Anda di halaman 1dari 4

SKENARIO 4 : Duh...Mukaku Kok Sembab?

Seorang pasien wanita, 28 tahun datang ke poliklinik umum RSUD Arifin Ahmad dengan keluhan muka terlihat sembab sejak 2 minggu yang lalu. Selain itu berat badannya bertambah drastis dari 45 kg menjadi 50 kg, padahal nafsu makannya menurun dan aktifitas juga tidak berubah. Pasien bekerja sebagai sekretaris di sebuah perusahaan swasta. Akhir-akhir ini mudah merasa lelah dan kurang bersemangat dalam bekerja. Padahal dia dituntut harus aktif dan berpenampilan menarik, namun karena muka sembab, berat badan meningkat, ditambah lagi rasa nyeri di punggung dan pegal akibat lama duduk di depan komputer dirinya mengonsumsi jamu. Namun sudah 1 minggu belakangan jamu tersebut tidak lagi diminumnya, karena temannya mengingatkan agar berhati-hati dalam mengonsumsi jamu karena belum tentu jamu tersebut telah teruji keamanannya untuk dikonsumsi. Riwayat batuk lama dan penyakit kencing manis disangkal. Dari hasil pemeriksaan fisik didapatkan : pasien sakit sedang, TD 90/80 mmHg, denyut nadi 90x/menit, nafas 20x/menit, suhu 36,8:C. paru dan jantung dalam batas normal. Dari hasil pemeriksaan laboratorium : Hb 12,3 g/dl, leukosit 5600/Ul, trombosit 200.000/uL, LED 10 mm/1jam. Uranisalisis rutin dalam batas normal. Ureum 25 mg/dl, kreatinin 0,7 mg/dl. Albumin 3,9 g/dl.

Terminologi
1. 2. 3. 4. 5. Muka sembab Back pain Stres dan depresi Jamu Pegal

Identifikasi Masalah
Identitas : wanita, 28 tahun KU : Muka sembab sejak 2 minggu yang lalu RPS : 1. Berat badan bertambah drastis 2. nafsu makan menurun

3. aktivitas tidak berubah, mudah merasa lelah, kurang bersemangat 4. nyeri punggung dan pegal 5. Stres dan gampang depresi RPD : Riw. Batuk lama dan penyakit kencing manis (-) RPK : (-) RPO : Minum jamu, namun 1 minggu belakangan sudah tidak mengonsumsi lagi RSE : Pekerjaan sebagai sekretaris di perusahaan swasta PF : Pasien sakit sedang Tekanan darah 90/80 mmHg Nadi 90x/menit Napas 20x/menit Suhu 36,8 C Paru dan jantung dalam batas normal P.Lab : Hb 12,3 g/dl Leukosit 5600/ul Trombosit 200.000/uL LED 10 mm/ 1 jam Urinalisis rutin normal Ureum 25 mg/dl Kreatinin 0,7 mg/dl Albumin 3,9 g/dl

Analisis Masalah
1. Muka sembab : edema lebih cenderung edema generalisata Sindroma nefrotik ada proteinuria, biasa terjadi pada anak, edema terjadi di aerah pretibial Riwayat pemakaian obat-obatan, misalnya pemakaian obat seroid dalam jangka waktu lama

Lebih cenderung ke Sindrom Cushing 2. Sindroma Cushing = gluokortikoid meningkat induksi glukoneogenesis meningkat dimana asam amino diubah jadi glukosa kelebihan glukosa diendapkan di tempat tertentu seperti abdomen, wajah dan pundak 3. Hormon kostisol akan menguraikan asam amino menjadi glukosa protein-protein di otot banyak mengalami proteolisis pasien cepat merasa lelah 4. Nyeri punggung : mobilisasi protein pembentukan kolagen tertekan rasa nyeri di punggung dan tulang melemah 5. Jamu yang dikonsumsi sudah terkontaminasi oleh obat-obat steroid 6. Kadar steroid yang tinggi di dalam tubuh akibat konsumsi steroid eksogen dalam jangka waktu lama memberikan feed back negatif terhadap hipofisis untuk menghasilkan ACTH terjadi atrofi korteks adrenal defisiensi aldosteron Kehilangan Na+ dan air di urin hypovolemia penurunan tekanan darah. 7. Rasa pegal sebelum mengonsumsi jamu ketidaknyamanan posisi duduk ketika bekerja 8. Stres dan depresi Psikologis yang diakibatkan beban pekerjaan Meningkatkan sekresi hormon kortisol peingkatan depresi, emosi, euforia, insomnia 9. Berat badan meningkat, nafsu makan menurun = glukoneogenesis pemecahan asam amino menjadi glukosa peningkatan glukosa glukosa yang berlebihan akan disimpan menjadi lemak di bagian tubuh tertentu sehingga tubuh menganggap kebutuhan glukosa telah terpenuhi

Analisis Masalah

Peningkatan glukokortikoid

Peningkatan glukoneogenesis

Protein menurun Peningkatan glukosa darah Peningkatan akumulasi lemak

Learning Issue 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.
Patofisiologi Cortex adrenal failure Etiologi, klasifikasi da epidemiologi cortex adrenal failure Manifestasi klinis dan diagnosis cortex adrenal failure Diagnosis banding cortex adrenal failure Penatalaksanaan cortex adrenal failure Prognosis dan komplikasi cortex adrenal failure Preventive cortex adrenal failure