hewan-hewan piaraan dan ternak; memberantas atau mencegah hamahama air; memberantas atau mencegah binatangbinatang dan jasad-jasad renik dalam rumah tangga, bangunan dan dalam alat-alat pengangkutan; memberantas atau mencegah binatangbinatang yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia atau binatang yang perlu dilindungi dengan penggunaan pada tanaman, tanah atau air.

2. Pestisida terbatas adalah pestisida yang dalam penggunaannya memerlukan

persyaratan dan

alat-alat pengamanan

khusus diluar yang tertera pada label. 3. Pestisida untuk penggunaan umum adalah pestisida yang dalam penggunaannya tidak memerlukan persyaratan dan alat-alat

pengamanan khusus diluar yang tertera pada label. 4. Pestisida dilarang adalah jenis pestisida yang dilarang untuk semua bidang

penggunaan untuk bidang pestisida rumah tangga, dan untuk bidang perikanan dan bahan aktif pestisida untuk padi. 5. Bahan aktif adalah bahan kimia sintetik atau bahan alami yang terkandung dalam bahan teknis atau formulasi pestisida yang memiliki daya racun atau pengaruh biologis lain terhadap organisme sasaran.

6. Bahan aktif standar adalah bahan aktif murni yang digunakan sebagai

III. METODE PELAKSANAAN KAJIAN PESTISIDA TERDAFTAR DAN BEREDAR 3.1. Metodologi Pelaksanaan 1. Data primer diperoleh dengan cara observasi langsung kelapangan dan survey dengan menggunakan kuesioner. Pengambilan sampling dilakukan dengan cara random sampling. Dimana setiap propinsi dipilih 2 (dua) Kabupaten sebagai sampel, dipilih 2 (dua) kecamatan dan setiap Kecamatan dipilih 2 (dua) desa. 2. Data sekunder diperoleh dari publikasi atau literatur yang diterbitkan oleh instansi terkait yang meliputi: a. Jumlah dan jenis pestisida yang beredar (insektisida, herbisida, fungisida, zat pengatur tumbuh). b. Merek-merek dagang pestisida yang layak dan paling banyak beredar dipasaran. c. Kualitas pestisida yang beredar termasuk kadar bahan aktif, masa

pembanding dalam proses analisis kadar bahan aktif pestisida. 7. Wadah langsung adalah tempat yang terkena

pestisida

untuk

menyimpan

selama dalam penanganan. 2.2 Ruang Lingkup Pestisida terdaftar adalah pestisida yang telah lolos pengujian standar mutu, terjamin efektifitasnya, aman bagi manusia dan lingkungan, serta telah terdaftar dan telah memperoleh izin Menteri Pertanian. Mengidentifikasi jumlah dan jenis pestisida terdaftar yang beredar dan dipakai dalam pengelolaan budidaya tanaman di Indonesia. Pestisida terdaftar yang beredar dan dipakai para petani di 10 (sepuluh) propinsi yang telah teridentifikasi beredar dan dipakai dalam pengelolaan budidaya tanaman.

10

berlaku izin, masa kadaluarsa produk, cara penggunaan, dosis/konsentrasi aplikasi, komoditi serta hama sasaran (OPT) yang mendapat izin. 3. Masing-masing kecamatan diwakili 10 sampel yang terdiri dari Insektisida, Herbisida, Fungisida, Zat Pengatur Tumbuh sehingga dari setiap kabupaten terdapat 20 sampel. 3.2. Kualifikasi Tenaga Ahli yang Diperlukan Untuk melaksanakan kajian pestisida ini diperlukan tenaga ahli sebagai berikut: a. 1 (satu) orang petugas Dinas Pertanian Propinsi. b. 1 (satu) orang petugas Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH).

4.1. Indikator Masukan (Input): Masukan dari kegiatan kajian pestisida terdaftar dan beredar ini adalah teridentifikasinya jumlah dan jenis pestisida terdaftar yang beredar dan digunakan oleh para petani di 10 propinsi contoh. 4.2. Indikator Keluaran (output) Keluaran dari kegiatan kajian Pestisida terdaftar dan beredar ini adalah laporan hasil kajian tentang kesesuaian mutu pestisida yang terdaftar dan beredar dipasaran dengan izin yang telah dikeluarkan, dan jumlah pestisida yang beredar di pasaran. 4.3. Indikator Hasil (outcome) Indikator hasil adalah segala sesuatu yang mencerminkan dari keluaran kegiatan pada jangka menengah, antara lain: 1. Terlaksananya kajian pestisida terdaftar dan beredar di pasaran dengan izin yang

IV. INDIKATOR KINERJA

telah dikeluarkan.

11

12

2. Terkumpulnya

laporan

hasil

identifikasi

Pembiayaan kegiatan ini bersumber dari APBN yang tertuang dalam DIPA Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian TA.2012 dengan rincian biaya terlampir.

jenis pestisida yang terdaftar dan beredar di 10 (sepuluh) propinsi. 4.4. Indikator Manfaat (Benefit) Teridentifikasinya jenis pestisida yang terdaftar dan beredar dan digunakan dalam pengelolaan budidaya tanaman di Indonesia.

Jakarta,

Desember 2011

Penanggung Jawab,

Ir. Suprapti NIP. 195710241984032001

V. PEMBIAYAAN

13

14

15

Lampiran I

Lampiran II
PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 24/Permentan/SR.140/4/2011 TANGGAL : 8 April 2011 DAFTAR NAMA LABORATORIUM PELAKSANA PENGUJIAN MUTU PESTISIDA
1. Laboratorium Balai Pengujian Mutu Produk Tanaman, Kementerian Pertanian. 2. Laboratorium Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi, Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN). 3. Laboratorium Perindustrian. Balai Besar Industri Kimia, Kementerian

ALOKASI KEGIATAN KAJIAN PESTISIDA DI 10 PROPINSI

No.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Propinsi Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Lampung Jawa Barat Jawa Tengah D.I.Yogyakarta

4. Laboratorium Pusat Perindustrian.

Pengujian

Mutu

Barang,

Kementerian

5. Laboratorium Balai Besar Hasil Pertanian, Kementerian Pertanian

Jawa Timur Kalimantan Timur Sulawesi Selatan

6. Laboratorium Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pasca Panen Pertanian, Kementerian Pertanian. 7. Laboratorium Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, Kementerian Pertanian. 8. Laboratorium Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia, Kementerian Pertanian. 9. Laboratorium Pusat Pemeriksaan Obat dan Makanan Nasional, Badan Pengawasan Obat dan Makanan.

15

16

Lampiran III
10. Laboratorium Fakultas Pertanian, IPB. 11. Laboratorium Fakultas Kedokteran Hewan, IPB. 12. Laboratorium Fakultas MIPA, IPB. 13. Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu, UGM.

PERATURAN MENTERI PERTANIAN

NOMOR TANGGAL
I.

: 24/Permentan/SR.140/4/2011 : 8 April 2011

14. Laboratorium Fakultas Teknobiologi, UNIKA. 15. Laboratorium Pestisida UPTD-BPTPH, Maros, Sulawesi Selatan. 16. Laboratorium Pestisida UPTD-BPTPH, Padang, Sumatera Barat. 17. Laboratorium Pestisida UPTD-BPTPH, Surabaya, Jawa Timur. 18. Laboratorium Pestisida UPTD-BPTPH, Medan, Sumatera Utara. 19. Laboratorium Kimia Agro UPTD-BPTPH, Lembang, Jawa Barat. 20. Laboratorium Balai Pengujian Mutu Dan Sertifikasi Hasil Pertanian Dan Hasil Hutan, Propinsi DKI Jakarta. 21. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 22. LEMIGAS. 23. Pusat Penelitian Polimer, BPPT, Serpong.
No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16.

Bahan aktif yang dilarang untuk semua bidang penggunaan pestisida:


Bahan Aktif 2,4,5-T 2,4,6-T Natrium 4-brom-2,5-diklorofenol Aldikarb Aldrin 1,2-Dibromo-3-kloropropan (DBCP) Cyhexatin Dikloro difenil trikloroetan (DDT) Dieldrin 2,3-Diklorofenol 2,4-Diklorofenol 2,5-Diklorofenol Dinoseb Ethyl p-nitrophenyl benzenethiophosponate (EPN) Endrin Endosulfan

17

18

17. 18. 19. 20. 21. 22. 23 24. 25. 26.

Etilen dibromida (EDB) Formaldehida Fosfor kuning (Yellow Phosphorus) Heptaklor Kaptafol Klordan Klordekon Klordimefon Leptofos Heksakloro Siklo Heksan (HCH) (termasuk lindan)

II Bahan aktif yang dilarang digunakan pada tanaman padi.


No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. Asefat Azinfosmetil Diazinon Diklorvos Dimetoat Endosulfan Entrimfos Fenitrotion Fention Fentoat Fonofos Fosfamidon Isazofos Kadusafos Karbaril Karbofenotion Kartap hidroklorida Klorpirifos Kuinalfos Malation Mefosfolan Metidation Metil klorpirifos Metomil Metamidofos Monokrotofos Ometoat Piridafention Profenofos Sianofenfos Triazofos Triklorfon Nama Bahan Aktif

27. 28. 29. 30. 31. 32. 33.

Metoksiklor Mevinfos Monosodium metam arsonat (MSMA) Natrium klorat Natrium tribromofenol Metil paration Halogen fenol (termasuk Penta Kloro Fenol (PCP) dan garamnya)

34. 35. 36. 37. 38. 39. 40. 41. 42.

Pestisida berbahan aktif salmonella Penta kloro benzene Senyawa arsen Senyawa merkuri Strikhnin Telodrin Toxaphene Mireks Asam sulfur

19

20

Lampiran IV

Lampiran V
PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 24/Permentan/SR.140/4/2011 TANGGAL : 8 April 2011

PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 24/Permentan/SR.140/4/2011 TANGGAL : 8 April 2011

BAHAN AKTIF PESTISIDA YANG DITETAPKAN SEBAGAI PESTISIDATERBATAS

BAHAN TAMBAHAN DALAM PESTISIDA YANG DITETAPKAN SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN YANG DILARANG

NO. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Nama Bahan Aktif Parakuat diklorida Aluminium fosfida Magnesium fosfida Sulfuril fluorida Metil bromida Seng fosfida Dikuat dibromida

Bidang Penggunaan Pengelolaan tanaman Penyimpanan hasil pertanian Penyimpanan hasil pertanian Penyimpanan hasil pertanian Karantina dan pra pengapalan Pengelolaan tanaman Pengelolaan tanaman

No. 1. 2. 3. 4.

Nama Bahan kimia Benzene Formaldehida Metanol Toluen

Keterangan untuk semua bidang penggunaan pestisida untuk semua bidang penggunaan pestisida untuk bidang pestisida rumah tangga untuk bidang pestisida rumah tangga

5. 6. 7. 8. 9.

N-Metil Pirolidon Silika Metilen klorida Etilen oksida Asam sulfur

untuk bidang pestisida rumah tangga untuk semua bidang penggunaan pestisida untuk semua bidang penggunaan pestisida untuk semua bidang penggunaan pestisida untuk semua bidang penggunaan pestisida

21

22

Lampiran VI
PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 24/Permentan/SR.140/4/2011 TANGGAL: 8 April 2011 BATAS TOLERANSI HASIL PENGUJIAN PESTISIDA

Kadar bahan aktif yang dinyatakan (%) > 50

Kadar bahan aktif yang dinyatakan (g/l)

Batas toleransi

> 500

+ 2,5 unit (%)+ 25 unit (g/l)

25 - < 50

250 - < 500

+ 5%

10 - < 25

100 - < 250

+ 6%

2,5 - < 10

25 - < 100

+ 10%

0 - , 2,5

0 - < 25

+ 15%

23