Anda di halaman 1dari 3

Yusak Yulianus Prabowo Kimia A-2010 103234042

1. Metode kenaikan kapiler Bila suatu pipa kapiler dimasukkan ke dalam cairan yang membasahi dinding, maka cairan akan naik ke dalam pipa kapiler, sehingga permukaan cairan dalam kapiler lebih tinggi dari permukaan di luar kapiler., Hal ini disebabkan karena adanya tegangan muka cairan. Kenaikan cairan akan mencapai pada suatu ketinggian tertentu sehingga terjadi kesetimbangan antara gaya ke atas dengan gaya ke bawah., dan tinggi permukaan stabil. Gaya ke atas = 2 r cos Gaya ke bawah = r2 h g 2 r cos = r2 h g h = r h g / cos Karena sangat kecil praktis = 0, maka cos =1 Sehingga : = r h g Di mana : = tegangan muka cxairan h = tinggi permukaan cairan dala kapiler r = jari-jari kapiler g = gravitasi = densitas cairan = sudut kontak

Tegangan permukaan diukur dengan melihat ketinggian air/cairan yang naik melalui suatu kapiler. Metode kenaikan kapiler hanya dapat digunakan untuk mengukur tegangan permukaan tidak bisa untuk mengukur tegangan antar muka.

2. Metode cincin Du-Nouy atau tersiometer Du-Nouy Metode cincin Du-Nouy bisa digunakan untuk mengukur tegangan permukaan ataupun tegangan antar muka. Prinsip dari alat ini adalah gaya yang diperlukan untuk

melepaskan suatu cincin platina iridium yang dicelupkan pada permukaan sebanding dengan tegangan permukaan atau tegangan antar muka dari cairan tersebut. Metode cincin Du-Nouy bisa digunakan untuk mengukur tegangan permukaan ataupun tegangan antar muka. Untuk penentuan tegangan permukaan saja dapat menggunakan metode kenaikan kapiler. Sedangkan Prinsip dari alat ini adalah gaya yang diperlukan untuk melepaskan suatu cincin platina iridium yang dicelupkan pada permukaan sebanding dengan tegangan permukaan atau tegangan antar muka dari cairan tersebut. Gaya pada permukaan dalam: = 2 r Gaya pada permukaan luar = 2 R Gaya ke atas = F = m.g Gaya ke bawah = 2 r + 2 R Bila cincin sangat tipisn maka R = r, sehingga Gaya ke bawah = 4 R Pada saat cincin akan terlepas, maka gaya ke atas = gaya ke bawah 4R=mg = (m g)/( 4 R) atau

Dengan factor koreksi ( ) ( )

1 dan 2= densitas fase di atas dan di bawah a = 0,7250 b = 0,09075 s2/m c = 0,04534 - 1,679 r/R r = jari-jari kawat

3. Metode Berat Tetes Suatu cairan yang membasahi gelas akan berupa tetesan pada ujung pipa vertikal. Mula-mula tetesan berupa setengah bola, kemudian memanjang dan membentuk pinggang. Pada saat akan jatuh bebas, gaya ke bawah pada tetesan (mg) akan sama dengan gaya ke atas yang menahan tetesan (2r), sehingga menurut Hukum Tate diperoleh: mg = 2r atau = mg/(2r) dimana: m = Massa satu tetesan g = Gaya gravitasi r = Jari-jari pipa luar = Tegangan permukaan

Berat tetesan yang jatuh bukan berat yang ideal, karena sekitar 40% dari cairan masih tertinggal pada ujung pipa, oleh karena itu diperlukan suatu factor koreksi (Fd) sehingga: ( )

Dimana Fd merupakan faktor koreksi yang bergantung pada V/r3, jika V adalah volume suatu tetesan. Nilai ini dapat dicari pada tabel Harkins dan Brown. Nilai Fd untuk percobaan dapat dicari dengan menggunakan grafik V/r3 terhadap Fd.